cover
Contact Name
Diah Astika
Contact Email
jaf@malahayati.ac.id
Phone
+6285269630720
Journal Mail Official
jurnal.analisfarmasi@gmail.com
Editorial Address
JL. Pramuka No 27 Kemiling Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
JAF (Jurnal Analis Farmasi)
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 2503233X     EISSN : 26567598     DOI : 10.33024
Core Subject : Health,
Jurnal ini berisikan hasil penelitian di bidang analisa obat, obat tradisional, makanan, minuman, kosmetik. Jurnal ini diharapkan dapat bermanfaat bagi dunia pendidikan dan masyarakat umum yang ingin mengetahui mengenai informasi mengenai keamanan obat, bahan pangan, kosmetik,serta informasi nilai gizi pangan dan informasi terkait lainnya
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 1 (2022)" : 10 Documents clear
IDENTIFIKASI FLAVONOID DAUN MANTANGAN (Merremia peltata (L.) Merr) DENGAN METODE KROMATOGRAFI LAPIS TIPIS Endah Ratnasari Mulatasih; widia bela via; dias ardini
Jurnal Analis Farmasi Vol 7, No 1 (2022)
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v7i1.7358

Abstract

Merremia peltata (L.) Merr mengandung senyawa metabolit sekunder seperti alkaloid, steroid dan flavonoid. Berdasarkan sifatnya, flavonoid dapat digolongkan menjadi antosianin, proantosianidin, flavonol, flavon, glikoflavon, biflavonil, khalkon dan auron, flavanon, dan isoflavon. Flavon, flavonol, dan glikoflavon merupakan jenis flavonoid yang tersebar luas pada daun.Tujuan penelitian ini adalah mendeteksi golongan flavonoid yang terdapat pada daun Merremia peltata (L.) Merr jika dilakukan penapisan fitokimia dari ekstrak Merremia peltata (L.) Merr dengan menggunakan metode Kromatografi lapis tipis. Pada penelitian ini, dilakukan skrining fitokimia senyawa flavonoid pada serbuk simplisia daun mantangan. Selain itu, metode penelitian yang dilakukan yaitu dengan menggunakan Kromatografi Lapis tipis dengan menggunakan pelarut forestal (asam asetat-HCL pekat-air; 30:3:1). Ekstraksi pada daun mantangan diawali dengan pemanasan selama 30-40 menit menggunakan HCl 2M. Kemudian, dilakukan pengocokan menggunakan corong pisah dengan menggunakan pelarut etil asetat 3 x 10 mL, kemudian ekstrak dipanaskan hingga kering di atas waterbath dan ekstrak tersebut dielusi. Hasil penelitian skrining fitokimia senyawa flavonoid menunjukkan adanya warna jingga pada lapisan amil alkohol. Hasil penelitian kromatografi lapis tipis menunjukkan bahwa daun mantangan tidak mengandung biflavonil, flavon, dan glikoflavon. Warna pada kromatogram sebelum dilihat di bawah lampu UV yaitu berwarna coklat pudar hingga coklat tua. Sedangkan, setelah dilihat di bawah lampu UV warna pada kromatogram menunjukkan warna kuning kehijauan, coklat muda, dan coklat tua. Nilai Rf dari kromatogram beragam, yaitu 0,40 hingga 0,73. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu daun mantangan tidak mengandung senyawa flavon, flavol, biflavonil, dan glikoflavon.
ANALISIS KADAR PROTEIN PADA JANTUNG PISANG KEPOK (Musa paradisiaca L) SEBELUM DAN SESUDAH PEREBUSAN DENGAN METODE KJELDHAL shinta wulandari; Rosalinda Rosalinda
Jurnal Analis Farmasi Vol 7, No 1 (2022)
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v7i1.7269

Abstract

Telah dilakukan pengujian di Laboratorium terhadap kadar protein total jantung pisang kepok dengan Uji kualitatif menggunakan uji Biuret dan penetapan kadar protein secara kuantitatif dengan metode Kjeldahl. Metode Kjeldahl dilakukan dengan menetapkan kandungan nitrogen yang terdapat didalam bahan. Analisis protein dengan metode Kjeldahl dibagi menjadi tiga tahapan yaitu proses destruksi, proses destilasi, proses titrasi. Dari hasil penelitian uji identifikasi menggunakan uji Biuret larutan sampel menunjukkan adanya protein pada sampel jantung pisang kapok. Kadar protein total yang didapatkan dengan metode Kjeldahl ini didapatkan dua hasil yaitu sampel jantung pisang kepok yang tidak sebesar 0.52% dan sampel jantung pisang  kepok  yang  direbus sebesar 0.34% Disimpulkan bahwa jantung pisang kepok memiliki kandungan protein yang sangat sedikit. Perebusan pada jantung pisang kepok mengurangi kadar protein sebesar 0,18%.
PENETAPAN KADAR PROTEIN PADA DAUN KELOR MUDA DAN DAUN KELOR TUA (Moringaoleifera L.) DENGAN MENGGUNAKAN METODE KJELDAHL Gusti Ayu Rai Saputri; Tutik Tutik; Ayu Indah Permatasari
Jurnal Analis Farmasi Vol 7, No 1 (2022)
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v7i1.2239

Abstract

Protein merupakan komponen penting dari makanan manusia yang dibutuhkan untuk penggantian jaringan, pasokan energi, dan makro molekul serba guna disistem kehidupan yang mempunyai fungsi penting dalam semua proses biologi seperti sebagai katalis, transportasi, berbagai molekul lain seperti oksigen, sebagai kekebalan tubuh dan menghantarkan impuls saraf Oleh karena itu, dilakukan penelitian penetapan kadar protein pada daun kelor muda dan daun kelor tua dengan metode kjeldahl. Daun kelor (Moringa oleifera L.) terbukti ampuh mengatasi berbagai penyakit, di antaranya diabetes, hepatitis, jantung, dan kolesterol tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat apakah ada kandungan protein pada daun kelor (Moringa oleifera L.) dan berapa besar kandungan protein daun kelor tersebut. Sampel dari penelitian ini adalah daun kelor yang diambil dari salah satu kebun masyarakat di kawasan Jl. Pangeran Antasari, Bandar Lampung. Penetapan kadar protein secara kuantitatif dengan metode Kjeldahl dimana pada penelitian ini dilakukan penentuan kandungan nitrogen yang terdapat didalam bahan, kemudian kadar protein dapat ditentukan dengan cara mengkalikan kadar nitrogen yang diperoleh dengan suatu faktor konversi. Analisa protein dengan metode kjeldahl pada dasarnya dibagi menjadi tiga tahapan yaitu tahap destruksi, tahap destilasi dan tahap titrasi. Pengujian kandungan protein menggunakan metode kjeldahl dengan dua kali pengulangan. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa daun kelor muda diperoleh rata-rata 1,3092% dan daun kelor tua diperoleh rata-rata 11,3473%, sehingga dapat disimpulkan bahwa daun kelor tua memiliki kadar protein yang tinggi dibandingkan dengan daun kelor muda.Kata kunci : Protein, Daun Kelor, Kjeldahl
SKRINING FITOKIMIA DAN UJI DAYA HAMBAT EKSTRAK BAWANG BOMBAY (Allium cepa L) TERHADAP BAKTERI Escherichia coli PENYEBAB DIARE Agustina Retnaningsih; siska anggraini
Jurnal Analis Farmasi Vol 7, No 1 (2022)
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v7i1.7287

Abstract

Bawang bombay (Allium cepa L) merupakan salah satu jenis bahan alam yang sering digunakan untuk bumbu masak. Bawang bombay (Allium cepa L) biasanya dianggap sebagai sayuran, juga memiliki sejarah panjang penggunaan obat, salah satunya sebagai antibakteri. Setelah dilakukan skrining fitokimia bawang bombay memiliki kandungan senyawa seperti flavonoid, saponin, steroid, dan alkaloid. Senyawa tersebut berfungsi sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk menguji daya hambat ekstrak bawang bombay (Allium cepa L) terhadap bakteri Escherichia coli merupakan bakteri penyebab diare. Ekstraksi yang digunakan menggunakan metode maserasi dengan menggunakan pelarut etanol 96%, Uji daya hambat bakteri Escherichia coli menggunakan metode difusi cakram. Metode ini memiliki mekanisme kerja yaitu antibakteri fraksi yang akan diuji diserapkan pada kertas cakram dan ditempelkan pada media agar yang telah dihomogenkan dengan bakteri kemudian di inkubasi sampai terlihat zona hambat didaera sekitar cakram. Pada penelitian ini digunakan aquadest steril sebagai kontrol negatif dan antibiotik tetrasiklin sebagai kontrol positif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa aktivitas antibakteri ekstrak bawang bombay konsentrasi 25% sebesar 8,10mm, konsentrasi 50% sebesar 10,65mm, dan 75% sebesar 10,88mm.
UJI AKTIVITAS ANTIINFLAMASI DALAM SEDIAAN SALEP DAUN BINAHONG (Anredera cordifolia (Ten.) Steenis) TERHADAP KELINCI JANTAN Niken Feladita Santoso; Sindi Novita Mala
Jurnal Analis Farmasi Vol 7, No 1 (2022)
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v7i1.7325

Abstract

Daun binahong adalah tanaman yang memiliki kandungan senyawa aktif flavonoid, alkaloid dan saponin. Flavonoid yang berperan sebagai antibiotik dan efek farmakologi sebagai antiinflamasi. Penelitian ini bertujuan untuk menguji aktivitas salep antiinflamasi daun binahong (Anredera cordifolia (Ten.) Steenis) terhadap kelinci jantan (Oryctolagus cuniculus). Pelarut yang digunakan yaitu etanol 96%. Perlakuan pada lima ekor kelinci, kelinci pertama diberikan sediaan salep dengan konsentrasi 5%, kelinci kedua diberikan sediaan salep dengan konsentrasi 10%, kelinci ketiga diberikan sediaan salep dengan konsentrasi 20% dan kelinci keempat sebagai kontrol negatif, kelinci kelima sebagai kontrol positif. Pengolesan dilakukan satu hari sekali dan pengamatan penyembuhan radang dilakukan selama tujuh hari. Salep daun binahong dengan berbagai konsentrasi dilakukan pengujian evaluasi sedian salep. Pengujian evaluasi dilakukan uji organoleptik, uji homogenitas, uji pH, uji daya lekat dan uji daya sebar. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan, pada sediaan salep dengan konsentrasi 20% menunjukkan aktivitas penyembuhan peradangan terhadap kelinci jantan pada hari ke-3, salep dengan  konsentrasi 10% menunjukkan aktivitas penyembuhan peradangan pada hari ke-4 untuk salep dengan konsentrasi 5% menunjukan aktivitas penyembuhan peradangan pada hari ke-6. Dari hasil yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa sediaan salep daun binahong (Anredera cordifolia (Ten.) Steenis) aktif dalam penyembuhan peradangan, sediaan salep yang paling aktif yaitu pada sediaan dengan konsentrasi 20%. Semakin tinggi konsentrasi maka aktivitas antiinflamasi semakin baik.
PENGARUH SUHU PENYIMPANAN TERHADAP KADAR AMOKSISILIN TABLET YANG DIUKUR MENGGUNAKAN METODE SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS Robby Chandra Purnama; Martika Putri Ningtias
Jurnal Analis Farmasi Vol 7, No 1 (2022)
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v7i1.7286

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh suhu penyimpanan terhadap kadar amoksisilin tablet. Metode yang digunakan adalah spektrofotometri UV-Vis, pengujian ini dilakukan untuk mengetahui kadar amoksisilin tablet. Prinsip metode ini yaitu mengukur jumlah cahaya yang diabsorpsi atau ditransmisikan oleh molekul-molekul di dalam larutan, sebagian energi cahaya tersebut akan diserap (diabsorpsi). Sampel yang digunakan yaitu amoksisilin tablet (generik) yang dibeli di apotek X di Bandar Lampung dengan baku pembanding amoksisilin BPFI, dilakukan dengan tiga kali pengulangan menggunakan larutan NaOH. Pengukuran kadar sampel amoksisilin tablet dilakukan dengan variasi suhu penyimpanan suhu dingin (2-8oC), suhu ruang (15-30oC), suhu panas (35-40oC) dengan hasil penyimpanan pada suhu dingin didapatkan kadar 58,88%; penyimpanan suhu ruang 101,76%; penyimpanan suhu panas 74,24%, kesimpulan yang didapat yaitu perbedaan suhu penyimpanan menyebabkan penurunan kadar sampel, penyimpanan suhu ruang memenuhi persyaratan Farmakope Indonesia Edisi V, sedangkan untuk suhu dingin dan suhu panas kadarnya tidak memenuhi persyaratan Farmakope Indonesia edisi V yaitu 90- 120%.
IMPLEMENTASI PENGENDALIAN KUALITAS AKURASI DAN PRESISI HASIL ANALISIS PROTEIN Dian Ayu Afifah; M Muslihudin; Devy cendikia
Jurnal Analis Farmasi Vol 7, No 1 (2022)
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v7i1.5444

Abstract

Jaminan mutu merupakan suatu cara untuk meyakinkan pelanggan bahwa kualitas hasil uji laboratorium yang dihasilkan sudah memenuhi persyaratan. Kestabilan pada suatu alat pengukuran merupakan hal yang penting. Hal ini diperlukan untuk memperoleh hasil pengukuran dan mutu produk yang baik. Penelitian ini dilakukan untuk melihat kestabilan suatu metode pengukuran protein pada kue kering sehingga dapat menjamin kualitas data yang dihasilkan. Data yang digunakan adalah data akurasi dan presisi pengujian protein pada kue kering yang dinutrifikasiikan tepung ikan nila. Data tersebut dianalisis menggunakan metode Statistika Pengendalian Mutu dengan diagram grafik kendali X sebagai grafik kendali mutu akurasi dan grafik kendali (R) sebagai grafik kendali presisi. Adapun hasil yang diperoleh adalah, garis kendali pada grafik X, akurasi dapat diterima karena data berada diantara garis UWL dan LWL (2SD), dan data akan diperingatkan jika data tersebut berada diantara UCL dan LCL. Pada grafik R, presisi dapat diterima karena data berada di bawah antara 2 sd atau dibawah garis UWL. Data dinyatakan outlier jika data akurasi dan presisi berada diluar garis UCL dan LCL.
UJI DAYA HAMBAT EKSTRAK BATANG BROTOWALI (Tinospora crispa (L) miers) TERHADAP BAKTERI Escherichia coli DAN Staphylococcus aureus DENGAN METODE DIFUSI CAKRAM Radho Al Kausar; Muhammad Sahrul
Jurnal Analis Farmasi Vol 7, No 1 (2022)
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v7i1.7267

Abstract

This study aimed to test the inhibitory power of brotowali stem extract (Tinospora crispa (L) Miers) against Escherichia coli and Staphylococcus aureus bacteria. The extraction method used was maceration with 96% ethanol solvent, the inhibition test was carried out using the disc diffusion method. The test was carried out with three repetitions with a concentration of 75%, 50%, and 25%. Then tested on Escherichia coli and Staphylococcus aureus with Nutrian agar media. Brotowali stem extract (Tinospora crispa (L) Miers) was found to be able to inhibit both bacteria. Brotowali stem extract (Tinospora crispa (L) Miers) was able to inhibit Escherichia coli bacteria, with inhibition zone diameters of 25% 19.36 mm, 50% 19.87 mm, and 75% 19.87. and stem extract of brotowali (Tinospora crispa (L) Miers) was able to inhibit Staphylococcus aureus bacteria, with inhibition zone diameters of 25%19.59 mm, 50% 19.85 mm, and 75% 20.01. Conclusion brotowali stem extract can inhibit bacterial Escherichia coli dan Staphylococcus growth.
POTENSIAL TEST OF DURIAN (Durio zibethinus Murr.) AS LARVACIDES AGAINTS Aedes aegypti MOSQOITO LARVES Tri Yustika Sari; Diah Astika Winahyu
Jurnal Analis Farmasi Vol 7, No 1 (2022)
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v7i1.7335

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit yang disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan dari orang ke orang melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Untuk mengurangi penyakit DBD yaitu menggunakan pestisida alami supaya lebih aman untuk lingkungan, salah satunya yaitu Kulit Durian (Durio zibethinus Murr.)Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui apakah ekstrak kulit durian dapat membunuh larva nyamuk Aedes aegypti dan mengetahui konsentrasi ekstrak kulit buah durian yang paling efektif sebagai larvasida terhadap jentik nyamuk Aedes aegypti. Kulit durian diekstrak menggunakan pelarut etanol 96% menggunakan metode maserasi. Hasil uji fitokimia ekstrak kulit durian (Durio zibethinus Murr.) positif mengandung senyawa flavonoid, alkaloid, saponin, dan tanin. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) yaitu terdapat 3 pengulangan dengan 3 perlakuan yaitu kontrol negatif, kontrol temefos, konsentrasi 0,5%, 1%, 2%, 5%. Penelitian terhadap kematian larva Aedes aegypti dilakukan selama 6 jam. Pada kontrol negatif tidak ada larva yang mati, untuk konsentrasi 0,5%, 1%, 2%, 5% terdapat larva yang mati. Rata-rata kematian larva pada konsentrasi 0,5% = 33,33%, 1% = 43,3%, 2% = 68,33% dan 5% = 93,3%. Semakin tinggi konsentrasi semakin banyak larva yang mengalami kematian.
IDENTIFIKASI KANDUNGAN LOGAM BERAT MERKURI PADA SEDIAAN KOSMETIK SEDIAAN WHITENING BODY LOTION TANPA NOMOR REGISTRASI YANG DIJUAL SECARA ONLINE DENGAN UJI AMALGAM DAN UJI REAKSI WARNA IDENTIFICATION OF MERCURY IN COSMETIC WHITENING BODY LOTION WITHOUT REGISTRATION NUMBER WHICH IS SOLD ONLINE WITH AMALGAM TEST AND TEST COLOUR REACTION Annisa Primadiamanti; Siti Khamidaturrohmah
Jurnal Analis Farmasi Vol 7, No 1 (2022)
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v7i1.2138

Abstract

ABSTRACTMercury was a substance that is prohibited in cosmetic additions in accordance with the National Agency of Drug and Food of the Republic of Indonesia Number HK.03.1.23.08.11.07517 of 2011 on the prohibition of the use of mercury in cosmetic preparations. It has made the identification of mercury (Hg) in the top ten cosmetic whitening body lotion preparations without a registration number sold online with amalgam test and test color reaction. In testing the amalgam made three test solution consisting of, the sample solution, standard solution and the solution spiked sample, using standard HgCl2. Testing amalgam showed negative results because there are no gray spots on the shiny copper rod. In testing the color reaction testing mercury salt I and salt II mercury. Before testing the samples in destruction using a mixture of aqua regia. Testing of mercury salts I done using HCl Concentrated reagents, reagent and KI solution of NaOH 1 N. Tests mercury salt II performed using reagents and reagent KI solution of NaOH 1 N. Tests were negative color reaction of mercury, because the results are not in accordance with the positive control. From the research that has been done on the preparation of cosmetic whitening body lotion, concluded that the ten negative samples contain mercury.Keywords: Mercury (Hg), Whitening Body Lotion, Amalgam Test, Test Color Reaction.ABSTRAKMerkuri termasuk bahan yang dilarang dalam penambahan pada kosmetik sesuai dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia Nomor HK.03.1.23.08.11.07517 Tahun 2011 tentang larangan penggunaan Merkuri dalam sediaan kosmetik. Telah dilakukan identifikasi kandungan merkuri (Hg) dalam sepuluh kosmetik sediaan whitening body lotion tanpa nomor registrasi yang dijual secara online dengan uji amalgam dan uji reaksi warna. Pada pengujian amalgam dibuat tiga larutan uji yang terdiri dari, larutan sampel, larutan baku dan larutan spiked sample, dengan menggunakan baku HgCl2. Pengujian amalgam menunjukkan hasil negatif karena tidak terdapat bercak abu-abu mengkilap pada batang tembaga.Pada pengujian reaksi warna dilakukan pengujian garam I merkuri dan garam IImerkuri. Sebelum dilakukan pengujian sampel dideksruksi menggunakan campuran aqua regia. Pengujian garam I merkuri dilakukan dengan menggunakan reagen HCl P, KI LP dan NaoH 1 N. Pengujian garam II merkuri dilakukan dengan menggunakan reagen KI LP dan NaOH 1 N. Pengujian reaksi warna menunjukkan hasil negatif merkuri, karena pada hasil yang didapat tidak sesuai dengan kontrol positif.Dari penelitian yang telah dilakukan pada kosmetik sediaan whitening body lotion, didapat kesimpulan bahwa kesepuluh sampel negatif mengandung merkuri.Kata Kunci : Merkuri (Hg), Whitening Body Lotion, Uji Amalgam, Uji Reaksi Warna

Page 1 of 1 | Total Record : 10