cover
Contact Name
Said Fachry Assagaf
Contact Email
said.fachry.assagaf@unm.ac.id
Phone
+6281355595187
Journal Mail Official
said.fachry.assagaf@unm.ac.id
Editorial Address
Unit Publikasi Jurusan Matematika, Gd FG Lantai 2, FMIPA UNM
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Issues in Mathematics Education (IMED)
ISSN : -     EISSN : 26858592     DOI : https://dx.doi.org/10.35580/imed
Core Subject : Education,
Journal of IMED presents new ideas, developments, and innovations in mathematics education. It involves attempts to enhance teaching and learning mathematics in the classroom at all levels. It deals with educational articles from research, recent issues, and literature reviews. All paper related to mathematics education are welcome.
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 2 (2020): September" : 9 Documents clear
Pengaruh Penerapan Model Kolaboratif MURDER terhadap Hasil Belajar, Aktivitas dan Respons Siswa dalam Pembelajaran Matematika Kelas X Muawiah Inda Magfirah; Muhammad Darwis M; R. Rusli
Issues in Mathematics Education (IMED) Vol 4, No 2 (2020): September
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (445.053 KB) | DOI: 10.35580/imed15327

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan model kolaboratif MURDER (Mood, Understand, Recall, Detect, Expand, dan Review) terhadap hasil belajar, aktivitas, dan respons siswa dalam pembelajaran matematika kelas X. Penelitian ini adalah pra-eksperimen dengan pendekatan kuantitatif dengan teknik pengambilan sampel yaitu cluster random sampling. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran, tes hasil belajar (pretest dan posttest), lembar observasi aktivitas siswa, dan angket respons siswa. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis statistika deskriptif dan inferensial. Hasil analisis statistika deskriptif menunjukkan: (1) rata-rata keterlaksanaan pembelajaran sebesar 3,73 (terlaksana dengan baik),(2) rata-rata hasil pretest yaitu 35 (kategori sangat rendah). Rata-rata hasil posttest yaitu 85 (kategori tinggi), (3) hasil posttest menunjukkan bahwa ketuntasan klasikal tercapai sebesar 94% (4) rata-rata gain ternormalisasi sebesar 0,77 (kategori tinggi), (5) rata-rata persentase aktivitas siswa sebesar 90% (sangat aktif) (6) rata-rata persentase siswa yang memberi respons positif sebesar 89%. Hasil analisis statistika inferensial menunjukkan: (1) nilai rata rata siswa yang diajar menggunakan model kolaboratif MURDER lebih besar dari 70, (2) nilai rata rata gain ternormalisasi lebih besar dari 0,3 (kategori sedang), (3) rata rata ketuntasan klasikal lebih besar dari 80%. Secara umum dapat disimpulkan bahwa penerapan model kolaboratif MURDER berpengaruh terhadap hasil belajar, aktivitas, dan respons siswa dalam pembelajaran matematika kelas X. Kata kunci : Hasil Belajar, Aktivitas, Respons, Model Kolaboratif MURDER, Matriks This study aims to determine the effect of the application of MURDER collaborative model (Mood, Understand, Recall, Detect, Expand, and Review) on student learning outcomes, activities, and responses in learning mathematics in class X. This research is pre-experiment with quantitative approach with techniques sampling is cluster random sampling. Data collection was carried out using observation sheets of implementation of learning, test results of learning (pretest and posttest), observation sheets of student activities, and student questionnaire responses. The data analysis technique used is descriptive and inferential statistical analysis. The results of descriptive statistical analysis showed: (1) the average of learning achievement was 3,73 (well implemented), (2) the average pretest results were 35 (very low category). The average posttest results was 85 (high category), (3) the posttest results show that classical completeness is achieved 94% (4) the average normalized gain is 0,77 (high category), (5) the average percentage of activity students by 90% (very active) (6) the average percentage of students who gave positive response 89%. The results of inferential statistics analysis show: (1) the average value of students taught using collaborative MURDER model was greater than 70, (2) the normalized gain average value was greater than 0,3 (medium category), (3) the average classical completeness greater than 80%. In general it can be concluded that implementation MURDER collaborative model has an effect on students mathematics learning outcomes, activities, and responses. Keywords: Mathematics Learning Outcomes, Activity, Response, Collaborative MURDER Model. Matrix
Pengaruh Sikap pada Pelajaran Matematika dan Kebiasaan Belajar Matematika ditinjau dari Gaya Belajar terhadap Prestasi Belajar Matematika Siswa Kelas VIII SLTP Berorientasi Islam di Makassar Ilham Minggi; Muhammad Dinar; H. Hasnainah
Issues in Mathematics Education (IMED) Vol 4, No 2 (2020): September
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (494.385 KB) | DOI: 10.35580/imed15323

Abstract

. Penelitian dilakukan untuk mengetahui pengaruh sikap pada pelajaran matematika dan kebiasaan belajar matematika ditinjau dari gaya belajar terhadap prestasi belajar siswa kelas VIII SLTP berorientasi islam di Makassar. Teknik pengumpulan data menggunakan instrumen angket sikap pada pelajaran matematika, angket kebiasaan belajar matematika, angket gaya belajar, dan tes prestasi belajar matematika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) dari 80 responden, terdapat 27 siswa dengan gaya belajar visual, 14 siswa dengan gaya belajar auditori, dan 39 siswa dengan gaya belajar kinestetik,(2) sikap pada pelajaran matematika dan kebiasaan belajar matematika berada pada kategori tinggi untuk kelompok gaya belajar visual dan kinestetik, dan rendah untuk kelompok gaya belajar auditori (3) prestasi belajar berada pada kategori sedang untuk setiap kelompok gaya belajar, (4) sikap pada pelajaran matematika dan kebiasaan belajar matematika secara bersama-sama berpengaruh terhadap prestasi belajar matematika untuk setiap kelompok gaya belajar, (5) sikap pada pelajaran matematika berpengaruh positif terhadap prestasi belajar matematika untuk kelompok gaya belajar visual dan kinestetik, (6) kebiasaan belajar matematika berpengaruh positif terhadap prestasi belajar matematik untuk kelompok gaya belajar visual, (7) sikap pada pelajaran matematika berpengaruh secara tidak langsung terhadap prestasi belajar matematika melalui variabel kebiasaan belajar matematika untuk kelompok gaya belajar visual. Kata Kunci: Sikap pada pelajaran matematika, Kebiasaan belajar matematika, Gaya belajar, Prestasi Belajar Matematika siswa. This research was conducted to determine the effect of attitudes on mathematics and mathematics learning habits in terms of learning style to Mathematics Learning Achievement Grade VIII SLTP Islamic oriented in Makassar. The technique of collecting data using instrument questionnaire of attitudes on mathematics, questionnaire of mathematics learning habits, questionnaire of learning style, and test result of mathematics learning. The result of the research shows that: (1) of 80 respondents, there were 27 students with visual learning style, 14 students with auditory learning style, and 39 students with kinesthetic learning style. (2) attitudes on mathematics and mathematics learning habits are in the high category for visual and kinesthetic learning style, and low category for auditory learning style, (3) mathematics learning achievement in the medium category for each learning style group, (4) attitudes on mathematics and mathematics learning habits jointly influence mathematics learning achievement for each learning style group, (5) attitudes on mathematics directly effect on mathematics learning achievement for visual and kinesthetic learning style group, (6) mathematics learning habits directly effect on mathematics learning achievement for visual learning style group, (7) attitudes on mathematics indirectly effect on mathematics learning achievement through variable mathematics learning habits for visual learning style group. Keywords: Attitudes on mathematics, Mathematics learning habits, Learning style, Student’s mathematics learning achievement.
Pengaruh Tipe Kepribadian, Berpikir Divergen, Iklim Keluarga, dan Motivasi Terhadap Prestasi Belajar Matematika Siswa Kelas XI MIPA SMA Hamzah Upu; N. Nasrullah; Alim Alqadri Amir
Issues in Mathematics Education (IMED) Vol 4, No 2 (2020): September
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (419.5 KB) | DOI: 10.35580/imed15328

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian ex-post facto yang bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh antara tipe kepribadian, berpikir divergen, iklim keluarga, dan motivasi terhadap prestasi belajar matematika siswa SMA Negeri di Kabupaten Sinjai. Populasi penelitian adalah siswa kelas XI MIA di salah satu SMA Negeri di Kabupaten Sinjai. Dengan teknik cluster random sampling diperoleh sampel penelitian sebanyak 60 siswa kelas XI SMA Negeri di Kabupaten Sinjai. Data dikumpulkan dengan menggunakan instrumen angket dan tes, kemudian dianalisis dengan menggunakan statistika deskriptif dan inferensial. Hasil penelitian diperoleh bahwa tidak terdapat pengaruh langsung dan tidak langsung tipe kepribadian terhadap prestasi belajar matematika siswa. Selain itu, terdapat pengaruh langsung masing-masing antara motivasi, iklim keluarga dan berpikir divergen terhadap prestasi belajar matematika siswa. Sehingga iklim keluarga dan berpikir divergen masing-masing memiliki pengaruh tidak langsung terhadap prestasi belajar matematika melalui variabel motivasi. Kata Kunci: Tipe Kepribadian, Berpikir Divergen, Iklim Keluarga, Motivasi, Prestasi Belajar Matematika This study was ex-post facto research which purposed to know the influence of personality type, divergent thinking, family climate, and motivation toward student’s mathematics learning achievement on grade XI of Senior High School in Sinjai. The population of this study is student grade 11th MIA Senior High School in Sinjai. The sampling technique in this study was cluster random sampling, so the sample is 60 student grade 11th MIA in Senior High School in Sinjai. The data was collected using a questionnaire and test, then analyzed using descriptive statistics and inferential statistics. The results showed that there was no direct and indirect influence of personality types on students' mathematics learning achievement. In addition, there is a direct influence of each of the motivation, family climate and divergent thinking on the mathematics learning achievement of students. So that the family climate and divergent thinking each have an indirect effect on mathematics learning achievement through motivational variables. Keywords: Personality Type, Divergent Thinking, Family Climate, Motivation, Mathematics Learning Achievement
Pengembangan Media Pembelajaran Multimedia Interaktif Pilar Baru (Pintar Belajar Bangun Ruang) pada Siswa Kelas VIII Ismail T; Usman Mulbar; A. Asdar
Issues in Mathematics Education (IMED) Vol 4, No 2 (2020): September
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (627.669 KB) | DOI: 10.35580/imed15324

Abstract

Penelitian pengembangan ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran multimedia interaktif Pilar Baru (Pintar Belajar Bangun Ruang) dan mendeskripsikan kualitas media berdasarkan aspek kevalidan, kepraktisan, dan keefektifan. Desain penelitian ini mengacu pada model pengembangan ADDIE yang meliputi 5 tahapan yaitu analysis, design, development, implementation, dan evaluation. Instrumen penelitian berupa lembar penilaian media oleh pakar materi, pakar media dan guru untuk mengukur kevalidan; angket respons dan lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran untuk mengukur kepraktisan; serta soal tes hasil belajar untuk mengukur keefektifan media. Ujicoba produk dilakukan kepada 36 siswa kelas VIII. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penilaian oleh pakar materi dan media diperoleh skor rata-rata 4,29 kemudian oleh guru diperoleh skor rata-rata 4,4 dengan kriteria sangat baik sehingga media yang dikembangkan dinyatakan valid. Hasil analisis data angket respons siswa diperoleh skor rata-rata 4,57 dan respons guru diperoleh skor rata-rata 4,62 dengan kriteria sangat baik. Hasil observasi keterlaksanaan pembelajaran menunjukkan klasifikasi sangat baik dengan persentase mencapai 96,87%. Berdasarkan hal tersebut media dinyatakan praktis. Persentase ketuntasan klasikal dari tes hasil belajar siswa mencapai 80,6% sehingga media dinyatakan efektif. Kata kunci: pengembangan, multimedia interaktif. The purposes of this development research to develop interactive multimedia-based learning media Pilar Baru (Pintar Belajar Bangun Ruang) and describe the quality of media based on aspects of validity, practicality, and effectiveness. The design of this study refers to the ADDIE development model which includes 5 stages, namely analysis, design, development, implementation, and evaluation. The research instruments were in the form of media assessment sheets by material experts, media experts, and teachers to measure practicality. and learning outcomes test questions to measure media effectiveness. Product testing was conducted on 36 students of class VIII. The results showed that the assessment by the material and media experts was obtained an average score 4.29 then the teacher obtained an average score of 4.4 with very good criteria so that the developed media was declared valid. The results of the questionnaire response analysis of students obtained an average score of 4.57 and the teacher's response obtained an average score of 4.62 with very good criteria. The results of observations of the implementation of learning showed a very good classification with a percentage reaching 96.87%. The percentage of classical completeness from student learning outcomes tests reached 80.6% so the media was declared effective. Keyword: development, interactive multimedia
Miskonsepsi pada Materi Aljabar Siswa Kelas VIII SMP Najmawati Azis; Suradi Tahmir; Ilham Minggi
Issues in Mathematics Education (IMED) Vol 4, No 2 (2020): September
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (700.439 KB) | DOI: 10.35580/imed15329

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mendeskripsikan miskonsepsi siswa kelas VIII dalam menyelesaikan soal pada materi aljabar. Untuk mengidentifikasi terjadinya miskonsepsi dalam penelitian ini, menggunakan CRI (Certaninty of Respon Index) yaitu ukuran tingkat keyakinan/kepastian reposnden dalam menjawab setiap soal yang diberikan. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu tes diagnostik yang dilengkapi dengan kriteria CRI dan wawancara. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa beberapa jenis miskonsepsi yang teridentifikasi adalah (1) Siswa mengalami miskonsepsi konsep terkait definisi variabel dan koefisien, (2) Siswa mengalami miskonsepsi hitung terkait pengoperasian suku-suku sejenis, (3) Siswa mengalami miskonsepsi tanda terkait konstanta, dan (4) Siswa mengalami miskonsepsi terjemahan terkiat koefisien. Kata Kunci: miskonsepsi, kosep pada materi aljabar, metode CRI This research aimed to describe the misconception of class VIII students to solving questions in algebra material. To identify the occurrence of misconceptions in this study, using CRI (Certaninty of Respon Index) was a measure the level of confidence / certainty of respondent in answering each question (problem) given. The instrument data collection technique used was a diagnostic test with CRI criteria and interview. The research result concluded that several types of misconception indetified were (1) Student experienced concept misconception related to definition of variableand coefficient, (2) Student experienced count misconception related to the operation of like terms, (3) Student experienced sign misconception related to constant and (4) Student experienced translation misconception related to coefficient. Keywords: misconception, concepts on algebra material, CRI method
Deskripsi Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Ditinjau dari Tingkat Kecerdasan Logis Matematis Siswa Kelas XI Nurdin Arsyad; N. Nasrullah; Satriani Safaruddin
Issues in Mathematics Education (IMED) Vol 4, No 2 (2020): September
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (707.917 KB) | DOI: 10.35580/imed15325

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif bertujuan mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah matematika berdasarkan tingkat kecerdasan logis matematis pada materi barisan dan deret. Subjek dalam penelitian ini sebanyak 32 siswa kelas XI. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah metode tes dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari ketiga tingkatan kecerdasan logis matematis, subjek penelitian memiliki kesamaan, dimulai pada tahap memahami masalah subjek mengungkapkan maksud soal dengan bahasa dan kalimat sendiri. Kemudian dalam menyusun rencana pemecahan masalah subjek membuat model matematika. Pada tahap melaksanakan rencana, subjek menentukan nilai-nilai variabel yang dibutuhkan untuk menemukan solusi dari masalah, dan di akhir proses pemecahan masalah subjek memeriksa kembali langkah-langkah yang digunakan dan hasil yang diperoleh. Selain itu, dari ketiga tingkatan kecerdasan logis matematis subjek penelitian memiliki perbedaan, yaitu pada tahap memahami masalah dimana informasi yang diungkapkan subjek KLMT lebih lengkap daripada subjek KLMS dan KLMR. Sementara itu, pada tahap melaksanakan rencana dalam menggunakan prosedur pemecahan masalah subjek KLMT lebih jelas dan tepat. Sedangkan, subjek KLMS dapat menyelesaikan rencana penyelesaiannya yang jawaban akhirnya benar, meskipun prosedur yang digunakan kurang tepat. Kemudian, subjek KLMR menghadapi kendala dalam menyelesaikan masalah karena prosedur yang digunakan tidak jelas. Kata Kunci: Kemampuan, Pemecahan masalah matematika, Langkah Polya, Kecerdasan logis matematis, Barisan dan deret. This research is a qualitative research with a descriptive approach that aimed to describe students' mathematical problem solving ability in terms the level of mathematical logical intelligence on sequence and series topic. The subjects in this research were 32 students of class XI MIA. The data collection techniques used in this research were the method of test and interview. The results of the research showed that of the three levels of mathematical logical intelligence, research subjects have similarities, starting at the step of understanding the problem subjects expressed the purpose of the problem with their own language and sentence. Then in devising a problem solving plan subjects make a mathematical model. At the step of carrying out the plan, the subjects determine the variable values needed to find a solution to the problem, and at the end of the problem solving process, subjects looking back the steps used and the results obtained. Meanwhile, from the three levels of mathematical logical intelligence, research subjects have differences, that are at the step of understanding the problem where the information revealed by the subject of KLMT is more complete than the subject of KLMS and KLMR. Meanwhile, at the step of carrying out the plan the subject of KLMT in using problem solving procedure more clear and precise. While, the subject of KLMS was able to complete the completion plan whose answer was finally correct, although the procedure used was incorrect. Then, the subject of KLMR faced an obstacle in solving problems because the procedure used was unclear. Keywords: Ability, Mathematical problem solving, Polya steps, Mathematical logical intelligence, Sequence and series.
Analisis Kesalahan Mahasiswa dalam Memecahan Masalah Nonrutin pada Materi Fungsi Kuadrat Rahmat Syam; Awi Dassa; Siti Khodidah
Issues in Mathematics Education (IMED) Vol 4, No 2 (2020): September
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (580.201 KB) | DOI: 10.35580/imed15330

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif, bertujuan untuk mengetahui gambaran kesalahan yang dilakukan mahasiswa dalam memecahkan masalah nonrutin berupa penerapan materi fungsi kuadrat dalam kehidupan nyata yang ditinjau berdasarkan objek dasar matematika (fakta, konsep, prinsip, operasi). Pengumpulan data utama diperoleh dengan tes dan wawancara. Subjek penelitian ini adalah tiga orang mahasiswa pendidikan matematika UNM yang dipilih dari dua puluh tiga responden yang mengikuti tes tertulis. Analisis data mengikuti model dari Miles and Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, verifikasi dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini sebagai berikut: Kesalahan terbanyak yang dilakukan subjek adalah kesalahan konsep dan operasi, dimana mahasiswa menggunakan rumus yang tidak sesuai dan miskonsepsi dalam mengambil langkah penyelesaian masalah, keliru dalam melakukan perhitungan aljabar dan menggunakan prodesur yang tidak hierarkis. Kemudianl kesalahan prinsip yaitu misinterpretasi masalah dan tidak memperhatikan prasyarat dalam menggunakan rumus. Mahasiswa tidak menggunakan konsep fungsi kuadrat secara spesifik atau tidak mampu menerapkannya sebagai bagian dari langkah pemecahan masalah. Hal ini dikarenakan penguasaan konsep yang kurang dan minimnya pengalaman dalam memecahkan masalah sejenis. Kata Kunci: Analisis kesalahan, masalah nonrutin, fungsi kuadrat This study was a descriptive research by using qualitative approach that aimed to describe the errors made by students in quadratic function real life problems based on basic mathematical objects (facts, principles, concepts, and operation). The data collection were obtained by tests and interview. The subjects of this study were three students of mathematics education department in Universitas Negeri Makassar. Data analysis was used Miles and Huberman model: data collection, data reduction, data display, verification and conclusion. The results of this study said that the most mistakes made by subjects were conceptual errors and operation errors; students didn’t use appropriate formulas, misconceptions in choosed steps to solve problems, wrong in algebraic manipulation, and didn’t use hierarchical procedures. Then principle errors; misinterpretation or failed to grasp what the problem ask to and didn’t cognize the preconditions before using the formula. Students were unable to apply quadratic function specifically as part of the problem solving. This is due to the lack of mathematic skills how to carry out their conceptual knowledge to solve problems and lack of experience in solving similar problems. Keywords: Error analysis, non-routine problems, quadratic functions
Pengaruh Kegiatan Ekstrakurikuler, Manajemen Waktu, dan Motivasi Belajar Terhadap Prestasi Belajar Matematika Siswa SMP Kelas VIII Ahmad Thariq Rasyidi; A. Asdar; Baso Intang Sappaile
Issues in Mathematics Education (IMED) Vol 4, No 2 (2020): September
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (601.036 KB) | DOI: 10.35580/imed15326

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh kegiatan ekstrakurikuler, manajemen waktu, dan motivasi terhadap prestasi belajar siswa kelas VIII SMP. Penelitian ini adalah penelitian ex-post facto yang bersifat kausalitas dengan sampel penelitian sebanyak 62 siswa dari VIII SMP yang dipilih dengan menggunakan cluster random sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan instrumen: (1) angket kegiatan ekstrakurikuler, (2) angket manajemen waktu, (3) angket motivasi belajar, dan (4) tes prestasi belajar matematika. Data dianalisis dengan statistik deskriptif dan statistik inferensial dengan analisis jalur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) kegiatan ekstrakurikuler siswa berada pada kategori tinggi, (2) manajemen waktu siswa berada pada kategori tinggi, (3) motivasi belajar siswa berada pada kategori tinggi, (4) prestasi belajar matematika siswa berada pada kategori sedang, (5) kegiatan ekstrakurikuler dan manajemen waktu berpengaruh secara bersama-sama terhadap motivasi belajar siswa (6) kegiatan ekstrakurikuler, dan manajemen waktu belajar tidak berpengaruh secara bersama-sama terhadap prestasi belajar matematika siswa, (7) kegiatan ekstrakurikuler tidak berpengaruh positif secara langsung terhadap prestasi belajar matematika siswa, (8) Manajemen waktu berpengaruh negatif secara langsung terhadap prestasi belajar matematika siswa (9) Motivasi belajar berpengaruh positif terhadap prestasi belajar matematika siswa. (10) Kegiatan ekstrakurikuler tidak berpengaruh secara tidak langsung terhadap prestasi belajar matematika melalui motivasi belajar siswa, (11) manajemen waktu berpengaruh secara tidak langsung terhadap prestasi belajar matematika siswa melalui motivasi belajar siswa. Kata Kunci: kegiatan ekstrakurikuler, manajemen waktu, motivasi belajar, Prestasi Belajar Matematika siswa. Matematika siswa This study was conducted to determine the influence of extracurricular activities, time management, and learning motivation towards student’s mathematics learning achievement of grade VIII SMP. This research is ex post facto research which is causality with research sample counted 62 students from class VIII SMP selected by using cluster random sampling. Technique of collecting data using instrument: (1) questionnaire of extracurricular activities, (2) questionnaire of time management, (3) questionnaire of learning motivation, and (4) test result of mathematics learning. Data were analyzed with descriptive statistics and inferential statistics with path analysis. The result of the research shows that: (1) the student's 'extracurricular activities is in the high category, (2) the student's time management is in the high category, (3) the student's learning motivation is in the high category, (4) student’s mathematics learning achievement in the medium category (5) student’s extracurricular activities, time management and learning motivation have no effect together towards student mathematics learning achievements, (6) student’s extracurricular activities and time management related together to student’s learning motivation, (7) student’s extracurricular activities have no direct positive effect on student’s mathematics learning achievement, (8) student’s time management directly negative effect on student’s mathematics learning achievement, (9) student’s learning motivation directly positive effect student’s mathematics learning achievement, (10) student’s extracurricular activities have no effect indirectly towards mathematics learning achievement through student’s learning motivation, (11) student’s time management indirectly effect towards mathematics learning achievement through student’s learning motivation. Keywords: Extracurricular Activities, Time Management, Learning Motivation, Student’s Mathematics Learning Achievement.
Deskripsi Pengetahuan Konten Pedagogi Mahasiswa Calon Guru Jurusan Matematika FMIPA UNM Awi Dassa; Fajar Arwadi; Andi Rafiqa Faradiyah
Issues in Mathematics Education (IMED) Vol 4, No 2 (2020): September
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (380.441 KB) | DOI: 10.35580/imed15332

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pengetahuan konten pedagogi mahasiswa Jurusan Matematika FMIPA UNM dengan indikator pengetahuan penguasaan materi, pengetahuan pedagogi, serta pengetahuan subjek terkait peserta didiknya. Subjek dari penelitian ini adalah mahasiswa Jurusan Matematka FMIPA UNM. Jenis penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dan kualitatif (Mix Method). Data dikumpulkan dengan memberikan soal tes pengetahuan konten pedagogi kepada 45 orang subjek dan melakukan wawancara semi terstuktur kepada 2 subjek yang dipilih secara acak. Setelah memperoleh informasi terkait kategori level PCK subjek, analisis terkait jawaban-jawaban yang diberikan oleh subjek untuk mendeskripsikan alasan-alasan subjek memperoleh level PCK yang dimaksud. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada mahasiswa yang memperoleh level PCK yang tinggi. Kata Kunci: Pengetahuan Konten Pedagogi, Pengetahuan Materi, Pengetahuan Pedagogi, Pengetahuan tentang Peserta didik, Bangun Datar. This study aims to describe the pedagogical content knowledge of Mathematics and Natural Sciences Department students of FMIPA with indicators of mastery knowledge, pedagogy knowledge, and subject knowledge related to their students. The subjects of this study were students of the Mathematics Department FMIPA UNM. This type of research is a quantitative and qualitative approach (Mix Method). Data was collected by giving pedagogical content knowledge test questions to 45 subjects and conducting semi-structured interviews to 2 randomly selected subjects. After obtaining information related to the subject's PCK level category, an analysis of the answers provided by the subject to describe the reasons the subject obtained the intended PCK level. The results showed that there were no students who obtained high levels of PCK.. Keywords: Pedagogical Content Knowledge, Material Knowledge, Pedagogical Knowledge, Student Knowledge, Two Dimentional Figure.

Page 1 of 1 | Total Record : 9