cover
Contact Name
-
Contact Email
jppkmi@mail.unnes.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jppkmi@mail.unnes.ac.id
Editorial Address
Gedung F5 Lantai 2 Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Negeri Semarang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Masyarakat Indonesia (JPPKMI)
ISSN : 27465306     EISSN : 27465292     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Masyarakat Indonesia (JPPKMI) memuat tulisan ilmiah berupa laporan penelitian atau review artikel penelitian (original article research paper) kualitatif dan kuantitatif dengan fokus meliputi: Pendidikan dan Pengembangan Kesehatan Masyarakat, Epidemiologi, Biostatistik, Kesehatan Lingkungan, Promosi Kesehatan, Pendidikan Kesehatan & Ilmu Perilaku, Administrasi & Kebijakan Kesehatan, Gizi Masyarakat, Kesehatan & Keselamatan Kerja, Kesehatan Reproduksi, Sistem Informasi Kesehatan, Ekonomi Kesehatan, serta One Health & Global Health.
Articles 80 Documents
Manajemen Logistik Alat Kesehatan di Dinas Kesehatan
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 3 No 2 (2022): JPPKMI: November 2022
Publisher : Asosiasi Institusi Pendidikan Tinggi Kesehatan Masyarakat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jppkmi.v3i2.61632

Abstract

Manajemen logistik alat kesehatan merupakan ilmu dalam proses perencanaan dan penentuan kebutuhan pengadaan, penyimpanan, penyaluran, pemeliharaan, penghapusan dan pengendalian alat kesehatan. Berdasarkan studi pendahuluan dengan melakukan wawancara dengan Kepala Seksi Kefarmasian Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang mendapatkan hasil bahwa terdapat permasalahan dalam kegiatan manajemen logistik alat kesehatan pada proses perencanaan, penganggaran, pendistribusian, penyimpanan, pemeliharaan, penghapusan serta kurangnya sumber daya manusia dan sarana prasarana. Penelitian dilaksanakan di Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang pada bulan September 2021- Juli 2022. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pelaksanaan manajemen logistik alat kesehatan di Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Informan berjumlah 7 orang dipilih menggunakan purposive sampling. Teknik pengambilan data dilakukan melalui wawancara mendalam dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan manajemen logistik alat kesehatan di Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang belum optimal, masih terdapat kendala pada sumber daya manusia dan sarana prasarana yang masih kurang. Terdapat permasalahan pada proses perencanaan, penganggaran, pendistribusian, penyimpanan, pemeliharaan, pengendalian, penghapusan. Dapat disimpulkan bahwa manajemen logistik alat kesehatan di Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang belum maksimal.
Kinerja Relawan Covid-19 di Tempat Isolasi Mandiri Terpusat
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 3 No 2 (2022): JPPKMI: November 2022
Publisher : Asosiasi Institusi Pendidikan Tinggi Kesehatan Masyarakat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jppkmi.v3i2.61851

Abstract

Pandemi Covid-19 memerlukan kontribusi masyarakat untuk menjadi tim relawan, peningkatan kasus Covid-19 memberikan banyak tekanan kerja dan faktor risiko penularan Covid-19 terhadap tim relawan sehingga dapat mempengaruhi kinerja. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja relawan Covid-19 di tempat isoman terpusat Kabupaten Klaten. Jenis penelitian ini yaitu penelitian kuantitatif dengan rancangan cross-sectional. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 31 relawan. Instrumen yang digunakan yaitu data relawan Covid-19 di tempat isoman terpusat 2021, kuesioner dan dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square dan analisis multivariat menggunakan uji Regresi Logistik Berganda. Ada pengaruh motivasi terhadap kinerja relawan Covid-19 di tempat isoman terpusat Kabupaten Klaten (p-value = 0,008), ada pengaruh kompensasi terhadap kinerja relawan Covid-19 di tempat isoman terpusat Kabupaten Klaten (p-value = 0,003), ada pengaruh lingkungan kerja terhadap kinerja relawan Covid-19 di tempat isoman terpusat Kabupaten Klaten (p-value = 0,037). Variabel yang tidak berpengaruh dengan kinerja relawan Covid-19 yaitu penghargaan dan beban kerja. Variabel yang mempunyai pengaruh dominan terhadap kinerja relawan Covid-19 adalah kompensasi (OR = 26,017). Pentingnya menganalisis dan mengevaluasi kinerja relawan supaya relawan bekerja lebih efisien dan memberikan pelayanan yang berkualitas.
Usaha Kesehatan Sekolah/Madrasah dalam Pencegahan COVID-19 selama Pembelajaran Tatap Muka Terbatas
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 3 No 2 (2022): JPPKMI: November 2022
Publisher : Asosiasi Institusi Pendidikan Tinggi Kesehatan Masyarakat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jppkmi.v3i2.62284

Abstract

Pendidikan di Indonesia menjadi salah satu bidang terdampak pandemi COVID-19. Upaya pencegahan penyebaran COVID-19, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menginstruksikan untuk segera mengoptimalkan peran Usaha Kesehatan Sekolah/Madrasah (UKS/M) dengan cara berkoordinasi dengan fasilitas pelayanan kesehatan setempat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan program UKS/M dalam pencegahan COVID-19 selama Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas. Penelitian dilaksanakan di MTs N 3 Rembang pada bulan Maret-Mei 2022. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Informan terdiri dari 9 informan utama dan 11 informan triangulasi. Teknik pengambilan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta protokol kesehatan 5M (Memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan dan mengurangi mobilitas), sudah dilakukan, namun UKS/M tidak berperan. UKS/M telah termasuk dalam bagian Satgas COVID-19, koordinasi dengan Puskesmas terkait 3T (Testing, Tracking, dan Treatment) sudah dilakukan terdiri dari tes swab serta vaksinasi. Sarana sanitasi yang ada di MTs Negeri 3 Rembang sudah sesuai dengan standar pada Pedoman Program Sanitasi Sekolah.
Profil Pengetahuan dan Sikap Kesiapsiagaan Masyarakat terhadap Kejadian Bencana Tanah Longsor di Desa Tieng Kabupaten Wonosobo
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 3 No 2 (2022): JPPKMI: November 2022
Publisher : Asosiasi Institusi Pendidikan Tinggi Kesehatan Masyarakat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jppkmi.v3i2.62763

Abstract

Kejadian bencana tanah longsor di Kabupaten Wonosobo terus mengalami peningkatan, dengan persentase diatas 50% dari total bencana setiap tahunnya. Kerentanan bencana yang tinggi berada di Desa Tieng, Kecamatan Kejajar. Bencana tanah longsor tersebut menimbulkan dampak, mulai dari kerugian materil hingga korban meninggal dunia. Tujuan penelitian ini, mengetahui bagaimana pengetahuan dan sikap kesiapsiagaan masyarakat terhadap kejadian bencana tanah longsor. Jenis penelitian, deskriptif kuantitatif dengan metode analitik observasional melalui pendekatan cross sectional. Populasinya 4.342 penduduk, sampelnya 108 responden, diambil menggunakan teknik proportionate stratified random sampling. Penelitian dilakukan pada bulan Juli-Agustus 2022 di Desa Tieng, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo. Hasil menunjukkan, tingkat pengetahuan masyarakat berkategori tinggi (76,9%), didominasi jenis kelamin perempuan (39,8%), usia produktif (61,1%), serta pengetahuan tertinggi berupa penyebab bencana tanah longsor di Desa Tieng (99,1%). Selanjutnya, sikap positif sebanyak (62%), didominasi jenis kelamin perempuan (38%), usia produktif (49,1%), serta sikap bersedia saling memberikan informasi risiko bencana (97,2%). Kesimpulannya, pengetahuan dan sikap kesiapsiagaan masyarakat terhadap kejadian bencana tanah longsor telah didominasi oleh pengetahuan tinggi dan sikap positif.
Factors Related to Reporting and Recording of Work Accidents at Mental Hospital X in Semarang City
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 3 No 2 (2022): JPPKMI: November 2022
Publisher : Asosiasi Institusi Pendidikan Tinggi Kesehatan Masyarakat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jppkmi.v3i2.63084

Abstract

Background: very hospital has an obligation to carry out recording and reporting activities for work accidents that have been connected to the hospital management information system. The purpose of this study was to determine the factors related to reporting and recording work accidents in Mental Hospital X Methods: this type of research is quantitative with a descriptive approach, using a cross-sectional method with a simple random sampling technique totaling 72 respondents. The instrument used is a questionnaire. Data analyzed using chi-square test. Results: the results of this study revealed that variables related to reporting and recording work accidents are staffing status (p = 0.01) and training history (0.002). While the unrelated variables are age (0.129), education level (0.813), knowledge level (0.233), and length of service (0.722). Conclusion There are 2 variables related to reporting and recording work accidents, namely staffing status and training history. And there are 4 variables that are not related to reporting and recording work accidents, namely age, education level, level of knowledge, and length of service. Keywords: Reporting, Recording, and Work Accidents
Community Preparedness of Vulnerable Groups and Non-Vulnerable Groups for Landslides in Kalirejo village, Salaman District, Magelang Regency
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 3 No 2 (2022): JPPKMI: November 2022
Publisher : Asosiasi Institusi Pendidikan Tinggi Kesehatan Masyarakat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jppkmi.v3i2.64572

Abstract

Disaster preparedness is a series of activities carried out to anticipate disasters through organizing and through appropriate and efficient steps. Disaster preparedness in handling landslides needs to be built and improved because the disaster preparedness vulnerable and non-vulnerable groups. The research method used is descriptive quantitative by using analytic observational study and using cross sectional method. The total sample of the study was 102 respondents consisting of 28 vulnerable groups and 74 non-vulnerable groups. The result of the study showed that landslide’s disaster preparedness for vulnerable groups was included in the unprepared category, while landslide’s disaster preparedness for the non-vulnerable group was included in the almost ready category.
Faktor yang Berhubungan Dengan Keluhan Musculoskeletal Disorders (MSDs) pada Pekerja Pabrik Tahu
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 3 No 2 (2022): JPPKMI: November 2022
Publisher : Asosiasi Institusi Pendidikan Tinggi Kesehatan Masyarakat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jppkmi.v3i2.64696

Abstract

Pabrik tahu merupakan salah satu industri informal yang umum di kalangan masyarakat Indonesia. Hasil studi pendahuluan pada 5 sampel pekerja menggunakan kuesioner Nordic Body Map (NBM), didapat hasil 5 pekerja (100%) mengalami musculoskeletal disorders. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor apa saja yang berhubungan dengan musculoskeletal disorders. Metode penelitian yang digunakan yakni kuantitatif yang bersifat obsevasional analitik dengan pendekatan cross-sectional dan dilakukan pada bulan Agustus 2022 - Desember 2022 di Pabrik Tahu Kecamatan Guunungpati, Jawa Tengah. Total sampel penelitian berjumlah 35 responden. Hasil penelitian didapatkan ada hubungan usia (p=0,008), masa kerja (p=0,015), lama kerja (p=0,001), IMT (p=0,003), kebugaran jasmani (p=0,043), dan postur kerja (p=0,018) dengan keluhan musculoskeletal disorders. Tidak ada hubungan jenis kelamin (p=0,694), kebiasaan merokok (p=1,000), dan riwayat penyakit (p=0,689) dengan keluhan musculoskeletal disorders. Kesimpulan variabel yang memiliki hubungan dengan musculoskeletal disorders yaitu usia, masa kerja, lama kerja, IMT, kebugaran jasmani, dan postur kerja.
Faktor Yang Berhubungan Dengan Kualitas Air Minum Pada DAM Di Kabupaten Karanganyar
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 3 No 2 (2022): JPPKMI: November 2022
Publisher : Asosiasi Institusi Pendidikan Tinggi Kesehatan Masyarakat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jppkmi.v3i2.64805

Abstract

Air merupakan keperluan utama bagi kehidupan makhluk hidup yang digunakan dalam berbagai macam kebutuhan yaitu minum, mandi, mencuci, dan memasak. Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) 2020 mencatat Indonesia telah mencapai 90,2 persen akses air minum layak, termasuk 20,7 persen akses perpipaan. Sementara, RPJMN 2020-2024 mengamanatkan 100 persen akses air minum layak, termasuk 15 persen akses air minum aman, serta 30 persen akses air minum perpipaan. Di Kabupaten Karanganyar angka kejadian diare terbanyak ada di kecamatan Karanganyar yakni sebanyak 2.333 kasus diare ditemukan di Kecamatan ini. Mengkonsumsi air minum yang tidak higienis beresiko terkena infeksi penyakit yang ditimbulkan oleh bakteri, keracunan senyawa kimia akut maupun kronis serta yang bersifat karsinogen. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kualitas air minum pada DAM di Kabupaten Karanganyar. Penelitian ini menggunakan metode analisis kuantitatif dengan desain cross sectional. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 93 DAM dengan teknik pengambilan sampel random sampling. Data analisis dilakukan dengan uji Chi- Square. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara faktor sumber air baku (p value 0,000), sanitasi tempat di depot air minum (p-value 0,019), sanitasi peralatan di depot air minum (p value 0,001), hygiene penjamah depot air minum (p-value 0,031), dan proses pengolahan air terhadap kualitas air minum (p-value 0,000) di Kabupaten Karanganyar.
Implementasi Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 Tentang Penanggulangan Bencana Longsor
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 3 No 2 (2022): JPPKMI: November 2022
Publisher : Asosiasi Institusi Pendidikan Tinggi Kesehatan Masyarakat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jppkmi.v3i2.65629

Abstract

Abstrak Pendahuluan: Tanah longsor merupakan bencana alam yang dapat menimbulkan dampak merugikan bagi manusia dan lingkungan. Jumlah kejadian longsor di Jawa Tengah menurut BPBD pada tahun 2021 adalah 561 kejadian. Kota di Jawa Tengah yang banyak mengalami kejadian longsor adalah Kota Semarang sebanyak 172 kejadian. Kelurahan di Kota Semarang yang sering mengalami longsor dan menimbulkan korban jiwa tahun 2021 adalah Kelurahan Jomblang dengan 12 kejadian dan menimbulkan 2 orang meninggal dunia serta 2 orang luka-luka. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah Kelurahan Jomblang melakukan penanggulangan longsor sesuai UU Nomor 24 Tahun 2007. Metode: Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan hasilnya akan diuji keabsahan dengan teknik triangulasi. Penelitian dilakukan bulan September-November 2022. Hasil: Hasil menunjukkan bahwa implementasi UU Nomor 24 Tahun 2007 di Kelurahan Jomblang tahap pra bencana belum seluruhnya sesuai karena terdapat 7 indikator yang sesuai dan 8 indikator tidak sesuai. Simpulan: Penyelenggaraan penanggulangan longsor di Kelurahan Jomblang belum optimal karena dipengaruhi terbatasnya anggaran dan kurangnya kesadaran masyarakat. Abstract Introduction: Landslides are natural disasters that can have a detrimental impact on humans and the environment. The number of landslide events in Central Java according to BPBD in 2021 is 561 events. The city in Central Java that experienced many landslides was Semarang City with 172 incidents. The village in Semarang City that frequently experiences landslides and causes fatalities in 2021 is the Jomblang Village with 12 incidents and 2 people died and 2 people were injured. The purpose of this research is to find out whether Jomblang Sub-District has carried out landslide countermeasures in accordance with Law Number 24 of 2007. Method: This type of research is descriptive qualitative with a cross sectional approach. Data collection techniques using observation, interviews, and the results will be tested for validity with triangulation techniques. The research was conducted in September-November 2022. Results: The results of the study show that the implementation of Law no. 24 of 2007 in Jomblang village at the pre-disaster stage it was not fully appropriate because there were 7 indicators that were suitable and 8 indicators that were not suitable. Conclusion: The implementation of landslide prevention in Jomblang Village has not been optimal due to budget constraints and lack of public awareness.
Hubungan Pengetahuan, Sikap, Dan Ketersediaan Fasilitas Terhadap Kesiapsiagaan Tanggap Darurat Kebakaran Di Restoran X ( Studi Kasus Restoran X Kota Semarang)
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 3 No 2 (2022): JPPKMI: November 2022
Publisher : Asosiasi Institusi Pendidikan Tinggi Kesehatan Masyarakat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jppkmi.v3i2.66205

Abstract

Kebakaran biasanya diawali dari api kecil atau disebut api awal, jika dapat dikuasai dengan baik maka kebakaran tidak akan terjadi, dan jika tidak dapat dikuasai api akan berubah menjadi kebakaran, semakin besar dalam waktu relatif singkat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan, sikap dan ketersediaan fasilitas terhadap kesiapsiagaan tanggap darurat di Restoran X. Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Hasil Peneliitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan K3 (p-value=0,010), sikap (p-value=0,022) dan Ketersediaan Fasilitas (p-value= 0,27) dengan kejadian kesiapsiagaan tanggap darurat kebakaran. Kesimpulan terdapat hubungan antara pengetahuan K3, sikap dan ketersediaan fasilitas terhadap dengan kesiapsiagaan tanggap darurat kebakaran.. Saran penelitian ini adalah diharapkan pekerja mampu diberikan pelatihan tanggap darurat dan pekerja harus memiliki tingkat kepedulian terhadap K3 agar nantinya dapat mengetahui bagaimana risiko bahaya yang mungkin terjadi di dalam suatu pekerjaan sehingga pekerja dapat bertindak aman dan dapat mengatasi bencana kebakaran.