cover
Contact Name
Hasanuddin
Contact Email
prismafisika@physics.untan.ac.id
Phone
+65895372682757
Journal Mail Official
prismafisika@physics.untan.ac.id
Editorial Address
Kantor Jurusan Fisika, Komplek Fakultas MIPA, Universitas Tanjungpura Jl. Proff. Dr. Hadari Nawawi
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
PRISMA FISIKA
ISSN : 23378204     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Jurnal ini berisi publikasi ilmiah hasil penelitian di bidang fisika baik yang bersifat teoritis maupun terapan.
Articles 388 Documents
Pemodelan Distribusi Suhu pada Tanur Carbolite STF 15/180/301 dengan Metode Elemen Hingga Fardiah, Wafha; Sampurno, Joko; Faryuni, Irfana Diah; Apriansyah, .
PRISMA FISIKA Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Jurusan Fisika, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pf.v2i2.6641

Abstract

Telah dilakukan penelitian untuk menentukan distribusi suhu pada tanur Carbolite STF 15/180/301 dalam keadaan tunak. Pendekatan numerik yang digunakan adalah metode elemen hingga dengan kisi segi tiga. Penelitian ini diawali dengan pengambilan data faktual, dengan kondisi suhu di heater berkisar 573,15-973,15 K. Data ini digunakan sebagai input untuk simulasi. Hasil simulasi distribusi suhu dalam tabung keramik pada tanur Carbolite STF 15/180/301 dengan setelan suhu 573,15 K memiliki kisaran suhu 558,122-574,65 K, suhu 673,15 K memiliki kisaran suhu 668,436-688,4 K, suhu 773,15 K memiliki kisaran suhu 760,451-785,6 K, suhu 873,15 K memiliki kisaran suhu 860,048-886,55 K, sedangkan suhu 973,15 K memiliki kisaran suhu 963,189-990,55 K. Pola hasil simulasi menunjukkan panas menyebar dari elemen pemanas bawah dan atas ke ujung kiri dan kanan tabung keramik. Kata Kunci: Suhu, Metode Elemen Hingga, Tanur Carbolite STF 15/180/301
Identifikasi Lokasi Bedrock Menggunakan Metode Geolistrik Konfigurasi Wenner sebagai Bahan Acuan Perancangan Pondasi Pembangunan Gedung di Daerah Sampit Kalimantan Tengah Hidayat, Rahmat; Sampurno, Joko
PRISMA FISIKA Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : Jurusan Fisika, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pf.v3i2.11328

Abstract

Telah dilakukan identifikasi lokasi Bedrock menggunakan metode geolistrik konfigurasi Wenner di daerah Sampit Kalimantan Tengah. Penelitian bertujuan untuk menentukan posisi Bedrock sebagai bahan acuan perancangan pondasi pembangunan gedung yang akan didirikan. Metode yang digunakan adalah metode geolistrik tahanan jenis. Pengambilan data dilakukan pada dua lintasan. Konfigurasi elektroda yang digunakan adalah konfigurasi Wenner dengan spasi elektroda 5 m sepanjang 240 m pada masing-masing lintasan. Nilai resistivitas semu diinversi menggunakan perangkat lunak Res2Dinv. Hasil pengolahan data menunjukan bahwa lapisan Bedrock berada pada kedalaman antara 6,38-9,4 meter dari permukaan tanah dengan nilai resistivitas berkisar 9,84-19,2 Ωm.   Kata kunci: Geolistrik,  Resistivitas, Bedrock
Visualisasi Efek Relativistik Pada Gerak Planet Asri, Nurul .; Hasanuddin, .; Sampurno, Joko; Azwar, Azrul
PRISMA FISIKA Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Jurusan Fisika, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pf.v1i1.1414

Abstract

Telah dilakukan penelitian untuk mengkaji secara teoretis efek relativistik pada gerak planet. Persamaan gerak planet dalam ruang waktu Scwarzhschild didapat dari solusi persamaan geodesik. Berdasarkan solusi tersebut, diperoleh suatu persamaan gerak orbit planet mengelilingi matahari dengan pergeseran perihelion dari planet tersebut. Untuk planet Merkurius diprediksi solusi gerak planet dengan nilai pergeseran sebesar 43 detik per abad. Pergeseran ini sesuai dengan hasil pengamatan para ahli astronomi.Presesi perihelion ini dapat dilihat berdasarkan hasil visualisasi gerak planet yang didapat dari solusi persamaan Einstein yang dipengaruhi massa bintang. Semakin besar massa bintang semakin besar sudut perihelion yang terbentuk. Massa planet dan jarak planet terhadap bintang mempengaruhi bentuk orbit planet (eksentrisitas) dan kecepatan planet mengelilingi bintang.Kata kunci : Pergeseran perihelion, Relativitas Umum, Visualisasi orbit planet
APLIKASI METODE DETRENDED FLUCTUATION ANALYSIS (DFA) PADA DINAMIKA CURAH HUJAN DI KALIMANTAN BARAT Andi Ihwan, Yuliana Simanjuntak Joko Sampurno
PRISMA FISIKA Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Jurusan Fisika, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pf.v1i2.3620

Abstract

Pada penelitian ini telah dilakukan analisis terhadap data curah hujan bulanan di beberapa wilayah Kalimantan Barat dari tahun 1995-2009 dengan menggunakan metode Detrended Fluctuation Analysis (DFA) yang bertujuan untuk mempelajari sifat fluktuatif curah hujan bulanan. Berdasarkan pengolahan data pada masing-masing wilayah diperoleh nilai ? yang bervariasi, tergantung dengan skala interval yang digunakan. Wilayah Ngabang menggunakan skala interval 24 dengan nilai ?=0,66, wilayah Pontianak menggunakan skala interval 42 dengan nilai ?=0,70, wilayah Sambas menggunakan skala interval 6 dengan nilai ? = 0,64, wilayah Sekadau menggunakan skala interval 24 dengan nilai ?=0,72, wilayah Ketapang menggunakan skala interval 6 dengan nilai ?=0,87, wilayah Sintang menggunakan skala interval 6 dengan nilai ?=0,96. Wilayah yang mudah untuk diprediksi adalah Sintang dan yang cukup sulit untuk diprediksi adalah wilayah Sambas. Kata Kunci: curah hujan, Kalimantan Barat, metode DFA
Studi Tingkat Keasaman Air Hujan Berdasarkan Kandungan Gas CO2, SO2 Dan NO2 Di Udara (Studi Kasus Balai Pengamatan Dirgantara Pontianak) Wardhani, Nurul Kusuma; Ihwan, Andi; Nurhasanah, .
PRISMA FISIKA Vol 3, No 1
Publisher : Department of Physics, Tanjungpura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengaruh gas CO2, SO2 dan NO2 terhadap tingkat keasaman air hujan telah dianalisis dengan membandingkan hasil perhitungan dari ketiga gas tersebut terhadap pH air hujan observasi. Pengukuran dilakukan di Balai Pengamatan Dirgantara Pontianak pada bulan April, Mei dan Juni tahun 2014. Konsentrasi gas CO2, SO2 dan NO2 diukur menggunakan gastect. Curah hujan dan tekanan udara diukur menggunakan Modular Automatic Weather Station (MAWS). Hasil penelitian­­ menunjukkan bahwa gas CO2 memiliki pengaruh yang lebih besar terhadap keasaman air hujan dibandingkan dengan gas SO2 dan NO2. Hasil analisis menunjukkan bahwa kadar CO2 lebih banyak terkandung di dalam sampel air hujan dibandingkan dengan kadar sulfat dan nitrat. Dengan menggunakan korelasi Pearson, didapatkan nilai koefisien korelasi CO2 terlarut dalam air hujan sebesar -0,64 dengan  koefisien penentu sebesar 40,72 %. Nilai koefisien korelasi sulfat sebesar 0,43 dengan koefisien penentu 18,48 %. Sedangkan nilai koefisien korelasi nitrat sebesar 0,04 dengan koefisien penentu 0,18 %. Kata Kunci : Curah hujan, pH, Gas CO2, Gas SO2, Gas NO2.
Penentuan Breakdown Voltage Nitridasi Plasma dan Pemanfaatannya untuk Meningkatkan Kekerasan Aluminium AA 7075 Mayasari, Triyana; Sujitno, Tjipto; Lapanporo, Boni Pahlanop
PRISMA FISIKA Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : Jurusan Fisika, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pf.v8i2.41238

Abstract

Telah dilakukan penelitian mengenai penentuan nilai breakdown voltage pada nitridasi plasma dan aplikasinya pada surface treatment. Surface treatment dilakukan menggunakan metode nitridasi ion, agar terbentuk lapisan tipis di permukaan aluminium AA 7075 untuk meningkatkan sifat kekerasan. Perubahan sifat kekerasan sebelum maupun sesudah proses nitridasi diuji dengan menggunakan metode vickers. Penentuan nilai breakdown voltage bertujuan untuk mengetahui besar tegangan yang diperlukan untuk membangkitkan nitridasi plasma (breakdown voltage) dengan variasi tekanan gas nitrogen sebesar 1,0; 1,2; 1,4; 1,6; 1,8; dan 2,0 mbar. Sedangkan pada proses surface treatment untuk meningkatkan kekerasan aluminium AA 7075 dilakukan dengan variasi tekanan gas nitrogen sebesar 0,8; 1,0; 1,2; dan 1,4 mbar. Dari hasil eksperimen, didapatkan nilai breakdown voltage sebesar 529; 562,7; 588,3; 629,3; 664,3 dan 683 volt. Pada nilai tegangan tersebut, arus yang dihasilkan sebesar 171,3; 186; 332; 402,6; 635; dan 689,7 mA. Dari proses surface treatment diketahui bahwa peningkatan kekerasan optimum terjadi pada tekanan 1,2 mbar dengan nilai kekerasan 112,8 VHN atau meningkat sebanyak 131,62%.
RANCANG BANGUN PENGONTROL SUHU OTOMATIS PADA SISTEM PEMANAS DAY OLD CHICKEN (DOC)BERBASIS MIKROKONTROLER ATMEGA8 Syafitri, Nia; Arman, Yudha; Lapanporo, Boni Pahlanop
PRISMA FISIKA Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Department of Physics, Tanjungpura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dirancang dan dibuat sistem pengontrol suhu tempat perkembangbiakan DOC berbasis mikrokontroler ATMega8. Sistem kontrol ini dapat mengendalikan suhu tempat perkembangbiakan DOC dengan setting suhu32C dan 35C. Mikrokontroler ATMega8 digunakan sebagai pengontrol sistem dan sensor suhu DS1822 sebagai pendeteksi suhu. Tampilan informasi suhu akan ditampilkan oleh LCD (Liquid Crystal Display) 16x2. Sistem ini menerapkan kontroler PI (Proporsional Plus Integral)dalam mengontrol kondisi suhu tempat perkembangbiakan DOC, agar tetap stabil di suhu 32C dan 35C.Dari hasil pengujian sistem secara keseluruhan didapatkan nilai konstanta kontroler PI berupa Kpdan Ki sebesar 100 dan 0,8, dapat menjaga kestabilan pada suhu 35C, namun pada suhu 32C menghasilkan error sebesar 0,06C. Hal ini dikarenakan pada saat pengujian, suhu sistem hampir mendekati suhu ruangan yaitu sebesar 28,5C.Kata Kunci: Mikrokontroler ATMega8, Sensor Suhu DS1822, Kontroler PI bidi7? ga@???>C dan 35C. Mikrokontroler ATMega8 digunakan sebagai pengontrol sistem dan sensor suhu DS1822 sebagai pendeteksi suhu. Tampilan informasi suhu akan ditampilkan oleh LCD (Liquid Crystal Display) 16x2. Sistem ini menerapkan kontroler PI (Proporsional Plus Integral)dalam mengontrol kondisi suhu tempat perkembangbiakan DOC, agar tetap stabil di suhu 32C dan 35C.Dari hasil pengujian sistem secara keseluruhan didapatkan nilai konstanta kontroler PI berupa Kpdan Ki sebesar 100 dan 0,8, dapat menjaga kestabilan pada suhu 35C, namun pada suhu 32C menghasilkan error sebesar 0,06C. Hal ini dikarenakan pada saat pengujian, suhu sistem hampir mendekati suhu ruangan yaitu sebesar 28,5C.
Penentuan Kadar Kering Karet (K3) Dan Pengukuran Konstanta Dielektrik Lateks Menggunakan Arus Bolak Balik Berfrekuensi Tinggi Sulasri, .; Malino, Mariana Bara; Lapanporo, Boni Pahlanop
PRISMA FISIKA Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Department of Physics, Tanjungpura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk menentukan Kadar Kering Karet (K3) dan mengukur konstanta dielektrik lateks menggunakan arus bolak-balik berfrekuensi tinggi. K3 diperoleh menggunakan metode gravimetri dengan memvariasikan lama waktu pengeringan lateks yakni 6 jam, 8 jam, 10 jam dan 12 jam. Konstanta dielektrik lateks diukur menggunakan rangkaian RLC. Nilai K3 optimum diperoleh dari lama waktu pengeringan 8 jam yakni sebesar 28,235% dan konstanta dielektrik lateks sebesar 0,374 untuk lama waktu pengeringan 6 jam, 0,123 untuk lama waktu pengeringan 8 jam, 0,159 untuk lama waktu pengeringan 10 jam dan 0,335 untuk lama waktu pengeringan 12 jam. Konstanta dielektrik lateks menurun seiring pertambahan K3. Kata kunci: kadar kering karet (K3), konstanta dielektrik, rangkaian RLC, lateks
Rancang Bangun Sistem Data Logger Alat Ukur Suhu, Kelembaban dan Intensitas Cahaya yang Terintegrasi Berbasis Mikrokontroler ATMega328 Pada Rumah Kaca Faurizal, .; Lapanporo, Boni Pahlanop; Arman, Yudha
PRISMA FISIKA Vol 2, No 3 (2014)
Publisher : Department of Physics, Tanjungpura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan pembuatan alat ukur suhu, kelembaban dan intensitas cahaya pada rumah kaca berbasis mikrokontroler ATMega328. Perangkat ini menggunakan sensor suhu dan kelembaban SHT11, dan sensor intensitas cahaya BH1750FVI. Alat ukur ini terdiri dari beberapa bagian utama yaitu unit mikrokontroler ATMega328, SD Card, Bluetooth HC-06, LCD, RTC, sensor SHT11, dan sensor BH1750FVI. Metode yang digunakan merupakan metode eksperimen yang meliputi perancangan, pembuatan, dan pengujian perangkat. Setelah melakukan pengujian maka perangkat sistem sensor SHT11 dapat memantau suhu dan kelembaban, dan sensor BH1750FVI dapat memantau intensitas cahaya pada rumah kaca. Hasil pengujian alat ukur ini menunjukkan nilai selisih pembacaan (error) antara perangkat dengan alat ukur pembanding yaitu suhu sebesar 0,03%, kelembaban 0,23%, dan intensitas cahaya 0,35%.  Perangkat ini dilengkapi dengan sistem data logger yang dapat menyimpan data hasil pengukuran ke SD Card secara real time setiap 5 menit dengan format text document (*.txt). Data tersebut kemudian dikirim ke smartphone android melalui koneksi bluetooth pada jarak maksimal 26 meter.   Kata kunci : Data Logger, Mikrokontroler ATMega328, SHT11, BH1750FVI
Karakterisasi Iklim Kalimantan Barat Menggunakan Metode Eksponen Hurst dan Indeks Prediktabilitas Iklim Andriyani, Ririn; Sampurno, Joko; Sanubary, Iklas
PRISMA FISIKA Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Fisika, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pf.v6i1.23563

Abstract

Telah dilakukan penelitian dengan mengaplikasikan metode eksponen Hurst dan indeks prediktabilitas iklim untuk mengkarakterisasi iklim Kalimantan Barat. Karakterisasi ini diperlukan untuk mengetahui karakteristik iklim yang telah terjadi sebelumnya dan mengetahui besar potensi tiap unsur iklim untuk dapat diprediksi. Data penelitian yang digunakan adalah data runtun waktu dari unsur-unsur utama iklim, yaitu suhu udara, kecepatan angin, tekanan udara, kelembaban udara, dan curah hujan pada 5 wilayah Kabupaten di Kalimantan Barat. Metode eksponen Hurst dilakukan dengan analisis skala perbandingan nilai (R/S). Indeks prediktabilitas tiap unsur iklim diperoleh melalui hubungannya dengan dimensi fraktal. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai eksponen Hurst seluruh unsur iklim berada pada rentang 0,590 ≤ H ≤ 0,884,  sedangkan indeks prediktabilitas berada pada rentang 0,180 ≤ P ≤ 0,768. Nilai eksponen Hurst tersebut menunjukkan bahwa secara umum dinamika unsur iklim di lokasi yang dikaji berperilaku persistence. Berdasarkan indeks prediktabitas yang diperoleh dapat diketahui ada beberapa unsur iklim yang sulit untuk diprediksi. Beberapa unsur iklim tersebut adalah suhu udara di Kabupaten Sambas, kecepatan angin dan kelembaban udara di Kabupaten Ketapang, serta curah hujan di seluruh kabupaten yang dikaji.Kata Kunci : Iklim, Eksponen Hurst, Dimensi Fraktal, Indeks Prediktabilitas Iklim