cover
Contact Name
Hasanuddin
Contact Email
prismafisika@physics.untan.ac.id
Phone
+65895372682757
Journal Mail Official
prismafisika@physics.untan.ac.id
Editorial Address
Kantor Jurusan Fisika, Komplek Fakultas MIPA, Universitas Tanjungpura Jl. Proff. Dr. Hadari Nawawi
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
PRISMA FISIKA
ISSN : 23378204     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Jurnal ini berisi publikasi ilmiah hasil penelitian di bidang fisika baik yang bersifat teoritis maupun terapan.
Articles 409 Documents
Sintesis dan Karakterisasi Karbon Aktif dari Limbah Serbuk Kayu Bengkirai sebagai Adsorben Logam Fe pada Air Gambut Nurhadiansyah, Alif; Faryuni, Irfana Diah; Lapanporo, Boni Pahlanop
PRISMA FISIKA Vol. 6 No. 2 (2018)
Publisher : FMIPA, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (822.79 KB) | DOI: 10.26418/pf.v6i2.26529

Abstract

Telah dilakukan sintesis dan karakterisasi karbon aktif dari limbah serbuk kayu bengkirai. Penelitian bertujuan untuk mengetahui efektivitas karbon aktif kayu bengkirai dalam menyerap logam Fe pada air gambut. Serbuk kayu bengkirai dikarbonisasi pada suhu 500 °C selama 2 jam, kemudian diaktivasi dengan larutan asam klorida (HCl) dan larutan asam fosfat (H3PO4) dengan konsentrasi tiap aktivator sebesar 25%. Setelah itu karbon diaktivasi secara fisika dengan menggunakan suhu kalsinasi 700 °C, 800 °C, dan 900 °C. Kemudian karbon aktif diujikan sebagai adsorben dengan parameter logam Fe pada air gambut. Sebanyak 1,0 g karbon aktif serbuk kayu bengkirai dimasukkan ke dalam 1000 mL air gambut. Air gambut yang digunakan berasal dari air parit yang terletak di titik koordinat 00o06"™34.5" LU dan 109o24"™27.5" BT. Dari penelitian yang telah dilakukan, karbon aktif dari serbuk kayu bengkirai dengan ukuran pori terbesar dihasilkan oleh karbon aktif yang diaktivasi mengunakan larutan asam fosfat pada suhu 800 °C yakni 9,88 µm dan efektivitasnya dalam menyerap logam Fe pada air gambut yaitu 35,1%.Kata kunci :Karbon Aktif, Kayu Bengkirai, Fe, Air Gambut, Asam Fosfat, Asam Klorida
Identifikasi Kualitas Air Sungai Sebalo di Kabupaten Bengkayang Berdasarkan Nilai TDS, pH, dan Nilai Konduktivitas Air Tori, Davit; Nurhasanah, Nurhasanah
PRISMA FISIKA Vol. 4 No. 1 (2016)
Publisher : FMIPA, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (648.002 KB) | DOI: 10.26418/pf.v4i1.14418

Abstract

Penelitian kualitas air telah dilakukan di Sungai Sebalo Kabupaten Bengkayang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai dan pola sebaran TDS, pH dan Konduktivitas air Sungai Sebalo di lokasi penelitian, serta mengetahui kelayakan air berdasarkan peraturan Menteri Kesehatan. Hasil pengujian menunjukkan kadar nilai TDS tercatat 18 ppm sampai 49 ppm, kadar nilai pH pengukuran tercatat 6,57 s.d 7,41, dan nilai Konduktivitas yang tercatat 15 µS/cm sampai 47 µS/cm. Berdasarkan peraturan Menteri Kesehatan Nomor 492/MENKES/PER/IV/2010, nilai TDS, pH, dan Konduktivitas air Sungai Sebalo tidak dianjurkan sebagai air minum dan hanya dapat digunakan sebagai air bersih. Kata kunci : TDS, Konduktivitas, pH , Kualitas air
IDENTIFIKASI JENIS GAMBUT BERDASARKAN STRUKTUR PORINYA DENGAN MENGGUNAKAN GEOMETRI FRAKTAL Norsiah, Norsiah; Ihwan, Andi; Sampurno, Joko
PRISMA FISIKA Vol. 5 No. 2 (2017)
Publisher : FMIPA, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1971.93 KB) | DOI: 10.26418/pf.v5i2.20709

Abstract

Telah dilakukan analisis terhadap tingkat kompleksitas struktur mikroskopik dari berbagai jenis gambut untuk mengetahui pola keteraturan struktur porinya. Data yang digunakan berjumlah 9 buah sampel gambut yang terdiri dari 3 buah saprik, 3 buah hemik, dan 3 buah fibrik. Analisis sampeldilakukan dengan cara makroskopik dan mikroskopik. Secara makroskopik, sifat fisik tanah yang dianalisis adalah porositas. Sedangkan secara mikroskopik, sifat fisik tanah gambut dianalisis dengan cara sampel dipindai dengan Micro-CT Scanner untuk menghasilkan citra 3D. Hasil dari pemindaian tersebut diolah dan dianalisis dengan metode fraktal. Hasil perhitungan dimensi fraktal yang dilakukan dengan metode box-counting menunjukkan bahwa dimensi fraktal saprik 1,7196 sampai dengan 1,7989, hemik 1,6149 sampai dengan 1,7322, dan fibrik 1,5271 sampai dengan 1,6817. Rentang nilai dimensi tersebut menunjukkan tingkat keteraturan struktur pori pada tiap jenis gambut yang bervariasi. Tingkat keteraturan struktur pori pada tiap jenis gambut dari yang paling teratur hingga tak teratur secara berturut-turut adalah gambut saprik, hemik, dan fibrik. Kata Kunci :Gambut, Dimensi Fraktal, Box-Counting, Struktur Mikroskopik
Pemodelan Penyebaran Kebakaran Hutan dan Lahan di Kabupaten Mempawah Menggunakan Metode Cellular Automata Sofiani, Maria; Sampurno, Joko; Apriansyah, Apriansyah
PRISMA FISIKA Vol. 6 No. 2 (2018)
Publisher : FMIPA, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1570.198 KB) | DOI: 10.26418/pf.v6i2.24419

Abstract

Metode cellular automata telah digunakan untuk memodelkan penyebaran kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Mempawah. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data tutupan lahan Provinsi Kalimantan Barat dari citra satelit tahun 2012 dan peta yang memuat fire history tahun 2013 di Kabupaten Mempawah. Tahap pengolahan data dimulai dengan mengelompokkan data vegetasi ke dalam 2 kelompok vegetasi yaitu: vegetasi basah dan vegetasi kering. Peta yang telah disimpan sebelumnya dalam format ".jpg" dipotong ke dalam ukuran 250 x 250 piksel. Pemodelan kebakaran hutan dan lahan dengan metode cellular automata menggunakan geometri sel segi empat 2 dimensi. Jenis tetangga sel utama yang digunakan adalah jenis moore neighborhood (8 sel tetangga). Gambar hasil pemodelan dan data pembanding kemudian diolah melalui tahap grayscale dan thresholding, lalu kedua gambar diuji untuk diperoleh nilai koefisien korelasinya. Nilai koefisien korelasi tertinggi dari pengujian gambar hasil pemodelan terhadap 49 koordinat titik api yang berbeda sebesar 0,6850 (korelasi kuat) pada koordinat titik api (100,130). Hasil penelitian menunjukan bahwa metode cellular automata dapat digunakan untuk memodelkan penyebaran kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Mempawah dengan baik. Kata Kunci :Cellular Automata, Kebakaran Hutan, Grayscale, Thresholding
Analisis Pengaruh Tutupan Awan Terhadap Radiasi Matahari di Kota Pontianak Anggreni, Reni; Muliadi, Muliadi; Adriat, Riza
PRISMA FISIKA Vol. 6 No. 3 (2018)
Publisher : FMIPA, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (513.574 KB) | DOI: 10.26418/pf.v6i3.28896

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang pengaruh tutupan awan terhadap radiasi matahari di Kota Pontianak. Data yang digunakan adalah tutupan awan yang diperoleh dari satelite ECMWF (European Center for Medium-Range Weather Forecasts) dan radiasi matahari yang diperoleh dari satelite NOAA (National Oceanic and Atmospheric Administrasion"™s). Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui pengaruh tutupan awan terhadap radiasi matahari dan mengetahui potensi energi matahari selama lima tahun (2012-2016). Penelitian ini menggunakan metode regresi linier sederhana yang menghasilkan nilai korelasi rata-rata bulanan sebesar -0,73 untuk tutupan awan rendah dan -0,22 untuk tutupan awan tinggi. Nilai korelasi -0,73 mempengaruhi radiasi matahari karena tutupan awan rendah lebih banyak memantulkan gelombang pendek dari matahari dan lebih banyak meneruskan gelombang panjang dari bumi, sedangkan nilai korelasi -0,22 sangat kecil mempengaruhi radiasi matahari karena tutupan awan tinggi lebih banyak meneruskan gelombang pendek dari matahari dan memantulkan gelombang panjang dari bumi. Dari penelitian ini diperoleh nilai rata-rata radiasi matahari bulanan di Kota Pontianak adalah sebesar 644,48 Watt/m2 sedangkan nilai rata-rata energi matahari bulanan sebesar 464,03 kWh/m2 per bulan.
Pengaruh Variasi Konsentrasi Asam Terhadap Modulus Elastisitas dan Penyerapan Air pada Selulosa Kristalin dari Batang Kelapa Sawit Amanda, Ria; Malino, Mariana Bara’allo; Lapanporo, Boni Pahlanop
PRISMA FISIKA Vol. 5 No. 1 (2017)
Publisher : FMIPA, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (746.415 KB) | DOI: 10.26418/pf.v5i1.18088

Abstract

Telah dilakukan penelitian mengenai pengaruh variasi konsentrasi asam terhadap modulus elastisitas
Aplikasi Metode Fraktal untuk Karakterisasi Struktur Mikroskopik Karbon Aktif Limbah Tandan Sawit Teraktivasi NaOH Evelin, Luluk Surya; Faryuni, Irfana Diah; Sampurno, Joko
PRISMA FISIKA Vol. 6 No. 1 (2018)
Publisher : FMIPA, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1036.071 KB) | DOI: 10.26418/pf.v6i1.23591

Abstract

Telah dilakukan karakterisasi karbon aktif dari limbah tandan sawit teraktivasi larutan NaOH. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa struktur mikroskopik khususnya pola distribusi pori pada karbon aktif dengan menggunakan metode fraktal. Karbon aktif disintesis melalui tahapan karbonisasi pada suhu 400 °C selama 1 jam, kemudian diaktivasi secara kimia dengan perendaman arang dalam variasi larutan NaOH sebesar 0,125 M, 0,25 M, 0,5 M, 1 M dan 2 M selama 24 jam. Proses selanjutnya karbon diaktivasi secara fisika dengan pemanasan pada suhu 600 °C. Karbon aktif selanjutnya dikarakterisasi dengan menggunakan Scanning Electron Microscopy (SEM). Citra SEM karbon aktif limbah tandan sawit kemudian dianalisis dengan menggunakan metode analisis fraktal berdasarkan metode box-counting. Hasil pengolahan citra menunjukkan bahwa penambahan konsentrasi aktivator NaOH menyebabkan pola distribusi pori menjadi tidak teratur. Hal ini diperlihatkan oleh peningkatan nilai dimensi fraktal seiring meningkatnya nilai konsentrasi aktivator. Kedua parameter ini berkorelasi positif dengan tingkat korelasi kuat hingga sangat kuat (62,56% hingga 96,23%). Kata Kunci : fraktal, metode box-counting, karbon aktif, tandan kelapa sawit
Penentuan Chart Datum Berdasarkan Pergerakan Bumi, Bulan dan Matahari Menggunakan Periode Satu Bulan, Satu Tahun, 8,85 Tahun dan 19 Tahun Asiseh, Nur; Apriansyah, .
PRISMA FISIKA Vol. 4 No. 3 (2016)
Publisher : FMIPA, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (721.163 KB) | DOI: 10.26418/pf.v4i3.16740

Abstract

Telah dilakukan penelitian mengenai penentuan nilai Chart datum berdasarkan pergerakan Bumi, Bulan dan Matahari menggunakan periode satu bulan, satu tahun, 8,85 tahun, dan 19 tahun. Data yang digunakan yaitu data pasut selama 19 tahun yang diperoleh dari program TMD (Tidal Model Driver) dengan daerah penelitian berada di sekitar Pelabuhan Dwikora. Hasil pengolahan data menunjukkan bahwa daerah tersebut memiliki tipe pasut Diurnal. Dari perhitungan diperoleh nilai chart datum untuk daerah disekitar pelabuhan Dwikora berdasarkan rumus LAT yaitu -93,15 cm (periode satu bulan), -82 cm (periode satu tahun), -93, 17 cm (periode 8,85 tahun), -93,76 cm (periode 19 tahun). Kata Kunci: Chart Datum, Pasang Surut, TMD, LAT
Studi Faktor Penentu Akresi dan Abrasi Pantai Akibat Gelombang Laut di Perairan Pesisir Sungai Duri Wiratama, Ghesta Nuari Wiratama; Jumarang, Muhammad Ishak; Muliadi, Muliadi
PRISMA FISIKA Vol. 5 No. 3 (2017)
Publisher : FMIPA, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (492.564 KB) | DOI: 10.26418/pf.v5i3.22519

Abstract

Telah dilakukan penelitian untuk mengkaji perubahan garis pantai akibat gelombang laut di perairan pesisir Sungai Duri. Parameter yang dihitung adalah tinggi gelombang signifikan, arah datang gelombang dan faktor penentu perubahan garis pantai. Perhitungan yang digunakan adalah metode Wilson untuk menghasilkan tinggi dan periode gelombang sedangkan perhitungan faktor akresi dan abrasi menggunakan perhitungan yang dikemukakan oleh Horikawa . Tinggi gelombang, arah datang gelombang dan nilai faktor akresi dan abrasi tersebut dianalisis rata-rata tahunan setiap musim dari tahun 2003 s.d tahun 2016. Hasil penelitian menunjukan bahwa tinggi gelombang signifikan berkisar antara 0,04 m s.d 0,5 m, tinggi gelombang terendah berada pada tahun 2012 pada musim peraihan II dan tinggi gelombang tertinggi berada pada tahun 2004 pada musim timur. Pada musim barat gelombang dominan datang dari arah timur, pada musim peralihan I gelombang dominan datang dari arah timur laut, pada musim timur gelombang dominan datang dari arah barat daya dan pada musim peralihan II gelombang dominan datang dari arah barat daya. Hasil perhitungan di lokasi yang sama menunjukan bahwa pada tahun 2003 mengalami akresi dan pada tahun 2004 hingga 2016 pantai mengalami keseimbangan perubahan garis pantai karena diakibatkan oleh gelombang laut. Kata Kunci : Tinggi Gelombang, Arah Datang Gelombang, Akresi, Abrasi
Pengaruh Sebaran Uap Air terhadap Curah Hujan di Kalimantan Barat Wulandari, Apriani; Muliadi, Muliadi; Apriansyah, Apriansyah
PRISMA FISIKA Vol. 6 No. 3 (2018)
Publisher : FMIPA, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (499.014 KB) | DOI: 10.26418/pf.v6i3.28709

Abstract

Uap air merupakan salah satu komponen yang berada di atmosfer bumi. Kelebihan kandungan uap air akan menyebabkan curah hujan yang tinggi dan kurangnya kandungan uap air di atmosfer akan menyebabkan kekeringan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh sebaran uap air terhadap curah hujan di Kalimantan Barat. Data uap air yang digunakan dengan wilayah kajian Indonesia bagian Barat dan curah hujan hanya di wilayah kajian Kalimantan Barat. Data uap air dikorelasi spasial terhadap curah hujan. Hasil dari analisis korelasi spasial antara uap air dan curah hujan dominan berkorelasi negatif. Hal tersebut berkaitan dengan curah hujan yang terjadi di Kalimantan Barat lebih disebabkan adanya proses konvektif dari efek termal radiasi matahari yang membentuk awan dan berkumpul menjadi hujan sehingga uap air atau transport massa uap air di Indonesia bagian barat kurang begitu berpengaruh terhadap curah hujan di Kalimantan Barat.