cover
Contact Name
Hasanuddin
Contact Email
prismafisika@physics.untan.ac.id
Phone
+65895372682757
Journal Mail Official
prismafisika@physics.untan.ac.id
Editorial Address
Kantor Jurusan Fisika, Komplek Fakultas MIPA, Universitas Tanjungpura Jl. Proff. Dr. Hadari Nawawi
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
PRISMA FISIKA
ISSN : 23378204     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Jurnal ini berisi publikasi ilmiah hasil penelitian di bidang fisika baik yang bersifat teoritis maupun terapan.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "vol. 14 no. 2 (2026)" : 5 Documents clear
VARIABILITAS PARAMETER METEOROLOGI DI INDONESIA PADA FASE EL NIÑO DAN LA NIÑA PERIODE 1991–2020 Jayanto, Dwiki Nur; Muliadi, Muliadi; Adriat, Riza
PRISMA FISIKA Vol. 14 No. 2 (2026)
Publisher : FMIPA, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Posisi Indonesia di antara Samudra Hindia dan Samudra Pasifik menyebabkan variabilitas iklimnya sangat dipengaruhi oleh fenomena El Niño-Southern Oscillation (ENSO). Kajian terdahulu umumnya berfokus pada curah hujan, sedangkan respons parameter meteorologi lain masih jarang dibahas. Penelitian ini bertujuan menganalisis variabilitas tutupan awan tinggi, outgoing longwave radiation (OLR), suhu udara permukaan, kelembapan relatif, evaporasi, dan kelembapan tanah di Indonesia selama fenomena El Niño dan La Niña. Data bulanan periode 30 tahun (1991–2020) dianalisis menggunakan metode komposit anomali pada musim Juni–Juli–Agustus (JJA) dan September–Oktober–November (SON), yaitu dua musim ketika sinyal ENSO di Indonesia paling kuat. Selama fenomena El Niño, tutupan awan tinggi, kelembapan relatif, dan kelembapan tanah menurun, sedangkan OLR dan evaporasi meningkat; pola sebaliknya teramati selama fenomena La Niña. Berbeda dengan kelima parameter tersebut yang responsnya seragam di hampir seluruh Indonesia, suhu udara permukaan menunjukkan respons yang tidak seragam antarwilayah, yakni sebagian wilayah menghangat dan sebagian lain mendingin pada fenomena yang sama. Amplitudo anomali kelima parameter yang responsnya seragam lebih besar pada musim SON dibandingkan JJA, sehingga pengaruh ENSO terhadap parameter meteorologi di Indonesia paling kuat pada musim SON.
Pola Anomali Gravitasi Regional dan Residual Menggunakan Metode Kontinuasi ke Atas di Kabupaten Mandailing Natal Lutfiahani, Rana; Putra, Yoga Satria; Perdhana, Radhitya
PRISMA FISIKA Vol. 14 No. 2 (2026)
Publisher : FMIPA, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Mandailing Natal, Sumatra Utara, merupakan salah satu wilayah dengan potensi panas bumi yang tinggi, tetapi kajian geofisika di daerah ini umumnya masih terbatas pada skala lokal di sekitar manifestasi permukaan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi struktur bawah permukaan daerah panas bumi Mandailing Natal melalui pemisahan anomali gravitasi regional dan residual. Kebaruan penelitian ini terletak pada pemanfaatan data gravitasi satelit Topex yang berkesinambungan secara spasial pada cakupan wilayah 44,5 km × 29,4 km, dipadukan dengan reduksi bidang datar dan kontinuasi ke atas, sehingga interpretasi dapat dipisahkan menurut kedalaman sumber anomali. Data free air anomaly dikoreksi Bouguer dan medan, kemudian densitas rata-rata batuan diestimasi dengan metode Parasnis dan diperoleh nilai sebesar 2,26 g/cm3. Anomali Bouguer lengkap direduksi ke bidang datar dengan metode Dampney, lalu dipisahkan menggunakan kontinuasi ke atas pada ketinggian 100–600 m, dengan ketinggian 400 m dipilih sebagai anomali regional. Peta anomali regional memperlihatkan anomali tinggi 31–65 mGal yang diduga berasosiasi dengan batuan beku intrusi Batolit Manunggal dan Batolit Panyabungan sebagai batuan sumber panas, serta anomali rendah −15 hingga 20 mGal yang ditafsirkan sebagai batuan sedimen teralterasi dengan kelurusan berarah barat laut–tenggara mengikuti Sistem Sesar Sumatra. Peta anomali residual menunjukkan anomali tinggi 0–7 mGal yang mencerminkan batuan vulkanik dan intrusi dangkal, serta anomali rendah −11 hingga −4 mGal berupa batuan sedimen terubahkan. Hasil ini bersesuaian dengan temuan penelitian geolistrik dan geokimia fluida terdahulu di lokasi yang sama.
ANALISIS SIFAT FISIKA DAN KIMIA AIR SUMUR WARGA DESA ENGKERSIK DI SEKITAR PERKEBUNAN KELAPA SAWIT Hatizah, Meitisya; Sutanto, Yuris; Muliadi, Muliadi
PRISMA FISIKA Vol. 14 No. 2 (2026)
Publisher : FMIPA, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Air sumur yang berada di sekitar perkebunan kelapa sawit berpotensi tercemar disebabkan adanya aktivitas perkebunan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan menentukan sifat fisika dan kimia air sumur warga Desa Engkersik di sekitar perkebunan kelapa sawit. Data parameter yang diuji dan dianalisis meliputi parameter fisik yaitu total dissolved solid (TDS) dan kekeruhan serta parameter kimia yaitu power of hydrogen (pH) dan besi (Fe) terlarut, yang kemudian dibandingkan dengan standar baku mutu pada Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2023. Metode perhitungan kualitas air sumur menggunakan metode indeks pencemaran berdasarkan Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup No. 115 Tahun 2003. Lokasi pengambilan sampel dilakukan di 10 titik. Sumur warga pada titik 1 hingga titik 5 berada dekat perkebunan kelapa sawit, sedangkan titik 6 hingga titik 10 berada jauh dari perkebunan kelapa sawit. Hasil penelitian menunjukkan parameter pH dan TDS pada titik yang berada dekat perkebunan kelapa sawit memiliki nilai yang melewati standar baku mutu, sedangkan titik yang berada jauh dari perkebunan kelapa sawit memiliki nilai yang memenuhi standar baku mutu. Parameter kekeruhan dan besi (Fe) memiliki nilai yang bervariasi, dengan nilai tertinggi berada pada daerah dekat perkebunan kelapa sawit. Hasil indeks pencemaran menunjukkan titik 2 dan titik 3 dengan nilai indeks pencemaran masing-masing 5,16 dan 5,21 masuk dalam kategori cemar sedang, dan titik 7 memenuhi baku mutu. Kemudian, indeks pencemaran pada titik lainnya termasuk dalam kategori cemar ringan.
ANALISIS GANGGUAN SIKLON TROPIS SENYAR TERHADAP CURAH HUJAN WILAYAH ACEH DAN SUMATERA UTARA (STUDI KASUS: 22-28 NOVEMBER 2025) Sawe Rigading, Andi Baso
PRISMA FISIKA Vol. 14 No. 2 (2026)
Publisher : FMIPA, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Siklon Tropis Senyar terbentuk di Selat Malaka pada 26 November 2025 dan tercatat sebagai kejadian siklogenesis yang sangat langka karena berkembang pada lintang di bawah 5°LU, tempat gaya Coriolis terlalu lemah untuk mendukung pembentukan siklon tropis. Penelitian ini menganalisis pengaruh Siklon Tropis Senyar terhadap dinamika atmosfer dan curah hujan di Provinsi Aceh dan Sumatera Utara selama 22–28 November 2025. Analisis dilakukan secara deskriptif dengan memadukan peta gradient wind analysis Biro Meteorologi Australia, citra satelit Himawari-9 kanal inframerah, dan data curah hujan harian dari 13 stasiun pengamatan BMKG. Hasil analisis memperlihatkan perkembangan sistem secara bertahap, dimulai dari daerah belokan angin di Selat Malaka pada 22–23 November, pembentukan sirkulasi siklonik tertutup pada 24–25 November, penguatan menjadi siklon tropis dan pendaratan di pesisir utara Aceh pada 26 November, hingga pergerakan sistem ke arah timur meninggalkan Sumatra pada 27–28 November. Citra inframerah menunjukkan sistem awan konvektif yang luas dan bertahan dengan suhu puncak awan mencapai sekitar −80 °C di atas Selat Malaka dan daratan Aceh pada 25–27 November. Pada periode yang sama, curah hujan harian melonjak tajam dan akumulasi tertinggi mencapai lebih dari 300 mm/hari, jauh melampaui ambang hujan ekstrem BMKG sebesar 150 mm/hari. Hasil ini menunjukkan keterkaitan yang konsisten antara perkembangan Siklon Tropis Senyar dan kejadian hujan ekstrem yang memicu bencana hidrometeorologi di Aceh dan Sumatera Utara.
IDENTIFIKASI LITOLOGI BAWAH PERMUKAAN BERDASARKAN DATA ANOMALI MAGNETIK DAERAH TARUTUNG DAN SEKITARNYA Tiara Salsabil; Radhitya Perdhana; Yoga Satria Putra
PRISMA FISIKA Vol. 14 No. 2 (2026)
Publisher : FMIPA, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Daerah Tarutung dan sekitarnya secara geologi termasuk ke dalam wilayah yang sangat dekat dan dipengaruhi langsung oleh aktivitas Sesar Besar Sumatera (SBS) yang menyebabkan daerah ini memiliki aktivitas tektonik yang tinggi. Penelitian ini menggunakan metode magnetik yang dilakukan di daerah Tarutung dan sekitarnya. Tujuan dari penelitian adalah untuk menginterpretasikan sebaran struktur geologi bawah permukaan. Data penelitian berasal dari peta anomali magnetik daerah Tarutung dan sekitarnya yang diterbitkan oleh Pusat Survei Geologi (PSG) Bandung. Pengolahan data dilakukan dengan transformasi reduksi ke ekuator dan transformasi kontinuasi ke atas untuk mengetahui pola anomali yang terbentuk di daerah penelitian. Penelitian dilakukan pemodelan ke depan untuk memperoleh struktur bawah permukaan model 2D pada anomali magnetik regional. Hasil identifikasi daerah penelitian menunjukkan bahwa anomali magnetik regional memiliki nilai anomali berkisar antara -115 nT hingga 142 nT. Penampang pada sayatan yang dilakukan menunjukkan litologi bawah permukaan berupa alluvium, tufa, andesit, granit dan batu pasir.

Page 1 of 1 | Total Record : 5