cover
Contact Name
Agus Ruliyansyah
Contact Email
agus.ruliyansyah@faperta.untan.ac.id
Phone
+62561-740191
Journal Mail Official
jsp.equator@gmail.com
Editorial Address
Jalan Prof. Dr. Hadari Nawawi
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
JURNAL SAINS PERTANIAN EQUATOR
ISSN : -     EISSN : 2964562X     DOI : http://dx.doi.org/10.26418/jspe.v12i1.59508
Jurnal Sains Pertanian Equator is open access, academic, citation indexed, and blind peer-reviewed journal. It covers original research articles, review, and short communication on diverse topics related to agriculture science. We accept submission from all over the world. All submitted articles shall never be published elsewhere, original and not under consideration for other publication
Articles 32 Documents
Search results for , issue "Vol 9, No 3 (2020)" : 32 Documents clear
Performa dan Hasil Padi Beras Hitam Beliah terhadap Pemupukan Di Lahan Sawah Pasang Surut Sebastian Reni Panturi; Panturi Astina Darussalam
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 9, No 3 (2020)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v9i3.41111

Abstract

Rice (Oryza sativa L.) is one of the main food sources in Indonesia. Beliah black rice from Bengkayang is one of the local rice that is popular in the community. The purpose of this study was to study the performance of Beliah black rice in swam paddy fields to and study how the yield of Beliah black rice which were given fertilizer and were not given fertilizer. The study was conducted in the Solo Trench, Sungai Kakap District, Kubu Raya Regency. The research period was 8 months starting from March until November 2019. This research uses a field research method with a total sample of 60 plant samples. The treatment consists of no fertilizer, recommended doses and full fertilizer doses. The recommended dosage of fertilizer used were Urea 150 kg / ha (3.24 kg / plot), SP-36 135 kg / ha (2.9 kg / plot), and KCl 100 kg / ha (2.16 kg / plot). The variables observed were total number of tiller, number of productive tiller , plant height, flowering time, panicle length, panicle exert, seed length, seed width , number of grains per panicle, fertility of grain, plant age, weight of 1000 grains, and grains contents per clump. The data obtained by the mean calculation based on the Guide to Characterization and Evaluation System of Rice Crops (Ministry of Agriculture, 2003) and then observing variables that have different characters are carried out Simple Linear Regression Test and Paired Sample t-Test to see how much the fertilizer response. The yield of the study showed that the total number of tillers, number of productive tillers, plant height, first headings, main headings, plant age, and weight of 1000 grains gave fertilizer responses but did not respond to other parameters. Fertilizer treatment, according to recommended doses (150 Urea kg / ha, 135 SP-36 kg / ha, 100 KCl kg / ha) gives the highest yield of filled grain weight which was 18,90 g/clump.
Analisis Tingkat Kesuburan Tanah Sawah pada Beberapa Tipe Luapan Pasang Surut di Kecamatan Sungai Kakap Kabupaten Kubu Raya Yanni Nurbaini, Urai Suci Yulies Vitri Indrawati Joni Gunawan
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 9, No 3 (2020): Agustus 2020
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bersifat deskriptif eksploratif dilakukan dengan metode survey lapang dengan pengambilan sampel tanah pada enam titik lokasi penelitian. Bertujuan untuk mengetahui tingkat kesuburan tanah sawah di tipe luapan pasang surut A, B, dan C, yang pada akhirnya untuk saran pemupukan pada tanaman padi. Analisis tanah dilaksanakan di Laboratorium Kimia dan Kesuburan Tanah dan Laboratorium Fisika dan Konservasi Tanah Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura. Penentuan status kesuburan tanah berdasarkan kriteria kesuburan tanah menurut Pusat Penelitian Tanah (PPT) tahun 1995. Hasil kriteria penilaian kesuburan tanah pada lokasi penelitian didapatkan bahwa pada tipe luapan A dan B memiliki status kesuburan tanah yang rendah dan pada tipe luapan C memiliki status kesuburan yang sangat rendah. Status kesuburan pada lahan sawah tipe luapan A, B, dan C di Kecamatan Sungai Kakap ditentukan oleh nilai kejenuhan basa dan kandungan P-total yang rendah. Kekurangan kebutuhan pupuk urea yang harus diberikan petani di lokasi penelitian pada tipe luapan A (lahan A1 dan A2), B (lahan B1 dan B2), dan C (lahan C1 dan C2), berturut-turut yaitu 231,15 kg.ha-1, 240,38 kg.ha-1, 163,09 kg.ha-1, 218,66 kg.ha-1, 264,65 kg.ha-1, dan 239,77 kg.ha-1 dan kekurangan kebutuhan pupuk NPK (Phonska) yang harus diberikan petani di lokasi penelitian, berturut-turut yaitu 258,13 kg.ha-1, 81,15 kg.ha-1, 84,06 kg.ha-1, 169.86 kg.ha-1, 88,86 kg.ha-1, dan 172,63 kg.ha-1.Kata kunci : status kesuburan tanah, sawah pasang surut, tipe luapan, sungai kakap, saran pemupukan.
STUDI JENIS CAPUNG (ODONATA) DI AREA PERSAWAHAN pregawati, olla
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 9, No 3 (2020): Agustus 2020
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKCapung mempunyai peranan penting pada ekosistem persawahan, capung dapat berfungsi sebagai serangga predator, baik dalam bentuk nimfa maupun dewasa, dan memangsa berbagai jenis serangga serta organisme lain termasuk serangga hama tanaman padi seperti, penggerek batang padi (Chilo sp), wereng coklat (Nilaparvata lugens), walang sangit (Leptocorisa acuta). Penelitian ini bertujuan untuk mengumpulkan data jenis capung yang ada pada area persawahan di Desa Parit Keladi Kecamatan Sungai Kakap Kabupaten Kubu Raya. Penelitian bersifat deskriptif dengan metode survey, sampel diambil di 3 titik lokasi yaitu a) area tepian sungai, b) kawasan terbuka pada setiap jalur irigasi persawahan, c) dalam area persawahan tanaman padi. Hasil dari penelitian ini ditemukan sebanyak 9 jenis capung. 8 jenis termasuk dalam sub ordo Anisoptera, Famili Libellulidae yaitu Orthetrum sabina, Pantala flavencens,Tolymis tillarga, Brachythemis contaminata, Neurothemis ramburii, Lathrecista asiatica, Blue lilallula, Rhythemis phylis dan 1 jenis termasuk ke dalam sub ordo Zygoptera, famili Coenagrionidae yaitu Ischnura senegalensis Nilai indeks jenis capung pada area persawahan Parit Keladi Kecamatan Sungai Kakap Kabupaten Kubu Raya sebesar 0.91 termasuk kategori rendah dan nilai indeks jenis capung di 3 lokasi pengamatan masing-masing, yakni lokasi A yaitu tepian sungai 1.49, lokasi B yaitu irigasi 0.91, dan lokasi C yaitu area persawahan 0.31 seluruh lokasi pengamatan memiliki tingkat keanekaragaman jenis capung yaitu rendah.Kata Kunci: Keanekaragaman, Odonata, Area persawahan.
INVENTARISASI PATOGEN CENDAWAN PADA BEBERAPA VARIETAS JAGUNG Dedi Noviardi; Sarbino Sarbino; Edy Syahputra
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 9, No 3 (2020)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v9i3.40467

Abstract

Jagung merupakan sumber bahan pangan penting setelah beras di Indonesia. Tingginya kebutuhan jagung, sehingga Indonesia harus mengimpor. Faktor penghambat utama dalam budidaya tanaman jagung adalah gangguan organisme pengganggu tanaman. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi jenis dan intensitas serangan penyakit pada beberapa varietas jagung. Penelitian ini dilaksanakan di Rasau Jaya 2, Kecamatan Rasau, Kabupaten Kubu Raya, pada bulan Maret sampai bulan Juni 2019. Benih jagung yang digunakan adalah, Piooner-21, Bisi-18, Pertiwi-3, dan Hi-Corn. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok dengan 5 ulangan. Hasil penelitian menunjukan bahwa hanya terdapat 4 jenis patogen yang ditemukan pada beberapa varietas tanaman jagung yaitu penyakit hawar daun (Helminthosporium sp), penyakit bulai (Peronosclerospora maydis, penyakit bercak daun (Curvularia sp), penyakit hawar pelepah (Rhizoctonia solani Kuhn). Penyakit hawar daun, bercak daun, dan hawar pelepah menyerang varietas Piooner-21, Bisi-18, Pertiwi-3 dan Hi-Corn. Penyakit bulai hanya menyerang varietas Piooner-21 dan Pertiwi-3. Intensitas serangan tertinggi penyakit hawar daun dan bulai terjadi pada varietas Piooner-21, penyakit bercak terjadi pada varietas Bisi-18, sedangkan penyakit hawar pelepah terjadi pada varietas Hi-Corn. Kata kunci : Cendawan, Jagung, Patogen, Penyakit
ABSTRACT SANTOSO, BAMBANG EKO; WI, INPURWANTO; HURRIYANI, YENI
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 9, No 3 (2020): Agustus 2020
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stingray is an important fisheries commodity in North Kayong. Continuous stingrays catching results in the extinction of several stingray species. This study was conducted to determine the species composition, index of species diversity, dominance, uniformity, abundance and conservation status of rays at Sukadana Fishing port, North Kayong Regency. The method used in this study was a descriptive survey. The results of the study found 291 individual stingrays consisting of 14 species and 2 families. The results showed that the highest relative abundance is the Telatrygon zugei species with a value of 0.213 and the lowest abundance of stingrays are the Neotrygon kuhlii species with a value of 0.007, the index of stingray diversity (H) 2,371 classified as moderate, the uniformity index (E) 0.898 classified as high, the dominance index (C) 0.003 classified as low. Based on the IUCN Red List of Threatened Species, there are 6 species of stingrays are included in the category of Vulnerable (VU), 4 species are in the category of Near Threatened (NT), 2 species are in the category of Not Evaluated (NE), and 2 species are in the category of Data Deficient (DD).
Evaluasi Kesesuaian Lahan Untuk Tanaman Padi Ladang di Desa Engkangin Kecamatan Air Besar Kabupaten Landak Joni Gunawan Ari Krisnohadi Hipolitus Meles
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 9, No 3 (2020)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v9i3.41366

Abstract

ABSTRAKTanah adalah sumber daya fisik yang penting untuk perencanaan penggunaan lahan. Pemahaman petani yang terbatas tentang pengelolaan lahan tanpa memperhatikan kelanjutan lahan. Evaluasi kesesuaian lahan untuk mengidentifikasi faktor-faktor penghambat dan menentukan kelas kesesuaian lahan. Tujuan Penelitian yaitu untuk mengetahui sub kelas kesesuaian lahan untuk tanaman padi ladang. Penelitian di lakukan di Desa Engkangin, Kecamatan Air Besar, Kabupaten Landak dan di rekomendasikan untuk menyelesaikan faktor-faktor penghambat tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survei tanah dan analisis sampel tanah. Hasil Penelitian menunjukan bahwa memiliki 1 SPT, Typic Hapludults. Berdasarkan kriteria kesesuaian lahan, tanah termasuk kelas kesesuaian lahan aktual N-f, r yang merupakan sebagai faktor penghambat yaitu pH tanah dan drainase tanah. kelas kesesuaian lahan potensial termasuk S2, (sesuai marginal). Pembangunan saluran irigasi dan pengapuran sebagai rekomendasi untuk meningkatkan produktivitas padi ladang
RANSUM KOMPLIT KAMBING MENGGUNAKAN AMPAS SAGU HASIL FERMENTASI Aspergillus niger jumadi hanif; retno budi lestari; duta setiawan
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 9, No 3 (2020)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v9i3.39005

Abstract

RANSUM KOMPLIT KAMBING MENGGUNAKANAMPAS SAGU HASIL FERMENTASI Aspergillus niger Jumadi 1), Retno Budi Lestari 2), dan Duta Setiawan2)1)Mahasiswa, 2)Dosen Program Studi Peternakan – Fakultas Pertanian – UniversitasTanjungpura Jl. Prof. Dr. H. Hadari Nawawi – Pontianak – KalimantanBarat 78124email: jumadihanif@gmail.com   ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan ampas sagu fermentasi pada ransum komplit ternak kambing kacang, mendapatkan formula yang tepat ransum komplit dengan menggunakan ampas sagu fermentasi pada ternak kambing kacang, mengetahui seberapa besar ampas sagu fermentasi dapat menggantikan rumput lapang. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK), dengan 1 faktor perlakuan yaitu: ransum komplit yang terdiri dari Rumput Lapangan (RL), Ampas Sagu Fermentasi (ASF) dan Konsentrat. Perlakuan tersebut terdiri dari: P0 =60% RL+ 0% ASF + 40% konsentrat, P1 = 45% RL + 15% ASF+ 40% konsentrat, P2 = 30% RL + 30% ASF+ 40% konsentrat, P3 = 15% RL + 45% ASF+ 40% konsentrat. Setiap perlakuan menggunakan kambing berumur 1–1,5 tahun terdiri dari 3 kelompok, sehingga jumlah unit percobaan ada 12 ekor kambing kacang jantan yang dikelompokan berdasarkan berat badan dengan kisaran bobot badan awal antara 13,5–20,6 kg dengan rata-rata bobot badan 17,5 ± 2,07 kg. Hasil penelitian menunjukkan ransum komplit yang terdiri dari Rumput Lapangan (RL), Ampas Sagu Fermentasi (ASF) dan Konsentrat yang diberikan dengan taraf yang berbeda menunjukan adanya pengaruh yang sangat nyata (P<0,01) terhadap Pertambahan Bobot Badan (PBBH) antara 70,13-84,12 g, Konversi Pakan antara 16,01—19,46 dan Kecernaan Bahan Kering (KcBK) antara 59,35-79,15 %. Kesimpulan dari Penelitian ini adalah formulasi ransum komplit dengan 45 % ampas sagu fermentasi menggunakan Aspergillus niger mampu menggantikan rumput dan dapat menghasilkan performa produksi terbaik. Kata kunci : Ampas Sagu, Fermentasi, Ransum Komplit
THE RESPONSE OF BLACK RICE TOWARDS ALUMINIUM TOXICITY IN GERMINATION PHASE Mahmuda, Arrum; ., Asnawati; Ruliyansyah, Agus
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 9, No 3 (2020): Agustus 2020
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Black rice is a type of rice which has high anthocyanins content functioning as antioxidants which are beneficial for health. Superior seed can be used to improve the production of black rice. However, local seeds with Aluminium tolerance are not available. This research aims to find out the response of several varieties of black rice towards Al toxicity in germination phase. This research used several black rise varieties namely Senakin, Tabah, Gula and Melawi variety. Meanwhile, inpara 2 variety was used as a comperative seed with Al tolerance and Cibogo variety was used as a comperative seed which is susceptible to Al. Seed selections is conducted to obtain seeds that has the potential to grow subobtimal condition. seeds were placed on straw paper which has been sprayed with 150 ppm Al solution and rolled. Comparison (I) Senakin, Tabah, Gula and Melawi variety were significantly different from Inpara 2 and Cibogo variety in observation variable Germination Percentage (GP), Vigor Index (VI), Grow Rate (GR) and Radicle Length (RL). Comparison (II) Senakin variety was significantly different from Tabah, Gula and Melawi variety in observation variable GP, VI, GR and RL. Comparison (III) Tabah variety was significantly different from Gula and Melawi variety in observation variable GP, VI, GR and RL. Comparison (IV) Gula variety was significantly different from Melawi variety in observation variable GP, VI, and GR, yet not significantly different in variable RL. Comparison (V) Inpara 2 variety was significantly different from Cibogo variety in observation variable GP and VI yet not significantly different in variable GR and RL.Keywords: Aluminium Toxicity, Black Rice, Germination, Susceptible, Tolerance, Variety
ABSTRACT Fazri Napril; Ahmad Mulyadi Sirodjul; Inpurwanto Wi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 9, No 3 (2020)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v9i3.41524

Abstract

The continuous catches of freshwater prawns in Batu Ampar Village done by fishermen are predicted to cause a decrease in the stock of freshwater prawns. This study aims to estimate the stock of freshwater prawns in this village. Research variables cover the frequency distribution of carapace length, the relationship between length and weight, growth rate, and mortality as well as the exploitation rate of freshwater prawns. The data were collected in October - December 2019 from collectors in Batu Ampar Village. The data were then analyzed using Ms. Excel Software and FISAT II (FAO-ICLARMStock Assessment TolII). The results showed the frequency distribution of carapace lengths in male and female prawns with sizes of 31-36 mm. Analysis of the relationship between the length and weight showed a negative allometric growth pattern with b-values of 1.98 for male prawns and 1.82 for female prawns. Male prawns have an asymptotic length of (L?) 91.5 mm, with a growth coefficient of 0.40 per year. Meanwhile, female prawns have values of (L?) 75 mm with a coefficient of 0.38 per year. The slow growth of female prawns was due to the allocation of energy needed to ripen the gonads until spawning. The exploitation rate (E) of the result of prawn catches in Batu Ampar Village showed a low utilization rate (under exploited).
PERFORMANS PRODUKSI BABI YORKSHIRE DI INSTALASI PEMBIBITAN TERNAK BABI DINAS PANGAN, PETERNAKAN DAN KESEHATAN HEWAN PROVINSI KALIMANTAN BARAT Bonifasius Eri; zakiya tulyaqin; Yuli Arif Tribudi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 9, No 3 (2020)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v9i3.41202

Abstract

Kebutuhan daging babi di Kalimantan Barat yang meningkat dibutuhkan peningkatan produktivitas sehingga diperlukan uji performans produksi. Hasil uji performans produksi dapat menjadi gambaran dan informasi untuk menentukan kebijakan dalam peningkatan produksi babi Yorkshire. Performans produksi yang sangat menentukan tingkat keberasilan dalam usaha peternakan babi adalah litter size, mortalitas lahir, bobot lahir, mortalitas prasapih dan bobot sapih. Penelitian ini menggunakan metode survey dengan pengambilan sampel menggunakan data primer(recording) dari induk babi bangsa Yorkshire berjumlah 30 ekor. Hasil penelitian menunjukan performans produksi babi Yorkshire di Instalasi Pembibitan Ternak Babi Provinsi Kalimantan Barat memiliki rataan litter size sebanyak 11,362,63 ekor dengan mortalitas lahir 12 ekor (3,5 %). Rata-rata bobot lahir babi Yorkshire sebesar 1,460,15 kg sedangkan bobot sapih 6,510,86 kg dengan mortalitas prasapih 71 ekor (22%).

Page 2 of 4 | Total Record : 32