cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal Kimia Khatulistiwa
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 329 Documents
ISOLASI DAN IDENTIFIKASI SERTA UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI FUNGI ENDOFIT GAHARU DARI Aquilaria sp. Risa Nofiani, Puji Ardiningsih, Surdiah,
Jurnal Kimia Khatulistiwa Vol 8, No 4 (2020): Jurnal Kimia Khatulistiwa
Publisher : Jurnal Kimia Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gaharu merupakan jenis resin yang diproduksi oleh pohon tertentu, misalnya dari genus Aquilaria sp.dan Gyrinops sp. Pada penelitian sebelumnya gaharu dari pohon Aquilaria malaccensis Lamk. telah digunakan sebagai sumber isolat fungi endofit yang memiliki aktivitas antibakteri. Oleh karena itu pada penelitian ini, dilakukan isolasi fungi endofit gaharu dari Aquilaria sp. Tujuan dari penelitian ini adalah memperoleh fungi endofit gaharu dari Aquilaria sp,  memperoleh genus fungi yang dihasilkan dari isolasi gaharu dan mengetahui  aktivitas  antibakteri  fungi endofit gaharu dari  Aquilaria sp. Hasil isolasi diperoleh satu isolat fungi yang diberi kode GA4. Isolat fungi GA4 kemudian diidentifikasi secara mikroskopis dan makroskopis. Isolat fungi endofit GA4 secara mikroskopis teridentifikasi sebagai divisi Basidiomycetes. Isolat fungi tersebut diperbanyak dan dilakukan ekstraksi menggunakan pelarut etil asetat kemudian pelarutnya diuapkan untuk mendapatkan ekstrak kasar fungi endofit. Berat ekstrak fungi setelah dikeringkan sebanyak 0,016 gram. Ekstrak fungi yang diperoleh digunakan untuk uji aktivitas antibakteri. Bakteri yang digunakan adalah: Eschericia coli, Staphylococcus aureus, Vibrio cholerae, Salmonela thypi dan  Pseudomonas aeruginosa. Hasil uji aktivitas ekstrak fungi GA4 tidak menujukan adanya aktivitas. Kata kunci : basidiomycetes, Aquilaria sp., fungi endofit, gaharu
UJI TOKSISITAS DAN UJI FITOKIMIA SPONS Haliclona sp. ASAL PULAU LEMUKUTAN KABUPATEN BENGKAYANG KALIMANTAN BARAT Ajuk Sapar, Anthoni B. Aritonang, Muhammad Rizka Kurniawan,
Jurnal Kimia Khatulistiwa Vol 9, No 1 (2021): Jurnal Kimia Khatulistiwa
Publisher : Jurnal Kimia Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Spons Haliclona sp. diketahui memiliki kandungan metabolit sekunder dengan aktivitas sitotoksik yang tinggi sehingga berpotensi untuk dimanfaatkan sebagai obat antikanker. Dalam penelitian ini, telah dilakukan uji toksisitas dan uji fitokimia terhadap ekstrak metanol spons Haliclona sp. asal Pulau Lemukutan Kabupaten Bengkayang Kalimantan Barat. Metode yang digunakan pada penelitian ini meliputi maserasi dengan pelarut metanol, uji fitokimia dan uji toksisitas. Uji toksisitas terhadap ekstrak metanol dilakukan dengan menggunakan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT). Potensi ekstrak metanol spons sebagai antikanker dapat diketahui melalui tingkat toksisitasnya terhadap Artemia salina L. yang merupakan skrining pendahuluan menuju tahapan pengujian selanjutnya terhadap sel kanker yaitu sitotoksisitas. Ekstrak metanol dari spons Haliclona sp. bersifat toksik dengan nilai LC50 sebesar 70,1 ppm sehingga berpotensi dikembangkan dan diteliti lebih lanjut komponen aktifnya sebagai bahan baku obat antikanker. Kata Kunci: antikanker, Haliclona sp., toksisitas
SINTESIS PASIR KUARSA TERLAPIS MANGAN DIOKSIDA DAN OPTIMASI pH DALAM MENURUNKAN KADAR BESI PADA AIR TANAH Nelly Wahyuni, Dian Ratna Sari, Lia Destiarti,
Jurnal Kimia Khatulistiwa Vol 3, No 4 (2014): Jurnal Kimia Khatulistiwa
Publisher : Jurnal Kimia Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Air tanah di wilayah Pontianak sebagian besar mengandung besi dengan kadar yang melebihi ambang batas, sehingga perlu dilakukan pengolahan agar air tanah memenuhi persyaratan kualitas air bersih. Penelitian ini menggunakan pasir kuarsa terlapis mangan dioksida untuk pengolahan air tanah. Pasir kuarsa terlapis mangan dioksida disintesis menggunakan bahan mangan (II) klorida tetrahidrat, natrium hidroksida dan kalium permanganat. Volume kalium permanganat pada sintesis pasir kuarsa terlapis mangan dioksida divariasikan, yaitu 50 mL (PTM50), 80 mL (PTM80), 110 mL (PTM110) dan 140 mL (PTM140). Keempat hasil variasi pasir kuarsa terlapis mangan dioksida tersebut diukur efektivitasnya dalam menurunkan kadar besi pada air tanah dan variasi yang paling baik digunakan untuk menentukan pH air tanah yang efektif dalam menurunkan kadar besi pada air tanah. Efektivitas tertinggi diperoleh pada pengolahan air tanah menggunakan PTM80 dengan nilai sebesar 92,85%. Nilai pH air tanah yang paling efektif dalam menurunkan kadar besi air tanah menggunakan PTM80 adalah pH 7. Karakterisasi menggunakan Scanning Electron Microscope memberikan gambaran permukaan PTM80 yang tidak merata dan berbentuk gumpalan. Karakterisasi menggunakan Energy Dispersive X-ray Spectroscopy menunjukkan bahwa PTM80 mengandung unsur Si (40,39%), O (49,08%) dan Mn (10,53%). Penurunan kadar besi pada sampel air tanah diduga terjadi karena adanya tiga mekanisme yang terjadi antara pasir kuarsa terlapis mangan dioksida dengan ion besi, yaitu adsorpsi, oksidasi dan pertukaran proton. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pasir kuarsa terlapis mangan dioksida yang disintesis dapat digunakan untuk menurunkan kadar besi pada air tanah. Kata Kunci: pasir kuarsa, mangan dioksida, kadar besi, air tanah, optimasi pH
STUDI KINETIKA DAN ISOTERM ADSORPSI Fe(III) PADA BENTONIT TERAKTIVASI ASAM SULFAT Anis Shofiyani, Intan Syahbanu, Nurhayatun Nafsiyah,
Jurnal Kimia Khatulistiwa Vol 6, No 1 (2017): Jurnal Kimia Khatulistiwa
Publisher : Jurnal Kimia Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fe(III) merupakan jenis logam berat pencemar yang sangat sering ditemukan di dalam air. Metode adsorpsi merupakan metode yang sering digunakan untuk menangani permasalahan tersebut. Pada penelitian ini dilakukan studi aktivasi bentonit menggunakan H2SO4. Bentonit teraktivasi H2SO4 digunakan untuk adsorpsi Fe(III) dalam larutan. Karakterisasi bentonit sebelum dan setelah aktivasi dilakukan untuk mengetahui sifat fisika dan kimia material. Karakterisasi material bentonit sebelum dan setelah aktivasi dilakukan menggunakan XRD (X-Ray Diffraction), SEM (Scanning Elektron Microscopy), FTIR (Fourier Transfrom Infra Red) spectroscopy dan GSA (Gas Sorption Analyzer). Hasil GSA menunjukkan bahwa terjadi peningkatan luas permukaan yang spesifik pada bentonit teraktivasi menjadi 150,139 m2/g dibandingkan bentonit tanpa aktivasi 76,983 m2/g. Hasil XRD menunjukkan bentonit yang digunakan termasuk jenis Na-Bentonit yang mengandung mineral utama montmorillonit. Hasil SEM menunjukkan pori pada bentonit teraktivasi mempunyai sifat dan ukuran pori yang lebih besar. Hasil FTIR menunjukkan bahwa gugus fungsional khas bentonit tetap dipertahankan setelah dilakukan aktivasi yaitu pada bilangan gelombang 3448 (vibrasi regangan O-H), 1041 (vibrasi regangan Si-O), 910 (vibrasi deformasi Al-O-Al), 370 (vibrasi regangan Al-O), dan 524 (vibrasi deformasi Si-O-Al). Studi adsorpsi dipelajari menggunakan paramater waktu kontak dan konsentrasi pada sistem batch. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinetika adsorpsi Fe(III) mengikuti model kinetika pseudo orde dua dengan k2=0,139 L/mg.min. Isoterm adsorpsi mengikuti model isoterm Langmuir dengan kapasitas adsorpsi sebesar 18,518 mg/g. Kata Kunci : adsorpsi, bentonit, Fe(III), kinetika, kapasitas adsorpsi
IMPREGNASI DAN KARAKTERISASI EKSTRAK PIGMEN BIXIN PADA BENTONIT TERPILAR-TiO2 Nelly Wahyuni, Titin Anita Zaharah, Asti Jayanti,
Jurnal Kimia Khatulistiwa Vol 3, No 2 (2014): Jurnal Kimia Khatulistiwa
Publisher : Jurnal Kimia Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian untuk mengkaji impregnasi ekstrak pigmen bixin yang diekstrak dari selaput biji buah kesumba (Bixa orellana Bixaceae) pada bentonit terpilar-TiO2. Pilarisasi bentonit dilakukan menggunakan larutan Ti-polihidroksi dan kemudian dikalsinasi pada temperatur 2000C untuk membentuk oksida logam TiO2 serta hasilnya dikarakterisasi menggunakan difraksi sinar-X. Selanjutnya dilakukan impregnasi ekstrak pigmen bixin dengan variasi penambahan massa bentonit terpilar-TiO2 dan dianalisis menggunakan spektrofotometer infra merah (IR). Analisis XRD menunjukkan bahwa terdapat peningkatan jarak dasar (d001) dari 14,28 Ǻ menjadi 19,36 Ǻ pada bentonit setelah dipilar. Spektra IR menunjukkan bahwa telah terjadi impregnasi ekstrak pigmen bixin pada bentonit terpilar-TiO2 yang ditandai dengan munculnya pita serapan (-COH) asam karboksilat, (-CO) ester, -CH3, dan -OH karboksilat. Hasil variasi massa optimum yang diperoleh untuk proses impregnasi ekstrak pigmen bixin pada bentonit terpilar-TiO2 adalah 2 gr yang didukung dengan munculnya pita serapan gugus –OH yang lebih melebar dibandingkan spektrum yang lain. Kata kunci : bixin, bixa orellana, bixaceae, bentonit, kesumba, lempung terpilar
TRANSESTERIFIKASI LANGSUNG MIKROALGA CHLORELLA SP. DENGAN KATALIS ABU TANDAN KOSONG SAWIT YANG DIIMPREGNASIKAN PADA ZEOLIT Thamrin Usman, Harlia, Tri Putri Prima Dewi,
Jurnal Kimia Khatulistiwa Vol 4, No 2 (2015): Jurnal Kimia Khatulistiwa
Publisher : Jurnal Kimia Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mikroalga Chlorella sp. merupakan salah satu sumber trigliserida nabati yang berpotensi sebagai bahan baku untuk sintesis biodiesel. Transesterifikasi langsung mikroalga Chlorella sp. telah dilakukan menggunakan katalis abu tandan kosong sawit yang diimpregnasikan pada zeolit. Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah pengaruh waktu ekstraksi dan katalis terhadap kualitas hasil sintesis biodiesel mikroalga Chlorella sp., serta pengaruh metanol dengan penambahan co-solvent terhadap persen berat metil ester yang dihasilkan. Waktu optimum ekstraksi minyak mikroalga Chlorella sp. menggunakan n-heksana dengan perbandingan 1:8 pada suhu ±63oC adalah 2 jam. Kuantitas minyak yang dihasilkan pada kondisi ini sebesar 28,1% dari berat kering mikroalga Chlorella sp.. Transesterifikasi langsung telah dilakukan pada mikroalga Chlorella sp. dengan kondisi optimum perbandingan minyak:metanol 1:12, co-solvent n-heksana sebanyak 20 mL dan kuantitas katalis 4% menghasilkan perolehan optimum sebesar 36,5%. Minyak yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan GC-MS. Hasil analisis GC-MS menunjukkan minyak yang terkonversi menjadi metil ester sebesar 40,85%. Metil ester tersebut mengandung metil oleat dengan persentase tertinggi (14,74%), metil palmitat (14,63%), metil linoleat (3,47%) dan senyawa metil ester lainnya. Sifat fisik dari metil ester yang dihasilkan memiliki indeks bias 1,457; kerapatan 0,9066 g/mL (25oC) dan viskositas 54,075 cSt (25oC).   Kata Kunci: Transesterifikasi langsung, mikroalga Chlorella sp., co-solvent, metil oleat
PENGARUH TEMPERATUR TERHADAP AKTIVITAS ENZIM PROTEASE DARI DAUN SANSAKNG (Pycnarrhena cauliflora Diels) ., Tri Noviyanti, Puji Ardiningsih, Winda R .
Jurnal Kimia Khatulistiwa Vol 1, No 1 (2012): Jurnal Kimia Khatulistiwa
Publisher : Jurnal Kimia Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Daun sansakng (P. cauliflora Diels) telah dimanfaatkan sejak lama sebagai penyedap rasa dan pengempuk daging oleh masyarakat pedalaman Kalimantan Barat karena mengandung enzim protease. Salah satu faktor yang mempengaruhi laju reaksi enzim protease adalah temperatur. Dalam penelitian ini dilakukan penentuan temperatur optimum reaksi enzimatis protease dari daun sansakng. Temperatur divariasi dari 30, 40, 50 dan 60oC. Aktivitas unit enzim ditentukan dengan substrat kasein menggunakan spektrofotometer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas ekstrakkasar mencapai optimum pada temperatur 50oC yaitu sebesar 1,1170 U/mL. Kata Kunci: sansakng, P. cauliflora Diels, protease, temperatur optimum
UJI TOKSISITAS DENGAN METODE BSLT (Brine Shrimp Lethality Test) TERHADAP HASIL FRAKSINASI EKSTRAK KULIT BUAH TAMPOI (Baccaurea macrocarpa) Andi Hairil Alimuddin, Afghani Jayuska, Arimbi Wahyu Ningdyah,
Jurnal Kimia Khatulistiwa Vol 4, No 1 (2015): Jurnal Kimia Khatulistiwa
Publisher : Jurnal Kimia Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tampoi (Baccaurea macrocarpa) dari family Euphorbiaceae adalah tumbuhan hutan endemik yang tersebar di Kalimatan hingga Semenanjung Malaya.Tampoi juga tanaman hutan yang rentan terhadap kepunahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bioaktifitas toksisitas pada kulit buah tampoi dengan berbagai tahapan metode diantaranya partisi, uji fitokimia, KLT, Fraksinasi Kromatografi Vakum Cair (KVC) dan Brine Shrimp Lethality Test (BSLT). Hasil uji fitokimia pada ekstrak metanol, fraksi metanol dan fraksinasi KVC metanol mengandung senyawa fenol dan terpenoid. Kemudian diuji menggunakan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) dengan hewan uji dari larva artemia salina tahap napuli. Nilai LC5O dari hasil uji pada ekstrak etil asetat yaitu sebesar 78,458 ppm, fraksi metanol sebesar 111,985 ppm, pada fraksi n-heksan 1000,207 ppm dan ekstrak kasar metanol 1146,764 ppm. Fraksi aktif dan terbanyak berupa fraksi metanol yang difraksinasi dengan KVC 371,415 ppm. Berdasarkan tingkat toksisistas nilai LC5O dari fraksi metanol, fraksi etila setat, fraksinasi KVC metanol berpotensi sebagai sitotoksik. Kata kunci : Baccaurea macrocarpa, Euphorbiaceae, KVC, toksisitas, BSLT, sitotoksik  
EFEKTIVITAS CAMPURAN ENZIM SELULASE DARI Aspergillus niger DAN Trichoderma reesei DALAM MENGHIDROLISIS SUBSTRAT SABUT KELAPA Titin Anita Zaharah, Selviza Safaria Nora Idiawati
Jurnal Kimia Khatulistiwa Vol 2, No 1 (2013): Jurnal Kimia Khatulistiwa
Publisher : Jurnal Kimia Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sabut kelapa merupakan limbah perkebunan yang mengandung selulosa dan belum dimanfaatkan secara optimal. Selulosa yang terdapat pada sabut kelapa dapat dimanfaatkan untuk memproduksi glukosa dengan proses hidrolisis. Hidrolisis dilakukan menggunakan ekstrak enzim kasar dari Aspergillus niger dan Trichoderma reesei dengan perbandingan campuran 0:1, 1:2, 1:1, 2:1, 1:0 berdasarkan jumlah U/mL aktivitas enzim pada variasi pH 4, 5, dan 6 dengan waktu hidrolisis selama 2, 4, 6, dan 8 jam. Aktivitas enzim selulase dari A.niger dan T.reesei diukur dengan metode fenol-asam sulfat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hidrolisis selulosa dari sabut kelapa menggunakan campuran enzim selulase dari A.niger dan T.reesei 1:2 pada pH 5 dengan waktu hidrolisis 6 jam menghasilkan konsentrasi glukosa paling tinggi, yaitu sebesar 22,3 mg/L.
PENGARUH ASAM TERHADAP KANDUNGAN ALKALOID PADA EKSTRAK DAUN SALAM (Syzygium polyanthum Rudiyansyah, Tri Yuli Wijayanti, Harlia,
Jurnal Kimia Khatulistiwa Vol 2, No 3 (2013): Jurnal Kimia Khatulistiwa
Publisher : Jurnal Kimia Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian tentang pengaruh asam terhadap kandungan alkaloid telah dilakukan pada ekstrak daun salam (Syzygium polyanthum). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh asam terhadap kandungan alkaloid pada ekstrak daun salam (S. polyanthum). Ada dua metode yang digunakan dalam mengisolasi senyawa alkaloid dari daun salam yaitu metode partisi dan partisi asam. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, senyawa alkaloid dari daun salam (S. polyanthum) yang dianalisis dengan kromatografi cair kinerja tinggi (KCKT) dengan metode partisi menghasilkan total senyawa sebanyak 23 senyawa sedangkan pada metode partisi asam menghasilkan senyawa total 70 dengan 19 senyawa yang tidak ditemukan pada metode partisi tetapi ditemukan pada metode partisi asam dan hal ini di duga sebagai senyawa artefak. Kata Kunci : Daun Salam (Syzygium polyanthum), Alkaloid, partisi asam,KCKT