Claim Missing Document
Check
Articles

RESPON PEMBERIAN ABU TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN LOBAK PADA TANAH GAMBUT Linda, Linda -; Surachman, Surachman; Ruliyansyah, Agus
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 6, No 1 (2017): April 2017
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh abu tandan kosong kelapa sawit terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman lobak pada tanah gambut. Penelitian dilaksanakan kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura selama 2 bulan, menggunakan Rancangan Acak Lengkap ( RAL ) dengan satu faktor perlakuan abu tandan kosong kelapa sawit, yang terdiri dari 5 taraf perlakuan yaitu A1 (7,05 gr/polybag), A2 (1,031 gr/polybag), A3 (1,355 rg/polybag), A4 (1,681 gr/polybag), A5 (2,008 gr/polybag). Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 5 kali dan setiap ulangan terdapat 4 sampel tanaman sehingga jumlah tanaman seluruhnya 100 unit tanaman. Variabel pengamatan dalam penelitian ini adalah klorofil daun, berat kering tanaman (gr), berat segar tanaman (gr), berat segar umbi (gr), diameter umbi (cm), dan panjang umbi (cm). Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian abu tandan kosong kelapa sawit tidak berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan tanaman lobak (klorofil dan berat kering tanaman) dan berpengaruh nyata dengan hasil tanaman lobak (berat segar tanaman, berat segar umbi, diameter umbi, dan panjang umbi). Pemberian abu tandan kosong kelapa sawit dengan dosis 1.035 gr/polybag merupakan dosis terbaik terhadap hasil tanaman lobak pada tanah gambut.
PENGARUH FREKUENSI PEMBERIAN PUPUK ORGANIK CAIR DARI KEONG MAS TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL CABAI MERAH samiran, ran samiran; Siti Hadijah, Siti Hadijah; Agus Ruliyansyah, Agus Ruliyansyah
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 7, No 3 (2018): AGUSTUS 2018
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak. Penelitian dilaksanakan selama 3 bulan dari bulan November 2017 sampai dengan Januari 2018. Tujuan dari penelitian ini mengetahui pengaruh frekuensi pemberian pupuk organik cair dari keong mas terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman cabai merah. Penelitian ini dilakukan dengan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan 4 perlakuan frekuensi pemberian POC keong mas yaitu p0 = tanpa permberian, p1= 5 hari sekali, p2= 10 hari sekali, p3= 15 hari sekali. Masing-masing perlakuan di ulang sebanyak 6 kali,dan setiap satuan percobaan terdiri dari 4 sampel tanaman. Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah tinggi tanaman, umur panen, jumlah buah pertanaman, berat buah pertanaman, diameter buah, panjang buah dan berat kering tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa frekuensi pemberian pupuk organik cair dari keong mas berpengaruh tidak nyata terhadap semua variabel pengamatan.Kata kunci: Cabai merah, frekuensi, keong mas, pupuk organik cair.
PENGARUH PUPUK KOTORAN AYAM DAN SEGMEN SETEK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL UBI JALAR UNGU PADA TANAH ALUVIAL odotian, angelo; susana, rini; ruliyansyah, agus
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 7, No 3 (2018): AGUSTUS 2018
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ubi jalar ungu merupakan salah satu jenis ubi jalar yang banyak ditanam di Indonesia dan banyak dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai bahan pangan dan sumber zat pewarna alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh interaksi pupuk kotoran ayam dan segmen setek terhadap pertumbuhan dan hasil ubi jalar ungu pada tanah aluvial. Penelitian ini menggunakan Rancangan Split Plot dengan rancangan lingkungannya Rancangan Acak Kelompok (RAK), yang terdiri dari 2 faktor yaitu pupuk kotoran ayam (K) dan segmen setek (S), terdapat 9 kombinasi perlakuan, setiap perlakuan terdiri dari 3 ulangan dan 3 tanaman sempel pada setiap petak. Perlakuan yang dimaksud adalah sebagai berikut: K1S1= 3,2 kg/petak pupuk kotoran ayam dan setek bagian ujung batang, K1S2= 3,2 kg/petak pupuk kotoran ayam dan setek bagian tengah batang, K1S3= 3,2 kg/petak pupuk kotoran ayam dan setek bagian pangkal batang, K2S1= 6,4 kg/petak pupuk kotoran ayam dan setek bagian ujung batang, K2S2= 6,4 kg/petak pupuk kotoran ayam dan setek bagian tengah batang, K2S3= 6,4 kg/petak pupuk kotoran ayam dan setek bagian pangkal batang, K3S1= 9,6 kg/petak pupuk kotoran ayam dan setek bagian ujung batang, K3S2= 9,6 kg/petak pupuk kotoran ayam dan setek bagian tengah batang, K3S3= 9,6 kg/petak pupuk kotoran ayam dan setek bagian pangkal batang. Penelitian ini dilaksanakan di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak. Penelitian ini dilakukan selama kurang lebih 6 bulan, dimulai pada bulan Mei sampai dengan bulan September 2017. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian pupuk kotoran ayam dan segmen setek berpengaruh nyata pada jumlah umbi pertanaman. Dosis 3,2 kg atau 10 ton/ha dan segmen setek bagian pucuk batang merupakan perlakuan efektif untuk meningkatkan hasil ubi jalar ungu pada tanah aluvial.Kata kunci : Pupuk Kotoran Ayam, Segmen Setek, Tanah Aluvial, Ubi Jalar Ungu
THE RESPONSE OF BLACK RICE TOWARDS ALUMINIUM TOXICITY IN GERMINATION PHASE Mahmuda, Arrum; ., Asnawati; Ruliyansyah, Agus
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 9, No 3 (2020): Agustus 2020
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Black rice is a type of rice which has high anthocyanins content functioning as antioxidants which are beneficial for health. Superior seed can be used to improve the production of black rice. However, local seeds with Aluminium tolerance are not available. This research aims to find out the response of several varieties of black rice towards Al toxicity in germination phase. This research used several black rise varieties namely Senakin, Tabah, Gula and Melawi variety. Meanwhile, inpara 2 variety was used as a comperative seed with Al tolerance and Cibogo variety was used as a comperative seed which is susceptible to Al. Seed selections is conducted to obtain seeds that has the potential to grow subobtimal condition. seeds were placed on straw paper which has been sprayed with 150 ppm Al solution and rolled. Comparison (I) Senakin, Tabah, Gula and Melawi variety were significantly different from Inpara 2 and Cibogo variety in observation variable Germination Percentage (GP), Vigor Index (VI), Grow Rate (GR) and Radicle Length (RL). Comparison (II) Senakin variety was significantly different from Tabah, Gula and Melawi variety in observation variable GP, VI, GR and RL. Comparison (III) Tabah variety was significantly different from Gula and Melawi variety in observation variable GP, VI, GR and RL. Comparison (IV) Gula variety was significantly different from Melawi variety in observation variable GP, VI, and GR, yet not significantly different in variable RL. Comparison (V) Inpara 2 variety was significantly different from Cibogo variety in observation variable GP and VI yet not significantly different in variable GR and RL.Keywords: Aluminium Toxicity, Black Rice, Germination, Susceptible, Tolerance, Variety
Performance Behavior of Corn Smallholders for Sustainable Cooperative Change in West Kalimantan Nurliza, Nurliza; Ruliyansyah, Agus; Hazriani, Rini
AGRARIS: Journal of Agribusiness and Rural Development Research Vol 6, No 1: January-June 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (385.757 KB) | DOI: 10.18196/agr.6186

Abstract

The production of corn as the second most important cereal crops after rice is dominated by smallholders, particularly in West Kalimantan. However, smallholders in farmer cooperatives are unsustainable because of the lack of decision-making power at the grassroots level; limited access to land, capital, technologies, information and financial services; low market competitiveness; weak management; and limited policy and socio-cultural norms. This research aims to construct the behavior model for performance change of cooperative farmers in Rasau Jaya, Kubu Raya district, West Kalimantan. It involved 75 smallholders recruited using purposive sampling technique. In-depth interviews using the structural equation modeling/SEM based on the new institutional approach and the theory of planned behavior were used in the study. The findings proved that intentions and past behaviors have positive and negative influence on farmers' cooperative behavior, but contradicted with control. Therefore, there are several efforts for changing the behavior in corn farmers’cooperatives, i.e. the perceived behavioral control can stimulate the motivation to be long-lived performing based on the resources and opportunities; pro-environmental behavior needs to engage a supportive injunctive norm and a supportive descriptive norm; a subjective norm for motivation to exhibitthe positive experiential attitude; and the confidence to perform and control their performance.
Performance Behavior of Corn Smallholders for Sustainable Cooperative Change in West Kalimantan Nurliza Nurliza; Agus Ruliyansyah; Rini Hazriani
AGRARIS: Journal of Agribusiness and Rural Development Research Vol 6, No 1: January-June 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (385.757 KB) | DOI: 10.18196/agr.6186

Abstract

The production of corn as the second most important cereal crops after rice is dominated by smallholders, particularly in West Kalimantan. However, smallholders in farmer cooperatives are unsustainable because of the lack of decision-making power at the grassroots level; limited access to land, capital, technologies, information and financial services; low market competitiveness; weak management; and limited policy and socio-cultural norms. This research aims to construct the behavior model for performance change of cooperative farmers in Rasau Jaya, Kubu Raya district, West Kalimantan. It involved 75 smallholders recruited using purposive sampling technique. In-depth interviews using the structural equation modeling/SEM based on the new institutional approach and the theory of planned behavior were used in the study. The findings proved that intentions and past behaviors have positive and negative influence on farmers' cooperative behavior, but contradicted with control. Therefore, there are several efforts for changing the behavior in corn farmers’cooperatives, i.e. the perceived behavioral control can stimulate the motivation to be long-lived performing based on the resources and opportunities; pro-environmental behavior needs to engage a supportive injunctive norm and a supportive descriptive norm; a subjective norm for motivation to exhibitthe positive experiential attitude; and the confidence to perform and control their performance.
ANALISIS KEBUTUHAN RUANG TERBUKA HIJAU (RTH) BERDASARKAN SERAPAN GAS CO2 DI KOTA PONTIANAK Lubena Hajar Velayati Agus Ruliyansyah, Yulisa Fitrianingsih
Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah Vol 1, No 1 (2013): Jurnal 2013
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (646.519 KB) | DOI: 10.26418/jtllb.v1i1.2105

Abstract

ABSTRAKPeningkatan jumlah penduduk Kota Pontianak berdampak pada pengalihfungsian lahanbervegetasi menjadi area terbangun sehingga mengurangi luas Ruang Terbuka Hijau (RTH) kota.Dampak yang paling nyata adalah berkurangnya kemampuan vegetasi menyerap CO2 sehingga CO2 yang dihasilkan dari aktivitas kota, baik dari konsumsi energi, perternakan, pertanian danaktivitas manusia terus meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menghitung luaspenutupan lahan bervegetasi eksisting; (2) menghitung jumlah emisi karbondioksida yangdihasilkan oleh aktivitas kota saat ini; (3) menghitung luas RTH yang dibutuhkan untuk menyerapsisa emisi karbondioksida yang tidak terserap oleh tutupan lahan yang ada di Kota Pontianak.Metoda yang digunakan dalam penelitian ini adalah interpretasi citra Landsat TM 7 tahun 2012dan Ikonos tahun 2008. Sedangkan untuk perhitungan emisi CO2 mengacu pada metode yangdikeluarkan oleh Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) tahun 1996 mengenaiGuidelines for National Greenhouse Gas Inventories Workbook. Hasil penelitian menunjukkanbahwa luas tutupan lahan bervegetasi eksisting Kota Pontianak tahun 2012 adalah 3.351,21 haatau 29% dari luas total wilayah Kota Pontianak. Emisi CO2 yang dihasilkan Kota Pontianak darienergi (bahan bakar) sebesar 1.713.909 ton/tahun, ternak dengan jumlah emisi 284 ton/tahun,pertanian dengan jumlah emisi 10.692 ton/tahun, dan penduduk dengan jumlah emisi 192.824ton/tahun. Total emisi CO2 dari keempat sumber tersebut adalah 1.917.709 ton/tahun. Tingginyatingkat emisi CO2 yang terdapat di Kota Pontianak menyebabkan wilayah ini membutuhkanluasan RTH sebesar 5.962,2 ha atau sebesar 52% dari luas wilayah kota untuk menyerap seluruhemisi CO2 yang dihasilkan.Kata Kunci: Karbondioksida, Pontianak, ruang terbuka hijau
PENGARUH ABU TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT DAN PUPUK KALIUM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL LOBAK PUTIH PADA TANAH ALUVIAL Lusiana Yuli Silvitri; Henny Sulistyowati; Agus Ruliyansyah
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 3 (2023): edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i3.3407

Abstract

This study aims to determine the best interaction and dosage of oil palm empty fruit bunch ash and potassium fertilizer for white radish plants. This research was carried out on land located on Jl. Reform, Pontianak City This research starts from February - March 2023. The research method used a factorial Completely Randomized Design (CRD) with 2 factors, namely, the first factor was oil palm empty fruit bunch ash which consisted of 3 levels of oil palm empty fruit bunch ash and the second factor was potassium fertilizer which consisted of 3 levels of potassium fertilizer so that 9 combinations were obtained. treatment. Each treatment was repeated 3 times and each repetition consisted of 4 plants. The treatment referred to is the ash factor of empty palm fruit bunches, namely 2.8 tons/ha of empty palm fruit bunches equivalent to 11 g/polybag, 5.8 tons/ha of empty palm fruit bunches equivalent to 23 g/polybag and 8.8 tons/ha of empty palm fruit bunches equivalent to 35 g/polybag. The potassium fertilizer factor is 50 kg/ha equivalent to 1 g/polybag, 100 kg/ha equivalent to 2 g/polybag and 150 kg/ha equivalent to 3 g/polybag. Variables observed in this study included number of leaves, leaf area, tuber length, tuber diameter, tuber fresh weight dry weight of plants. The conclusion of the results of this study is the interaction effect of empty palm fruit bunch ash and potassium fertilizer at a dose of 5.8 tons/ha equivalent to 23 g/polybag and Potassium fertilizer at a dose of 100 kg/ha equivalent to 2 g/polybag gives good growth and yield of turnips best on alluvial soils.Keywords: Palm Oil Empty Bunch Ash, Potassium, White Radish and Alluvial SoilINTISARIPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi dan dosis terbaik dari pemberian abu tandan ksosong kelapa sawit dan pupuk kalium bagi tanaman lobak putih. Penelitian ini dilaksanakan di Lahan yang berlokasi di Jl. Reformasi, Kota Pontianak. Penelitian ini dimulai dari bulan Februari - Maret 2023. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan 2 faktor yaitu, faktor pertama adalah abu tandan kosong kelapa sawit yang terdiri dari 3 taraf abu tandan kosong kelapa sawit dan faktor kedua adalah pupuk kalium yang terdiri dari 3 taraf pupuk kalium sehingga diperoleh 9 kombinasi perlakuan. Setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali dan setiap ulangan terdiri dari 4 tanaman. Perlakuan dimaksud adalah Faktor abu tandan kosong kelapa sawit yaitu 2,8 ton/ha abu tandan kosong kelapa sawit setara dengan 11 g/polybag, 5,8 ton/ha abu tandan kosong kelapa sawit setara dengan 23 g/polybag dan 8,8 ton/ha abu tandan kosong kelapa sawit setara dengan 35 g/polybag. Faktor pupuk kalium yaitu 50 kg/ha setara dengan 1 g/polybag, 100 kg/ha setara dengan 2 g/polybag dan 150 kg/ha setara dengan 3 g/polybag. Variabel pengamatan penelitian meliputi jumlah daun, luas daun, panjang umbi, diameter umbi, berat segar umbi berat kering tanaman. Kesimpulan hasil penelitian ini adalah pengaruh interaksi pemberian abu tandan kosong kelapa sawit dan pupuk kalium pada dosis 5,8 ton/ha setara dengan 23 g/polybag dan pupuk Kalium dosis 100 kg/ha setara dengan 2 g/polybag memberikan pertumbuhan dan hasil lobak yang terbaik pada tanah aluvial.Kata kunci: Abu Tandan Kosong Kelapa Sawit, Kalium, Lobak Putih dan Tanah Aluvial
PENGARUH PEMBERIAN ABU SEKAM PADI DAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN OKRA PADA TANAH GAMBUT Rosi Filario; Agus Ruliyansyah; Siti Hadijah
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 3 (2023): edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i3.3575

Abstract

Okra (Abelmoschus esculentus L. Moench) is a highly nutritious and economical vegetable commodity. Efforts made to increase okra production so that it is high both in terms of quantity and quality can be carried out through efforts to expand the planting area and increase the yield per unit area of planting area by planting okra plants on peat soil. This study aims to obtain the best interaction dose of rice husk ash and NPK fertilizer for the growth and yield of okra plants on peat soil. This research was conducted in the research area of the Faculty of Agriculture, University of Tanjungpura. The research was conducted from May 29 - August 27 2022. This study used an experimental method with a factorial Completely Randomized Design (CRD) pattern with two treatments and 3 replications. The first factor was rice husk ash with 3 levels, namely a1 = 5 tonnes/ha equivalent to 125 g/polybag, a2 = 10 tonnes/ha equivalent to 250 g/polybag, a3 = 15 tonnes/ha equivalent to 375 g/polybag. The second factor was NPK fertilizer at 3 levels, namely n1 = 200 kg/ha equivalent to 5 g/polybag, n2 = 400 kg/ha equivalent to 10 g/polybag, n3 = 600 kg/ha equivalent to 15 g/polybag. Variables observed included: plant height (cm), dry weight (g), root volume (cm3), number of fruits per plant (fruit), fruit weight per plant (g), and fruit weight per fruit ((g). Yields The study showed that the interaction between rice husk ash and NPK fertilizer had no significant effect on all observational variables.The application of rice husk ash at a dose of 10 tons/ha was the best dose to increase the growth and yield of okra plants on peat soil.The application of NPK fertilizer at a dose of 400 kg/ha ha provides growth and yield of okra plants on peat soils. Keywords: Rice husk ash, NPK fertilizer, peatsoil INTISARITanaman Okra (Abelmoschus esculentus L. Moench) merupakan salah satu komoditas sayur yang bergizi tinggi dan ekonomi tinggi. Usaha yang dilakukan untuk meningkatkan produksi okra agar tinggi baik dari segi kuantitas dan kualitas dapat dilakukan melalui usaha perluasan areal tanam dan peningkatan hasil persatuan luas areal tanam adalah menanam tanaman okra pada tanah gambut. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan dosis interaksi abu sekam padi dan pupuk NPK yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil tanaman okra di tanah gambut. Penelitian ini dilakukan di lahan Penelitian Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura. Penelitian  dilakukan mulai  pada tanggal 29 Mei  - 27 Agustus 2022. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan pola Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan dua perlakuan  dan 3 ulangan. Faktor pertama abu sekam padi sebanyak 3 taraf yaitu a1 = 5 ton/ha setara dengan 125 g/polybag, a2 =10 ton/ha setara dengan 250 g/polybag , a3 = 15 ton/ha setara dengan 375 g/polybag. Faktor kedua adalah pupuk NPK sebanyak 3 taraf yaitu n1 = 200 kg/ha setara dengan 5 g/polybag, n2 = 400 kg/ha setara dengan 10 g/polybag, n3 = 600 kg/ha setara dengan 15 g/polybag. Variabel yang diamati meliputi: tinggi tanaman (cm), berat kering (g), volume akar (cm3), jumlah buah per tanaman (buah), berat buah per tanaman (g), dan berat buah per buah ((g). Hasil penelitian menunjukkan Interaksi antara abu sekam padi dan pupuk NPK berpengaruh tidak nyata terhadap semua variabel pengamatan. Pemberian abu sekam padi dengan dosis 10 ton/ha merupakan dosis terbaik untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman okra pada tanah gambut. Pemberian pupuk NPK dengan dosis 400 kg/ha memberikan pertumbuhan dan hasil tanaman okra pada tanah gambut.  Kata Kunci: Abu sekam padi, okra, pupuk NPK, tanah gambut
EFFECT OF FREQUENCY OF ORGANIC FERTILIZER FERTILIZER FROM MASSAGE TOWARDS GROWTH AND RED RESULTS ran samiran samiran; Siti Hadijah Siti Hadijah; Agus Ruliyansyah Agus Ruliyansyah
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 7, No 3 (2018): AGUSTUS 2018
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v7i3.26553

Abstract

This research was conducted in Experimental Garden of Faculty of Agriculture University of Tanjungpura Pontianak. The study was conducted for 3 months from November 2017 to January 2018. The purpose of this research is to know the effect of frequency of liquid organic fertilizer from snail mas to growth and red pepper plant yield. This research was done by Randomized Complete Random Design (RAL), with 4 treatment frequency of POC snail mas that is p0 = without permberian, p1 = 5 days, p2 = 10 days, p3 = 15 days. Each treatment was repeated six times, and each experimental unit consisted of 4 plant samples. The variables observed in this study were plant height, harvest age, number of fruit crops, plant fruit weight, fruit diameter, fruit length and dry weight of the plant. The results showed that the frequency of liquid organic fertilizer from snail mas had no significant effect on all observation variables.