cover
Contact Name
Damis
Contact Email
jikan@umsrappang.ac.id
Phone
+628114120207
Journal Mail Official
jikan@umsrappang.ac.id
Editorial Address
Jl. Angkatan 45 No. 1A, Lotang Salo, Sidrap, Sulawesi Selatan
Location
Kab. sidenreng rappang,
Sulawesi selatan
INDONESIA
JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI PERIKANAN (JIKAN)
ISSN : -     EISSN : 27769887     DOI : -
Jurnal Sains dan Teknologi Perikanan (JIKAN) merupakan jurnal ilmiah yang bertujuan sebagai sarana dalam menyebarluaskan hasil karya tulis ilmiah dalam bidang perikanan dan kelautan. Jurnal ini diterbitkan oleh Program Studi Imu Perikanan, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang. Jurnal ini diterbitkan dua kali dalam setahun, yaitu pada bulan April dan Oktober. Tulisan-tulisan yang dimuat pada jurnal ini diharapkan dapat menjadi bahan informasi dalam menunjang perkembangan penelitian mengenai perikanan dan kelautan dan menjadi masukan bagi para pelaku usaha perikanan dan kelautan serta pihak-pihak terkait. Bidang : budidaya perikanan, teknologi perikanan, sistem perikanan, sosial-ekonomi perikanan, penanganan hasil perikanan, manajemen perikanan, oseanografi perikanan, estimasi stok dan konservasi perikanan, ekominawisata dan ilmu kelautan.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 1 No 2 (2021): OCTOBER" : 6 Documents clear
ANALISIS PENDAPATAN NELAYAN DAN KELAYAKAN USAHA BAGAN PERAHU DI DESA INDOMUT KECAMATAN BACAN La Apu, Rifai Gands
Jurnal Sains dan Teknologi Perikanan Vol 1 No 2 (2021): OCTOBER
Publisher : Fisheries Science Study Program, Faculty of Science and Technology, Muhammadiyah University of Sidenreng Rappang.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (645.683 KB) | DOI: 10.55678/jikan.v1i2.519

Abstract

Halmahera selatan merupakan salah satu Kabupaten yang cukup luas wilayahnya, yang luas lautnya lebih besar dari pada luas daratannya. Luas lautan yang dimilki Kabupaten Halmahera Selatan menggambarkan memiliki potensi sumber daya perikanan yang menjanjikan. Perikanan menurut UU No. 45 tahun 2009 adalah Penangkapan ikan adalah kegiatan untuk memperoleh ikan di perairan yang tidak dalam keadaan dibudidayakan dengan alat atau cara apapun, termasuk kegiatan yang menggunakan kapal untuk memuat, mengangkut, menyimpan, mendinginkan, menangani, mengolah dan mengawetkan. Bagan perahu merupakan alat tangkap yang prinsip kerjanya memanfaatkan cahaya lampu untuk mengumpulkan gerombolan ikan baik yang bersifat fototaksis positif atau ikan yang ingin mencari makan di sekitar cahaya lampu dan pada umumnya lebih efektif digunakan untuk menangkap ikan-ikan pelagis seperti ikan Teri, ikan Tongkol, dan cumi. Pengoperasian bagan yang diharapkan dapat meningkatkan pendapatan nelayan, dan membutuhkan modal awal yang cukup besar, sehingga perlu dikaji secara baik dengan memperhitungkan modal dan keuntungan sebagai bahan/informasi dasar dalam meyakinkan pemodal/ pengusaha. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pendapatan nelayan dan Pemodal/ Pengusaha bagan Perahu serta kelayakan usaha bagan perahu.
PEMANFAATAN LIMBAH JEROAN IKAN CAKALANG (Katsuwonus pelamis) SEBAGAI BAHAN SUBTITUSI TEPUNG IKAN PADA PERTUMBUHAN IKAN NILA (Oreochromis niloticus) La Apu, Rifai Gands
Jurnal Sains dan Teknologi Perikanan Vol 1 No 2 (2021): OCTOBER
Publisher : Fisheries Science Study Program, Faculty of Science and Technology, Muhammadiyah University of Sidenreng Rappang.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (770.631 KB) | DOI: 10.55678/jikan.v1i2.528

Abstract

Pakan ikan merupakan faktor penting dalam budidaya ikan nila, karena berperan dalam menentukan jumlah dan waktu produksi, namun masalah yang dihadapi oleh para pembudidaya ikan adalah biaya pakan tinggi, besaran biaya rata-rata yang dikeluarkan sekitar 50%-60% dari satu siklus budidaya ikan adalah pakan. Hal ini perlu upaya dalam melakukakan inovasi agar dapat menekan biaya tersebut. Pengolahan bahan baku lokal dianggap mampu menekan biaya operasional pada budidaya ikan nila (Oreochromis niloticus), salah satunya dengan mengolah limbah jeroan ikan cakalang (Katsuwonus pelamis). Penelitian ini bertujuan untuk melihat sistem pengolahan bahan baku yang memberikan kandungan nutrisi terbaik serta melihat peranan jeraon ikan sebagai bahan subtitusi pengganti tepung ikan pada pertumbuhan ikan nila. penelitian dilakukan pada 8 Februari – 8 Mei 2017 di SMK negeri 1 Bacan, dengan menggunakan metode eksperimen yaitu Rancangan Acak Lengkap dengan 6 perlakuan dan 3 ulangan. Hasil penelitian menunjukan sistem pengolahan terbaik terdapat pada perlakuan C yang menghasilkan kandungan protein tertinggi yaitu sebesar 74,5% diikuti perlakuan B (71,37) dan A (69,87), sehingga perlakuan C yang digunakan untuk mengolah jeroan ikan sebagai bahan subtitusi tepung ikan. Analisis ragam Anova pertumbuhan harian ikan nila menunjukan perlakuan B berpengaruh nyata pada taraf (P>0,05) diantara perlakuan lainnya. Hasil penelitian secara berturut-turut adalah perlakuan B sebesar (25,84 g), di ikuti perlakuan C (20,45 g), D (20,12g), dan C (19,80g) serta perlakun K (9,00g). Hal ini menunjukan bahwa tepung jeroan ikan dapat mensubtitusi tepung ikan dalam pakan buatan sebesar 50 %.
PENGARUH PERIODE PEMELIHARAAN RUMPUT LAUT Kappaphycus alvarezii TERHADAP MUTU NATA de SEAWEED DAN KARAGENAN Jannah, Harizatul
Jurnal Sains dan Teknologi Perikanan Vol 1 No 2 (2021): OCTOBER
Publisher : Fisheries Science Study Program, Faculty of Science and Technology, Muhammadiyah University of Sidenreng Rappang.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (818.276 KB) | DOI: 10.55678/jikan.v1i2.531

Abstract

Nata adalah produk fermentasi yang menggunakan bakteri Acetobacter xylinum sebagai starter dengan substrat berupa sukrosa, yang dapat berasal dari air kelapa, sari buah nenas, sari tebu dan sari kedelai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh periode pemeliharaan rumput laut Kappaphycus alvarezii terhadap kandungan dan mutu nata de seaweed dan karaginan. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan lima perlakuan periode pemeliharaan (50,40,30,20 dan 10 hari) dan 3x ulangan. Hasil analisa sidik ragam (one way ANOVA) memperlihatkan adanya pengaruh periode pemeliharaan terhadap kandungan dan mutu nata de seaweed (P<0,05) yaitu Rendemen, kadar serat, ketebalan, kekenyalan, dan uji organoleptik. Sementara terhadap kandungan dan mutu karaginan, periode pemeliharaan berpengaruh terhadap Rendemen, kadar abu, kadar sulfat dan kekuatan gel, dan tidak berpengaruh terhadap kadar air. Hasil uji Tukey memperlihatkan periode kultur selama 50 hari memberikan hasil terbaik terhadap kandungan dan mutu nata de seaweed dengan Rendemen 42,57%, kadar serat 1,95%, ketebalan 1,26cm dan kekenyalan 591,78 g/mm. Demikian pula terhadap kandungan dan mutu karaginan, hasil terbaik adalah pada periode kultur 50 hari dengan Rendemen 40,76%, kadar abu 19,92%, kadar sulfat 20,99%, kekuatan gel 30,47 g/cm2. Dapat disimpulkan bahwa pemeliharaan selama 50 hari dapat menghasilkan Kappaphycus alvarezii yang bermutu baik dalam pembuatan nata de seaweed dan karaginan Kata kunci : Kappaphycus alvarezii, Periode pemeliharaan, Nata de Seaweed, karaginan
PERAN PEREMPUAN NELAYAN DALAM MENINGKATKAN PEREKONOMIAN KELUARGA DI KELURAHAN PONJALAE KOTA PALOPO Bibin, Muhammad; Nirmasari, Dian; Suhendra, Suhendra
Jurnal Sains dan Teknologi Perikanan Vol 1 No 2 (2021): OCTOBER
Publisher : Fisheries Science Study Program, Faculty of Science and Technology, Muhammadiyah University of Sidenreng Rappang.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (907.411 KB) | DOI: 10.55678/jikan.v1i2.535

Abstract

Perempuan merupakan komponen penting dalam pembangunan ekonomi di wilayah pesisir. Peranan sektor publik perempuan/istri nelayan diartikan sebagai keterlibatan kaum perempuan dalam aktivitas sosial dan ekonomi dilingkungannya dalam memenuhi kebutuhan hidup rumah tangga dan kebutuhan sekunder lainnya. Perempuan pesisir merupakan potensi sosial yang sangat strategis untuk mendukung kehidupan masyarakat nelayan secara keseluruhan. Penelitian ini bertujuan mengetahui peran perempuan pesisir dalam meningkatkan perekonomian keluarga nelayan di Kelurahan Ponjalae Kecamatan Wara Timur Kota Palopo. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif.Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar umur perempuan nelayan (18–48 tahun) dan memasuki usia produktif. Sebanyak 60% perempuan nelayan yang tidak menamatkan pendidikan sekolah dasar. Aktivitas perempuan nelayan sebesar (63,4%) bekerja sebagai buruh pengeringan ikan, sebanyak 62,7% perempuan nelayan bekerja sebagai buruh pengolah abon ikan tongkol, sebanyak 60,7% perempuan nelayan bekerja sebagai pedagang ikan segar, sebanyak 51,8% perempuan nelayan berkerja sebagai pedagang ikan kering/asin dan sebanyak 44,6% perempuan bekerja sebagai pedagang abon ikan. Tingkat pendapatan perempuan berkisar antara Rp. 978.000–Rp. 3.670.000.Kontribusi pendapatan perempuan nelayan terhadap pendapatan keluarga berkisar antara 44,6%-63,4% dengan kontribusi rata-rata 56,6%.
ANALISIS PENGELOLAAN KONSERVASI EKOSISTEM MANGROVE DI KAWASAN PESISIR KECAMATAN PAKUE PROVINSI SULAWESI TENGGARA damis, Damis
Jurnal Sains dan Teknologi Perikanan Vol 1 No 2 (2021): OCTOBER
Publisher : Fisheries Science Study Program, Faculty of Science and Technology, Muhammadiyah University of Sidenreng Rappang.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (527.097 KB) | DOI: 10.55678/jikan.v1i2.537

Abstract

Hasil analisis dan pengamatan langsung di lokasi penelitian terkait dengan pengelolaan ekosistem mangrove di kawasan pesisir Kecamatan pakue diketahui Luas wilayah studi Kecamatan Pakue yaitu 151.85 km2 , adapun Luas hutan mangrove 164.15 km2 . Penyebab utama terjadinya kerusakan hutan mangrove adalah adanya konversi lahan menjadi lahan tambak hal ini terlihat jelas dari luasnya lahan tambak dari pada luasan hutan mangrove selain itu juga penebangan mangrove untuk dijadikan bahan bangunan, sebagai arang kayu dan dan bahan bakar untuk penyulingan minyak nilam .Kawasan konservasi perairan daerah (KKPD) kabupaten kolaka utara seluas 37.320,32 Ha
Identifikasi Jenis Ikan Sapu-Sapu (Loricariidae) Berdasarkan Karakteristik Pola Abdomen Di Perairan Danau Sidenreng Hasrianti, Hasrianti
Jurnal Sains dan Teknologi Perikanan Vol 1 No 2 (2021): OCTOBER
Publisher : Fisheries Science Study Program, Faculty of Science and Technology, Muhammadiyah University of Sidenreng Rappang.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1556.445 KB) | DOI: 10.55678/jikan.v1i2.539

Abstract

Ikan Sapu-sapu merupakan salah satu jenis ikan yang dianggap sebagai hama dalam perairan karena bersifat invasif (invasif spesies). Ikan sapu-sapu saat ini sangat banyak ditemukan di perairan tersebut dan tertangkap pada jaring insang yang dipasang oleh nelayan. Banyaknya populasi spesies ikan sapu-sapu yang terdapat di Danau Sidenreng yang menjadi dasar dalam mengidentifikasi jenis-jenis ikan sapu-sapu berdasarkan karakteristik morfologi dan pola abdomennya. Metode pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode sampling yaitu dengan jumlah sampel 30 ekor. Identifikasi jenis spesies ikan sapu-sapu dilakukan dengan melihat literatur yang ada. Hasil penelitian menunjukkan 2. Terdapat 3 jenis spesies ikan sapu-sapu yang terdapat pada Danau Sidenreng yakni antara lain Pterigoplichthys pardalis, Pterigoplichthys multiradiatus dan inter-grade. Ukuran panjang total (PT) ikan sapu-sapu yang tertangkap pada jaring insang nelayan Danau Sidenreng berkisar antara 21 cm – 41,3 cm, sedangkan ukuran panjang cagak (PC) berkisar antara 14,4 cm – 32,2 cm.

Page 1 of 1 | Total Record : 6