cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal Curvanomic
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 868 Documents
PERAN SEKTOR PERTANIAN DALAM PENYERAPAN TENAGA KERJA DI KABUPATEN KUBU RAYA B1011141091, Bima Teja Kusuma
Jurnal Pembangunan dan Pemerataan Vol 8, No 2 (2019): Jurnal Mahasiswa Ekonomi Pembangunan
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnin Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKTujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peran sektor pertanian dalam menyerap tenaga kerja dan menciptakan kesempatan kerja 10 tahun kedepan. Sumber data yang diperoleh dalam penelitian adalah berasal dari data-data yang diperoleh dari BPS Kabupaten Kubu Raya. Teknik analisis data menggunakan angka pengganda tenaga kerja yang ditampilkan dengan menggunakan tabel. Analisis shift share digunakan mengetahui pertumbuhan kesempatan kerja dilihat dari beberapa komponen, dan proyeksi pureforecast untuk memproyeksikan kesempatan kerja 10 tahun kedepan. Peranan sektor pertanian dalam penyerapan tenaga kerja di Kabupaten Kubu Raya yang diamati dengan angka pengganda tenaga kerja menunjukkan selama tahun 2012-2016 mengalami naik turun. Pertumbuhan kesempatan kerja di sektor pertanian Kabupaten Kubu Raya selama tahun 2012-2016 memiliki pertumbuhan positif (tergolong maju). Berdasarkan hasil proyeksi pure forecast, diperoleh hasil proyeksi kesempatan kerja sektor pertanian yang akan meningkat di Kabupaten Kubu Raya pada 10 tahun kedepan. Kata Kunci: Penyerapan, Tenaga Kerja, Sektor Pertanian, Kubu Raya    RINGKASAN 1.      Latar Belakang            Jumlah tenaga kerja di sektor pertanian Kabupaten Kubu Raya yang besar menunjukkan bahwa sektor pertanian merupakan sektor yang penting di Kabupaten Kubu Raya. Sektor pertanian sebagai pemegang peranan penting dalam perekonomian wilayah diharapkan menjadi sektor yang mampu menyerap tenaga kerja yang banyak. Oleh karena itu, informasi mengenai peranan sektor pertanian dalam menyerap tenaga kerja di Kabupaten Kubu Raya diperlukan dalam perencanaan perluasan kesempatan kerja.2.      Permasalahan     Permasalah dalam penyerapan tenaga kerja ini adalah seberapa besar peran sektor pertanian dalam menyerap tenaga kerja di Kabupaten Kubu Raya apakah mengalami peningkatan serta mampukah menciptakan kesempatan kerja dimasa mendatang dalam upaya meningkatkan perekonomian di Kabupaten Kubu Raya.Tujuan PenelitianMengetahui besarnya peranan sektor pertanian terhadap penyerapan tenaga Kerja wilayah di Kabupaten Kubu Raya.Mengetahui pertumbuhan kesempatan kerja di sektor pertanian di Kabupaten Kubu Raya dilihat dari komponen pertumbuhannya.Melakukan proyeksi jumlah kesempatan kerja di sektor pertanian pada tahun (2026) di Kabupaten Kubu Raya. 3.      Metode PenelitianLokasi PenelitianPenelitian ini dilakukan di Kabupaten Kubu Raya.Sumber DataData Sekunder :Jenis data yang digunakan dalam  penelitian ini adalah data sekunder dengan rentang waktu 5 tahun, yaitu tahun 2012 – 2016 yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Kubu Raya, Dinas Pertanian Kabupaten Kubu Raya dan Statistik Data Lahan. Data tersebut berupa data tenaga kerja Kabupaten Kubu Raya, data PDRB Kabupaten Kubu Raya, dan luas lahan Kabupaten Kubu Raya.Alat Analisis :Alat analisis yang digunakan adalah angka pengganda tenaga kerja, analisis shift share, dan proyeksi pureforecast yang ditampilkan dengan menggunakan tabel untuk mengetahui peran sektor pertanian dalam nyerap teanag kerja, tata pertumbuhan kesempatan kerja sektor pertanian dari beberapa komponen serta proyeksi kesempatan kerja sektor pertanian 10 tahun kedepan. 4.      Hasil dan pembahasan      Angka pengganda tenaga kerja yang dihasilkan untuk mengetahui seberapa besar peran sektor pertanian dalam meyerap tenaga kerja di Kabupaten Kubu Raya Berfluktuatif, sedangkan pertumbuhan kesempatan kerja sektor pertanian dari beberapa komponen termasuk cepat, dan proyeksi pureforecast menunjukan hasil proyeksi 10 tahun kedepan yang meningkat dalam menyerap tenaga kerja sektor pertanian. 5.      Kesimpulan dan SaranKesimpulanPeranan sektor pertanian dalam penyerapan tenaga kerja di Kabupaten Kubu Raya yang diamati dengan angka pengganda tenaga kerja menunjukkan selama tahun 2012-2016 mengalami naik turun, dan pada tahun 2014 mengalami peningkatan yang paling tinggi dalam menyerap tenaga kerja. Rata-rata angka pengganda yang dihasilkan sebesar 1,9 yang artinya bila terjadi peningkatan kesempatan kerja di sektor pertanian sebesar 1 orang dapat meningkatkan kesempatan kerja keseluruhan sebanyak sebesar hampir 2 orang.Pertumbuhan kesempatan kerja di sektor pertanian Kabupaten Kubu Raya selama tahun 2012-2016 memiliki pertumbuhan positif dengan nilai sebesar 11.801,521 . Pertumbuhan yang positif ini menjadikan sektor ini termasuk kelompok maju. Berdasarkan hasil proyeksi pure forecast, diperoleh hasil proyeksi kesempatan kerja sektor pertanian di Kabupaten Kubu Raya pada tahun 2026 sebesar 828.162 orang atau diperkirakan selama tahun 2017-2026 terjadi peningkatan kesempatan kerja di sektor pertanian sejumlah 706.663 orang dengan rata-rata selama sepuluh tahun menunjukkan peningkatan kesempatan kerja yang terjadi adalah 70.666 orang tiap tahunnya. SaranPerlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai faktor-faktor yang menyebabkan ketidakstabilan peranan sektor pertanian dalam penyerapan tenaga kerja di Kabupaten Kubu Raya. Informasi dalam penelitian ini diharapkan dapat membantu pemerintah daerah dalam menyusun kebijakan yang tepat dalam usaha memperluas kesempatan kerja. Hasil proyeksi pure forecast, selama tahun 2017-2026 sektor pertanian Kabupaten Kubu Raya diperkirakan mengalami peningkatan kesempatan kerja, sehingga diharapkan pemerintah daerah dapat mengambil suatu  kebijakan yang dapat merealisasikan hal ini agar benar-benar terwujud. Dengan demikian, dimasa yang akan datang sektor pertanian dapat tetap menjadi andalan dalam menyerap tenaga kerja. DAFTAR PUSTAKA Alexandi dan Marshafeni (2013). Penyerapan Tenaga Kerja pada Sektor Pertanian dan Sektor Jasa Pasca Kebijakan Upah Minimum di Provinsi Banten. Jurnal Manajemen & Agribisnis, Vol. 10 No. 2, Juli 2013. Badan Pusat Statistik. (2016). Kubu Raya Dalam Angka. 2013-2016. Kubu Raya. Badan Pusat Statistik. (2016). PDRB 2012-2016. Kubu Raya. Budiharsono, S. (2005). Teknik Analisis Pembangunan Wilayah Pesisir dan Lautan.           Pradnya Paramita. Jakarta. Daniel, M. (2002). Pengantar Ekonomi Pertanian. Bumi Aksara. Jakarta Darwanto, H. (2006). Prinsip Dasar Pembangunan Ekonomi Daerah.        http://www.bappenas.go.id. Dewi, Prihanto dan Edy (2016). Analisis Penyerapan Tenaga Kerja pada Sektor     Pertanian di Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Jurnal e-Jurnal Ekonomi         Sumberdaya dan Lingkungan Vol. 5. No.1,  Januari – April 2016. Kurniawan, A. (2008). Peranan Sektor Pertanian dalam Penyerapan Tenaga Kerja di          Kabupaten Temanggung. Skripsi. Fakultas Pertanian Universitas Sebelas         Maret, Surakarta. Rompas, Engka dan Tolosang. (2015), Potensi Sektor Pertanian dan Pengaruhnya  Terhadap Penyerapan Tenaga Kerja di Kabupaten Minahasa Selatan. Jurnal           Berkala Ilmiah Efisiensi Volume 15  No. 04  Tahun 2015. Soekarni, M dan Mahmud T. (2000). Studi Kelayakan Ekonomi Pembentukan       Propinsi Baru : Kasus Banten. Jurnal Ekonomi dan Pembangunan (JEP)     Volume VIII Tahun 2000. Sugihardjo dan Retno, S. (2005). Materi Penunjang Perkuliahan Kependudukan.   Jurusan Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian FP UNS. Surakarta. Suparmoko, M. (2002). Ekonomi Publik untuk Keuangan dan Pembangunan Daerah.        Andi Offset. Yogyakarta. Suwardi (2016). Analisis Kesempatan Kerja Sektor Pertanian di Provinsi Sulawesi Tengah. Jurnal e Jurnal Katalogis, Volume 4 Nomor 6, Juni 2016 hlm 22-32l. Todaro, M. P. (2000). Pembangunan Ekonomi di Dunia Ketiga. Erlangga. Jakarta Wahyuningsih (2015). Sektor Pertanian dan Perannya dalam Penyerapan                Tenaga Kerja di Kabupaten Buru. Jurnal Media Trend Vol. 10 No.2 Oktober     2015, hal. 156-171.
ANALISIS PENGARUH INVESTASI,PENDAPATAN ASLI DAERAH,DAN JUMLAH PENDUDUK DALAM MENSTIMULASI PERTUMBUHAN EKONOMI DI KALIMANTAN BARAT B01109028, ARDISKA ABZENI
Jurnal Pembangunan dan Pemerataan Vol 5, No 2 (2016): Jurnal Mahasiswa Ilmu Ekonomi
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnin Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

. This study was conducted to analyze investment, revenue and the number of people effect that stimulating economic growth in West Kalimantan Year 2000-2011. The purpose of this study to determine investment, revenue and population affect the economic growth in West Kalimantan. An author in this research uses secondary data, time series data and start from 2000-2011 were obtained from the BPS West Kalimantan Province. Then the data is analyzed using quantitative analysis. Quantitative analysis includes multiple regression, the coefficient of determination test, F-test, t-test, multicollinearity, autocorrelation, heteroscedasticity test Based on the results obtained ² test and F-test test has a strong influence on economic growth. Partial or tcount test, investment and population has a positive and significant effect on economic growth, while the PAD has a positive influence and not significant. In multicollinearity test, the variable investment and revenue does not happen multicollinearity occurs while the population of multicollinearity. In the autocorrelation test, the model used an element of positive autocorrelation or have distract element. In heterocedastisity test is known that there is no problem because the heterocedastisity critical value (X2) is greater than chi square value.
ANALISIS PERTUMBUHAN SEKTOR PERTANIAN DI KOTA PONTIANAK B01112104, SILVANUS SUGETNO
Jurnal Pembangunan dan Pemerataan Vol 6, No 4 (2017): Jurnal Mahasiswa Ekonomi Pembangunan
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnin Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK PDRB Kota Pontianak termasuk lima daerah dengan total PDRB terbesar di Kalimantan Barat, namun sumbangsih PDRB sektor pertanian, kehutanan dan perikanan Kota Pontianak tidak menjadi penyumbang terbesar bagi total PDRB Kota Pontianak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pendorong pertumbuhan PDRB sektor pertanian, kehutanan dan perikanan. Penelitian ini menggunakan data sekunder dengan analisis deskriptif menggunakan teknik pengumpulan data dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa PDRB sektor mengalami peningkatan dari tahun 2012-2016 di sebabkan peningkatan jumlah produksi beberapa komoditi PDRB sektor pertanian.Kata Kunci: Produk Domestik Regional Bruto sektor Pertanian, Perikanan dan Kehutanan
ANALISIS KINERJA KEUANGAN DAERAH TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI (STUDI PADA 12 KABUPATEN/KOTA DI KALIMANTAN BARAT TAHUN 2007-2010) B01108029, Eddy Hermansyah
Jurnal Pembangunan dan Pemerataan Vol 2, No 1 (2013): Jurnal Mahasiswa Ilmu Ekonomi
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnin Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research is entitled: Financial Performance Analysis Of Economic Growth (Studies in 12 districts / cities in West Kalimantan in 2007-2010). The purpose of this research is to determine the financial performance districts / cities in West Kalimantan to see the Independence of Financial Ratios Region1 (IFRR1), Independence of Financial Ratio Region 2 (IFRR2), PAD Effectiveness Ratio (REPAD) and Spending Efficiency Ratio (SER) and see the effect of financial performance on Economic Growth (EG) in the implementation of regional autonomy and fiscal decentralization the edge of districts / cities in West Kalimantan. The data were analyzed financial data (budget) 12 districts / cities in West Kalimantan fiscal year during 2007-2010. The tool uses descriptive quantitative data analysis and pool regression with fixed effect model approach. The results showed that the ratio region1 financial independence and financial self-sufficiency ratio region2 likely to increase, the ratio of the effectiveness of PAD in 2010 tended to decrease and efficiency ratios tend to be inefficient expenditures. The results of the regression calculation shows that the ratio of variable regions financial independence significant negative effect on economic growth, the ratio of variable effectiveness of PAD and ratio of variabel regions financial independence have a positive and significant impact on economic growth, while variable expenditure efficiency ratio was not significant influential the economic growth of the district / cities in West Kalimantan years during 2007-2010. Keywords: financial performance, economic growth, regional autonomy.
PENGARUH TINGKAT SUKU BUNGA DAN JUMLAH UANG KUASI TERHADAP INFLASI DI KALIMANTAN BARAT B21108010, Ainul Yaqin
Jurnal Pembangunan dan Pemerataan Vol 4, No 4 (2015): Jurnal Mahasiswa Ilmu Ekonomi
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnin Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Laju inflasi di Kalimantan Barat setiap tahun mengalami fluktuatif, inflasi tertinggi sebesar 12,17% terjadi pada triwulan II tahun 2008 dan terendah sebesar 1,41% terjadi pada triwulan IV tahun 2014. Suku bunga (BI Rate) di masyarakat Kalimantan Barat setiap tahun mengalami fluktuatif, suku bunga tertinggi sebesar 9,50 dan terendah sebesar 6,0 dan jumlah uang kuasi di Kalimantan Barat setiap tahun mengalami peningkatan, jumlah uang kuasi tertinggi sebesar 2.470 milyar terjadi pada triwulan IV tahun 2013 dan paling rendah sebesar 58 milyar terjadi pada triwulan I tahun 2009. Metode penulisan dalam skripsi ini adalah metode survey dan alat analisanya adalah dengan metode kuantitatif. Penelitian menyimpulkan sebagai berikut: 1) Tidak terdapat pengaruh suku bunga BI Rate terhadap inflasi IHK di Kalimantan Barat, 2) Terdapat pengaruh jumlah uang kuasi terhadap inflasi IHK di Kalimantan Barat dan 3) Terdapat pengaruh suku bunga BI Rate dan jumlah uang kuasi terhadap inflasi IHK di Kalimantan Barat. Artinya terbukti semua variabel independen berpengaruh secara simultan.   Kata Kunci: Suku Bunga, Jumlah Uang Kuasi, Inflasi
Analisis Determinan Non Performing Loan (NPL) pada Bank Pembangunan Daerah (BPD) di Indonesia B1011151082, Yuga Casandri
Jurnal Pembangunan dan Pemerataan Vol 8, No 3 (2019): Jurnal Mahasiswa Ekonomi Pembangunan
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnin Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKAnalisis Determinan Non Performing Loan (NPL) pada Bank Pembangunan Daerah (BPD di Indonesia Yuga Casandri            Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi Non Performing Loan (NPL) pada Bank Pembangunan Daerah (BPD) di Indonesia. Variabel yang diteliti dan diprediksi memiliki pengaruh terhadap NPL pada BPD ialah Pertumbuhan Ekonomi Daerah, Inflasi Daerah, TPT, Loan to Deposit Ratio (LDR), Return on Asset (ROA), dan Biaya Operasional & Pendapatan Operasional (BOPO). Penelitian ini menggunakan analisis regresi data panel. Setelah dilakukan Uji Hausman, ditemukan bahwa model random effect atau metode generated least squared merupakan model terbaik untuk mengestimasi persamaan pada penelitian ini.            Hasil Penelitian menunjukan bahwa secara simultan variabel indepen  memiliki pengaruh yang signifikan terhadap NPL. Secara parsial variabel LDR, ROA, dan BOPO masing-masing memiliki pengaruh signifikan terhadap NPL. LDR dan BOPO berpengaruh positif terhadap NPL, sedangkan ROA berpengaruh negatif terhadap NPL.  Sedangkan variabel Pertumbuhan Ekonomi Daerah, Inflasi Daerah serta TPT tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap NPL. Pertumbuhan Ekonomi Daerah berpengaruh negatif terhadap NPL, sedangkan Inflasi dan TPT berpengaruh positif terhadap NPL.Kata Kunci : NPL, Pertumbukan Ekonomi Daerah, Inflasi, TPT, LDR, ROA, BOPO ABSTRACTDeterminants of Non-Performing Loans : Evidence from Regional Development Bank in Indonesia Yuga Casandri             This research aims to determine of Non Performing Loans (NPL) of Regional Development Bank in Indonesia. The variabled that predicted to have determined NPL of Regional Development Bank including Regional Economic Growth, Regional Inflation, Unemployement Rate, Loan to Deposit Ratio (LDR), Return on Assets (ROA), and Operational Costs & Operational Income. This research uses panel data regression analysis. After Hausman Test, it was found that the random effect model or the generated least squared method was the best model for the equation to this research.            The estimation results shows that simultaneously independent variables have significant effect to NPL. Partially, LDR, ROA, and BOPO have significant effect to NPL. LDR and BOPO have positive effect, while ROA have negative effect on NPL. Then Regional Economic Growth, Regional Inflation, and Unemployment Rate have no significant effect to NPL. Regional Economic Growth have negative effect to NPL. while Regional Inflation and Unemployment Rate have positive effect to NPL.Keywords : NPL, Regional Economic Growth, Inflation, Unemployment Rate, LDR, ROA, BOPORINGKASANAnalisis Determinan Non Performing Loan (NPL) pada Bank Pembangunan Daerah (BPD) di Indonesia 1. Latar Belakang            Kredit Macet atau dapat direfleksikan oleh rasio Non Performing Loan (NPL) merupakan salah satu resiko yang sering dihadapi oleh perbankan, salah satunya ialah Bank Pembangunan Daerah (BPD). Terjadinya kredit macet tentu akan sangat merugikan pihak perbankan karena yang kita ketahui bahwa kredit merupakan pendapatan utama bagi bank. Saat terjadi kredit macet maka bank akan kehilangan pendapatan yang seharusnya didapatkan. oleh karena itu perlu untuk diketahui faktor-faktor apa saja yang dapat mempengaruhi kredit macet atau NPL sehingga dapat mengontrol kredit macet itu sendiri.2. PermasalahanBagaimana pengaruh Pertumbuhan PDRB terhadap NPL Bank Pembangunan Daerah?Bagaimana pengaruh Inflasi terhadap NPL Bank Pembangunan Daerah?Bagaimana pengaruh Tingkat Pengangguran terhadap NPL Bank Pembangunan Daerah?Bagaimana pengaruh LDR terhadap NPL Bank Pembangunan Daerah?Bagaimana pengaruh ROA terhadap NPL Bank Pembangunan Daerah?Bagaimana pengaruh BOPO terhadap NPL Bank Pembangunan Daerah?Bagaimana pengaruh PDRB, Inflasi, TPT, ROA, LDR, dan BOPO secara bersama-sama terhadap NPL Bank Pembangunan Daerah?3. Tujuan PenelitianUntuk mengetahui pengaruh Pertumbuhan PDRB terhadap NPL Bank Pembangunan DaerahUntuk mengetahui pengaruh Inflasi terhadap NPL Bank Pembangunan Daerah.Untuk mengetahui pengaruh Tingkat Pengangguran terhadap NPL Bank Pembangunan Daerah.Untuk mengetahui pengaruh LDR terhadap NPL Bank Pembangunan Daerah.Untuk mengetahui pengaruh ROA terhadap NPL Bank Pembangunan Daerah.Untuk mengetahui pengaruh BOPO terhadap NPL Bank Pembangunan Daerah.Untuk mengetahui pengaruh PDRB, Inflasi, TPT, ROA, LDR, dan BOPO secara bersama-sama terhadap NPL Bank Pembangunan Daerah4. Metode Penelitian            Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Variabel independen yang digunakan pada penelitian ini ialah Pertumbuhan Ekonomi Daerah, Inflasi Daerah, TPT, LDR, ROA, dan BOPO. Data penelitian bersumber dari data sekunder hasil publikasi pada website resmi OJK serta BPS yang dikumpulkan dan diolah menjadi data panel dengan jumlah sampel BPD sebanyak 26 dan rentang waktu dari tahun 2007 sampai 2017 sehingga menghasilkan jumlah observasi sebanyak 286. Metode analisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan analisis regresi data panel.5. Hasil dan Pembahasan            Secara parsial LDR, ROA, dan BOPO masing-masing memiliki pengaruh signifikan terhadap NPL. LDR dan BOPO berpengaruh positif terhadap NPL, sedangkan ROA berpengaruh negatif terhadap NPL.  Lalu untuk Pertumbuhan Ekonomi Daerah, Inflasi, dan TPT tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap NPL. Pertumbuhan Ekonomi Daerah berpengaruh negatif terhadap NPL, sedangkan Inflasi dan TPT berpengaruh positif terhadap NPL. secara simultan semua variabel independen memiliki pengaruh signifikan terhadap NPL. Nilai R-squared sebesar 0,1794 menunjukan semua variabel independen dapat menjelaskan variasi NPL sebesar 17,94%, sedangkan sisasanya dipengaruhi variabel lain diluar penelitian ini.6. Kesimpulan dan Saran1. Kesimpulan            LDR, ROA serta BOPO secara parsial memiliki pengaruh yang signifikan terhadap NPL. Sedangkan Pertumbuhan Ekonomi Daerah, Inflasi Daerah dan TPT tidak berpengaruh signfiikan terhadap NPL, Pertumbuhan Ekonomi Daerah dan ROA memiliki pengaruh negatif terhadap NPL, sedangkan Inflasi, TPT, LDR dan BOPO memiliki pengaruh positif terhadap NPL.2. Saran            Bagi pihak perbankan terutama BPD agar lebih memperhatikan faktor internal atau manajemen perbankan guna menekan rasio NPL agar tetap stabil dan dibawah batas ketentuan. BPD juga harus meningkatkan dan mengembangkan kualitas SDM guna memelihara penyaluran kredit yang baik. Untuk penelitian selanjutnya agar menambah variabel internal maupun eksternal dalam penelitian DAFTAR PUSTAKAAhmad, F. & Taqadus B. (2013) Explanatory Power of Macroeconomics Variables as Determinants of Non-Performing Loans : Evidence from Pakistan. World Applied Sciences Journal 22 (2).Ajija, Shochrul R.,dkk. (2011). Cara Cerdas Menguasai EVIEWS. Jakarta : Salemba Empat.Akbar, D. A. (2016). Inflasi, Gross Domestic Product (GDP), Capital Adequacy Ratio (CAR), dan Finance to Deposit Ratio (FDR) terhadap Non Performing Financing (NPF) pada Bank Umum Syariah di Indonesia. I-Economic Vol. 2 N. 2 Desember 2016Alexandri , M.B & Teguh I.M. (2015). Non Performing Loan: Impact of Internal and External Factor (Evidence in Indonesia). International Journal of Humanities and Social Science Invention, Volume 4 , PP.87-91.Badan Pusat Statistik (2008). Laju Pertumbuhan PDB/PDRB. Jakarta : Badan Pusat StatistikBank Indonesia. Direktori Perbankan Indonesia, Bank Pembangunan Daerah. Diakses dari https://www.bi.go.id/id/publikasi/dpi/bpd/Default.aspxBoediono (1985). Ekonomi Makro. Seri Sinopsis Pengantar Ilmu Ekonomi No. 2 Edisi 4. Yogyakarta : BPFEYOGYAKARTA.Bonham, M. S. (2006). Bussiness Cycle in Canada. Diakses dari https://www.thecanadianencyclopedia.ca/en/article/business-cyclesDirektori Perbankan Indonesia oleh Bank Indonesia. Diakses dari https://www.bi.go.id/id/publikasi/dpi/bpd/default.aspxDiyanti, A. (2012). Analisis Pengaruh Faktor Internal dan Eksternal Terhadap Terjadinya Non Performing Loan (Studi Kasus Pada Bank Umum Komersial Yang Menyediakan Layanan Kredit Pemilikan Rumah Periode 2008-2011). Diponegoro Journal of Management Vol.1 Nomor 2 tahun 2012 hal.290-299.Firmansari, D & Noven S. (2015). Pengaruh Variabel Makro Ekonomi dan Variabel Spesifik Bank terhadap Non Performing Financing pada Bank Umum Syariah dan Unit Usaha Syariah di Indonesia Periode 2003 – 2014. JESTT Vol. 2 no. 6 Juni.Hasan, A., Anuar, K., Ismail, G. (2010) Studi pengaruh makro ekonomi, capital, dan liquidity terhadap financial performance pada bank pembangunan daerah di Indonesia sebelum dan sesudah otonomi daerah. Universitas Riau, University Kebangsaan Malaysia Hidayat, A. (2012). Pengertian dan Penjelasan Penelitian Kuantitatif – Lengkap. Diakses dari https://www.statistikian.com/2012/10/penelitian-kuantitatif.html/ampKasmir, (2014). Dasar Dasar Perbankan, Edisi Revisi. Jakarta : PT. Raja Grafindo Pesada.Kasmir. (2008). Manajemen Perbankan edisi revisi 2008. Jakarta : Rajawali PersKinanti, S. A. (2017). Pengaruh BOPO, LDR, dan ROA terhadap NPL pada Bank Persero yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2006 – 2012. Jurnal Ilmu Manajemen Bolume 5 No. 1Klein, N. (2013). Non-Performing Loans in CESEE: Determinants and Impact on Macroeconomic Performance. IMF Working Paper.Kuncoro, M dan Suhardjono, (2002). Manajemen Perbankan Teori dan Aplikasi Edisi Pertama. Yogyakarta : BPFE.Kuncoro, M. (2011). Metode Kuantitatif: Teori dan Aplikasi Untuk Bisnis dan Ekonomi Edisi Keempat. Yogyakarta : UPP STIM YKPN.Linda, M. R, et al (2015) Pengaruh Inflasi, Kurs, dan Tingkat Suku Bunga terhadap Non Performing Loan pada PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk Cabang Padang. ECONOMICA A Journal of Economic and Economic Education Vol. 3 No. 2Messai, A. S & Fathi J. (2013) Micro and Macro Determinants of Non Performing Loans. International Journal of Economics and Financial Issues Vol. 3 no. 4.Moinescu, B. (2008). Banking Stability and Unemployment. An Empirical analysis on Romania. IMF – National Bank of Romania Regional Seminar on Financial Stability Issues. Romania, September 18-19. 2008Nanga, M. (2005). Makroekonomi: Teori, Masalah, dan Kebijakan. Jakarta : PT. Raja Grafindo Pesada.Nkusu, M.  (2011). Nonperforming loans and macrofinancial vulnerabilities in advanced economies. IMF Working Papers, 1-27.Otoritas Jasa Keuangan (2011). Statistik Perbankan Indonesia Desember 2010. Jakarta : Otoritas Jasa Keuangan.Otoritas Jasa Keuangan (2013). Statistik Perbankan Indonesia Desember 2012. Jakarta : Otoritas Jasa Keuangan.Otoritas Jasa Keuangan (2017). Laporan Keuangan Perbankan – Bank Umum - BPD. Jakarta : Otoritas Jasa Keuangan.Otoritas Jasa Keuangan (2018). Statistik Perbankan Indonesia Desember 2017,. Jakarta : Otoritas Jasa Keuangan.Rahmah, G. (2018). Kenapa Kredit Macet BPD Masih Tinggi? . diakses dari https://bisnis.tempo.co/read/1053792/kenapa-kredit-macet-bpd-masih-tinggiRosita, M & Musdholifah. (2016). Pengaruh Makro Ekonomi, Adequacy Ratio, Loan to Deposit Ratio, dan Pertumbuhan Kredit terhadap Non Performing Loan pada Bank Asing di Indonesia. Bisma – Bisnis dan Manajemen – Volume 8 No. 2 Desember 2016Shingjergji, A. (2013). The Impact of Macroeconomic Variables on the Non Performing Loans in the Albanian Banking System During 2005 – 2012. Academic Journal of Interdisciplinary Studies, Vol. 2, No. 9Siamat, D. (2005). Manajemen Lembaga Keuangan : Kebijakan Moneter & Perbankan Edisi Kelima. Jakarta : Lembaga Penerbit FEUISoebagio, H. (2005). Analisis Faktor Faktor yang Mempengaruhi Terjadinya Non Performing Loan (NPL) pada Bank Umum Konvensional (Tesis Dipublikasikan) Universitas Diponegoro, Indonesia.Sukirno, S. (2014). Ekonomi Pembangunan : Proses, Masalah, dan Dasar Kebijakan. Jakarta : KencanaSumarsono, S. (2009). Teori dan Kebijakan Publik Ekonomi Sumber Daya Manusia. Yogyakarta : Graha Ilmu.UU No. 10 Tahun 1998 Tentang Perbankan. Diakses dari https://jdih.kemenkeu.go.id/fulltext/1998/10tahun~1998uu.htW. Mawardi (2017). Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kinerja Keuangan Bank Umum di Indonesia (Studi Kasus Pada Bank Umum Dengan Total Assets Kurang Dari 1 Triliun. Jurnal Bisnis Strategi, vo. 14. no. 1Wibisono, Y. (2005). Metode Statistika , Yogyakarta : BPFE. UGM.Widarjono, A. (2006). Ekonometrika Untuk Analisis Ekonomi & Keuangan. Jakarta : UIWidodo. (2018). Metodologi Penelitian : Populer & Praktis. Depok : PT Raja Grafindo Persada.Yudistira, G. (2018). NPL bank daerah masih di atas industri, ini penyebabnya menurut OJK. diakses dari https://keuangan.kontan.co.id/news/npl-bank-daerah-masih-di-atas-industri-ini-penyebabnya-menurut-ojk
ANALISIS PENGARUH PENDAPATAN ASLI DAERAH DAN DANA ALOKASI UMUM TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI KABUPATEN/KOTA DI KALIMANTAN BARAT SIDABUTAR B01108109, CHRISTINE LAURA
Jurnal Pembangunan dan Pemerataan Vol 3, No 3 (2014): Jurnal Mahasiswa Ilmu Ekonomi
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnin Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The thesis entitled “Analysis of Revenue and The General Allocation Fund Against Economic Growth in West Kalimantan Province”. The purpose of this study was to analyze the influence of Revenue and the General Allocation Fund on economic growth districts or cities in West Kalimantan. This study uses quantitative methods, namely by processing secondary data which is then carried out an analysis of the research object in accordance with the research objectives. That the data used are secondary data period 2009-2011 are sourced from the Bureau of Government Financial Blood West Kalimantan and Central Bureau of Statistics. From the research it is known that the revenue can have a positive impact 0.004594 on economic growt districts or cities in West Kalimantan, while the average of the general allocation fund is “big one” region is sold to be a significant impact on regional economic growth districts or cities in West Kalimantan. Keywords: Revenue, the General Allocation Fund, Economic Growth
"“ ANALISIS KONTRIBUSI DAN EFEKTIFITAS PENERIMAAN PAJAK BUMI DAN BANGUNAN (PBB) TERHADAP PENDAPATAN ASLI DAERAH (PAD) DI KOTA PONTIANAK ” " B21109002, Syarif Halhalik Azani
Jurnal Pembangunan dan Pemerataan Vol 5, No 4 (2016): Jurnal Mahasiswa Ilmu Ekonomi
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnin Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang penelitian ini adalah setiap daerah dituntut untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) guna membiayai urusan rumah tangganya sendiri. Peningkatan ini ditujukan untuk memperbaiki kualitas  pelayanan publik sehingga dapat menciptakan tata pemerintahan yang lebih baik ( good governance). Dimana setiap tahunnya Dinas Pendapatan Daerah Kota Pontianak selalu menaikkan target pencapaian pajak bumi dan bangunan yang akan dipungut. walaupun angka realisasinya tidak mencapai target. Permasalahan dalam penelitian ini Bagaimana kontribusi penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan terhadap pendapatan asli daerah Kota Pontianak dari tahun 2012 sampai dengan 2015 serta Bagaimana tingkat efektifitas Penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan Kota Pontianak dari tahun 2012 sampai dengan 2015. Tujuan penelitian adalah mengetahui dan menganalisa kontribusi penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan terhadap pendapatan daerah Kota Pontianak dari tahun 2012 sampai dengan 2015, mengetahui dan menganalisa efektifitas penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan Kota Pontianak dari tahun 2012 sampai dengan 2015 dan Untuk menganalisis upaya – upaya yang dilakukan untuk meningkatkan Penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Metode penelitian yang digunakan Metode deskriptif adalah penelitian yang disusun dalam rangka memberikan gambaran secara sistematis tentang informasi yang berasal dari subjek atau objek penelitian. Hasil Penelitian Berdasarkan Analisis Kontribusi Penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan terhadap Pendapatan Asli Daerah dari tahun 2012 sampai dengan 2015 sangat kurang. Kontribusi tertinggi terjadi di tahun 2012 sebesar 7,08% dan terendah di tahun 2013 sebesar 5,86 %. Analisis efektivitas penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan Kota Pontianak tahun 2012 sampai dengan 2013 cukup efektif. Tahun 2014 Tingkat Efektivitas menurun sebesar 52,43 % dengan kriteria efektivitas tidak efektif. Tingkat efektivitas tahun 2015 mengalami peningkatan sebesar 102,23% dengan kriteria sangat efektif .
PENGARUH LABELISASI HALAL DAN KESADARAN HALAL TERHADAP PERILAKU KONSUMEN MEMBELI PRODUK MAKANAN HALAL (STUDI KASUS PADA MAHASISWA JURUSAN EKONOMI ISLAM FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS TANJUNGPURA) B01112128, Fathur Rahimin
Jurnal Pembangunan dan Pemerataan Vol 7, No 3 (2018): Jurnal Mahasiswa Ekonomi Pembangunan
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnin Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PENGARUH LABELISASI HALAL DAN KESADARAN HALAL TERHADAP PERILAKU KONSUMEN MEMBELI PRODUK MAKANAN HALAL (STUDI KASUS PADA MAHASISWA JURUSAN EKONOMI ISLAM FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS TANJUNGPURA)  Fathur RahiminB01112128Program Studi Ekonomi PembangunanFakultas Ekonomi Dan BisnisUniversitas Tanjungpura Pontianak ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis hubungan dan pengaruh labelisasi halal dan kesadaran halal terhadap perilaku konsumen membeli produk makanan halal.Penelitian ini merupakan penelitian assosiatif yang menggunakan pendekatan kuantitatif. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah mahasiswa muslim jurusan Ekonomi Islam Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Tanjungpura. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 67 responden. Teknik pengumpulan data penelitian menggunakan kuesioner yang ditebarkan langsung menemui respondennya dan kuesioner online. Teknik analisis data yang digunakan adalah korelasi rank Spearman, sedangkan untuk uji signifikansi menggunakan uji t.Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1)  terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara labelisasi halal dengan perilaku konsumen membeli produk makanan halal dengan nilai rho koefisien spearman’s sebesar 0,544 menunjukkan hubungan positif dan hubungan antar variabel dalam kategori sedang dan tingkat signifikasi sebesar 0,000 < 0,05. (2) Terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara kesadaran halal dengan perilaku konsumen membeli produk makanan halal dengan nilai rho koefisien spearman’s sebesar 0,490 menunjukkan hubungan positif dan hubungan antar variabel dalam kategori sedang dan tingkat signifikasi sebesar 0,000 < 0,05.Kata Kunci : Makanan Halal, Perilaku Konsumen, Labelisasi Halal, Kesadaran Halal  DAFTAR PUSTAKA  Agustian, E & Sujana. (2013). Pengaruh Labelisasi Halal Terhadap Keputusan Pembelian Konsumen Studi Kasus Pada Produk Wall’s Conello. Jurnal Ilmiah Manajemen Kesatuan, 1(2),169-178.Al-Quran dan terjemahan. Al-Imam Abul Fida Isma’il Ibnu Katsir ad-Dimasyqi. (2002). Terjemah Tafsir Ibnu Katsir Juz 2. Bandung: Sinar Baru al-Gensindo.Adisasmito, W. (2008). Analisis Kebijakan Nasional MUI dan BPOM dalam Labeling Obat dan Makanan. Jakarta: Fakultas Kesehatan, Universitas Indonesia.Anggraeni, M. (2016). Pengaruh Persepsi Label Halal, Citra Merek (Brand Image), dan Word Of Mouth Terhadap Minat Beli Ulang Produk (Studi Kasus Pada Restoran Solaria Ambarukmo Plaza Yogyakarta). Skripsi. Yogyakarta: Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Yogyakarta.An-Nawawi, I. (2004). Terjemahan Hadist Arbain An-Nawawiyah. Jakarta: Sholahuddin Press.Ardyanti, N., Nashril, & Helmi, M. (2013). A Study on Halal Awareness Among muslim Customers in Klang Valley. 4th International Conference on Business Economic Research (4th icber 2013) Proceeding (pp. 1073-1087). Bandung, Indonesia: Goden Flower Hotel.Azmi, M. S. (2016). Pengaruh Green Product, Green Advertising, dan Green Brand terhadap Keputusan Pembelian Lampu Led Philips (Studi Kasus pada Konsumen Lampu LED Philips di Kecamatan Minggir,  Kabupaten Sleman). Skripsi. Yogyakarta : Program Studi Manajemen-Jurusan Manajemen  Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Yogyakarta.Badan Pusat Statistik. (2010). Sensus Penduduk 2010. Diakses dari https://sp2010.bps.go.id/index.php/site/tabel?tid=321.Bagian Proyek Pembinaan Pangan Halal Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Dan Penyelenggaraan Haji. (2003). Pedoman Labelisasi Halal. Jakarta: Departemen Agama.Budiaji, W. (2013). Skala pengukuran dan jumlah respon skala likert (the measurement scale and the number of responses in likert scale). Jurnal Ilmu Pertanian dan Perikanan,  2 (2), 127-133.D'Souza, C., Taghian, M., Lamb, P., and Peretiatkos, R. (2006). "Green Products and Corporate Strategy: An Empirical Investigation". Society and Business Review, 1(2), 144 – 157.Fatkhurohmah. (2015). Pengaruh Pemahaman Label Halal dan Faktor Sosial terhadap Niat Membeli Produk Makanan Kemasan Berlabel Halal (Studi Pada Santri Mahasiswa Pondok Pesantren Al Barokah). Skripsi. Yogyakarta: Program Studi Pendidikan Ekonomi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Yogyakarta.Ghozali, I. (2011). Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program IBM SPSS 19. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.Gilarso, T. (2003). Pengantar Ilmu Ekonomi Mikro. Yogyakarta : Kanisius.Handayani. N. T. (2012). Pengaruh Atribut Produk Terhadap Loyalitas Pelanggan Green Product Sepeda Motor Honda Injection. Management Analysis Journal, 1(2), 1-6.Hasan, K. N. S. (2014). Kepastian Hukum dan  Labelisasi Halal Produk Pangan. Jurnal Dinamika Hukum, 14(2), 227-238.Hasan, H. (2016) A Study on Awareness and Perception Towards Halal Foods among Muslim Students in Kota Kinabalu, Sabah. Proceedings of the Australia-Middle East Conference on Business and Social Sciences 2016, Dubai (in partnership with The Journal of Developing Areas, Tennessee State University, USA) (pp. 803-811). Dubai.https://kbbi.web.idIrawan, A. (2011). Hatta: Kesadaran Masyarakat Konsumsi Produk Halal Meningkat. Diakses dari https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/1667687/hatta-kesadaran-masyarakat-konsumsi-produk-halal-meningkatKarim, M. A. (2013). Perilaku Komunitas Muslim Perkotaan Dalam Mengonsumsi Produk Halal. Jakarta: Puslitbang Kehidupan Keagamaan Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI.Kusnandar, Suroso, I., & Prasudjo, A. (2015). Pengaruh Citra Merek dan Kesadaran Label Halal Produk Kosmetik La Tulipe terhadap Minat Konsumen untuk Membeli Ulang di Kota Banyuwangi. Artikel Ilmiah Mahasiswa. Jember: Universitas Jember.LPPOM-MUI. (2016). Sertifikasi Halal Barang Gunaan sebagai Amanat Undang-Undang. Jurnal Halal, 119, 52-53.LPPOM-MUI. Sertifikat Halal MUI. Diakses dari http://www.halalmui.org/mui14/index.php/main/go_to_section/55/1360/page/1.Muslimah, S. (2012). Label Halal Pada Produk Pangan Kemasan dalam Perspektif Perlindungan Konsumen Muslim. Yustisia, 1(2), 87-97.Muntasyir. (2017). Gerakan Masyarakat Sadar Halal Disosialisasikan di Banda Aceh. Diakses dari http://lintasgayo.co/2017/03/05/gerakan-masyarakat-sadar-halal-disosialisasikan-di-banda-aceh.Niswah, Farokhah. (2015). Halal dan Thayyib: Bagaimana Menarik Konsumen Non-Muslim. Diakses dari: http://www.academia.edu/23964941/ HALAL_DAN_THAYYIB_BAGAIMANA_MENARIK_KONSUMEN_NON-MUSLIM.Pujianto, A.W. (2017). Ketua MUI: Sertifikasi Halal telah Menjadi Tren Global. Diakses dari https://www.islampos.com/ketua-mui-sertifikasi-halal-telah-menjadi-tren-global-53628/.Pujianto. (2017). BPJPH Diresmikan, Menag: Peran MUI Tetap Penting. Diakses dari https://kemenag.go.id/berita/read/505865/bpjph-diresmikan--menag--peran-mui-tetap-penting .Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 69 Tahun 1999 Tentang Label Dan Iklan Pangan.Pindyck, R. S., & Rubinfeld, D. L. (2012). Mikroekonomi Edisi Kedelapan. Jakarta: ERLANGGA.Riska, R. (2016). Persepsi Konsumen tentang Wisata Syariah dan Pengaruhnya terhadap Minat Berkunjung. Skripsi. Bandar Lampung: Jurusan Ilmu Administrasi Bisnis Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Universitas Lampung.Rofiqoh, Z. (2012). Pengaruh Labelisasi Halal terhadap Keputusan Konsumen Membeli Produk Mie Instant Indofood (Studi Kasus Pada Mahasiswa Jurusan Muamalah dan Ahwal Al-Syakhsiyyah Semester Viii Iain Walisongo Semarang). Skripsi. Semarang: Jurusan Ekonomi Islam Fakultas Syari’ah Institut Agama Islam Negeri Walisongo.Setiadi, N.J. (2010). Perilaku Konsumen. Jakarta: Kencana.Sugiyono. (2007). Statistika untuk Penelitian. Bandung: ALFABETA._______. (2014). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung: ALFABHETA._______. (2015). Metode Penelitian Tindakan Komprehensif. Bandung: ALFABHETA.Sumar’in. (2013). Ekonomi Islam: Sebuah  Pendekatan Ekonomi Mikro Perspektif Islam. Yogyakarta: Graha Ilmu.Sunyoto, D. (2011). Metodologi Penelitian untuk Ekonomi. Jakarta: CAPSTalib, Z., Zailani, S., & Zainuddin, Y. (2010). Conceptualization on the Dimensions for Halal Orientation for Food Manufacturers: A Study in the Context of Malaysia. Pakistan Journal of Social Scienses, 7(2), 56-61.Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk HalalUtami, W. B. (2013). Pengaruh Label Halal terhadap Keputusan Membeli (Survei pada Pembeli Produk  Kosmetik Wardah di Outlet Wardah Griya Muslim An-Nisa Yogyakarta). Skripsi. Yogyakarta: Progran Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta.Waskito, D. (2015). Pengaruh Sertifikasi Halal, Kesadaran Halal, dan Bahan Makanan terhadap Minat Beli Produk Makanan Halal (Studi Pada Mahasiswa Muslim Di Yogyakarta). Skripsi. Yogyakarta: Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Yogyakarta.Zahroni, A. N. (2012). Landasan Filosofis Perilaku Konsumen dalam Perspektif Ekonomi Islam dan Konvensional. Diakses dari : http://journal.iain-samarinda.ac.id/index.php/mazahib/article/view/110.  
ANALISIS PENGARUH NILAI TUKAR TERHADAP NILAI EKSPOR DAN IMPOR DI INDONESIA B01108089, Gusti Sefreza
Jurnal Pembangunan dan Pemerataan Vol 2, No 2 (2013): Jurnal Mahasiswa Ilmu Ekonomi
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnin Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aimed to analyze the effect of exchange rates on the value of exports and imports in Indonesia in 2008-2012. With the financial crisis the value of Indonesian exports and imports have fluctuated, and based on data export and import in Indonesia in 1997-2011 were obtained from the CPM in West Kalimantan is known that the value of exports and imports of Indonesia tend to go up and down. In 1997 to 2002 continued to decline, and then back up in the year 2003 in the amount of 9.79% increase is supported by the non-oil exports particularly in the mining sector as well as industry and continues to increase until the year 2011. While the value of imports is almost equal to the value of exports also experienced ups and downs from 1997 to 2005 and continued to increase in 2006 and 2011 due to government policy changes industrilisasinya from import substitution to export promotion, especially in the export product - product production.In this study, the authors used descriptive methods to observe the effect of independent variables (exchange value) to the dependent variable (Value Exports and Imports Value) in Indonesia in 2008-2012 were later if using eviews 6 with regression models and statistical analysis tools that test t and the coefficient of determination and F test to reach a conclusion that the value exchange rate affect Import Export Value and Value. In this descriptive method also describes the relationship between exports and imports of Indonesia with rupiah against the U.S. dollar. Then analyzed based on objective research. Keywords: The effect of exchange rates on the value of exports and imports in Indonesia, exchange rates, exports, imports.

Filter by Year

2012 2021


Filter By Issues
All Issue Vol 10, No 1 (2021): Jurnal Mahasiswa Ekonomi Pembangunan Vol 9, No 2 (2020): Jurnal Mahasiswa Ekonomi Pembangunan Vol 9, No 1 (2019): Jurnal Ekonomi Pembangunan Vol 8, No 4 (2019): Jurnal Mahasiswa Ekonomi Pembangunan Vol 8, No 3 (2019): Jurnal Mahasiswa Ekonomi Pembangunan Vol 8, No 2 (2019): Jurnal Mahasiswa Ekonomi Pembangunan Vol 8, No 1 (2019): Jurnal Mahasiswa Ekonomi Pembangunan Vol 7, No 4 (2018): Jurnal Mahasiswa Ekonomi Pembangunan Vol 7, No 3 (2018): Jurnal Mahasiswa Ekonomi Pembangunan Vol 7, No 2 (2018): Jurnal Mahasiswa Ekonomi Pembangunan Vol 7, No 1 (2018): Jurnal Mahasiswa Ekonomi Pembangunan Vol 6, No 4 (2017): Jurnal Mahasiswa Ekonomi Pembangunan Vol 6, No 3 (2017): Jurnal Mahasiswa Ekonomi Pembangunan Vol 6, No 2 (2017): Jurnal Mahasiswa Ekonomi Pembangunan Vol 6, No 1 (2017): Jurnal Mahasiswa Ekonomi Pembangunan Vol 5, No 4 (2016): Jurnal Mahasiswa Ilmu Ekonomi Vol 5, No 3 (2016): Jurnal Mahasiswa Ilmu Ekonomi Vol 5, No 2 (2016): Jurnal Mahasiswa Ilmu Ekonomi Vol 5, No 1 (2016): Jurnal Mahasiswa Ilmu Ekonomi Vol 4, No 4 (2015): Jurnal Mahasiswa Ilmu Ekonomi Vol 4, No 3 (2015): Jurnal Mahasiswa Ilmu Ekonomi Vol 4, No 2 (2015): Jurnal Mahasiswa Ilmu Ekonomi Vol 4, No 1 (2015): Jurnal Mahasiswa Ilmu Ekonomi Vol 3, No 4 (2014): Jurnal Mahasiswa Ilmu Ekonomi Vol 3, No 3 (2014): Jurnal Mahasiswa Ilmu Ekonomi Vol 3, No 2 (2014): Jurnal Mahasiswa Ilmu Ekonomi Vol 3, No 1 (2014): Jurnal Mahasiswa Ilmu Ekonomi Vol 2, No 3 (2013): Jurnal Mahasiswa Ilmu Ekonomi Vol 2, No 2 (2013): Jurnal Mahasiswa Ilmu Ekonomi Vol 2, No 1 (2013): Jurnal Mahasiswa Ilmu Ekonomi Vol 1, No 1 (2012): Jurnal Mahasiswa Ilmu Ekonomi More Issue