cover
Contact Name
Enggar Patriono
Contact Email
epatriono@unsri.ac.id
Phone
+62711580306
Journal Mail Official
biovalentia@unsri.ac.id
Editorial Address
JURUSAN BIOLOGI FMIPA UNIVERSITAS SRIWIJAYA Jalan Raya Palembang-Prabumulih KM 32 Indralaya, Ogan Ilir, Sumatera Selatan 30662 Indonesia
Location
Kab. ogan ilir,
Sumatera selatan
INDONESIA
Sriwijaya Bioscientia
Published by Universitas Sriwijaya
ISSN : -     EISSN : 27220680     DOI : https://doi.org/10.24233/sribios
Publikasi karya ilmiah secara berkala melalui jurnal elektronik sebagai tujuan SRIWIJAYA BIOSCIENTIA. Karya ilmiah yang dipublikasi oleh SRIWIJAYA BIOSCIENTIA termasuk dalam bidang ilmu Biologi murni dan Biologi terapan. Biologi murni termasuk Ekologi, Biosistematika, Fisiologi, Biologi Perkembangan, Mikrobiologi, Genetika. Biologi terapan termasuk Bioteknologi dan ilmu-ilmu turunan Biologi murni. Karya ilmiah yang dipublikasi dapat berupa hasil penelitian, studi kasus, review.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "vol 5 no 2 (2024)" : 5 Documents clear
Karakter morfologi dan kekayaan jenis lichen kortikulus pada batang pohon glodogan tiang (Polyalthia longifolia Sonn) di lokasi dengan kepadatan lalu lintas berbeda Harmida; Juni Arti, Widia; Aminasih, Nita
Sriwijaya Bioscientia Vol 5 No 2 (2024)
Publisher : Biology Department, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24233/sribios.5.2.2024.481

Abstract

Lichen merupakan organisme simbiosis antara fungi dan alga/cyanobacteria yang sensitif terhadap perubahan kualitas udara, sehingga dapat dijadikan bioindikator polusi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji karakter morfologi dan kekayaan jenis lichen kortikulus pada batang pohon glodogan tiang (Polyalthia longifolia) yang tumbuh di area dengan tingkat kepadatan lalu lintas berbeda (tinggi, sedang, dan rendah). Metode yang digunakan adalah survei eksploratif dan deskriptif kuantitatif, dengan pengambilan data lichen pada batang pohon menggunakan kuadrat 10 × 10 cm pada ketinggian 1–1,5 meter. Identifikasi dilakukan secara morfologi makroskopis dan mikroskopis. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 14 spesies lichen dari 11 genera, dengan kekayaan jenis tertinggi pada area lalu lintas rendah. Morfotipe utama yang ditemukan adalah crustose dan foliose. Keanekaragaman tertinggi terdapat di area lalu lintas rendah , menurun pada kepadatan sedang , dan terendah di kepadatan tinggi . Hasil ini mengindikasikan bahwa polusi udara akibat lalu lintas berdampak negatif terhadap keragaman lichen kortikulus
Potensi bakteri termofilik asal kawah Domas Tangkuban Perahu sebagai agen biodekolorisasi zat warna Naphthol Asbo-Blue B Marcella, Maria; Muharni, Muharni
Sriwijaya Bioscientia Vol 5 No 2 (2024)
Publisher : Biology Department, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24233/sribios.5.2.2024.484

Abstract

Industri batik memiliki peran penting dalam perekonomian Indonesia, namun banyaknya jumlah industri batik di Indonesia tidak diimbangi dengan pengolahan limbah cair dengan baik dan benar. Salah satu komponen air limbah batik adalah pewarna sintetis Naphthol ASBO-Blue B. Pengolahan secara biologis dengan menggunakan bakteri dapat mengurangi dampak tersebut, dan perlu dilakukan eksplorasi lebih lanjut terhadap bakteri termofilik. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan isolat bakteri termofilik yang berpotensi mendekolorisasi zat warna Naphthol ASBO-Blue B., serta mengetahui jenis isolat yang memiliki kemampuan dekolorisasi lebih dari 50% melalui analisis gen 16S rRNA. Enam isolat bakteri dari sumber air panas Tangkuban Perahu mampu mendekolorisasi Naphthol ASBO-Blue B. pada konsentrasi 100 ppm selama 7 hari dengan persentase kemampuan biodekolorisasi terbesar dimiliki oleh isolat DS2D yaitu 53,03 ± 0,28%. Isolat DS2D memiliki bentuk streptobasil, bersifat gram positif, dan menghasilkan endospora. Sekuen isolat DS2D menunjukkan kemiripan yang tinggi dengan Bacillus tropicus strain MCCC 1A01406, yaitu sebesar 97,90%.
Efektivitas auksin eksogen terhadap pertumbuhan tunas dan akar stek melati (Jasminum sambac (L.) Aiton) Wardana, Singgih Tri; Setiawan, Heri; Juswardi
Sriwijaya Bioscientia Vol 5 No 2 (2024)
Publisher : Biology Department, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24233/sribios.5.2.2024.490

Abstract

Perbanyakan tanaman melati dapat dilakukan dengan cara vegetatif dan generatif, namun perbanayakan secara generatif sangat jarang dilakukan, karena bagian yang dimanfaatkan dari tanaman melati adalah bagian bunga. Secara umum perbanyakan melati dilakukan secara vegetatif, yaitu dengan cara stek. Salah satu faktor yang memengaruhi keberhasilan stek yaitu pemberian zat pengatur tumbuh auksin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi auksin eksogen terhadap pertumbuhan stek melati (Jasminum sambac). Rancangan penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan perlakuan konsentrasi auksin eksogen. Konsentrasi auksin terdiri dari 0 mg/L, 75 mg/L, 150 mg/L, 225 mg/L dan 300 mg/L, masing-masing dengan 5 kali pengulangan. Data dianalisis menggunakan Anova taraf    5 %, jika berpengaruh nyata dilakukan uji Duncan (DMRT) taraf 5 %. Hasil penelitian menunjukkan auksin eksogen efektif dalam meningkatkan pertumbuhan tunas stek melati, tetapi tidak memengaruhi pertumbuhan akar stek melati.
Pengujian toksisitas akut ferro scrap pada Mencit (Mus musculus L.) dengan metode SNI 7184.5:2017 Deflina Dzakiyah Ash Nawwaf; Retno Puji Lestari
Sriwijaya Bioscientia Vol 5 No 2 (2024)
Publisher : Biology Department, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24233/sribios.5.2.2024.511

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan nilai LD50 ferro scrap pada mencit betina galur DDY dan mengevaluasi potensi dampak negatif dari paparan logam berat tersebut. Metode pengujian toksisitas akut yang digunakan dalam penelitian ini mengacu pada metode Standar Nasional Indonesia (SNI) 7184.5:2017. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai LD50 ferro scrap > 5000 mg/kg bb, menunjukkan tidak terjadinya efek toksisitas pada dosis yang diberikan. Ferro scrap termasuk limbah tidak berbahaya dan beracun atau disebut limbah nonB3. Pengemulsi tidak mempengaruhi perilaku mencit karena tidak memiliki efek farmakologis atau fisiologis yang signifikan. Sampel uji tidak berpengaruh besar terhadap perubahan berat badan mencit karena faktor yang mempengaruhi ekskresi berupa pakan dan air minum mencit. Reference toxicant CuSO4 menunjukkan gejala toksisitas pada mencit dengan dosis tertentu. Penelitian ini menunjukkan bahwa ferro scrap dapat ditoleransi oleh mencit tanpa efek toksisitas yang signifikan pada dosis yang diberikan.
Pemeriksaan sputum bakteri tahan asam (BTA) dan GeneXpert pada pasien tuberkulosis (TBC) di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto Jakarta Pusat Made Dewi Suri; Hary Widjajanti; Arief Dwi Jayanto
Sriwijaya Bioscientia Vol 5 No 2 (2024)
Publisher : Biology Department, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24233/sribios.5.2.2024.512

Abstract

Tuberkulosis (TBC) merupakan penyakit yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis yang dapat menyerang paru-paru dan bagian tubuh lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan hasil pemeriksaan sputum menggunakan Bakteri Tahan Asam (BTA) dan Tes Cepat Molekuler (TCM) GeneXpert pada pasien suspek TBC. Sebanyak 50 sampel sputum pasien suspek TBC diperiksa menggunakan metode Ziehl Neelsen untuk BTA dan teknologi GeneXpert untuk deteksi DNA Mycobacterium tuberculosis. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa GeneXpert lebih sensitif dan dapat mendeteksi lebih banyak sampel positif dibandingkan BTA. Pemeriksaan GeneXpert menunjukkan hasil positif sebanyak 28% sedangkan pemeriksaan BTA menunjukkan hasil positif sebanyak 20%. Dengan demikian, pemeriksaan GeneXpert dapat menjadi alternatif yang lebih baik dalam mendiagnosis TBC karena memiliki sensitivitas yang lebih tinggi dibandingkan pemeriksaan BTA.

Page 1 of 1 | Total Record : 5