cover
Contact Name
Hasanuddin
Contact Email
prismafisika@physics.untan.ac.id
Phone
+65895372682757
Journal Mail Official
prismafisika@physics.untan.ac.id
Editorial Address
Kantor Jurusan Fisika, Komplek Fakultas MIPA, Universitas Tanjungpura Jl. Proff. Dr. Hadari Nawawi
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
PRISMA FISIKA
ISSN : 23378204     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Jurnal ini berisi publikasi ilmiah hasil penelitian di bidang fisika baik yang bersifat teoritis maupun terapan.
Articles 388 Documents
Analisis Karakteristik Fisik Sedimen Pesisir Pantai Sebala Kabupaten Natuna Hendromi, .; Jumarang, Muhammad Ishak; Putra, Yoga Satria
PRISMA FISIKA Vol 3, No 1
Publisher : Jurusan Fisika, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pf.v3i1.9571

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang karakteristik fisik sedimen pesisir pantai Sebala yang dihubungkan dengan parameter oseanografi dan hutan mangrove di Pantai Sebala. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan ukuran butir sedimen pada pantai  bermangrove dengan sedimen pada pantai yang tidak bermangrove. Parameter oseanografi yang dikaji berupa arus laut dan gelombang laut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecepatan arus laut maksimum pada 0,81 m/s  dan kecepatan arus laut minimum pada 0,02 m/s. Tinggi gelombang laut maksimum pada 8,35 cm dan minimum pada         1,59 cm. Material sedimen daerah pantai Sebala terdiri dari beberapa ukuran yaitu: ukuran >1,70 mm (krikil); ukuran 0,09 mm s.d 1,70 mm (pasir); dan ukuran <0,09 mm (lempung). Sampel sedimen pada lintasan yang sejajar garis pantai memiliki ukuran butir yang lebih besar seiring dengan bertambahnya jarak dari kawasan hutan mangrove. Material sedimen sekitar hutan mangrove ukuran butir >1,70 mm memiliki persentase volume 4% s.d 10% dan ukuran <0,09 mm memiliki persentase 28% s.d 29%. Material sedimen yang jauh dari hutan mangrove ukuran >1,70 mm memiliki persentase volume          11% s.d 16% dan ukuran <0,09 mm memiliki persentase 25% s.d 27%.  Sampel sedimen pada lintasan tegak lurus garis pantai memiliki ukuran butir lebih kecil di sepanjang garis pantai dan memiliki ukuran butir semakin besar seiring bertambahnya kedalaman air laut. Material sedimen di daerah garis pantai dengan ukuran >1,70 mm memiliki persentase volume 6% s.d 10% dan ukuran <0,09 mm memiliki persentase volume 25% s.d 28%. Material sedimen yang jauh dari garis pantai dengan ukuran >1,70 mm memiliki persentase volume 4% s.d 6% dan ukuran <0,09 mm memiliki ukuran persentase volume 28% s.d 31%. Kata kunci : sedimen, ukuran butir, Pantai Sebala.
Penentuan Celah Energi (Energy Gap) Silikon Hasil Reaksi Metalotermis Aluminium Dan Silika Dari Abu Sekam Padi
PRISMA FISIKA Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Jurusan Fisika, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pf.v1i1.1423

Abstract

Telah dilakukan penelitian untuk menentukan celah energi dari silikon yang bersumber dari silika dalam abu sekam padi. Silika diisolasi dari abu sekam padi menggunakan metode pengasaman. Silikon disintesis melalui reaksi metalotermis antara silika dari abu sekam padi dan aluminium pada temperatur 650 oC selama 3 jam. Pengukuran celah energi terhadap silikon menggunakan I-V Meter dilakukan dengan variasi temperatur 28 oC, 45 oC, 55 oC, 68 oC, 76 oC, 80 oC, 90 oC dan 100 oC. Nilai celah energi yang diperoleh sebesar 1,79 eV untuk tegangan 0,5 Volt dan sebesar 1,62 eV untuk tegangan 2,2 Volt. Kata Kunci: sekam padi, silikon, metalotermis, celah energi, karakteristik I-V
Prediksi Curah Hujan bulanan di Kota Pontianak Berdasarkan Metode Quadratic-Hill Climbing Anggraini, Novia; ihwan, andi; Jumarang, Muh. Ishak
PRISMA FISIKA Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Jurusan Fisika, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pf.v2i1.4963

Abstract

Telah dilakukan pemodelan inversi untuk mengestimasi curah hujan bulanan di Kota Pontianak menggunakan metode Quadratic-Hill Climbing. Dari hasil simulasi model diperoleh bahwa fungsi matematika yang dianggap dapat mengikuti pola curah hujan bulanan adalah fungsi Deret Fourier orde 18 dengan tingkat koefisien korelasi 0,63 dan memiliki pola curah hujan ekuatorial. Berdasarkan hasil prediksi, pada tahun 2013 curah hujan minimum terjadi pada bulan Juli (127,57 mm) dan maksimum terdapat pada bulan Mei (262,98 mm) dan November (442,81 mm). Kata Kunci: Quadratic-Hill Climbing, Deret Fourier, Curah Hujan
Identifikasi Keretakan Beton Menggunakan Metode Geolistrik Resistivitas Timotius, .; Putra, Yoga Satria; Lapanporo, Boni Pahlanop
PRISMA FISIKA Vol 2, No 3 (2014)
Publisher : Jurusan Fisika, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pf.v2i3.7624

Abstract

Telah dilakukan penelitian mengenai model resistivitas keretakan beton. Resistivitas keretakan beton diukur menggunakan metode geolistrik resistivitas konfigurasi Schlumberger. Pengolahan data menggunakan software Res1D untuk menentukan retakan 1D pada beton dan Res2dinv untuk menentukan keretakan 2D. Pengambilan data dilakukan pada model fisik beton dengan panjang 60 cm, lebar 10 cm dan tinggi 20 cm serta jarak antar elektroda 2 cm. Dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa metode geolistrik resistivitas bisa diterapkan untuk mengidentifikasi keretakan beton pada objek dengan ketebalan yang relatif kecil.   Kata Kunci : Keretakan beton, Geolistrik Resistivitas, Schlumberger
Simulasi Aliran Fluida Melewati Penghalang Aerodinamis Menggunakan Metode Kisi Boltzmann Model BGK D2Q9 Yoga Satria Putra, Indah Pertiwi, Yudha Arman ,
PRISMA FISIKA Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Jurusan Fisika, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pf.v1i1.1418

Abstract

Telah dilakukan penelitian simulasi aliran fluida melewati penghalang Aerodinamis menggunakan metode Kisi Boltzmann model BGK D2Q9. Metode ini mensimulasikan aliran fluida dengan menganggap fluida sebagai sekumpulan partikel diskrit yang bergerak pada ruang diskrit serta interval waktu yang diskrit. Fluida diasumsikan tak mampu mampat. Dari simulasi diketahui bahwa profil kecepatan aliran fluida melewati penghalang silinder sesuai dengan hasil analitik. Karena pengaruh proses diskritisasi, geometri penghalang yang dibangun memiliki tingkat kekakuan yang lebih tinggi bila dibandingkan dengan hasil penelitian sebelumnya sehingga profil aliran fluida yang melewati penghalang aerodinamis secara kuantitatif belum sesuai dengan hasil yang diperoleh pada penelitian sebelumnya. Kata kunci :aliran fluida, kisi Boltzmann model BGK D2Q9, aerodinamis
Kajian Elevasi Muka Air Laut Di Perairan Indonesia Pada Kejadian Dipole Mode Andi Ihwan, Yenny Kristina Muh. Ishak Jumarang
PRISMA FISIKA Vol 1, No 3 (2013)
Publisher : Jurusan Fisika, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pf.v1i3.4253

Abstract

Telah dikaji tentang elevasi muka air laut di empat titik pengamatan di perairan Indonesia pada saat kejadian Dipole Mode. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh Dipole Mode terhadap elevasi muka air laut di Perairan Indonesia, yaitu Samudera Hindia, Selat Karimata, Laut Jawa, dan Laut Banda. Penentuan kejadian Dipole Mode menggunakan data Dipole Mode Indeks (DMI). Sedangkan data pasang surut diperoleh dengan menggunakan Tide Model Driver. Hasil yang diperoleh pada Kondisi Dipole Mode positif elevasi rata-rata muka air laut tertinggi terjadi di Laut Jawa yaitu meter dan terendah terjadi di Laut Banda yaitu meter. Pada kondisi Dipole Mode negatif elevasi rata-rata muka air laut tertinggi terjadi di Laut Banda yaitu meter dan terendah terjadi di Laut Jawa yaitu meter. Elevasi rata-rata muka air laut juga dipengaruhi oleh pergerakan angin monsun yang membawa massa air. Kejadian DM (+) dan DM (-) terhadap Elevasi muka air laut di empat titik pengamatan tidak besar pengaruhnya. Kata kunci :Dipole Mode, elevasi muka air laut, perairan Indonesia.
Analisis Morfologi Selulosa Kristalin Serbuk Kayu Belian (Eusideroxylon Zwageri) Jimmy, Jimmy; Malino, Mariana Bara; Sitorus, Berlian
PRISMA FISIKA Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Jurusan Fisika, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pf.v2i2.7317

Abstract

Telah dilakukan penelitian untuk menganalisis morfologi selulosa kristalin hasil sintesis dari serbuk gergajikayu belian (Eusideroxylon Zwageri). Selulosa kristalin diperoleh melalui proses ekstraksi, bleaching danhidrolisis. Proses hidrolisis disertai dengan sonifikasi dan sentrifugasi dengan memvariasikan kelajuansentrifugasi adalah untuk mempelajari pengaruh kelajuan sentrifugasi terhadap ukuran kristalin yangterbentuk. Berdasarkan analisis SEM, morfologi selulosa kristalin yang dihasilkan berupa fiber denganukuran partikel rerata adalah 14,27 μm untuk kelajuan sentrifugasi 3.500 rpm dan 13,71 μm untukkelajuan sentrifugasi 4.500 rpm.Kata kunci: Analisis morfologi, Kayu belian, Selulosa kristalin, Sentrifugasi, Sonikasi
Optimasi Tegangan Baterai Sel Basah Menggunakan Metode Levenberg-Marquardt Akbar, Irkham Aulia; Lapanporo, Boni Pahlanop
PRISMA FISIKA Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : Jurusan Fisika, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pf.v3i2.11763

Abstract

Telah dilakukan penelitian untuk mengetahui pengaruh konsentrasi zat elektrolit terhadap tegangan yang dihasilkan oleh baterai sel basah. Zat elektrolit yang digunakan dalam penelitian berupa asam kuat (H2SO4), basa kuat (KOH) dan garam (KCl) dengan elektroda berupa tembaga dan seng (Cu||Zn). Kadar zat elektrolit bervariasi dari 5% hingga 50% dengan lama rentang pengambilan data tegangan selama 10 menit. Tegangan yang terukur kemudian dimodelkan dengan metode Levenberg-Marquardt (tegangan vs kadar, waktu) dengan model berupa fungsi polieksponensial untuk kemudian ditentukan nilai optimumnya. Berdasarkan metode Levenberg-Marquardt nilai kadar optimum untuk senyawa H2SO4 adalah 29,134%; untuk KOH adalah 6,34% dan untuk senyawa KCL adalah 13,113%.   Kata kunci: Baterai sel basah, Konsentrasi elektrolit, Metode Levenberg-Marquardt, Optimasi, Polieksponential.
Segmentasi Citra Sel Darah Serviks Yulianti, Devi; Nurhasanah, Nurhasanah; Arman, Yudha
PRISMA FISIKA Vol 9, No 1 (2021)
Publisher : Jurusan Fisika, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pf.v9i1.44463

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperbaiki kualitas citra dan memisahkan antara citra dan latar belakang citra agar mudah diolah lebih lanjut. Data citra yang digunakan adalah citra serviks. Tahapan dalam pengolahan citra adalah pemotongan citra untuk mengubah ukuran citra agar ukurannya seragam, mengubah citra berwarna menjadi citra keabuan (grayscale), kemudian perhitungan histogram untuk mengetahui nilai ambang batas pada citra dan proses segmentasi citra bertujuan untuk memisahkan citra serviks dengan latar belakang citra. Hasil menunjukkan bahwa proses segmentasi citra berbeda untuk masing-masing citra. Segmentasi citra bersifat eksperimental dan bergantung dari karakteristik masing-masing citra.Kata Kunci: citra sel darah serviks, histogram, segmentasi
Identifikasi Struktur Lapisan Bawah Permukaan Menggunakan Metode Geolistrik Tahanan Jenis sebagai Informasi Awal Rancang Bangun Pondasi Bangunan Kanyawan, Oktavia Erviana; Zulfian, Zulfian
PRISMA FISIKA Vol 8, No 3 (2020)
Publisher : Jurusan Fisika, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pf.v8i3.43675

Abstract

Penelitian tentang identifikasi struktur lapisan bawah permukaan sebagai informasi awal rancang bangun pondasi bangunan di Sekolah Tinggi Agama Katolik Negeri telah dilakukan menggunakan metode geolistrik tahanan jenis konfigurasi Wenner-Schlumberger. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa penyusun lapisan bawah permukaan didominasi oleh lempung dan lanau yang berada hingga kedalaman 22.9 m di bawah permukaan tanah. Pembangunan kampus dapat dilakukan pada daerah ini dengan memperhatikan jenis pondasi yang digunakan. Lempung dan lanau dapat dijadikan sebagai dasar pembuatan pondasi dangkal untuk jenis bangunan yang tidak bertingkat. Sedangkan untuk bangunan bertingkat disarankan agar menggunakan pondasi dalam yang menjadikan pasir sebagai dasar pembuatan pondasi yaitu di kedalaman >22.9 m di bawah permukaan tanah.