cover
Contact Name
-
Contact Email
jppkmi@mail.unnes.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jppkmi@mail.unnes.ac.id
Editorial Address
Gedung F5 Lantai 2 Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Negeri Semarang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Masyarakat Indonesia (JPPKMI)
ISSN : 27465306     EISSN : 27465292     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Masyarakat Indonesia (JPPKMI) memuat tulisan ilmiah berupa laporan penelitian atau review artikel penelitian (original article research paper) kualitatif dan kuantitatif dengan fokus meliputi: Pendidikan dan Pengembangan Kesehatan Masyarakat, Epidemiologi, Biostatistik, Kesehatan Lingkungan, Promosi Kesehatan, Pendidikan Kesehatan & Ilmu Perilaku, Administrasi & Kebijakan Kesehatan, Gizi Masyarakat, Kesehatan & Keselamatan Kerja, Kesehatan Reproduksi, Sistem Informasi Kesehatan, Ekonomi Kesehatan, serta One Health & Global Health.
Articles 80 Documents
Riwayat Keluarga dan Hipertensi Dengan Kejadian Diabetes Melitus tipe II
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 3 No 1 (2022): JPPKMI: Juni 2022
Publisher : Asosiasi Institusi Pendidikan Tinggi Kesehatan Masyarakat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jppkmi.v3i1.52087

Abstract

Diabetes Mellitus adalah salah satu penyakit tidak menular akibat terjadinya gangguan metabolisme kronis ditandai dengan tingginya kadar gula darah. Menurut data dari International Diabetes Federation 2019, Indonesia masuk ke dalam 10 besar negara dengan jumlah penderita tertinggi, dan menjadi satu-satunya negara Asia Tenggara yang asuk dalam daftar tersebut.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan riwayat keluarha dan hipertensi dengan kejadian Diabetes melitus tipe II di Desa Kemambang Kecamatan Banyubiru Kabupaten Semarang. Desain penelitian yang digunakan adalah analitik observational dengan pendekatan kasus kontrol. Sampel penetlitain sebanyak 48 orang terdiri dari 16 kasus dan 32 kontrol yang diambil dengan teknik simple random sampling. Data analisis mengunakan uji Chi-Square. Hasil Penelitian menunjukkan ada hubungan antara riwayat keluarga dengan kejadian Diabetes Melitus tipe II dengan nilai p=0,001,OR=11,074, ada hubungan antara hipertensi dengan kejadian Diabetes Melitus tipe II dengan nilai p=0,004,OR=7,857. Simpulan dalam penelitian ini adalah ada hubungan antara riwayat keluarga dan hipertensi dengan kejadian Diabetes Melitus tipe II di Desa Kemambang Kecamatan Banyubiru Kabupaten Semarang.
Kepuasan Masyarakat Provinsi Kalimantan Selatan dalam Menggunakan (Tele-Health) di Masa Pandemi Covid-19
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 3 No 1 (2022): JPPKMI: Juni 2022
Publisher : Asosiasi Institusi Pendidikan Tinggi Kesehatan Masyarakat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jppkmi.v3i1.52666

Abstract

Penelitian ini mengenai kepuasan masyarakat di Provinsi Kalimantan Selatan dalam menggunakan layanan kesehatan teknologi (Tele-Health) di masa pandemi Covid-19. Menggunakan desain penelitian cross sectional, dengan populasi yaitu masyarakat yang bertempat tinggal di wilayah Kalimantan Selatan. Sebanyak 30 sampel yang dipilih menggunakan metode Simple Random Sampling. Kuesioner dibagikan kepada responden melalui google form terdiri dari kuesioner identitas responden dan penilaian konsumen terhadap Tele-Health. Analisis data meliputi deskriptif dengan menggunakan rentang kategori dan persentase melalui skala Likert. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa hampir penilaian responden terhadap TeleHealth sudah sangat sesuai dan sesuai. Penialaian pada komponen usefulness (82,4%) dan satisfaction and future use (81,8%) memiliki penilaian yang sangat sesuai dan penialian ease of use and learnability (80%), interface quality (78,3%), interaction quality (79,5%), dan reability (73,3%) masuk ke dalam kategori sesuai. Hal ini menandakan bahwa responden dapat menggunakan media komunikasi secara virtual dan masyarakat sudah sangat baik dan baik dalam menggunakan berbagi layanan kesehatan teknologi (Tele-Health) di masa pandemi Covid-19.
Evaluasi Program Bimbingan dan Pendidikan Cegah Hipertensi Kita (BIDIK CHINTA) Masa Pandemi Covid-19
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 3 No 1 (2022): JPPKMI: Juni 2022
Publisher : Asosiasi Institusi Pendidikan Tinggi Kesehatan Masyarakat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jppkmi.v3i1.59715

Abstract

Based on data on the morbidity rate of the Wonosari II Klaten Health Center, the number of hypertension outpatient visits has decreased during the COVID-19 pandemic. Meanwhile, the number of confirmed COVID-19 comorbid hypertension is increasing so that the Guidance and Education program to Prevent Our Hypertension (BIDIK CHINTA) has emerged at the Wonosari II Health Center Klaten. The purpose of this study was to determine the results of program evaluations in handling hypertension during the COVID-19 pandemic. The research uses qualitative methods. Informants in this study included the head of the Wonosari II Health Center, program holders, village midwives, health cadres, village heads and program participants determined by the purpose sampling technique. The results of this study indicate the success of the product in achieving the program target. Funds and organizational structure are good, the facilities in the program are adequate, but the infrastructure is not adequate this is due to the strict rules for limiting activities outside the home during the COVID-19 pandemic so that from 9 villages there are 6 village heads who have not allowed the program to run in their area. The obstacle in this study was that it was difficult to process old research permits due to differences in letter rules between the Health Office, Bapeda, Kesbangpol and Puskesmas difficulties in arranging schedules to meet informants because the busyness of each informant was unpredictable, many informants provided answers, out of topic so that researchers must be smart in sorting out which ones should be included in the thesis research.
Kelelahan Kerja pada Pekerja Dinas Kesehatan di Masa Pandemi Covid-19
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 3 No 1 (2022): JPPKMI: Juni 2022
Publisher : Asosiasi Institusi Pendidikan Tinggi Kesehatan Masyarakat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jppkmi.v3i1.59766

Abstract

Kelelahan kerja merupakan sumber masalah bagi kesehatan dan keselamatan kerja yang ada di tempat kerja baik di sektor formal maupun sektor informal. Kelelahan kerja menjadi salah satu persoalan krusial yang perlu ditanggulangi karena dapat mengakibatkan beberapa dampak negatif seperti kecakapan kerja menghilang, kondisi kesehatan pekerja menurun sehingga dapat memicu kecelakaan kerja, produktivitas dan prestasi kerja menurun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor apa saja yang berhubungan dengan kelelahan kerja. Metode penelitian yang digunakan yakni kuantitatif yang bersifat analitik dengan pendekatan cross-sectional dan dilakukan pada bulan Oktober 2021-Juni 2022 di Dinas Kesehatan Kabupaten X, Jawa Tengah. Total sampel penelitian berjumlah 57 responden. Hasil penelitian didapatkan ada hubungan usia (p=0,000), masa kerja (p=0,000), dan beban kerja (p=0,002) dengan kelelahan kerja. Tidak ada hubungan jenis kelamin (p=0,213), kebiasaan merokok (p=0,441), dan riwayat penyakit (p=0,863) dengan kelelahan kerja. Kesimpulan variabel yang memiliki hubungan dengan kelelahan kerja yaitu usia, masa kerja, dan beban kerja
Hubungan Umur, IMT, dan Masa Kerja dengan Keluhan Muskuloskeletal Disorders (MSDS) pada Sales Promotion Girl (SPG)
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 3 No 1 (2022): JPPKMI: Juni 2022
Publisher : Asosiasi Institusi Pendidikan Tinggi Kesehatan Masyarakat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jppkmi.v3i1.61078

Abstract

Musculoskeletal Disorders (MSDs) pada dasarnya adalah gangguan atau cedera jaringan lunak seperti tendon, otot, ligamen, sendi, tulang rawan, dan sendi yang dapat mempengaruhi jaringan meliputi sarung tendon dan saraf. Berdasarkan data NIOSH pada tahun 2017 bagian - bagian tubuh seperti tangan, leher, bahu, punggung, dan kaki sering digunakan untuk melakukan pekerjaan sehingga pekerja dapat terkena musculoskeletal disorders (MSDs). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan anatara umur,IMT dan masa kerja dengan keluhan muskuloskeletal disorders MSDs pada sales Promotion Girl SPG di Matahari Hartono Mall Solo. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode cross sectional yang melibatkan 162 responden dengan mengisi kuesioner Nordic Body Map untuk menilai keluhan Musculoskeletal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan yang bermakna antara usia dengan keluhan muscoloskeletal disorders pada SPG Matahari Hartono Mall Solo. Kejadian keluhan muscoloskeletal disorders terjadi sebesar 87,8% pada responden yang memiliki masa kerja kategori beresiko atau lebih dari 4 tahun.Ada hubungan yang bermakna antara masa kerja dengan keluhan muscoloskeletal disorders pada SPG Matahari Hartono Mall Solo. Kejadian keluhan muscoloskeletal disorders terjadi pada responden dengan masa kerja lebih dari 4 tahun (Berisiko) sejumlah 86,8%.Tidak ada hubungan antara indeks masa tubuh dengan kejadian keluhan muscoskeletal disorders pada SPG Matahari Hartono Mall Solo.
Analisis Pengelolaan Limbah Medis
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 3 No 1 (2022): JPPKMI: Juni 2022
Publisher : Asosiasi Institusi Pendidikan Tinggi Kesehatan Masyarakat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jppkmi.v3i1.61079

Abstract

RSUD Ungaran merupakan Rumah Sakit tipe C yang menghasilkan berbagai jenis limbah medis. Berbagai limbah yang dihasilkan oleh kegiatan di rumah sakit ini dapat menimbulkan dampak negatif. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengelolaan limbah medis yang dilakukan di RSUD Ungaran. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Rancangan penelitiannya adalah deskriptif kualitatif. Hasil penelitiannya adalah sumber limbah medis hampir di semua ruangan, jenis limbah medis dibedakan menjadi tiga, jumlah limbah medis per harinya rata-rata sebesar 74,79 kg. Proses pengelolan limbah medis berupa pemilahan, pengangkutan, penyimpanan dan pengolahan akhir dengan pihak ketiga. SDM belum adanya petugas khusus mengenai limbah medis, rumah sakit sudah membuat kebijakan namun belum diterapkan dengan baik, Sarana prasarana disediakan dalam melakukan pengelolaan limbah medis sudah baik walaupun belum dapat mencukupi sesuai kebutuhan dan masih kurangnya kesadaran penggunaan APD. simpulannya adalah teknis pemilahan, pengangkutan, dan penyimpanan limbah medis yang memiliki persentase sebesar 57,1%. Saran penelitian ini diharapkan meneliti lebih lanjut mengenai strategi yang dapat digunakan untuk meningkatkan pengelolaan limbah medis dan menerapkan sistem manajemen lingkungan rumah sakit.
Karakteristik Lingkungan di Daerah Pesisir Endemis Filariasis
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 3 No 1 (2022): JPPKMI: Juni 2022
Publisher : Asosiasi Institusi Pendidikan Tinggi Kesehatan Masyarakat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jppkmi.v3i1.61080

Abstract

Filariasis merupakan penyakit menular yang endemis di Indonesia. Endemisitas filariasis ditunjukkan pada daerah pesisir Kabupaten Demak dengan mf rate tahun 2016 sebesar >1%. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan lingkungan (fisik, biologi, dan sosial) di daerah endemis filariasis. Penelitian ini menggunakan studi deskriptif dengan desain cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 96 orang dengan teknik proportional random sampling. Instrumen yang digunakan yaitu lembar kuesioner dan observasi. Analisis data ditampilkan dalam tabel frekuensi dan grafik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rerata kondisi lingkungan fisik (suhu, kelembaban, dan curah hujan) masing-masing yaitu 27-290C, 72-88%, dan 52,4-31,7 mm. Rerata jarak kondisi lingkungan biologi (tanaman pekarangan, genangan rob, tanaman bakau, SPAL terbuka, sampah tergenang air, dan kandang ternak) dari rumah yaitu <10 m. Pada kondisi lingkungan sosial, sebesar 54,2% host keluar ruangan malam hari dengan 51,4% pada pukul 23.00-24.00, 65,4% tidak menggunakan lotion anti nyamuk, dan 59,6% tidak mengenakan baju serta celana panjang. Simpulan penelitian ini yaitu kondisi lingkungan fisik, biologi, dan sosial di Kabupaten Demak berisiko tertular penyakit filariasis.
Uji Lapangan Modifikasi Alat Perangkap Nyamuk Dari Botol Plastik terhadap Jumlah Nyamuk Terperangkap
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 3 No 1 (2022): JPPKMI: Juni 2022
Publisher : Asosiasi Institusi Pendidikan Tinggi Kesehatan Masyarakat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jppkmi.v3i1.61081

Abstract

Nyamuk merupakan vektor penyakit, salah satunya Aedes sp. Aedes aegypti adalah vektor utama Demam Berdarah Dengue (DBD) yang masih menjadi masalah kesehatan di Kota Semarang. Pengendalian Aedes aegypti berhasil menurunkan densitas vektor di beberapa negara dengan menggunakan pengembangan perangkap nyamuk sebagai metode alternatif pengendalian nyamuk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui uji lapangan alat perangkap nyamuk bentuk modifikasi di Kelurahan Kedungmundu Kota Semarang. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu, dengan rancangan penelitian post test only control group design. Penelitian ini menggunakan teknik puposive sampling. Analisis data dilakukan dengan Uji One Way Anova dengan tingkat kesalahan sebesar p<0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perangkap nyamuk modifikasi memerangkap nyamuk Aedes sp. lebih banyak yaitu sebanyak 21 ekor dibandingkan perangkap nyamuk sederhana yaitu sebanyak 9 ekor. Tidak terdapat perbedaan bermakna jumlah nyamuk yang terperangkap pada perangkap nyamuk modifikasi dan sederhana (p=0,218). Tidak terdapat perbedaan bermakna jumlah nyamuk yang terperangkap pada perangkap nyamuk modifikasi yang diletakkan di dalam dan di luar rumah (p=0,585). Kesimpulan penelitian ini adalah perangkap nyamuk bentuk modifikasi memiliki kelebihan untuk memerangkap nyamuk lebih banyak, tetapi tidak bermakna secara statistik. Saran bagi masyarakat adalah dapat melakukan alternatif pengendalian nyamuk vektor penyakit menggunakan perangkap nyamuk bentuk modifikasi sebagai pendamping program Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN).
Analisis Faktor yang Mempengaruhi Pengadaan SDM Kesehatan di RSUD Wonogiri
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 3 No 1 (2022): JPPKMI: Juni 2022
Publisher : Asosiasi Institusi Pendidikan Tinggi Kesehatan Masyarakat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jppkmi.v3i1.61082

Abstract

Pengadaan sumber daya manusia merupakan fungsi operasional manajemen sumber daya manusia dalam usaha untuk memperoleh jenis dan jumlah sumber daya manusia yang tepat. RSUD dr Soediran Mangun Sumarso Kabupaten Wonogiri masih mengalami kekurangan tenaga kesehatan jika ditinjau dari standar minimal dalam peraturan menteri kesehatan nomor 56 tahun 2014 tentang klasifikasi dan perizinan rumah sakit. Pengadaan tenaga kesehatan hanya dilakukan melalui sistem magang. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan faktor yang mempengaruhi pengadaan sumber daya manusia kesehatan di RSUD dr Soediran Mangun Sumarso Kabupaten Wonogiri. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Informan utamanya adalah Kepala Sub Bagian Kepegawaian,Wakil Direktur Umum dan Keuangan, Kepala Sub Bagian Anggaran dan Kepala Unit Pengadaan. Informan triangulasi yaitu Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Wonogiri. Teknik pengambilan data dilakukan dengan wawancara mendalam dan observasi menggunakan pedoman wawancara dan pedoman telaah dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengadaan sumber daya manusia kesehatan di RSUD dr Soediran Mangun Sumarso Kabupaten Wonogiri dipengaruhi oleh faktor internal yaitu rencana strategis dan anggaran, sedangkan faktor eksternal yang mempengaruhi yaitu kebijakan pemerintah, pasar tenaga kerja dan peraturan perundang-undangan. Sebaiknya perlu adanya estimasi suplai eksternal untuk mengetahui pasar tenaga yang potensial untuk proses recruitment tenaga kontrak.
Determinan Sosial Tuberculosis di Indonesia
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 3 No 1 (2022): JPPKMI: Juni 2022
Publisher : Asosiasi Institusi Pendidikan Tinggi Kesehatan Masyarakat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jppkmi.v3i1.61083

Abstract

Jumlah kasus tuberculosis di Indonesia pada tahun 2014 sebesar 324.539 kasus dan mengalami peningkatan pada tahun 2015. Menurut laporan WHO tahun 2017, Indonesia menjadi negara ketiga penyumbang kasus tuberculosis tertinggi setelah India dan China, dan juga termasuk dalam daftar High Burden Country (BCG). Studi literature tentang tuberculosis bertujuan untuk mengetahui determinan sosial dari tingginya angka kasus Tuberkulosis di Indonesia. Terutama kaitannya dengan teori Healthy People (2020). Metode dari penelitian ini dengan studi kepustakaan yang dilakukan dengan pencarian literatur jurnal hasil penelitian terdahulu yang telah dipublikasikan. Tentunya dengan screening dan kriteria relevansi artikel dengan tema dan dengan dimensi waktu 10 tahun terakhir. Hasil dari penelitian literatur menggunakan 37 jurnal penelitian yakni hubungan stabilitas ekonomi, askes dan kualitas pendidikan, sosial komunitas, kondisi lingkungan tempat tinggal, dan hubungan fasilitas layanan kesehatan dengan kejadian tuberculosis. Dapat disimpulkan bahwa kasus penyakit tuberculosis di Indonesia dipengaruhi oleh faktor-faktor determinan sosial yang ada di masyarakat seperti akses dan kualitas pendidikan, fasilitas layanan kesehatan dan kualitasnya, kondisi lingkungan tempat tinggal, sosial masyarakat, dan stabilitas ekonomi.