cover
Contact Name
Rikha Widiaratih
Contact Email
ijoce@live.undip.ac.id
Phone
+6281310097666
Journal Mail Official
ijoce@live.undip.ac.id
Editorial Address
Jl. Prof. H. Soedarto, S.H, Tembalang, Kec. Tembalang, Kota Semarang, Jawa Tengah 50275
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Indonesian Journal of Oceanography
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 27148726     DOI : -
Indonesian Journal of Oceanography is published by Department of Oceanography, Universitas Diponegoro. The Indonesian Journal of Oceanography is published four times a year in February, May, August and November containing research articles and literature review on Oceanography and Marine aspects in general. Indonesian Journal of Oceanography (IJOCE) encourages submission of manuscripts dealing with all research papers and review on all aspects of oceanography, coastal management, marine science, marine biology, marine conservation, marine ecology, marine microbiology, marine culture, marine geology, air and ocean dynamics, estuary, renewable energy, disaster mitigation, ocean technology, ocean and coastal resources, ocean satellite, ocean remote sensing, other ocean topics.
Articles 265 Documents
Analisis Genangan Akibat Pasang Air Laut di Kabupaten Brebes Putranto Kondang Wijaya; Denny Nugroho Sugianto; Muslim Muslim; Aris Ismanto; Warsito Atmodjo; Rikha Widiaratih; Hariyadi Hariyadi
Indonesian Journal of Oceanography Vol 1, No 1 (2019): Indonesian Journal of Oceanography
Publisher : University of Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (780.585 KB) | DOI: 10.14710/ijoce.v1i1.6252

Abstract

 Kecamatan Brebes, Kabupaten Brebes merupakan daerah potensial di bidang pertanian dan perikanan. Sebagian besar wilayah pesisir Kecamatan Brebes digunakan untuk tambak. Namun wilayah ini memiliki masalah yaitu banjir pasang yang menggenangi lahan tambak dan merusak fasilitas umum. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik pasang surut, elevasi muka air laut, laju kenaikan muka air laut, dan luas wilayah genangan banjir pasang. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan menggunakan pendekatan Sistem Informasi Geografis (SIG) untuk membuat model genangan banjir pasang dalam bentuk peta. Data yang digunakan berupa data pasang surut, DEM (Digital Elevation Model), data titik genangan banjir pasang, Peta Rupabumi Indonesia tahun 2001, dan citra GeoEye1 perekaman tahun 2017. Diketahui bahwa tipe pasang surut di perairan Kecamatan Brebes adalah campuran condong ke harian ganda dengan elevasi muka air laut yang terukur sebesar 84,2 cm untuk nilai muka air laut rerata (MSL), 146,44 cm saat pasang tertinggi (HHWL), 21,85 cm saat surut terendah (LLWL). Serta nilai laju kenaikan muka air laut sebesar 3,87 cm/tahun. Sehingga luas wilayah genangan banjir pasang pada tahun 2017 sebesar 4502,23 Ha. Kemudian diprediksi pada tahun 2018 – 2022 luas wilayah genangan akan meluas berurutan tiap tahun sebesar 4690,33 Ha, 4825,11 Ha, 4966,17 Ha, 5049,19 Ha, dan 5114,74 Ha.  Brebes District, Brebes Regency is a potential area in agriculture and fisheries. Most of the coastal areas of Brebes District are used for ponds. But this area has a problem is tidal flood, that flooding the ponds and damaging public facilities. This study aims to determine the characteristics of tidal, sea water elevation, sea level rise, and the tidal flood inundation area. The method used is a quantitative method using the Geographic Information System (GIS) approach to create a model of tidal flood inundation area into a maps. The data used to make the model are tides, DEM (Digital Elevation Model), Indonesia Rupabumi maps published in 2001, GeoEye1 satellite images recorded in 2017. It is known the tidal type in Brebes District coastal water is mixed tide prevailing semidiurnal with sea level measurements of 84,2 cm for mean sea level (MSL), 146,44 cm during high highest water level (HHWL), and 21,85 cm at low lowest water level (LLWL). Rate of sea level rise is calculated at 3,87 cm/year. Inundation area by tidal flood in Brebes District in 2017 is 4502,23 Ha. Then it is predicted that in 2018 – 2022 the area of inundation will extend each year by 4690,33 Ha, 4825,11 Ha, 4966,17 Ha, 5049,19 Ha, and 5114,74 Ha respectively.
Perubahan Morfologi Muara Sungai di Pesisir Kota Semarang Dalam Penanggulangan Banjir dan Rob Heryoso Setiyono; Muhammad Helmi; Indra Budi Prasetyawan; Muh Yusuf; Azis Rifai
Indonesian Journal of Oceanography Vol 2, No 2 (2020): Indonesian Journal of Oceanography
Publisher : University of Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1552.049 KB) | DOI: 10.14710/ijoce.v2i2.7984

Abstract

Penelitian tentang studi muara sungai di pesisir Kota Semarang untuk mereduksi bencana rob telah dilakukan. Tujuan penelitian  adalah untuk mengidentifikasi perubahan bentuk, ukuran, pola  muara-muara sungai serta faktor-faktor fisik lainnya dari laut terkait dengan penanggulangan banjir dan rob sehingga dapat diambil langkah-langkah pencegahannya. Lokasi penelitian di sepanjang pesisir wilayah  Kota Semarang antara Kanal Banjir Barat (KBB) dan Kali Babon. Metode yang digunakan adalah analisis citra satelit dan peta rupa bumi serta dilengkapi dengan tinjauan lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi perubahan bentuk muara sungai.  Faktor manusia sangat berpengaruh terhadap perubahan dan tata letak muara sungai. Kondisi sungai dan muara sungai dikelompokkan atas kondisi alamiah, penyodetan, pembelokan, normalisasi dan beberapa kombinasinya. Muara sungai yang masih alamiah antara lain: Tenggang dan Sringin. Muara sungai yang mengalami pembelokan antara lain adalah  Sungai Banger dan Kanal Banjir Timur (KBT). Muara sungai yang masih alamiah dan dinormalisasi yaitu Kali Babon. Muara sungai yang alamiah tetapi mengalami penyodetan yaitu Kali Semarang. Muara sungai yang mengalami normalisasi yaitu Kanal Banjir Barat (KBB). Penanganan serta pengendalian banjir dan rob secara terpadu mengurangi dampak penggenangan secara efektif.A study of rivermouth in the coastal of Semarang City  for reduction rob flood hazard was investigated. The purpose of this study is to identify the shape, size, pattern of rivermouth  changes and the factors of the sea that affect it that has the potential to cause rob disasters so that can be taken a preventive action. The research location is along the coast in the administrative area of Semarang City Government and the area affected by rob flood. The method used is cartometric analysis from various maps. The results show that the condition of the rivermouth is much influenced by the conditions along the river passing through certain land use areas. Human factors are very influential on the changes and layout of the river mouth. River and river mouth conditions are grouped under natural conditions, castration, deflection, normalization and some combinations. Rivermouth which still natural are included Tenggang, Seringin and Pentol. The rivermouth that experienced deflection are the rivermouth of Banger  and  Kanal Banjir Timur (KBT). The natural and normalized rivermouth is Kali Babon. The rivermouth that is still natural but experienced spoofing is Kali Semarang.The rivermouth that normalized is Kanal Banjir Barat (KBB).    
Analisis Geospasial Area Genangan Banjir Rob dan Dampaknya pada Penggunaan Lahan Tahun 2020 - 2025 di Kota Pekalongan Provinsi Jawa Tengah Syafrei Adi Iskandar; Muhammad Helmi; Muslim Muslim; Sugeng Widada; Baskoro Rochaddi
Indonesian Journal of Oceanography Vol 2, No 3 (2020): Indonesian Journal of Oceanography
Publisher : University of Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1192.381 KB) | DOI: 10.14710/ijoce.v2i3.8668

Abstract

Perubahan iklim dapat menyebabkan peningkatan temperatur laut yang berdampak pada kenaikan muka air laut karena pencairan es di kutub. Naiknya muka air laut menimbulkan ancaman bagi wilayah yang berada di wilayah pesisir dan pantai, salah satunya adalah Kota Pekalongan. Salah satu dampak yang ditimbulkan adalah banjir rob. Banjir rob diakibatkan pasang air laut dan diperparah oleh fenomena kenaikan muka air laut serta penurunan muka tanah sehingga menjadi faktor dalam perluasan genangan banjir rob. Tujuan dari penelitian ini adalah melakukan pengolahan data dan mengkaji karakteristik pasang surut bulan Februari 2020 serta laju kenaikan muka air laut, mengetahui laju penurunan muka tanah berdasarkan citra Satelit SAR Sentinel-1 tahun 2017-2019 untuk rekonstruksi topografi pada tahun 2025, dan analisis luas area genangan banjir rob pada penggunaan lahan bulan Februari 2020 dan prediksi tahun 2025. Metode yang digunakan untuk komponen pasang surut dihitung dengan menggunakan metode Admiralty, kenaikan muka air laut dengan metode regresi linier, laju penurunan muka tanah dengan metode DInSAR dan pemetaan genangan banjir rob dengan pemodelan geospasial. Hasil dari penelitian ini menunjukkan nilai selisih HHWL dan MSLpada bulan Februari 2020 adalah 45,99 cm. Kenaikan muka air laut adalah 4,3 mm/tahun. Penurunan muka tanah rata-rata Pekalongan Utara, Pekalongan Barat, Pekalongan Timur, dan Pekalongan Selatan sebesar 24,13 cm/tahun, 22,83  cm/tahun, 21,94 cm/tahun, dan 20,40 cm/tahun. Luas daerah yang tergenang banjir rob pada bulan Februari 2020 dengan total 477,57 hektar. Prediksi luas area yang tergenang banjir rob tahun 2025 dengan total 1877,07 hektar. Pengaruh penurunan muka tanah menjadi faktor paling tinggi dibandingkan dengan kenaikan muka air laut terhadap perubahan luas genangan banjir rob.
Studi Karakteristik dan Distribusi Co-range Pasang Surut Di Perairan Teluk Pelabuhan Ratu Sukabumi Muhamad Azhar Fathurahman; Gentur Handoyo; Alfi Satriadi; Agus Anugroho Dwi Suryoputro; Dwi Haryo Ismunarti
Indonesian Journal of Oceanography Vol 3, No 1 (2021): Indonesian Journal of Oceanography
Publisher : University of Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1027.244 KB) | DOI: 10.14710/ijoce.v3i1.9701

Abstract

Negara kepulauan Indonesia memiliki wilayah dengan sebagian besar yaitu perairan. Posisinya yang strategis Indonesia menjadi salah satu yang memiliki potensi untuk pelayaran skala kecil antar pulau maupun nasional bahkan internasional. Umumnya dalam mendukung kegiatan pelayaran seperti aktivitas transportasi dalam perairan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik kondisi pasang surut dan membuat peta co-range pasang surut di Teluk Pelabuhan Ratu guna pengembangan pelabuhan yang nantinya akan berfungsi sebagai akses penyaluran barang ke Jakarta. Materi yang digunakan meliputi data primer berupa data analisis konstanta harmonik pasang surut air laut di perairan Teluk Pelabuhan Ratu dari Aviso Altimetry menggunakan data timeseries FES2014 (Finite Element Solution 2014). Sedangkan untuk data sekunder digunakan adalah data elevasi pasang surut air laut pengamatan real time dari iPASOET BIG periode 30 hari di Teluk Pelabuhan Ratu sebagai komparasi terhadap data model yang digunakan Pada penelitian ini mengolah 9 konstanta harmonik pasang surut yaitu K1, O1, P1, K2, M2, S2, N2, M4 dan MS4, dalam pembuatan peta co-range pasang surut. Analisa yang digunakan dalam penelitian ini berupa kuantitatif. Penentuan lokasi penelitian dilakukan dengan menggunakan metode sampling purposive yaitu berdasarkan pada pertimbangan lokasi yang dapat mewakili kondisi daerah penelitian sehingga tujuan penelitian dapat tercapai. Model yang digunakan yaitu software bahasa pemrograman menggunakan script yang telah dibuat untuk membuat peta co-range dan ArcGIS untuk komparasi peta. Hasil penelitian menunjukan perairan Teluk Pelabuhan Ratu yang berbatasan langsung dengan Samudera Hindia memiliki tipe pasang surut campuran condong harian ganda (Mixed Tide Prevailling Semidiurnal). Tipe pasang surut ditunjukkan dengan perhitungan nilai bilangan Formzhal (F) sebesar 0,5 dengan nilai HHWL 346 cm; MSL 300 cm; LLWL 264 cm dan peta co-range memperlihatkan Teluk Pelabuhan Ratu memiliki tinggi amplitudo gelombang pasang surut yang berbeda saat purnama dan perbani. Amplitudo pasang surut di Teluk Pelabuhan Ratu saat pasang tertinggi mencapai 36 cm pada saat purnama dan 0,22 cm pada saat perbani. Saat surut terendah amplitudo pasang surut mencapai -34,75 cm pada saat purnama dan -0,18 cm pada saat perbani.
Sebaran Karbon Organik Total dalam Sedimen Dasar di Muara Sungai Jajar, Kabupaten Demak Tulus Aldrian Siregar; Warsito Atmodjo; Alfi Satriadi; Muslim Muslim; Gentur Handoyo
Indonesian Journal of Oceanography Vol 3, No 2 (2021): Indonesian Journal of Oceanography
Publisher : University of Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2503.275 KB) | DOI: 10.14710/ijoce.v3i2.10973

Abstract

Muara Sungai Jajar terletak di bagian utara Kabupaten Demak. Sungai Jajar mengangkut materi dari berbagai kegiatan antropogenikdari area permukiman penduduk, pertambakan, dan hutan mangrove. Hal ini akan berdampak pada penurunan kesuburan dan kualitas perairan di daerah muara apabila tidak ada kegiatan monitoring atau pengawasan. Karbon organik merupakan salah satu indikator yang dapat digunakan untuk mengetahui kesuburan lingkungan laut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sebaran karbon organik total (KOT) pada sedimen dasar di muara Sungai Jajar, Demak. Penelitian dilakukan dari tanggal 19 Agustus 2020 sampai dengan 15 Oktober 2020. Analisis karbon organik total dilakukan dengan metode AOAC (Association of Official Agriculture Chemist) dan pH pada sedimen, analisis ukuran butir sedimen dengan metode pengayakan dan pemipetan, analisis kualitas perairan, dan analisis arah dan kecepatan arus laut dengan pendekatan model hidrodinamika. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa sedimen di Muara Sungai Jajar berfraksi lanau, lanau pasiran, dan pasir lanauan. Sebaran KOT dari Muara Sungai Jajar menyebar ke arah laut terbuka. Kosentrasi KOT pada daerah Muara Sungai Jajar berada pada kisaran 6,20 – 8,88%. Karbon organik diangkut oleh arus yang relatif kecil dengan kecepatan 0,002 – 0,045 m/s menuju barat daya – selatan dan tenggelam pada perairan yang lebih dalam, sehingga semakin dalam perairan makan kosentrasi KOT akan semakin besar.
The Modeling of Tsunami Wave Run-Up and Vulnerability Zone Analysis In Cipatujah, Tasikmalaya District Tamara Centong Mandey; Aris Ismanto; Denny Nugroho Sugianto; Purwanto Purwanto; Rikha Widiaratih; Gentio Harsono
Indonesian Journal of Oceanography Vol 3, No 4 (2021): Indonesian Journal of Oceanography
Publisher : University of Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (565.92 KB) | DOI: 10.14710/ijoce.v3i4.12491

Abstract

Cipatujah is a sub-district in Tasikmalaya Regency, West Java Province, Indonesia, which is one of the areas affected by significant damage due to tectonic activity in the southern region of Java, namely an earthquake with a magnitude of 7.7 magnitude and West Java tsunami in 2006 after Nusa Kambangan and PangandaranThe purpose of this study is to estimate the tsunami travel time, wave heights distribution, coverage areas, and vulnerability zone based on the Java 17 July 2006 earthquake scenario in Cipatujah, Tasikmalaya Regency. The method used in this study is quantitative and requires bathymetry data, high points, earthquake parameters of July 17, 2006, tidal data, RBI maps, and land use data. Tsunami modeling with numerical simulations using COMCOT v 1.7 and MATLAB software, also Arc Map for mapping tsunami coverage and vulnerability zone areas. Based on data processing, it was found that the maximum wave speed of 3.92 m/s. In the 27th minute, the waves had reached the Cipatujah region, with a maximum run-up height of 6.115 meters and a maximum tsunami range on the land of 1.891 meters. The area affected by the tsunami based on the processing of tsunami coverage data in Cipatujah totals 11.64 km2. Whereas for tsunami vulnerability zone in Cipatujah, it is divided into 3 categories, namely low hazard zone, medium hazard zone, and high hazard zone. This indicates that the Cipatujah region is included in a high tsunami-prone zone. Based on the results of verification and validation with an RSR value of 0,073, then it is assumed that the height of the run-up model is sufficient by the run-up data that occurred during the event.  
Pola Arus dan Sebaran Sedimen Dasar di Perairan Jepara Syafiq Muhammad Aziz; Baskoro Rochaddi; Gentur Handoyo; Muslim Muslim; Petrus Subardjo; Aris Ismanto
Indonesian Journal of Oceanography Vol 1, No 1 (2019): Indonesian Journal of Oceanography
Publisher : University of Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (963.156 KB) | DOI: 10.14710/ijoce.v1i1.6263

Abstract

Pantai Kartini merupakan pantai yang terletak di wilayah Kabupaten Jepara, terdapat aktifitas pelayaran yang cukup ramai. Adanya jetty dan aktivitas pengerukan di sekitar perairan Pantai Kartini dapat menyebabkan perubahan pola arus dan sebaran ukuran butir sedimen dasar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola arus dan sebaran sedimen dasar permukaan di perairan Pantai Kartini, Jepara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dan penentuan lokasi pengambilan sampel sedimen menggunakan metode purposive sampling. Data yang diperlukan untuk mengetahui pola arus yaitu pasang surut, dan data kedalaman perairan menggunakan instrumen singlebeam echosounder. Sedangkan data yang diperlukan untuk mengetahui persebaran ukuran butir sedimen yaitu sampel sedimen dasar. Pengolahan data menggunakan Microsoft Excel, ArcGIS 10.3, Mike21, WrPlot, worldCurrent1.0, sedangkan sampel sedimen diolah menggunkan metode pengayakan dan pemipetan. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa ukuran butir sedimen dasar yang ditemukan berupa Pasir, Pasir Lanauan dan Lanau.  Perairan Pantai Kartini, Jepara memiliki bilangan Formzahl (F) sebesar 1,10 sehingga tergolong pasang surut tipe campuran condong ke harian ganda. Berdasarkan hasil pengolahan software worlc current 1.0 arus rata – rata menunjukkan 74,6% arus pasut (astronomic) dan 25,5% arus non–pasut (residual). Pola arus perairan Pantai Kartini Jepara pada saat pasang menujuh ke utara dan pada saat surut menuju ke Barat Daya.   Kartini Beach is a beach located in Jepara Regency, there are quite busy shipping activities. The existence of jetties and dredging activities around the waters of Kartini Beach can cause changes in flow patterns and size distribution of basic sediment grains. The purpose of this study is to determine the flow patterns and distribution of surface sediment in the waters of Kartini Beach, Jepara. The method used in this study is the quantitative method and the determination of the location of sediment sampling using the purposive sampling method. Data that needed to determine the pattern of currents namely tides, and water depth data using single beam echosounder. Meanwhile the data needed to study sediment size samples are basic sediment samples, Data processing using Microsoft Excel, ArcGIS 10.3, Mike21, WrPlot, world Current 1.0, meanwhile sediment samples are processed using filtering and pipette methods. The results of this study indicate that the size of the sediment grains found were sand, silt sand and silt. The Fromzahl (F) number is 1,10 so it is classified as a mixed tide prevailing semidiurnal. Based on the results of the processing by using World Current 1.0, as much as 74.6% of the tidal currents (astronomic) and 25.4% is non-tidal currents (residual). Flow pattern from kartini beach at high tide to the north and at low tide to the Southwest 
Current Patterns on East Season in The Northern Waters of The Sunda Strait Ridho Tondang; Kunarso Kunarso; Jarot Marwoto; Heryoso Setiyono; Hariyadi Hariyadi
Indonesian Journal of Oceanography Vol 2, No 1 (2020): Indonesian Journal of Oceanography
Publisher : University of Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2768.248 KB) | DOI: 10.14710/ijoce.v2i1.7301

Abstract

The northern waters of Sunda Strait is the first Indonesian Archipelagic Sea Lanes. (ALKI I) which is an important and a very crowded shipping lane. The first Indonesias Archipelagic Sea Lanes (ALKI 1) connects the marine traffic from Africa, West Australia to South China Sea, Japan and the other way around. Indonesia in determining the archipelagic sea lanes considers several criterias, one of them is the oceanographic condition which is the ocean currents. The purpose of this research is to examine the characteristic of the ocean current pattern in the northern waters of Sunda Strait. The stages of this research include the measurement of field data, field data processing, and hydrodynamics modeling. The research location was determined by purposive sampling method. The determination of the research location follows the path of bathymethry. The result of field measurement is processed then used as data validation of current simulation result of hydrodinamic model. The result of the hydrodynamics model simulation showing the direction of current in northern waters of Sunda Strait moving back and forth following the tidal periods. The direction of the dominant current in northern waters of Sunda Strait is to Northeast (flood current) and Southwest (ebb current). The current velocity in northern waters of Sunda Strait is approximately between 0,0122 m/s and 2,590 m/s. The maximum velocity of the current belongs to several observation points that located in the seabed. This is to be expected due to the impact of Indonesia Through Flow.
Kajian Perbandingan Analisis Pasang Surut dengan Menggunakan Metode Least Square dan Fourier di Perairan Barat Sumatera Hanifa Zuhaira; Gentur Handoyo; Puwanto Purwanto; Agus Anugroho Dwi Suryoputro; Sri Yulina
Indonesian Journal of Oceanography Vol 2, No 3 (2020): Indonesian Journal of Oceanography
Publisher : University of Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2949.603 KB) | DOI: 10.14710/ijoce.v2i3.8184

Abstract

Indonesia memiliki wilayah yang sebagian besar adalah perairan. Posisinya yang strategis, Indonesia menjadi salah satu yang memiliki potensi untuk berbagai aktivitas kelautan. Umumnya dalam mendukung aktivitas kelautan perlu diketahui gerakan naik turunnya permukaan laut yaitu pasang surut (Supriyono et al., 2015). Ketersediaan data pasang surut yang akurat dan kontinu masih sangat terbatas. Besar usaha dan biaya yang dibutuhkan menjadi permasalahan dalam pengambilan data pasang surut. Ahli oseanografi akhirnya banyak memanfaatkan model prediksi pasang surut (Syahputra dan Nugraha, 2017). Model-model tersebut memberikan hasil analisis yang berbeda-beda karena seiring berkembangnya zaman dan semakin meningkatnya teknologi komputer, sehingga model pasang surut tersebut banyak dikembangkan. Banyaknya ahli yang mengembangkan model pasang surut tersebut dapat memberikan hasil analisis dan resolusi yang berbeda-beda dengan hasil yang lebih akurat. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengkaji perbandingan analisis pasang surut antara metode Least Square dan Fourier di Perairan Barat Sumatera, dan mengetahui karakteristik pasang surutnya. Penelitian ini menggunakan data 3 lokasi stasiun pasang surut, yaitu Meulaboh, Sibolga dan Padang selama 5 tahun dari tahun 2014 hingga 2018. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, analisis kedua model memberikan perbedaan dan persamaan pada beberapa parameter. Perbedaan yang diperoleh berada pada jumlah komponen yang dihasilkan yaitu metode Least Square mengidentifikasi komponen yang lebih banyak sebanyak 68 komponen. Persamaan dari kedua metode yaitu diperoleh tipe pasang surut Campuran Condong Harian Ganda dengan nilai Formzahl rata-rata sebesar 0,36, dan pembentukan pasang surut didominasi komponen M2 dengan nilai amplitude rata-rata sebesar 0,258 meter.
Studi Kedalaman Perairan Dangkal Berdasarkan Pengolahan Data Satelit Multispektral Worldview-2 di Perairan Pulau Parang Kepulauan Karimunjawa, Provinsi Jawa Tengah Fuji Anida; Muhammad Helmi; Kunarso Kunarso; Anindya Wirasatriya; Warsito Atmodjo; Muh Yusuf
Indonesian Journal of Oceanography Vol 2, No 4 (2020): Indonesian Journal of Oceanography
Publisher : University of Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1425.667 KB) | DOI: 10.14710/ijoce.v2i4.9310

Abstract

Kondisi kedalaman perairan yang beragam dan dangkal dapat dilakukan menggunakan teknologi penginderaan jauh (remote sensing) dengan bantuan citra satelit. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji algoritma berdasarkan rasio saluran spektral terbaik untuk pemetaan kedalaman perairan dangkal menggunakan citra satelit multispektral Worldview-2, mengkaji akurasi pemetaan kedalaman perairan dangkal berdasarkan analisis citra satelit multispketral Worldview-2 terhadap hasil survei kedalaman serta menganalisis spasial kedalaman perairan dangkal berdasarkan hasil analisis citra satelit multipektral Worldview-2. Penggunaan citra satelit Worldview-2 dimana dengan empat saluran multispektral, yaitu band biru pesisir (costal blue), biru (blue), hijau (green) dan kuning (yellow) dikombinasikan menjadi 8 band rasio yang diintegrasikan dengan data kedalaman hasil lapangan 164 data titik sampel untuk pemodelan kedalaman dan 280 data titik sampel untuk uji akurasi dengan rentang kedalaman 0-24 m. Hasil pemodelan memperlihatkan bahwa model empiris batimetri terbaik yaitu rasio band biru dan band hijau dengan perolehan r yaitu 0.8162. Nilai uji akurasi menggunakan ICC yang diperoleh adalah sebesar 61% dan menggunakan RMSE sebesar 2.42. Penelitian ini memperlihatkan bahwa perolehan uji akurasi bagus dan band rasio biru / hijau mampu menampilkan kedalaman laut di Pulau Parang, Karimunjawa dari 0 m hingga 18 m. Diverse and shallow water depth conditions can be done using remote sensing technology with the help of satellite imagery. The purpose of this study is to examine algorithms based on the best spectral channel ratio for shallow water depth mapping using Worldview-2 multispectral satellite imagery, to study the accuracy of shallow water depth mapping based on analysis of Worldview-2 multispketral satellite imagery against depth survey results and to spatial analysis of shallow water depths based on the results. analysis of Worldview-2 multipectral satellite imagery. The use of Worldview-2 satellite imagery where with four multispectral channels, namely the coastal blue band (costal blue), blue (blue), green (green) and yellow (yellow) combined into 8 band ratios which is integrated with the depth of field data 164 point data samples for depth modeling and 280 sample point data for accuracy testing with a depth range of 0-24 m. The modeling results show that the best empirical bathymetry model is the ratio of the blue band and green band with the acquisition of r is 0.8162. The accuracy test value obtained using the ICC was 61% and using the RMSE was 2.42. This research shows that the results of the accuracy test are good and the blue / green ratio band is able to show the depth of the sea on Parang Island, Karimunjawa from 0 m to 18 m. 

Page 9 of 27 | Total Record : 265


Filter by Year

2019 2026