cover
Contact Name
Lut Dora
Contact Email
info@sttkalvari.ac.id
Phone
+6285398639223
Journal Mail Official
info@sttkalvari.ac.id
Editorial Address
Perum Banua Asri 1 Blok O,, Buha, Kec. Mapanget, Kota Manado, Sulawesi Utara
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
ELEOS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen
ISSN : 27989860     EISSN : 27989771     DOI : 10.53814
Core Subject : Religion, Education,
ELEOS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen adalah jurnal yang menerbitkan artikel ilmiah yang berkualitas tentang Teologi dan Pendidikan Agama Kristen dengan Nomor ISSN: 2798-9771 (Online), 2798-9860 (Print). Semua naskah melalui proses peer-review dan pemeriksaan plagiarisme. Hanya Naskah yang original yang akan diterima untuk diterbitkan. Jurnal ini diterbitkan dua kali setahun oleh Sekolah Tinggi Teologi Kalvari Manado yaitu Bulan Januari dan Juli. Adapun ruang lingkup dari Jurnal ELEOS: 1. Teologi Biblika (Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru) 2. Teologi Sistematika 3. Teologi Praktika 4. Misiologi 5. Pendidikan Agama Kristen
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 1 (2022): Juli 2022" : 5 Documents clear
Strategi Pelayanan Gereja: Suatu Upaya Pertumbuhan Jemaat di Masa Pandemi Covid-19 Lado, Gatsper Anderius
ELEOS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol. 2 No. 1 (2022): Juli 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kalvari Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53814/eleos.v2i1.11

Abstract

Abstract: Church stewardship needs to be arranged using a service strategy that is constantly being upgraded so as not to create a sense of saturation in the ministry both as a servant and as a congregation served. The ministry strategy carried out by the church is also to address various conditions that are being faced by the church today, especially in the post-Covid-19 Pandemi. This research uses qualitative research methods that are library research. The results of the review related to this topic how the strategy of aagr church ministry created the growth of the congregation during the Pandemi can be started by increasing the intensity of the pajaan word of God, through communion, close, praying, diakonia especially through the leadership of the shepherd. This application will have an impact on increasing the quantity and quality of the congregation as the early congregations became the mecca in the growth of the church.Abstrak: Penatalayanan gereja perlu ditata dengan menggunakan strategi pelayanan yang terus di-upgrade sehingga tidak menciptakan rasa kejenuhan dalam pelayanan baik sebagai pelayan maupun sebagai jemaat yang dilayani. Strategi pelayanan yang dilakukan oleh gereja juga untuk menyikapi berbagai kondisi yang sedang dihadapi oleh gereja saat ini, secara khusus di masa pasca Pandemi covid 19. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif yang bersifat studi pustaka (library research). Hasil ulasan terkait topik ini bagaimana strategi pelayanan gereja agar tercipta pengajaran pertumbuhan jemaat dimasa pandemi dapat dimulai dengan makin meningkatkan intensitas pengajaran firman Allah, melakukan persekutuan yang erat, berdoa, diakonia terlebih melalui kepemimpinan gembala. Penerapan ini akan berdampak pada peningkatan kuantitas dan kualitas jemaat sebagaimana jemaat mula-mula yang menjadi kiblat dalam pertumbuhan gereja.
Syarat-syarat menjadi Manusia Baru di dalam Kristus menurut Bapa-bapa Philokalia Maritaisi Hia
ELEOS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol. 2 No. 1 (2022): Juli 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kalvari Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53814/eleos.v2i1.12

Abstract

Abstract: Not many people really understand how to get a real new person. Most people think that it is easy to get a fresh start, namely to do baptism. Jesus Christ is the only person who can regenerate humans. The new birth is a gift from God that is channeled through the atoning work of the Lord Christ on the cross and is universal (Rom. 3:23-24). It is not enough to be born again by baptism, but it is necessary to experience repentance for sins. Repentance and baptism were done to put off the old man. Getting a new human does not mean that there is nothing more to do, but that new people need to be maintained and. Because, the devil will continue to try to thwart all human efforts in achieving new humans. Therefore, humans need to fight the devil by praying without stopping, watching and doing good. Those are the absolute conditions that must be done in order to get a new birth. The method used by the author in this research is literature, using philo- cal books as the primary source, and the research will be analyzed by interacting with Bible verses, the views of church fathers and theological journals related to the topic. The results of the study show that God has given salvation as His gift through the work of redemption but because of free will, humans prefer to commit sins in life in that salvation. So the conditions in obtaining this new human are a condition in which humans apply salvation in life. So that human life becomes like Christ.Abstrak: Tidak banyak orang yang memahami dengan benar bagaimana memperoleh manusia baru yang sesungguhnya. Kebanyakan orang berpikir bahwa untuk mendapatkan permulaan baru mudah yaitu melakukan baptisan. Yesus Kristus adalah satu-satunya pribadi yang dapat melahirbarukan manusia. Lahir baru merupakan anugerah Allah yang disalurkan melalui karya penebusan Tuhan Kristus di atas kayu salib dan bersifat universal (Rm.3:23-24). Untuk memperoleh kelahiran baru tidak cukup dengan pembaptisan tetapi perlu mengalami pertobatan akan dosa. Pertobatan dan baptisan dilakukan untuk menanggalkan manusia lama. Memperoleh manusia baru bukan berarti tidak ada lagi yang perlu dikerjakan tetapi manusia baru perlu terus dipertahankan, karena iblis akan terus mencoba menggagalkan segala usaha manusia dalam mencapai manusia baru. Oleh karena itu manusia perlu melawan iblis dengan cara berdoa tanpa henti, berjaga-jaga serta melakukan kebajikan. Itulah syarat-syarat mutlak yang harus dilakukan agar dapat memperoleh kelahiran baru. Metode yang digunakan penulis dalam penelitiaan ini adalah metode pustaka, menggunakan buku philokalia sebagai sumber primer, dan penelitian akan dianalisis dengan berinteraksi pada ayat-ayat Alkitab, pandangan bapa-bapa gereja dan jurnal teologi yang terkait topik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keselamatan telah diberikan Allah sebagai anugerah-Nya melalui karya penebusan tetapi karena adanya kehendak bebas, manusia lebih memilih untuk melakukan dosa pada hidup dalam keselamatan tersebut. Maka syarat-syarat dalam memperoleh manusia baru ini merupakan suatu kondisi dimana manusia menerapkan keselamatan dalam kehidupan. Sehingga kehidupan manusia menjadi serupa dengan Kristus.
Peran Orang Tua dalam Penanaman Nilai-nilai Karakter Kristus pada Era Digital Ekoprodjo, Hermansjah Thi; Joswanto, Andreas; Simon
ELEOS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol. 2 No. 1 (2022): Juli 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kalvari Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53814/eleos.v2i1.13

Abstract

Abstract: The purpose of writing a journal is to find out how the role of parents in inculcating the value of Christ in the digital era. The main task of parents in inculcating the value of Christ's character is to help children to understand the character of the Lord Jesus through the truth of His words. So that they become like Christ. It is important for parents to understand their role in educating children to have the character of Christ, so that children will become a picture of who they are. As parents, we must be able to provide teaching about the cultivation of Christ's character values ​​in the digital era. Thus, the values ​​of Christ's character taught by parents will have a positive influence on children who receive teachings about these values, Christ, even they will have them. Christ-centered truth values, this will affect the change in children's character, so that growth, intellectual and spiritual become balanced even this does not make self-satisfaction but can be used to serve others in this digital era.Abstrak: Tujuan penulisan jurnal ini untuk mendiskusikan bagaimana peran orang tua dalam penanaman nilai karakter Kristus pada era digital. Tugas utama orang tua terhadap penanaman nilai karakter Kristus adalah menolong anak agar dapat memahami karakter Tuhan Yesus Kristus melalui kebenaran firman-Nya, agar mereka menjadi serupa dengan Kristus. Orang tua perlu memahami peran mereka dalam mendidik anak agar memiliki karakter Kristus, dengan demikian anak akan menjadi gambaran Kristus dimanapun mereka berada. Sebagai orang tua harus mampu dalam memberikan pengajaran tentang penanaman nilai-nilai karakter Kristus di era digital. Dengan demikian nilai karakter Kristus yang diajarkan oleh orang tua akan membawa pengaruh positif bagi anak yang mendapatkan pengajaran tentang nilai-nilai Kristus tersebut, bahkan mereka akan memiliki nilai-nilai kebenaran yang berpusat kepada Kristus. Sehingga berpengaruh bagi perubahan karakter anak, pertumbuhan, intelektual dan spiritual menjadi seimbang bahkan hal ini tidak menjadikan puas diri tetapi bisa dipakai untuk melayani orang lain pada era digital ini.
Studi Komparatif Teologi Paulus berdasarkan Surat Roma dengan Teologi Yakobus berdasarkan Surat Yakobus tentang Keselamatan Sugiono, Sugiono; Dompas, Befly Harly
ELEOS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol. 2 No. 1 (2022): Juli 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kalvari Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53814/eleos.v2i1.22

Abstract

Abstract: Terms in the field of Theology that are often discussed or even take place in discussions about theological studies are theological topics regarding the doctrine of salvation. The aim of this research is to compare Paul's theology based on Romans with the theology of James in the letter of James about salvation by looking for differences and similarities. The research method used by the researcher in this study is a qualitative method with a comparative descriptive analysis approach and exegesis. The results that can be obtained in the description of the discussion regarding the comparative study of the theology of Paul and James on salvation are: The difference; Paul is emphasizing and defending his theology that humans are justified or saved only through faith in Jesus Christ and not doing the works of the law (Romans 2:28). However, James is asserting that true faith is a living and saving faith, which can be seen in a real action in everyday life so that faith becomes more perfect (James 2:22). While the equations are; The views of salvation according to Paul and James also have something in common, namely that they both emphasize that the salvation of believers is only in Jesus.Abstrak: Istilah dalam bidang ilmu Teologi yang kerap diperbincangkan atau bahkan mengambil tempat dalam diskusi mengenai kajian teologi adalah topik teologis mengenai doktrin tentang keselamatan. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini ialah bagaimana mengkomparasikan teologi Paulus berdasarkan Surat Roma dengan teologi Yakobus dalam surat Yakobus tentang keselamatan dengan cara mencari perbedaan dan kesamaannya. Metode penelitian yang digunakan oleh peneliti dalam penelitian ini ialah metode kualitatif dengan pendekatan analisis deskriptif komparatif dan eksegesa. Hasil yang dapat diperoleh dalam diskripsi pembahasan mengenai studi komparasi teologi Paulus dan Yakobus tentang keselamatan ialah: Perbedaanya; Paulus sedang menekankan dan mempertahankan teologinya yaitu manusia dibenarkan atau diselamatkan hanya melalui iman kepada Yesus Kristus dan bukan melakukan perbuatan hukum taurat (Roma 2:28) Sedangkan Yakobus menegaskan teologinya kepada orang-orang kristen Yahudi yang mengatakan bahwa pengakuan iman saja sudah cukup. Akan tetapi Yakobus sedang menegaskan bahwa iman yang sejati adalah iman yg hidup dan menyelamatkan, yang dapat terlihat dalam suatu tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari sehingga iman itu menjadi semakin sempurna (Yakobus 2:22). Sedangkan Persamaannya ialah; Pandangan tentang keselamatan menurut Paulus dan Yakobus juga memiliki kesamaan yaitu keduanya sama-sama menekankan bahwa keselamatan orang percaya hanya di dalam Yesus.
Metode Pengembalaan melalui Pendekatan Lintas Budaya Sinaga, Janes; Simanjuntak, Rimon Jonas; Sinambela, Juita Lusiana
ELEOS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol. 2 No. 1 (2022): Juli 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kalvari Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53814/eleos.v2i1.24

Abstract

Abstract: The purpose of this research is that every pastor pays attention to how to approach members of his congregation, especially a cross-cultural approach, so that it is easier to provide the best service if you are familiar with the culture of the congregation being served. Each region has a different culture. And a minister of God or pastor in ministry is often placed in a place that is different from its culture and customs. For success in the ministry of a Pastor it is necessary to study and understand the local culture and customs. This approach through cultural understanding will make it easier for God's ministers to win the hearts of the local population and adapt the preaching of the gospel to the culture of the local community. The approach through understanding the local culture as well as the local language, makes it easier to communicate the truth of God's word. This study uses a qualitative method that describes the importance of a cross-cultural approach in pastoral care, with the hope that the service will be more pleasing to the members it serves.Abstrak: Tujuan Penelitian ini adalah agar setiap gembala memperhatikan cara pendekatan kepada anggota jemaatnya, terutama pendekatan lintas budaya, sehingga lebih mudah untuk memberikan pelayanan yang terbaik apabila mengenal dengan baik budaya jemaat yang dilayani. Setiap daerah memiliki budaya yang berbeda-beda. Dan seorang pelayan Tuhan atau pendeta dalam pelayanan sering ditempatkan di suatu tempat yang berbeda dengan budaya dan adat istiadatnya. Untuk keberhasilan dalam pelayanan seorang Pendeta adalah perlu untuk mempelajari serta memahami budaya serta adat istiadat setempat. Pendekatan melalui pemahaman budaya ini akan memudahkan para pelayan Tuhan untuk memenangkan hati penduduk setempat serta menyesuaikan pengabaran Injil dengan budaya masyarakat setempat. Pendekatan melalui pemahaman budaya lokal dan juga bahasa lokal, memudahkan untuk mengkomunikasikan kebenaran firman Tuhan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang memaparkan pentingnya pendekatan lintas budaya dalam pelayanan penggembalaan, sehingga tercipta sebuah pelayanan yang berkenan kepada anggota yang dilayaninya.

Page 1 of 1 | Total Record : 5