cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal Cakrawala Kependidikan
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 2 (2009): JCK September 2009" : 11 Documents clear
PENGARUH PRESTASI BELAJAR TERHADAP PENGAMBILAN PUTUSAN KARIER Wicaksono, Luhur
Jurnal Cakrawala Kependidikan Vol 7, No 2 (2009): JCK September 2009
Publisher : Jurnal Cakrawala Kependidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (177.787 KB)

Abstract

Tahapan penting yang harus dilalui oleh siswa SMA adalah pengambilan putusan karier, berupa keharusan untuk menentukan/memilih jurusan/program studi. Ketepatan/optimalisasi pengambilan putusan sangat ditentukan oleh beberapa aspek, dimana keberadaan aspek tersebut penting dan berpengaruh besar. Salah satu aspek yang terkait atau ikut memengaruhi pengambilan putusan karier antara lain adalah prestasi belajar. Bukti hasil temuan menunjukkan bahwa prestasi belajar yang tinggi pada siswa berkait dengan tingginya kematangan karier siswa yang bermuara pada kemampuan siswa dalam melakukan pengambilan putusan karier. Kata Kunci: Prestasi belajar, pengambilan putusan, karier
KURIKULUM PEMBINAAN BUDI PEKERTI BERBASIS KELUARGA Razi, Fahrul
Jurnal Cakrawala Kependidikan Vol 7, No 2 (2009): JCK September 2009
Publisher : Jurnal Cakrawala Kependidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.796 KB)

Abstract

Model kurikulum pembinaan budi pekerti berbasis keluarga sudah diterapkan di sekolah-sekolah di lingkungan Kota Pontianak. Implementasi model ini dalam proses pembinaan akhlak siswa di sekolah tidak dikonstruk untuk disajikan dalam bentuk mata pelajaran tertentu, terintegrasi dengan mata pelajaran atau seperti pada model training yang pernah dicobakan di berbagai sekolah. Secara khusus, model ini merupakan usaha sekolah dan keluarga dengan mengondisikan terbentuknya perilaku anak yang baik berdasarkan ajaran agama. Pengondisiannya dilakukan dengan cara: memantau perilaku anak selama di sekolah dan di rumah, membiasakan anak agar berperilaku agamis, dan melakukan tindakan perbaikan terhadap perilaku anak yang kurang baik. Kata Kunci: Model, budi pekerti, need assesment.
COOPERATIVE LEARNING SEBAGAI SUMBER PEMEROLEHAN BAHASA KEDUA/ASING, KETRAMPILAN SOSIAL DAN KEBERHASILAN AKADEMIK Apriliaswati, Rahayu
Jurnal Cakrawala Kependidikan Vol 7, No 2 (2009): JCK September 2009
Publisher : Jurnal Cakrawala Kependidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.074 KB)

Abstract

Tulisan ini membahas bagaimana Cooperative Learning (pembelajaran kooperatif) menjadi sumber pemerolehan bahasa Inggris sebagai kedua/asing, ketrampilan sosial dan keberhasilan akademik. Dari berbagai hasil penelitian telah dibuktikan bahwa Cooperative Learning merupakan salah satu alternatif pendekatan pembelajaran yang dapat mengembangkan tidak saja pada kemampuan akademik, dan psikomotor untuk mengembangkan ketrampilan berbahasa namun juga kemampuan affektif yang berhubungan dengan ketrampilan sosial dalam berinteraksi dengan teman sejawat. Selain itu secara ringkas dibahas bagaimana hubungan cooperative learning dengan teori-teori pemerolehan bahasa kedua/asing, bagaimana prinsip-prinsip cooperative learning dan beberapa teknik serta rencana pembelajaran bahasa Inggris berdasarkan cooperative learning. Kata kunci: Cooperative Learning, second language acquisition.
PROFIL PEMBELAJARAN APRESIASI PROSA FIKSI SEBAGAI KEGIATAN REKREATIF DAN PROKREATIF ., Kaswari
Jurnal Cakrawala Kependidikan Vol 7, No 2 (2009): JCK September 2009
Publisher : Jurnal Cakrawala Kependidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.309 KB)

Abstract

Profil pembelajaran apresiasi prosa fiksi dapat dibedakan menjadi dua tingkatan, yakni rekreatif dan prokreatif. Tingkatan rekreatif ditekankan pada kenikmatan membaca karya fiksi yang dilandasi pemahaman. Prokreatif ditekankan pada bentuk-bentuk responsi dan memproduksi karya fiksi yang dilandasi oleh kepekaan emotif, berpikir kritis, dan imajinasi kreatif. Perencanaan pembelajaran apresiasinya bertolak dari profil apresiasi itu sendiri dikaitkan dengan landasan kurikuler sebagai kerangka acuan operasionalnya. Langkah-langkah yang ditempuh (a) pengidentifikasian isi program pengajaran, (b) pengiden-tifikasian butir-butir pembelajaran yang dapat dipadukan dan dipayungkan dengan unit tematis tertentu, (c) perumusan tujuan kelas, (d) perumusan tujuan khusus pembelajaran persemester, (e) pemilihan bahan pembelajaran, dan (f) penilaian respon pembelajaran. Kata kunci: Apresiasi, prosa, fiksi, rekreatif, prokreatif.
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR DAN AKTIVITAS SISWA DALAM PEMBELAJARAN FISIKA MELALUI MODEL KOOPERATIF TIPE STAD PADA KELAS XII-A SMTI PONTIANAK Wahyuni, Esti
Jurnal Cakrawala Kependidikan Vol 7, No 2 (2009): JCK September 2009
Publisher : Jurnal Cakrawala Kependidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (168.817 KB)

Abstract

Siswa kelas XII-A SMTI Pontianak tingkat pemahaman pelajaran fisika masih rendah. Penyebabnya, pembelajaran fisika belum menerapkan konsep pembelajaran yang bersifat kontesktual. Agar pembelajaran fisika menjadi pembelajaran yang aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan, maka penerapan model pembelajaran kooperatif dengan tipe STAD. Pembelajaran kooperatif tipe STAD adalah pembelajaran yang secara sadar dan sengaja mengembangkan interaksi yang saling asuh antarsiswa untuk menghindari ketersinggungan dan kesalahpahaman yang dapat menimbulkan permusuhan. Sedangkan tahapan pelaksanaan tipe STAD adalah: (1) penjelasan materi pembelajaran; (2) diskusi atau kerja kelompok belajar; (3) validasi oleh guru; (4) evaluasi ( tes); (5) menentukan nilai individu dan kelompok; (6) penghargaan individu atau kelompok. Kata Kunci: Kooperatif tipe STAD
PEMBELAJARAN KONSTEKSTUAL BERBASIS MASALAH BERORIENTASI PADA SCL DALAM PEMBELAJARAN IPA DI SEKOLAH DASAR ., Hairida; ., Rosnita
Jurnal Cakrawala Kependidikan Vol 7, No 2 (2009): JCK September 2009
Publisher : Jurnal Cakrawala Kependidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (252.46 KB)

Abstract

Ada keprihatinan masyarakat tentang proses pembelajaran IPA di Kalimantan Barat. Pada umumnya, pengajaran lebih bersifat teacher centered daripada student centered. Akibatnya, kualitas hasil belajar siswa kurang memuaskan. Demikian juga kreativitas dan kemampuan berpikir kritis mereka kurang memadai. Penelitian tindakan kelas berorientasi pada SCL melalui pembelajaran kontekstual berbasis masalah yang dilaksanakan di SDN No. 10 Pal IX Kabupaten Pontianak dalam tahun ajaran 2008-2009 semester gazal diarahkan untuk menjawab keprihatinan itu. Sebanyak 35 orang siswa kelas V berpartisipasi dalam kedua siklus penelitian ini. Ditemukan bahwa para siswa ini lebih aktif dan kreatif, serta kemampuan menyelesaikan masalah mereka meningkat. Kata Kunci: Pembelajaran Kontekstual Berbasis Masalah, SCL
PEMANFAATAN UNSUR LOKAL MASYARAKAT DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA Hartoyo, Agung
Jurnal Cakrawala Kependidikan Vol 7, No 2 (2009): JCK September 2009
Publisher : Jurnal Cakrawala Kependidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.46 KB)

Abstract

Konsekuensi dari pemberlakuan kurikulum baru adalah adanya peningkatan kualitas atau pembaruan pembelajaran. Kurikulum 2006 sebagai penyempurnaan dari kurikulum 2004 yang mengakomodasi unsur-unsur lokal diharapkan menjadi sumber acuan bagi pelaku pendidikan matematika di Sekolah Dasar (SD) untuk mencairkan hambatan yang dialami anak-anak dalam problem solving. Muatan unsur-unsur lokal yang diberdayakan dan dikembangkan sebagai bahan pembelajaran matematika dapat menjadi inspirasi dan motivasi bagi siswa dalam belajar.Kata Kunci: Unsur Lokal, Pembelajaran Matematika
KONSELING TEMAN SEBAYA PADA REMAJA DI ERA GLOBALISASI Endang, Busri
Jurnal Cakrawala Kependidikan Vol 7, No 2 (2009): JCK September 2009
Publisher : Jurnal Cakrawala Kependidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (195.022 KB)

Abstract

Permasalahan yang dihadapi remaja dewasa ini semakin hari dirasakan semakin kompleks. Selain faktor internal seperti perkembangan aspek biologis, psikologis, dan sosiologis, derasnya arus globalisasi yang membawa pengaruh negatif semakin dirasakan perlunya konseling terhadap remaja. Pengalaman menunjukkan bahwa hanya sebagian kecil remaja yang memanfaatkan layanan konseling sekolah. Para siswa lebih sering menjadikan teman-teman mereka sebagai sumber yang diharapkan dapat membantu pemecahan masalah yang mereka hadapi.Kata Kunci: Konseling, Teman sebaya
PELAKSANAAN MODEL PEMBELAJARAN IPS TERPADU PADA SMP KRISTEN ABDI WACANA PONTIANAK ., Aminuyati; Zulhartati, Sri; Khosmas, F.Y
Jurnal Cakrawala Kependidikan Vol 7, No 2 (2009): JCK September 2009
Publisher : Jurnal Cakrawala Kependidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (165.949 KB)

Abstract

Pelaksanaan model pembelajaran IPS Terpadu perlu didukung perangkat mengajar yang sesuai dengan prosedur model pembelajaran IPS Terpadu dan pelaksanaan di kelas oleh guru. Sistem pengajaran di kelas, dilaksanakan dengan model integrasi berdasarkan topik/materi yang diajarkan, sehingga proses pembelajaran terkesan kurang maksimal, hal tersebut dikarenakan, menggunakan guru tunggal untuk menyampaikan materi: Sejarah, Sosiologi, Geografi, dan Ekonomi (secara terpadu). Kata kunci: Model Pembelajaran, IPS Terpadu.
POTENSI NILAI MORAL DALAM PENDIDIKAN MATEMATIKA ., Sugiatno
Jurnal Cakrawala Kependidikan Vol 7, No 2 (2009): JCK September 2009
Publisher : Jurnal Cakrawala Kependidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1059.299 KB)

Abstract

Hakikatnya, pendidikan matematika memuat nilai-nilai dan cara menyampaikannya juga memunculkan dan memancarkan nilai-nilai yang secara aktif berdampingan dengan pembelajaran di sekolah. Pemahaman pendidikan nilai dalam pendidikan matematika hanya dipandang sebagai hidden curriculum. Pendidikan nilai hanya diselipkan melalui topik matematika tertentu. Kurangnya porsi pendidikan nilai dalam pembelajaran matematika, di antaranya disebabkan oleh: (1) persepsi guru bahwa pendidikan kognitif (kecerdasan intelektual) merupakan barometer bagi domain pendidikan lainnya, (2) karakteristik matematika dianggap sama dengan karakteristik pendidikan matematika. Kata Kunci: Hidden curriculum, Karakteristik pendidikan matematika

Page 1 of 2 | Total Record : 11