Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Karakter morfologi dan kekayaan jenis lichen kortikulus pada batang pohon glodogan tiang (Polyalthia longifolia Sonn) di lokasi dengan kepadatan lalu lintas berbeda Harmida; Juni Arti, Widia; Aminasih, Nita
Sriwijaya Bioscientia Vol 5 No 2 (2024)
Publisher : Biology Department, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24233/sribios.5.2.2024.481

Abstract

Lichen merupakan organisme simbiosis antara fungi dan alga/cyanobacteria yang sensitif terhadap perubahan kualitas udara, sehingga dapat dijadikan bioindikator polusi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji karakter morfologi dan kekayaan jenis lichen kortikulus pada batang pohon glodogan tiang (Polyalthia longifolia) yang tumbuh di area dengan tingkat kepadatan lalu lintas berbeda (tinggi, sedang, dan rendah). Metode yang digunakan adalah survei eksploratif dan deskriptif kuantitatif, dengan pengambilan data lichen pada batang pohon menggunakan kuadrat 10 × 10 cm pada ketinggian 1–1,5 meter. Identifikasi dilakukan secara morfologi makroskopis dan mikroskopis. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 14 spesies lichen dari 11 genera, dengan kekayaan jenis tertinggi pada area lalu lintas rendah. Morfotipe utama yang ditemukan adalah crustose dan foliose. Keanekaragaman tertinggi terdapat di area lalu lintas rendah , menurun pada kepadatan sedang , dan terendah di kepadatan tinggi . Hasil ini mengindikasikan bahwa polusi udara akibat lalu lintas berdampak negatif terhadap keragaman lichen kortikulus
Aklimatisasi Dendrobium sp. hasil kultur jaringan pada berbagai media tanam di UPTD Balai Pengembangan dan Produksi Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sumatera Selatan Dona, Risma; Harmida; Saparudin
Sriwijaya Bioscientia Vol 4 No 2 (2023)
Publisher : Biology Department, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24233/sribios.4.2.2023.494

Abstract

Indonesia merupakan negara dengan keanekaragaman hayati tinggi, salah satunya tercermin pada kekayaan spesies anggrek yang tersebar di berbagai wilayah nusantara. Anggrek memiliki nilai ekonomi tinggi dalam perdagangan bunga internasional karena keragaman bentuk, warna, dan ketahanannya. Perbanyakan anggrek secara konvensional memiliki keterbatasan, sehingga teknik kultur jaringan menjadi solusi untuk meningkatkan jumlah bibit berkualitas. Namun, tahap aklimatisasi menjadi tantangan utama karena plantlet hasil kultur in vitro harus menyesuaikan diri dengan lingkungan baru agar dapat tumbuh optimal. Keberhasilan aklimatisasi sangat dipengaruhi oleh pemilihan media tanam yang tepat, seperti pakis, sabut kelapa, arang, dan lumut, serta faktor lingkungan seperti cahaya, suhu, dan kelembaban. Penelitian ini bertujuan mengetahui penyesuaian kehidupan anggrek terhadap berbagai media tanam pada proses aklimatisasi, sehingga dapat direkomendasikan media yang paling sesuai untuk mendukung pertumbuhan anggrek hasil kultur jaringan.
Pelatihan Pembuatan Sabun Padat Transparan Antibakteri dari Ekstrak Daun Tembesu untuk Meningkatkan Keterampilan Masyarakat Desa Tanjung Seteko Harmida; Tanzerina, Nina; Lamin, Syafrina; Aminasih, Nita; Muharni; Hariani, Poedji Loekitowati
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 6 No 2 (2026): JAMSI - Maret 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.2697

Abstract

Penggunaan sabun herbal berbasis tanaman lokal semakin populer sebagai alternatif alami pengganti sabun sintetis yang mengandung bahan kimia. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini memberikan pelatihan pembuatan sabun padat transparan antibakteri dari ekstrak daun tembesu. Ekstrak daun tembesu mengandung senyawa bioaktif seperti fenolik, tanin, alkaloid, steroid, terpenoid, flavonoid, dan saponin yang bersifat antibakteri. Kegiatan pengabdian Masyarakat dilaksanakan di desa Tanjung Seteko, kecamatan Indralaya, kabupaten Ogan Ilir dengan khalayak sasaran ibu-ibu PKK dan para remaja putri. Metode kegiatan dilaksanakaan dengan tahapan (i) penyuluhan, (ii) pelatihan dan (iii) evaluasi. Evaluasi dilakukan dengan pretes dan postes untuk mengetahui tingkat pemahaman peserta terhadap materi dan evaluasi penerimaan terhadap produk sabun yang dihasilkan. Hasil pretes dan postes menunjukkan terjadinya peningkatan pengetahuan dan ketrampilan peserta mengenai sabun padat transparan antibakteri berbahan ekstrak daun tembesu. Sebelum pelatihan, peserta yang mampu menjawab pretes dengan tepat hanya 16,67%, dan meningkat menjadi 90,0% setelah kegiatan dilakukan. Hasil evaluasi ini merupakan indikator keberhasilan kegiatan pengabdian masyarakat. Evaluasi terhadap penerimaan produk sabun dengan 7 kriteria yaitu warna, tekstur, busa, stabilitas, aroma, penampilan dan kenyamanan memperlihatkan bahwa masyarakat menerima dan menyukai sabun padat transparan antibakteri tersebut.