cover
Contact Name
Istikomah
Contact Email
tashorruf@unmuhjember.ac.id
Phone
+6282247793366
Journal Mail Official
tashorruf@unmuhjember.ac.id
Editorial Address
Universitas Muhammadiyah jember Jl. Karimata No.49 Sumbersari Jember
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
At-Tasharruf : Jurnal Kajian Ekonomi dan Bisnis Syariah
ISSN : 26852802     EISSN : 2715369X     DOI : https://doi.org/10.32528/at
Core Subject : Economy,
Jurnal At-Tasharruf "Jurnal Kajian Ekonomi dan Bisnis Syariah" Merupakan Jurnal yang memuat artikel tentang Kajian Muamalah, Ekonomi dan Bisnis Syariah. Jurnal ini pertamakali diterbitkan bulan april 2019, dikelola oleh Prodi Ekonomi Syariah dan diterbitkan Oleh universitas Muhammadiyah Jember
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 1 (2022): At-Tasharruf" : 5 Documents clear
Peran Teknologi Dalam Menumbuhkan Minat Zakat, Infaq & Shodaqoh Pada LAZISMU Jember Dyah Islami; Istikomah Istikomah
At-Tasharruf "Jurnal Kajian Ekonomi dan Bisnis Syariah" Vol 4, No 1 (2022): At-Tasharruf
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/at.v4i1.7877

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran teknologi dalam menumbuhkan minat zakat, infaq dan shodaqoh di masyarakat milenial yang di terapkan oleh lembaga amil zakat (LazisMu, Jember). Kemajuan teknologi mau tidak mau turut mengubah pola fikir dan gaya hidup manusia. Termasuk dalam dunia filantropi. Guna mengikuti perkembangan zaman yang semakin maju maka LazisMu Jember sudah menggunakan apliksi digital yang bisa mempermudah kaum milenial untuk berzakat, infaq, dan shodaqoh melalui aplikasi QRIS, DANA, BSI dan lain-lain. Adapun metode yang di gunakan untuk penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif yang mendeskripsikan peran teknlogi dalam memaksimalkan penghimpunan dana zakat, infaq dan shodaqoh. Adapun hasil penilitian menunjukan bahwa QRIS yang dimiliki oleh LazisMu Jember akan dapat meningkatkan minat zakat, infaq dan shodaqoh jika dibarengi dengan kegiatan promosi serta tata kelola teknologi yang maksimal pula.
Green Sukuk Sebagai Upaya Pemerintah Dalam Mewujudkan Lingkungan Hijau Imroatus Sholiha
At-Tasharruf "Jurnal Kajian Ekonomi dan Bisnis Syariah" Vol 4, No 1 (2022): At-Tasharruf
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/at.v4i1.7927

Abstract

AbstractGreen sukuk is an innovative Sharia-based financing that finances green projects that aim to create a green environment. Indonesia became the first country to issue green sukuk and received appreciation from other countries. The government's commitment in overcoming climate change is to make several regulations, including regulations on climate change mitigation, namely making a guide or guideline in implementing action plans in an effort to reduce greenhouse gas emissions, climate change adaptation regulations, and making strategy guidelines and action plans for biodiversity. Through Law No. 16 of 2016 concerning the work plan for the United Nations, the Indonesian government has also ratified the conversion of climate change and Indonesia is one of the countries that seriously and without coercion participates in the movement to reduce greenhouse gas emissions. Some of the projects that have been financed by the green sukuk are the construction of 491 road and bridge projects, the construction of 85 transportation sector projects, the construction of 589 water resources projects, the development of the agricultural sector, the development of 762 projects in the education sector, the construction of 21 National Defense and Security parks, construction and rehabilitation, construction and development of 19 laboratories. While the obstacles in developing green sukuk in Indonesia are the lack of human resources, lack of socialization, green sukuk may be exposed to a higher profile, as well as the many characters of each investor that make market share difficult to predict. The research approach used is descriptive qualitative, that is, in describing the research results, it does not use numbers but words. While the research method used is the library method.
Integrasi Platform SDGs Dengan Program Kerja BAZNAS Kabupaten Jember (Studi Kasus di Badan Amil Zakat Kabupaten Jember) Muhammad Syafi’i; Dhofir Catur Bashori
At-Tasharruf "Jurnal Kajian Ekonomi dan Bisnis Syariah" Vol 4, No 1 (2022): At-Tasharruf
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/at.v4i1.8208

Abstract

Badan Amil Zakat Nasional adalah lembaga pemerintah yang merupakan lembaga filantropi islam yang memiliki fungsi untuk pemberdayaan masyarakat, termasuk salah satunya dalam konteks ekonomi secara makro. Dalam perjalanan sejarahnya lembaga BAZNAS mengalami perjalanan yang panjang, dimulai pada tahapan rancangan Undang-Undang yang digagas oleh Menteri agama pada tahun 1964 tetapi urung di ajukan ke DPR hingga perjalanan terakhir dengan munculnya regulasi pemerintah dengan terbitnya UU. No. 23 tahun 2011, tentang pengelolaan zakat secara modern, hingga keluarnya Peraturan Pemerintah No. 14 tahun 2014. Tentang petunjuk teknis akan pelaksanaan UU. No. 23 tahun 2011. Dengan keluarnya regulasi tersebut menunjukkan bahwa pemerintah mulai serius untuk fokus mengembangkan potensi zakat di Indonesia dengan tujuan utama zakat dan sumber yang lain bisa dikembangkan untuk kesejahteraan masyarakat baik dalam jangka pendek ataupun kesejahteraan masyarakat yang bersifat keberlanjutan. Bahasa keberlanjutan ini sejalan dengan konsep SDGs (Sustainable Development Goals) yang digagas oleh PBB yang diwakilkan United Nations Development Programme (UNDP), konsep besar dari konsep SDGs adalah bertujuan untuk memelihara tiga dimensi keseimbangan pembangunan yang berkelanjutan yaitu lingkungan, sosial dan ekonomi. Dengan menggagas tujuh belas platform kegiatan yang dicanangkan, tujuh belas platform tersebut selaras dengan program dari lembaga BAZNAS, khususnya BAZNAS kabupaten Jember. Penelitian ini masuk dalam penelitian kualitatif, dengan metode pengumpulan data: observasi, interview dan dokumenter. Data yang dikumpulkan dianalisa dengan metode deskriptif, dan keabsahan datanya menggunakan Teknik ketekunan atau keajegan pengamatan. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa program kegiatan BAZNAS kabupaten Jember selaras dengan platform SDGs meskipun tidak memenuhi ke tujuh belas platform yang dicanangkan dari SDGs.
Optimalisasi Pengumpulan, Pendistribusian Serta Promosi Dalam Pengembangan Program Kegiatan Pada LAZISMU Kabupaten Jember 2022/2023 Miftahul Hasanah; Abd Rohman Fahruddin; Acel Putra Prabowo
At-Tasharruf "Jurnal Kajian Ekonomi dan Bisnis Syariah" Vol 4, No 1 (2022): At-Tasharruf
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/at.v4i1.8211

Abstract

Indonesia adalah salah satu negara yang memiliki penduduk dengan agama Islam terbanyak di dunia. Dalam pelaksaan segala kegiatan ibadah dilandasi oleh adanya pemahaman yang diperoleh melalui ideologi ibadah amaliah berdasarkan organisasi kemasyarakatan (ormas). Muhammadiyah merupakan ormas Islam yang memiliki ideologi tajdid dan tajrid dalam setiap gerakannya. Muhammadiyah berkecimpung pada berberapa sektor, antara lain sektor sosial, sektor kesehatan, dan sektor pendidikan. Dalam sektor social, Muhammadiyah menciptakan sebuah institusi dibawah naungan Muhammadiyah yaitu Lembaga Amil Zakat, Infaq Shadaqah Muhammadiyah yang dikenal dengan nama LAZISMU. Lahirnya LAZISMU bertujuan untuk mengelola zakat menggunakan sistem manajemen terbaru yang bisa mendistribusikan zakat sebagai upaya penyelesaian masalah kesenjangan ekonomi yang ada di Indonesia. Lahirnya LAZISMU dilandasai oleh dua fakto. Faktor Pertama: kemiskinan yg semakin meluas, keterbatasan sumberdaya insan yang minim. Kedua: zakat sanggup mewujudkan adanya keadilan sosial, berawal dari peningkatan sumberdaya insan menggunakan cara mewujudkan rakyat mandiri kuat agar penuntasan kemiskinan semakin dekat. LAZISMU menjadi Lembaga Amil Zakat Nasional yg resmi dan diakui oleh pemerintah da selayaknya leambaga resmi tentu mempunyai Aplikasi khusus untuk men service para publik ataupun para muzamil. Diantaranya menggunakan menerapkan SIM (Sistem Keterangan Manajemen) agar mengoptimalisasi operasional LAZISMU menjadi amil Zakat. Tujuan LAZISMU yaitu menghimpun, mengelola, dan pentasarrufan dana zakat secara efektif dan tepat sasaran. Untuk itu diperlukan sistem yg mempunyai accesibility yang tinggi pada setiap transaksi yang dilakukan oleh LAZISMU. Maka dari itu, penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui bagaimanakah manajemen pengelolaan LAZISMU mulai dari pengumpulan, pendistribusian dan promosi yang dilakukan sudah sesuai dengan yang diharapkan. Jenis penelitian ini adalah kualitatif deskriptif melalui metode observasi, interview, documenter, serta menggunakan literatur pendukung yang relevan dengan bidang kajian. Hasil penelitian didapatkan bahwa program yang sudah dijalankan oleh LAZISMU sudah berjalan dengan baik, apalagi program tersebut ditunjang dengan dengan sistem yang modern. Namun LAZISMU juga harus tetap berinovasi dalam hal penghimpunan dananya agar dapat mengikuti perkembangan zaman.
Eksistensi Industri Keuangan Syariah Sebagai Aktor Roda Perekonomian Di Indonesia Uliyatul Mu'awwanah; Bisyarotul Walida
At-Tasharruf "Jurnal Kajian Ekonomi dan Bisnis Syariah" Vol 4, No 1 (2022): At-Tasharruf
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/at.v4i1.7844

Abstract

 Industri Keuangan Syariah adalah lembaga yang dalam aktifitasnya, baik dalam menghimpun atau menyalurkan dana sesuai dengan prinsip syariah serta bebas dari larangan-larangan muamalah dalam islam, seperti gharar (ketidakpastian), iḥtikar (rekayasa pasar) , riba (bunga), tadlis (penipuan), risywah (suap menyuap), dan maysir (judi). Keberadaan Industri Keuangan Syariah diharapkan mampu menjadi salah satu pilar kekuatan Indonesia dalam perkembangan perekonomian negara secara nasional, juga memberikan kontribusi dari penerapan ekonomi islam di Indonesia. Industri Keuangan Syariah yang sudah berkembang di Indonesia antara lain, Perbankan Syariah, Bank Perkreditan Syariah, Koperasi Jasa Keuangan Syariah, Pegadaian Syariah, Asuransi syariah, Pasar Modal Syariah dan Perusahaan Pembiayaan Syariah yang kehadirannya mampu menunjang perekonomian dalam lingkup nasional khususnya pada masyarakat yang pendapatan ekonominya menengah ke bawah. 

Page 1 of 1 | Total Record : 5