cover
Contact Name
Angger Bimantara
Contact Email
anggerbimantara28@gmail.com
Phone
+6285859299642
Journal Mail Official
jurnal@stai-ali.ac.id
Editorial Address
Jl. Sidotopo Kidul 51, Surabaya, Jawa Timur Kode pos 60152
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Al-Fawa'id : Jurnal Agama dan Bahasa
ISSN : 20889593     EISSN : 27743748     DOI : https://doi.org/10.54214/alfawaid
Core Subject : Religion, Education,
Jurnal al-Fawa’id : Jurnal Agama dan Bahasa (P-ISSN: 2088-9593 dan E-ISSN: 2774-3748) adalah jurnal yang diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Agama Islam Ali bin Abi Thalib Surabaya. Sirkulasi penerbitan jurnal ini adalah 2 (dua) kali dalam setahun, yaitu di bulan maret dan september. Artikel yang dimuat berupa penelitian-penelitian tentang Agama dan Bahasa. Adapun fokus dan cakupan dari jurnal ini adalah sebagai berikut: Aqidah Agama Islam Fiqih Agama Islam Sejarah Agama Islam Pendidikan Islam Dakwah Islam Pengajaran Bahasa Asing (Bahasa Arab dan Bahasa Inggris) Sastra Bahasa Asing (Bahasa Arab dan Bahasa Inggris) Sejarah Pendidikan Bahasa Asing (Bahasa Arab dan Bahasa Inggris) Strategi Pengajaran Bahasa Asing (Bahasa Arab dan Bahasa Inggris) Media Pengajaran Bahasa Asing (Bahasa Arab dan Bahasa Inggris)
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 11 No 2 (2021): September" : 7 Documents clear
Kajian Historis Pendidikan Islam di Cordova: (Masa Daulah Bani Umayyah Khalifah ʿAbdu Al-Rahmān Al-Nāṣir) Maryono Maryono; Riftian Ageng Laksono
Jurnal Al-Fawa'id : Jurnal Agama dan Bahasa Vol 11 No 2 (2021): September
Publisher : STAI Ali bin Abi Thalib Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (327 KB) | DOI: 10.54214/alfawaid.Vol11.Iss2.162

Abstract

Cordova is one of the cities that became the center of the development of Islamic knowledge in the West during the reign of the Umayyah Dynasty II in Andalusia (now known as Muslim Spain). During the reign of ʿAbdu Al-Rahmān Al-Nāṣir, Cordova became the most cultured city in Europe, and together with Constantinople and Baghdad, became one of the three cultural centers in the world. This paper aims to describe the intellectual development and knowledge of Islam in Cordova during the Caliph ʿAbdu Al-Rahmān Al-Nāṣir, the Umayyah Dynasty. The method used in this research is descriptive analysis with a historical approach. This method is a process of critically examining and analyzing past records and relics in the form of written text. The results of the literary analysis carried out show that Cordova has made progress in science and culture since it was ruled by the Amirs of Umayyah descent who stood alone apart from the power of the Abbasids in Baghdad. The triumph of Islamic science in Andalusia is very large in Europe, both in science, science, fiqh, language, and literature. The triumph of Islam and intellectual and scientific development to be seen since the Umayyah Dynasty Caliph ʿAbdu Al-Rahmān Al-Nāṣir. Islamic education materials that develop and expand are the Qur'an, theology, Arabic grammar, poetry, lexicography, history, and geography. ʿAbdu Al-Rahmān Al-Nāṣir built a university and developed a library. The University of Cordova stands majestically and becomes an icon of Andalusia so that Andalusia is famous throughout Europe. This university stands upright with the Abdurrahman III Mosque, which in the end developed into a famous higher education equivalent to Al Azhar University in Cairo and Nizamiyah University in Baghdad. Another institution that is the center of scientific civilization and intellectual development is the library. The library is provided for the wider community as a means of learning science. The development of books also increased after the discovery of paper technology in the Islamic world.
Ulama Salaf dan Khalaf Fadlan Fahamsyah
Jurnal Al-Fawa'id : Jurnal Agama dan Bahasa Vol 11 No 2 (2021): September
Publisher : STAI Ali bin Abi Thalib Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4092.03 KB) | DOI: 10.54214/alfawaid.Vol11.Iss2.163

Abstract

Al-Qur’an dan as-Sunnah merupakan sumber hukum Islam yang harus dipegang teguh oleh pemeluknya. Al-Qur’an sebagai wahyu dari Allah berisi pedoman-pedoman ilahiyah untuk membimbing umat manusia dalam berinteraksi dengan Tuhannya, dengan sesamanya, bahkan dengan alam semesta, begitu juga dengan Hadits nabi yang merupakan dokumentasi hidup Nabi Muhammad shallallahun ‘alaihi wasallam yang berisi perkataan, perbuatan, keputusan, sifat fisik maupun akhlak yang harus diteladani oleh kaum muslimin. Meskipun al-Qur’an dan as-sunnah telah disepakati sebagai sumber hukum Islam, akan tetapi dalam mengaplikasikan kedua sumber hukum Islam tersebut terjadi perbedaan di antara para ulama Islam, hal itu dikarenakan adanya pendekatan yang berbeda dalam menginterpretasiakan keduanya. Secara umum, kerangka pikir para ulama ada dua, yaitu ulama’ salaf  yang sangat terikat kuat dengan teks-teks agama dan kaum khalaf (rasionalis) yang berhaluan kontekstual. Dari dua sudut pandang pemahaman yang berbeda inilah muncul perselisihan pendapat yang sangat tajam antara kaum salaf yang berorientasi pada Bahasa atau harfiah serta dogma-dogma agama, dengan kaum kontektualis yang melihat dalil dari segi siyaqoh (Konteks) yaitu   dengan melihat  sisi social, history dan antropologi. Makalah ini mencoba untuk menjelaskan dua pemahaman tersebut, yakni pemahaman ulama salaf dan khalaf.
Faʿāliyah al-Ḥiṣṣah al-Dirāsiyyah fī Taʿlīm ʿan Buʿd Kitāb al-Ḥadith al-Awwal bi Jāmiʿah ʿAliy bin Abī Ṭālib al-Islāmiyyah bi Surabaya al-ʿĀm al-Dirāsiy 2020-2021 al-Awwal fī Zamani Jāʾihah Corona Endro Wibowo
Jurnal Al-Fawa'id : Jurnal Agama dan Bahasa Vol 11 No 2 (2021): September
Publisher : STAI Ali bin Abi Thalib Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3745.252 KB) | DOI: 10.54214/alfawaid.Vol11.Iss2.164

Abstract

The new coronavirus pandemic has forced STAI Ali bin Abi Thalib Surabaya to close face-to-face learning in class and change the learning model to distance learning via the internet. The purpose of this study was to determine the effectiveness of the duration of face-to-face online lecture for learning hadits awwal course at STAI Ali bin Abi Thalib Surabaya. This research is a quantitative research using an experimental approach using a control class and an experimental class. The students in control class had face-to-face online lectures via the zoom application about 50 minutes a week and they also had lecture assignments, meanwhile the students in experimental class have of face-to-face lectures online about 100 minutes a week without being given assignments. This study uses two variables, the first is the duration of lecture hours as the independent variable and the value of learning outcomes as the dependent variable. The data was processed using the independent sample t test with the help of the SPSS program. The results of the research show that H0 is rejected and Ha is accepted. Thus, it can be concluded that there is a significant difference between the average student learning outcomes in the control class and the experimental class where the experimental class learning outcomes have a higher average learning outcome. 
Metode Pendidikan Nabawi dengan Menggunakan Isyarat Jari: (Studi Content Analysis Hadis) Oscar Wardhana Windro Saputro
Jurnal Al-Fawa'id : Jurnal Agama dan Bahasa Vol 11 No 2 (2021): September
Publisher : STAI Ali bin Abi Thalib Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (741.771 KB) | DOI: 10.54214/alfawaid.Vol11.Iss2.165

Abstract

Metode  pembelajaran pada dasarnya adalah sesuatu yang bisa dipilih dalam proses pembelajaran agar pembelajaran menjadi efektif dalam efeknya terhadap peserta didik. Pendidikan Islam memiliki beraneka ragam metode pembelajaran  yang diambil dari Al-Qur’an dan Al-Hadith yang telah dijelaskan para ulama dan pendidik dalam Islam. Sebaik-baik pendidik dan sauri tauladan adalah Nabi Muhammad ṣallallāh ʿalaih wasallam , maka metode pembelajaran beliau adalah yang paling baik dan paling bermanfaat. Diantara metode pembelajaran atau pendidikan Nabi ṣallallāh ʿalaih wasallam adalah metode dengan menggunakan isyarat jari , yang mana  hal tersebut menjadi fokus pembahasan dalam penelitian ini , dengan bahasan pengertian dan tujuan-tujuannya. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi pustaka. Sumber data primer penelitian ini adalah kitab-kitab induk dalam ilmu Hadith , adapun sumber data sekunder buku-buku, syarḥ hadīth dan data-data lain yang berkaitan dengan penelitian. Hasil peneltian ini menunjukan bentuk metode pembelajaran nabawi menggunakan isyarat jari dilihat dari jari jemari yang digunakan, adalah : menggunakan sepuluh jari, lima jari, dua jari, dan salah satu jari. Adapun menurut  posisi dan bentuk penggunaan isyarat jari maka dapat kita klasifikasi sebagai berikut : Menggabungkan seluruh jari jemari, membuat gerakan dengan jari, menghitung jari, menunjuk dengan satu jari, berisyarat dengan dua jari, dan membuat lingkaran. Adapun tujuan dan makna dari metode pembelajaran nabawi menggunakan isyarat jari, adalah : Visualisasi dan penekanan makna seperti kedekatan, persatuan dan kesamaan, menunjukkan jumlah, dan menunjukkan tempat.
An Analysis Of Students’ Sentences With Inverted Subjects And Verbs Error Found In Tmi’s Toefl Preparation Class Agung Pranoto Kadiatmaja
Jurnal Al-Fawa'id : Jurnal Agama dan Bahasa Vol 11 No 2 (2021): September
Publisher : STAI Ali bin Abi Thalib Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2766.695 KB) | DOI: 10.54214/alfawaid.Vol11.Iss2.166

Abstract

The research is to find out the types of error analysis in students’ sentences and the most dominant types of error analysis in students’ sentences. This research uses qualitative method to look into errors in the second language acquisition and to collect empirical data. This method is applied to get the accurate data collection. The object of the research is students’ practice randomly taken from twelve advanced students of TOEFL Preparation Class – The Mushlih Institute (TMI) Surabaya. In acquiring the result of this error analysis, surface strategy taxonomy is applied to investigate more details. It is limited on the students’ sentences with inverted subjects and verbs error in their practice consisting of four error types. In summary, the types of sentences with inverted subjects and verbs errors produced by the students are (1) omission appearing 49 times or 79,03% of all, (2) addition appearing 9 times or 14,52% of all, (3) misordering appearing 3 times or 4,84% of all, and (4) misformation appearing a time or 1,61% of all. According to the research findings, the most dominant type of sentences with inverted subjects and verbs error is omission.
Efektivitas Penggunaan Aplikasi Zoom dalam Pembelajaran Mata Kuliah Hiwar di STAI Ali Bin Abi Thalib Surabaya Moch. Danu Kurniadi
Jurnal Al-Fawa'id : Jurnal Agama dan Bahasa Vol 11 No 2 (2021): September
Publisher : STAI Ali bin Abi Thalib Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2615.197 KB) | DOI: 10.54214/alfawaid.Vol11.Iss2.167

Abstract

Since the COVID-19 pandemic has spread widely, universities must adjust their curriculum programs to an online system that is supported by various existing media. One of the media that is often used is the Zoom Meeting application. STAI Ali Bin Abi Talib as one of the universities in the field of education that implements an online system in its program during this pandemic has also used the Zoom Meeting application in its learning activities. However, so far the implementation of the Zoom meeting application as an official medium on campus that is used many times for teaching and learning, there has been no evaluation, especially regarding Hiwar's courses. This evaluation is a study that aims to determine the effectiveness of using the Zoom application program in the Hiwar course. This evaluation is also to find out what problems can be revealed while using this application program. This research is a descriptive field research through a qualitative approach with interviews, observations, and questionnaires. The research results obtained are, (1) The online learning system using the Zoom Meeting Application, especially the Hiwar subject, is literally effective, judging from the percentage of correspondence, the learning program is very well implemented, the level of activeness and understanding of students in the subject matter gets an assessment of around 91.7%. The learning evaluation was carried out well by Zoom Meeting and achieved a rsting around 86.1% (2) there are still many other obstacles in using this program, especially regarding the limited internet quota, signals, gadgets, and an unsupported environmental system.
Min ʾAhamm ʾAhdāf al-Tarbiyah al-Islāmiyyah Iṣlāḥ Nafs al-Muta`allim Mubarak Bamualim
Jurnal Al-Fawa'id : Jurnal Agama dan Bahasa Vol 11 No 2 (2021): September
Publisher : STAI Ali bin Abi Thalib Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2325.279 KB) | DOI: 10.54214/alfawaid.Vol11.Iss2.168

Abstract

Islam datang dengan kurikulum yang komprehensif dan sangat lurus dalam membangkitkan jiwa, membesarkan generasi, membentuk bangsa, membangun peradaban, dan meletakkan dasar-dasar kemuliaan dan peradaban. Ini tidak lain adalah untuk mengubah umat manusia yang terjerumus dari kegelapan kemusyrikan, kebodohan, kesesatan dan kekacauan menjadi cahaya tauhid, pengetahuan, bimbingan dan stabilitas. Islam telah menaruh perhatian tinggi dalam mendidik anak sejak dini, dan bahkan sebelum menikah, bahkan merupakan pemerhatian besar yang tidak tertandingi oleh agama dan ajaran lain mana pun dalam hal ini. Rasulullah -shallallahu 'alaihi wa sallam- telah menginstruksikan laki-laki umat ini untuk menikah dengan seorang wanita yang sholehah, memiliki pemahaman agama dan akhlak yang baik. Sebagaimana yang telah diriwayatkan oleh Abu Hurairah. Bahwasannya Rasulullah -shallallahu 'alaihi wa sallam- bersabda: "Wanita itu dinikahi karena empat hal, karena hartanya, karena keturunannya, karena kecantikannya dan karena agamanya. Maka pilihlah karena agamanya, niscaya kamu akan beruntung." Hal ini senada dengan sabda Nabi Islam -shallallahu 'alaihi wa sallam- tentang pendidikan para anak perempuan dan memerintahkan mereka untuk menikah dengan siapa pun yang datang untuk meminang salah satu anak perempuan mereka jika dia saleh, religius dan bermoral. “Jika ada yang datang kepada kalian mau meminang, seseorang yang kalian meridhoi agama dan akhlaknya maka nikahkanlah dia, kalau tidak maka akan terjadi fitnah di muka bumi dan kerusakan yang meluas”. Sebagaimana Firman Allah Subhanahu wa Ta`ala: “Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). Bagi mereka ampunan dan rezeki yang mulia (surga)” Hidayah dari Allah serta petunjuk dari Nabi ini dapat diperoleh kesempurnaan dan ketakwaan para pemuda dan pemudi dalam waktu masa depan yang dekat dengan kita yaitu kehidupan dunia. Dan kehidupan yang jauh yaitu kehidupan abadi di akhirat.

Page 1 of 1 | Total Record : 7