cover
Contact Name
Hasanuddin
Contact Email
prismafisika@physics.untan.ac.id
Phone
+65895372682757
Journal Mail Official
prismafisika@physics.untan.ac.id
Editorial Address
Kantor Jurusan Fisika, Komplek Fakultas MIPA, Universitas Tanjungpura Jl. Proff. Dr. Hadari Nawawi
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
PRISMA FISIKA
ISSN : 23378204     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Jurnal ini berisi publikasi ilmiah hasil penelitian di bidang fisika baik yang bersifat teoritis maupun terapan.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 13, No 2 (2025)" : 5 Documents clear
Studi Potensi Pembangkit Listrik Tenaga Gelombang Laut di Pesisir Kabupaten Ketapang Menggunakan Metode Wilson Gustiani, Siska; Putra, Yoga Satria; Zulfian, Zulfian
PRISMA FISIKA Vol 13, No 2 (2025)
Publisher : FMIPA, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pf.v13i2.81305

Abstract

Pembangkit listrik energi terbarukan sangat dibutuhkan guna membantu Pemerintah mengatasi penggunaan listrik yang semakin tahun mengalami peningkatan. Salah satunya di Kabupaten Ketapang, yang produksi listrik dari tahun 2018 hingga 2021 mengalami peningkatan sebesar 62.477.359 KWh. Energi gelombang laut merupakan salah satu sumber energi pembangkit listrik terbarukan yang ramah lingkungan dan dapat ditemukan di perairan Indonesia. Secara umum, energi gelombang laut adalah energi yang dihasilkan dari pergerakan gelombang laut menuju ke daratan atau sebaliknya. Pembangkit Listrik Tenaga Gelombang Laut (PLTGL) telah banyak dikembangkan, diantaranya, yaitu teknologi buoy tipe, teknologi overtopping devices, dan teknologi Oscillating Water Column (OWC).Peramalan gelombang digunakan untuk mencari nilai tinggi signifikan gelombang laut dan periode gelombang laut. Karakteristik ombak yang menuju ke tepi pantai pada saat angin berhembus dapat diprediksi dengan metode Wilson. Periode datangnya gelombang dapat dihitung menggunakan persamaan yang disarankan dari Kim Niels. Daya listrik yang dihasilkan pada ketiga titik lokasi tersebut mempunyai daya listrik yang tinggi pada wilayah pantai Pulau Bawal. Pantai Pulau Bawal memiliki lokasi yang tidak menyatu dengan dengan daratan, sehingga hal ini yang menyebabkan pada lokasi tersebut memiliki nilai daya yang tinggi. Pertama, ketinggian signifikan gelombang laut di lokasi penelitian menggunakan metode Wilson memiliki ketinggian signifikan gelombang laut pada bulan Agustus yang berkisar antara 0,02-0,01 m dari tahun 2017-2021. Kedua, potensi daya listrik yang dihitung dari nilai signifikan gelombang laut dari metode Wilson, menghasilkan daya listrik yang tidak berpotensi untuk membangkitkan PLTGL. Karena, dari hasil daya listrik yang dihasilkan dari metode Wilsom kecil, berkisar antara 6,9-2,9 watt.
Identifikasi Keberadaan Air Tanah Menggunakan Metode Geolistrik Resistivitas Di Desa Kapur Kabupaten Kubu Raya Kalimantan Barat Bayangkari, Emilia Kristin; Zulfian, Zulfian; Sutanto, Yuris
PRISMA FISIKA Vol 13, No 2 (2025)
Publisher : FMIPA, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pf.v13i2.81474

Abstract

Identifikasi air tanah di Desa Kapur Kabupaten Kubu Raya telah berhasil dilaksanakan. Metode yang digunakan untuk identifikasi tersebut adalah metode geolistrik resistivitas dengan konfigurasi Wenner-Schlumberger. Pengolahan data menggunakan perangkat lunak Res2Dinv untuk memperoleh penampang resistivitas 2D di bawah permukaan pada lokasi penelitian. Lintasan yang dibuat sebanyak 2 lintasan dengan panjang lintasan masing-masing 120 m. Jarak antar elektroda adalah 5 m .Dari hasil inversi lapisan tanah pada daerah penelitian berupa tanah gambut, lempung dan pasir. Air tanah diduga terdapat pada lapisan gambut yang merembes ke lapisan lempung dan terakumulasi pada lapisan pasir dengan nilai resistivitas (1,00 "“ 128) Ω𝑚. Keberadaan air tanah diduga dari kedalaman (1,25 - 19,8) m dengan nilai resistivitas (1 "“ 4,01) Ω𝑚. Dari interpretasi ini, air tanah pada daerah penelitian berjenis akuifer bebas dan dangkal yang terletak pada lapisan gambut, lempung dan pasir. Informasi terkait keberadaan air tanah ini dapat digunakan oleh warga sekitar untuk melakukan pengeboran air tanah. Pengeboran air tanah disarankan pada jarak (45-80) m pada lintasan 1 dan pada jarak (60- 66) m untuk lintasan 2 pada kedalaman (17-19,8) m dan lapisan pasir.
Analisis Uji Kekuatan Tarik Serat Daun Nanas dengan Variasi PerlakuanAlkali pahmi, mayana; Asri, Asifa; Azwar, Azrul
PRISMA FISIKA Vol 13, No 2 (2025)
Publisher : FMIPA, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pf.v13i2.67083

Abstract

Parameter penting dalam penentuan filler pada papan komposit serat adalah sifat mekanis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sifat mekanis yaitu kekuatan tarik dan elongation pada serat daun nanas yang diberikan perlakuan alkali. Alkali yang digunakan adalah larutan Natrium Hidroksida (NaOH) dengan konsentrasi 2,5% dan 5%. Selain variasi konsentrasi NaOH, juga dilakukan perendaman dengan waktu yang berbeda yaitu 60 menit, 90 menit, dan 120 menit. Pembuatan spesimen uji dan pengujian tarik serat dengan ukuran (250Ñ…20Ñ…4) mm. Serat daun nanas sebelum diberikan perlakukan memiliki diameter 0,6 ±0,1 µm. Setelah dilakukan perendaman dengan NaOH, diameter serat mengalami peningkatan seiring dengan lamanya waktu perendaman. Nilai kekuatan tarik serat sebelum diberikan perlakuan adalah 18,33 MPa. Nilai kekuatan tarik serat ini mengalami peningkatan setelah direndam dengan NaOH 2,5% maupun 5% selama 90 menit. Namun, kekuatan tarik serat mengalami penurunan setelah waktu perendaman melewati 90 menit. Serat daun nanas yang direndam dengan NaOH 2,5% selama 90 menit memiliki ketebalan 0,8 ± 0,2 µm, kekuatan tarik 28,11 MPa. Sementara serat daun nanas yang direndam NaOH 5% selama 90 menit sedikit dan mengalami penurunan nilai kekuatan tarik jika dibandingkan dengan NaOH 2,5% (90 menit) yaitu 26,88 MPa.Kata Kunci : serat daun nanas, uji tarik, NaOH, elongation
Pengaruh Fenomena Madden Julian Oscillation terhadap Curah Hujan di Indonesia Faras, Angelia Millenis; Putra, Yoga Satria; Adriat, Riza
PRISMA FISIKA Vol 13, No 2 (2025)
Publisher : FMIPA, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pf.v13i2.69075

Abstract

Fenomena Madden Julian Oscillation (MJO) merupakan fenomena yang dapat memengaruhi curah hujan di Indonesia. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh fenomena MJO fase 3,4,5 terhadap variabilitas curah hujan di wilayah Indonesia. Metode yang digunakan adalah analisis komposit terhadap parameter cuaca meliputi angin zonal dan curah hujan selama periode Desember, Januari, dan Februari pada tahun 2016 hingga tahun 2022. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh dari MJO fase 3 dan 4 dapat meningkatkan intensitas curah hujan di wilayah Indonesia, dengan nilai rata-rata spasial masing-masing sebesar 35,81% dan 18,98%. Peningkatan intensitas curah hujan tertinggi selama MJO fase 3 dan 4 berada di Laut Halmahera masing-masing sebesar 350% dan 450%. Pada MJO fase 5 terjadi penurunan intensitas curah hujan di wilayah Indonesia sebesar 0,05% dan di pulau Sumatra bagian barat mengalami penurunan intensitas curah hujan sebesar 100% dari kondisi klimatologinya.
Identifikasi Nilai Indeks Kerentanan Seismik Berdasarkan Pengukuran Mikrotremor di Wilayah Alahan Panjang, Sumatra Barat Antika, Cory; Muhardi, Muhardi; Cipta, Athanasius
PRISMA FISIKA Vol 13, No 2 (2025)
Publisher : FMIPA, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pf.v13i2.81639

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi indeks kerentanan seismik di wilayah Alahan Panjang, Provinsi Sumatra Barat, dengan analisis mikrotremor  menggunakan metode Horizontal-to-Vertical Spectral Ratio  (HVSR).  Wilayah Alahan Panjang dikenal sebagai salah satu daerah yang rentan terhadap gempa bumi di Indonesia. Analisis mikrotremor digunakan  untuk menilai karakteristik dinamis tanah secara lokal, hal ini merupakan elemen penting dalam menentukan seberapa rentan suatu daerah terhadap gempa. Metode ini juga digunakan untuk menciptakan indeks kerentanan seismik dengan mempertimbangkan parameter-parameter seperti frekuensi dominan (f0) dan faktor amplifikasi (A0) di lokasi tersebut. Untuk mengkaji lebih lanjut, dilakukan pengukuran mikrotremor di Alahan panjang dengan 29 titik pengukuran.  Hasil penelitian menunjukkan distribusi indeks kerentanan seismik di wilayah Alahan Panjang, didapat rentang nilai KG  1,00-19,787. Daerah dengan indeks kerentanan seismik rendah (KG   5) terletak di wilayah perbukitan dengan elevasi tinggi, sedangkan daerah dengan indeks kerentanan seismik tinggi (KG   5) tersebar di beberapa wilayah topografi rendah.

Page 1 of 1 | Total Record : 5