Claim Missing Document
Check
Articles

PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN MATEMATIKA BERBASIS KONTEKSTUAL DENGAN STRATEGI RELATING, EXPERIENCING, APPLYING, COOPERATING, TRANSFERING (REACT) PADA SISWA SEKOLAH DASAR St. Nur Humairah Halim; Muhammad Darwis; Awi Dassa
Auladuna: Jurnal Pendidikan Dasar Islam Vol 5 No 2 (2018): DECEMBER
Publisher : Department of Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Universitas Islam Negeri Alauddin Makass

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/auladuna.v5i2a8.2018

Abstract

AbstrakPenelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang bertujuan untuk mengembangkan perangkat pembelajaran berbasis kontekstual dengan strategi relating, experiencing, applying, cooperating, transfering (REACT) pada siswa SD Inpres Karunrung Makassar dengan materi perbandingan dan skala yang meliputi buku siswa (BS), lembar kegiatan siswa (LKS), dan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP). Subjek penelitian ini adalah siswa kelas Va SD Inpres Karunrung Makassar yang berjumlah 26 orang. Prosedur pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah model 4D (define, design, develop, and disseminate). Hasil dari ujicoba terbatas menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran yang dihasilkan telah bersifat praktis dan efektif. Hasil analisis data adalah siswa jadi lebih aktif dalam proses pembelajaran, guru dapat membimbing kelompok bekerja dan belajar, tingkat kemampuan guru dalam mengelola proses pembelajaran dengan menggunakan pendekatan kontekstual dan strategi REACT termasuk dalam kategori sangat tinggi, artinya penampilan guru dapat dipertahankan, skor rata-rata yang diperoleh siswa pada tes hasil belajar (THB) adalah 75,69 dari skor ideal 100 dengan standar deviasi 12,43, dimana 21 dari 26 siswa atau 80,77% memenuhi ketuntasan individu yang menunjukkan bahwa ketuntasan klasikal tercapai dan pada umumnya siswa memberikan respon positif terhadap perangkat pembelajaran yang digunakan. Abstract This Research is research development (Research and Development) that aim to develop Tool of Mathematical Contextual-Based Learning with Relating, Experiencing, Applying, Cooperating, Transfering (REACT) strategies at Students of Inpres Karunrung Makassar Elementary School to the subject comparison and scale that includes student books, student activity sheets, and lesson plan execution. This subject research is student of class of Va class in Inpres Karunrung Makassar Elementary School with students amount as 26 people. Development procedures used in this study is a model or models 4D (Define, Design, Develop, and Disseminate). The results of the limited trial showed that the mathematics learning was effective and practical. Result of data analysis are student become more active in the learning process, the teacher can guide the group to work and learn, the level of teacher ability in the lerning process by using contextual based learning with REACT strategy to a higher category, meaning that the teacher performance can be maintained, the average score obtained by students on achievement test is the ideal score of 75,69 from 100 with standard deviation 12,43, where 21 from 26 student or 80,77% of individuals who meet the exhaustiveness show that classical achieved, student responded positively to the learning device used generally. 
ANALISIS KESALAHAN SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL SPLDV BERORIENTASI PISA DENGAN KONTEN CHANGE AND RELATIONSHIP PADA KELAS VIII SMP UNISMUH MAKASSAR Ahmad Syamsuadi; Muh Fadli Darmadi; Awi Dassa
SIGMA: JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol 13, No 2: Desember 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (532.929 KB) | DOI: 10.26618/sigma.v13i2.6316

Abstract

This study aims to determine student errors in solving PISA-oriented SPLDV questions with change and relationship content in class VIII SMP Unismuh Makassar based on the Newman error procedure. This type of research uses a qualitative approach with descriptive methods. Data collection techniques used were giving tests and interviews. The instrument used was a written test in the form of a description of two numbers adapted from the PISA questions and interviews of students who were selected as research subjects to ensure mistakes made when solving the questions. The researcher chose four students as research subjects from 19 students of class VIIIA 1 based on the most mistakes made to be interviewed. The data analysis technique was carried out by the stages of data reduction, data presentation, data verification and drawing conclusions. Student error analysis refers to errors with the Newman stage which consists of 4 categories, namely errors in understanding the problem, errors in transforming the problem, errors in processing skills and errors in writing the final answer. The results showed that the most errors were made by FQ students. The research subjects who were then interviewed were SM on the type of understanding error, ST on the type of transformation error, SP on the error type of process skills and SK on the type of error in writing the final answer.
ANALISIS MISKONSEPSI DALAM MENYELESAIKAN SOAL CERITA MATEMATIKA DITINJAU DARI GAYA KOGNITIF PADA SISWA KELAS VIII SMP BUQ’ATUN MUBARAKAH KOTA MAKASSAR Nur Rahmah; Awi Dassa; Rezki Ramdani
SIGMA: JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol 11, No 2: Desember 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.442 KB) | DOI: 10.26618/sigma.v11i2.3516

Abstract

Dalam pembelajaran Matematika, masih ada siswa yang mengalami miskonsepsi dalam menyelesaikan soal dalam bentuk cerita, hal itu terjadi karena gaya kognitif yang dimiliki oleh setiap siswa berbeda-beda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui miskonsepsi dalam menyelesaikan soal cerita matematika ditinjau dari gaya kognitif pada siswa, dimana sampel pada penelitian ini terdiri dari 4 orang siswa kelas VIII B1 SMP Buq’atun Mubarakah yaitu 2 siswa untuk gaya kognitif Field Independent dan 2 siswa untuk gaya kognitif Field Dependent. Pada penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif. Instrumen pendukung terdiri dari test GEFT, tes tertulis dan pedoman wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa miskonsepsi dalam menyelesaikan soal cerita adalah sebagai berikut: 1) Field Independent (FI) : (1) Pada aspek memahami masalah, FI dikatakan dapat memahami masalah dengan baik sehingga dapat menyebutkan yang diketahui dan ditanyakan pada soal. (2) Pada aspek pemahaman konsep peubah, FI masih kurang dalam membuatkan pemisalan terhadap variabel karena tidak menuliskan pemisalan. (3) Pada aspek pemahaman membuat model matematika, FI sudah cukup baik dengan membuat persamaan. (4) Pada aspek pemahaman konsep eliminasi dan subtitusi, FI sudah cukup mampu dalam menyelesaikan soal cerita. 2) Field Dependent (FD) : (1) Pada aspek memahami masalah, FD dikatakan masih kurang dalam memahami masalah yaitu dapat menyebutkan yang diketahui dan ditanyakan pada soal walaupun masih mengalami miskonsepsi pada soal yang lainnya. (2) Pada aspek pemahaman konsep peubah, FD sangat kurang dalam membuatkan pemisalan terhadap variabel karena tidak membuatkan pemisalan. (3) Pada aspek pemahaman membuat model matematika, FD sudah baik dalam pembuatan model matematikanya. (4) Pada aspek pemahaman konsep eliminasi dan subtitusi, FD sangat kurang mampu dalam menyelesaikan soal cerita dengan menggunakan metode eliminasi dan subtitusi.In learning mathematics, there are still students who experience misconceptions in solving questions in the form of stories, it happens because the cognitive style possessed by each student is different. This study aims to determine misconceptions in solving mathematical story problems in terms of cognitive style in students, where the sample in this study consisted of 4 students of class VIII B1, Buq'atun Mubarakah Middle School, namely 2 students for the Field Independent cognitive style and 2 students for cognitive style Field Dependent. In this study using descriptive research. Supporting instruments consist of the GEFT test, written test and interview guidelines. The results showed that misconceptions in solving story problems are as follows: 1) Field Independent (FI): (1) In the aspect of understanding the problem, FI is said to be able to understand the problem well so that it can mention what is known and asked about the problem. (2) In the aspect of understanding the concept of variables, FI is still lacking in making an example of a variable because it does not write an example. (3) In the aspect of understanding making mathematical models, FI is good enough by making equations. (4) In the aspect of understanding the concepts of elimination and substitution, FI is quite capable of solving story problems. 2) Field Dependent (FD): (1) In the aspect of understanding the problem, the FD is said to be lacking in understanding the problem that is able to mention the known and asked questions while still experiencing misconceptions on other questions. (2) In the aspect of understanding the concept of variables, FD is very lacking in making an example of a variable because it is not making an example. (3) In the aspect of understanding making mathematical models, FD is already good in making mathematical models. (4) In the aspect of understanding the concepts of elimination and substitution, FD is very less able to solve story problems using the method of elimination and substitution.
Analisis Kemampuan Literasi Matematika Siswa dalam Menyelesaikan Soal PISA Konten Space and Shape pada Kelas IX SMP Negeri 13 Makassar Ikhbariaty Kautsar Qadry; Awi Dassa; Nurul Aynul
Infinity: Jurnal Matematika dan Aplikasinya Vol. 2 No. 2 (2022): Terbitan Keempat-2022
Publisher : Program Studi Matematika Fakultas Sains Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/27458326-99

Abstract

Kemampuan literasi matematika secara komprehensif telah memuat dasar-dasar pemahaman bidang matematika serta penerapannya. Hal tersebut mengisyaratkan pentingnya kompetensi literasi matematika dikembangkan pada diri seorang siswa. Pengembangan literasi matematika siswa di Indonesia merujuk pada hasil tes PISA ( Programme for International Student Assesment) yang diselenggarakan oleh OECD (Organization for Economic Cooperation and Development) setiap lima tahun sekali dalam skala internasional. Indonesia tercatat berpartisipasi pada survey PISA sejak tahun 2000 hingga 2018. Namun, hasil menunjukkan belum signifikan menempatkan posisi Indonesia pada level atas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan literasi matematika siswa dalam menyelesaiakan soal PISA konten space and shape pada Kelas IX SMP Negeri 13 Makassar. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Pengambilan subjek penelitian dilakukan dengan memberikan tes kepada siswa berupa tes awal serta saran rekomendasi dari guru matematika. Selanjutnya pengumpulan data dilakukan melalui dua tes yakni tes soal PISA serta tes wawancara. Hasil penelitian kemampuan literasi matematika siswa dalam menyelesaiakan soal PISA konten space and shape yaitu pada ketiga subjek menunjukkan hasil yang berbeda-beda. Berdasarkan analisis hasil tes secara lisan dan tertulis subjek ST memiliki kemampuan literasi matematika yang “tinggi”. Kemudian subjek SS juga dengan predikat “tinggi” dan subjek SR memiliki kemampuan literasi matematika “sedang”. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ketiga subjek yaitu ST, SS, dan SR memiliki kemampuan literasi matematika siswa yang baik dalam menyelesaikan soal PISA konten space and shape.
Analisis Kesalahan Siswa Dalam Menyelesaikan Soal Materi Sistem Persamaan Linear Dua Variabel Ditinjau dari Kemampuan Awal Matematika Hamzah Upu; Awi Dassa; Nurhalizah R.
Issues in Mathematics Education (IMED) Vol 6, No 1 (2022): Maret
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/imed32233

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesalahan siswa dan faktor penyebab kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal materi Sistem Persamaan Linear Dua Variabel (SPLDV) berdasarkan tahapan Newman ditinjau dari kemampuan awal matematika. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas IX yang terdiri enam orang yakni masing-masing dua orang untuk setiap tingkatan kemampuan awal matematika. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu tes dan wawancara. Adapun instrumen penelitian yang digunakan yaitu tes kemampuan awal matematika, tes diagnostik SPLDV, dan pedoman wawancara. Teknik analisis data dalam penelitian ini meliputi kondensasi data, penyajian data, dan verifikasi atau penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Siswa dengan kemampuan awal matematika tinggi melakukan kesalahan keterampilan proses dan penulisan jawaban; (2) Siswa dengan kemampuan awal matematika sedang melakukan kesalahan memahami, transformasi, keterampilan proses, dan penulisan jawaban; (3) Siswa dengan kemampuan awal matematika rendah melakukan kesalahan membaca, memahami, transformasi, keterampilan proses, dan penulisan jawaban. Adapun faktor yang paling sering menyebabkan kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal materi SPLDV diantaranya karena siswa kurang teliti dan terburu-buru dalam mengerjakan soal, belum menguasai materi prasyarat, dan sebagai akibat dari kesalahan yang dilakukan sebelumnya.Kata Kunci: Kesalahan, Sistem Persamaan Linear Dua Variabel, Kesalahan Newman, Matematika. This research aims to analyze students’ errors and the factors that cause students’ errors in solving problems of two-variable linear equations system based on Newman’s stages viewed from initial mathematical ability. This research is qualitative research with a descriptive approach. The subject of this research is students grade IX that consists of six students which two people for each level of initial mathematical ability. Data collection techniques in this research are test and interview. The research instrument was used, namely the initial mathematical ability test, a diagnostic test of a two-variable linear equation system, and interview guidelines. The data analysis techniques in this study include the condensation of data, the presentation of data, and the verification or drawing of conclusions.  The result shows that: (1) Students with high initial mathematical abilities make mistakes in processing skills and writing in answers; (2) Students with medium early mathematical abilities are making mistakes in understanding questions, transforming questions, processing skills, and writing answers; (3) Students with low initial mathematical abilities make errors in reading questions, misunderstanding questions, transformation, processing skills, and writing answers. The factors that most often cause students' errors in solving the Two-Variable Linear Equations System material problems are students being less thorough and hastily working on the questions, have not mastered the prerequisite material, and as the result of previous mistakes.Keywords: Errors, Two-Variable Linear Equations System, Newman Error, Mathematics.
Deskripsi Kemampuan Siswa SMP dalam Menyelesaikan Soal Cerita Materi Aritmetika Sosial Awi Dassa; Bernard Bernard; Andi Sriwahyuningsih
Issues in Mathematics Education (IMED) Vol 6, No 1 (2022): Maret
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/imed32236

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal cerita materi aritmetika sosial. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Terdapat enam subjek penelitian yaitu, dua siswa berkemampuan tinggi, dua siswa berkemampuan sedang, dan dua siswa berkemampuan rendah. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu dengan melakukan tes aritmetika sosial. Instrumen yang yang digunakan dalam pengumpulan data adalah tes tertulis dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subjek dengan kemampuan matematika tinggi (SKT), mampu menuliskan diketahui dan ditanyakan dengan  benar, mampu menuliskan rumus, serta siswa mampu dalam menyelesaikan masalah verbal.  Subjek dengan kemampuan matematika sedang (SKS), mampu dalam menentukan diketahui dan ditanyakan, akan tetapi kurang mampu dalam menuliskan rumus, serta tidak mampu dalam menyelesaikan masalah verbal. Subjek dengan kemampuan matematika rendah (SKR), tidak mampu dalam menuliskan diketahui dan ditanyakan dengan baik, tidak mampu dalam menuliskan rumus, serta tidak mampu dalam menyelesaikan permasalahan verbal. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menambah wawasan dan meningkatkan kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal cerita matematika yang berkaitan dengan pengaplikasian kehidupan sehari-hari.Kata Kunci: Soal cerita, Aritmetika Sosial, Kemampuan menyelesaikan soal ceritaThis study aims to describe the ability of students in solving social arithmetic story problems. The type of research used is qualitative research with a descriptive approach. There are six research subjects, namely, two high-ability students, two moderately capable students, and two low-ability students. The data collection technique in this research is by doing a social arithmetic test. The instruments used in data collection were written tests and interviews. The results showed that subjects with high mathematical ability (SKT), were able to write known and asked correctly, were able to write formulas, and students were able to solve verbal problems. Subjects with moderate mathematical ability (SKS), are able to determine what is known and asked, but are less able to write formulas, and are unable to solve verbal problems. Subjects with low mathematical ability (SKR), unable to write well known and asked, unable to write formulas, and unable to solve verbal problems. The results of this study are expected to add insight and improve students' abilities in solving math story problems related to the application of everyday life.Keywoards: Story question, Social arithmetic, Ability to solve story problems
Kemampuan Translasi Antar Representasi MatematikaSiswa dalam Memecahkan Masalah SPLDVDitinjau dari Kemampuan Matematika A. Awi; N. Nasrullah; Inda Wahyuni
Issues in Mathematics Education (IMED) Vol 5, No 2 (2021): September
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (173.547 KB) | DOI: 10.35580/imed23846

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan translasi representasi visual ke representasi verbal siswa dalam memecahkan masalah sistem persamaan linear dua variabel.Tiga siswa dari kelas IX A dipilih sebagai subjek berdasarkan hasil tes kemampuan matematika.Proses pemecahan masalah yang dilakukan siswa ditinjau berdasarkan 4 langkah Polya. Tes pemecahan masalah berupa soal SPLDV yang diberikan kepada subjek lalu diwawancara terkait tes tersebut. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa subjek dengan kemampuan matematika tinggi mampu melewati semua indikator translasi antar representasi untuk setiap masalah yang diberikan. Subjek dengan kemampuan matematika sedang hanya mampu melewati semua indikator translasi antar representasi untuk satu masalah yang diberikan. Subjek dengan kemampuan matematika rendah tidak mampu melewati semua indikator translasi antar representasi.Kata kunci: Translasi, Representasi verbal, Representasi visual, Kemampuan matematika, SPLDV]This research aim to analyze translation of visual representation to verbal representation in solving two variable system of linear equation topic. three students of grade IX-A were selected as subject in term of result mathematic test. The problem solving process  carried out by students based on Polya four stages. problem solving test like SPLDV was given to subject then interview related to test.The result shows that subject with high mathematic ability pass all translational indicators between representations for each given problem. subject with medium mathematic ability only pass all translational indicators between representations for one given problem. subject with low mathematic ability not pass all translational indicators between representations .Keywoards : Translation,Verbal representation,Visual representation, Mathematic ability, SPLDV
Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Siswa yang Diajar dengan Menerapkan Missouri Mathematics Project N Nurjannah; D. Djadir; Awi Dassa
Issues in Mathematics Education (IMED) Vol 1, No 2 (2017): September
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (193.84 KB) | DOI: 10.35580/imed9463

Abstract

Abstrak. Penelitian ini merupakan penelitian pre eksperimen. Desain yang digunakan adalah One-Group Pretest-Posttest Design yang bertujuan mendeskripsikan dan untuk mengetahui kemampuan pemecahan masalah matematika siswa kelas VIII 3 yang diajar dengan menerapkan model Missouri Mathematics Project. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII, dan sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII 3 yang terdiri dari 30 orang siswa sebagai kelas eksperimen. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan diperoleh siswa mampu memecahkan masalah matematika berdasarkan indikator kemampuan pemecahan masalah matematika. Hasil uji hipotesis menunjukkan: 1) Nilai rata-rata postest siswa memenuhi nilai KKM yang ditetapkan yaitu lebih besar sama dengan 79. Ini berarti bahwa nilai rata-rata postest secara signifikan lebih dari 77,9; 2) Rata-rata nilai gain ternormalisasi melebihi kategori . Ini berarti bahwa nilai rata-rata gain ternormalisasi secara signifikan lebih dari 0,29; dan 3) Nilai postest  yang diperoleh siswa telah tuntas secara klasikal berdasarkan uji proporsi, Ini berarti bahwa ketuntasan klasikal kemampuan pemecahan masalah matematika siswa setelah diterapkan model pembelajaran Missouri Mathematics Project.secara signifikan lebih dari 0,849.Kata kunci :Kemampaun Pemecahan Masalah, Model  Missouri Mathematics ProjectAbstrack. This research was pre experimental research. The experimental design used was One-Group Pretest-Posttest Design which aims to describe and to know the problem solving ability of students of class VIII 3 was taught by applying the model of Missouri Mathematics Project of grade VIII 3. The population was the students of class VIII and the sample was class VIII 3 consisting of 30 students as an experimental class. Based on the results of research and discussion, students were able to solve mathematical problems based on indicators of mathematical problem solving ability. The result of hypothesis test shows: 1)The mean posttest score of the students meets the determined KKM value that is greater equal to 78. This means that the postest average value is significantly greater than 77.9; 2)The average normalized gain value exceeds the medium category. This means that the average value of the gain normalized significantly more than 0.29; and 3)The posttest score obtained by the students has been completed by classical test based on the proportion test. This means that the classical mastery of students' mathematical problem solving abilities after the applied learning model of the Missouri Mathematics Project is significantly more than 0.849.Keywords: Problem-solving Abilities, Mathematical Missouri Mathematics Project model
Efektivitas Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Team Assisted Individualization dengan Pendekatan Matematika Realistik Muhammad Darwis; A. Awi; Muhaimin Akhwan Akib
Issues in Mathematics Education (IMED) Vol 1, No 2 (2017): September
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (469.016 KB) | DOI: 10.35580/imed12420

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas model pembelajaran kooperatif tipe Team Assisted Individualization (TAI) dengan pendekatan matematika realistik dalam pembelajaran matematika siswa kelas VII SMP negeri di Sengkang. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa Kelas VII di salah satu SMP Negeri di Sengkang dan dipilih 1 kelas secara acak sebagai sampel penelitian. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran, tes hasil belajar, lembar observasi aktivitas siswa, dan angket respons siswa. Hasil analisis statistika deskriptif menunjukkan: (1) persentase keterlaksanaan pembelajaran sebesar 95%, (2) rata-rata hasil pretest yaitu 24,32 dan rata-rata posttest yaitu 83,92, (3) ketuntasan klasikal tercapai yakni sebesar 86%, (4) rata-rata gain ternormalisasi sebesar  0,78 (kategori tinggi), (5) persentase aktivitas siswa sebesar 92%, (6) persentase siswa yang memberi respon positif terhadap pelaksanaan pembelajaran sebesar 86%. Hasil analisis inferensial menunjukkan: (1) nilai rata-rata siswa yang diajar lebih besar dari 75 (KKM), (2) nilai rata-rata gain ternormalisasi lebih besar dari 0,3. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan model pembelajaran kooperatif TAI dengan pendekatan matematika realistik efektif digunakan pada siswa Kelas VII SMP Negeri di SengkangKata Kunci: Efektivitas, Model Pembelajaran Kooperatif tipe Team Assisted Individualization, pendekatan matematika realistik. This research aims to determine the effectiveness of the cooperative learning model type team assisted individualization (TAI)  with realistic mathematic approach at Grade VII SMP Negeri in Sengkang. The population of this research were all students of Grade VII in one of SMP Negeri in Sengkang and one class selected randomly as the research sample. Data collection was performed by using the observation sheets of learning accomplishment, learning achievement test, observation sheet of students’ activity and questionnaire of students’ responses. Descriptive statistical analysis of the results showed: (1) Percentage of learning accomplishment approach is 95% ( well done), (2) the average of  pretest is 24,32 and the average of posttest is 83,92, (3) classical completeness is reached 86%, (4) the average normalized gain is 0,78 who are at high category, (5) Percentage of students’ activity is 92%, (6) the average percentage of students who gave positive response to the implementation of learning is 89%. Inferential analysis results showed: (1) the average percentage of students who is taught approach greater than 75, (2) the average value of normalized gain greater than 0,3. From these results it can be concluded that learning with cooperative learning model type TAI with realistic mathematic approach effective used in students at Grade VII SMP Negeri in SengkangKeywords: Effectiveness, Cooperative Learning Model type Team Assisted Individualization, Realistic Mathematic Approach. 
Deskripsi Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Siswa Ditinjau dari Tipe Kepribadian Menurut Keirsey A. Awi; Usman Mulbar; S. Sahriani
Issues in Mathematics Education (IMED) Vol 5, No 1 (2021): Maret
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (796.118 KB) | DOI: 10.35580/imed19908

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa dengan langkah Polya (memahami masalah, menyusun rencana, melaksanakan rencana dan menelusuri kembali) ditinjau dari tipe kepribadian menurut Keirsey. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif-deskriptif. Subjek penelitian sebanyak 4 orang dari siswa kelas XI SMA dengan satu subjek untuk masing-masing tipe kepribadian. Instrumen penelitian menggunakan instrumen penggolongan tipe kepribadian, tes pemecahan masalah, dan pedoman wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari masing-masing siswa yang bertipe kepribadian Keirsey, dalam memecahkan masalah matematika lebih cenderung pada siswa yang bertipe kepribadian Guardian dan Rational, dapat melakukan setiap tahapan pemecahan masalah Polya. Selanjutnya adalah tipe Idealist dan Artisan yang masih kurang pada tahap pemecahan masalah tertentu dari permasalahan yang diberikan.Kata Kunci : Pemecahan Masalah, Matematika Sekolah, Langkah Polya, Kepribadian Keirsey, Soal Non Rutin. This study aims to describe the student’s ability to solve mathematical problems with Polya's steps (understanding the problem, devising a plan, carrying out the plan and looking back,) viewed from personality types according to Keirsey. This research is descriptive-qualitative. The research subjects were 4 students from class XI of Senior High School, with one subject for each personality type. The research instrument uses personality type classification instruments, problem-solving tests, and interview guidelines. The results of the research showed that from each of the students with the type of Keirsey personality, in solve mathematical problems more tend to be on types of Guardian and Rational personalities, can do every step of Polya’s problem-solving. Next, are the Idealist and Artisan types which are still lacking at the steps certain solving the problem of the problems given.Keywords: Problem Solving, School Mathematics, Polya’s Steps, Keirsey’s Personality, Non-Routine Problems.
Co-Authors Adnan Ahmad Syamsuadi Ahmad Talib Ahyani Mirah Liani Alimuddin Tampa Andi Ammar Akrar Andi Citra Pratiwi Andi Irda Iriana Andi Rafiqa Faradiyah Andi Sri Hardiana Andi Sriwahyuningsih Asdar Asri Ainun Amaliah Assagaf, Said Fachry Aswi, Aswi Ayu Alfina Pratiwi Amar Bernard Bernard D. Dinar D. Djadir D. Djadir Ermayanti Ermayanti Erni Ekafitria Bahar Fajar Arwadi Febrianti Khoirunnisa Grace Lisurara' Sura' Hadi Nasbey Halil Arianto Halimah Husain Hamzah Upu Hisyam Ihsan Hisyam Ihsan Husnul Khatimah Ikhbariaty Kautsar Qadry Ikhbariaty Kautsar Qadry Ikram, Muhammad Ilham Minggi Inda Wahyuni Ja'faruddin Ja'faruddin Jafaruddin Maulidiyah Ananda Nasrul Muh Fadli Darmadi Muhaimin Akhwan Akib Muhammad Abdy Muhammad Abdy Muhammad Ammar Naufal Muhammad Arafah Muhammad Darwis Muhammad Dinar Muhammad Husnul Khuluq Muhammad Husnul Khuluq Muhammad Ikhsan Ibrahim Muhammad Nur Akbar Syah Muhammad Shiddiqien Kuddus N Nurjannah N. Nasrullah Nadya Setyastuti Imran Nasir, Norma Nur Rahmah Nurdin Arsyad Nurfahmi Nur Nurhalizah R. Nurhilaliyah Nurhilaliyah Nurul Aynul Nurul Khaeriah Nurul Syahruddin Nurwati Djam'an Putri Anugrah Wanti Putri Regina Pratiwi R. Reni R. Rusli Rahmat Syam Resky Fadila Amin Rezki Ramdani Ruslan Ruslan S. Sahriani S. Sulhijrah S. Syarifatunnisa Siti Khodidah Sri Julia Nensi Sri Julia Nensi St. Nur Humairah Halim Sukarna Sukarna Sutamrin Sutamrin Sutamrin Sutamrin Sutamrin Sutamrin Syahrullah Asyari, Syahrullah Tahmir, Suradi Umrah Azizah Azis Usman Mulbar