cover
Contact Name
Said Fachry Assagaf
Contact Email
said.fachry.assagaf@unm.ac.id
Phone
+6281355595187
Journal Mail Official
said.fachry.assagaf@unm.ac.id
Editorial Address
Unit Publikasi Jurusan Matematika, Gd FG Lantai 2, FMIPA UNM
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Issues in Mathematics Education (IMED)
ISSN : -     EISSN : 26858592     DOI : https://dx.doi.org/10.35580/imed
Core Subject : Education,
Journal of IMED presents new ideas, developments, and innovations in mathematics education. It involves attempts to enhance teaching and learning mathematics in the classroom at all levels. It deals with educational articles from research, recent issues, and literature reviews. All paper related to mathematics education are welcome.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 2 (2019): September" : 10 Documents clear
Deskripsi Penalaran Siswa dalam Pemecahan Masalah Matematika pada Pokok Bahasan Barisan dan Deret Ditinjau dari Kemampan Awal Irma Sulistiawati; Nurdin Arsyad; Ilham Minggi
Issues in Mathematics Education (IMED) Vol 3, No 2 (2019): September
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (266.209 KB) | DOI: 10.35580/imed11047

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penalaran siswa dalam pemecahan masalah matematika pada pokok bahasan barisan dan deret yang ditinjau dari kemampuan awal. Jenis penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Dengan menggunakan teknik purposive sampling, maka, dipilih subjek penelitian sebanyak 2 siswa kelas XI MIPA salah satu SMA di Makassar. Adapun teknik pengumpulan data menggunakan metode tes dan wawancara kemudian melalui tiga tahapan analisis data yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian diperoleh bahwa proses penalaran siswa yang berkemampuan tinggi yaitu mengaitkan konsep dan pengetahuan yang dimilikinya, mengumpulkan bukti dengan menyebutkan hal-hal yang diketahui dan ditanyakan, mengaitkan rumus yang sudah dimiliki dengan masalah yang dihadapi, mengidentifikasi konsep yang digunakan untuk memecahkan masalah, mengungkapkan alasan dalam menjelaskan langkah-langkah dalam melaksanakan pemecahan masalah. Dan menarik kesimpulan menjelaskan konsep yang digunakan dari soal. Sedangkan proses penalaran siswa berkemapuan rendah yaitu menyebutkan hal-hal yang diketahui dan ditanyakan serta siswa tidak dapat membuat kesimpulan apapun setelah menyelesaikan soal. Hal ini disebabkan karena belum memahami soal sepenuhnya, siswa tidak terbiasa mengoreksi kembali jawaban yang diperoleh, dan siswa tidak terbiasa menuliskan kesimpulan akhirKata kunci: penalaran, pemecahan masalah, barisan dan deret, kemampuan awal Abstract. This study aims to describe students' reasoning in mathematical problem solving on the topic sequences and series viewed by prior knowledge. This type of research is descriptive qualitative. By using purposive sampling technique, then, the research subjects were selected as many as 2 students of class XI MIPA, one of the high schools in Makassar. The data collection technique uses test methods and interviews then through three stages of data analysis, namely data reduction, data display, and drawing conclusion. The results showed that the reasoning process of high-ability students was to associate the concepts and knowledge they had, gather evidence by mentioning things that were known and asked, linking the formulas that were already owned with the problems faced, identifying concepts used to solve problems, revealing reasons in explaining the steps in carrying out problem solving. And drawing conclusions explains the concepts used from the problem. While the reasoning process of low-ability students is to mention things that are known and asked and students cannot make any conclusions after solving the problem. This is because students have not fully understood the problem, students are not used to correcting the answers obtained, and students are not used to writing final conclusionsKeywords: reasoning, problem solving, sequence and sequence, prior knowledge
Analisis Kesalahan Siswa Dalam Memecahkan Masalah Matematika Higher Order Thinking Skills (HOTS) Berdasarkan Kriteria Hadar Ditinjau Dari Kemampuan Awal Siswa Erwinda Gracya Laman; S. Suradi; A. Asdar
Issues in Mathematics Education (IMED) Vol 3, No 2 (2019): September
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (499.749 KB) | DOI: 10.35580/imed11052

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui deskripsi kesalahan siswa dalam memecahkan masalah matematika Higher Order Thinking Skills serta gambaran perbedaan kesalahan pada bidang geometri berdasarkan kriteria Hadar. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif menggunakan pendekatan kualitatif. Pengambilan subjek dilakukan dengan memberikan tes kemampuan awal kepada siswa kelas XII MIPA 3 yang kemudian dari hasil tersebut dipilih 6 subjek penelitian berdasarkan kategori yang ada. Instrumen yang digunakan adalah tes kemampuan awal yang memuat dari 30 butir soal, tes tertulis Higher Order Thinking Skills  yang memuat 2 butir soal uraian dan pedoman wawancara. Kesalahan dianalisis menggunakan kategori kesalahan Hadar yang terdiri dari 6 kesalahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, kesalahan yang terjadi adalah kesalahan menggunakan data, kesalahan menggunakan bahasa, kesalahan menggunakan logika untuk menarik kesimpulan, kesalahan menggunakan definisi atau teorema, penyelesaian tidak diperiksa kembali, dan kesalahan teknis. Subjek yang mengerjakan soal HOTS  materi geometri cenderung melakukan kesalahan menggunakan logika dalam menarik kesimpulan, kesalahan menggunakan definisi atau teorema, dan kesalahan teknis. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat menambah wawasan tentang jenis kesalahan yang dilakukan siswa SMA pada materi geometri khususnya dalam mengerjakan soal level tingkat tinggi sehingga dalam proses pembelajaran kesalahan-kesalahan yang dilakukan dapat diminimalisir.Kata Kunci: Kesalahan, Higher Order Thinking Skills, Kriteria Hadar.Abstract. This study aims to know the description of students' error in solving Higher Order Thinking Skills (HOTS) mathematical problems and the description of errors differences of   geometry based on Hadar criteria. This type of research is descriptive research using  qualitative approach. Retrieval of the subject is performed by providing  prior knowledge test of grade XII MIPA 3 , then from the result of the test selected 6 subjects  based on  existing categories. The instrument used in this research are prior knowledge test which contains 30 number of multiple choices, written tests of Higher Order Thinking Skills which contains 2 number of essay and interview guidelines. Errors are  analyzed by using the Hadar error category which consists of 6 errors. The results of this research show that based on the Hadar error criteria, errors that occur are misused data, misinterpreted  language, logically in valid inference, distorted theorem or definition, unverified solution, and technical error. Subjects who  solving HOTS  mathematics problem of  geometry tend to make logically invalid inference, distorted definition or theorem, and technical errors. The results of this research are expected to add insight about the types of errors made by the students of senior high school in geometry topic, especially in solving higher order thinking skills problems so that the mistakes can be immediately minimized in the process of learning.Keywords: Errors. Higher Order Thinking Skills. Hadar Criteria.
Analisis Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi Siswa dalam Pemecahan Masalah Matematika Berdasarkan Taksonomi Anderson Abdul Rahman; A. Asdar; Nur Indah Surahman
Issues in Mathematics Education (IMED) Vol 3, No 2 (2019): September
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (202.094 KB) | DOI: 10.35580/imed11048

Abstract

Penelitian ini termasuk jenis penelitian kualitatif yang bertujuan untuk mengetahui deskripsi hasil analisis keterampilan berpikir tingkat tinggi siswa dalam pemecahan masalah matematika berdasarkan taksonomi Anderson. Pendeskripsian diperoleh melalui analisis hasil tes keterampilan berpikir tingkat tinggi siswa dalam pemecahan masalah matematika. Deskripsi tersebut juga didukung oleh data hasil wawancara setelah tes dilaksanakan. Uji keabsahan data menggunakan triangulasi waktu yaitu dengan melakukan wawancara untuk mencari kesesuaian data yang bersumber dari masalah yang sama pada waktu yang berbeda. Teknik analisis data menggunakan langkah-langkah analisis data menurut Miles dan Hubberman.Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 1 Mamuju dengan jumlah subjek sebanyak 2 orang yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1)keterampilan berpikir tingkat tinggi siswa yang mengikuti bimbingan OSN Matematika dalam pemecahan masalah matematika berdasarkan taksonomi Anderson kategori menganalisis(C4) melibatkan keterampilan dalam memahami(C2) dan mengaplikasi(C3); kategori mengevaluasi(C5) melibatkan keterampilan dalam memahami(C2), mengaplikasi(C3) dan menganalisis(C4); sedangkan kategori mencipta(C5) melibatkan keterampilan dalam menganalisis(C4), (2)keterampilan berpikir tingkat tinggi siswa yang tidak mengikuti bimbingan OSN Matematika dalam pemecahan masalah berdasarkan taksonomi Anderson kategori menganalisis(C4), yaitu tidak mampu menganalisis dengan baik karena tidak mampu memahami(C2) sehingga salah dalam menginterpretasi(C3); kategori mengevaluasi(C5) melibatkan keterampilan dalam memahami(C2) dan menganalisis(C4); sedangkan kategori mencipta tidak dapat diidentifikasi.Kata Kunci: Berpikir Tingkat Tinggi, Pemecahan Masalah, Taksonomi Anderson.Abstract. This study is a qualitative study that aims to investigate description of analysis results the students’ higher order thinking skill in mathematics problem solving based on Anderson taxonomy. The descriptions were obtained by analysis the test results of students' higher order thinking skill in mathematics problem solving. The description is also supported by interview data after the test was conducted. Data validation technique using time triangulation is by conducting interviews to find the suitability of data sourced from the same problem at different times. Data analysis technique using data analysis steps according to Miles and Hubberman. This study conducted in SMAN 1 Mamuju with the number of subjects are 2 people that selected using by purposive sampling technique. The results of the study indicate that: (1)students’ higher order thinking skills who follow guidance of OSN Mathematics in mathematics problem solving based on Anderson’s taxonomy in analyzing category(C4) involving skills in understanding(C2) and applying(C3); evaluate category(C5) involving skills in understanding(C2), applying(C3) and analyzing(C4); while the creating category(C5) involving skill in analyzing (C4), (2) students’ higher order thinking of students who don’t follow guidance of OSN Mathematics in mathematics problem solving towards on Anderson's taxonomy in analyzing category(C4), that is not able to analyzing well because not able to understanding(C2) so mistaken in interpretation(C3); evaluating category(C5) involving skills in understanding(C2) and analyzing(C4); while creating category can’t be identified.Keywords: Higher Order Thinking, Problem Solving, Anderson’s Taxonomy
Pengaruh Efikasi Diri, Kecerdasan Emosional, dan Motivasi Belajar Terhadap Prestasi Belajar Matematika Siswa SMA Kelas XI IPA Aswin, A.; Djadir, D.; Rusli, R.
Issues in Mathematics Education (IMED) Vol 3, No 2 (2019): September
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (347.711 KB) | DOI: 10.35580/imed11053

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh efikasi diri, kecerdasan emosional, dan motivasi terhadap prestasi belajar siswa kelas XI IPA SMA di Makassar. Penelitian ini adalah penelitian ex-post facto yang bersifat kausalitas dengan sampel penelitian sebanyak 132 siswa dari kelas XI IPA SMA di Makassar yang dipilih dengan menggunakan random sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan instrumen: (1) angket efikasi diri, (2) angket kecerdasan emosional, (3) angket motivasi belajar, dan (4) tes prestasi belajar matematika. Data dianalisis dengan statistik deskriptif dan statistik inferensial dengan analisis jalur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) efikasi diri siswa berada pada kategori tinggi, (2) kecerdasan emosional siswa berada pada kategori tinggi, (3) motivasi belajar siswa berada pada kategori tinggi, (4) prestasi belajar matematika siswa berada pada kategori sedang, (5) efikasi diri berpengaruh positif  terhadap prestasi belajar matematika siswa, (6) kecerdasan emosional berpengaruh positif  terhadap prestasi belajar matematika siswa, (7) ) motivasi belajar berpengaruh positif  terhadap prestasi belajar matematika siswa, (8) efikasi diri berpengaruh secara tidak langsung terhadap prestasi belajar matematika siswa melalui variabel motivasi belajar, (9) kecerdasan emosional berpengaruh secara tidak langsung terhadap prestasi belajar matematika siswa melalui variabel motivasi belajar.Kata Kunci: Efikasi diri, Kecerdasan emosional, Motivasi belajar, Prestasi Belajar Matematika siswa.Abstract. This study was conducted to determine effect of self efficacy, emotional intelegence, and learning motivation on Student’s mathematics Learning achievement of grade XI IPA of SMA at Makassar. This research is ex post facto research which is causality with research sample counted 132 students from class XI IPA SMA at Makassar selected by using random sampling. Technique of collecting data using instrument: (1) questionnaire of self efficacy, (2) questionnaire of emotional intelegence, (3) questionnaire of learning motivation, and (4)  test result of mathematics learning. Data were analyzed with descriptive statistics and inferential statistics with path analysis. The result of the research shows that: (1) the student's self efficacy is in the high category, (2) the student's emotional intelegence is in the high category, (3) the student's learning motivation is in the high category, (4) student’s mathematics learning achievement in the medium category, (5)  student’s self efficacy directly  effect on student’s mathematics learning achievement, (6) student’s emotional intelegence directly  effect on student’s mathematics learning achievement, (7)  student’s learning motivation directly  effect student’s mathematics learning achievement, (8) student’s self efficacy indirectly  effect on student’s mathematics learning achievement through variable learning motivation , (9) student’s emotional intelegence indirectly  effect on student’s mathematics learning achievement through variable learning motivation.Keywords: Self efficacy, Emotional intelegence, Learning motivation, Student’s mathematics learning achievement.
Analisis Kesulitan Siswa dalam Memecahkan Masalah Sistem Persamaan Linear Dua Variabel (SPLDV) Ditinjau dari Kesadaran Metakognisi Rezki Hidayanti; N. Nurdin; F. Fajar
Issues in Mathematics Education (IMED) Vol 3, No 2 (2019): September
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (504.373 KB) | DOI: 10.35580/imed11049

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui deskripsi kesulitan siswa dalam memecahkan masalah sistem persamaan linear dua variabel ditinjau dari kesadaran metakognisi serta fakto-faktor yang mempengaruhi kesulitan siswa dalam memecahkan masalah Sistem Persamaan Linear Dua Variabel (SPLDV). Penelitian ini adalah penelitian kualitatif menggunakan pendekatan deskriptif. Pengambilan subjek dilakukan dengan memberikan angket kesadaran metakognisi kepada siswa kelas IX yang kemudian dari hasil tersebut dipilih secara purposive 3 subjek. Instrumen yang digunakan adalah angket Metacognitive Awareness Inventory (MAI) yang dikembagkan oleh Scraw & Dennison, tes diagnostik kesulitan pemecahan masalah sistem persamaan linear dua variabel yang  dan pedoman wawancara. Indikator kesulitan pemecahan masalah yaitu kesulitan memahami masalah, kesulitan memikirkan rencana, kesulitan melaksanakan rencana dan kesulitan meninjau kembali. Hasil penelitian menunjukkan: 1) Subjek dengan kesadaran metakognisi tinggi kesulitan dalam memahami masalah pada soal cerita. 2) Subjek dengan kesadaran metakognisi sedang kesulitan dalam memikirkan rencana, kesulitan melaksanakan rencana dan kesulitan meninjau kembali. 3)Subjek dengan kesadaran metakognisi rendah mengalami paling banyak kesulitan dalam memecahkan masalah. Subjek mengalami empat jenis kesulitan yaitu kesulitan memahami masalah, kesulitan memikirkan rencana, kesulitan melaksanakan rencana dan kesulitan meninjau kembaliKata kunci: Kesulitan, Sistem Persamaan Linear Dua Variabel, Kesadaran Metakognisi.Abstract. This research aims to know description of students’ difficulties in solving problem of linear equation system with two variable viewed from metacognition awareness and  factors that cause students’ difficulties in solving problem of linear equation system with two variable. The type of research is qualitative research with descriptive approach. Retrieval of subject perfomed by providing metacognition awareness questionnaire to students class IX  and from result of metacognition awareness questionnaire selected purposively three subjects. Insrument in this research is questionnaire of Metacognitive Awareness Inventory (MAI) developed by Scraw & Dennison, diagnostic tes of difficulties in solving problem of linear equation system with two variable and interview guidelines. Indicathors of difficulties in solving problem namely understanding the problem, devising a plan, carrying out the plan, and looking back. Result of research show: 1)subject with high metacognition awareness difficulties in understanding the story problem. 2) Subject with moderate metacognition awareness difficulties in devising a plan, difficulties in carrying out the plan, and difficulties in looking back. 3)subject with low metacognition awareness experience most difficulty in solving problem. Subject difficulties in understanding the problem, difficulties in devising a plan, difficulties in carrying out the plan, and difficulties in looking back.Keywords: Difficulties, Linear Equation System With Two Variable, Metacognition Awareness
Komparasi Prestasi Belajar Matematika antara Siswa yang diajar menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif tipe Snowball Throwing dan Tipe Make a Match di Kelas VII SMP T. Tahir; Hamzah Upu; S. Suradi
Issues in Mathematics Education (IMED) Vol 3, No 2 (2019): September
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (221.6 KB) | DOI: 10.35580/imed11043

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui perbandingan prestasi belajar siswa melalui penerapan model kooperatif tipe Snowball Throwing dan Make a Match dalam pembelajaran matematika. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen yang melibatkan dua kelompok yang diberi perlakuan dengan sampel penelitian sebanyak 47 siswa dari kelas VII SMP di Sinjai yang dipilih dengan menggunakan teknik double cluster random sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan instrumen: (1) lembar observasi keterlaksanaan model pembelajaran dan (2) tes hasil belajar matematika. Data dianalisis dengan statistik deskriptif dan statistik inferensial dengan analisis uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Skor rara-rata prestasi belajar matematika dari 25 siswa setelah pembelajaran menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Snowball Throwing yaitu 4% berada pada kategori sangat rendah, 40% pada kategori sedang, 36% pada kategori tinggi dan 20% pada kategori sangat tinggi. (2) Skor rara-rata prestasi belajar matematika dari 22 siswa setelah pembelajaran menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Make a Match yaitu 9,09% berada pada kategori sangat rendah, 4,54% pada kategori rendah, 50% pada kategori sedang serta 18,18 % masing-masing pada kategori tinggi dan sangat tinggi. (3) Tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara prestasi siswa setelah menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe snowball throwing dan tipe make a match di Kelas VII SMP dengan materi Bangun Datar Segiempat.Kata Kunci: Prestasi belajar, pembelajaran matematika, model pembelajaran kooperatif, snowball throwing, make a matchAbstract. This research was conducted to determine the comparison of student learning achievement through the application of the cooperative model type Snowball Throwing and Make a Match in mathematics learning. This research was an experimental research involving two groups treated with research sample of 47 students from class VII SMP Sinjai selected by using the double cluster random sampling technique. Techniques of collecting data  using instruments: (1) observation sheet of  learning model implementation and (2) tests of mathematics learning result.Data were analyzed with descriptive statistics and inferential statistics with t-test analysis. The results showed that : (1) Average score of mathematics learning achievement of 25 students after learning using the Snowball Throwing type of cooperative learning model which is 4% in the very low category, 40% in the medium category, 36% in the high category and 20% in the very high category. (2) The average score of mathematics learning achievement from 22 students after learning using the Make a Match type of learning model is 9.09% in the very low category, 4.54% in the low category, 50% in the medium category and 18, 18% in the high and very high categories. (3) There is no significant difference between student achievement after applying the snowball throwing type cooperative learning model and the type of make a match in Class VII Junior High School with the Rectangular Build Up material.Keywords: Learning achievement, mathematics learning, cooperative learning model, snowball throwing, make a match.
Komparasi Hasil Belajar Matematika Siswa yang Diajar dengan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD Berbantuan Media Mistar Geser Bilangan Bulat Dan Media Video Mistar Geser Pada Kelas VII SMP Alfiah Mutmainnah Ali; A. Alimuddin; A. Asdar
Issues in Mathematics Education (IMED) Vol 3, No 2 (2019): September
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (367.448 KB) | DOI: 10.35580/imed11050

Abstract

. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui perbandingan hasil belajar siswa melalui penerapan model kooperatif tipe Student Teams Achievement Divitions berbantuan media mistar geser dan video mistar geser dalam pembelajaran matematika. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen yang melibatkan dua kelompok yang diberi perlakuan dengan sampel penelitian sebanyak 73 siswa dari kelas VII SMP di Makassar yang dipilih dengan menggunakan teknik double cluster double random sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan instrumen: (1) lembar observasi keterlaksanaan model pembelajaran dan (2) tes hasil belajar matematika. Data dianalisis dengan statistik deskriptif dan statistik inferensial dengan analisis uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Skor rara-rata hasil belajar matematika dari 37 siswa setelah pembelajaran menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Divitions berbantuan media mistar geser yaitu 22,22% berada pada kategori sangat rendah, 22,22% pada kategori sedang, 13,90% pada kategori tinggi dan 19,44% pada kategori sangat tinggi. (2) Skor rara-rata hasil belajar matematika dari 36 siswa setelah pembelajaran menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Divitions berbantuan media video mistar geser yaitu 18,92% berada pada kategori sangat rendah, 24,32% pada kategori rendah, 40,54% pada kategori sedang serta 13,52 % pada kategori tinggi dan 2,70 pada kategori sangat tinggi. (3) Tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil belajar siswa setelah menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Divitions berbantuan media mistar geser dan video mistar geser di Kelas VII SMP dengan materi Penjumlahan dan Pengurangan Bilangan Bulat.Kata Kunci: Hasil belajar, pembelajaran matematika, model pembelajaran kooperatif, Student Teams Achievement Divitions Abstract.This research was conducted to determine the comparison of student learning outcomes through the application of the cooperative model type Student Teams Achievement Divitions assisted by slide rule media and Student Teams Achievement Divitions assisted by slide bar video media. This research was an experimental research involving two groups treated with research sample of 73 students from class VII SMP Sinjaiselected by using the double cluster random sampling technique. Techniques of collecting data  using instruments: (1) observation sheet of  learning model implementation and (2) tests of mathematics learning result.Data were analyzed with descriptive statistics and inferential statistics with t-test analysis. The results showed that : (1) Average score of mathematics learning outcomes of 37 students after learning using the Student Teams Achievement Divitions assisted by slide rule media model which is 22,22% in the very low category, 22,22% in the medium category, 13,90% in the high category and 19,44% in the very high category. (2) The average score of mathematics learning outcomes from 36 students after learning using the Teams Achievement Divitions assisted by slide bar video media is 18,92% in the very low category, 24,32% in the low category, 40,54% in the medium category 13,52 % in the high and 2,70 % very high categories. (3) There is no significant difference between student learning outcomes after applying the Student Teams Achievement Divitions assisted by slide rule media and Student Teams Achievement Divitions assisted by slide bar video media. in Class VII Junior High School with the material of Addition and Subtraction Round Numbers.Keywords:Learning outcomes, mathematics learning, cooperative learning model, student teams achievement divitions
Pengembangan Instrumen Diagnostik Three Tier Test pada Materi Pecahan Kelas VII Lu'lu Yu'tikan Nabilah; R. Ruslan; R. Rusli
Issues in Mathematics Education (IMED) Vol 3, No 2 (2019): September
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (529.252 KB) | DOI: 10.35580/imed12421

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan instrumen diagnostik three tier test untuk materi pecahan kelas VII yang layak dan valid, mengetahui kelayakan instrumen tersebut berdasarkan validitas, reliabilitas, dan taraf kesukaran, serta mengungkap miskonsepsi yang dialami oleh peserta didik kelas VII pada materi bilangan pecahan. Jenis penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan. Subjek penelitian dari uji coba tes esai, tes pilihan ganda beralasan terbuka, hingga penerapan instrumen three tier test akan diuji pada peserta didik kelas VII. Prosedur penelitian dimulai dengan studi pendahuluan, perancangan draft  produk, hingga pengembangan produk dilanjutkan dengan analisis three tier test dari segi validitas, reliabilitas, dan tingkat kesukaran lalu analisis dan interpretasi miskonsepsi dari hasil three tier test. Hasil penelitian diperoleh (1) instrumen diagnostik three tier test yang digunakan untuk mengidentifikasi miskonsepsi pada materi bilangan pecahan dikembangkan melalui tahapan studi pendahuluan, perancangan tes essay, perancangan tes pilihan ganda, hingga three tier test; (2) three tier test yang dikembangkan memenuhi kriteria valid, reliabel, dan dengan taraf kesukaran 6,7% mudah, 26,7% sedang, dan 66,6% sukar; (3) peserta didik mengalami miskonsepsi pada indikator menjelaskan definisi pecahan, membandingkan dan mengurutkan bilangan pecahan, dan menghitung operasi penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian bilangan pecahan.Kata kunci: three tier test, miskonsepsi, instrumen, diagnostik. This study aims to produce a three tier diagnostic test instrument of fraction topic for grade VII that feasible and valid, determine the feasibility of the instrument based on validity, reliability, and degree of difficulty, and reveal the misconceptions experienced by class VII students on fraction topic. This type of research is research and development. Research subjects from essay test trials, open-reasoned multiple choice tests, until the application of the three tier test instruments will be tested on students of class VII. The research procedure starts with a preliminary study, drafting a product, until product development is continued with the analysis of three tier tests in terms of validity, reliability, and the level of difficulty and analysis and interpretation of misconceptions from the results of the three tier test. The results of the study were obtained (1) the three tier test diagnostic instruments used to identify misconceptions in fraction number material were developed through preliminary study stages, designing essay tests, designing multiple choice tests, up to three tier tests; (2) the three tier tests developed meet the criteria of valid, reliable, and with a difficulty level of 6.7% easy, 26.7% medium, and 66.6% difficult; (3) students experience misconceptions on indicators explaining fraction definitions, comparing fractions of numbers, and calculating addition, subtraction, multiplication, and fraction division operations.Keywords: three tier test, misconception, instrument, diagnostic
Analisis Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas VIII SMP Pada Pokok Bahasan Statistika Dikaitkan Dengan Intelligence Quotient (IQ) Hisyam Ihsan; R. Ruslin; Selvi Rahmatia
Issues in Mathematics Education (IMED) Vol 3, No 2 (2019): September
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (272.86 KB) | DOI: 10.35580/imed11044

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara hasil belajar matematika dan tingkat kecerdasan siswa. Pengambilan subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII di salah satu SMP di Makassar. Pengambilan subjek dilakukan dengan memberikan tes kepada siswa kelas VIII 5 yang kemudian dari hasil tersebut dipilih 3 subjek penelitian berdasarkan kategori yang ada. Instrumen yang digunakan adalah tes hasil belajar dengan pokok bahasan statistika yang memuat 5 butir soal dan tes IQ yang memuat 38 soal. Hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa pada siswa kelas VIII 5 terdapat pengaruh secara signifikan terhadap hasil belajar dan kecerdasan intelegensi siswa sehingga memperoleh hasil yang beragam. Terdapat juga satu siswa yang IQnya tinggi tapi hasil belajarnya rendah. Kata Kunci: mix methods, Kecerdasan Intelegensi, hasil belajar This study aims to determine the relationship between mathematics learning outcomes and student intelligence levels. The subjects of this study were VIII grade students in one of the junior high schools in Makassar. Taking the subject by giving a test to students of class VIII 5 then from the results, selected 3 subjects based on existing categories. The instrument used was a learning achievement test containing 5 questions and an IQ test containing 38 questions. The results of the research showed that the VIII grade students had a significant influence on student learning outcomes and Intelligence Quotient so it obtains diverse results. There is also one student who has a high IQ but low learning outcomes. Keywords: mix-methods, intelligence quotient, learning outcomes
Deskripsi Pemahaman Konsep Matematika Siswa Ditinjau dari Intensitas Penggunaan E-Learning Quipper Video Fitrahlaelah Muh Asri; R. Ruslan; A. Asdar
Issues in Mathematics Education (IMED) Vol 3, No 2 (2019): September
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (417.723 KB) | DOI: 10.35580/imed11051

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemahaman konsep matematika siswa pada materi perpangkatan ditinjau dari intensitas penggunaan e-learning quipper video. Jenis penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Subjek pada penelitian ini dipilih secara acak masing-masing satu untuk kategori intensitas tinggi, intensitas sedang, dan intensitas rendah. Adapun teknik pengumpulan data dengan pemberian angket intensitas penggunaan quipper video, tes pemahaman konsep, dan wawancara kemudian melalui tiga tahapan analisis data yaitu kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman konsep matematika: (1) Subjek dengan intensitas penggunaan quipper video tinggi kurang memahami konsep pada indikator mengaplikasikan konsep atau algoritma pada pemecahan masalah. (2) Subjek dengan intensitas penggunaan quipper video sedang mampu menyatakan ulang konsep, mengklasifikasi objek menurut sifat-sifat tertentu sesuai dengan konsepnya, menggunakan dan memanfaatkan serta memilih prosedur atau operasi tertentu,  mengaplikasikan konsep atau algoritma pada pemecahan masalah, memberikan contoh dan bukan contoh, menyajikan konsep dalam berbagai representasi matematis, dan mengembangkan syarat perlu atau syarat cukup dari suatu konsep. (3) Subjek dengan intensitas penggunaan quipper video rendah kurang memahami konsep pada indikator menyatakan ulang suatu konsep, memberikan contoh dan bukan contoh dari suatu konsep, dan mengembangkan syarat perlu atau syarat cukup dari suatu konsep.Kata Kunci: pemahaman konsep, intensitas, quipper videoAbstract. This research aims to describe students’ mathematics conceptual understanding understanding with topics exponential considered of the intensity of using quipper video. This type of research is descriptive qualitative. Subjects in this study were randomly selected one for the category of high intensity, one medium intensity, and one low intensity. The data collection techniques by giving intensity questionnaires use quipper video, understanding concept tests, and interviews then through three stages of data analysis, namely data condensation, data presentation, and conclusion. The results showed that understanding mathematical concepts: (1) Subjects with high intensity of using quipper video were unable to understand the concept in indicators apply concepts or algorithms to problem solving. (2) Subjects with medium intensity of using quipper video are able to restate the concept, classify objects according to certain characteristics in accordance with the concept, use and utilize certain procedures or operations, apply concepts or algorithms to problem solving, provide examples and not examples, present concepts in various mathematical representations, and develop necessary requirements or sufficient requirements from a concept.(3) subject with low intensity of using quipper video did not understand the concept in indicator restating the concept, , provide examples and not examples,and develop necessary requirements or sufficient requirements from a concept.Keywords: concept understanding, intensity, quipper video

Page 1 of 1 | Total Record : 10