cover
Contact Name
Hasanuddin
Contact Email
prismafisika@physics.untan.ac.id
Phone
+65895372682757
Journal Mail Official
prismafisika@physics.untan.ac.id
Editorial Address
Kantor Jurusan Fisika, Komplek Fakultas MIPA, Universitas Tanjungpura Jl. Proff. Dr. Hadari Nawawi
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
PRISMA FISIKA
ISSN : 23378204     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Jurnal ini berisi publikasi ilmiah hasil penelitian di bidang fisika baik yang bersifat teoritis maupun terapan.
Articles 7 Documents
Search results for , issue "vol. 13 no. 3 (2025)" : 7 Documents clear
Pemetaan Intensitas Curah Hujan di Kabupaten Sambas Menggunakan Sistem Informasi Geografis Pradipta, Aditya Tri; Putra, Yoga Satria; Adriat, Riza
PRISMA FISIKA Vol. 13 No. 3 (2025)
Publisher : FMIPA, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pf.v13i3.65491

Abstract

Kabupaten Sambas merupakan daerah yang sangat rawan terhadap banjir dan bencana hidrometeorologi lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan sebaran intensitas curah hujan di wilayah Kabupaten Sambas menggunakan sistem informasi geografis. Metode yang digunakan adalah metode interpolasi IDW yang kemudian dihitung luas setiap kelas dan kecamatannya. Hasil penelitian ini berupa 5 peta kelas curah hujan di Kabupaten Sambas dari tahun 2017 - 2021. Sebaran intensitas curah hujan di Kabupaten Sambas pada tahun 2018 dan 2019 terdapat 3 kelas curah hujan yaitu sangat basah (>3000 mm/tahun), basah (2500-3000 mm/tahun), dan sedang (2000-2500 mm/tahun) sedangkan pada tahun 2017, 2020, dan 2021 hanya terdapat 2 kelas curah hujan yaitu sangat basah dan basah. Kecamatan yang memiliki sebaran kelas curah hujan dengan kategori sangat basah terluas di Kabupaten Sambas selama 5 tahun yaitu Kecamatan Sajingan Besar.
Identifikasi Tumor Otak Menggunakan Convolutional Neural Network Arsitektur NasNetMobile Dengan Optimasi Wiener Filter Tiofi, Timothi; Arman, Yudha; Hasanuddin, Hasanuddin
PRISMA FISIKA Vol. 13 No. 3 (2025)
Publisher : FMIPA, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pf.v13i3.77722

Abstract

Telah dilakukan identifikasi keberadaan tumor otak pada citra Magnetic resonance imaging (MRI) menggunakan metode convolutional neural network (CNN). Proses identifikasi dimulai dari preprocessing citra, yang dilanjutkan dengan CNN arsitektur NasNetMobile. Pada tahap preprocessing, citra dipotong dan disesuaikan ukurannya agar seragam. Proses grayscaling citra kemudian dilakukan sebagai masukan bagi proses ekualisasi histogram. Noise pada citra hasil ekualisasi direduksi menggunakan metode wiener filter dengan nilai K 0.1, 0.2, 0.3, 0.4, 0.5, 0.6, 0.7, 0.8, 0.9, dan 1. Deteksi tepi menggunakan operator sobel dilakukan pada citra biner yang telah difilter tersebut. Citra hasil pengolahan kemudian digunakan pada proses Identifikasi tumor otak menggunakan CNN arsitektur NasNetMobile. Hasil penelitian menunjukan bahwa akurasi tertinggi (95,6%) diperoleh pada model dengan nilai K = 0.4. Tahap preprocessing citra sangat menentukan keakuratan proses identifikasi.
Studi Pengaruh Curah Hujan dan Suhu Udara Terhadap Aridity Index di Kalimantan Barat Menggunakan Metode Thornthwaite Adiningsih, Nadia; Putra, Yoga Satria; Adriat, Riza; muhardi, muhardi; Zulfian, Zulfian
PRISMA FISIKA Vol. 13 No. 3 (2025)
Publisher : FMIPA, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pf.v13i3.66231

Abstract

Kalimantan Barat merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang dilalui oleh garis khatulistiwa dan memiliki tingkat kelembapan tinggi akibat curah hujan sepanjang tahun. Namun, suhu yang tinggi dan periode penurunan intensitas hujan dalam waktu yang lama pada wilayah ini dapat menyebabkan terjadinya kekeringan. Salah satu indeks yang digunakan untuk menilai tingkat kekeringan suatu wilayah adalah Aridity Index (AI) yang dihitung menggunakan metode Thornthwaite dengan mempertimbangkan rata-rata curah hujan dan suhu udara untuk menghitung evapotranspirasi potensialnya. Perhitungan AI menggunakan metode Thornthwaite telah berhasil dilakukan untuk periode 10 tahun (2012-2021) dan hasilnya menunjukkan bahwa tingkat kekeringan di wilayah Kalimantan Barat berdasarkan AI sangat dipengaruhi oleh besar curah hujan yang ditunjukkan oleh besar korelasi bernilai positif pada tahun 2014 sebagai tahun terkering dan 2016 sebagai tahun terbasah yaitu +0,99 dan +0,75. Suhu udara memiliki korelasi bernilai negatif yakni -0,94 dan -0,88 sebagai faktor yang juga berpengaruh secara langsung terhadap perubahan nilai indeks kekeringan berdasarkan AI.
Pemetaan Area Rawan Longsor Berbasis Sistem Informasi Geografis di Perkebunan Kelapa Sawit PT Hilton Duta Lestari Devi, Marsiana; Perdhana, Radhitya; Muhardi, Muhardi
PRISMA FISIKA Vol. 13 No. 3 (2025)
Publisher : FMIPA, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pf.v13i3.77773

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah memetakan area rawan longsor di perkebunan kelapa sawit IUP PT Hilton Duta Lestari. Pemetaan dilakukan menggunakan sistem informasi geografis dengan metode skoring dan tumpang tindih (overlay) terhadap parameter yang mempengaruhi longsor. Parameter tersebut terdiri dari lima jenis, yaitu curah hujan, kemiringan lereng, tutupan lahan, geologi, dan jenis tanah. Area rawan longsor diidentifikasi berdasarkan skor total yang diperoleh dari penjumlahan seluruh parameter dengan bobotnya masing-masing. Area rawan longsor diklasifikasikan menjadi empat kelas, yaitu rendah, sedang, tinggi, dan sangat tinggi. Hasil pemetaan menunjukan area rawan longsor dengan kategori kerawanan rendah mempunyai luas 1.562,46 Ha (11,53%), kategori kerawanan sedang dengan luas 3.871,41 Ha (28,57%), kategori kerawanan tinggi dengan luas 8.071,57 Ha (59,57%), dan kategori kerawanan sangat tinggi dengan luas 44,36 Ha (0,33%). Berdasarkan hasil pengolahan data menunjukan bahwa wilayah utara penelitian (estate dua) memiliki tingkat kerawanan yang lebih tinggi dibandingkan dengan wilayah selatan penelitian (estate satu).
Analisis Indeks Stabilitas Atmosfer Pada Saat Kejadian Thunderstorm disertai Hujan di Stasiun Meteorogi Supadio Oktapiana, Teresia; Ihwan, Andi; Adriat, Riza; Fitrianto, Taufik Nur
PRISMA FISIKA Vol. 13 No. 3 (2025)
Publisher : FMIPA, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pf.v13i3.75086

Abstract

Analisis indeks stabilitas atmosfer pada saat kejadian thunderstorm disertai hujan telah dilakukan di stasiun meteorologi Supadio di tahun 2022. Indeks yang dikaji adalah Severe Weather Threat Index (SWEAT), Showalter Index (SI), dan K-Index (KI) yang diperoleh dari keluaran perangkat lunak Rawinsonde Observation Program (RAOB). Hasil analisis menunjukan bahwa puncak kejadian thunderstorm disertai hujan di stasiun meteorologi Supadio pada musim kering yaitu bulan Juni, Juli, Agustus (JJA). Ketiga indeks stabilitas yaitu SWEAT (89,29%), SI (100%), dan KI (67,86%) menunjukan dominan berkategori moderat.
Analisis Urban Heat Island (UHI) Di Kota Singkawang, Kalimantan Barat Nathasya, Risma; Ihwan, Andi; Adriat, Riza
PRISMA FISIKA Vol. 13 No. 3 (2025)
Publisher : FMIPA, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pf.v13i3.75507

Abstract

Kota Singkawang merupakan salah satu kota di Provinsi Kalimantan Barat yang memiliki luas wilayah sebesar 504,00 km2 atau sekitar 0,34 % dari luas wilayah Kalimantan Barat dan jumlah penduduknya 241.467 jiwa dengan kepadatan penduduk 479 jiwa/km2. Dengan jumlah penduduk yang banyak dan terus meningkat, dapat memberikan pengaruh besar terhadap perubahan luas permukiman dan juga akan mempengaruhi suhu udara yang dapat memicu terjadinya fenomena Urban Heat Island (UHI). Penelitian ini menggunakan citra penginderaan jauh Moderate Resolution Imaging Spectroradiometer (MODIS) untuk menganalisis fenomena UHI yang terjadi di wilayah Kota Singkawang. Hasil penelitian ini menunjukkan Kota Singkawang pada tahun 2001 didominasi LST (28-30 ℃) dalam suhu udara hangat dan tahun 2022 didominasi LST (30-32℃). Kota Singkawang telah terdampak fenomena UHI dimana pada tahun 2001 Kota Singkawang yang terindikasi UHI dengan luas sebesar 94,83 km2 dan nilai maksimum UHI 2℃, tahun 2022 luas wilayah sebaran UHI sebesar 253,12 km2 dengan nilai maksimum mencapai 3℃. Kota Singkawang pada tahun 2001 didominasi suhu permukaan kelas 3 sedangkan tahun 2022 Kota Singkawang didominasi suhu permukaan kelas 4. Perubahan UHI yang terjadi dari tahun 2001-2022 di Kota Singkawang yaitu adanya peningkatan luas sebaran wilayah yang terindikasi UHI sebesar 158,28 %, dan nilai intensitas UHI yang pada tahun 2001 hanya terdapat 3 kelas sedangkan pada tahun 2022 ada 4 kelas.
Simulasi Numerik Pengelolaan Limbah Cair Radioaktif F-18 pada Sistem Dua Tangki Decay storage: Evaluasi Densitas Aktivitas, Utilisasi Tangki, dan Pencapaian Klirens Arif, Muhammad; Munti, Diana Batara
PRISMA FISIKA Vol. 13 No. 3 (2025)
Publisher : FMIPA, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pf.v13i3.111364

Abstract

Peningkatan produksi radiofarmaka berbasis Fluorine-18 (F-18) untuk kebutuhan pemeriksaan PET/CT berkontribusi terhadap peningkatan akumulasi limbah cair radioaktif yang memerlukan pengelolaan sistematis sebelum dilepas ke lingkungan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas sistem dua tangki decay storage dalam pengelolaan limbah tersebut melalui simulasi numerik selama 30 hari operasional. Parameter yang dievaluasi meliputi aktivitas radioaktif, densitas aktivitas, volume limbah cair, dan utilisasi tangki terhadap kapasitas operasional yang ditetapkan. Hasil simulasi menunjukkan densitas aktivitas menurun dari 37.000 Bq/mL pada hari pertama hingga 1.682 Bq/mL pada hari ke-30, dengan batas klirens 10 Bq/mL tercapai dalam 21,73 jam pada kondisi pure decay. Kondisi bebas klirens tercapai secara konsisten setiap akhir pekan dengan densitas berkisar 0,835–0,209 Bq/mL, menunjukkan efek pengenceran progresif seiring akumulasi volume limbah. Di sisi kapasitas, volume limbah meningkat dari 50 L hingga 1.100 L dengan laju 50 L per hari kerja, mendorong utilisasi tangki mencapai 104,76% pada hari ke-30. Sistem dua tangki terbukti efektif secara radiologis dalam menekan densitas aktifitas limbah cair radioaktif hingga di bawah nilai klirens melalui mekanisme peluruhan pasif dan pengenceran kumulatif.

Page 1 of 1 | Total Record : 7