cover
Contact Name
Sahrir Sillehu
Contact Email
jurnalghs@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalghs@gmail.com
Editorial Address
Communication and Social Dynamics, Jln. Sudirman, Kebun Cengkeh/Sumatra,Lrg. RT.004 / RW. 018, Kota Ambon, Provinsi Maluku
Location
Kota ambon,
Maluku
INDONESIA
Global Health Science (GHS)
ISSN : 25035088     EISSN : 26221055     DOI : https://doi.org/10.33846/ghs
Core Subject : Health,
Global Health Science (GHS) adalah jurnal ilmiah yang memublikasikan artikel-artikel ilmiah dalam bidang kesehatan meliuti: kesehatan masyarakat, kedokteran, kedokteran gigi, farmasi, keperawatan, kebidanan, teknologi kesehatan, epidemiologi, informatika kesehatan, administrasi dan kebijakan kesehatan, fisioterapi, gizi, laboratorium kesehatan, kesehatan kerja, statistika kesehatan, manajemen kesehatan, promosi kesehatan, dan sebaginya. Jenis-jenis arikel yang bisa diterima untuk diterbitkan antara lain: 1. Hasil penelitian 2. Tinjauan literatur 3. Tinjauan buku 4. Komentar 5. Opini 6. Studi kasus 7. Berita ilmiah 8. Letter to editor 9. Tutorial 10. Lain-lain sesuai pertimbangan editor
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 2 (2020): Juni 2020" : 8 Documents clear
Analisis Faktor – Faktor Yang Berhubungan Dengan Swamedikasi Diare Pada Masyarakat Di Distrik Mariat Kabupaten Sorong Yulinda Margaret Bambungan
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 5, No 2 (2020): Juni 2020
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (81.421 KB) | DOI: 10.33846/ghs5205

Abstract

Latar belakang: Upaya masyarakat untuk mengobati dirinya sendiri dikenal dengan istilah swamedikasi. Swamedikasi bila dilakukan secara rasional dapat memberikan keuntungan besar bagi pemerintah dalam pemeliharaan kesehatan nasional. Diare merupakan penyebab utama kematian kedua pada anak dibawah lima tahun dan telah membunuh sekitar 525.000 anak setiap tahun. Secara global, ada hampir 1,7 miliar kasus penyakit diare anak-anak setiap tahun¬. Pada Provinsi Papua Barat penemuan kasus diare berjumlah 19.589 kasus. Diare merupakan jenis penyakit yang termasuk dalam 10 besar penyakit pada kunjungan rawat jalan Puskesmas Rawat Inap Distrik Mariat periode tahun 2018 dengan total 289 pasien. Tujuan: untuk menganalisis factor-faktor yang berhubungan dengan swamedikasi diare pada masyarakat di Distrik Mariat Kabupaten Sorong. Metode: Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 95 responden diambil dengan cara random sampling dengan teknik purposive sampling. Hasil: Karakteristik responden penelitian paling banyak berusia 26-35 tahun (28,4%), sebagian besar jenis kelamin responden adalah perempuan sebanyak 59 responden (62,1%), tingkat pendidikan responden adalah rendah sebanyak 85responden penelitian (89,5%), serta pekerjaan responden penelitian sebagian besar adalah wiraswasta sebanyak 31 (32,7%). Hasil uji chi square menunjukan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara pengetahuan terhadap swamedikasi diare (p-value = 0.000) dan sikap terhadap swamedikasi diare (p-value = 0.000). Tidak ada hubungan bermakna antara pendidikan terhadap swamedikasi diare (p-value = 0.385). Kesimpulan: ada hubungan pengetahuan dan sikap terhadap swamedikasi diare di Distrik Mariat Kabupaten Sorong, dan tidak ada hubungan pendidikan terhadap swamedikasi diare di Distrik Mariat Kabupaten Sorong. Kata kunci: swamedikasi diare; pengetahuan; sikap
Pengaruh Oral Hygiene Terhadap Kejadian Penyakit Gingivitis pada Siswa SMP Pondok Pesantren Darul Aman Lengkese Kabupaten Takalar Aisyah Ahmad Rani; Andi Yusuf; Muhammad Syafar; Muhammad Saleh; Sainuddin Sainuddin; Siti Alfah
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 5, No 2 (2020): Juni 2020
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (108.835 KB) | DOI: 10.33846/ghs5203

Abstract

Gingivitis is the most common periodontal disease in society, especially in adolescents. Dental and oral hygiene are closely related to plaque on the surface of the teeth, plaque influences the inflammatory process of soft tissue around the teeth, one of which is gingivitis. This study aimed to determine the effect of oral hygiene on gingivitis disease in students of Darul Aman Lengkese Islamic Boarding School, Takalar Regency. This study used descriptive analytic method with a cross-sectional approach. The data analysis used was descriptive analysis with percentage, bivariate with chi-square test, and multivariate with logistic regression test. There was correlation between oral hygiene and the occurrence of gingivitis disease (p-value = 0.001), there was no correlation between sex and occurrence of gingivitis disease (p-value = 0.605), there was correlation between age and occurrence of gingivitis disease (p-value = 0.004), there was correlation between the habit of brushing teeth and the occurrence of gingivitis disease (p-value = 0.003), there was correlation between the awareness and the occurrence of gingivitis disease (p-value = 0.000). Based on the multivariate analysis, habit and knowledge were the most influential values among on the incidence of gingivitis in junior high school students of Darul Aman Lengkese Islamic Boarding School in Takalar Regency. Keywords: gingivitis disease; oral hygiene; tooth brushing habits
Analisis Hubungan Karakteristik Responden dan Pengetahuan Dengan Kepatuhan Menggunakan Alat Pelindung Diri Pada Petani Pengguna Pestisida di Kelurahan Klaigit Febry Talakua
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 5, No 2 (2020): Juni 2020
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (108.88 KB) | DOI: 10.33846/ghs5201

Abstract

Latar Belakang: Menurut International Labour Organization (ILO), tercatat lebih dari 250 juta kecelakaan di tempat kerja dan lebih dari 160 juta pekerja menjadi sakit karena bahaya ditempat kerja, oleh karena itu untuk mencegah kecelakaan kerja harus melakukan upaya dengan menggunakan alat pelindung diri pada saat bekerja. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Analisis hubungan karakteristik responden dan pengetahuan dengan kepatuhan menggunakan alat pelindung diri pada petani pengguna pestisida di Kelurahan Klaigit. Metode: Jenis penelitian ini kuantitatif dengan menggunakan metode deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah 128 KK. Sampel penelitian ini diambil berdasarkan teknik pengambilan sampel cluster sampling yaitu sebanyak 97 orang. Penelitian ini dilakukan di Kelurahan Klaigit pada tanggal 02-12 September 2019. Hasil: penelitian ini diperoleh bahwa tidak ada hubungan pada variabel karakteristik responden p-value jenis kelamin = 0,651, umur = 0,559 pendidikan = 0,410 dan pengetahuan nilai p-value = 0,457. Kesimpulan: dari penelitian ini adalah tidak ada hubungan antara karakteristik responden dan pengetahuan dengan kepatuhan menggunakan alat pelindung diri pada petani pengguna pestisida. Saran diharapkan bagi dinas pertanian dapat memberi alat pelindung yang sesuai dengan kebutuhan petani pada saat menggunakan pestisida dan dilakukannya promosi kesehatan tentang penggunaan alat pelindung diri yang benar, bagi petani diharapkan lebih mementingkan kesehatan dan kesadaran diri untuk patuh menggunakan alat pelindung diri pada saat bekerja dan peneliti selanjutnya diharapkan menambah variabel sikap, tindakan dan dukungan keluarga untuk mengetahui faktor lain yang berhubungan dengan kepatuhan menggunakan alat pelindung diri. Kata Kunci: karakteristik; pengetahuan; kepatuhan alat pelindung diri
HASIL PEMERIKSAAN LEUKOSIT, TROMBOSIT DAN HEMOGLOBIN PADA PENDERITA TUBERKULOSIS YANG MENGKONSUMSI OAT DI RSAL dr. SOEDIBJO SARDADI KOTA JAYAPURA Ester Rampa; Fitrianingsih Fitrianingsih; Herlando Sinaga
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 5, No 2 (2020): Juni 2020
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (58.275 KB) | DOI: 10.33846/ghs5206

Abstract

Tuberkulosis merupakan suatu penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis, jika terlambat ditangani atau diobati dapat menyebabkan kematian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil pemeriksaan leukosit, trombosit dan hemoglobin pada penderita tuberkulosis. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan uji laboratorium. Penelitian ini dilaksanakan selama ± 3 bulan, mulai dari tanggal 20 Maret sampai dengan 20 Juni 2019. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah semua penderita tuberkulosis yang menjalani pengobatan di Puskesmas Abepura dan Abepantai selama masa penelitian berlangsung. Sampel yang digunakan adalah darah vena EDTA penderita tuberkulosis yang diambil dengan cara penentuan kriteria (Purposive Sampling). Metode pemeriksaan Leukosit, Trombosit dan Hemoglobin yang digunakan adalah flow Cytometri. Hasil penelitian menunjukkan dari 37 pasien (100%) yang terdiri dari 30 pasien (81%) dengan hasil leukosit normal, 6 pasien (16,2%) dengan leukosit tinggi dan 1 pasien (2,7%) dengan leukosit rendah. Pada pemeriksaan trombosit dari total 37 pasien (100%) yang terdiri dari 20 pasien (54%) dengan trombosit normal, 4 pasien (10,8%) dengan trombosit tinggi dan 13 pasien (35,1%) dengan trombosit rendah. Sedangkan pada pemeriksaan hemoglobin dari total 37 passien (100%) dengan hemoglobin normal sebanyak 21 pasien (57%) dan hemoglobin rendah dengan hemoglobin normal, 16 pasien (43,2%) dengan kadar hemoglobin rendah. Kata kunci: penderita tuberculosis; leukosit; trombosit; hemoglobin
Hubungan Faktor Afeksi dan Religiusitas Terhadap Perilaku Seksual Berisiko HIV dan AIDS Pada Remaja SMA Negeri 1 Kabupaten Sorong Baktianita Ratna Etnis; Febry Talakua
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 5, No 2 (2020): Juni 2020
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (43.304 KB) | DOI: 10.33846/ghs5202

Abstract

Latar Belakang: Masa remaja merupakan suatu proses dalam tahap perkembangan individu yang diawali dari berkembangnya organ seksual. Faktor yang mendukung remaja melakukan hubungan seksual adalah faktor biologis, faktor religiusitas, teman sebaya, faktor demografi, faktor afeksi. Menurut world Health Organization (WHO) tahun 2011, remaja berumur 13-17 tahun setuju dengan hubungan seksual yakni mencapai 16%. Dinas Kabupaten sorong menunjukkan bahwa jumlah penderita HIV dan AIDS dalam 6 bulan terakhir dari bulan juli 2017 yaitu 51 orang.Tujuan : Mengetahui hubungan faktor afeksi dan religiusitas terhadap perilaku seksual berisiko HIV dan AIDS pada remaja SMA Negeri 1 Kabupaten Sorong. Metode: Desain studi yang digunakan adalah observasional analitik dengan rancangan penelitian cross sectional. Populasi penelitian adalah semua siswa/siswi SMA Negeri 1 Kabupaten Sorong sebanyak 290 orang. Sampel penelitian diambil berdasarkan metode ‘’stratified random sampling’’ yakni 168 orang. Penelitian ini dilakukan pada bulan Oktober 2018. Hasil: penelitian dengan uji Chi-Square, didapatkan nilai p = 0,001 menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara faktor afeksi terhadap perilaku seksual berisiko HIV dan AIDS. Dan didapatkan nilai p = 0,001 menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara religiusitas terhadap perilaku seksual berisiko HIV dan AIDS. Kesimpulan: dalam penelitian ini adalah faktor afeksi berhubungan dengan perilaku seksual beresiko HIV dan AIDS pada remaja SMA Negeri 1 Kabupaten Sorong. Dan Religiusitas berhubungan dengan perilaku seksual beresiko HIV dan AIDS pada remaja SMA Negeri 1 Kabupaten Sorong. Kata kunci: afeksi; religiusitas; perilaku beresiko, HIV dan AIDS
UJI WIDAL DAN IgG/IgM SALMONELLA TYPHI PENDERITA MALARIA TROPIKA +4 DI RSUD KWAINGGA KABUPATEN KEEROM PAPUA Wimbadi Sigit; Annisa Eka Susanti Sunarsan; Herlando Sinaga
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 5, No 2 (2020): Juni 2020
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (40.086 KB) | DOI: 10.33846/ghs5207

Abstract

Malaria masih merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang dapat menyebabkan kematian terutama pada kelompok resiko tinggi yaitu bayi, anak balita dan ibu hamil. Berdasarkan laporan WHO pada tahun 2015 terdapat 198 juta kasus malaria yang terjadi secara global dan 584.000 penyebab kematian di tahun 2014. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil pemeriksaan widal dan IgG/IgM Salmonella typhi pada penderita Malaria tropika +4 di RSUD Kwaingga. Penelitian dilakukan selama 3 bulan, dari tanggal 7 Maret sampai dengan 7 Juni 2019. Jenis penelitian ini adalah pemeriksaan deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah semua pasien penderita malaria yang datang memeriksakan diri di laboratorium RSUD Kwaingga selama penelitian berlangsung. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik accidental sampling. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode mikroskopis untuk penderita malaria,dilanjutkan dengan uji widal metode slide aglutinasi dan uji rapid IgG/IgM Salmonella metode imunocromatografi. Hasil penelitian yang didapatkan dari 42 sampel penderita Malaria tropika +4 dilakukan uji widal dan uji IgG/IgM Sallmonela typhi dimana 27 diantaranya uji widal positif sedangkan uji IgG/IgM Sallmonela typhi keseluruhan negatif. Kata kunci: malaria; widal; IgG/IgM; Salmonella
Gambaran Kejadian Stunting Berdasarkan Karakteristik Ibu di Puskesmas Aifat Kabupaten Maybrat Dirgantari Pademme
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 5, No 2 (2020): Juni 2020
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (69.639 KB) | DOI: 10.33846/ghs5204

Abstract

Latar belakang: Seluruh dunia, tercatat 151 juta anak di bawah usia 5 tahun mengalami stunting. Kejadian balita stunting (pendek) merupakan masalah gizi utama yang dihadapi Indonesia. Indonesia menjadi negara kelima di dunia dengan prevalensi stunting terbesar. Tahun 2018 jumlah balita stunting di Papua Barat menurun menjadi 27,8%. Angka ini menurun lagi menjadi 24,6% pada tahun 2019. Sedangkan di Kabupaten Maybrat sendiri angka stunting pada tahun 2013 adalah 38,19% dan tahun 2019 adalah sebanyak 44,83%. Tujuan: untuk mengetahui gambaran kejadian stunting berdasarkan karakteristik ibu pada balita di Puskesmas Aifat Kabupaten Maybrat. Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian observasional dengan pendekatan deskriptif untuk mengetahui gambaran usia, pendidikan, dan pendapatan ibu. Penelitian dilakukan di Puskesmas Aifat Kabupaten Maybrat pada bulan Oktober 2020. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu yang memiliki anak balita yang berjumlah 30 orang. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 30 responden. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa kuesioner. Data primer dalam penelitian ini dari kuesioner yang dibagikan dan pengukuran langsung kepada balita terkait berat badan dan tinggi badan. Analisis yang digunakan menggunakan analisis univariat, yang disajikan dalam bentuk tabel dan narasi. Hasil: penelitian ini menunjukkan bahwa balita yang mengalami stunting sebagian besar berasal dari kelompok ibu berusia 26-35 tahun (53%), berpendidikan tinggi (SMA, perguruan tinggi) (33%), pendapatan ≤ Rp. 3.134.000 (67%). Sedangkan balita yang mengalami stunting sebagian besar pada kelompok laki-laki dan usia 5 tahun (33%). Kejadian stunting di Puskesmas Aifat berkaitan dengan pendidikan ibu dan pendapatan ibu. Kata kunci: pendapatan, pendidikan, balita, stunting
ANTENATAL CARE : PEMERIKSAAN HIV, PROTEIN URIN DAN TEKANAN DARAH IBU HAMIL DI RSUD KWAINGGA KABUPATEN KEEROM Tika Romadhonni; Tina Andriani; Herlando Sinaga
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 5, No 2 (2020): Juni 2020
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (51.903 KB) | DOI: 10.33846/ghs5208

Abstract

Antenatal Care yang bertujuan untuk mengoptimalkan kesehatan mental dan fisik ibu hamil serta menghindari resiko komplikasi pada kehamilan dan persalinan dilakukan harus secara rutin dan terjadwal. Pemeriksaan yang dilakukan pada penelitian ini fokus pada pemeriksaan Human Imunodeficiency Virus (HIV), Protein Urin dan Tekanan Darah Pada Ibu Hamil di Rumah Sakit Umum Daerah Kwaingga Kabupaten Keerom. Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui Hasil Pemeriksaan HIV, Protein Urin, dan Tekanan Darah pada Ibu Hamil di Rumah Sakit Umum Daerah Kwaingga Kabupaten Keerom. Jenis penelitian yang di gunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan uji laboratorium, Populasi yang di gunakan dalam penelitian ini adalah semua pasien yang datang melakukan pemeriksaan kehamilan di Rumah Sakit Umum Daerah Kwaingga Kabupaten Keerom. Sampel penelitian ini adalah semua ibu hamil yang berjumlah 30 responden. Metode pemeriksaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Rapid Diagnostic Test (RDT), Asam Asetat 6% (Protein Urin), dan Spigmomanometer (Tekanan Darah). Pemeriksaan ini dilaksanakan selama 2 bulan, dari tanggal 29 Maret s/d 29 Mei 2019. Pemeriksaan HIV, Protein Urin, dan Tekanan Darah didapatkan hasil untuk HIV sebanyak 1 sampel (3,4%) positif terinfeksi HIV dan sebanyak 29 sampel (96,6%) lainnya diperoleh hasil negatif, hasil pemeriksaan protein urin didapatkan hasil sebanyak 6 sampel (20%) didapatkan kadar protein urin positif (+) dan 24 sampel (80%) diperoleh hasil negatif, dan hasil pemeriksaan tekanan darah didapatkan hasil sebanyak 14 sampel (46,6%) diperoleh hasil normal, 10 sampel (33,4%) diperoleh hasil rendah, dan 6 sampel (20%) diperoleh hasil tinggi. Kata kunci: antenatal care; HIV; protein urin; tekanan darah; ibu hamil

Page 1 of 1 | Total Record : 8