cover
Contact Name
-
Contact Email
jppkmi@mail.unnes.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jppkmi@mail.unnes.ac.id
Editorial Address
Gedung F5 Lantai 2 Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Negeri Semarang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Masyarakat Indonesia (JPPKMI)
ISSN : 27465306     EISSN : 27465292     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Masyarakat Indonesia (JPPKMI) memuat tulisan ilmiah berupa laporan penelitian atau review artikel penelitian (original article research paper) kualitatif dan kuantitatif dengan fokus meliputi: Pendidikan dan Pengembangan Kesehatan Masyarakat, Epidemiologi, Biostatistik, Kesehatan Lingkungan, Promosi Kesehatan, Pendidikan Kesehatan & Ilmu Perilaku, Administrasi & Kebijakan Kesehatan, Gizi Masyarakat, Kesehatan & Keselamatan Kerja, Kesehatan Reproduksi, Sistem Informasi Kesehatan, Ekonomi Kesehatan, serta One Health & Global Health.
Articles 80 Documents
Hubungan Pengelolaan Sampah dengan Tingkat Kepadatan Lalat di TPS Kabupaten Klaten Mahmudah, Amira Isnaini; Wijayanti, Yuni
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 4 No 1 (2023): JPPKMI: Juni 20223
Publisher : Asosiasi Institusi Pendidikan Tinggi Kesehatan Masyarakat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jppkmi.v4i1.66560

Abstract

Permasalahan sampah yang tidak tertangani akan mempengaruhi kesehatan masyarakat karena sampah merupakan media transmisi penularan penyakit. Sampah dapat menjadi tempat berkembangbiak vektor salah satunya lalat. Keberadaan lalat di suatu tempat merupakan salah satu indikasi kurang baiknya kebersihan tempat tersebut. Berdasarkan hasil studi pendahuluan yang dilakukan di 10 TPS Kabupaten Klaten, seluruhnya memiliki tingkat kepadatan lalat > 2 atau tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pengelolaan sampah dengan tingkat kepadatan lalat di TPS Kabupaten Klaten. Jenis penelitian ini yaitu penelitian kuantitatif dengan rancangan cross-sectional. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 56 TPS. Instrumen yang digunakan yaitu kuesioner dan dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square dengan bantuan SPSS versi 24. Hasil menunjukkan Adanya hubungan tingkat kepadatan lalat di TPS Kabupaten Klaten dengan variabel pemilahan sampah (P-Value), peran serta masyarakat (P-Value) dan sarana prasarana (P-Value). Variabel yang tidak ada hubungan adalah pengumpulan, pengangkutan, pembiayaan, peran lembaga,peraturan dan hukum
Faktor yang Berhubungan dengan Keluhan Musculoskeletal Disorders pada Pekerja Batik Cap Fitrianingrum, Defi
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 4 No 1 (2023): JPPKMI: Juni 20223
Publisher : Asosiasi Institusi Pendidikan Tinggi Kesehatan Masyarakat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jppkmi.v4i1.66757

Abstract

Background: Musculoskeletal Disorders (MSDs) are soft tissue injuries caused by sudden or repetitive meovement, forces, vibrations, and awkward positions. Batik cap workers are at risk of developling musculoskeletal complaints because they work in a static position for a long time. The purpose of this study was determine the factors associated with the incidence of musculoskeletal complaints stamped batik workers. Method: This type of research is descriptive quantitative with a cross sectional approach using a total sampling method that is a number of 53 workers, the instruments used are measuring sheets observations and questionares. Data were analyzed using the chi-square test and fisher’s test. The research wa conducted in November-December 2022. Results: The conclution in this study is that the variables associated with musculoskeletal complaints were work posture (p=0.000), length of work (p=0.043), length of service (p=0.000), workload (p=0.019), age (p= 0.000). There was no relationship with the incidence of gender complaints (p=0.404), exercise habits (p=0.581), body mass index (p=0.898). Conclusion: The conclusion in this study is that there is a relationship between work posture, length of work, years of service, workload, age, and there is no relationship between gender, exercise habits, body mass index.
Faktor yang Mempengaruhi Kapasitas Vital Paru Pekerja di CV. Sinar Jaya Mandiri Sari, Isna Nila; Pawenang, Eram Tunggul
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 4 No 1 (2023): JPPKMI: Juni 20223
Publisher : Asosiasi Institusi Pendidikan Tinggi Kesehatan Masyarakat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jppkmi.v4i1.67243

Abstract

Data International Labor OrganizationI tahun 2013 didapatkan 30% hingga 50% pekerja di negara berkembang menderita penyakit paru. Indonesia merupakan negara berkembang yaitu pada sektor industri. Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah menyatakan bahwa pada tahun 2004 terdapat 83,75% pekerja formal dan 95% pekerja informal mengalami gangguan kapasitas vital paru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan penurunan kapasitas vital paru pekerja di CV. Sinar Jaya Mandiri Jepara. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain Cross Sectional. Sampel yang ditetapkan sebanyak 47 responden dengan teknik Total Sampling. Data dianalisis menggunakan Uji Fisher. Teknik pengambilan data dilakukan dengan pengukuran variabel lingkungan, wawancara mendalam dan observari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang mempengaruhi penurunan kapasitas vital paru pekerja pengolahan limbah karet phylon di CV. Sinar Jaya Mandiri Jepara yaitu kebiasaan merokok (p 0,036 OR 5,897) dan penggunaan masker (p 0,030 OR 5,515). Faktor yang tidak mempengaruhi yaitu kelembaban udara, suhu udara, masa kerja dan umur pekerja (p 0,716).
Keluhan Nyeri Punggung Bawah pada Penjahit Sektor Informal di Konveksi Juragan Sandang Magelang Setiana, Yuka; Wahyuningsih, Anik Setyo
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 4 No 1 (2023): JPPKMI: Juni 20223
Publisher : Asosiasi Institusi Pendidikan Tinggi Kesehatan Masyarakat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jppkmi.v4i1.67786

Abstract

Nyeri Punggung Bawah merupakan gangguan musculoskeletal yang sering ditemui dalam aktivitas kerja. Berdasarkan The Global Burden of Disease Study (2019), dari 369 penyakit, nyeri punggung bawah merupakan penyumbang terbesar kecacatan global. Prevalensi penyakit muskuloskeletal, termasuk nyeri punggung di Indonesia berdasarkan diagnosis dokter pada penduduk usia 15 tahun keatas yaitu sebesar 7,30%. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan Keluhan Nyeri Punggung Bawah pada Penjahit Sektor Informal di Konveksi Juragan Sandang Magelang. Penelitian ini dilakukan pada bulan Januari s/d Februari 2023. Jenis penelitian ini adalah survei analitik dengan rancangan penelitian cross sectional. Analisis data menggunakan uji chi square yang disajikan dalam kajian kuantitatif. Hasil uji chi square menunjukan bahwa variabel yang berhubungan dengan keluhan nyeri punggung bawah adalah usia, kebiasaan olahraga, penambahan bantalan kursi kerja, dan status karyawan. Sedangkan variabel yang tidak berhubungan dengan keluhan nyeri punggung bawah adalah jenis kelamin, indeks massa tubuh, riwayat penyakit dan riwayat nyeri punggung bawah.
Analisis Penerapan Sistem Tanggap Darurat Kecelakaan Lalu Lintas Ruas Jalan Tol Semarang-Batang Nuzula, Firda Habibatun; Widowati, Evi
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 4 No 1 (2023): JPPKMI: Juni 20223
Publisher : Asosiasi Institusi Pendidikan Tinggi Kesehatan Masyarakat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jppkmi.v4i1.68770

Abstract

Dalam kurun waktu 2 tahun terakhir dari tahun 2019 hingga tahun 2020 terdapat 287 kasus kecelakaan lalu lintas yang terjadi di Jalan Tol Trans Jawa Ruas Semarang-Batang. Dari kecelakaan tersebut terdapat 529 korban kecelakaan dengan rincian 300 korban luka ringan, 149 korban luka berat, dan 80 korban meninggal dunia. Kecelakaan disebabkan oleh faktor pengemudi, kendaraan, lingkungan dan jalan. Penerapan sistem tanggap darurat kecelakaan lalu lintas di jalan tol dilakukan untuk menekan dampak yang diakibatkan oleh kecelakaan lalu lintas pada ruas jalan tol. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat penerapan sistem tanggap darurat kecelakaan lalu lintas di ruas jalan tol Semarang-Batang. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif yang melibatkan Manager Traffic, Supervisor Patrol, Koordinator Rescue, Koordinator Medis, dan Koordinator Derek. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu: lembar observasi, panduan wawancara, dan lembar studi dokumentasi. Data dianalisis dengan analisis univariat. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari 19 indikator Sistem Tanggap Darurat Kecelakaan Lalu Lintas di Ruas Jalan Tol Semarang-Batang, terdapat 15 indikator yang sudah diterapkan sebesar 78,94%, 1 indikator yang sudah diterapkan namun belum sesuai dengan standar sebesar 5,27%, dan 3 indikator yang belum diterapkan sebesar 15,79%. Kesimpulan: Penerapan sistem tanggap darurat kecelakaan lalu lintas di jalan tol Semarang-Batang belum sesuai dengan semua poin pada standar peraturan yang digunakan dalam penelitian.
Hubungan Pengetahuan, Sosial Ekonomi dan Ketersediaan Jamban Keluarga dengan Kebiasaan BABS di Sungai Batang Sikabau Friska, Anastasya Meliza; Wijayanti, Yuni
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 4 No 2 (2023): JPPKMI: November 2023
Publisher : Asosiasi Institusi Pendidikan Tinggi Kesehatan Masyarakat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jppkmi.v4i2.69185

Abstract

Indonesia merupakan salah satu negara yang masih ditemukan masyarakat dengan perilaku BABS, dengan jumlah kasus 7.462.063 KK (18,93%), di Nagari/kelurahan Ujung Gading kasus BABS sebanyak 1.349 KK (14,59%) serta di Jorong/Desa Pasar Lama sebanyak 1.113 KK (20,03%) masih melakukan praktik BABS di sepanjang aliran sungai Batang Sikabau. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian observasional analitik dengan rancangan cross sectional dan dilakukan pada bulan Februari-Maret 2023 di Jorong Pasar Lama yang dilewati oleh aliran sungai Batang Sikabau. Total sampel pada penelitian ini sebanyak 90 responden. Hasil penelitian didapatkan bahwa tingkat pendidikan dengan p value 0,023, tingkat pendapatan dengan p value 0,002 dan ketersediaan jamban keluarga dengan p value 0,000 berhubungan dengan kebiasaan BABS di sepanjang aliran Sungai Batang Sikabau. Sedangkan tingkat pengetahuan dengan p value 0,835 tidak ada hubungan dengan kebiasaan BABS di sepanjang alirang Sungai Batang Sikabau. Simpulan dari penelitian ini adalah ada hubungan antara tingkat pendidikan, tingkat pendapatan dan ketersediaan jamban keluarga, namun tidak ada hubungan antara tingkat pengetahuan dengan kebiasaan BABS di sepanjang aliran Sungai Batang Sikabau tahun 2023.
Analisis Sistem Kebakaran Aktif dan Sarana Penyelamatan Jiwa di Rumah Sakit X Kota Palembang Pada Tahun 2022 Pasmalia, Ines
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 4 No 1 (2023): JPPKMI: Juni 20223
Publisher : Asosiasi Institusi Pendidikan Tinggi Kesehatan Masyarakat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jppkmi.v4i1.69671

Abstract

Kata kunci: Rumah Sakit, Kebakaran, Sistem Penanggulangan Kebakaran, Sistem Kebakaran Aktif, Sarana Penyelamatan Jiwa
Faktor Risiko Kejadian Stunting pada Balita Usia 24-59 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Salaman I Kabupaten Magelang Mahera, Afifah Ayu; Santik, Yunita Dyah Puspita
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 4 No 2 (2023): JPPKMI: November 2023
Publisher : Asosiasi Institusi Pendidikan Tinggi Kesehatan Masyarakat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jppkmi.v4i2.70247

Abstract

Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis, terutama pada 1000 HPK. Berdasarkan Dinkes Kabupaten Magelang, kejadian stunting di Kabupaten Magelang sebesar 37,6%, prevalensi stunting sebesar 15,1%. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor risiko stunting pada bayi usia 24-59 bulan di Puskesmas Salaman I. Penelitian ini menggunakan desain penelitian observasional analitik kuantitatif dengan desain case control. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah non random sampling dengan metode purposive sampling dengan jumlah sampel 108 balita. Faktor risiko stunting adalah pendidikan ibu (p=0.001 OR 3.732 95% CI: 1.676-8.309), pekerjaan ibu (p=0.254), pendapatan keluarga (p=0.000 OR 11.440 95%CI: 4.610-28.389), riwayat ASI eksklusif (p=0.051), riwayat IMD (p=0.057), riwayat makanan pendamping ASI (p=0.06), usia kehamilan saat melahirkan (p=0.002 OR 8.244 95%CI : 1.760-38.607), riwayat bayi lahir rendah berat badan (p=0.000 OR 10.947 95% CI: 2.374-50.472), riwayat anemia saat hamil (p=0.004 OR 3.143 95% CI: 1.431-6.905), status gizi ibu selama hamil (p= 0.000 OR 28.000 95 %CI: 6.187-126.725), riwayat diare balita (p=0.186), dan riwayat ISPA balita (p=0.118). Ada hubungan pendidikan ibu, pendapatan keluarga, usia kehamilan ibu saat melahirkan, riwayat BBLR, riwayat anemia saat hamil, dan status gizi ibu saat hamil dengan kejadian stunting pada balita usia 24-59 bulan di Puskesmas Salaman I Tidak ada hubungan pekerjaan ibu, riwayat ASI eksklusif, riwayat IMD, riwayat MPASI, riwayat diare balita, dan riwayat ISPA balita dengan stunting pada balita usia 24-59 bulan di Puskesmas Salaman I.
Pratik Personal Hygiene pada Penjamah Makanan Pedagang Kaki Lima Lestari, Hesti Tri; Wijayanti, Yuni
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 4 No 2 (2023): JPPKMI: November 2023
Publisher : Asosiasi Institusi Pendidikan Tinggi Kesehatan Masyarakat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jppkmi.v4i2.70545

Abstract

Pernyakit bawaan makanan menjadi masalah kesehatan di Indonesia karena personal hygiene yang buruk. Sehingga penjamah makanan harus memenuhi persyaratan dalam melakukan kegiatan pelayanan penanganan makanan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara umur, jenis kelamin, tingkat pendidikan, tingkat pengetahuan, sikap, dan sarana cuci tangan dengan praktik personal hygiene pada penjamah makanan pedagang kaki lima. Jenis penelitian ini yaitu penelitian kuantitatif dan rancangan cross sectional. Instrumen yang digunakan yaitu lembar kuesioner dan lembar observasi. Sampel penelitian berjumlah 72 orang dengan teknik proportional random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa umur (p=0,951), jenis kelamin (p=0,021), tingkat pendidikan (p=0,108), tingkat pengetahuan (p=0,000), sikap (p=0,285), dan sarana cuci tangan (p=0,704). Simpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan antara jenis kelamin dan tingkat pengetahuan dengan praktik personal hygiene pada penjamah makanan pedagang kaki lima, sedangkan umur, tingkat pendidikan, sikap, dan sarana cuci tangan tidak terdapat hubungan yang signifikan dengan praktik personal hygiene pada penjamah makanan pedagang kaki lima.
Personal Hygiene dan Sanitasi Pabrik Serta Keberadaan Bakteri Coliform pada Air Rendaman Tahu Wulandari, Retno; Pawenang, Eram Tunggul
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 4 No 2 (2023): JPPKMI: November 2023
Publisher : Asosiasi Institusi Pendidikan Tinggi Kesehatan Masyarakat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jppkmi.v4i2.70869

Abstract

Abstrak Hasil laporan studi pendahuluan yang dilakukan pada salah satu pabrik tahu di Kelurahan Sumurrejo berdasarkan pemeriksaan mikrobiologi yang dilakukan di UPTD Labkesda Kabupaten Semarang menunjukkan bahwa air rendaman tahu mengandung bakteri coliform yang melebihi batas ambang yaitu sebesar >1600 per 100 ml. Semakin tinggi tingkat bakteri coliform, maka semakin tinggi pula keberadaan patogen lain yang biasa hidup dalam kotoran manusia dan hewan. Tujuan dari penelitian ini untuk memperoleh gambaran terkait personal hygiene dan sanitasi pabrik tahu serta keberadaan bakteri coliform pada air rendaman tahu di pabrik tahu Kelurahan Sumurrrejo Gunungpati Kota Semarang. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan di pabrik tahu Kelurahan Sumurrejo yang dilaksanakan pada bulan Desember 2022 s.d Januari. Jumlah sampel sejumlah 8 sampel diambil dengan teknik total sampling. Data dianalisis secara univariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa personal hygiene pengrajin tahu 100% dalam kategori baik, sanitasi bangunan 62,5% kategori buruk, 37,5% memiliki fasilitas sanitasi buruk, 87,5% memiliki sanitasi peralatan buruk. Hasil pemeriksaan mikrobiologi bakteri coliform pada air rendaman tahu menunjukkan 100% melebihi batas ambang. Abstrac The results of a preliminary study report conducted at one of the tofu factories in Sumurrejo Village based on microbiological examination conducted at the UPTD Labkesda Semarang Regency showed that tofu soaking water contained coliform bacteria that exceeded the threshold, which was > 1600 per 100 ml. The higher the level of coliform bacteria, the higher the presence of other pathogens that normally live in human and animal feces. The purpose of this study was to obtain an overview regarding personal hygiene and sanitation of tofu factories and the presence of coliform bacteria in tofu soaking water at the tofu factory, Sumurrejo Village, Gunungpati, Semarang City. The type of research used is quantitative with a cross sectional approach. This research was conducted at the Sumurrejo Village tofu factory which was carried out from December 2022 to January. Total sample of 8 samples taken by total sampling technique. Data were analyzed univariately. The results showed that the personal hygiene of tofu craftsmen was 100% in the good category, building sanitation was 62.5% in the bad category, 37.5% had bad sanitation facilities, 87.5% had bad sanitation equipment. The results of microbiological examination of coliform bacteria in tofu soaking water showed 100% exceeding the threshold.