cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal Manajemen Update
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Arjuna Subject : -
Articles 1,621 Documents
REAKSI PASAR TERHADAP KENAIKAN RATING INVESTASI INDONESIA Aliansyah, Gusti Fakhri
Jurnal Manajemen Update Vol 7, No 4 (2018): Jurnal Mahasiswa Manajemen
Publisher : Jurnal Manajemen Update

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKKenaikan rating investasi Indonesia yang diberikan oleh S&P melengkapi daftar peningkatan yang telah diberikan oleh lembaga pemeringkat internasional lainnya yang dilakukan Moody’s dan Fitch pada tahun 2012 lalu. Sejak diberikannya outlook positif dari Moody’s dan Fitch, perekonomian Indonesia perlahan semakin membaik hingga pada akhirnya S&P menaikkan peringkat rating tersebut menjadi BBB- dengan outlook stable pada tgl 19 Mei 2017. Dampak dari kenaikan tersebut lah yang akan diteliti melalu penelitian event study untuk mengamati peristiwa kenaikan rating investasi Indonesia yang diberikan S&P pada tanggal 19 Mei 2017. Dalam penelitian ini, peneliti menguji apakah terdapat perbedaan abnormal return dan aktivitas volume perdagangan saham di sekitar periode peristiwa. Peneliti menggunakan data harga saham harian untuk menghitung return harian dan data volume perdagangan saham untuk menghitung aktivitas volume perdagangan saham dimana data yang digunakan adalah 15 hari sebelum dan 15 hari sesudah peristiwa Periode estimasi yang digunakan dalan penelitian ini sebanyak 150 hari dan periode peristiwa yang digunakan sebanyak 31 hari. Sampel penelitian menggunakan Indeks Kompas 100 yang diseleksi sesuai kriteria menjadi sampel yaitu 61 perusahaan.Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan Uji Paired Sample T-Test dengan menggunakan software SPSS 23.0. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pada abnormal return sebelum dan sesudah peristiwa. Akan tetapi, tidak terdapat perbedaan pada aktivitas volume perdagangan saham sebelum dan sesudah peristiwa.Kata kunci : Abnormal Return, Aktivitas Volume Perdagangan Saham, Studi PeristiwaDAFTAR PUSTAKAA’la, Najmi & Asandimitra, N. (2017). Reaksi Pasar Terhadap Pengumuman Stock Split Tahun 2016. Jurnal Ilmu Manajemen Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Surabaya. Vol. 5 No.3.Ayuni, Renita. (2017). Analisis Abnormal Return Saham Seputar Peristiwa Pengumuman Upgrade dan Downgrade Bond Rating Pada Perusahaan Penerbit Saham dan Obligasi yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) Tahun 2016. Universitas LampungBungin, Burhan. (2005). Metodologi Penelitian Kuantitatif Komunikasi, Ekonomi, dan Kebijakan Publik serta Ilmu-Ilmu Sosial Lainnya, Edisi Pertama, Cetakan Pertama. Jakarta: Prenada MediaBrown, S.J., dan Warner, JB., (1985), “Using Daily Stock Return: The Case of Event Studies”, Journal of Financial Economics. 14, Hal 3-31.Equity Strategy Research, (2003). Value Relevance of Analysts’ Earnings Forecast, The Statistical Relation between Earnings Surprises and Abnormal Stock Returns. University of ChicagoElayan, Huei Hsu, dan Meyer. (2003). Pengaruh Pengumuman Peringkat Kredit Internasional Terhadap Harga Saham di Pasar Modal New Zealand (NZ)Harahap, Annisa Maulida dan Syahyunan. (Tanpa Tahun). Pengaruh Pengumuman Peringkat Obligasi Terhadap Reaksi Pasar Saham di Bursa Efek Indonesia. Unveristas Sumatera UtaraHartono, Jogiyanto. (2015). Teori Portofolio dan Analisis Investasi. Edisi kesepuluh. Yogyakarta: BPFE.Iskandar. (2008). Metodologi Penelitian Pendidikan dan Sosial (Kuantitatif dan Kualitatif). Jakarta: GP PressMubaraq, Fathul. (2013). Pengaruh Pengumuman Dividen Terhadap Harga Saham dan Volume Perdaganagan di Perusahaan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode Tahun 2011-2012. Universitas Pendidikan IndonesiaNapitupulu dan Syahyunan. (2013). Pengaruh Return Saham, Volume Perdagangan dan Volatitilitas Harga Saham Terhadap Bid Ask Spread Pada Perusahaan Yang Melakukan Stock Split Di Bursa Efek Indonesia. Skripsi. Universitas Sumatera Utara.Pasanda. (2013). Pengumuman Kenaikan Peringkat Obligasi Terhadap Reaksi Pasar Saham di Bursa Efek IndonesiaPratama, Gede Bhakti, Ni Kadek Sinarwati dan Nyoman Ari Surya Dharmawan. (2015). Reaksi Pasar Modal Indonesia Terhadap Peristiwa Politik (Event Study pada Peristiwa Pelantikan Joko Widodo Sebagai Presiden Republik Indonesia Ke-7). Universitas Pendidikan GaneshaSuad, Husnan. (2008). Manajemen Keuangan: Teori dan Penerapan. Buku 1. Edisi 4. Yogyakarta: BPFE.Sugiyono. (2010). Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: AlfabetaSutrisno, (2013). Manajemen Keuangan: Teori Konsep & Aplikasi. Edisi kesembilan Yogyakarta: EkonisiaTandelilin, Eduardus. (2010). Portofolio dan Investasi: Teori dan Aplikasi. Edisi Pertama. Yogyakarta: Kanisius.Telaumbanua, Binsar I.K. dan Sumiyana. (2006). Event Study: Pengumuman Laba Terhadap Reaksi Pasar Modal. Universitas Gadjah mada Vahini, Yuni Prema dan Nyoman Wijana. (2015). Event study : Analisis Reaksi Investor Pada Publikasi Laporan Keuangan Tahunan. Universitas Udayana.Yalcin, K. C., (2010). “Market Rationality: Efficient Market Hypothesis versus Market Anomalies”. European Journal OF Economic and Political Studies, Vol. 3, No. 23, Hal 23-38Bank Indonesia. Lembaga Pemeringkat Diakui BI (http://www.bi.go.id/id/perbankan/lembaga-pemeringkat/Contents/Default.aspx#top, diakses tanggal 10 Agustus 2017)DetikFinance. Dampak positif kenaikan rating investasi Indonesia (https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/3515864/dampak-positif-kenaikan-rating-investasi-ke-ekonomi-ri, diakses tanggal 10 Agustus 2017)Ekonomi Kompas. S&P Beri Peringkat “Investment Grade” untuk Indonesia (http://ekonomi.kompas.com/read/2017/05/19/165027126/s.p.beri.peringkat.investment.grade.untuk.indonesia, diakses tanggal 10 Agustus 2017)Finansialku. IHSG Menembus All Time High, Apa itu IHSG dan Bagaimana Prospek Investasinya?(http://ekonomi.kompas.com/read/2017/05/19/165027126/s.p.beri.peringkat.investment.grade.untuk.indonesia, diakses tanggal 10 Agustus 2017)KSEI. Corporate Action (http://www.ksei.co.id/publications/corporate-action-schedules/masr, diakses tanggal 10 Agustus 2017)Katadata. Peringkat Utang Tertinggi Pasca-Krisis 1998(https://katadata.co.id/infografik/2018/01/04/peringkat-utang-naik-indonesia-layak-investasi, diakses 10 Agustus 2017)Pengumuman Saham yang Masuk dan Keluar Indeks Kompas 100 periode Februari sampai dengan Juli 2017 www.idx.co.idSahamgain. S&P Investment Grade Indonesia dan Pasar Saham (http://www.sahamgain.com/2017/05/s-investment-grade-indonesia-dan-pasar.html, diakses 10 Agustus 2017 SeputarForex. Kenaikan Rating S&P Baik Atau Buruk(http://www.seputarforex.com/analisa/lihat.php?id=279085&title=kenaikan_rating_sp_baik_atau_buruk, diakses 10 Agustus 2017)YahooFinance. JKSE (IHSG) Chart (https://finance.yahoo.com/quote/%5EJKSE/chart?p=%5EJKSE, diakses 10 Agustus 2017)
PENGARUH NEGARA ASAL, KREDIBILITAS MEREK, DAN HARGA TERHADAP PILIHAN KONSUMEN (STUDI EMPIRIS PADA PENGGUNA SEPEDA MOTOR HONDA, YAMAHA DAN SUZUKI DI KOTA PONTIANAK) NISA, NISA RHETA AMANDA B1021131119
Jurnal Manajemen Update Vol 6, No 4 (2017): Jurnal Mahasiswa Manajemen
Publisher : Jurnal Manajemen Update

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh negara asal, kredibilitas merek dan harga terhadap pilihan konsumen (studi empiris pada pengguna sepeda motor Honda, Yamaha, dan Suzuki di Kota Pontianak). Penelitian ini terdiri dari variabel independen yaitu negara asal, kredibilitas merek dan harga, dan variabel dependen yaitu pilihan konsumen. Jenis metode penelitian yang gunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif, sedangkan teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner dan survey. Populasi dalam penelitian ini adalah konsumen pengguna sepeda motor Honda, Yamaha, dan Suzuki di Kota Pontianak, dengan jumlah sampel sebanyak 150 responden. Penggambilan sampel menggunakan teknik  purposive sampling dengan alat analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, pertama negara asal berpengaruh signifikan terhadap pilihan konsumen sepeda motor, kedua kredibilitas merek juga berpengaruh signifikan terhadap pilihan konsumen sepeda motor, dan terakhir harga tidak berpengaruh signifikan terhadap pilihan konsumen sepeda motor.Dari uji koefisien determinasi (R2) penulis mendapatkan hasil bahwa dalam membeli sepeda motor, pilihan konsumen dipengaruhi oleh negara asal, kredibilitas merek, dan harga sebesar 43,0% sedangkan sisanya sebesar 57,0% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak termasuk dalam penelitian ini.Kata Kunci: Negara Asal, Kredibilitas Merek, Harga, Pilihan Konsumen
PENGARUH KUALITAS KEHIDUPAN KERJA (QUALITY OF WORK LIFE) TERHADAP KOMITMEN PEGAWAI PADA DINAS PENDAPATAN DAERAH KOTA PONTIANAK B31111106, MARSIANA IRAWATI
Jurnal Manajemen Update Vol 5, No 2 (2016): Jurnal Mahasiswa Manajemen
Publisher : Jurnal Manajemen Update

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fulfillment of a good quality of work life and assured the employees can fosters they commitment to stay and work in the achievement of an organization as a workplace. The commitment of employees who grow up feeling love for the organization (affective commitment) can also be a boost to get a working life that is safe and secure in condition on continuance basis (continuance commitment). Employees commitment is certainly not just based on the fulfillment of a good working life or higher to survive, but also because of the values and norms they are as an employee or worker to contribute and accomplishments (normative commitment). This study aims to determine the effect of quality of work life  to the employees' commitment on Dinas Pendapatan Daerah Kota Pontianak. Data was collected by distributing questionnaires to 55 employees at the Dinas Pendapatan Daerah Kota Pontianak. Analysis technique that used on this reserach is a Partial Least Square analyze through the SmartPLS software. The results showed that the quality of work life in a positive and significant impact on employee commitment. This is evidenced by value t-count larger than t-table (1.96) that is equal to 464.377. Keywords: Quality of Work Life, Employees Commitment
PENGARUH KINERJA KEUANGAN, CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DAN GOOD CORPORATE GOVERNANCE TERHADAP RETURN SAHAM (Pada Perusahaan Indeks LQ45 yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode Tahun 2012-2015) B31112057, Vina Amelia Eka Waty
Jurnal Manajemen Update Vol 5, No 4 (2016): Jurnal Mahasiswa Manajemen
Publisher : Jurnal Manajemen Update

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research is an empirical study annount to analyze the influence of financial performance using a proxy for Return On Assets (ROA), Corporate Social Responsibility / CSR, Good Corporate Governance proxy using the commissioners and board of directors to Return stock in the annual report.   The population used in this study is 45 companies included in the index LQ 45 listed in the Indonesia Stock Exchange ( BEI ) during the period 2012-2015. Based on purposive sampling method, obtained 96 samples of data samples from 24 companies. Hypothesis testing using multiple regression. The results of this study indicate that the Return On Aseets( ROA) and the Board of Directors have a significant effect on Return Equity, Corporate Social Responsibility / CSR, the Board of Commissioners did not affect the Stock Return Keywords : Return On Asstes ( ROA ), Corporate Social Responsibility, the Board of Commissioners, Board of Directors, Stock Return , LQ45
The Credit Card Knowledge, Financial Self-Efficacy, Credit Card Misuse and Intention to Reuse Credit Card among adults in Pontianak Wibowo, Pandu B102415012
Jurnal Manajemen Update Vol 8, No 4 (2019): Jurnal Mahasiswa Manajemen
Publisher : Jurnal Manajemen Update

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this paper is to investigate the impact of credit card knowledge and financial self-efficacy toward credit card misuse and intention to reuse credit card. The technological breakthroughs and regulatory reforms of the past decades have brought payment media to the forefront of business, social and political interest. This research is a survey research that is conducted to understand the causal relationships between variables with the use of questionnaire as the instrument to obtain data. The questionnaire is distributed to 100 sample who fulfill the requirements. The sample of this research are adults in Pontianak that are at least 21 years old. In this research, the data analysis method used is Structural Equation Model Partial Least Square (SEMPLS) method. To conduct analysis using PLS method, this research is using smartPLS 3.0 software. The hypothesis of the research is H1 : Credit card knowledge have significant influence on credit card misuse, H2: Financial self-efficacy have significant influence on credit cards misuse, H3: Credit card knowledge have significant influence on intention to reuse credit cards, H4: Financial self-efficacy have signficant influence on intention to reuse credit cards, H5: Credit card misuse have significant influence on intention to reuse credit cards. The result of this research shows that H1, H4 and H5 are accepted but H2 and H3 are rejected.References A, F. (1984). “Many sides of the coin: The psychology of money usage. Personality and Individual Differences. 501-509.Ackert, L., & Church, B. (2015). Credit cards, financial responsibility, and college students: an experimental study. International Journal of Behavioural Accounting and Finance, Vol. 5 No. 1, 1-26.Aghazadeh, H., & Esfidani, M. R. (2007). Internet Marketing Strategies. Iranian Economic Review, 180-191.Allgood, S., & Walstad, W. (2013). Financial literacy and credit card behaviors: a cross-sectional analysis by age. Numeracy, Vol. 6 No. 2, 1-26.Allgood, S., & Walstad, W. (2016). The effects of perceived and actual financial knowledge on credit card behavior. Economic Inquiry, Vol. 54 No. 1, 675-697.Amromin, G., & S., C. (2007). Debit Card and Cash Usage: A Cross-country Analysis. Working Paper, Federal Reserve Bank of Chicago, Number 2007-04.Austin, M. J., & Phillips, M. R. (2001). Educating students: an ethics responsibility of credit card companies. Journal of Services Marketing, Vol. 15 No. 7, 516-528.Awanis, S., & Chi Cui, C. (2014). Consumer susceptibility to credit card misuse and indebtedness. Asia Pacific Journal of Marketing and Logistics Vol. 26 No. 3, 408-429.Bandura, A. (1977). Social Learning Theory. General Learning Press, New York, NY.BBC. (2011, March 2). Credit cards do not count as spending, say young adults. Retrieved from BBC: https://www.bbc.com/news/education-12627107BI. (2012). Surat Edaran Bank Indonesia Nomor 14/17/DASP perihal Perubahan atas Surat Edaran Bank Indonesia Nomor 11/10/DASP perihal Penyelenggaraan Kegiatan Alat Pembayaran dengan Menggunakan Kartu. Retrieved from Bank Indonesia: https://www.bi.go.id/id/peraturan/sistem-pembayaran/pages/se_141712.aspxBorden, L., Lee, S., Serido, J., & Collins, D. (2008). Changing college students’ financial knowledge,attitudes, and behavior through seminar participation. Journal of Family and Economic Issues Vol. 29 No. 1, 23-40.Borzekowski, R, R., E., K., & S., A. (2008). Consumers’ Use of Debit Cards: Patterns, Preferences and Price Response. Journal of Money, Credit and Banking, 40, 149-72.Braunsberger, K., Lucas, L. A., & Roach, D. (2004). The effectiveness of credit-card regulation for vulnerable consumers. . Journal of Service Marketing, 18(5), , 358–370.Braunsberger, K., Lucas, L., & Roach, D. (2004). The effectiveness of credit-card regulation for vulnerable consumers. Journal of Services Marketing, Vol. 18 No. 5, 358-370.Braunstein, S., & Welch, C. (2002). Financial literacy: an overview of practice, research, and policy. Federal Reserve Bulletin, 445-457.Brown, S. P., & Stayman, D. M. (1992). Antecedents and Consequences of Attitude toward the Ad: a Meta-analysis. Journal of Consumer Research, 34-51.Burton, D. (2008). Credit and Consumer Society. Routledge, Oxon.Burton, D., Knights, S., Leyshon, A., Alferoff, C., & Signoretta, P. (2004). Making a market: the UK retail financial services industry and the rise of the complex sub-prime credit market. Competition & Change, Maney Publishing, Vol. 8 No. 1, 3-25.Carlson, N. e. (2007). Psychology: The Science of Behaviour 4th Canadian Edition. Toronto: Pearson Education Canada.Carow, K., & M., S. (1999). Debit, Credit, and Cash: Survey Evidence on Gasoline Purchases. Journal of Economics and Business, 51, 409-422.Chakravorti, S. (2004). Why has Stored-value Card not Caught on? Journal of Financial Transformation, 12: 39-48.Churchill, G. A., & Moschis, G. P. (1979). Television and interpersonal influences on adolescent consumer learning. Journal of Consumer Research, Vol. 6 No. 1, 23-35.Corley, J. K., Jourdan, Z., & Ingram, W. R. (2013). Internet marketing: a content analysis of the research. Electronic Markets.Dafler, F. (2013, April 23). Terindah. Retrieved from Memahami dan Mempelajari SmartPLS: http://feroniadafler.blogspot.co.id/2013/04/mempelajari-dan-memahami-smartpls.htmlDraut, T., & Silva, J. (2004). Generation Broke : The Growth of Debt Among Young Americans. De-mos: A Network for Ideas & Action.Durkin, T. A. (2000). Credit Cards: Use and Consumer Attitudes,1970-2000. Federal Reserve Bulletin.Evans, D., & R. , S. (2005). Paying with Plastic (Second Edition). MIT Press:Cambridge, MA. .Feinberg, R. (1986). Cards as spending facilitating stimuli: a conditioning interpretation. Journal of Consumer Research, Vol. 13 No. 3, 348-358.Fisher, J., Fisher, W., Amico, K., & Harman, J. (2006). An information-motivation-behavioral skills model of adherence to antiretroviral therapy. Health Psychology Vol.25 No.4, 462-473.Fogel, J., & Schneider, M. (2011). Credit card use: disposable income and employment status. YOUNG CONSUMER, 5-14.Foscht, T., Maloles, C., & Chia, S. L. (2010). Debit and credit card usage and satisfaction: who uses which and why – evidence from Austria. . International Journal of Bank Marketing, 28(2), 150-165.Gourville, J., & Soman, D. (1998). Payment depreciation: the behavioral effects of temporally separating payments from consumption. , Journal of Consumer Research, Vol. 25 No. 2, 160-174.Hancock, A., Jorgensen, B., & Swanson, M. (2013). College students and credit card use: the role of parents, work experience, financial knowledge, and credit card attitudes. Journal of Family and Economic Issues, Vol. 34 No. 4, 369-381.Heffner, C. L. (2016). Test Validity and Reliability. Retrieved from AllPsych: http://allpsych.com/researchmethods/validityreliability/Henry. (2011, August 24). Path Analysis with LISREL (Chapter 1). Retrieved from Teori Online: https://teorionline.wordpress.com/2011/08/24/path-analysis-with-lisrel-chapter-1/Henry, P., Garbarino, E., & Voola, R. (2013). Metacognitions about consumer protection and individual responsibility in the credit card domain. Journal of Public Policy & Marketing, Vol. 32 No. 1, 32-44.Hox, J. J., & Bechger, T. (2011). An Introduction to Structural Equation Modeling. Family Science Review, 354-373.Humphrey, D. (2004). “Replacement of Cash by Cards in U.S. Consumer Payments,". Journal of Economics and Business Volume 56, 211-225.Humphrey, D., M., K., & B., V. (2001). Realizing the Gains from Electronic Payments: Costs, Pricing, and Payment Choice. Journal of Money, Credit and Banking, 33, 216-234.Hunt, R. (2003). An Introduction to the Economics of Payment Card Networks. Review of Network Economics Volume 2, 80-96.HYYTINEN , A., & TAKALO, T. (2009). Consumer Awareness and the Use of Payment Media: Evidence from Young Finnish Consumers. Review of Network Economics Vol.8, Issue 2 – June.I, A. (1988). Attitudes, personaliQ, and behaviour. Dorsey.Joo, S., Grable, J., & Bagwell, D. (2003). Credit card attitudes and behaviors of college students. College Student Journal, Vol. 37 No. 3, 405-19.Kapferer, J. N. (2004). The New Strategic Brand Management: Creating and Sustaining Brand Equity Long Term. London: Kogan Page.Klee, E. (2006a). Families’ Use of Payment Instruments During a Decade of Change in the U.S. Payment System. Finance and Economics Discussion Series, Number 2006-01 Board of Governors of the Federal Reserve System. .Komariah, A., & Satori, D. (2010). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta.Lachance, M., Beaudoin, P., & Robitaille, J. (2006). Quebec young adults’ use of and knowledge of credit. International Journal of Consumer Studies, Vol. 30 No. 4, 347-359.Leedy, P. D., & Ormrod, J. E. (2001). Practical Research: Planning and Design. London: Pearson.Livingstone, S., & Lunt, P. K. (1992). Predicting personal debt and debt repayment: psychological,social and economic determinants. Journal of Economic Psychology, Vol. 13 No. 1, 111-134.Malhotra, N. K. (2010). Marketing Research : An Applied Orientation sixth edition. PEARSON EDUCATION.Mannings, R. (1999). Credit Cards on Campus: Costs and Consequences of Student Debt. Consumer Federation of America, Washington, DC.Mansfield, P., & Pinto, M. (2008). Consumer vulnerability and credit card knowledge among developmentally disabled citizens. The Journal of Consumer Affairs, Vol. 42 No. 3, 425-438.Mantel, B. (2000). Why do Consumers Pay Bills Electronically? An Empirical Analysis. Economic Perspectives Federal Reserve Bank of Chicago, 4th Quarter, 32-47.Margianto, H. (2014, August 30). Kompas. Retrieved from Kompas.com: https://ekonomi.kompas.com/read/2014/08/30/204444826/.Cashless.Society.Ketika.Uang.Fisik.Hilang.dari.Dompet.AndaMaurya, U. K., & Mishra, P. (2012). What is a Brand? A Perspective on Brand Meaning. European Journal of Business and Management.McCoy, S., Everard, A., Polak, P., & Galletta, D. F. (2008). An experimental study of antecedents and consequences of online ad intrusiveness. Journal of Human Computer Interaction, 672-699.Merriam-Webster. (2018). Merriam-Webster: Questionnaire. Retrieved from Merriam-Webster:: https://www.merriam-webster.com/dictionary/questionnaireMester, L. (2003). Changes in the Use of Electronic Means of Payment: 1995-2001. Federal Reserve Bank of Philadelphia Business Review, Q3, 18-20.Moore, R. (2004). Credit card knowledge, attitudes, and practices of college students. Dissertation, Texas Tech University, Lubbock, TX.Moschis, G. P., & Moore, R. L. (1984). Anticipatory consumer socialization. Journal of Academy of Marketing Science, Vol. 12 No. 4, 109-123.Najmi, M., Atefi, Y., & Mirbagheri, S. A. (2012). Attitude toward Brand: An Integrative Look at Mediators and Moderators. Academy of Marketing Studies Journal, 111-133.Norvilitis, J. M., & Santa Maria, P. (2002). Credit card debt on college campuses: causes, consequences,and solutions. College Student Journal, Vol. 36 No. 3, 357-364.Norvilitis, J. M., Merwin, M. M., Osberg, T. M., Roehling, P. V., Young, P., & Kamas, M. M. (2006). Personality factors, money attitudes, financial knowledge, and credit-card debt in college. Journal of Applied Social Psychology, Vol. 36 No. 6, 1395-1413.Norvilitis, J. M., Merwin, M. M., Osberg, T. M., Roehling, P. V., Young, P., & Kamas, M. M. (2006). Personality factors, money attitudes, financial knowledge, and credit-card debt in college students. Journal of Applied Social Psychology Vol. 36 No. 6, 1395-1413.Norvilitis, J., & MacLean, M. (2010). The role of parents in college students’ financial behaviors and attitudes. Journal of Economic Psychology, Vol. 31 No. 1, 55-63.Omar, N. A., Rahim, R. A., Che Wel, C. A., & Alam, S. S. (2014). Compulsive buying and credit cardmisuse among credit card holders: the roles of self-esteem, materialism, impulsive buying and budget constraint. Intangible Capital, Vol. 10 No. 1, 52-74.O'Sullivan, A., & Sheffrin, S. M. (2003). Economics: Principles in action (Textbook). Upper Saddle River, New Jersey: Pearson Prentice Hall.Palan, K. M., Morrow, P. C., Trapp, A., & Blackburn, V. (2011). Compulsive buying behavior in college students: the mediating role of credit card misuse. Journal of Marketing Theory and Practice, 81-96.Palmer, T. S., Pinto, M. B., & Parente, D. H. (2001). “College students’ credit card debt and the role of parental involvement: implications for public policy. Journal of Public Policy & Marketing, Vol. 20 No. 1, 105-113.Pechmann, C., Moore, E., Andreasen, A., Connel, P., Freeman, D., Gardner, M., . . . Soster, R. (2011). Navigating the central tensions in research on at-risk consumers: challenges and opportunities. Journal of Public Policy & Marketing, Vol. 30 No. 1, 23-30.Perry, V., & Morris, M. (2005). Who is in control? The role of self-perception, knowledge, and income in explaining consumer financial behavior. The Journal of Consumer Affairs, Vol. 39 No. 2, 299-313.Pindyck, R., & Rubinfeld, D. (2004). Microeconomics, 6th ed. Upper Saddle River, NJ: Prentice-Hall.Pinto, B., Parente, D., & Palmer, T. (2000). “Materialism and credit card use by college students . Psychological Reports, Vol. 86 No. 2, 643-652.Pinto, M., Parente, D., & Mansfield, P. (2005). Information learned from socialization agents: its relationship to credit card use. Family and Consumer Sciences Research Journal, Vol. 33 No. 4, 357-367.Pirog, S., & Roberts, J. A. (2007). Personality and credit card misuse among college students: the mediating role of impulsiveness. The Journal of Marketing Theory and Practice, Vol. 15 No. 1, 65-77.Prelec, D., & Simester, D. (2001). Always leave home without it: a further investigation of the credit-card effect on willingness to pay. Marketing Letters, Vol. 12 No. 1, 5-12.Richins, M. (2011). Materialism, transformation expectations, and spending: implications for credit use. Journal of Public Policy & Marketing, Vol. 30 No. 2, 141-156.Richsen, H. (2015). Validity. Retrieved from Linguistic: http://linguistics.byu.edu/faculty/henrichsenl/ResearchMethods/RM_2_18.htmlRidwan. (2004). Metode dan Teknik Menyusun Tesis. Bandung: Alfabeta.Robb, C. A. (2011). Financial knowledge and credit card behavior of college students. Journal of Family and Economic Issues, Vol. 32 No. 4, 690-698.Robb, C. A., Moody, B., & Abdel-Ghany, M. (2012). College student persistence to degree: the burden of debt. Journal of College Student Retention, Vol. 13 No. 4, 431-456.Robb, C., & Sharpe, D. (2009). Effect of personal financial knowledge on college students’ credit card behavior. Journal of Financial Counseling and Planning, Vol. 20 No. 1, 25-43.Roberts, J. A., & Tanner, J. F. (2000). Compulsive buying and risky behavior among adolescents. Psychological Reports Vol. 86 No. 3, 763-770.Rysman, M. (2007). An Empirical Analysis of Payment Card Usage. Journal of Industrial Economics, 55, 1-36.SallieMae. (2012). “How undergraduate students use credit cards: Sallie Mae’s national study of usage rates and trends 2009. 1-19.Santos, D., Mendes-Da-Silva, W., Flores, E., & Norvilitis, J. (2016). Predictors of credit card use and perceived financial well-being in female college students: a Brazil-United States comparative study. International Journal of Consumer Studies, Vol. 40 No. 2, 133-142.Shields, P., & Rangarajan, N. (2013). A Playbook for Research Methods: Integrating Conceptual Frameworks and Project Management. New Forums Press.Shim, S., Barber, B., Card, N., Xiao, J., & Serido, J. (2010). Financial socialization of first-year college students: the roles of parents, work, and education. Journal of Youth and Adolescence, Vol. 39 No. 12, 1457-1470.Sidoti, P. M., & Devasagayam, R. ((2010)). Credit cards and college students: effect of materialism and risk attitude on misuse. The Marketing Management Journal, Vol. 20 No. 2, 64-79.Simkovic, M. (2008). The Effect of BAPCPA on Credit Card Industry Profits and Prices. American Bankruptcy Law Journal, Vol. 83, No. 1, 2009.Soman, D. (2001). Effects of payment mechanism on spending behavior: the role of rehearsal and immediacy of payments. Journal of Consumer Research, Vol. 27 No. 4, 460-474.Soman, D. (2003). The effect of payment transparency on consumption: the effects of payment transparency on consumption: quasi-experiments from the field. Marketing Letters Vol. 14 No. 3, 173-183.Soman, D., & Cheema, A. (2002). The effect of credit on spending decisions: the role of credit limit and credibility. Marketing Science, Vol. 21 No. 1, 32-53.Soman, D., Cheema, A., & Chan, E. (2011). Understanding consumer psychology to avoid abuse of credit cards. Transformative Consumer Research for Personal and Collective Well-Being, 423-444.Sotiropoulos, V., & d’Astous, A. (2013). Attitudinal, self-efficacy, and social norms determinants of young consumers’ propensity to overspend on credit cards. Journal of Consumer Policy, Vol. 36 No.2, 179-196.Stavins, J. (2001). Effect of Consumer Characteristics on the Use of Payment Instruments. New England Economic Review 3, 19-31.Szmigin, I., & O’Loughlin, D. (2010). Students and the consumer credit market: towards a social policy agenda. Social Policy & Administration, Vol. 44 No. 5, 598-619.Szmigin, I., & O’Loughlin, D. (2010). Students and the consumer credit market: towards a social policy agenda. Social Policy & Administration, Vol. 44 No. 5, 598-619.TechTarget. (2018). Definition: Hypothesis. Retrieved from TechTarget: https://whatis.techtarget.com/definition/hypothesisTeoh, W. M.-Y., Chong, S.-C., & Yong, S. (2013). Exploring the factors influencing credit card spending behavior among Malaysians. International Journal of Bank Marketing Vol. 31 No. 6, 481-500.Wang, J., & Xiao, J. (2009). Buying behavior, social support and credit card indebtedness of college students. International Journal of Consumer Studies, Vol. 33 No. 1, 2-10.Wang, L., Lu, W., & Malhotra, N. K. (2011). Demographics, attitude, personality and credit card features correlate with credit card debt: a view from China. Journal of Economic Psychology, Vol. 32 No. 1, 179-193.Ward, S. (1974). Consumer socialization. Journal of Consumer Research, Vol. 1 No. 2, 1-14.Wardani, P. (2012). Faktor-faktor yang Mempengaruhi Luas Pengungkapan Sukarela. Surabaya: Fakultas Bisnis Universitas Katolik Widya Mandala.Warwick, J., & Mansfield, P. M. (2000). Credit card consumers: college students’ knowledge and attitude. Journal of Consumer Marketing Vol. 17 No. 7, 617-626.Wikipedia. (2015). Convergent Validity. Retrieved from Wikipedia: https://en.wikipedia.org/wiki/Convergent_validityWikipedia. (2016). Wikipedia. Retrieved from Discriminant Validity: https://en.wikipedia.org/wiki/Discriminant_validityWilliams, C. (2007). Research Methods. Journal of Business & Economics Research.Wood, K. (2010). Credit card accountability, responsibility and disclosure act of 2009: protecting young consumers or impinging on their financial freedom. Brooklyn Journal of Corporate, Financial & Commercial Law, Vol. 5 No. 2010, 159-183.Xiao, J. J., Tang, C., Serido, J., & Shim, S. (2011). Antecedents and consequences of risky credit behavior among college students: application and extension of the theory of planned behavior. Journal of Public Policy & Marketing, Vol. 30 No. 2, 239-245. 
PENGARUH KEPUASAN KERJA DAN SELF ESTEEM TERHADAP KINERJA KARYAWAN STUDI PADA PT.TEBAR TANDAN TENERAH-SAMPOERNA AGRO TBK DI KABUPATEN LANDAK EZRA, TRI EEBEL EZRA B11112144
Jurnal Manajemen Update Vol 6, No 2 (2017): Jurnal Mahasiswa Manajemen
Publisher : Jurnal Manajemen Update

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PENGARUH KEPUASAN KERJA DAN SELF ESTEEM TERHADAP KINERJA KARYAWAN STUDI PADA PT.TEBAR TANDAN TENERAH-SAMPOERNA AGRO TBK DI KABUPATEN LANDAKTRI EBEL EZRAB11112111Email: triebel.ezra@yahoo.co.id ABSTRAK      Penelitian ini dilakukan karena ditemui adanya masalah kepuasan kerja dan self esteem yang dialami karyawan, dan di khawatirkan akan berdampak buruk bagi kinerja mereka. Tujuan penilaian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kepuasan kerja terhadap kinerja dan pengaruh self esteem terhadap kinerja karyawan PT. Tebar Tandan Tenerah-Sampoerna Agro Tbk di Kabupaten Landak. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan kantoran di semua divisi yang berjumlah sebanyak 40 orang karyawan. Metode sampling yang di gunakan adalah dengan menggunakan sampel jenuh, yaitu mengambil seluruh populasi karyawan yang ada untuk dijadikan sampel dalam penelitian. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi sederhana dan uji hipotesis menggunakan uji t (parsial) serta koefisien determinasi.     Hasil analisis data menunjukan bahwa kepuasan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan karena nilai (thitung) sebesar 6,113 > nilai (ttabel) 2,023 dan dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05. Sedangkan self esteem diketahui tidak berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan karena memiliki nilai (thitung)sebesar 1,601< nilai (ttabel) 2,023 dan dengan nilai signifikansinya 0,118 > 0,05. Kata kunci: kepuasan kerja, self esteem, kinerja   BAB IPENDAHULUAN 1.1.Latar Belakang      Sumber daya manusia adalah salah satu aset terpenting yang dimiliki perusahaan, karena semampu apapun perusahaan menghasilkan modal namun jika tidak di gerakan oleh tenaga manusia, maka tidak akan menjadi nilai tambah bagi perusahaan. Peranan sumber daya manusia bagi perusahaan tidak hanya dilihat dari hasil produktivitas kerja tetapi juga dilihat dari kualitas kerja yang dihasilkan. Oleh karena itu, kinerja karyawan merupakan  hal yang patut mendapat perhatian penting dari pihak perusahaan.     Keberhasilan suatu organisasi sangat dipengaruhi oleh kinerja dari karyawannya. Menurut Bangun (2012) “Kinerja adalah hasil perkerjaan yang dicapai seseorang berdasarkan persyaratan-persyaratan pekerjaan, yang artinya kinerja adalah hasil kerja yang dicapai oleh karyawan dalam sebuah periode yang ditentukan. Kinerja karyawan merupakan suatu hal yang dianggap sangat penting oleh perusahaan dalam upaya pencapaian tujuan yang telah ditetapkan (Zainal, et al., 2014).     Namun tidak semua karyawan mampu memenuhi harapan dari manajemen perusahaan, oleh karenanya perusahaan harus melakukan penilaian terhadap kinerja karyawan. Menurut Mondy (2008) Penilaian kerja adalah “sistem formal untuk menilai dan mengevaluasi kinerja tugas individu dan tim”. Kegiatan penilaian ini dianggap penting, karena dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan oleh pihak manajemen perusahaan serta memberikan umpan balik kepada karyawan tentang kinerja mereka.     Dalam upaya peningkatan kinerja karyawan ada beberapa faktor yang perlu diperhatikan, salah satunya adalah faktor kepuasan kerja. Menurut  Bangun (2012) “Kepuasan kerja adalah penilaian ke atas suatu pekerjaan apakah menyenangkan atau tidak menyenangkannya untuk dikerjakan”.     Kepuasan kerja pada dasarnya merupakan sesuatu yang bersifat individual. Setiap individu memiliki tingkat kepuasan yang berbeda-beda sesuai dengan nilai yang berlaku pada dirinya. Menurut Zainal, et al (2014) makin tinggi penilaian terhadap kegiatan dirasakan sesuai dengan keinginan individu, maka makin tinggi kepuasannya terhadap kegiatan tersebut, dengan demikian kepuasan kerja merupakan evaluasi yang menggambarkan seseorang atas perasaan sikapnya senang atau tidak senang, puas atau tidak puas dalam bekerja.     Selain faktor kepuasan kerja, faktor lainnya yang harus diperhatikan untuk peningkatan kinerja karyawan adalah faktor self esteem. Menurut Korman (1970) dan Brockner (1988) dalam Ertanto (2011) menyatakan bahwa “self esteem karyawan merupakan penjelasan yang sentral atau utama dari kinerja atau performasi karyawan”. Pernyataan tersebut sudah cukup menjelaskan bahwa baik buruknya kinerja karyawan sedikit banyak memang di pengaruhi oleh Self esteem.     Menurut Luthans (2015) “Self esteem berhubungan dengan kemampuan seseorang untuk menilai diri dan citra diri”, sedangkan pendapat lainya dikemukakan oleh Rosenberg dalam Srisayekti, et al (2015) “self esteem merupakan suatu evaluasi positif ataupun negatif terhadap diri sendiri”. Dengan kata lain self esteem adalah bagaimana seseorang memandang dirinya sendiri.     Self esteem dipandang sebagai salah satu aspek penting dalam pembentukan kepribadian seseorang. Manakala seseorang tidak dapat menghargai dirinya sendiri, maka akan sulit baginya untuk dapat menghargai orang-orang di sekitarnya. Jika hal demikian terjadi di dalam tubuh organisasi perusahaan, maka akan sangat menghambat perusahaan untuk bergerak maju dan bersaing dikarenakan adanya penurunan kinerja karyawan sebagai dampak dari kurangnya rasa saling menghargai antar karyawan.     Fenomena yang terjadi pada karyawan PT. Tebar Tandan Tenerah-Sampoerna Agro Tbk di Kabupaten Landak diketahui sedikitnya jumlah karyawan yang bermasalah dengan absensi namun meski demikian pekerjan yang dikerjakan mereka terkadang masa penyelesaiannya memakan waktu yang lebih lama jika dibandingkan seharusnya.     Melihat hal tersebut penulis berasumsi bahwa adanya masalah dengan pemberian apresiasi dari perusahaan kepada karyawan yang membuat karyawan mengalami ketidakpuasan dalam pekerjaannya, dan juga kurangnya performasi karyawan untuk memenuhi kebutuhan pencapaian prestasi sebagai dampak dari rendahnya self esteem karyawan, yang jika dibiar terus menerus masalah ini pada akhirnya bisa berdampak pada kinerja karyawan.     Jika dilihat dari penelitian terdahulu, belum ada temuan yang konsisten mengenai peningkatan kinerja dipengaruhi oleh kepuasan kerja dan self esteem, misalnya dalam penelitian yang dilakukan oleh Prasetya, Handayani, dan Purbandari (2013) menemukan adanya pengaruh kepuasan kerja terhadap kinerja, temuan tersebut kontra sekali dengan temuan yang di peroleh subakti (2013) didapat bahwa tidak adanya pengaruh kepuasan kerja terhadap kinerja. Dari penelitian Prasetya, dkk (2013) juga ditemukan bahwa self esteem tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja, sedangkan temuan dari penelitian yang dilakukan oleh Sebayang dan Sembiring (2017) dan Judge & Bono (2001) ditemukan adanya pengaruh simultan yang signifikan dari self esteem terhadap kinerja karyawan.     Dari peristiwa tersebut, penulis tertarik untuk meneliti pengaruh kepuasan kerja dan self esteem terhadap kinerja karyawan PT. Tebar Tandan Tenerah-Sampoerna Agro Tbk di Kabupaten Landak.1.2.Rumusan Masalah      Berdasarkan latar belakang diatas, maka permasalahan pokok yang perlu dikaji lebih lanjut dalam penelitian ini yaitu :1. Apakah  Kepuasan kerja berpengaruh  terhadap Kinerja Karyawan. PT. Tebar Tandan Tenerah – Sampoerna Agro Tbk di Kabupaten Landak ?2. Apakah Self Esteem berpengaruh terhadap kinerja karyawan PT. Tebar Tandan Tenerah – Sampoerna Agro Tbk di Kabupaten Landak ?1.3.  Tujuan penelitian Tujuan penelitian ini dilakukan adalah :1. Untuk menguji dan menganalisis pengaruh kepuasan kerja terhadap kinerja karyawan PT. Tebar Tandan Tenerah – Sampoerna Agro Tbk di Kabupaten Landak.2. Untuk menguji dan menganalisis pengaruh Self Esteem terhadap kinerja karyawan PT. Tebar Tandan Tenerah – Sampoerna Agro Tbk di Kabupaten Landak.1.4. Manfaat Penelitian     Dengan dilakukannya penelitian ini diharapkan dapat memiliki manfaat sebagai berikut :1. Bagi akademisi, menambah wawasan ilmu tentang pengaruh kepuasan kerja (job satisfaction) dan harga diri (self esteem) terhadap kinerja (performance) dan penerapan teori-teori yang ada dalam masalah sesungguhnya.2. Bagi pihak manajemen, semoga dapat menjadi informasi yang berharga dalam rangka pengambilan keputusan, khususnya dalam kepentingan pengembangan dan pembangunan manajemen sumber daya manusia yang dimilikinya.3. Bagi peneliti lain, penelitian ini diharapkan mampu menjadi dasar atau acuan untuk penelitian selanjutnya sehingga lebih mampu memberikan hasil yang lebih baik dan relevan. BAB IITINJAUAN PUSTAKA2.1.  Kinerja      Menurut Bangun (2012) “kinerja (performance) adalah hasil pekerjaan yang dicapai seseorang berdasarkan persyaratan-persyaratan pekerjaan (job requirement)”. Sementara itu menurut Simanjuntak dalam Zainal, et al (2014) “kinerja adalah tingkat pencapaian hasil atas pelaksanaan tugas tertentu”. Dari pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa kinerja adalah hasil yang dicapai oleh seorang karyawan atas pekerjaan dan tanggung jawab yang diberikan kepadanya selama kurun waktu tertentu.2.2 Self esteem     Menurut Rosenberg (1965) dalam Srisayekti & Setiady (2015) “self esteem merupakan suatu evaluasi positif ataupun negatif terhadap diri sendiri”. Hal senanda juga di ungkapkan oleh Luthans (2007) yang berpendapat bahwa Self esteem atau penghargaan diri  berhubungan dengan kemampuan seseorang untuk menilai dan citra diri. Dengan kata lain self esteem adalah bagaimana seseorang memandang dirinya sendiri.2.3. Kepuasan Kerja     Menurut Wexley & Yukl (2003) dalam Bangun (2012) mengatakan bahwa kepuasan kerja merupakan generalisasi sikap-sikap terhadap pekerjaannya. Bermacam-macam sikap seseorang terhadap pekerjaannya mencerminkan pengalaman yang menyenangkan dan tidak menyenangkan dalam pekerjaannya serta harapa-harapannya terhadap pengalaman masa depan. Pekerjaan yang menyenangkan untuk dikerjakan  dapat dikatakan bahwa pekerjaan itu memberi kepuasan bagi pemangkunya. Kejadian sebaliknya, ketitdakpuasan akan diperoleh bila suatu pekerjaan tidak menyenangkan untuk dikerjakan.2.4. Hubungan Antar Variabel2.4.1.Hubungan Kepuasan Kerja dengan  Kinerja    Signifikansi hubungan antara kepuasan kerja dengan kinerja dikemukakan oleh Vroom (1960) dan Strauss (1968) dalam Prasetya, et a (2013) yang menyatakan bahwa produktivitas dapat ditingkatkan melalui peningkatan kepuasan kerja, karena kepuasan kerja memberikan semangat kepada pekerja untuk meningkatkan produktivitas. Menurut Bilha dkk (1997) dalam Prasetya, et al (2013) yang menyatakan bahwa kinerja karyawan dipengaruhi oleh tiga faktor utama yaitu kepuasan kerja, kebutuhan berprestasi, dan motivasi. 2.4.2.Hubungan Self esteem dengan Kinerja     Seseorang yang merasa dirinya begitu berharga dan berarti cenderung untuk melakukan yang terbaik dalam setiap tugas dan tanggungjawabnya, baik sebagai anggota organisasi maupun sebagai individual. Perasaan-perasaan Self esteem, pada kenyataannya terbentuk oleh keadaan kita dan bagaimana orang lain memperlakukan kita (Prasetya, dkk., 2013). Orang yang mempunyai Self esteem yang kuat akan mampu membina relasi yang lebih baik dan sehat dengan orang lain, bersikap sopan, dan menjadikan dirinya menjadi orang yang berhasil (Sapariyah, 2011 dalam Prasetya, dkk., 2013). Dengan demikian maka akan meningkatkan kinerja individualnya. Meta analisis yang dilakukan oleh Judge dan Bono (2001) dalam Prasetya, dkk.,(2013) menemukan ada hubungan positif antara Self esteem dan kinerja individual.2.5. Kerangka Pemikiran      Gambar 2.1: Kerangka Konseptual 2.5.1.Hipotesis Penelitian    Berdasarkan rumusan masalah dan kerangka berpikir, maka hipotesis yang dirumuskan adalah:H1 : Kepuasan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan.H2 : Self esteem berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan.   BAB IIIMETODE PENELITIAN 3.1. Jenis Penelitian  Jenis penelitian pada penulisan ini adalah penelitian kuantitatif. Menurut Hermawan (2008) penelitian “kuantitatif adalah suatu pendekatan penelitian yang bersifat obyektif, mencakup pengumpulan dan analisis data kuantitatif serta menggunakan metode pengujian statistik”.3.2. Populasi   Pengumpulan data dalam sebuah penelitian sangatlah diperlukan, itu semua dilakukan guna membantu penulis dalam rangka mengetahui karakteristik data yang ada dalam penelitian ini. Populasi pada penelitian ini adalah karyawan kantor PT. Tebar Tandan Tenerah – Sampoerna Agro Tbk di Kabupaten Landak di semua divisi yang berjumlah 40 orang.3.3. Sampel  Sampel yang di ambil untuk penelitian ini adalah seluruh populasi karyawan kantoran PT. Tebar Tandan Tenerah – Sampoerna Agro Tbk di Kabupaten Landak di semua divisi yang berjumlah 40 karyawan, yang artinya peneliti menggunakan sampel jenuh.3.4. Teknik Pengumpulan Data1.Wawancara (interview)   Menurut Esterberg (2002) dalam Sugiyono (2010) “wawancara adalah pertemuan dua orang untuk bertukar informasi dan ide melalui tanya jawab, sehingga dapat dikonstruksikan makna dalam suatu topic tertentu”. Untuk mendapatkan informasi di PT. Tebar Tandan Tenerah – Sampoerna Agro Tbk di Kabupaten Landak, peneliti mewawancarai beberapa pihak yaitu kepala HRD, Manajer cabang, dan beberapa karyawan yang perlu diwawancarai.2. Kuesioner    Menurut Sugiyono (2011) “kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawabnya”. Adapun dalam penelitian ini kuesioner tentang kepuasan kerja, self esteem  dan kinerja karyawan yang ditujukan kepada para pegawai PT. Tebar Tandan Tenerah – Sampoerna Agro Tbk di Kabupaten Landak. Isi dari kuesioner merupakan pertanyaan-pertanyaan tertutup untuk memperoleh data mengenai identitas responden, kepuasan kerja, self esteem  dan kinerja karyawan.Studi Kepustakaan    Pengambilan data dengan buku dan literature untuk mendapatkan teori-teori yang dapat mendukung penulis dalam melakukan penelitian.3.5. Variabel Penelitian dan Definisi Operasional    Menurut Sugiyono (2011) berpendapat bahwa “Variabel penelitian adalah segala sesuatu yang berbentuk apa saja yang di tetapkan oleh peneliti untuk di pelajari sehinga diperoleh informasi tentang hal tesebut, kemudian ditarik kesimpulannya”. Variabel bebas dalam penelitian ini ini adalah kepuasan kerja dan self esteem, sedangkan variabel terikat dalam penelitian ini adalah kinerja.    Definisi operasional dalam penelitian ini adalah:Kinerja (Y)Kepuasan Kerja (X1)Self Esteem (X2)3.6.  Uji Instrumen3.6.1. Uji Validitas    Menurut Sugiyono (2011) “Validitas merupakan derajad ketepatan antara data yang terjasi pada obyek penelitian dengan daya yang dapat dilaporkan oleh peneliti”.  Dengan demikian valid adalah data “yang tidak berbeda” antara data yang dilaporkan oleh peneliti dengan data yang sesungguhnya terjadi pada obyek penelitian Berdasarkan definisi tersebut, maka validitas dapat diartikan sebagai suatu karakteristik dari ukuran terkait dengan tingkat pengukuran sebuah alat test (kuesioner) dalam mengukur secara benar apa yang diinginkan peneliti untuk diukur.3.6.2. Uji Reliabilitas    Menurut Ferdinand (2007) “sebuah scale atau instrumen pengukur data dan data yang dihasilkan disebut reliable atau terpercaya apabila instrumen itu secara konsisten memunculkan hasil yang sama setiap kali dilakukan pengukuran”.3.7.  Uji Asumsi Klasik3.7.1. Uji Normalitas    Uji normalitas digunakan untuk menguji apakah data residual terdistribusi secara normal atau tidak. Residual merupakan nilai sisa atau selisih antara nilai variabel dependen (Y) dengan variabel dependen hasil regresi (Y’). Model regresi yang baik adalah yang memiliki data residual yang terdistribusi secara normal. Uji distribusi normal adalah uji untuk mengukur apakah data kita memiliki distribusi normal sehingga dapat dipakai dalam statistik parametrik (statistik inferensial). Uji normalitas yang digunakan adalah metode Grafik P-P Plot. Jika menyebar sekitar garis dan mengikuti garis diagonal, maka residual pada model regresi tersebut berdistribusi secara normal.    Untuk itu demi memastikan bahwa data residual berdistribusi secara normal maka peneliti menambahkan uju normalitas dengan metode one sample kolmogrov-smirnov. Cara mendeteksinya yaitu dengan melihat nilai signifikasinya denga kriteria :Jika probabilitasnya (nilai Asymp. Sig (2-tailed) > 0,05 Ho diterima (data   residual berdistribusi normal)Jika probabilitasnya (nilai Asymp. Sig (2-tailed) < 0,05 Ho ditolak (data residual  tidak berdistribusi normal)3.7.2. Uji Linieritas    Uji linieritas adalah suatu prosedur yang digunakan untuk mengetahui status linier tidaknya  suatu distribusi  data penelitian. Uji linieritas dilakukan untuk membuktikan bahwa masing-masing variabel bebas mempunyai hubungan  linier dengan variabel terikat.  Hasil yang diperoleh melalui uji linieritas akan menentukan teknik-teknik analisis data yang dipilih dapat digunakan atau tidak. Apabila dari hasil linieritas didapatkan kesimpulan bahwa distribusi data penelitian dikategorikan linier, maka data penelitian dapat digunakan dengan metode-metode yang ditentukan. Demikian juga sebaliknya, apabila tidak linier maka distribusi data harus dianalisis dengan metode lain.Kriteria pengujian:Jika nilai sign > 0,05 maka terdapat hubungan linier.Jika nilai sign < 0,05 maka tidak terdapat hubungan linier.3.7.3. Uji Multikolinearitas    Multikolinearitas adalah keadaan dimana terjadi hubungan linear yang sempurna atau mendekati sempurna antara variabel independen dalam model regresi. Suatu model regresi dikatakan mengalami multikolinearitas jika ada fungsi linear yang sempurna pada beberapa atau semua independen variabel dalam fungsi linear. Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi diantara variabel independen.     Menurut Ghozali (2011) Untuk menguji multikolinieritas dengan cara melihat nilai VIF masing-masing variabel independen, jika nilai VIF < 10, maka dapat disimpulkan data bebas dari gejala multikolinieritas.3.7.4. Uji Heterokedastinitas    Heteroskedastisitas adalah keadaan dimana terjadi ketidaksamaan varian dari residual untuk semua pengamatan pada model regresi. Model regresi yang baik adalah tidak terjadi heteroskedastisitas.    Deteksi ada atau tidaknya heteroskedesitas dapat dilihat dari ada atau tidaknya pola tertentu pada gambar scatterplot. Jika ada pola tertentu seperti titik-titik yang membentuk pola tertentu yang teratur (bergelombang, melebar, kemudian menyempit) maka mengindikasikan bahwa telah terjadi heteroskedastisitas, uji scatterplot rentan terhadap kesalahan, untuk memastikan bahwa tidak terjadi heterokedastinitas maka peneliti menambahkan uji heterokedastinitas dengan glejser, dengan kriteria pengujian jika nilai signifikan antara variabel independen dengan residual lebih dari 0,05 maka tidak terjadi heteroskedastinitas.3.8.  Uji Hipotesis       3.8.1. Regresi Linier Sederhana    Menurut Suyono (2015), “model regresi linier sederhana adalah model probabilistik yang menyatakan hubungan linier antara dua variabel dimana salah satu variabel dianggap mempengaruhi variabel yang lain”.     Model probabilistik regresi linier sederhana adalah:     Menurut Kuncoro (2011, 108) menjelaskan bahwa “koefisien determinasi (R2) pada intinya mengukur seberapa jauh kemampuan meodel dalam menerangkan variasi variabel terikat”. formula untuk menghitung koefisien determinasi adalah:R2 = (TSS-SSE)/TSS = SSR/TSS     Nilai koefisien determinasi adalah diantara nol dan satu. Nilai R2 yang kecil berati kemampuan variabel-variabel independen dalam menjelaskan variasi variabel dependen amat bebas. Nilai yang mendekati satu berarti variabel-variabel independen memberikan  hampir semua informasi yang dibutuhkan untuk memprediksi variasi variabel dependen.    Kelemahan mendasar penggunaan koefisien determinasi adalah bias terhadap jumlah variabel independen yang dimasukan kedalam model. Setiap tambahan satu variabel independen maka R2 pasti meningkat tidak peduli apakah variabel tersebut berpengaruh secara signifikan terhadap variabel dependen (baca memiliki nilai t yang signifikan atau tidak). oleh karena itu, banyak peneliti menganjurkan untuk menggunakan Adjusted R2 pada saat mengevaluasi mana model regresi yang terbaik. Adjusted R2 di hitung dari:Adjusted R2 = 1 – (n-1)  = 1-      Tidak seperti nilai R2, nilai Adjusted R2 dapat naik turun apabila satu variabel independen ditambahkan kedalam model.3.8.2. Uji Determinasi    Menurut Kuncoro (2011, 108) menjelaskan bahwa “koefisien determinasi (R2) pada intinya mengukur seberapa jauh kemampuan meodel dalam menerangkan variasi variabel terikat”. formula untuk menghitung koefisien determinasi adalah:R2 = (TSS-SSE)/TSS = SSR/TSS     Nilai koefisien determinasi adalah diantara nol dan satu. Nilai R2 yang kecil berati kemampuan variabel-variabel independen dalam menjelaskan variasi variabel dependen amat bebas. Nilai yang mendekati satu berarti variabel-variabel independen memberikan  hampir semua informasi yang dibutuhkan untuk memprediksi variasi variabel dependen.    Kelemahan mendasar penggunaan koefisien determinasi adalah bias terhadap jumlah variabel independen yang dimasukan kedalam model. Setiap tambahan satu variabel independen maka R2 pasti meningkat tidak peduli apakah variabel tersebut berpengaruh secara signifikan terhadap variabel dependen (baca memiliki nilai t yang signifikan atau tidak). oleh karena itu, banyak peneliti menganjurkan untuk menggunakan Adjusted R2 pada saat mengevaluasi mana model regresi yang terbaik. Adjusted R2 di hitung dari:Adjusted R2 = 1 – (n-1)  = 1-      Tidak seperti nilai R2, nilai Adjusted R2 dapat naik turun apabila satu variabel independen ditambahkan kedalam model3.8.3. Uji Signifikan Parsial (t)    Menurut Kuncoro (2011) menjelaskan bahwa “uji staistik t pada dasarnya menunjukkan seberapa jauh pengaruh satu variabel penjelas secara individual dalam menerangkan variasi variabel terikat”. Hiotesis nol (H0) yang hendak diuji adalah apakah satu parameter (b1)sama dengan nol, atau:H0 : bi = o    Artinya apakah suatu variabel independen bukan merupakan penjelasan yang signifikan terhadap variabel dependen. Hipotesis alternatifnya (Ha),Ha : bi ≠ o     Artinya variabel tersebut merupakan penjelas yang signifikan terhadap variabel dependen.     Untuk menguji kedua hipotesis ini digunakan statistik t. Statistik t dihitung dari formula sebagai berikut:t = (bi-0)/S = bi/S     Dimana S = deviasi standar yang dihitung dari akar varians. Varians (variance), atau S2, diperoleh dari SSE dibagi dengan jumlah derajat kebebasan (degree of freedom). Dengan kata lain: =     Dimana n = jumlah observasi; k = jumlah parameter dalam model termasuk intercept.BAB IVPEMBAHASAN 4.1.Hasil Uji Hipotesis4.1.1.      Pengaruh kepuasan kerja (X1) terhadap kinerja (Y)Tabel 4.20Regresi Linier SederhanaKepuasan Kerja Terhadap KinerjaCoefficientsaModelUnstandardized CoefficientsStandardized CoefficientsTSig.BStd. ErrorBeta1(Constant)18.2712.747 6.652.000kepuasan kerja.469.077.7046.113.000Dependent Variable: kinerja     Berdasarkan hasil output SPSS pada tabel 4.20 persamaan regresi linier sederhana antara variabel kepuasan kerja terhadap kinerja karyawan adalah Y=18,271 + 0,469X1. Konstanta/intersep sebesar 18,271 secara sistematis menyatakan bahwa jika nilai variabel X1 adalah 0 (nol) maka nilai Y adalah 18,271. Dengan kata lain bahwa nilai kinerja karyawan tanpa kepuasan kerja adalah 18,271 poin. Koefisien regresi yang bernilai positif menunjukan bahwa hubungan variabel kepuasan kerja memiliki hubungan yang linier dengan kinerja karyawan. artinya setiap kenaikan nilai yang terjadi pada variabel kepuasan kerja, maka variabel kinerja karyawan juga mengalami kenaikan. Dari tabel juga dapat dilihat nilai thitung = 6,113 > ttabel= 2,021 dan nilai signifikansi adalah sebesar 0,000 dengan derajat signifikansi yang dipakai adalah 0,05. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kepuasan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. artinya semakin tinggi tingkat kepuasan kerja maka semakin tinggi juga kinerja karyawan.         4.1.2.      Pengaruh Self Esteem (X2) terhadap kinerja (Y)Tabel 4.21Regresi Linier SederhanaSelf Esteem Terhadap KinerjaCoefficientsaModelUnstandardized CoefficientsStandardized CoefficientsTSig.BStd. ErrorBeta1(Constant)18.67910.197 1.832.075self esteem.453.283.2511.601.118a. Dependent Variable: kinerja     Berdasarkan hasil output SPSS pada tabel 4.20 persamaan regresi linier sederhana antara variabel self esteem terhadap kinerja karyawan adalah Y=18,679 + 0,453X2. Konstanta/intersep sebesar 18,679 secara sistematis menyatakan bahwa jika nilai variabel X2 adalah 0 (nol) maka nilai Y adalah 18,679. Dengan kata lain bahwa nilai kinerja karyawan tanpa kepuasan kerja adalah 18,679 poin.   Koefisien regresi yang bernilai positif menunjukan bahwa hubungan variabel self esteem memiliki hubungan yang linier dengan kinerja karyawan. artinya setiap kenaikan nilai yang terjadi pada variabel kepuasan kerja, maka variabel kinerja karyawan juga mengalami kenaikan. Dari tabel juga dapat dilihat nilai thitung = 1,601 < ttabel= 2,021 dan nilai signifikansi adalah sebesar 0,118 dengan derajat signifikansi yang dipakai adalah 0,05. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa self esteem tidak berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan.4.2.       Uji DeterminasiTabel 4.22Uji Koefisien DeterminasiKepuasan KerjaModel Summary ModelRR SquareAdjusted R SquareStd. Error of the Estimate1.704a.496.4831.511a. Predictors: (Constant), kepuasan kerja            Dari Tabel 4.22 dapat diketahui bahwa nilai koefisien determinasi yang sudah disesuaikan (Adjusted R Square) sebesar 0,483 atau 48,3 %. Adjusted R Square berkisar pada angka 1-0, dengan catatan semakin besar angka Adjusted R Square maka semakin kuat hubungan dari ketiga variabel dalam model regresi. Dapat disimpulkan bahwa 48,3 % kinerja karyawan dipengaruhi oleh kepuasan kerja. Sedangkan selisihnya 51,7% dipengaruhi atau dijelaskan oleh variabel lain.Tabel 4.22Uji Koefisien Determinasi Self EsteemModel SummaryModelRR SquareAdjusted R SquareStd. Error of the Estimate1.251a.063.0392.059a. Predictors: (Constant), self esteem    Dari Tabel 4.23 diatas dapat diketahui bahwa nilai koefisien determinasi yang sudah disesuaikan (Adjusted R Square) sebesar 0,039 atau 3,9 %. Adjusted R Square berkisar pada angka 1-0, dengan catatan semakin besar angka Adjusted R Square maka semakin kuat hubungan. Dapat disimpulkan bahwa 3,9 % kinerja karyawan dipengaruhi oleh Self Esteem, sedangkan selisihnya 96,1 % dipengaruhi atau dijelaskan oleh variabel lain. 4.3.       Uji Parsial (t)Tabel 4.24Uji t (uji parsial)Kepuasan Kerja Terhadap Kinerja CoefficientsaModelUnstandardized CoefficientsStandardized CoefficientsTSig.BStd. ErrorBeta1(Constant)18.2712.747 6.652.000kepuasan kerja.469.077.7046.113.000a. Dependent Variable: kinerja     Hasil uji hipotesis variabel kepuasan kerja dapat dilihat pada tabel 4.24 diatas bahwa, kepuasan kerja memiliki nilai thitung sebesar 6,113 > 2,023 (ttabel) dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05. Dengan demikian H0 ditolak  dan menerima H1, sehingga dapat dikatakan bahwa kepuasan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan.        Tabel 4.25Uji t (uji parsial)Self Esteem Terhadap KinerjaCoefficientsaModelUnstandardized CoefficientsStandardized CoefficientsTSig.BStd. ErrorBeta1(Constant)18.67910.197 1.832.075self esteem.453.283.2511.601.118a. Dependent Variable: kinerja    Hasil uji hipotesis variabel self esteem pada tabel 4.25 diatas dapat dilihat bahwa self esteem memiliki nilai thitung sebesar 1,601< 2,023 (ttabel)  dengan nilai signifikansinya 0,118 > 0,05. Dengan demikian H0 diterima dan H1 ditolak, sehingga dapat dikatakan bahwa self esteem tidak berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan.4.4.       Pembahasan 4.4.1. Kepuasan Kerja terhadap Kinerja     Berdasarkan penghitungan statistik yang telah dilakukan dalam pengujian variabel kepuasan kerja dapat diketahui bahwa kepuasan kerja berpengaruh terhadap baik buruknya kinerja karyawan PT. Tebar Tandan Tenerah – Sampoerna Agro Tbk di Kabupaten Landak. Dapat dilihat pada tabel Uji t (parsial) kepuasan kerja memiliki nilai thitung sebesar 6,113 > 2,023 (ttabel) dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05. Dengan demikian H0 ditolak  dan menerima H1, sehingga dapat dikatakan bahwa kepuasan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan.4.4.2.      Self Esteem terhadap Kinerja    Berdasarkan penghitungan statistik yang telah dilakukan dalam pengujian variabel self esteem dapat diketahui bahwa self esteem berpengaruh terhadap baik buruknya kinerja karyawan PT. Tebar Tandan Tenerah – Sampoerna Agro Tbk di Kabupaten Landak. Dapat dilihat pada tabel Uji t (parsial) bahwa variabel self esteem memiliki nilai thitung sebesar 1,601 > 2,023 (ttabel)  dengan nilai signifikansinya 0,118 < 0,05. Dengan demikian H0 diterima dan H1 ditolak, sehingga dapat dikatakan bahwa self esteem tidak berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan.BAB VKESIMPULAN5.1. Kesimpulan    Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis pengaruh kepuasan kerja dan Self esteem terhadap kinerja karyawan PT. Tebar Tandan Tenerah-Sampoerna Agro Tbk, Kabupaten Landak. Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan yang telah dipaparkan pada bab sebelumnya, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut:Kepuasan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan PT. Tebar Tandan Tenerah-Sampoerna Agro Tbk, Kabupaten Landak.Self esteem tidak berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan PT. Tebar Tandan Tenerah-Sampoerna Agro Tbk, Kabupaten Landak.5.2. RekomendasiDari hasil analisis penelitian yang telah dijelaskan diatas bahwa ditemukannya pengaruh yang positif dan signifikan antara kepuasan kerja terhadap kinerja karyawan PT. Tebar Tandan Tenerah-Sampoerna Agro Tbk di Kabupaten Landak. Dalam hal ini dijelaskan bahwa peningkatan kinerja karyawan sangat di pengaruhi oleh kepuasan kerja yang dirasakan oleh karyawan. Selanjutnya, adapun saran-saran sebagai pelengkap terhadap hasil penelitian ini adalah sebagai berikut:Bagi perusahaan atau organisasi     Temuan dalam penelitian ini menunjukan bahwa adanya pengaruh kepuasan kerja terhadap kinerja karyawan PT. Tebar Tandan Tenerah-Sampoerna Agro Tbk, Kabupaten Landak. Dengan adanya temuan ini diharapkan agar pihak perusahaan untuk lebih lagi memperhatikan faktor kepuasan kerja karyawan, terutama dalam pemberian apresiasi kepada karyawan, karena dalam penelitian ini ditemukan ada masalah dalam pemberian apresiasi perusahaan terhadap karyawan.Bagi Peneliti Selanjutnya     Dengan dibuatnya penelitian ini diharapkan penelitian selanjutnya dapat menggunakan model penelitian yang berbeda pada objek yang berbeda pula. Selain itu, sebaiknya penelitian juga menggunakan responden yang lebih banyak agar mewakili seluruh popuasi dari penelitian. DAFTAR PUSTAKA Bangun, W. (2012). Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: Erlangga. Ertanto, Y.D. (2011). Pengaruh Gaji Terhadap Kinerja Karyawan Dengan Self Esteem Sebagai Variabel Intervening (Studi Pada PDAM Kabupaten Grobogan), Universitas Diponegoro, Semarang. Ferdinand, A. (2007). Metode Penelitian Manajemen. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro. Hermawan, Asep. (2007). Penelitian Bisnis Paradigma Kuantitatif. Jakarta: Pt.Grasindo. Judge, T.A., & Bono, J.E. (2001). Relationship of Core Self-Evaluations Traits—Self-Esteem, Generalized Self-Efficacy, Locus of Control, and Emotional Stability—With Job Satisfaction and Job Performance: A Meta-Analysis. Jurnal of Applied Psychology Vol. 86, (1). Doi: 10.1037//0021-9010.86.1.80 Kuncoro, M. (2011). Metode Kuantitatif  Teori dan Aplikasi untuk Bisnis dan Ekonomi. Ed. 4. Yogyakarta: Unit Penerbit Dan Percetakan Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen YKPN. Luthans, F. (2006). Perilaku Organisasi. Ed. 10. Diterjemahkan oleh: Vivin Andika Yuwono, dkk..Yogyakarta: ANDI. Markovits, Y. (2012). The Commited Workforce: Evidence From The Field. Newcastle: Cambridge Scholars Publishing. Mondy. R.W. (2008). Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: Erlangga. Prasetya, V.,Handayani, D., Purbandari, T. (2013). Peran Kepuasan Kerja, Self Esteem, Self Efficacy Terhadap Kinerja Individual. Madiun: Jurnal Riset Manajemen dan Akuntansi. Vol.1.(1). Sandha, T., Hartati. S.,& Fauziah.N. (2012). Hubungan antara self esteem dengan penyesuaian diri pada siswa tahun pertama krista mitra Semarang. Semarang: Jurnal Psikologi. Volume 1.(1). Sebayang, S., & Sembiring, J. (2017). Pengaruh self esteem dan self efficacy terhadap kinerja karyawan. (Studi kasus di PT. Finnet Indonesia). Bandung: Jurnal e-Proceeding of Management Vol. 4.(1). Srisayekti, W. &  Setiady.D.A. (2015). Harga-diri (Self-esteem) Terancam dan Perilaku Menghindar. Bandung: Jurnal Psikologi. Volume 42,( 2). Subakti, A.G. (2013). Pengaruh Motivasi, Kepuasan, dan Sikap Kerja Terhadap Kinerja Karyawan di Café X Bogor. Jakarta Barat: Jurnal BINUS Business Review. Vol. 4.(2). Sugiyono. (2011). Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Alfabeta. Sugiyono. (2010). Memahami Peneliltian Kualitatif. Bandung: Alfabeta. Sutrisno, E. (2009). Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: Prenada Media Group. Suyono. (2015). Analisis Regresi Untuk Penelitian. Yogyakarta: CV.Budi UtamaTanuwibowo, M.H. & Setiawan.R.(2015). Pengaruh budaya organisasi dan motivasi kerja terhadap kinerja karyawan pada (PT LESTARI PURNAMA PERKASA). Surabaya: Jurnal Manajemen Bisnis. Vol. 3.(2). Zainal, Veithzal Rival., et al. (2014). Manajemen Sumber Daya Manusia untuk Perusahaan. Ed. 3. Jakarta: Rajawali Pers.  
PENGARUH FAKTOR PENDORONG TERHADAP KEPUTUSAN BERKUNJUNG (STUDI PADA FESTIVAL CAP GO MEH DI KOTA SINGKAWANG) admin, JULI ANDRIANI B11112020
Jurnal Manajemen Update Vol 6, No 2 (2017): Jurnal Mahasiswa Manajemen
Publisher : Jurnal Manajemen Update

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis Pengaruh Faktor Pendorong terhadap Keputusan Berkunjung (Studi Pada Festival Cap Go Meh di Kota Singkawang). Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Penelitian ini termasuk causal research. Populasi dalam penelitian ini adalah wisatawan yang sudah pernah menonton Festival Budaya Cap Go Meh di Kota Singkawang minimal setahun terakhir. Jumlah sampel sebanyak 120 responden dipilih dengan cara Purposive Sampling. Metode analisis yang digunakan adalah analisis regresi berganda. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Relaxation (Relaksasi) tidak berpengaruh signifikan terhadap keputusan berkunjung pada Festival Cap Go Meh di Kota Singkawang. Escape (melepaskan diri), Prestige (Gengsi), Family and Friend Togetherness (Kebersamaan dengan Keluarga dan Teman) dan Knowledge (Pengetahuan) berpengaruh signifikan terhadap keputusan berkunjung pada Festival Cap Go Meh di Kota Singkawang.   Kata kunci: Faktor Pendorong, Escape Motive, Relaxation, Prestige, Family and Friend Togetherness, Knowledge dan Keputusan Berkunjung
ANALISIS PENGARUH CUSTOMER RELATIONSHIP MANAGEMENT TERHADAP LOYALITAS PELANGGAN HOTEL SANTIKA PONTIANAK B31110065, Victoria Riska Agustine
Jurnal Manajemen Update Vol 4, No 3 (2015): Jurnal Mahasiswa Manajemen
Publisher : Jurnal Manajemen Update

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis apakah terdapat pengaruh customer relationship management (CRM) yang terdiri dari pemasaran berkelanjutan (continuity marketing) dan pemasaran individual (one to one marketing) terhadap loyalitas pelanggan Hotel Santika Pontianak. Penelitian ini merupakan tipe penelitian penjelasan, karena penelitian ini bermaksud menjelaskan variabel­-variabel melalui pengujian hipotesis yang telah dirumuskan sebelumnya. Populasi penelitian ini adalah tamu hotel yang menginap di Hotel Santika Pontianak. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 100 responden yang memiliki frekuensi menginap lebih dari dua kali dengan tujuan perjalanan dinas, rekreasi dan urusan keluarga. Data di analisis dengan menggunakan analisa regresi linear berganda. Hasil penelitian membuktikan hasil uji secara parsial antara variabel-variabel faktor pemasaran berkelanjutan (X1), pemasaran individual (X2) terhadap loyalitas pelanggan (Y) adalah sebagai berikut Secara parsial nilai t hitung variabel pemasaran berkelanjutan (X1) sebesar 1,637 dan t tabel sebesar 1,98 sehingga t hitung lebih besar dari t tabel yaitu 1,637 < 1,98. Maka dapat disimpulkan bahwa pada penelitian ini variabel pemasaran berkelanjutan (X1) secara parsial merupakan faktor yang tidak berpengaruh terhadap loyalitas pelanggan (Y). Secara parsial nilai t hitung variabel pemasaran individual (X2) sebesar 17,238 dan t tabel sebesar 1,98 sehingga t hitung lebih kecil dari t tabel yaitu 17,238 > 1,98. Maka dapat disimpulkan bahwa pada penelitian ini pemasaran individual (X2) secara parsial merupakan faktor yang berpengaruh nyata terhadap loyalitas pelanggan (Y). Kata Kunci : pemasaran berkelanjutan, pemasaran individual dan loyalitas pelanggan
Pengaruh Burnout dan Stress Kerja Terhadap Kinerja Perawat Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Soedarso Provinsi Kalimantan Barat Sennovbil, Putra B1021131131
Jurnal Manajemen Update Vol 8, No 1 (2019): Jurnal Mahasiswa Manajemen
Publisher : Jurnal Manajemen Update

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah burnout dan stress kerja berpengaruh secara signifikan terhadap Perawat Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Soedarso Provinsi Kalimantan Barat. Penelitian ini termasuk asosiatif kausal dan menggunakan kuesioner yang disebar kepada Perawat Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Soedarso Provinsi Kalimantan Barat. Jumlah responden 75 orang, dipilih dengan metode random sampling. Metode analisis yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda.Hasil penelitian ini menunjukan bahwa burnout dan stress kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja Perawat Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Soedarso Provinsi Kalimantan Barat dikarenakan hasil uji pada penelitian ini menunjukkan variabel tersebut signifikan kurang dari 0,05 .Kata kunci: Burnout, Stress Kerja, Kinerja DAFTAR PUSTAKAAsi, S.P. (2013). Pengaruh Iklim Organisasi dan Burnout terhadap Kinerja Perawat RSUD Dr. Doris Sylvanus Palangka Raya. Jurnal Aplikasi Manajemen, 11(3).Ahirudin. (2011). Pengaruh Konflik Kerja dan Stres Kerja Terhadap Kinerja Karyawan CV. Bina Cipta.Nusa Perkasa Bandar Lampung. Jurnal Organisasi dan Manajemen. 1(1).Alam, R. (2007). Empowerment hubungannya dengan burnout paramedis rumah sakit rujukan. Disertasi. Tidak dipublikasikan.Anoraga, P. (2009). Psikologi Kerja. Jakarta: PT. Rineka CiptaArikunto, S. 2006. Metode Penelitian Kualitatif. Jakarta: Bumi AksaraArmstrong, M. (2000), “Strategic Human Resource Management”, London: Kogan PageBaron, A. Robert & Jerald,Greenberg.(2008). Behavior in Organization : Understanding & Managing The Human Side of Work . Prentice Hall International Inc.,Canada.Bhanugopan, R. & Fish, A.(2006). "An empirical investigation of job burnout among expatriates". Personnel Review. Vol. 35 Issue: 4. pp.449-468Bimantoro,Wisnu.& Noor,Chimajah.(2012). Pengaruh Stres Kerja Terhadap Kinerja Karyawan di PT Tonga Tiur Putra. Tahun 29 Nomor 321 Juli - Agustus 2012. pp.23-29Bungin, Burhan. 2005. Metode Penelitian Kuantitatif. Jakarta: Prenadamedia.CORDES, L. C. & Dougherty, T. (1993). A Review and an Integration of Research on Job Burnout. Academy of Management Review. 18. 10.5465/AMR.1993.9402210153.Dessler, Gary, (2000), HUMAN RESOURCES MANAGEMENT, Eight Edition, Prentice-Hall, Inc.Dwiyanti. 2001. Stres Kerja di Lingkungan DPRD: Study tentang Anggota DPRD di kota Surabaya, Malang dan Kabupaten Jember. Jurnal Masyarakat, Kebudayaan dan politik. Surabaya: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas AirlanggaEma, A (2004) peran dimensi-dimensi birokrasi terhadap burnout pada perawat rumah sakit di Jakarta. Jurnal Psyche, 1(1)Endang. 2001. Stres Kerja Di Lingkungan DPRD : Studi Tentang Anggota DPRDDi Kota Surabaya, Malang dan Kabupaten Jember. Jurnal Masyarakat, Kebudayaan dan Politik, Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga. 3: 73-84.Fakhsianoor & Dewi, S. (2014). Hubungan antara stress kerja dengan burnout pada perawat di runag ICU, ICCU dan PICU RSUD Ulin Banjarmasin. Jurnal An-Nadaa, 1(1), 10-13.Freudenberger. (1991). Staff burnout. Journal of Social Issues, 30, 159-165. Gorji, M. (2011). The Effect of Job Burnout Dimension on Employees' Performance. International Journal of Social Science and Humanity 1 (4), 243.Ghozali, Imam. (2011). “Aplikasi Analisis Multivariate Dengan Program SPSS”. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.Gitosudarmo & Sudita. (2000). Perilaku Keorganisasian, Edisi Pertama. Jogjakarta:Erlangga.Hair, J. F., Jr., Anderson, R. E., Tatham, R. L. and Black, W. C. (1995) Multivariate Data Analysis, 3rd ed, Macmillan Publishing Company, New York.Handoko. (2008). Manjemen Personalia. BPFE Yogyakarta, Yogyakarta.Handoyo. (2001). Stres Pada Masyarakat Surabaya. Jurnal Insan Media Psikologi 3 : 61-74.Hasibuan, Malayu. (2012). Manajemen Sumber Daya Manusia. Edisi Revisi. BumiAksara, Jakarta.Hayati,Isra & Fitria,Suci.(2018). Pengaruh Burnout Terhadap Kinerja Karyawan Pada BMT El-Munawar Medan. Jurnal Agama dan Pendidikan Islam. 50-65Izzo, J. (1987). Organizational Behavior. New York: Mc. Graw HillJamaluddin.(2015). Pengaruh Kelelahan Kerja dan Kecerdasan Emosional Terhadap Kinerja Pustakawan di UPT Perpustakaan Universitas Hasanuddin. JUPITER Vol. XIV No.1 . 42-51Leiter & Maslach C. (1997).  The  truth about burnout: How organization cause personal stress and what to do about it.  USA: Jossey Bass.Maslach, C., Schaufeli, W. B., & Leiter, M. P. (2001) Job Burnout.Annual Review of Psychology , 52:1, 397-422.Nurlaila, 2010. Manajemen Sumber Daya Manusia I. Ternate: Penerbit LepKhairLeiter, M. P., & Maslach, C. (2005). A mediation model of job burnout. In Antoniou, A. S. G., & Cooper, C. L. (Eds.), Research companion to organizational health psychology (pp. 544-564).Luthans, F. 2005. Organizational Behavior. Seventh Edition. McGraw-Hill, Inc.,New York.Maharani, P. A. (2012). Kejenuhan Kerja (Burnout) dengan Kinerja Perawat dalam Pemberian Asuhan Keperawatan. Jurnal STIKES Volume 5, No. 2.Vivin Maharani (2012). Pengaruh Burn Out Dan Kecerdasan Emosional Terhadap Kinerja Pegawai Pt Bank Mega Syari’ah Cabang Malang . Portalgaruda.orgMajore,C.E. Kalalo.F.P. & Bidjuni,Hendro. (2018). Hubungan Kelelahan Kerja Dengan Kinerja Perawat di Instalasi Rawat Inap RSU Pancaran Kasih GMIM Manado. e-Journal Keperawatan. 1-7Mangkunegara, A. P., (2002), Manajemen Sumber Daya Manusia, PT. Remaja Rosdakarya.Manurung, Wanrajib Azhari (2015) Perancangan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) kelas C non pendidikan berbasis low cost di Kota Tanjungbalai: Tema low energy. Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.Mathis, R.L. & J.H. Jackson. 2006. Human Resource Management: Manajemen Sumber Daya Manusia. Terjemahan Dian Angelia. Jakarta: Salemba Empat.Perrewe PL, Hochwarter WA, Rossi AM, Wallace A, Maignan I, Castro SL. (2002) Are work stress relationships universal? A nine-region examination of stressors, general self-efficacy, and burnout. Journal of International Management, 8:163–187.Pines, A. M. (1993). Burnout: An existential perspective. In W. B. Schaufeli, C. Maslach, & T. Marek (Eds.), Series in applied psychology: Social issues and questions. Professional burnout: Recent developments in theory and research (pp. 33-51).Pines, A. & Aronson, E. (1989). Career burnout: Causes and cures. New York: TheFree Press, A Division of Macmillan, inc Prawirosentono, Suyadi. (1999). Kebijakan Kinerja Karyawan. Yogyakarta : BPFEPrestiana, N.D.I & Purbandini, D. (2012). Hubungan Antara Efikasi Diri (Self Efficacy) dan Stres Kerja Dengan Kejenuhan Kerja (Burnout) Pada Perawat IGD dan ICU RSUD Kota Bekasi. Jurnal Soul, Vol. 5, No.2.Priyatno,Duwi. (2010). Paham Analisa Statistik Data Dengan SPSS. Mediakom. YogyakartaRahman, H. (2013). Hubungan Faktor Stres Kerja Dengan Kinerja Perawat Di Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Primer Surabaya Skripsi: Program Studi Pendidikan Nurse Fakultas Keperawatan Universitas AirlanggRivai, V. (2004). Manajemen Sumber Daya Manusia Untuk Perusahaan: DariTeori Ke Praktik. Raja Grafindo Persada, Jakarta.Robbins, Stephen P, Timothy A. Judge. (2008). Perilaku Organisasi. Salemba Empat, JakartaSasono, Eko. (2004). Mengelola Stress Kerja. Semarang, Universitas Pandanaran.Salleh, A. L., Bakar, R. A., Keong, W. K. (2008). How Detrimental is Job Stress? A Case Study Of Executives in the Malaysian Furniture Industry. International Review of Business Research Papers, 4(5).Schaufeli, W.B., Maslach, C., Marek T. (eds). (1993). Professional burnout: Recent n theory and research. Washington, DC : Taylor & Francis.Sugiyono. (2008). Metode Penelitian Bisnis (Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.Sullivan, I.G. (1989). Burnout: A Study of A Psychiatric Center. In D.T.Wessels, Jr., A.H. Kutscher, I.B. Seeland, F.E. Selder, D.J. Cherico, &E.J. Clack (Eds.), Professional Burnout in Medicine and The Helping Proffesions  (pp.83-90). New York: The Haworth Press. Siagian, S.P. (2009). Manajemen Sumber Daya Manusia. Edisi Satu. Cetakan Ketujuh belas. Bumi Aksara. JakartaSiregar, Syofian (2010) . Statistik Deskriptif Untuk Penelitian. Jakarta : Rajagrafindo Persada Umar, Husein. (2011). Metode Penelitian Untuk Skripsi dan Tesis serta Bisnis. Edisi Kedua. Jakarta: Penerbit Raja Grafindo Persada.Wartono, Tri.(2017). Pengaruh Stres Kerja Terhadap Kinerja Karyawan (Studi Pada Karyawan Majalah Mother and Baby). Jurnal Ilmiah Prodi Manajemen Universitas Pamulang. 41-55Wollah, M.O., Rompas, S., &  Kallo, V. (2017). Hubungan Antara Stres Kerja Perawat Dengan Kinerja Perawat Di Instalasi Gawat Darurat Dan Intensive Care Unit RSU Pancaran Kasih GMIM Manado. Jurnal Keperawatan, 5(2). 
ANALISIS PENGARUH TINGKAT KESEHATAN BANK DENGAN METODE RGEC TERHADAP NILAI PERUSAHAAN PADA SUB SEKTOR PERBANKAN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA IGOR, IGOR SASUKA B1021131034
Jurnal Manajemen Update Vol 7, No 2 (2018): Jurnal Mahasiswa Manajemen
Publisher : Jurnal Manajemen Update

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis pengaruh Tingkat Kesehatan Bank yang diukur dengan RGEC terhadap nilai perusahaan Perbankan Tahun 2011-2016. Populasi dalam penelitian ini adalah bank yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Jumlah sampel sebanyak 30 bank yang dipilih dengan cara purposive sampling, selanjutnya pengolahan data menggunakan analisis regresi linier berganda.Penelitian ini meneliti pengaruh variabel RGEC (Risk Profile, Good Corporate Governance, Earning dan Capital) yang diukur dengan NPL, GCG, BOPO, dan CAR terhadap nilai perusahaan yang diukur dengan ROA,PBV, dan EVA. Variabel kontrol ditambahkan dalam penelitian ini yaitu SIZE (Ukuran Perusahaan) dan KI (Kepemilikan Institusional). Hasil penelitian menunjukan bahwa RGEC berpengaruh secara simultan terhadap nilai perusahaan yang diukur dengan ROA,PBV, dan EVA. Hasil pengujian secara parsial model 1 menunjukkan bahwa variabel NPL dan BOPO berpengaruh negatif dan signifikan terhadap ROA, CAR berpengaruh positif dan signifikan terhadap ROA sedangkan  GCG tidak berpengaruh terhadap ROA. Hasil pengujian secara parsial model 2 menunjukkan bahwa variabel GCG dan BOPO berpengaruh negatif dan signifikan terhadap PBV, CAR berpengaruh positif dan signifikan terhadap PBV, sedangkan NPL tidak berpengaruh terhadap PBV. Hasil pengujian secara parsial model 3 menunjukkan bahwa variabel CAR berpengaruh negatif terhadap EVA, sedangkan NPL, GCG, dan BOPO tidak berpengaruh terhadap PBV.Kata Kunci: NPL, GCG, BOPO, CAR, ROA, PBV dan EVA.

Page 73 of 163 | Total Record : 1621


Filter by Year

2012 2021


Filter By Issues
All Issue Vol 11, No 4 (2021): JURNAL MAHASISWA MANAJEMEN Vol 10, No 3 (2021): JURNAL MAHASISWA MANAJEMEN Vol 10, No 2 (2021): JURNAL MAHASISWA MANAJEMEN Vol 10, No 1 (2021): JURNAL MAHASISWA MANAJEMEN Vol 9, No 3 (2020): JURNAL MAHASISWA MANAJEMEN Vol 9, No 2 (2020): JURNAL MAHASISWA MANAJEMEN Vol 9, No 1 (2020): JURNAL MAHASISWA MANAJEMEN Vol 8, No 4 (2019): Jurnal Mahasiswa Manajemen Vol 8, No 3 (2019): Jurnal Mahasiswa Manajemen Vol 8, No 2 (2019): Jurnal Mahasiswa Manajemen Vol 8, No 1 (2019): Jurnal Mahasiswa Manajemen Vol 7, No 4 (2018): Jurnal Mahasiswa Manajemen Vol 7, No 3 (2018): Jurnal Mahasiswa Manajemen Vol 7, No 2 (2018): Jurnal Mahasiswa Manajemen Vol 7, No 1 (2018): Jurnal Mahasiswa Manajemen Vol 6, No 4 (2017): Jurnal Mahasiswa Manajemen Vol 6, No 3 (2017): Jurnal Mahasiswa Manajemen Vol 6, No 2 (2017): Jurnal Mahasiswa Manajemen Vol 6, No 1 (2017): Jurnal Mahasiswa Manajemen Vol 5, No 4 (2016): Jurnal Mahasiswa Manajemen Vol 5, No 3 (2016): Jurnal Mahasiswa Manajemen Vol 5, No 2 (2016): Jurnal Mahasiswa Manajemen Vol 5, No 1 (2016): Jurnal Mahasiswa Manajemen Vol 4, No 4 (2015): Jurnal Mahasiswa Manajemen Vol 4, No 3 (2015): Jurnal Mahasiswa Manajemen Vol 4, No 2 (2015): Jurnal Mahasiswa Manajemen Vol 4, No 1 (2015): Jurnal Mahasiswa Manajemen Vol 3, No 4 (2014): Jurnal Mahasiswa Manajemen Vol 3, No 3 (2014): Jurnal Mahasiswa Manajemen Vol 3, No 2 (2014): Jurnal Mahasiswa Manajemen Vol 3, No 1 (2014): Jurnal Mahasiswa Manajemen Vol 2, No 3 (2013): Jurnal Mahasiswa Manajemen Vol 2, No 2 (2013): Jurnal Mahasiswa Manajemen Vol 2, No 1 (2013): Jurnal Mahasiswa Manajemen Vol 1, No 1 (2012): Jurnal Mahasiswa Manajemen More Issue