cover
Contact Name
Disnawati
Contact Email
disnawati@uho.ac.id
Phone
+6285299381110
Journal Mail Official
mediaakuatika@uho.ac.id
Editorial Address
Principal Contact Disnawati Universitas Halu Oleo HEA Mokodompit Kampus Baru UHO Phone: 085299381110 Email: mediaakuatika@uho.ac.id
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Media Akuatika: Jurnal Ilmiah Jurusan Budidaya Perairan
Published by Universitas Halu Oleo
ISSN : -     EISSN : 25034324     DOI : http://dx.doi.org/10.33772/jma.v7i1
Core Subject : Agriculture,
Media Akuatika : Jurnal Ilmiah Jurusan Budidaya Perairan fokus dalam lingkup budidaya perairan meliputi perikanan air tawar, air payau dan air laut yang mencakup beberapa kajian, antara lain: 1. Nutrisi dan pakan ikan 2. Manajemen kesehatan ikan 3. Identifikasi parasit dan penyakit ikan 4. Teknologi reproduksi ikan 5. Manajemen pembenihan ikan 6. Manajemen lingkungan budidaya perairan 7. Teknologi dan sistem budidaya perairan 8. Bioteknologi akuakultur
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 2 (2022): April" : 6 Documents clear
PEMANFAATAN KEONG BAKAU (Telescopium telescopium) SEBAGAI BIOFILTER DALAM MEMPERTAHANKAN KUALITAS AIR SECARA FISIK PADA MEDIA PEMELIHARAN IKAN NILA (Oreochromis niloticus) Wanti Wanti; Ruslaini Ruslaini; Abdul Rahman
Jurnal Media Akuatika Vol 7, No 2 (2022): April
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jma.v7i2.17220

Abstract

ABSTRAK         Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pemanfaatan (T.telescopium) sebagai biofilter dalam mempertahankan kualitasair air secara fisik pada media pemeliharaan ikan nila (O.niloticus). Keong bakau digunakan berukuran 11 g dan ikan nila 5 g. Keong bakau dan ikan nila dipelihara selama 30 hari dalam akuarium berukuran 35x40x35 cm berisikan air 42 liter. Perlakuan yang diterapkan adalah A (kontrol), B (10 keong bakau), C (15 keong bakau) dan D (20 keong bakau)  setiap unitnya berisikan 15 ekor ikan nila. Selama pemeliharaan, pemberian pakan dilakukan secara adlibitum pagi dan sore hari. Rancangan digunakan dalam penelitian yaitu rancangan acak lengkap dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Hasil penelitian diperoleh nilai variabel TSS untuk perlakuan A,B,C dan D secara berurutan yaitu 1,52 mg/L, 1,25 mg/L, 0,99 mg/L, dan 0,77 mg/L. Nilai variabel TOM secara berurut adalah 3,85 mg/L, 2,88 mg/L, 1,96 mg/L, dan 1,78 mg/L. Variabel pertumbuhan mutlak organisme ikan nila masing-masing perlakuan secara berurutan adalah 17,22 ± 17,83g, 19,98 ± 19,15g, 20,52 ± 21,51g, dan 22,85 ± 23,05g dengan kelulushidupan 100% untuk semua perlakuan. Anova menujukkan bahwa variabel TSS tidak berpengaruh nyata antar perlakuan, namun pada variabel TOM memberikan pengaruh secara signifikan. Demikian terhadap pertumbuhan mutlak dan tingkat kelangsungan hidup ikan nila tidak berpengaruh antar perlakuan. Pemberian keong bakau sangat layak digumakan sebagai biofilter pada kegiatan budidaya.Kata Kunci : keong bakau, Ikan nila, Pertumbuhan Mutlak, Kelangsungan Hidup.
PENGARUH SUBSTITUSI TEPUNG MIKROALGA Chlorella vulgaris PADA PAKAN BUATAN TERHADAP PERTUMBUHAN KEPITING BAKAU (Scylla serrata) Yusran Yusran; Wa Iba; La Ode Baytul Abidin; Muhaimin Hamzah; Agus Kurnia
Jurnal Media Akuatika Vol 7, No 2 (2022): April
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jma.v7i2.24881

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan, kelangsungan hidup, efisiensi pakan dan retensi protein kepiting bakau (Scylla serrata) yang diberi pakan komersial dengan substitusi tepung mikroalga C. vulgaris (TMCv). Penelitian ini menggunakan 5 perlakuan yaitu substitusi pakan komersil dengan 0, 25, 50, 75, dan 100% TMCv. Kepiting bakau dengan berat awal berkisar pada 70-90 gram dipelihara selama 45 hari dengan kepadatan 1 ekor/ruang. Parameter yang diukur adalah tingkat kelangsungan hidup, laju pertumbuhan spesifik, pertumbuhan mutlak, rasio konversi pakan, efisiensi pakan, dan kualitas air. Tingkat kelangsungan hidup kepiting bakau adalah 100% pada semua perlakuan.  Laju pertumbuhan spesifik, pertumbuhan mutlak, rasio konversi pakan, dan  efisiensi pakan kepiting bakau menunjukkan hasil yang lebih baik pada perlakuan pakan 100% TMCv dibandingkan dengan pakan 0, 25, 50, 75% TMCv. Perlakuan 0% TMCv atau pakan komersil 100% mendapatkan nilai terendah dari seluruh parameter yang diamati. Penelitian ini mengindikasikan bahwa pemberian pakan 100% TMCv sangat efisien dibandingkan dengan menggunakan pakan komersial atau pakan substitusi TMCv untuk pertumbuhan kepiting bakau. Kata kunci: Chlorella vulgaris, kepiting bakau, pertumbuhan
Pengaruh Pemberian Vitamin dan Lysin pada Pakan terhadap Gonad Lobster Air Tawar Capit Merah (Cherax quadricarinatus) Emand Syapriawan Tolanamy; Agusrinal Agusrinal; Ryan Septiantoro
Jurnal Media Akuatika Vol 7, No 2 (2022): April
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jma.v7i2.24770

Abstract

Lobster membutuhkan nutrisi pada pakan dalam bentuk energi dan asam amino esensial yang cukup, asam lemak essensial, spesifik vitamin dan mineral sehingga bisa memacu pertumbuhannya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan pertumbuhan pada gonad dan hepatopankreas lobster air tawar yang diberi makan dengan pakan yang mengandung  vitamin dan lysin.  Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan indukan lobster air tawar (LAT) sebanyak 12 ekor jantan dan 36 ekor betina yang dipelihara pada kolam berukuran 200 cm x 300 cm x 30 cm dan diberi pakan dengan pakan udang komersial.  Vitamin yang digunakan yaitu Vitamin C dan E sedangkan lysin yang digunakan yaitu L-lysine HCL. LAT dipelihara dengan 4 perlakuan yakni Perlakuan A (kontrol, pakan komersial tanpa penambahan apapun), Perlakuan B (pakan komersial ditambah dengan 500 mg lysin/kg pakan), Perlakuan C (pakan komersial ditambah dengan 500 mg vitamin/kg pakan) dan Perlakuan D ( pakan komersial ditambah dengan 250 mg lysin dan 250 mg vitamin/kg pakan ). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai GSI tertinggi pada perlakuan D berkisar antara 2,144285 – 4,405363 dan yang terendah pada perlakuan C berkisar antara 0,86478 – 2,397525. Nilai HSI tertinggi pada Perlakuan D berkisar antara 5,67044696 – 6,8977591 dan yang terendah pada perlakuan  C yaitu berkisar antara 2,96450151 – 3,05737542. Hal ini mengindikasikan bahwa pemberian 250 mg vitamin dan 250 mg lysin pada pakan dapat mempercepat kematangan gonad LAT secara optimal sehingga bisa meningkatkan produktivitas budidaya LAT capit merah.Kata Kunci: gonad; lobster air tawar capit merah; lysin; vitamin
Performa Pertumbuhan Dan Kelangsungan Hidup Ikan Sidat Kembang (Anguilla marmorata) Yang Dipuasakan Dengan Interval Waktu Berbeda Husni Dilla Astari; Agus Kurnia; Muhammad Idris
Jurnal Media Akuatika Vol 7, No 2 (2022): April
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jma.v7i2.24527

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui performa pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan sidat kembang (A.marmorata) yang dipuasakan dengan interval waktu berbeda. Empat jenis interval waktu pemuasaan ikan sidat kembang dalam penelitian ini yaitu Tanpa Pemuasaan (A), Pemuasaan 4 Hari (B), Pemuasaan 6 Hari (C) danPemuasaan 8 Hari (D). Sebanyak 48 ekor ikan sidat yang dimasukan kedalam 12 bak beton (4 ekor/wadah) yang berukuran 200 × 100 × 80 cm yang dipelihara selama 45 hari. Ikan uji diberi pakan keong mas sebanyak 2 kali sehari (08.00 dan 16.00 WITA) dengan dosis sebanyak 15% bobot biomassa ikan. Parameter yang diamati yaituPertumbuhan Mutlak (PM), Laju Pertumbuhan Spesifik (LPS) dan Tingkat Kelangsungan Hidup (TKH). Hasil penelitian menunjukan bahwa PM tertinggi didapatkan pada sidat kembang dengan perlakuan A sebesar 4,92 g, diikuti oleh perlakuan B dan C masing masing sebesar 4,67 g dan 3,42 g. Sedangkan LPS sidat kembang terendah didapatkan pada perlakuan D sebesar 2,58 g. LPS tertinggi didapatkan pada perlakuan A sebesar 0,30 % diikuti oleh perlakuan B, C dan D dengan nilai sebesar 0,28 %, 0,20% dan 0,15 %. TKH ikan sidat tertinggi didapatkan pada perlakuan A dan B yaitu sebesar 100%, diikuti oleh perlakuan C dan D dengan nilai sebesar 75 % dan 66 %. Penelitian ini menyimpulkan bahwa interval waktu pemuasaan selama 4 hari menghasilkan pertumbuhan dan kelangsungan hidup optimum sidat kembang.Kata Kunci : Sidat kembang ; Pemuasaan ; Pertumbuhan ; Kelangsungan Hidup 
Ikan Kepait Dari Selatan Pulau Bangka Sebagai Kandidat Spesies Baru Berdasarkan Meristik Dan Gen Sitokrom b Ardiansyah Kurniawan; Ahmad Fahrul Syarif
Jurnal Media Akuatika Vol 7, No 2 (2022): April
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jma.v7i2.24929

Abstract

AbstrakIkan Kepait merupakan salah satu ikhtiofauna yang ditemukan keberadaannya di Pulau Bangka. Ikan lokal yang juga ditemukan di selatan Pulau Bangka ini memerlukan diidentifikasi secara morfologi dan molekuler untuk memastikan taksonominya. Eksplorasi sampel ikan dilakukan di Desa Bencah, Kecamatan Air Gegas, Kabupaten Bangka Selatan. Pengamatan karakter morfologi meliputi ciri fisik dan meristik, sementara identifikasi molekuler menggunakan gen sitokrom b. Morfologi ikan menunjukkan kemiripan dengan Osteochilus spilurus pada terdapatnya bulatan besar pada pangkal ekor, linealateralis pada 29 -31 sisik, predorsal scale pada sisik ke 8-9, formula sirip dorsal D iii.12-13 dan sirip anal A.6. Namun terdapat perbedaan pada membran sirip berwarna kemerahan dan jumlah sisik linealateralis. Karakterisasi DNA gen sitokrom b menghasilkan nukleotida dengan panjang  1136 bp menunjukkan perbedaan cabang dengan Osteochilus spilurus dari  pulau yang sama pada konstruksi pohon filogenetik dengan jarak genetik lebih dari 20%. Kondisi ini memungkinkan sampel ikan dari selatan Pulau Bangka ini menjadi kandidat spesies baru dalam genus Osteochilus.Kata kunci : Osteochilus spilurus, spesies baru, Bangka Selatan, Sitokrom b.
DINAMIKA KUALITAS AIR DAN VARIASI JENIS PLANKTON DALAM PENKULTUR TERIPANG, Holothuria scabra (Jaeger 1883) SEBAGAI DAMPAK DARI PENGKAYAAN NUTRISI SUBSTRAT MENGGUNAKAN PUPUK ORGANIK KOMPOS Kadir Sabilu; Subhan Subhan; Abdul Rahman Nurdin; Ruslaini Ruslaini; Eko Harianto
Jurnal Media Akuatika Vol 7, No 2 (2022): April
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jma.v7i2.25055

Abstract

AbstrakUpaya intensifikasi budidaya teripang pasir melalui input pupuk organik kompos di substrat pen kultur selain berdampak baik bagi pengkayaan unsur hara untuk memenuhi kebutuhan nutrisi teripang, di sisi lain diduga berdampak pada dinamika daya dukung beberapa parameter lingkungan perairan. Hadirnya unsur hara kompos dipastikan akan mengubah struktur unsur hara sedimen dan air di dalam penkultur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dinamika kualitas air dan variasi jenis plankton dalam penkultur teripang pasir, sebagai dampak penggunaan pupuk organik kompos untuk memperkaya nutrisi substrat. Penelitian dilakukan pada 3 stasiun dengan karakteristik substrat penkultur berbeda, yaitu: pasir halus, pasir berlamun, dan pasir kasar. Hasil penelitian menunjukan bahwa input pupuk kompos berdampak pada rendahnya konsentrasi parameter oksigen terlarut, pH sedimen dan ortofosfat, selanjutnya di fase akhir penelitian level konsentrasi ketiga parameter tersebut menjadi lebih tinggi. Sebaliknya, pada parameter ammonia, nitrit, nitrat dan BOD memperlihatkan pola dengan level konsetrasi yang lebih tinggi di fase awal input pupuk kompos selanjutnya konsentrasinya turun sampai akhir penelitian. Aktifitas fotosontesis dan peran lamun dalam menetralisir gerakan arus sekaligus mempertahankan stabilitas unsur hara, menyebabkan variasi jenis fitoplankton pada penkultur pasir berlamun memiliki nilai lebih rendah dan nilai kelimpahan yang lebih tinggi. Hasil analisis PCA memperlihatkan korelasi signifikan antara kelimpahan plankton dengan kadar BOD (R=0,923; P<0,05), phospat (R=0,704; P<0,05), serta nitrat dengan nilai R=0,623; P<0,05). Kata kunci: penkultur, pengkayaan nutrisi substrat, plankton, pupuk organik kompos, teripang pasir.

Page 1 of 1 | Total Record : 6