cover
Contact Name
Agus Ruliyansyah
Contact Email
agus.ruliyansyah@faperta.untan.ac.id
Phone
+62561-740191
Journal Mail Official
jsp.equator@gmail.com
Editorial Address
Jalan Prof. Dr. Hadari Nawawi
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
JURNAL SAINS PERTANIAN EQUATOR
ISSN : -     EISSN : 2964562X     DOI : http://dx.doi.org/10.26418/jspe.v12i1.59508
Jurnal Sains Pertanian Equator is open access, academic, citation indexed, and blind peer-reviewed journal. It covers original research articles, review, and short communication on diverse topics related to agriculture science. We accept submission from all over the world. All submitted articles shall never be published elsewhere, original and not under consideration for other publication
Articles 37 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 1: April 2013" : 37 Documents clear
PENGARUH DEKOMPOSER Trichoderma harzianum TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL SAWI HIJAU PADA TANAH GAMBUT Daniar Wulandari; Dwi Zulfita; Surachman -
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 2, No 1: April 2013
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v2i1.2391

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dekomposer Trichoderma harzianum terhadap pertumbuhan dan hasil sawi hijau pada tanah gambut. Penelitian dilaksanakan di kebun percobaan Fakultas Pertanian selama 11 minggu. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen lapangan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima taraf perlakuan dekomposer Trichoderma harzianum. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak lima kali, setiap ulangan terdiri dari tiga tanaman sampel. Dosis yang diberikan dalam taraf perlakuan (t) terdiri dari: t0 = tanpa pemberian dekomposer Trichoderma harzianum, t1 = penambahan 10 g dekomposer Trichoderma harzianum / Polibag, t2 = penambahan 20 g dekomposer Trichoderma harzianum / Polibag, t3= penambahan 30 g dekomposer Trichoderma harzianum / Polibag, t4= penambahan 40 g dekomposer Trichoderma harzianum / Polibag. Variabel yang diamati meliputi volume akar, luas daun, kadar klorofil daun, berat kering tanaman, berat segar tanaman, dan jumlah daun. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian berbagai dosis dekomposer Trichoderma harzianum berpengaruh nyata terhadap volume akar, luas daun , berat segar tanaman, dan berat kering tanaman, dan berpengaruh tidak nyata terhadap kadar klorofil daun dan jumlah daun dengan rerata perlakuan terbaik yaitu pemberian dekomposer Trichoderma harzianum sebanyak 40 g/polibag. Kata Kunci : Trichoderma harzianum, Sawi, Gambut
PENGARUH CAMPURAN URINE DENGAN KOTORAN SAPI YANG TERFERMENTASI DAN PEMUPUKAN UREA, SP-36, KCL TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN JAGUNG PADA TANAH ALUVIAL Razanni -; Dwi Zulfita; Dini Anggorowati
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 2, No 1: April 2013
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v2i1.1197

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi campuran urine dengan kotoran sapi yang terfermentasi dan pemupukan Urea, SP-36, dan KCl serta interaksi yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung pada tanah aluvial. Penelitian ini dilaksanakan di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura dari tanggal 18 April 2012 sampai tanggal 29 Juni 2012. Penelitian ini merupakan eksperimen lapangan menggunakan bentuk Faktorial Rancangan Acak Kelompok (RAK), yang terdiri dari dua faktor yaitu pemberian campuran urine dan kotoran sapi yang terfermentasi dan pemberian pupuk Urea, SP-36, KCl masing-masing terdiri dari tiga ulangan dan tiga sampel. Perlakuan yang dimaksud adalah : campuran urine dengan kotoran sapi yang terfermentasi (K) terdiri dari tiga taraf yaitu k1 = 25 ml/liter air, k2 = 50 ml/liter air, k3 = 75 ml/liter air. Pemupukan Urea, SP-36, KCl (P) terdiri dari 3 taraf yaitu : p1 = 1,42 g Urea, 1,90 g SP-36, 0,95 g KCl/ tanaman (25% dari dosis anjuran), p2= 2,85 g Urea, 3,80 g SP-36, 1,90 g KCl/ tanaman (50% dari dosis anjuran), dan p3= 4,31 g Urea, 5,70 g SP-36, 2,85 g KCl/ tanaman (75% dari dosis anjuran). Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah tinggi tanaman, berat kering, berat tongkol, diameter tongkol, panjang tongkol, kadar klorofil daun dan volume akar. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa campuran urine dengan kotoran sapi yang terfermentasi memberikan pengaruh yang terbaik terhadap tinggi tanaman 4 dan 5 MST. Pemupukan Urea, SP-36, KCl memberikan pengaruh yang terbaik terhadap tinggi tanaman 2, 3, 4 dan 5 MST, berat tongkol, diameter tongkol dan panjang tongkol. Interaksi antara campuran urine dengan kotoran sapi yang terfermentasi dan pemupukan Urea, SP-36, KCl memberikan pengaruh yang terbaik terhadap tinggi tanaman 2 dan 3 MST. Konsentrasi Campuran urine dengan kotoran sapi yang terfermentasi yang terbaik untuk diberikan pada tanaman jagung adalah 50 ml/liter air dan dosis pemupukan Urea, SP-36, KCl 75 % dosis anjuran. Kata Kunci : Urine, Kotoran Sapi, Fermentasi, Urea, SP-36, KCl, Pertumbuhan, Hasil, Jagung, Tanah Aluvial
PENGARUH PENGGUNAAN ABU TERBANG (FLY ASH) DAN BEBERAPA JENIS SAWI TERHADAP KADAR LOGAM KADMIUM (Cd) DAN PRODUKSI SAWI DI TANAH GAMBUT Tirta Yuliardi Syafitri; Rita Hayati; Ismahan Umran
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 2, No 1: April 2013
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v2i1.2445

Abstract

Lahan gambut mempunyai potensi yang cukup baik untuk usaha budidaya tanaman sayuran seperti sawi, akan tetapi mempunyai masalah berkaitan dengan tingkat kemasaman tanah. Penggunaan abu terbang sebagai pengganti kapur dinilai lebih efisien selain dapat mengatasi masalah kemasaman tanah juga dapat mengatasi masalah pencemaran lingkungan akibat akumulasi limbah batubara. Abu terbang dapat digunakan sebagai amelioran untuk memperbaiki kesuburan tanah, karena mengandung kalsium yang cukup tinggi sehingga dapat digunakan sebagai pengganti kapur pertanian. Abu terbang juga mengandung unsur mikro dan beberapa unsur makro yang dibutuhkan tanaman. Di sisi lain abu terbang juga mengandung logam berat salah satunya Cd. Famili Brassicaceae (kubis-kubisan) tergolong tanaman yang mampu mengakumulasi logam berat, sehingga sering digunakan dalam phytoextraction pada lahan yang tercemar logam berat. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan abu terbang (fly ash) dan beberapa jenis sawi terhadap kadar logam kadmium (Cd) dan produksi sawi di tanah gambut. Tempat penelitian di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Kota Pontianak. Penelitian berlangsung dari bulan Januari 2012 sampai dengan Maret 2012. Metode penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan pola Faktorial Split Plot yang terdiri dari 2 faktor. Sebagai petak utama (main plot) adalah faktor dosis abu terbang (a), terdiri atas 4 taraf yakni: a1 (300 g/polybag abu terbang), a2 (600 g/polybag abu terbang), a3 (900 g/polybag abu terbang) dan a4 (1200 g/polybag abu terbang). Anak petak (sub plot) adalah faktor jenis tanaman sawi (t) terdiri atas 4 taraf yakni : t1 (sawi pakcoy), t2 (sawi hijau), t3 (kailan), t4 (sawi keriting). Analisis meliputi pH tanah, berat basah tanaman setelah pemanenan, serta kadar logam berat Cd pada jaringan tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian abu terbang pada media tanam tanah gambut dapat meningkatkan pH tanah sehingga memperbaiki kesuburan tanah gambut. Hasil penelitian juga memperlihatkan bahwa tanaman sawi yang ditanam pada media tanah gambut yang diberi penambahan abu terbang relatif aman dikonsumsi dengan indikasi tidak adanya kandungan logam berat Cd pada jaringan tanaman. Kata kunci: abu terbang, logam berat Cd, sawi, tanah gambut
PERSISTENSI CENDAWAN Metarhizium anisopliae (Metsch.) PADA TANAH GAMBUT SERTA TINGKAT PATOGENISITASNYA TERHADAP LARVA Tenebrio molitor (Linn.) di LABORATORIUM Simamora, Cico Jhon K; Ramadhan, Tris Haris; Hendarti, Indri Hendarti
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 2, No 1: April 2013
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Metarhizium anisopliae (Metsch.) merupakan agen hayati yang sering digunakan untuk mengendalikan serangga Coleoptera, akan tetapi belum banyak informasi tentang kemampuan konidia untuk bertahan di tanah gambut dan tetap mampu mengendalikan hama. Penelitian bertujuan untuk mengetahui daya persistensi cendawan M. anisopliae (Metsch.) di tanah gambut, terhadap serangga hama Tenebrio molitor. Pengujian meliputi uji pendahuluan pengembalian daya virulensi cendawan, dilanjutkan perlakuan menggunakan suspensi 9,056x107 konidia/ 1ml yang dilakukan untuk melihat persistensinya dengan lama perlakuan inkubasi 1, 3, 5, 7, 10, 14, dan hari ke 21. Setiap perlakuan diulang 3 kali, dengan jumlah larva uji 90 ekor per perlakuan. Aplikasi M. anisopliae (Metsch.) dengan cara menyemprotkan suspensi konidia ke gambut steril, untuk selanjutnya diinkubasi. Kemudian larva uji dimasukkan ke dalam toples yang berisi media gambut sesuai hari perlakuan. Variabel pengamatan meliputi persentase kematian larva, pupa dan imago yang dihasilkan, jumlah konidia yang tumbuh setelah masa inkubasi, kadar air media, nilai LT50, dan waktu paruh dari M. anisopliae. Data mortalitas dianalisis dengan rumus kematian terkoreksi Abbot, dan analisis probit serta regresi linear untuk menentukan LT 50 % dan waktu paruh. Hasil penelitian menunjukkan pada perlakuan inkubasi suspensi hari ke- 14 dan 21 hari mortalitasnya menurun dengan persentase kematian hanya 90% dan 82,2%, dibandingkan inkubasi hari ke 1 hingga hari ke 10 yang persentase mortalitasnya 100%. Makin lama masa inkubasi konidia pada media, maka persentase mortalitas makin menurun, sedangan pupa dan imago yang dihasilkan makin tinggi, selain itu jumlah konidia yang tumbuh semakin rendah seiring dengan semakin tingginya kehilangan air. Nilai LT50% suspensi konidia 9,056x107/ml adalah 32,78 hari, sedangkan waktu paruhnya adalah 83,035 hari. Kata Kunci : Metarhizium anisopliae (Metsch.), tanah gambut, persistensi, Tenebrio molitor (Metsch.).
PENGARUH PEMBERIAN ABU TERBANG (FLY ASH) TERHADAP AKUMULASI ARSEN (As) DAN PRODUKSI BEBERAPA JENIS TANAMAN SAWI DI TANAH GAMBUT -, Natalia; Hayati, Rita; -, Junaidi
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 2, No 1: April 2013
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanah gambut sebagai media tumbuh tanaman dibatasi sifat gambut yang masam, kejenuhan basa rendah, kadar P, K dan Ca rendah, sehingga perlu upaya untuk membuat gambut siap digunakan untuk budidaya tanaman sawi. Pemberian beberapa dosis abu terbang diharapkan menjadi salah satu alternatif untuk mengatasi kendala tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi pemberian abu terbang dan penggunaan berbagai jenis sawi terhadap akumulasi arsen (As) dan produksi sawi pada tanah gambut. Penelitian ini menggunakan Rancangan Petak Terbagi dalam (RAL), yang terdiri dari 2 faktor sebagai faktor yakni faktor utama abu terbang dan varietas tanaman sawi, factor varietas tanaman sawi terdiri dari 4 taraf perlakuan yaitu, sawi pakchoi, sawi hijau, sawi kalian dan sawi keriting dan dosis abu terbang terdiri dari 4 taraf perlakuan yaitu, a1 (300 g/polybag), a2 (600 g/polybag), a3 (900 g/polybag) dan a4 (1200 g/polybag). Adapun variabel yang diamati adalah pH tanah setelah inkubasi, pH tanah setelah penelitian, berat basah tanaman, akumulasi logam arsen (As) pada tajuk tanaman. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian abu terbang, memberikan pengaruh nyata terhadap reaksi tanah (pH) dan berat basah tanaman serta interaksi antar tingkat berbagai dosis dan jenis tanaman, hasil penelitian juga mengindikasikan bahwa sayuran yang ditanam pada media tanah gambut yang diberi penambahan abu terbang relatif aman dikonsumsi dengan indikasi tidak adanya pengaruh pada kandungan logam berat As pada tanaman sawi. Kata kunci: Tanah Gambut , Sawi, Abu Terbang, Arsen (As)
ANALISIS HARGA POKOK PADI SAWAH DAN PADI LADANG DI KECAMATAN SAMALANTAN KABUPATEN BENGKAYANG Litha Rosana; Abdul Hamid A Yusra; Imelda -
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 2, No 1: April 2013
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v2i1.2401

Abstract

Biaya produksi sangat diperlukan untuk menentukan harga pokok produksi. Masalah yang dialami oleh petani padi sawah adalah hasil produksi tinggi dan intensitas produksi tinggi namun harga jual lebih rendah sedangkan pada padi ladang jumlah produksi rendah, intensitas produksi rendah namun harga jual tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui harga pokok padi sawah dan padi ladang perkilogram dan untuk mengetahui tingkat pendapatan petani di Kecamatan Samalantan Kabupaten Bengkayang. Metode penelitian ini dilakukan dengan metode survei sedangkan metode pengambilan sampelnya dengan menggunakan purposive sampling dengan sampel berjumlah 42 orang petani padi sawah dan padi ladang. Analisis data yang digunakan yaitu analisis harga pokok, analisis pendapatan bersih dan analisis Uji-t dengan bantuan program aplikasi SPSS versi 19.0. Hasil penelitian menunjukan bahwa harga pokok padi ladang lebih tinggi (Rp 2.507,10/Kg) daripada harga pokok padi sawah (Rp 2.049,43/ Kg). Berdasarkan hasil analisis pendapatan diketahui pendapatan padi ladang sebesar Rp 2.124.417,46/ha/th lebih tinggi daripada padi sawah yaitu sebesar Rp 3.148.521,91/ha/th. Kata Kunci: harga pokok, pendapatan
PERANAN USAHA TERNAK KAMBING TERHADAP TINGKAT KESEJAHTERAAN PETANI PADI DI DESA SUNGAI BESAR KECAMANTAN MATAN HILIR SELATAN KABUPATEN KETAPANG -, Suhendri; Yudiono, Sugeng; Kurniati, Dewi
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 2, No 1: April 2013
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (mengetahui pendapatan yang petani padi peroleh dari usaha ternak kambing, besarnya peranan pendapatan dari usaha ternak kambing terhadap kesejahteraan petani padi, dan tingkat kesejahteraan petani padi dari usaha ternak kambing di Desa Sungai Besar). Metode penelitian yang digunakan yaitu metode sensus. Lokasi penelitian di Desa Sungai Besar, Kecamatan Matan Hilir Selatan Kabupaten Ketapang. Pemilihan lokasi dilakukan secara sengaja (Purposive) 32 responden. Petani dibagi menjadi dua kelompok responden berdasarkan Kepemilikan skala Sedang (6-10 ekor) dan Kepemilikan skala Besar (>10 ekor). Peranan dari usaha tani ternak kambing terhadap pendapatan dan kesejahteraan petani dianalisis dengan analisis kontribusi hingga memperoleh hasil persentasenya kemudian dikategorikan berdasarkan tingkat kontribusinya.Tingkat kesejahteraan petani dianalisis dengan standar kesejahteraan berdasarkan teori Sajogyo (1988), sajogyo menggunakan tingkat konsumsi ekuivalen beras per kapita dengan batasan tingkat pendapatan. Hasilnya Penelitian menunjukkan bahwa Pendapatan Petani dengan skala kepemilikan 6-10 ekor (skala sedang) adalah sebesar Rp3.894.909,28/KK/Th, petani dengan skala kepemilikan >10 ekor (skala besar) memiliki nilai pendapatan rata-rata sebesar Rp.5.519.846,63/KK/Th. Besarnya peranan Usaha ternak kambing di Desa Sungai Besar masuk dalam peranan dengan kategori sedang, jumlah responden dari kontribusi sedang lebih dominan dan rata-rata nilai kontribusinya 33,90% masuk dalam kategori kontribusi sedang. Kesejahteraan petani dari usaha ternak kambing di Desa Sungai Besar termasuk dalam kategori Kaya, dengan tingkat kesejahteraan tinggi berdasarkan uji kesejahteraan sajogyo Usaha ternak kambing bisa meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani padi.Kata Kunci : Pendapatan, Kontribusi, Usaha ternak kambing, Usaha tani padi, Petani padi, Kesejahteraan, Uji Kesejahteraan Sajogyo

Page 4 of 4 | Total Record : 37