Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

RESPON PEMBERIAN ABU TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN LOBAK PADA TANAH GAMBUT Linda, Linda -; Surachman, Surachman; Ruliyansyah, Agus
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 6, No 1 (2017): April 2017
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh abu tandan kosong kelapa sawit terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman lobak pada tanah gambut. Penelitian dilaksanakan kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura selama 2 bulan, menggunakan Rancangan Acak Lengkap ( RAL ) dengan satu faktor perlakuan abu tandan kosong kelapa sawit, yang terdiri dari 5 taraf perlakuan yaitu A1 (7,05 gr/polybag), A2 (1,031 gr/polybag), A3 (1,355 rg/polybag), A4 (1,681 gr/polybag), A5 (2,008 gr/polybag). Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 5 kali dan setiap ulangan terdapat 4 sampel tanaman sehingga jumlah tanaman seluruhnya 100 unit tanaman. Variabel pengamatan dalam penelitian ini adalah klorofil daun, berat kering tanaman (gr), berat segar tanaman (gr), berat segar umbi (gr), diameter umbi (cm), dan panjang umbi (cm). Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian abu tandan kosong kelapa sawit tidak berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan tanaman lobak (klorofil dan berat kering tanaman) dan berpengaruh nyata dengan hasil tanaman lobak (berat segar tanaman, berat segar umbi, diameter umbi, dan panjang umbi). Pemberian abu tandan kosong kelapa sawit dengan dosis 1.035 gr/polybag merupakan dosis terbaik terhadap hasil tanaman lobak pada tanah gambut.
PENGARUH PUPUK KOTORAN AYAM DAN SEGMEN SETEK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL UBI JALAR UNGU PADA TANAH ALUVIAL odotian, angelo; susana, rini; ruliyansyah, agus
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 7, No 3 (2018): AGUSTUS 2018
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ubi jalar ungu merupakan salah satu jenis ubi jalar yang banyak ditanam di Indonesia dan banyak dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai bahan pangan dan sumber zat pewarna alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh interaksi pupuk kotoran ayam dan segmen setek terhadap pertumbuhan dan hasil ubi jalar ungu pada tanah aluvial. Penelitian ini menggunakan Rancangan Split Plot dengan rancangan lingkungannya Rancangan Acak Kelompok (RAK), yang terdiri dari 2 faktor yaitu pupuk kotoran ayam (K) dan segmen setek (S), terdapat 9 kombinasi perlakuan, setiap perlakuan terdiri dari 3 ulangan dan 3 tanaman sempel pada setiap petak. Perlakuan yang dimaksud adalah sebagai berikut: K1S1= 3,2 kg/petak pupuk kotoran ayam dan setek bagian ujung batang, K1S2= 3,2 kg/petak pupuk kotoran ayam dan setek bagian tengah batang, K1S3= 3,2 kg/petak pupuk kotoran ayam dan setek bagian pangkal batang, K2S1= 6,4 kg/petak pupuk kotoran ayam dan setek bagian ujung batang, K2S2= 6,4 kg/petak pupuk kotoran ayam dan setek bagian tengah batang, K2S3= 6,4 kg/petak pupuk kotoran ayam dan setek bagian pangkal batang, K3S1= 9,6 kg/petak pupuk kotoran ayam dan setek bagian ujung batang, K3S2= 9,6 kg/petak pupuk kotoran ayam dan setek bagian tengah batang, K3S3= 9,6 kg/petak pupuk kotoran ayam dan setek bagian pangkal batang. Penelitian ini dilaksanakan di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak. Penelitian ini dilakukan selama kurang lebih 6 bulan, dimulai pada bulan Mei sampai dengan bulan September 2017. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian pupuk kotoran ayam dan segmen setek berpengaruh nyata pada jumlah umbi pertanaman. Dosis 3,2 kg atau 10 ton/ha dan segmen setek bagian pucuk batang merupakan perlakuan efektif untuk meningkatkan hasil ubi jalar ungu pada tanah aluvial.Kata kunci : Pupuk Kotoran Ayam, Segmen Setek, Tanah Aluvial, Ubi Jalar Ungu
THE RESPONSE OF BLACK RICE TOWARDS ALUMINIUM TOXICITY IN GERMINATION PHASE Mahmuda, Arrum; ., Asnawati; Ruliyansyah, Agus
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 9, No 3 (2020): Agustus 2020
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Black rice is a type of rice which has high anthocyanins content functioning as antioxidants which are beneficial for health. Superior seed can be used to improve the production of black rice. However, local seeds with Aluminium tolerance are not available. This research aims to find out the response of several varieties of black rice towards Al toxicity in germination phase. This research used several black rise varieties namely Senakin, Tabah, Gula and Melawi variety. Meanwhile, inpara 2 variety was used as a comperative seed with Al tolerance and Cibogo variety was used as a comperative seed which is susceptible to Al. Seed selections is conducted to obtain seeds that has the potential to grow subobtimal condition. seeds were placed on straw paper which has been sprayed with 150 ppm Al solution and rolled. Comparison (I) Senakin, Tabah, Gula and Melawi variety were significantly different from Inpara 2 and Cibogo variety in observation variable Germination Percentage (GP), Vigor Index (VI), Grow Rate (GR) and Radicle Length (RL). Comparison (II) Senakin variety was significantly different from Tabah, Gula and Melawi variety in observation variable GP, VI, GR and RL. Comparison (III) Tabah variety was significantly different from Gula and Melawi variety in observation variable GP, VI, GR and RL. Comparison (IV) Gula variety was significantly different from Melawi variety in observation variable GP, VI, and GR, yet not significantly different in variable RL. Comparison (V) Inpara 2 variety was significantly different from Cibogo variety in observation variable GP and VI yet not significantly different in variable GR and RL.Keywords: Aluminium Toxicity, Black Rice, Germination, Susceptible, Tolerance, Variety
Performance Behavior of Corn Smallholders for Sustainable Cooperative Change in West Kalimantan Nurliza, Nurliza; Ruliyansyah, Agus; Hazriani, Rini
AGRARIS: Journal of Agribusiness and Rural Development Research Vol 6, No 1: January-June 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (385.757 KB) | DOI: 10.18196/agr.6186

Abstract

The production of corn as the second most important cereal crops after rice is dominated by smallholders, particularly in West Kalimantan. However, smallholders in farmer cooperatives are unsustainable because of the lack of decision-making power at the grassroots level; limited access to land, capital, technologies, information and financial services; low market competitiveness; weak management; and limited policy and socio-cultural norms. This research aims to construct the behavior model for performance change of cooperative farmers in Rasau Jaya, Kubu Raya district, West Kalimantan. It involved 75 smallholders recruited using purposive sampling technique. In-depth interviews using the structural equation modeling/SEM based on the new institutional approach and the theory of planned behavior were used in the study. The findings proved that intentions and past behaviors have positive and negative influence on farmers' cooperative behavior, but contradicted with control. Therefore, there are several efforts for changing the behavior in corn farmers’cooperatives, i.e. the perceived behavioral control can stimulate the motivation to be long-lived performing based on the resources and opportunities; pro-environmental behavior needs to engage a supportive injunctive norm and a supportive descriptive norm; a subjective norm for motivation to exhibitthe positive experiential attitude; and the confidence to perform and control their performance.
EFFECT OF FREQUENCY OF ORGANIC FERTILIZER FERTILIZER FROM MASSAGE TOWARDS GROWTH AND RED RESULTS ran samiran samiran; Siti Hadijah Siti Hadijah; Agus Ruliyansyah Agus Ruliyansyah
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 7, No 3 (2018): AGUSTUS 2018
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v7i3.26553

Abstract

This research was conducted in Experimental Garden of Faculty of Agriculture University of Tanjungpura Pontianak. The study was conducted for 3 months from November 2017 to January 2018. The purpose of this research is to know the effect of frequency of liquid organic fertilizer from snail mas to growth and red pepper plant yield. This research was done by Randomized Complete Random Design (RAL), with 4 treatment frequency of POC snail mas that is p0 = without permberian, p1 = 5 days, p2 = 10 days, p3 = 15 days. Each treatment was repeated six times, and each experimental unit consisted of 4 plant samples. The variables observed in this study were plant height, harvest age, number of fruit crops, plant fruit weight, fruit diameter, fruit length and dry weight of the plant. The results showed that the frequency of liquid organic fertilizer from snail mas had no significant effect on all observation variables.
Evaluasi Kesesuaian Lahan Tanaman Kelapa Sawit Di Desa Argo Mulyo Kecamatan Ketungau Tengah Kabupaten Sintang Muhammad Irawan Sudrajat; Rini Hazrani; Agus Ruliyansyah
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 12, No 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i4.66932

Abstract

            Evaluasi lahan adalah usaha penilaian suatu lahan untuk penggunaan tertentu. Kesesuaian lahan adalah tingkat kecocokan lahan untuk penggunaan tertentu. Kesesuaian lahan dapat dinilai pada keadaan sekarang dan yang akan datang setelah diperbaiki. Kesesuaian lahan sangat perlu diperhatikan dalam berbudidaya agar bisa agar mendapatkan hasil yang optimal. Khususnya pada tanaman kelapa sawit, walaupun kelapa sawit dapat tumbuh pada keadaan lahan yang ada, tetapi setiap tanaman memiliki karakter yang membutuhkan persyaratan yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kesesuaian lahan tanaman kelapa sawit di wilayah Desa Argo Mulyo Kecamatan Ketungau Tengah Kabupaten Sintang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey dan matching. Penelitian ini dilaksanakan dengan cara pengambilan sampel tanah di lapangan yang dilanjutkan dengan analisis di Laboratorium. Kegiatan ini meliput empat tahap yaitu : Persiapan, Kegiatan lapangan, Analisis Laboratorium dan Pengolahan data pembuatan peta dan penyusunan laporan. Penelitian ini memiliki parameter fisika dan kimia. Hasil penelitian menunjukan bahwa kelas kesesuaian lahan aktual untuk tanaman kelapa sawit di daerah penelitian yaitu Kelas N1f(tidak sesuai) dan untuk kelas kesesuaian potensial pada lokasi penelitian S1 (sangat sesuai) lokasi penelitian pada SPT 1 dan SPT 2 memiliki luasan 100 ha.
PENGARUH PUPUK KANDANG SAPI DAN NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BAWANG DAUN PADA LAHAN SULFA MASAM DENGAN SISTEM BUDIDAYA JENUH AIR Abdul Ghany, Muhammad Alfian; Nurjani, Nurjani; Ruliyansyah, Agus
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 14, No 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v14i1.89404

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan dosis optimal interaksi antara pupuk kandang sapi dan NPK untuk menghasilkan pertumbuhan dan hasil terbaik pada tanaman bawang daun di lahan pasang surut dengan sistem budidaya jenuh air. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 9 kombinasi perlakuan pupuk kandang sapi (10, 15, 20 ton/ha) dan NPK (200, 350, 500 kg/ha). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat interaksi nyata terhadap semua variabel tanaman, yaitu tinggi tanaman, jumlah anakan, jumlah daun, berat per rumpun, volume akar, dan berat kering per rumpun. Kombinasi pupuk kandang sapi 10 ton/ha dan NPK 200 kg/ha merupakan kombinasi efektif dalam pertumbuhan dan hasil bawang daun.
RESPONS PERTUMBUHAN KELAPA SAWIT DI PRENURSERY AKIBAT PEMBERIAN KOMPOS KULIT NANAS PADA TANAH PODSOLIK MERAH KUNING Br. Ginting, Agnes Junita; Sulistyowati, Henny; Ruliyansyah, Agus
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 14, No 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v14i1.85327

Abstract

Kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.) merupakan salah satu komoditas utama perkebunan. Prenursery merupakan tahap awal pembibitan kelapa sawit yang dimulai dari penyemaian kecambah sampai tanaman berusia 3 bulan. Penggunaan tanah PMK sebagai media tanam prenursery memiliki kendala kesuburan yang rendah baik dari segi fisik, biologi, dan kimia sehingga diperlukan penambahan kompos kulit nanas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui resposns pertumbuhan kelapa sawit di prenursery akibat pemberian kompos kulit nanas serta mendapatkan dosis kompos kulit nanas yang terbaik bagi pertumbuhan kelapa sawit di prenursery pada tanah PMK. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen lapangan dengan percobaan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktor tunggal dengan 5 perlakuan yaitu n1 (38 g/polybag atau setara 3% bahan organik), n2 (84 g/polybag atau setara 6% bahan organik), n3 (131 g/polybag atau setara 9% bahan organik), n4 (178 g/polybag atau setara 12% bahan organik), n5 (225 g/polybag atau setara 15% bahan organik) dan setiap perlakuan diulang sebanyak 4 kali dan terdapat 4 tanaman sampel sehingga terdapat 80 satuan percobaan. Variabel pengamatan dalam penelitian ini terdiri dari tinggi tanaman (cm), jumlah daun (helai), diameter bonggol (cm), volume akar (cm3), dan berat kering tanaman (g). Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian berbagai dosis kompos kulit nanas memberikan respons yang baik terhadap jumlah daun kelapa sawit di prenursery. Pemberian kompos kulit nanas 225 g/polybag kompos kulit nanas atau setara 15% bahan organik merupakan dosis terbaik untuk pertumbuhan kelapa sawit di prenursery pada tanah PMK dan pemberian kompos kulit nanas 38 g/polybag atau setara 3% bahan organik merupakan dosis yang efesien untuk pertumbuhan kelapa sawit di prenursery pada tanah PMK.
PENGARUH PUPUK HIJAU LIMBAH SAWI DAN PUPUK HAYATI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TOMAT PADA TANAH PODSOLIK MERAH KUNING Subekti, Bagus Cahyo; Susana, Rini; Ruliyansyah, Agus
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 14, No 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v14i2.88395

Abstract

Tomat (Lycopersicum esculentum Mill) merupakan tanaman sayuran buah yang mempunyai peranan penting sebagai sumber nutrisi bagi manusia. Tanah podsolik merah kuning sebagai media tumbuh tomat dihadapkan pada beberapa kendala diantaranya rendahnya bahan organik, strukturnya pejal, serta unsur hara yang rendah. Upaya peningkatan produktivitas tanaman tomat pada tanah podsolik merah kuning (PMK) dapat   melalui perbaikan media tumbuh diantaranya dengan pemberian pupuk hijau limbah sawi dan pupuk hayati. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan dosis dan konsentrasi terbaik serta untuk mengetahui interaksi dari pemberian pupuk hijau limbah sawi dan pupuk hayati terhadap pertumbuhan dan hasil tomat pada tanah (PMK). Penelitian dilaksanakan di Kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura, berlangsung dari bulan Maret-Juni 2024. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap Faktorial yang terdiri dari 2 faktor. Faktor pertama adalah pupuk hijau limbah sawi (P) yang terdiri dari 3 taraf   p1= 10 ton/ha, p2= 14 ton/ha, p3= 19 ton/ha, dan faktor kedua pupuk hayati (H) yang terdiri dari 2 taraf h1= tanpa pupuk hayati, h2= 10 ml/â„“ pupuk hayati. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terjadi interaksi antara pemberian pupuk hijau limbah sawi dan pupuk hayati terhadap pertumbuhan dan hasil tomat pada tanah podsolik merah kuning. Pupuk hijau limbah sawi dosis 19 ton/ha dan pupuk hayati konsentrasi 10 ml/â„“, merupakan dosis dan konsentrasi terbaik variabel tinggi tanaman 4 MST, jumlah buah per tanaman, dan berat buah per tanaman.  
PENGARUH PEMBERIAN PUPUK ORGANIK CAIR LIMBAH IKAN DAN BIOCHAR KAYU TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KALE PADA TANAH GAMBUT Randawati, Randawati; Basuni, Basuni; Ruliyansyah, Agus
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 14, No 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v14i2.90997

Abstract

Kale (Brassica oleraceae var. sabellica) merupakan tanaman hortikultura yang memiliki fisik mirip dengan brokoli dan kubis, tetapi memiliki perbedaan yaitu daun memanjang dan lebih bergelombang di bagian tepi. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan interaksi dan mengetahui konsentrasi terbaik pupuk organik cair limbah ikan dan dosis biochar kayu berpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil kale pada tanah gambut. Penelitian ini dilaksanakan Jln. Sepakat 2 ujung, Pontianak tenggara, Kalimantan Barat berlangsung pada Juni "“ Agustus 2024. Penelitian ini menggunakan polybag yang disusun dengan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial terdiri dari 2 faktor dan 3 ulangan. Faktor perlakuan pertama yaitu: perlakuan pemberian pupuk organik cair limbah ikan (P) terdiri dari 4 taraf yaitu 50 ml/l, 100 ml/l, 150 ml/l, 200 ml/l, kemudian faktor kedua yaitu: perlakuan pemberian biochar kayu (B) terdiri dari 3 taraf yaitu 4 ton/ha, 6 ton/ha, 8 ton/ha. Setiap perlakuannya terdiri dari 4 sampel tanaman sehingga terdapat 144 unit sampel pengamatan dalam penelitian. Variabel yang diamati dalam penelitian ini meliputi: jumlah daun, berat segar tanaman, luas daun, volume akar dan berat kering tanaman. Hasil penelitian menunjukan bahwa Terdapat interaksi antara pemberian pupuk organik cair limbah ikan dan biochar kayu berpengaruh terhadap berat segar tanaman dan berat kering tanaman kale. Pertumbuhan dan hasil tanaman kale terbaik adalah pada pemberian pupuk organik cair limbah ikan konsentrasi 100 ml/l dan biochar kayu 6 ton/ha dengan rerata berat segar tanaman 441,98 g dan berat kering tanaman 34,74 g.