cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
BIMASTER
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Bimaster adalah Jurnal Ilmiah berkala bidang Matematika, Statistika dan Terapannya yang terbit secara online dan dikelola oleh Jurusan Matematika FMIPA Untan
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 01 (2016): BIMASTER" : 10 Documents clear
ANALISIS ALGORITMA FLOYD UNTUK MENYELESAIKAN MASALAH PENCARIAN LINTASAN TERPENDEK PADA SETIAP PASANGAN SIMPUL Bayu Prihandono, Syurya Pratiningsih, Neva Satyahadewi,
Bimaster : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya Vol 5, No 01 (2016): BIMASTER
Publisher : FMIPA Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (746.606 KB) | DOI: 10.26418/bbimst.v5i01.14893

Abstract

Penentuan lintasan terpendek dapat dilakukan dengan beberapa algoritma, salah satunya dengan Algoritma Floyd. Algoritma Floyd merupakan algoritma perhitungan untuk mencari lintasan terpendek pada setiap pasangan simpul (all pairs shortest path). Tujuan dari penelitian ini adalah mengkaji dan mengaplikasikan Algoritma Floyd untuk menentukan lintasan terpendek setiap pasangan simpul. Salah satu penerapan Algoritma Floyd digunakan untuk menentukan lintasan terpendek antar tempat kunjungan wisata di Kota Singkawang. Pencarian lintasan terpendek menggunakan Algoritma Floyd dimaksudkan untuk meminimalisir kemungkinan wisatawan berputar-putar mengitari Kota Singkawang. Daftar nama tempat wisata diperoleh dari Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kota Singkawang dan data besarnya jarak antar tempat kunjungan wisata diperoleh dari Dinas Bina Marga Kota Singkawang dan bantuan Google Map. Data bobot diinterpretasikan ke dalam bentuk matriks , dimana merupakan jumlah simpul. Matriks pendahulu (predecessor) kemudian dibentuk untuk mendapatkan lintasan terpendek pada iterasi 1. Setelah itu dilakukan iterasi sebanyak . Penentuan bobot lintasan terpendek adalah nilai dari setiap elemen pada matriks bobot. Sehingga lintasan yang dilalui dari simpul awal ke simpul tujuan diberikan oleh matriks pendahulu. Lintasan terpendek yang diperoleh untuk menempuh semua simpul dengan salah satu simpul boleh dilewati kembali adalah dengan panjang lintasannya 110,7 km. Kata kunci : lintasan terpendek, algoritma Floyd, matriks, simpul
ANALISIS PRODUKSI KAYU LAPIS MENGGUNAKAN STATISTICAL QUALITY CONTROL Shantika Martha, Awaliyah, M. Novitasari Mara,
Bimaster : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya Vol 5, No 01 (2016): BIMASTER
Publisher : FMIPA Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (448.855 KB) | DOI: 10.26418/bbimst.v5i01.14530

Abstract

Industri merupakan suatu kegiatan ekonomi pengolahan bahan mentah, bahan baku dan barang setengah jadi menjadi barang yang memiliki nilai tambah lebih tinggi atau manfaat lebih tinggi. Berdasarkan penggolongan produktivitasnya, industri dapat digolongkan menjadi dua, yaitu industri penghasil barang dan pelayanan jasa. Salah satu industri penghasil barang adalah industri kayu lapis. Kalimantan Barat memiliki perusahaan yang bergerak dibidang industri kayu lapis, salah satunya adalah PT XY. Perusahaan harus mengontrol produksi agar produk kayu lapis yang dihasilkan berkualitas dan memiliki nilai jual yang tinggi. Metode statistik yang digunakan dalam pengendalian kualitas dan mengambil tindakan perbaikan kualitas dari suatu produk saat diproduksi adalah Statistical Quality Control (SQC). Penelitian ini bertujuan menganalisis data hasil produksi kayu lapis serta mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan produk cacat. Langkah pertama data produksi kayu lapis dibentuk Check Sheet. Selanjutnya dilakukan uji apakah data berdistribusi Binomial atau tidak. Jika data berdistribusi Binomial maka data disajikan dalam bentuk diagram Pareto. Tujuannya untuk mengklasifikasikan jumlah cacat berdasarkan jenis dengan bertingkat dari jumlah cacat terbesar hingga terkecil. Selanjutnya membentuk diagram Kendali p untuk mendeteksi pengendalian kualitas produksi terkendali atau tidak. Jika hasil produksi kayu lapis yang diperiksa tidak terkendali maka harus diadakan perbaikan. Langkah terakhir, membentuk diagram Sebab Akibat yang bertujuan untuk mengetahui faktor penyebab produk cacat. Faktor tersebut adalah faktor manusia, faktor material, faktor mesin, faktor lingkungan dan faktor metode pengerjaan. Dari kelima faktor, faktor  yang paling dominan menjadi penyebab cacat kayu lapis yaitu faktor manusia. Hal ini dikarenakan karyawan kurang teliti dan belum menguasai pekerjaan Kata Kunci: SQC, diagram Kendali p, pengendalian kualitas
PENERAPAN TEORI SOLOW-SWAN PADA PERTUMBUHAN EKONOMI Evy Sulistianingsih, Kiki Amalia, Mariatul Kiftiah,
Bimaster : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya Vol 5, No 01 (2016): BIMASTER
Publisher : FMIPA Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (317.122 KB) | DOI: 10.26418/bbimst.v5i01.14750

Abstract

Pertumbuhan ekonomi merupakan proses kenaikan jumlah produksi barang dan jasa secara terus menerus dalam jangka waktu yang panjang.  Ada beberapa teori yang mengkaji tentang pertumbuhan ekonomi, salah satunya yaitu teori Solow-Swan. Teori ini menyebutkan terdapat tiga faktor yang mempengaruhi  pertumbuhan ekonomi yaitu pertumbuhan jumlah tenaga kerja, akumulasi modal, dan kemajuan teknologi. Bentuk dari teori Solow-Swan yaitu Y=F(K, AL) dengan Y  merupakan jumlah barang dan jasa yang diproduksi, K merupakan akumulasi modal, merupakan kemajuan teknologi, dan L merupakan jumlah tenaga kerja. Penelitian ini akan mengkaji bentuk model, kondisi mapan, kestabilan dari teori Solow-Swan dan menerapkan teori tersebut dalam pertumbuhan ekonomi. Model ini dicari dengan menggunakan persamaan differensial biasa dan didapat modelnya yaitu           k=sf(k)-(n+g+δ)k. Solusi dari model menunjukkan bahwa kondisi mapan terjadi jika k=sf(k)-(n+g+δ)k dan model dikatakan stabil ketika k = sf’’(k)-(n+g+δ)k <0. Selanjutnya dilakukan kajian untuk melihat perilaku dari model dengan menggunakan simulasi nilai parameter. Berdasarkan hasil analisis diketahui bahwa fungsi produksi per jumlah tenaga kerja adalah y=y0,5. Kemudian pada kondisi mapan akumulasi modal sebesar unit satuan modal, sementara pada golden rule, akumulasi modal mencapai unit satuan modal. Kata kunci : Teori Neoklasik, Kesetimbangan, Stabilisasi, Tingkat Pertumbuhan
OPERASI MODIFIKASI ARITMATIKA INTERVAL TERHADAP INVERS MATRIKS INTERVAL Mariatul Kiftiah, Dodi Arianto, Helmi,
Bimaster : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya Vol 5, No 01 (2016): BIMASTER
Publisher : FMIPA Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (312.957 KB) | DOI: 10.26418/bbimst.v5i01.14565

Abstract

Penerapan dari teori matriks dapat digunakan untuk membantu dalam penyelesaian sistem persamaan linear, salah satunya dengan mencari invers suatu matriks. Secara umum entri-entri pada suatu matriks dapat berupa bilangan real ataupun kompleks, tetapi pada perkembangannya entri-entri matriks dapat berupa suatu interval. Interval itu sendiri merupakan himpunan bilangan-bilangan real yang ditunjukkan sebagai suatu pasangan berurut dan dinyatakan dalam suatu ketaksamaan. Penelitian ini bertujuan mengkaji operasi modifikasi aritmatika matriks interval, membuktikan sifat-sifat yang berlaku pada matriks interval serta menentukan invers perkalian dari matriks interval. Pada operasi aritmatika interval biasa tidak berlaku sifat distributif, tetapi pada operasi modifikasi aritmatika interval sifat distributif berlaku. Untuk menentukan invers dari suatu matriks interval A, pertama dicari determinan dari matriks interval tersebut. Selanjutnya menentukan transpose dari matriks kofaktor A sehingga didapat adjoint dari matriks interval A. Invers matriks interval A dapat dihitung dengan rumus (1/det(A))*adj(A). Jika matriks interval A mempunyai invers, maka invers matriks A dapat dinyatakan dengan simbol A-1 sehingga diperoleh AA-1 = AA-1 = I. Kata kunci : matriks interval, modifikasi aritmatika interval, invers.
METODE AFFINE SCALING SEBAGAI ALTERNATIF PENYELESAIAN MASALAH PROGRAM LINEAR Helmi, Asep Teguh Suhanda, Shantika Martha,
Bimaster : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya Vol 5, No 01 (2016): BIMASTER
Publisher : FMIPA Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (400.997 KB) | DOI: 10.26418/bbimst.v5i01.14751

Abstract

Program linear adalah salah satu teknik riset operasi untuk menyelesaikan suatu perencanaan aktifitas yang  dibentuk dalam suatu model matematika agar tujuan yang diinginkan dapat tercapai. Penelitian ini bertujuan untuk mengenalkan cara menyelesaikan masalah program linear dengan menggunakan metode Affine Scaling. Dalam menyelesaikan permasalahan program linear menggunakan metode Affine Scaling terdapat tiga konsep dasar. Pertama menentukan titik interior awal melalui bagian dalam (interior) daerah layak ke arah solusi yang optimal. Kedua, titik interior bergerak kearah yang meningkatkan nilai fungsi tujuan. Ketiga, mengubah daerah layak untuk memindahkan titik solusi percobaan ke dekat pusatnya sehingga memungkinkan sebuah peningkatan saat konsep kedua diterapkan. Dalam metode Affine Scaling masalah program linear diubah ke dalam bentuk matriks dan vektor. Cara kerja metode Affine Scaling dimulai dari penentuan titik awal yang memenuhi persamaan Ax=b dengan x ≥ 0, x ϵRn dan A merupakan matriks koefisien dari fungsi kendala dan b merupakan matriks batas dari fungsi kendala, transformasi masalah program linear ke ruang transformasi, hitung pemusatan transformasi, arah gradien dan titik solusi baru. Titik solusi baru ditransformasikan lagi ke ruang awal. Iterasi pada metode Affine Scaling dapat dihentikan jika nilai fungsi tujuan telah memenuhi kondisi kurang dari atau sama dengan nilai fungsi tujuan yang telah diperoleh sebelumnya sehingga titik solusi yang optimal diperoleh. Kata kunci : Program Linear, Algoritma Titik Interior, Metode Affine Scaling
ANALISIS PERTUMBUHAN EKONOMI KOTA PONTIANAK DENGAN METODE LOCATION QUOTIENT, SHIFT SHARE DAN GRAVITASI Shantika Martha, Evi Julianti,
Bimaster : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya Vol 5, No 01 (2016): BIMASTER
Publisher : FMIPA Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (249.191 KB) | DOI: 10.26418/bbimst.v5i01.14566

Abstract

Pertumbuhan ekonomi merupakan keadaan nyata yang menunjukkan keberhasilan suatu daerah dalam melakukan pembangunan ekonomi daerah. Pembangunan ekonomi daerah tidak terlepas dari sektor-sektor basis yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi daerah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sektor potensial dan mengidentifikasikannya ke dalam sektor basis. Analisis gravitasi dan analisis shift share digunakan untuk mengidentifikasikan sektor-sektor ke dalam sektor basis. Langkah selanjutnya mengidentifikasikan daerah yang berinteraksi terbesar dengan Kota Pontianak menggunakan analisis gravitasi. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu ditemukan enam sektor basis yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi Kota Pontianak. Sektor-sektor basis tersebut yakni sektor listrik, gas dan air minum, sektor bangunan, sektor perdagangan, hotel dan restoran, sektor pengangkutan dan komunikasi, sektor keuangan, persewaan dan jasa perusahaan, dan sektor jasa-jasa yang didistribusikan ke Kabupaten Kubu Raya. Kata kunci: Location Quotient, Shift Share, Gravitasi
ANALISIS DANA TABARRU’ ASURANSI JIWA SYARIAH MENGGUNAKAN PERHITUNGAN COST OF INSURANCE Mariatul Kiftiah, Amanah Fitria, Neva Satyahadewi,
Bimaster : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya Vol 5, No 01 (2016): BIMASTER
Publisher : FMIPA Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (476.665 KB) | DOI: 10.26418/bbimst.v5i01.14864

Abstract

Perbedaan mendasar asuransi jiwa syariah dengan asuransi konvensional terdapat pada sistem perhitungan dan mekanisme pengolahan dana. Berdasarkan sistem pengolahan dana, asuransi jiwa syariah dibagi menjadi dua jenis yaitu asuransi jiwa syariah dengan unsur tabungan dan asuransi jiwa syariah tanpa unsur tabungan. Pada asuransi jiwa syariah tanpa unsur tabungan, tidak terdapat dana khusus untuk digunakan sebagai santunan duka (dana tabarru’). Dana tabarru’ merupakan dana yang dialokasikan untuk ahli waris peserta yang meninggal dunia. Perhitungan Cost of Insurance (COI) digunakan untuk menghitung dana tabarru’ pada asuransi jiwa syariah. COI dipengaruhi oleh usia peserta asuransi (x) dan biaya pengelolaan resiko (α) serta tingkat investasi (i) yang digunakan. Dalam hal ini, penulis menggunakan ringkasan ilustrasi peserta asuransi jiwa syariah PT. X Syariah Insurance. Berdasarkan ringkasan ilustrasi tersebut, diketahui dana tabarru’ untuk peserta yang berusia 44 tahun adalah sebesar Rp.302.931,00. Berdasarkan perhitungan COI, dana tabarru’ yang paling mendekati dengan ringkasan ilustrasi peserta adalah sebesar Rp.305.590,10 dengan α=30% dan i=15%. Kata Kunci: asuransi jiwa syariah, dana tabarru’, cost of insurance
EKSISTENSI DAN KETUNGGALAN FUNGSI EKSPONENSIAL Sunarsih, Roro Wulan
Bimaster : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya Vol 5, No 01 (2016): BIMASTER
Publisher : FMIPA Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (384.427 KB) | DOI: 10.26418/bbimst.v5i01.14719

Abstract

Fungsi merupakan suatu aturan pengawanan dari setiap anggota di domain (daerah asal) tepat satu ke kodomain (daerah kawan). Fungsi eksponensial merupakan salah satu dari fungsi transenden. Pada penelitian ini, penulis mengkaji secara analisis tentang esksistensi dan ketunggalan fungsi eksponensial. Dari hasil penelitian ini diperoleh Teorema 1 dan Teorema 3 yang masing-masing menjamin eksistensi dan ketunggalan fungsi eksponensial. Bentuk umum fungsi eksponensial diberikan dengan E(x)=eˣ untuk setiap xє. Kata Kunci : Fungsi eksponensial, Eksis, Tunggal
ESTIMASI CONFIDENCE TITIK PANAS PADA KEBAKARAN HUTAN MENGGUNAKAN METODE ORDINARY KRIGING Evy Sulistianingsih, Nur’ainul Miftahul Huda, Naomi Nessyana Debataraja,
Bimaster : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya Vol 5, No 01 (2016): BIMASTER
Publisher : FMIPA Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (475.407 KB) | DOI: 10.26418/bbimst.v5i01.14865

Abstract

Analisis data geostatistik menggunakan metode Ordinary Kriging merupakan analisis statistik spasial untuk mengestimasi data berdasarkan lokasi. Ordinary Kriging menghasilkan estimator yang tak bias, linier dan terbaik. Data yang digunakan pada penelitian ini berupa data sekunder tentang titik panas di Desa Nanga Tayap dan Kendawangan, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat yang diperoleh dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG). Ukuran data yang digunakan adalah sebanyak 107 yang terdiri dari koordinat titik dan confidence titik panas pada tanggal 15 September 2015. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan informasi peringatan titik panas yang berpotensi mengakibatkan kebakaran hutan berdasarkan nilai confidence. Hubungan antar titik dapat dimodelkan oleh semivariogram yang menggambarkan variansi dari selisih nilai pengamatan antar pasangan lokasi yang terpisahkan oleh jarak tertentu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model semivariogram teoritis terbaik adalah Spherical dan diperoleh 840.813 titik yang menjadi peringatan titik panas dihari berikutnya. Kata kunci: Ordinary Kriging, Semivariogram, Titik Panas.
PENENTUAN KABUPATEN/KOTA YANG POTENSIAL UNTUK PEMEKARAN DAERAH DI KALIMANTAN BARAT DENGAN METODE COMPLETE LINKAGE Mariatul Kiftiah, Sontiar Elisabeth Napitupulu, Muhlasah Novitasari Mara,
BIMASTER Vol 5, No 01 (2016): BIMASTER
Publisher : BIMASTER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemekaran daerah merupakan salah satu terobosan untuk mempercepat pembangunan melalui peningkatan kualitas dan kemudahan memperoleh pelayanan bagi masyarakat. Pemekaran daerah bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, percepatan pelaksanaan pembangunan perekonomian daerah, dan lain-lain. Karena masih banyaknya daerah di Kalimantan barat yang tergolong sebagai daerah tertinggal maka dinggap penting untuk melakukan penataan ulang dengan pemekaran daerah. Dalam penelitian ini digunakan metode Complete Linkage untuk mengelompokan kabupaten/kota dalam pemekaran daerah berdasarkan persamaan karakteristik dari variabel yang telah diketahui dan menentukan daerah yang berpotensi diadakannya pemekaran daerah. Langkah-langkah pengerjaan metode Complete Linkage yang pertama menentukan pasangan kluster dengan jarak terdekat, kedua mencari jarak maksimum dari pasangan kluster yang memiliki jarak terdekat dengan objek yang lain, ketiga ulangi langkah pertama sampai semua objek berada dalam kluster tunggal. Dari proses pengelompokan maka ditentukan lima  kelompok kluster, yang pertama kluster daerah sangat tidak berpotensi yaitu Kabupaten Landak, Bengkayang, Kayong Utara, kluster kedua daerah tidak berpotensi yaitu Kabupaten Sekadau, Melawi, kluster ketiga daerah kurang berpotensi yaitu Kabupaten Ketapang, Sambas, Mempawah, Kubu Raya, Kapuas Hulu, dan Kota Singkawang , kluster keempat daerah berpotensi yaitu Kabupaten Sanggau dan Sintang, dan yang terakhir kluster kelima daerah sangat berpotensi yaitu Kota Pontianak. Kata kunci: Complete Linkage, Kluster, Pemekaran Daerah

Page 1 of 1 | Total Record : 10


Filter by Year

2016 2016


Filter By Issues
All Issue Vol 14, No 6 (2025): Bimaster : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya Vol 14, No 5 (2025): Bimaster : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya Vol 14, No 4 (2025): Bimaster : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya Vol 14, No 3 (2025): Bimaster : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya Vol 14, No 2 (2025): Bimaster : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya Vol 14, No 1 (2025): Bimaster : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya Vol 13, No 6 (2024): Bimaster : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya Vol 13, No 5 (2024): Bimaster : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya Vol 13, No 4 (2024): Bimaster : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya Vol 13, No 3 (2024): Bimaster : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya Vol 13, No 2 (2024): Bimaster : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya Vol 13, No 1 (2024): Bimaster : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya Vol 12, No 6 (2023): Bimaster : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya Vol 12, No 5 (2023): Bimaster : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya Vol 12, No 4 (2023): Bimaster : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya Vol 12, No 3 (2023): Bimaster : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya (dalam proses) Vol 12, No 3 (2023): Bimaster : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya Vol 12, No 2 (2023): Bimaster : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya Vol 12, No 1 (2023): Bimaster : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya Vol 11, No 5 (2022): Bimaster : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya Vol 11, No 4 (2022): Bimaster : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya Vol 11, No 3 (2022): Bimaster : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya Vol 11, No 2 (2022): Bimaster : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya Vol 11, No 1 (2022): Bimaster : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya Vol 10, No 4 (2021): Bimaster : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya Vol 10, No 3 (2021): Bimaster : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya Vol 10, No 2 (2021): Bimaster : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya Vol 10, No 1 (2021): Bimaster : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya Vol 9, No 4 (2020): Bimaster : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya Vol 9, No 3 (2020): BIMASTER Vol 9, No 3 (2020): Bimaster : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya Vol 9, No 2 (2020): BIMASTER Vol 9, No 2 (2020): Bimaster : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya Vol 9, No 1 (2020): Bimaster : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya Vol 9, No 1 (2020): BIMASTER Vol 8, No 4 (2019): BIMASTER Vol 8, No 4 (2019): Bimaster : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya Vol 8, No 3 (2019): Bimaster : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya Vol 8, No 3 (2019): BIMASTER Vol 8, No 2 (2019): Bimaster : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya Vol 8, No 2 (2019): BIMASTER Vol 8, No 1 (2019): Bimaster : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya Vol 8, No 1 (2019): BIMASTER Vol 7, No 4 (2018): BIMASTER Vol 7, No 4 (2018): Bimaster : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya Vol 7, No 3 (2018): Bimaster : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya Vol 7, No 3 (2018): BIMASTER Vol 7, No 2 (2018): BIMASTER Vol 7, No 2 (2018): Bimaster : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya Vol 7, No 1 (2018): BIMASTER Vol 7, No 1 (2018): Bimaster : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya Vol 6, No 03 (2017): BIMASTER Vol 6, No 03 (2017): Bimaster : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya Vol 6, No 02 (2017): BIMASTER Vol 6, No 02 (2017): Bimaster : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya Vol 6, No 01 (2017): BIMASTER Vol 6, No 01 (2017): Bimaster : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya Vol 5, No 03 (2016): BIMASTER Vol 5, No 02 (2016): BIMASTER Vol 5, No 01 (2016): BIMASTER Vol 4, No 03 (2015): BIMASTER Vol 4, No 01 (2015): BIMASTER Vol 4, No 2 (2015): BIMASTER Vol 3, No 03 (2014): BIMASTER Vol 3, No 02 (2014): BIMASTER Vol 3, No 01 (2014): Bimaster Vol 2, No 03 (2013) Vol 2, No 02 (2013): Bimaster Vol 2, No 1 (2013): BIMASTER Vol 1, No 01 (2012): BIMASTER More Issue