cover
Contact Name
Cucu Surahman
Contact Email
cucu.surahman@upi.edu
Phone
+6287826725915
Journal Mail Official
tarbawy.ipaiupi@gmail.com
Editorial Address
Kantor Jurnal TARBAWY, Gedung Nu'man Somantri (FPIPS), Lantai 3 R. 314, Kampus UPI, Jalan Dr. Setiabudhi No. 229 Bandung 40154, Jawa Barat, Indonesia.
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
TARBAWY: Indonesian Journal of Islamic Education
ISSN : 25806181     EISSN : 25992481     DOI : https://doi.org/10.17509
TARBAWY: Indonesian Journal of Islamic Education aims at promoting research in the broad field of Islamic education with particular respect to Indonesia, but not limited to authorship or topical coverage within the region. It is expected to be the medium for the exchange of ideas, knowledge, information, and technology among experts and practitioners of Islamic education. The editorial contents and elements that comprise the journal include: Theoretical articles Empirical studies Practice-oriented papers Case studies Review of papers, books, and resources. As far as the criteria for evaluating and accepting submissions is concerned, a rigorous review process will be used. Submitted papers will, prior to the formal review, be screened so as to ensure their suitability and adequacy to the journal. In addition, an initial quality control will be performed, so as to ensure matters such as language, style of references and others, comply with the journal´s style.
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 1 (2015): May 2015" : 8 Documents clear
KONSEP KHALĪFAH DALAM AL-QUR`ᾹN DAN IMPLIKASINYA TERHADAP TUJUAN PENDIDIKAN ISLAM (STUDI MAUDU’I TERHADAP KONSEP KHALĪFAH DALAM TAFSIR AL-MISBAH) Lisnawati, Yesi; Abdussalam, Aam; Wibisana, Wahyu
TARBAWY : Indonesian Journal of Islamic Education Vol 2, No 1 (2015): May 2015
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (321.888 KB) | DOI: 10.17509/t.v2i1.3377

Abstract

Manusia merupakan makhluk terbaik yang diciptakan Allah di permukaan bumi ini. Keunggulan manusia diantara makhluk lainnya adalah dengan dimilikinya akal untuk berpikir. Dengan akalnya tersebut, manusia dapat menciptakan sesuatu yang luarbiasa, dan dengan akal yang dimilikin yaitu pula, manusia diamanahi tanggungjawab yang besar yaitu amanah sebagai khalīfaħ untuk mengurus bumi. Namun demikian, seiring dengan perkembangan zaman, manusia melupakan tugasnya tersebut. Sekarang ini banyak orang yang memiliki kemampuan akal yang tinggi dan mempunyai kedudukan yang tinggi pula dalam pemerintahan, namun mereka menyalahgunakan apa yang mereka punya. Penyalahgunaan potensi yang mereka miliki tersebut dapat diindikasikan karena ketidakpahaman manusia akan tugas yang sebenarnya ia emban, yakni sebagai khalīfaħ. Hal ini juga dapat disebabkan adanya sesuatu yang kurang sesuai antara tugas yang diemban dan proses dalam pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap bagaimana khalīfaħ itu, syarat-syarat yang harus dimiliki seorang khalīfaħ, tugas dan fungsi seorang khalīfaħ yang terdapat dalam Al-Qur`ān dan tafsir Al-Mishbah, serta implementasinya terhadap pendidikan Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, metode maudhu’i, dan teknis analisis dilalah dan munasabah.  Dalam penelitian ini ditemukan bahwa di dalam Al-Qur`ān terdapat dua bentuk pengungkapan kata khalīfaħ, yang pertama dalam bentuk tunggal khalīfaħ, dan dalam bentuk jamak yaitu khalā`if dan khulafā`. Tugas dan fungsi seorang khalīfaħ diantaranya yaitu menegakan hokum Allah, berlaku adil terhadap semua pihak, memiliki pengetahuan yang luas serta mampu bekerjasama dengan orang lain. Menarik implikasi edukatif daripadanya, sebagaimana di ungkapkan oleh para ahli pendidikan Islam, konsep khalīfaħ ini dapat dijadikan sebagai tujuan pendidikan Islam.
STUDI REALITAS IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 PADA MATA PELAJARAN PAI DAN BUDI PEKERTI JENJANG SMA (Studi Deskriptif pada Berbagai Klasifikasi Guru SMA di Kota Bandung Tahun 2015) Ulfah, Humaira; Suresman, Edi; Asyafah, Abas
TARBAWY : Indonesian Journal of Islamic Education Vol 2, No 1 (2015): May 2015
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (216.409 KB) | DOI: 10.17509/t.v2i1.3378

Abstract

Penelitian ini mengungkap sejauh mana guru dapat mengimplementasikan Kuri-kulum PAI dan Budi Pekerti 2013 jenjang SMA di Kota Bandung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi Kurikulum PAI dan Budi Pekerti 2013 dilihat dari perencanaan, proses, dan penilaian, sejauhmana kendala yang dihadapi guru, serta faktor yang mendukung dalam implementasi Kuriku-lum PAI dan Budi Pekerti 2013. Teori yang digunakan dalam penelitian tersebut adalah konsep dasar kurikulum, konsep dasar PAI dan Budi Pekerti, Kurikulum PAI dan Budi Pekerti 2013 SMA serta perbedaan antara kurikulum 2013 dengan KTSP. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif-deskriptif. Penelitian ini dilakukan secara kuantitatif untuk dapat mengolah, menganalisis, dan menginter-pretasikan data yang diperoleh melalui angket yang terdiri dari 45 item tertutup dan 5 item terbuka, serta studi dokumentasi. Sampel diambil dari jumlah populasi yang ada, yaitu 20 orang guru PAI dan Budi Pekerti dari sekolah negeri dan swasta. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa 96,5% guru PAI dan Budi Pekerti SMA di Kota Bandung melaksanakan perencanaan pembelajaran  dengan baik, 83,9% guru PAI dan Budi Pekerti SMA di Kota Bandung melaksanakan proses pembelajaran dengan baik, dan 80,7% guru PAI dan Budi Pekerti SMA di Kota Bandung melaksanakan penilaian dengan baik. Adapun kendala yang dihadapi oleh guru dalam perencanaan adalah kurangnya memahami model RPP Kurikulum 2013, kendala dalam proses pembelajaran adalah kurangnya memahami pendekatan scientific dan banyaknya jumlah siswa, dan kendala dalam penilaian adalah banyaknya komponen penilaian dan membutuhkan banyak waktu. Selain itu, faktor intern yang mendukung guru PAI adalah menguasai konsep implementasi PAI dan Budi Pekerti dan karena adanya motivasi, sedangkan faktor ekstern yang mendukung guru PAI adalah karena adanya dukungan orang tua siswa
KONSEP TASAWUF SYAIKH NAWAWI AL-BANTANI DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI PERSEKOLAHAN Hidayatulloh, Muhammad Ridwan; Kosasih, Aceng; Fahrudin, Fahrudin
TARBAWY : Indonesian Journal of Islamic Education Vol 2, No 1 (2015): May 2015
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (272.609 KB) | DOI: 10.17509/t.v2i1.3373

Abstract

Di era modern yang hampir runtuh ini, masih banyak manusia yang menegasikan unsur spiritual, sehingga terjadi dekadensi moral. Fenomena tersebut harus diantisipasi oleh umat Islam dengan menggali kembali ajaran spiritual dan mengaplikasikannya di kehidupan sehari-hari. Dalam agama Islam terdapat ajaran yang sangat menanamkan unsur spirtual dan manajemen hati, yaitu tasawuf. Di antara berbagai tokoh yang menyebarkan pemahaman tentang tasawuf, Syaikh Nawawi Al-Bantani menggambarkan tasawuf yang terintegrasi dalam setiap ibadah dan aktivitas muslim. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan konsep tasawuf Syaikh Nawawi Al-Bantani dan implikasinya terhadap Pendidikan Agama Islam di persekolahan. Penelitian ini menggunakan pen-dekatan kualitatif  dengan metode deskriptif. Pertimbangan penggunaan metode ini adalah untuk mengung-kap konsep tawasuf Syaikh Nawawi Al-Bantani dari berbagai karyanya, dan bagaimana implikasinya terha-dap Pendidikan Agama Islam di persekolahan. Dalam pengumpulan data peneliti menggunakan teknik studi literatur dan library research. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh gambaran mengenai tasawuf Syaikh Nawawi Al-Bantani yang mengintergrasikan antara syariat, tarekat dan hakikat, serta wasiat-wasiat Syaikh Nawawi kepada setiap muslim yang hendak menempuh jalan menuju Allah. Konsep ini terimplikasi dalam Pendidikan Agama Islam yang harus menyeimbangkan antara ketiga aspek, yaitu Aqidah, Syariah, dan Akhlak, serta mengintegrasikan antara aspek kognitif, afektif, dan psikomotor
IMPLEMENTASI PENDEKATAN SAINTIFIK DALAM PEMBELAJARAN PAI DI SMP NEGERI 2 DAN SMP NEGERI 5 KOTA BANDUNG TAHUN 2015 Sulastri, Sulastri; Supriadi, Udin; Rahmat, Munawar
TARBAWY : Indonesian Journal of Islamic Education Vol 2, No 1 (2015): May 2015
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (362.078 KB) | DOI: 10.17509/t.v2i1.3408

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh masalah guru PAI yang kebanyakan masih belum paham secara menyeluruh bagaimana mengimplementasikan pendekatan saintifik yang menjadi ciri khas kurikulum 2013 dalam pembelajaran PAI di sekolah. Pendekatan saintifik memiliki beberapa langkah yang harus dilaksanakan diantaranya adalah mengamati, menanya, mencari informasi, mengkomunikasikan, dan menyimpulkan. Langkah-langkah tersebut harus ada dalam perencanaan dan pelaksanaannya, pengimplementasian langkah-langkah inilah yang menjadi fokus utama pembahasan penelitian ini. Adapun sekolah yang menjadi objek penelitian, yaitu SMPN 2 dan SMPN 5 Bandung dengan guru PAI sebagai subjek penelitiannya. Peneliti akan membahas perencanaan pembelajaran saintifik dalam RPP yang telah dibuat oleh guru PAI dan implementasinya dalam pembelajaran PAI di kelas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perencanaan pembelajaran saintifik pada RPP berdasarkan kurikulum 2013 dan implementasi pelaksanaan langkah-langkah pendekatan saintifik dalam pembelajaran PAI. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data penelitian ini dengan menggunakan observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Adapun  teknik analisis data menggunakan teknik menurut pendapat Miles and Hubermen, yaitu reduksi data, display data, dan verifikasi/kesimpulan. Data yang diperoleh dari lapangan menunjukan bahwa RPP yang telah dibuat sudah sesuai berdasarkan sistematika kurikulum 2013. Data hasil observasi juga menunjukan bahwa guru PAI telah melaksanakan langkah-langkah saintifik dengan baik. Mereka menggunakan media untuk proses mengamati, menggunakan teknik motivasi dan reward untuk menstimulasi siswa agar aktif bertanya dan berkomunikasi, serta guru menggunakan teknik presentasi dan konsep student center saat pembelajaran agar siswa aktif berbicara dan mengemukakan pendapat, sehingga diakhir pembelajaran siswa dapat menyimpulkan sendiri pembelajaran pada pertemuan itu. Guru juga terus membimbing dan melakukan penilaian terhadap siswa selama proses pembelajaran berlangsung.
PEMBINAAN KEAGAMAAN PADA NARAPIDANA ANAK (STUDI DESKRIPTIF PADA LEMBAGA PEMASYARAKATAN ANAK KELAS III BANDUNG) Haryanti, Widya; Suryana, Toto; Firdaus, Endis
TARBAWY : Indonesian Journal of Islamic Education Vol 2, No 1 (2015): May 2015
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (412.314 KB) | DOI: 10.17509/t.v2i1.3374

Abstract

Artikel ini dilatar belakangi oleh perma-salahan yang terjadi dikalangan anak dan remaja atau yang dikenal dengan juvenile deliquency. Hal tersebut disebabkan oleh pergaulan yang tidak baik, pendidikan yang kurang, pengawasan orang tua yang lemah sehingga anak merasa dirinya tidak diperhatikan dan melakukan tindakan yang melanggar hukum. Anak yang melakukan tindakan pidana atau melanggar hukum mereka perlu mendapat perhatian dan pembinaan yang khusus agar mereka tidak mengulangi kesalahan yang pernah dilakukan. Tujuan diadakan pembinaan keagamaan terhadap anak yang melanggar hukum adalah anak menyadari kesalahannya dan tidak mengulanginya kembali serta memperbaiki diri agar menjadi manusia yang lebih baik. Anak tersebut diserahkan dan dibina di Lembaga Pemasyarakatan, salah satunya lembaga Pemasyarakatan Anak Kelas III Bandung.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana perencanaan, pelaksanaan dan hasil program pembinaan keagamaan di lapas anak Bandung. Penelitian ini menggunakan metode dekriptif dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Adapun untuk perencanaan petugas dengan ustaż yang mengajar melakukan rapat untuk menyusun program tersebut sesuai dengann kebutuhan anak yang ada di lapas tersebut. Dalam kegiatan pelaksanaan program sudah berjalan sesuai dengan jadwal yang direncanakan. Metode yang digunakan disesuaikan dengan materi yang akan disampaikan seperti metode ceramah dan tanya jawab, metode bercerita dan metode menghafal. Penilaian yang dilakukan  adalah penilaian sikap berupa penilaian lisan bukan dalam bentuk angka. Hal yang terpenting dari program pem-binaan keagamaan yang ada di lapas adalah anak tidak mengulangi kesalahannya dan tidak kembali lagi ke lapas serta diterima dengan baik oleh masyarakat.
KEGIATAN EKSTRAKURIKULER KEAGAMAAN DI SEKOLAH DALAM MENUNJANG TERCAPAINYA TUJUAN PEMBELAJARAN PAI (Studi Deskriptif Analisis di SMP Negeri 44 Bandung Tahun Ajaran 2014/2015) Indah, Indah; Rizal, Ahmad Syamsu; Suryana, Toto
TARBAWY : Indonesian Journal of Islamic Education Vol 2, No 1 (2015): May 2015
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (242.357 KB) | DOI: 10.17509/t.v2i1.3439

Abstract

Penelitian ini mengkaji program ekstrakurikuler sebagai salah satu sarana penunjang dalam keberhasilan pembela-jaran untuk tercapainya tujuan pendidikan. Kegiatan ekstrakurikuler mempunyai efek positif pada prestasi akademik siswa serta dapat menunjang proses belajar mengajar. Sehingga keberadaan ekstrakurikuler keagamaan dipandang perlu guna menunjang ketercapaian tujuan pembela-jaran PAI. Tujuan umum dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kegiatan ekstra-kurikuler keagamaan di sekolah dalam menunjang tercapainya tujuan pembela-jaran PAI yang dilaksanakan di SMP Negeri 44 Bandung. Sedangkan tujuan khusus dari penelitian ini adalah untuk mengetahui: 1) pelaksanaan pembelajaran PAI, 2) manajemen program ekstrakurikuler keagamaan, 3) faktor pendukung dan penghambat pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler keagamaan dan 4) upaya sekolah dalam mendorong siswa mengikuti kegiatan ekstrakurikuler keagamaan. Peneliti memilih SMP Negeri 44 Bandung karena disamping memiliki ekstrakurikuler keagamaan, sekolah ini juga adalah sekolah SMP Negeri yang mengimplementasikan PAI di lingkungan sekolahnya. Untuk mendapatkan hasil penelitian, digunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif dan teknik observasi partisipasi, wawancara tak terstruktur, teknik dokumentsi serta triangulasi. Data penelitian ini bersumber dari: Kepala Sekolah, Wakasek Urusan Kesiswaan, Guru PAI serta penanggung jawab program ekstrakurikuler keagamaan di SMP Negeri 44 Bandung. Dari penelitian ini ditemukan bahwa pelaksanaan pembelajaran PAI yang dilaksanakan secara umum berjalan dengan lancar dan kondusif, sedangkan untuk pelaksanaan ekstrakurikuler keagamaan yang ada di SMP Negeri 44 Bandung, dalam manajemennya masih belum optimal. Adapun untuk faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler keagamaan dalam hal ini sekolah sudah mampu mengoptimalkan faktor pendukung yang ada serta berupaya mengantisipasi faktor penghambat yang terjadi dan secara umum SMP Negeri 44 Bandung sangat mendukung dan mendorong siswanya untuk mengikuti kegiatan ekstrakurikuler keagamaan
IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM PAI DI SDIT LUQMANUL HAKIM BANDUNG Nafiah, Fitriani; Rizal, Ahmad Syamsu; Syahidin, Syahidin
TARBAWY : Indonesian Journal of Islamic Education Vol 2, No 1 (2015): May 2015
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (241.692 KB) | DOI: 10.17509/t.v2i1.3375

Abstract

Artikel ini dilatarbelakangi oleh para pelajar yang saat ini mulai lemah karakternya sehingga di usia belia sudah gampang putus asa, terpengaruh oleh hal-hal negatif, dan sebagainya. Pelaksanaan pendidikan karakter menjadi salah satu hal yang harus dilaksanakan di jenjang pendidikan manapun, khusunya di jenjang pendidikan dasar. Hal ini dikarenakan pendidikan dasar menjadi pondasi utama bagi tumbuh kembangnya generasi muda dimasa depan. Pada saat ini, nilai-nilai pendidikan karakter sudah mulai diimplementasikan di sekolah dalam berbagai mata pelajaran, khususnya dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Islam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui lebih dalam implementasi pendidikan karakter dalam PAI di SDIT Luqmanul Hakim Bandung. Metode yang digunakan ialah metode deskriptif melalui pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, studi dokumentasi, dan triangulasi. Teknik analisis data dengan cara reduksi data, display data, dan kesimpulan. Pada perencanaan pendidikan karakter dalam PAI ketika pembelajaran di kelas mengacu pada silabus dan RPP PAI, namun tidak ada perbedaan dalam silabus dan RPP PAI. Dengan adanya evaluasi mingguan dan buku penghubung, memberikan dampak yang baik kepada siswa sehingga akhlak siswa terpantau baik secara langsung oleh setiap guru baik di lingkungan sekolah maupun di rumah. Berdasarkan hasil penelitian secara umum bahwa implementasi pendidikan karakter dalam PAI sudah cukup baik terlihat dari siswa yang menunjukkan akhlak baik dan guru yang memberikan teladan baik kepada siswanya. Siswa menunjukkan sikap mandiri, jujur, bertanggungjawab, disiplin, peduli lingkungan. Saling menghormati, dan saling menyayangi antar sesama teman dan guru
IMPLEMENTASI DAKWAH ISLAM MELALUI SENI MUSIK ISLAMI (Studi Deskriptif Pada Grup Nasyid EdCoustic) Lesmana, Luki Agung
TARBAWY : Indonesian Journal of Islamic Education Vol 2, No 1 (2015): May 2015
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (302.86 KB) | DOI: 10.17509/t.v2i1.3376

Abstract

Penulisan artikel ini dilatarbelakangi oleh kurangnya respons remaja terhadap majelis ilmu. Penyebabnya adalah minimnya inovasi dalam pelaksanaannya, sehingga membuat seseorang enggan mengikutinya. Kondisi ini diperparah dengan banyaknya kasus yang menyeret beberapa nama da’i. Hal ini akan berimbas kepada keberlangsungan dakwah serta rusaknya generasi muda Islam di masa yang akan datang. Maka dari itu nasyid lahir sebagai wujud inovasi dalam pelaksanaan dakwah Islam. Penelitian ini betujuan untuk mengetahui bagaimana perencanaan, pengor-ganisasian, pelaksanaan, serta keberhasilan dakwah Islam melalui seni musik Islami pada nasyid EdCoustic. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan datanya melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Teknik analisis data dengan cara reduksi data, display data, dan disimpulkan. Hasil penelitian menyebutkan bahwa perencanaan dakwah EdCoustic sudah baik karena terdapat landasan dakwah yang jelas, dakwahnya memiliki manfaat, didukung keilmuan yang mumpuni, memiliki analisis dakwah jangka panjang serta penentuan waktu, lokasi, biaya, materi dan metode dakwahnya. Pengorganisasian dakwah EdCoustic dikatakan sudah baik karena terdapat pembagian tugas yang jelas, penentuan orang dalam pelaksanaan tugasnya, menetapkan objek dakwahya dan membentuk kerjasama dengan para da’i lainnya. Lalu pelaksanaan dakwah EdCoustic pun sudah baik karena mencakup nilai-nilai spiritual, pemikiran, material, penguasaan lapangan dan gerakan dakwah. Namun terdapat satu hal yang disayangkan, yakni kurangnya pembukuan administrasi manajemennya.  Sementara itu keberhasilan dakwah EdCoustic dikatakan berhasil karena banyaknya respons positif dari pendengar, perubahan positif pada pendengar serta beberapa penghargaan yang EdCoustic raih selama berkiprah dalam dunia dakwahnya melalui seni musik Islami

Page 1 of 1 | Total Record : 8