cover
Contact Name
Hasanuddin
Contact Email
prismafisika@physics.untan.ac.id
Phone
+65895372682757
Journal Mail Official
prismafisika@physics.untan.ac.id
Editorial Address
Kantor Jurusan Fisika, Komplek Fakultas MIPA, Universitas Tanjungpura Jl. Proff. Dr. Hadari Nawawi
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
PRISMA FISIKA
ISSN : 23378204     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Jurnal ini berisi publikasi ilmiah hasil penelitian di bidang fisika baik yang bersifat teoritis maupun terapan.
Articles 409 Documents
Identifikasi Struktur Bawah Permukaan di Daerah Pariwisata Ai Sipatn Lotup Kabupaten Sanggau Menggunakan Metode Geolistrik Resistivitas Septiansyah, Muhammad Riyan; Muliadi, Muliadi; Zulfian, Zulfian
PRISMA FISIKA Vol. 8 No. 3 (2020)
Publisher : FMIPA, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pf.v8i3.43669

Abstract

Penelitian ini telah berhasil mengidentifikasi struktur bawah permukaan di daerah pariwisata Ai Sipatn Lotup Desa Sape Kecamatan Jangkang Kabupaten Sanggau dengan menggunakan metode geolistrik resistivitas konfigurasi Wenner-Schlumberger. Pengambilan data dilakukan pada empat lintasan dengan panjang lintasan 1, lintasan 2, dan lintasan 4 adalah 117 m sedangkan lintasan 3 sepanjang 141 m, dengan spasi elektroda terkecil sebesar 3 m. Hasil penampang resistivitas 2D dari empat lintasan menunjukkan nilai resistivitas pada lintasan 1 adalah 15,1 Ωm "“ 15379 Ωm, lintasan 2 adalah 15,25 Ωm "“ 4293 Ωm, lintasan 3 adalah 2,35 Ωm "“ 1748 Ωm, dan lintasan 4 adalah 1,15 Ωm "“ 5277 Ωm. Struktur bawah permukaan di daerah penelitian berdasarkan nilai resistivitas penampang 2D diidentifikasi tanah aluvial, pasir lempungan, batupasir, batu kuarsit, dan batu sabak.
Distribusi Konduktivitas Daerah Geowisata Sumber Air Panas Ai Sipatn Lotup Kabupaten Sanggau dengan Metode Elektromagnetik Pratomo, Rizky Dwi; Muliadi, Muliadi; Zulfian, Zulfian
PRISMA FISIKA Vol. 9 No. 1 (2021)
Publisher : FMIPA, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pf.v9i1.45473

Abstract

Telah dilakukan penelitian untuk mengetahui distribusi nilai konduktivitas di daerah geowisata sumber air panas Ai Sipatn Lotup Sanggau menggunakan metode elektromagnetik. Kedalaman pengukuran bervariasi dengan menggunakan dua konfigurasi yaitu VCP (vertical coplanar) yang menghasilkan data kedalaman tiga meter dan HCP (horizontal coplanar) yang menghasilkan data kedalaman enam meter dari permukaan tanah. Hasil penelitian ini menunjukan variasi nilai konduktivitas berkisar 0 mS/m hingga 58 mS/m pada kedalaman tiga meter dan variasi nilai konduktivitas berkisar 0 mS/m hingga 40 mS/m pada kedalaman enam meter. Jenis batuan yang diduga terdapat pada kedalaman tiga dan enam meter memiliki kemiripan yaitu batu sabak, batu kuarsit, alluvium serta batu pasir. Suhu tertinggi pada kawasan geowisata sumber air panas ini ialah 52 °C terletak pada kolam sumber air panas.
Hubungan Pola Garis Arus Angin (Streamline) denganDistribusi Hujan di Kalimantan Barat Fitriyawita, Mega; Jumarang, Muhammad Ishak; Apriansyah, Apriansyah; Sulistya, Widada; Saepudin, Miming
PRISMA FISIKA Vol. 8 No. 2 (2020)
Publisher : FMIPA, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pf.v8i2.42573

Abstract

Berdasarkan mekanisme pembentukan awan, hujan dibagi menjadi hujan konvektif, hujan orografi, dan hujan konvergensi/frontal. Awan dapat terbentuk apabila uap air mengalami kondensasi di atas permukaan bumi. Salah satu faktor yang sangat berpengaruh untuk peningkatan uap air di atmosfer adalah angin. Peta normal pola garis arus angin (streamline) dan peta normal hujan di Kalimantan Barat periode tahun1981-2010 digunakan sebagai data untuk mengetahui hubungan pola garis arus angin (streamline)dengan distribusi hujan di Kalimantan Barat menggunakan metode analisis deskriptif. Pengolahan peta streamline menggunakan software GrADS, sedangkan peta normal curah hujan diperoleh dari pengukuranyang dilakukan oleh Stasiun Klimatologi Mempawah. Secara umum puncak hujan di Kalimantan Barat terjadi pada Maret-April dan November-Desember, sedangkan lembah hujan terjadi pada Februari dan Juli-Agustus. Secara spesifik daerah hulu Kalimantan Barat memiliki curah hujan lebih tinggi daripada daerah hilir Kalimantan Barat. Pada Maret-April yang merupakan puncak hujan pertama di Kalimantan Barat, terbentuk daerah konvergensi dan pusaran siklonik di sekitar daerah hulu Kalimantan Barat (Kabupaten Kapuas Hulu dan sekitarnya). Pada puncak hujan kedua yaitu November-Desember, terdapat daerah konvergensidan daerah belokan angin di Kalimantan Barat.
Analisis Struktur Bawah Permukaan Tanah Daerah Rawan Kerusakan Jalan di Tanjakan Semboja Kabupaten Sanggau dengan Metode Geolistrik Resistivitas Apriany, Rina; Muliadi, Muliadi; Zulfian, Zulfian
PRISMA FISIKA Vol. 9 No. 1 (2021)
Publisher : FMIPA, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pf.v9i1.45244

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang struktur bawah permukaan tanah di Tanjakan Semboja Kabupaten Sanggau. Ruas jalan di tanjakan Semboja ini sering mengalami kerusakan. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode geolistrik resistivitas konfigurasi Wenner-Schlumberger. Lintasan yang digunakan sebanyak 4 buah lintasan yang masing-masing memiliki panjang 75 m. Berdasarkan penampang resistivitas, struktur bawah permukaan Lintasan 1 dengan nilai resistivitas 24,87 "“ 76,5 Ωm adalah tanah lanau pasiran basah dengan ketebalan 3,14 m dan tanah lanau pasiran kering dengan ketebalan 8,01 m. Lintasan 2 dengan nilai resistivitas 0,667 "“ 2211,83 Ωm diidentifikasi sebagai lapisan tanah lempung lanau basah lembek, lanau pasiran, lempung berbatu, pasir berkerikil dan batu pasir. Lapisan tanah lempung lanau basah lembek dengan ketebalan 9,9 m diduga sebagai penyebab jalan pada Lintasan 2 rentan terhadap kerusakan karena sifat lapisan tanahnya yang expansive. Lintasan 3 dengan nilai resistivitas 7,452 "“ 135,783 Ωm diidentifikasi sebagai lapisan tanah lempung lanau basah lembek bercampur pasir dengan ketebalan 4,2 "“ 8,3 m dan lapisan tanah lanau pasiran kering dengan ketebalan 2,5 "“ 3,8 m. Lapisan tanah lempung lanau basah lembek bercampur pasir diduga penyebab kerusakan pada Lintasan 3. Lintasan 4 dengan nilai resistivitas 19,15 "“ 158,72 Ωm diidentifikasi sebagai lapisan tanah lanau pasiran basah dengan ketebalan 6 − 9,9 m dan lapisan tanah lanau pasiran bercampur lempung berbatu dengan ketebalan 1,25 − 9,58 m. Lapisan tanah lanau pasiran basah diduga penyebab kerusakan pada Lintasan 4. Daerah yang sering mengalami kerusakan pada tanjakan Semboja memiliki struktur lapisan tanah lempung lanau basah lembek dan lapisan tanah lanau pasiran basah dengan nilai resistivitas 15 "“ 35,7 Ωm. Lapisan dengan sifat expansive ini memiliki ketebalan yang lebih besar dari lapisan yang tidak expansive. Kata Kunci: metode geolistrik, resistivitas, Wenner-Schlumberger, tanjakan Semboja
Perhitungan Panjang Garis Pantai Kota Singkawang Menggunakan Dimensi Fraktal Fransiska, Butet; Nurhasanah, Nurhasanah; Adriat, Riza
PRISMA FISIKA Vol. 8 No. 3 (2020)
Publisher : FMIPA, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pf.v8i3.43762

Abstract

Kota Singkawang merupakan salah satu kota di Kalimantan Barat yang berada di kawasan pesisir pantai. Kondisi kawasan pantai di Kota Singkawang yang tidak memiliki penyangga keamanan menyebabkan pantai menjadi rusak, sehingga dapat menyebabkan perubahan panjang garis pantai yang terjadi secara terus-menurus. Penelitian ini bertujuan untuk mendigitasi citra landsat yang telah dikoreksi, menghitung dimensi fraktal dan panjang garis pantai Kota Singkawang. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan data citra landsat Kota Singkawang pada tahun 2016. Data citra satelit hasil penginderaan jauh yang diperoleh diperbaiki melalui proses koreksi radiometrik dan geometrik. Citra yang sudah melalui proses perbaikan digunakan untuk mengidentifikasi garis pantai dan membedakan atau mengidentifikasi wilayah lautan dan daratan, sehingga proses digitasi dapat dilakukan. Hasil digitasi berupa garis yang dapat dihitung dimensi fraktalnya. Penggunaan metode box counting memperoleh nilai dimensi fraktal dari garis pantai Kota Singkawang yaitu 1,1762. Nilai dimensi fraktal dapat digunakan untuk menghitung panjang garis pantai Kota Singkawang pada tahun 2016 dan diperoleh hasil sebesar 26,609 km dengan nilai eror sebesar 0,99.
Simulasi Gerak Osilasi Model Pegas Bergandeng Menggunakan Metode Runge-Kutta Rahmatullah, Sigid; Arman, Yudha; Apriansyah, Apriansyah
PRISMA FISIKA Vol. 8 No. 3 (2020)
Publisher : FMIPA, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pf.v8i3.43681

Abstract

Persamaan gerak sistem pegas bergandeng Fay dan Graham (2003) telah diselesaikan secara numerik untuk kemudian dibandingkan dengan hasil perhitungan analitik. Nilai kesebandingan didasarkan pada Symmetric Mean Absolute Percentage Error (SMAPE). Metode numerik utama yang digunakan untuk menyelesaikan persamaan gerak model pegas bergandeng adalah Runge-Kutta Orde Empat dan Runge-Kutta 45 Fehlberg sedangkan metode Leapfrog dan Euler digunakan sebagai metode tambahan uji. Ukuran langkah h yang digunakan adalah 0,05 s. Berdasarkan hasil perhitungan dan nilai SMAPE yang diperoleh, Runge-Kutta 45 Fehlberg menjadi metode numerik dengan tingkat ketelitian yang paling baik diantara berbagai metode numerik yang digunakan pada konfigurasi sistem pegas hasil modifikasi model Fay dan Graham (2003) dengan variasi massa m, arah simpangan x, dan besar konstanta pegas k.Kata Kunci : Pegas, Runge Kutta 45 Fehlberg
Identifikasi Ketebalan Gambut Berdasarkan Parameter Fisis pada Metode Ground Penetrating Radar (GPR) di Tulung Selapan, Ogan Komering Ilir Evaliani, Yohana Kevisa; Nurhasanah, Nurhasanah; Nugroho, Djoko
PRISMA FISIKA Vol. 9 No. 1 (2021)
Publisher : FMIPA, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pf.v9i1.45676

Abstract

Penelitian lapisan gambut penting untuk pengolahan lahan gambut lebih lanjut. Pengukuran kedalaman dan ketebalan lapisan tanah gambut menjadi tujuan dalam penelitian ini. Metode ground penetrasi radar (GPR) dengan menggunakan alat Ultra GPR yang digunakan karena sifatnya yang praktis dan ekonomis serta akurat dalam mengukur kedalaman gambut. Ultra GPR multi frekuensi digunakan untuk mengukur kedalaman gambut. Parameter pengukuran meliputi amplitudo dan kecepatan rambat gelombang elektromagnetik. Data GPR berupa radargram yang diambil dari lahan gambut di Penyabungan, Kecamatan Tulung Selapan, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Provinsi Sumatera Selatan.Kecepatan rambat sungai yang diperoleh dari pengolahan data manual dan kedalaman lapisan yang diperoleh dari radargram. Perhitungan kecepatan rambat gelombang pada tanah gambut di lokasi tersebut diperoleh nilai 0,03781 m / ns. Kedalaman gambut pada total lintasan antara 4,27 meter sampai dengan 6,64 meter. Gambut paling tebal berada di bagian Tenggara lokasi lintasan SP15 dengan ketebalannya 5,86 - 6,64 meter. Bagian paling tipis berada pada lintasan SP07 dengan posisi di Barat. Sehingga terlihat bahwa kedalaman gambut tergolong sangat dalam dan ketebalan gambut dari yang tipis hingga tebal berada di bagian Barat menuju ke Tenggara.
Kajian Tingkat Kenyamanan Berdasarkan Suhu Udara, Kelembapan OLR (Outgoing Longwave Radiation) dan Angin Soraya, Syarifah Nadya; Jumarang, Muh Ishak; Muliadi, Muliadi
PRISMA FISIKA Vol. 8 No. 2 (2020)
Publisher : FMIPA, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pf.v8i2.42612

Abstract

Kajian ini dilakukan untuk mengetahui tingkat kenyamanan berdasarkan temperatur dan kelembapan di wilayah Paloh, Siantan dan Ketapang. Mengidentifikasi faktor"“faktor eksternal yang mempengaruhi tingkat kenyamanan seperti Outgoing Longwave Radiation (OLR) dan kecepatan angin dengan metode Heat Indeks yang menggunakan rumus multiple regresi antara suhu udara dan kelembapan serta menganalisis korelasi pengaruh OLR dan kecepatan angin terhadap tingkat kenyamanan. Hasil analisis kajian ini diketahui bahwa berdasarkan nilai Temperatur dan Kelembapan serta nilai Heat Index (HI) yang termasuk dalam kategori "Panas" terjadi hanya pada bulan Mei di Paloh, Siantan dan Ketapang. Korelasi antara nilai HI dan OLR di Paloh sebesar 0,59 di Siantan sebesar 0,49 dan di Ketapang sebesar -0,15. Sedangkan korelasi antara HI dan kecepatan angin di Paloh sebesar 0,01 di Siantan sebesar -0,67 dan di Ketapang sebesar -0,53. Hal ini menunjukkan bahwa di Paloh faktor yang paling berpengaruh terhadap nilai HI adalah OLR, sedangkan di Siantan dan Ketapang faktor yang paling mempengaruhi nilai HI adalah kecepatan angin. Kata Kunci : Heat Index, kecepatan angin, suhu udara, kelembapan OLR.
Analogi Mekanik Model Gangguan Jiwa Bipolar Sulastri, Heni; Asri, Asifa
PRISMA FISIKA Vol. 9 No. 1 (2021)
Publisher : FMIPA, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pf.v9i1.45235

Abstract

Telah dilakukan studi pada model gangguan jiwa bipolar. Penelitian ini bertujuan menginterpretasikan tentang redaman negatif dalam model gangguan jiwa bipolar berdasarkan tinjauan mekanika, serta menentukan jenis kestabilan dan keberadaan fenomena limit cycle dari model tersebut. Perubahan kondisi suasana hati yang ekstrim dari pasien gangguan jiwa bipolar dapat dimodelkan secara matematis dengan menggunakan model osilator harmonik yang teredam negatif. Terdapat dua keadaan penderita yaitu gangguan jiwa bipolar tanpa pengobatan dan dengan pengobatan. Selanjutnya, solusi persamaan gangguan jiwa bipolar yang dituliskan dalam bentuk sistem persamaan non-linear autonomus untuk mendapatkan nilai Eigen sehingga diperoleh hasil bahwa model gangguan bipolar tanpa pengobatan dan dengan pengobatan ditinjau dari sistem yang berosilasi yaitu (dimana dan merupakan parameter), menghasilkan nilai Eigen bagian riil positif dan menunjukkan bahwa titik tersebut merupakan titik tak stabil. Pada diagram fasa yang diselesaikan secara numerik menggunakan Ordinary Differential Equation 45 (ODE45) model gangguan jiwa bipolar dengan pengobatan memiliki sebuah limit cycle yang unik. Eksistensi limit cycle ini menyebabkan orbit pada bidang fase akan menuju ke suatu lingkaran tertentu. Limit cycle inilah diinterpretasikan sebagai keberhasilan proses pengobatan, karena keadaan emosional penderita berosilasi dalam batas yang ditentukan.
Penggunaan Metode Random Walk untuk Memodelkan Distribusi Suhu Dua Dimensi pada Inkubator Bayi Dede, Titus; Hasanuddin, Hasanuddin
PRISMA FISIKA Vol. 8 No. 3 (2020)
Publisher : FMIPA, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pf.v8i3.43820

Abstract

Telah dilakukan pemodelan distribusi suhu dalam keadaan tunak dua dimensi pada sebuah inkubator bayi menggunakan metode random walk. Penampang inkubator bayi yang digunakan sebagai domain perhitungan memiliki panjang 74 cm dan tinggi 85 cm. Bayi diasumsikan memiliki ukuran rata-rata bayi yang lahir dalam keadaan prematur, yang umumnya memiliki tinggi 30 cm dan lebar badan 10 cm. Suhu dinding inkubator disesuaikan dengan suhu ruangan umumnya, yaitu 27 OC. Perhitungan dilakukan untuk suhu bayi mulai dari 33 OC, 34 OC dan 35 OC. Untuk masing-masing suhu, sejumlah 10, 100, 1000 dan 2000 walker digunakan saat mengaplikasikan metode random walk. Tahap pertama dalam penelitian ini adalah proses validasi. Validasi metode dilakukan dengan membandingkan hasil perhitungan distribusi suhu pada plat dua dimensi secara analitik dengan setiap variasi metode random walk yang digunakan dalam penelitian ini. Hasil validasi menunjukkan kesesuaian distribusi suhu untuk kedua metode tersebut. Tahap berikutnya adalah perhitungan distribusi suhu untuk berbagai variasi keadaan sistem serta jumlah walker. Berdasarkan hasil perhitungan, jumlah walker yang digunakan secara signifikan mempengaruhi akurasi perhitungan dengan suhu yang tinggi ke suhu yang rendah, semakin bertambah suhu maka perubahan kontur akan bertambah.