cover
Contact Name
Hasanuddin
Contact Email
prismafisika@physics.untan.ac.id
Phone
+65895372682757
Journal Mail Official
prismafisika@physics.untan.ac.id
Editorial Address
Kantor Jurusan Fisika, Komplek Fakultas MIPA, Universitas Tanjungpura Jl. Proff. Dr. Hadari Nawawi
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
PRISMA FISIKA
ISSN : 23378204     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Jurnal ini berisi publikasi ilmiah hasil penelitian di bidang fisika baik yang bersifat teoritis maupun terapan.
Articles 409 Documents
Identifikasi Tumor Otak Menggunakan Convolutional Neural Network Arsitektur NasNetMobile Dengan Optimasi Wiener Filter Tiofi, Timothi; Arman, Yudha; Hasanuddin, Hasanuddin
PRISMA FISIKA Vol. 13 No. 3 (2025)
Publisher : FMIPA, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pf.v13i3.77722

Abstract

Telah dilakukan identifikasi keberadaan tumor otak pada citra Magnetic resonance imaging (MRI) menggunakan metode convolutional neural network (CNN). Proses identifikasi dimulai dari preprocessing citra, yang dilanjutkan dengan CNN arsitektur NasNetMobile. Pada tahap preprocessing, citra dipotong dan disesuaikan ukurannya agar seragam. Proses grayscaling citra kemudian dilakukan sebagai masukan bagi proses ekualisasi histogram. Noise pada citra hasil ekualisasi direduksi menggunakan metode wiener filter dengan nilai K 0.1, 0.2, 0.3, 0.4, 0.5, 0.6, 0.7, 0.8, 0.9, dan 1. Deteksi tepi menggunakan operator sobel dilakukan pada citra biner yang telah difilter tersebut. Citra hasil pengolahan kemudian digunakan pada proses Identifikasi tumor otak menggunakan CNN arsitektur NasNetMobile. Hasil penelitian menunjukan bahwa akurasi tertinggi (95,6%) diperoleh pada model dengan nilai K = 0.4. Tahap preprocessing citra sangat menentukan keakuratan proses identifikasi.
Studi Pengaruh Curah Hujan dan Suhu Udara Terhadap Aridity Index di Kalimantan Barat Menggunakan Metode Thornthwaite Adiningsih, Nadia; Putra, Yoga Satria; Adriat, Riza; muhardi, muhardi; Zulfian, Zulfian
PRISMA FISIKA Vol. 13 No. 3 (2025)
Publisher : FMIPA, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pf.v13i3.66231

Abstract

Kalimantan Barat merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang dilalui oleh garis khatulistiwa dan memiliki tingkat kelembapan tinggi akibat curah hujan sepanjang tahun. Namun, suhu yang tinggi dan periode penurunan intensitas hujan dalam waktu yang lama pada wilayah ini dapat menyebabkan terjadinya kekeringan. Salah satu indeks yang digunakan untuk menilai tingkat kekeringan suatu wilayah adalah Aridity Index (AI) yang dihitung menggunakan metode Thornthwaite dengan mempertimbangkan rata-rata curah hujan dan suhu udara untuk menghitung evapotranspirasi potensialnya. Perhitungan AI menggunakan metode Thornthwaite telah berhasil dilakukan untuk periode 10 tahun (2012-2021) dan hasilnya menunjukkan bahwa tingkat kekeringan di wilayah Kalimantan Barat berdasarkan AI sangat dipengaruhi oleh besar curah hujan yang ditunjukkan oleh besar korelasi bernilai positif pada tahun 2014 sebagai tahun terkering dan 2016 sebagai tahun terbasah yaitu +0,99 dan +0,75. Suhu udara memiliki korelasi bernilai negatif yakni -0,94 dan -0,88 sebagai faktor yang juga berpengaruh secara langsung terhadap perubahan nilai indeks kekeringan berdasarkan AI.
Pemetaan Area Rawan Longsor Berbasis Sistem Informasi Geografis di Perkebunan Kelapa Sawit PT Hilton Duta Lestari Devi, Marsiana; Perdhana, Radhitya; Muhardi, Muhardi
PRISMA FISIKA Vol. 13 No. 3 (2025)
Publisher : FMIPA, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pf.v13i3.77773

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah memetakan area rawan longsor di perkebunan kelapa sawit IUP PT Hilton Duta Lestari. Pemetaan dilakukan menggunakan sistem informasi geografis dengan metode skoring dan tumpang tindih (overlay) terhadap parameter yang mempengaruhi longsor. Parameter tersebut terdiri dari lima jenis, yaitu curah hujan, kemiringan lereng, tutupan lahan, geologi, dan jenis tanah. Area rawan longsor diidentifikasi berdasarkan skor total yang diperoleh dari penjumlahan seluruh parameter dengan bobotnya masing-masing. Area rawan longsor diklasifikasikan menjadi empat kelas, yaitu rendah, sedang, tinggi, dan sangat tinggi. Hasil pemetaan menunjukan area rawan longsor dengan kategori kerawanan rendah mempunyai luas 1.562,46 Ha (11,53%), kategori kerawanan sedang dengan luas 3.871,41 Ha (28,57%), kategori kerawanan tinggi dengan luas 8.071,57 Ha (59,57%), dan kategori kerawanan sangat tinggi dengan luas 44,36 Ha (0,33%). Berdasarkan hasil pengolahan data menunjukan bahwa wilayah utara penelitian (estate dua) memiliki tingkat kerawanan yang lebih tinggi dibandingkan dengan wilayah selatan penelitian (estate satu).
Analisis Indeks Stabilitas Atmosfer Pada Saat Kejadian Thunderstorm disertai Hujan di Stasiun Meteorogi Supadio Oktapiana, Teresia; Ihwan, Andi; Adriat, Riza; Fitrianto, Taufik Nur
PRISMA FISIKA Vol. 13 No. 3 (2025)
Publisher : FMIPA, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pf.v13i3.75086

Abstract

Analisis indeks stabilitas atmosfer pada saat kejadian thunderstorm disertai hujan telah dilakukan di stasiun meteorologi Supadio di tahun 2022. Indeks yang dikaji adalah Severe Weather Threat Index (SWEAT), Showalter Index (SI), dan K-Index (KI) yang diperoleh dari keluaran perangkat lunak Rawinsonde Observation Program (RAOB). Hasil analisis menunjukan bahwa puncak kejadian thunderstorm disertai hujan di stasiun meteorologi Supadio pada musim kering yaitu bulan Juni, Juli, Agustus (JJA). Ketiga indeks stabilitas yaitu SWEAT (89,29%), SI (100%), dan KI (67,86%) menunjukan dominan berkategori moderat.
Analisis Urban Heat Island (UHI) Di Kota Singkawang, Kalimantan Barat Nathasya, Risma; Ihwan, Andi; Adriat, Riza
PRISMA FISIKA Vol. 13 No. 3 (2025)
Publisher : FMIPA, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pf.v13i3.75507

Abstract

Kota Singkawang merupakan salah satu kota di Provinsi Kalimantan Barat yang memiliki luas wilayah sebesar 504,00 km2 atau sekitar 0,34 % dari luas wilayah Kalimantan Barat dan jumlah penduduknya 241.467 jiwa dengan kepadatan penduduk 479 jiwa/km2. Dengan jumlah penduduk yang banyak dan terus meningkat, dapat memberikan pengaruh besar terhadap perubahan luas permukiman dan juga akan mempengaruhi suhu udara yang dapat memicu terjadinya fenomena Urban Heat Island (UHI). Penelitian ini menggunakan citra penginderaan jauh Moderate Resolution Imaging Spectroradiometer (MODIS) untuk menganalisis fenomena UHI yang terjadi di wilayah Kota Singkawang. Hasil penelitian ini menunjukkan Kota Singkawang pada tahun 2001 didominasi LST (28-30 ℃) dalam suhu udara hangat dan tahun 2022 didominasi LST (30-32℃). Kota Singkawang telah terdampak fenomena UHI dimana pada tahun 2001 Kota Singkawang yang terindikasi UHI dengan luas sebesar 94,83 km2 dan nilai maksimum UHI 2℃, tahun 2022 luas wilayah sebaran UHI sebesar 253,12 km2 dengan nilai maksimum mencapai 3℃. Kota Singkawang pada tahun 2001 didominasi suhu permukaan kelas 3 sedangkan tahun 2022 Kota Singkawang didominasi suhu permukaan kelas 4. Perubahan UHI yang terjadi dari tahun 2001-2022 di Kota Singkawang yaitu adanya peningkatan luas sebaran wilayah yang terindikasi UHI sebesar 158,28 %, dan nilai intensitas UHI yang pada tahun 2001 hanya terdapat 3 kelas sedangkan pada tahun 2022 ada 4 kelas.
Prediksi Tinggi Signifikan Gelombang Laut Di Sebagian Wilayah Perairan Indonesia Menggunakan Jaringan Syaraf Tiruan Metode Propagasi Balik
PRISMA FISIKA Vol. 1 No. 1 (2013)
Publisher : FMIPA, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pf.v1i1.1421

Abstract

Telah dilakukan prediksi tinggi signifikan gelombang laut di perairan Indonesia menggunakan metode jaringan syaraf tiruan (JST) propagasi balik. Titik sampel data yang digunakan adalah data tinggi signifikan gelombang laut pada tahun 2001 hingga 2010 di 10 titik lokasi perairan Indonesia pada posisi 106,560 BT hingga 114,410 BT dan posisi 3,220 LS hingga 6,440 LS. JST yang digunakan adalah propagasi balik algoritma Quasi Newton one step secant dengan arsitektur [40 35 30 25 20 15 10 5 1]. Hasil pada saat pelatihan menunjukkan nilai koefisien korelasi antara output dan target adalah 1, sedangkan pada saat pengujian nilai koefisien korelasi antara output dan data observasi (targe) adalah 0,97. Hasil validasi pertama menunjukkan nilai koefisien korelasi sebesar 0,78, hasil proses validasi untuk periode berikutnya menunjukkan nilai koefisien korelasi sebesar 0,62 dan 0,55. Hasil validasi menunjukkan tren penurunan. Hal ini diduga pada saat tersebut terjadi kondisi ekstrem di wilayah perairan lokasi penelitian. Hal ini berimplikasi pada tingkat kesulitan prediksi yang semakin meningkat terhadap data tinggi signifikan gelombang laut pada lokasi penelitian tersebut. Kata kunci: tinggi signifikan, gelombang laut, JST propagasi balik, prediksi.
Kajian Elevasi Muka Air Laut di Selat Karimata Pada Tahun Kejadian El Nino dan Dipole Mode Positif
PRISMA FISIKA Vol. 2 No. 1 (2014)
Publisher : FMIPA, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pf.v2i1.4960

Abstract

Telah dilakukan kajian tentang pengaruh El Nino and Southern Oscillation (ENSO) dan Dipole Mode (DM) terhadap elevasi muka air laut di Selat Karimata. Penentuan ENSO menggunakan data Southern Oscillation Index (SOI) dari tahun 1980 s.d 2010 sedangkan untuk DM menggunakan data Dipole Mode Indeks (DMI) dari tahun 1980 s.d 2009. Data prediksi pasang surut diperoleh dengan menggunakan ORITIDE. Selanjutnya membandingkan elevasi rata-rata muka air laut pada kondisi El Nino dan Dipole Mode positif dengan kondisi Normal. Hasil penelitian menunjukkan pada kejadian ENSO elevasi muka air laut tertinggi terjadi pada kejadian El Nino tahun 1997 bulan September sebesar meter . Pada kondisi Dipole Mode elevasi rata-rata muka air laut tertinggi terjadi pada kondisi Dipole Mode positif tahun 1998 bulan Maret sebesar meter. Pengaruh El Nino dan DM (+) tidak signifikan terhadap perubahan elevasi muka air laut di Selat Karimata, ditunjukkan oleh nilai koefisien korelasi (r) pada kejadian El Nino berkisar pada 0,07 s.d 0,29, sedangkan nilai koefisien korelasi (r) pada kejadian DM (+) bekisar 0,46 s.d 0,59. Kata kunci :Selat Karimata, ENSO, Dipole Mode, elevasi muka air laut
Karakterisasi Bioplastik dari Pati Limbah Kulit Pisang Dengan Penambahan ZnO dan Gliserol
PRISMA FISIKA Vol. 10 No. 2 (2022)
Publisher : FMIPA, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pf.v10i2.54694

Abstract

Penelitian terhadap pengaruh penambahan ZnO pada sifat fisis dan mekanis bioplastik berbahan utama pati kulit pisang sebagai alternatif pengganti plastik konvensional yang sulit terurai oleh tanah telah dilakukan. Bahan penyusun bioplastik terdiri dari ZnO sebagai filler, dan pati kulit pisang sebagai matriks dengan tambahan gliserol sebagai katalis dan air sebagai media pencampur bahan. bioplastik dibuat dengan fraksi perbandingan massa pati, gliserol dan air 5 g: 2,5 ml: 100 ml dan penambahan ZnO sebanyak 0, 0,5, 1, 1,5 dari perbandingan fraksi massa total bioplastik. Hasil pengujian daya serap air dan biodegradabilitas telah memenuhi standar ASTM D 638-02 dan ASTM 5336, sementara pada pengujian kuat tarik dan elongasi belum memenuhi standar yang ditentukan. Nilai optimum diperoleh pada penambahan ZnO sebanyak 20% dengan daya serap air sebesar 22,59 %, kuat tarik dan elongasi sebesar 14,76 MPa dan 115,1% serta kehilangan berat sebesar 57,62%.
Identifikaso Keberadaan Gas Biogenik Menggunakan Metode Geolistrik Tahanan Jenis 2D di Stasiun Klimatologi Kelas II Kecamatan Jongkat Kabupaten Mempawah
PRISMA FISIKA Vol. 10 No. 2 (2022)
Publisher : FMIPA, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pf.v10i2.54738

Abstract

Penelitian mengenai identifikasi keberadaan gas dibawah permukaan dangkal dengan menggunakan metode geolistrik konfigurasi wenner-schlumberger telah dilakukan di Stasiun Klimatologi Kelas II Jongkat. Identifikasi ini dilakukan dengan menggunakan 5 lintasan geolistrik dan pengolahan data menggunakan res2dinv. Hasil pengambilan data pada 5 lintasan memiliki nilai resistivitas 0,2 Ωm hingga 100 Ωm di interpretasikan sebagai lempung dan nilai resistivitas batuan 100 Ωm hingga 285 Ωm di interpretasikan sebagai pasir dengan kedalaman yang beragam. Material yang memicu adanya gas biogenik adalah endapan gambut, gambut adalah bahan organik setengah lapuk yang terakumulasi di permukaan tanah. Pada penelitian ini ditemukan lapisan penampung gas (Reservoar). Material yang di duga sebagai tempat penampung atau penyimpan gas adalah pasir. Dimana penampung gas ini tidak dapat keluar karena di apit oleh lapisan yang memiliki permeabelitas yang sangat rendah yaitu lempung.
Model Relativistik Struktur Bintang dengan Profil Kerapatan Kuadratik
PRISMA FISIKA Vol. 10 No. 2 (2022)
Publisher : FMIPA, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pf.v10i2.54855

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui profil tekanan bintang relativistik menggunakan persamaan tekanan Oppenheimer-Volkoff yang diperoleh dari penyelesaian persamaan medan gravitasi Einstein menggunakan metode analitik. Penelitian ini menjelaskan bahwa tekanan bintang dipengaruhi oleh profil kerapatan yang berkurang secara kuadratik seiring bertambahnya jarak (r) dari inti bintang. Untuk membantu perhitungan tekanan bintang dengan profil kerapatan kuadratik, maka digunakanlah metode numerik Runge-Kutta Orde 4. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tekanan maksimum terjadi di inti bintang dan semakin berkurang seiring bertambahnya jarak r dari inti bintang hingga di permukaan bintang, tekanan bernilai nol. Berdasarkan profil tekanan yang telah diperoleh, sebuah bintang relativistik harus memiliki batasan massa dan jari-jari minimum agar tetap berada dalam kesetimbangan hidrostatis. Melalui perhitungan analitik, sebuah bintang bermassa M dan berjari-jari R harus memenuhi syarat dan agar tetap stabil. Jika terdapat sebuah bintang yang tidak memenuhi syarat batas ini, maka gravitasi bintang tersebuh sangatlah besar dan tidak akan mampu diimbangi oleh tekanan dari energi yang dihasilkannya sehingga bintang tersebut mengalami keruntuhan gravitasi yang begitu cepat.