cover
Contact Name
Disnawati
Contact Email
disnawati@uho.ac.id
Phone
+6285299381110
Journal Mail Official
mediaakuatika@uho.ac.id
Editorial Address
Principal Contact Disnawati Universitas Halu Oleo HEA Mokodompit Kampus Baru UHO Phone: 085299381110 Email: mediaakuatika@uho.ac.id
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Media Akuatika: Jurnal Ilmiah Jurusan Budidaya Perairan
Published by Universitas Halu Oleo
ISSN : -     EISSN : 25034324     DOI : http://dx.doi.org/10.33772/jma.v7i1
Core Subject : Agriculture,
Media Akuatika : Jurnal Ilmiah Jurusan Budidaya Perairan fokus dalam lingkup budidaya perairan meliputi perikanan air tawar, air payau dan air laut yang mencakup beberapa kajian, antara lain: 1. Nutrisi dan pakan ikan 2. Manajemen kesehatan ikan 3. Identifikasi parasit dan penyakit ikan 4. Teknologi reproduksi ikan 5. Manajemen pembenihan ikan 6. Manajemen lingkungan budidaya perairan 7. Teknologi dan sistem budidaya perairan 8. Bioteknologi akuakultur
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 2: April" : 6 Documents clear
Pengaruh Substrat Media Terhadap Biomassa Cacing Sutera (Tubifex sp.) yang Dibudidayakan dengan Sistem Resirkulasi Tertutup Akbar, La Ode F.; Muskita, Wellem H.; Idris, Muhammad
Jurnal Media Akuatika Vol 2, No 2: April
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (146.261 KB) | DOI: 10.33772/jma.v2i2.4328

Abstract

Cacing sutera (Tubifex sp.) adalah salah satu jenis pakan alami yang digemari karena mempunyai kandungan nutrisi tinggi khususnya protein yang mencapai 52,49%. Cacing sutera hidup di perairan dengan substrat yang mengandung bahan organik. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan persentase campuran yang tepat antara kotoran ayam (KA), ampas tahu (AT), dan ampas arak beras (AA) sebagai media budidaya cacing sutera dalam sistem resirkulasi tertutup serta pengaruhnya terhadap peningkatan biomassa cacing sutera. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni-September 2016. Bibit cacing sutera berukuran 1,0-2,5 cm dengan kepadatan 10 g/wadah (4700 ind/wadah) dan debit air 0,5 L/menit. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), terdiri dari 4 perlakuan dan 3 kali ulangan. Perlakuan pada penelitian ini yaitu, KA 50% + AT 40% + AA 10% (perlakuan A), KA 50% + AT 25% + AA 25% (perlakuan B), KA 50% + AT 10% + AA 40% (perlakuan C), dan KA 33,33% + AT 33,33% + AA 33,33% (perlakuan D). Hasil penelitian menunjukkan, penambahan bahan organik kotoran ayam, ampas tahu dan ampas arak memberikan pengaruh nyata (p<0,05) terhadap biomassa dan populasi cacing sutera. Nilai biomassa dan populasi tertinggi terdapat pada perlakuan B (8,8 g/wadah dan 2180 ind/wadah). Disimpulkan bahwa kombinasi KA 50% + AT 25% + AA 25% dapat meningkatkan pertumbuhan dan populasi cacing sutera.Kata kunci:Kotoran Ayam, Ampas Tahu, Ampas Arak, Sistem Resirkulasi Tertutup, Biomassa Cacing Sutera (Tubifex sp.)
Pertumbuhan dan Kelangsungan Hidup Kerang Pokea (Batissa violacea var. celebensis, von Martens 1897) yang Diberi Berbagai Jenis Pakan Fermentasi Mentari, .; Hamzah, Muhaimin; Bahtiar, .
Jurnal Media Akuatika Vol 2, No 2: April
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (142.228 KB) | DOI: 10.33772/jma.v2i2.4336

Abstract

Penelitian tentang pertumbuhan dan kelangsungan hidup kerang pokea (Batissa violacea var. Celebensis, von Martens 1897) yang diberi berbagai jenis pakan fermentasi telah dilaksanakan selama 60 hari yaitu pada bulan Juli – September 2016.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh berbagai jenis pakan fermentasi terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup kerang pokea. Wadah yang digunakan adalah akuarium berukuran 25x30x30cm. Penelitian ini didesain dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan dan tiga ulangan. Perlakuan yang diterapkan adalah: A (pakan fermentasi feses sapi), B (pakan fermentasi pelepah pisang), C (pakan fermentasi feses ayam), dan D (pakan fermentasi jerami padi). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan tidak memberikan pengaruh yang berbeda nyata terhadap pertumbuhan, tetapi memberikan pengaruh yang nyata terhadap tingkat kelangsungan hidup Pertumbuhan mutlak bobot pada penelitian ini berkisar antara -0,081-0,017g. Pertumbuhan mutlak lebar berkisar antara 0,015-0.077cm. Laju pertumbuhan harian berkisar antara -0,0014-0.0003g/hari. Tingkat kelangsungan hidup berkisar antara 13,3-97,8%. Penelitian ini menyimpulkan bahwa empat bahan fermentasi  yang dijadikan pakan dapat meningkatkan pertumbuhan dan kelangsungan hidup kerang pokea.Kata kunci: Fermentasi, pertumbuhan dan kelangsungan hidup, kerang pokea (Batissa violacea var. celebensis, von Martens, 1897)
Studi Pemberian Pakan Diatom dan Makroalga terhadap Pertumbuhan dan Sintasan Juvenil Abalon (Haliotis asinina) pada Sistem IMTA (Integrated Multi Trophic Aquaculture) Hamid, Ferianto; Effendy, Irwan J.; Rahman, Abdul
Jurnal Media Akuatika Vol 2, No 2: April
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (173.09 KB) | DOI: 10.33772/jma.v2i2.4329

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh informasi mengenai pertumbuhan dan sintasan juvenil abalon Haliotis asinina yang diberi pakan mikroalga dan makroalga yang dipelihara pada sistem IMTA (Integrated Multi Trophic Aquaculture). Penelitian ini dilaksanakan selama 2 bulan bertempat di Hatchery PT. Sumber Laut Nusantara di Desa Tapulaga, Kecamatan Soropia Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 3 perlakuan,  A = (Bentik Diatom), B = (Ulva fasciata), C = (Gracillaria arcuata), dengan 3 kelompok, kelompok 1 = (ukuran : 22-25 cm), kelompok 2 = (ukuran : 26-29 cm), kelompok 3 = (ukuran : 30-33 cm). Pertumbuhan mutlak, Konsumsi pakan, Sintasan dan Kualitas air diamati selama penelitian. Hasil penelitian menunjukkan laju pertumbuhan abalon Haliotis asinina yang diberi pakan mikroalga dan makroalga pada sistem IMTA memberikan respon yang tidak berbeda nyata antara perlakuan. Sintasan memiliki persentase kelangsungan hidup yang sama yaitu 86,67 %. Parameter kualitas air yang diukur selama penelitian yaitu suhu 30-32 oC, salinitas 35-37 ppt, pH 7-8, ammonia 0,048 mg/L, nitrit 0,05 mg/L, nitrat 1,15 mg/L. Kata Kunci: Juvenil Abalon (Haliotis asinina), Mikroalga, Makroalga, Pertumbuhan dan Sintasan
Pengaruh Jenis Pakan Segar Terhadap Pertumbuhan Biomassa Calon Induk Lobster Batik (Panulirus longipes) Suriadi, La; Yusnaini, .; Kurnia, Agus
Jurnal Media Akuatika Vol 2, No 2: April
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (104.93 KB) | DOI: 10.33772/jma.v2i2.4330

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis pakan segar terhadap pertumbuhan biomassa calon induk lobster batik di keramba jaring apung Desa Tapulaga, Kebupaten Konawe, Sulawesi Tenggara. Empat  jenis pakan segar berupa cacing laut (Pakan A), cumi-cumi (Pakan B), ikan teri (Pakan C) dan kombinasi ketiganya (Pakan D) diberikan kepada calon induk lobster batik selama 84 hari. Parameter yang diamati adalah pertumbuhan mutlak (PM), laju pertumbuhan spesifik (LPS) dan Kelangsungan Hidup (SR). Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan. Hasil penelitian menunjukan bahwa jenis pakan segar tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap pertumbuhan mutlak, laju pertumbuhan spesifik dan kelangsungan hidup. Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai rata-rata pertumbuhan mutlak berkisar antara 25,75 - 60,20 g sementara itu nilai rata-rata laju pertumbuhan spesifik pada lobster batik yang diberikan pakan uji berkisar anrata 0,06 – 0,15 g dan nilai rata-rata kelangsungan hidup lobster batik berkisar antara 75 – 100%. Kesimpulan penelitian ini adalah calon induk lobster batik dapat diberi pakan segar dari salah satu jenis cacing laut, cumi-cumi dan atau ikan teri atau kombinasi ketiga pakan tersebut.Kata Kunci : Pakan Segar, Pertumbuhan, Biomassa, induk, Lobster batik, Jaring apung
Identifikasi dan Kultur Jenis Diatom Epifit dari Waring Keramba Budidaya Abalon Sarniati, .; Effendy, Irwan J.; Balubi, Abdul M.; Kurnia, Agus
Jurnal Media Akuatika Vol 2, No 2: April
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (460.17 KB) | DOI: 10.33772/jma.v2i2.4332

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis diatom yang hidup melekat sebagai epifit pada waring keramba budidaya abalon. Penelitian ini dilaksanakan selama 28 hari yaitu bulan Agustus–September 2016 yang bertempat di Hatchery Abalon PT. Sumber Laut Sejahtera kerjasama LP2T-SPK (Lembaga Pengembangan dan Penerapan Teknologi Sumberdaya Perikanan dan Kelautan), di Desa Tapulaga, Kecamatan Soropia, Kabupaten Konawe Sulawesi Tenggara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa spesies diatom epifit yang ditemukan menempel pada waring keramba budidaya abalon dan dikultur pada fiber tank yaitu terdapat 66 spesies. Komposisi spesies diatom epifit yang dominan adalah spesies Nitzschia reversa  dan Achnanthidium minutissimum dengan persentase 24% dan 23%. Kata kunci : Diatom Epifit, Diatom Bentik, Kultur Diatom
Studi Pertumbuhan Juvenil Abalon (Haliotis asinina) yang Dipelihara Bersama Spons yang Berbeda Safitri, Waode; Effendy, Irwan J.; Aslan, Laode M.; idris, muhammad; Balubi, Abdul M.
Jurnal Media Akuatika Vol 2, No 2: April
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (121.527 KB) | DOI: 10.33772/jma.v2i2.4334

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui tingkat pertumbuhan juvenil abalon Haliotis asinina yang dipelihara bersama spons yang berbeda (Stylotella aurantium, Halichondria panicea, Callyspongia aerizusa). Penelitian ini dilakukan selama 2 bulan menggunakan sistem IMTA (Integrated Multi Tropic Akuakultur). Sebanyak 90 ekor juvenil abalon dimasukkan kedalam keranjang plastik masing-masing 10 ekor, di tempatkan dalam kolam IMTA dipelihara bersama spons. Sebuah penelitian dengan tiga perlakuan (A= Halichondria panicea), (B= Stylotella aurantium), (C= Callispongia aerizusa) dengan 3 kelompok, kelompok 1 = (ukuran 34-37 cm), kelompok 2 = (ukuran 38-41 cm), kelompok 3 = (ukuran 32-35). Hasil penelitian menunjukkan studi pertumbuhan juvenile abalone H. asinina yang dipelihara bersama spons yang berbeda memberikan respon yang tidak berbeda nyata antara perlakuan. Hasil penelitian ini  menunjukkan bahwa pertumbuhan  rata-rata pertambahan panjang cangkang dan bobot tubuh tertinggi terdapat pada perlakuan C yaitu abalon yang di pelihara bersama spons Callyspongia aerizusa.Kata Kunci : IMTA, Juvenil Abalon (Haliotis asinina), Spons Berbeda dan Pertumbuhan

Page 1 of 1 | Total Record : 6