Journal of Islamic Philanthropy and Disaster
JOIPAD is a journal published by the Faculty of Islamic Economics and Business IAIN Ponorogo. JOIPAD accepts original scientific writings that have never published in the field of development of zakat, waqf, and infaq management in Indonesia and the world as well as problems related to philanthropy and non-profit institutions, including conceptual thoughts, research reports, case reports, application of theory, critical studies and literature reviews.
Articles
97 Documents
Persepsi Masyarakat Indonesia Terhadap Zakat Pertanian
Indayani, Sulis -;
Azis, Mansur -
Journal of Islamic Philanthropy and Disaster (JOIPAD) Vol. 3 No. 1 (2023): January-June 2023
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Ponorogo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21154/joipad.v3i1.6133
Desa broto salah satu desa yang terletak di kecamatan slahung kabupaten ponorogo dimana rata-rata masyarakatnya berprofesi di sektor pertanian, luas desa broto mencapai 453 Ha, dan luas tanah sawa disana sampai 60 Ha. Jadi dilihat dari sektor pertanian di desa broto ini cukup luas dan dalam pembayaran zakatnya seharusnya masyarakat desa broto sudah mengetahui kewajiban dan ketentuan dalam membayar zakat pertanian.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi Persepsi Masyarakat Terhadap Zakat Pertanian di Ponorogo dengan adanya penelitian ini peneliti berharap supaya masyarakat desa Broto lebih mengetahui lagi mengenai ketentuan dalam pembayararan zakat pertanian. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif yang dimana dalam mendaptkan data peneliti menggunakan sistem wawancara. hasil penelitian ini adalah 1) kesadaran masyarakat untuk membayar zakat hasil pertanian sangat tinggi dan sebagian besar dari masyarakat sudah megetahui adanya wajib zakat yang harus di keluarkan saat habis panen, hal tersebut dipengaruhi dari pengalaman yang dilakukan dan sudah menjadi kebiasaan bagi mereka karna kegiatan itu sudah menjadi tugas turun-temurun dari nenek moyang mereka sehingga masyarakatanya sudah terbiasa untuk mengelurkan pertanian. 2) masyarakat Ponorogo terbiasa memberikan atau membayar zakat secara langsung kepada masyarakat ikut membantu manen pertaniannya tanpa menyeleksi apakah masuk aktegori mustahik atau bukan, akan tetapi ketika memberikannya kepada masyarakat sekitar mereka menyeleksi yang benar-benar layak untuk menerimanya. 3) dalam pembayaran zakat pertanian, mereka menyimpulkan bahwa zakat dapat membantu masayarakat yang lebih membutuhkan, mereka merasa sangat berguna bagi orang lain karena sedikit banyak ekonomi mustahik bisa sedikit terbantu.Abstract: Broto Village is one of the villages located in Slahung District, Ponorogo Regency where the average community works in the agricultural sector, the area of Broto Village reaches 453 Ha, and the area of rice fields there is up to 60 Ha. So judging from the agricultural sector in Broto Village, it is quite extensive and in paying zakat, the people of Broto Village should already know the obligations and conditions in paying agricultural zakat.The purpose of this study is to determine the perception of Community Perception of Agricultural Zakat in Ponorogo with this study, researchers hope that the people of Broto village will know more about the provisions in paying agricultural zakat. The research method used is a qualitative descriptive method where in obtaining data researchers use an interview system. The results of this study are 1) Public awareness to pay zakat for agricultural products is very high and most of the people already know that there is a mandatory zakat that must be issued when the harvest runs out, it is influenced by the experience carried out and has become a habit for them because the activity has become a hereditary task from their ancestors so that the communityIt is accustomed to spawning agriculture. 2) the people of Ponorogo are accustomed to giving or paying zakat directly to the community to help their agricultural manen without selecting whether it is included in the mustahik category or not, but when giving it to the surrounding community they select those who really deserve to receive it. 3) In the payment of agricultural zakat, they concluded that zakat can help people who are more in need, they feel very useful for others because more or less the economy must be helped a little..
ANALISIS SWOT STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA BATIK BERKAH MOJO
NURROZAQKUL, AHMAD FATTAH
Journal of Islamic Philanthropy and Disaster (JOIPAD) Vol. 3 No. 2 (2023): July-December 2023
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Ponorogo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21154/joipad.v3i2.6295
Banyaknya pertumbuhan sektor industri mengakibatkan semakin ketatnya persaingan dalam dunia usaha. Tidak sedikit perusahaan yang mengalami kegagalan atau gulung tikar akibat tidak adanya perencanaan dalam proses pengembangan usaha, khususnya dalam industri batik yang masih kental dengan warisan budaya bangsa. Salah satunya adalah UMKM Batik Berkah Mojo yang merupakan usaha pengrajin batik yang menggunakan pewarna alami dari tumbuh-tumbuhan dengan mempunyai ciri khas yaitu motif Jombangan yang menggambarkan bagaimana kehidupan masyarakat Jombang. Tujuan penelitian ini dilakukan adalah untuk menganalisis strategi pengembangan usaha batik Berkah Mojo menggunakan analisis SWOT. Penelitian ini merupakan jenis penelitian lapangan dengan menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data primer diperoleh dari hasil wawancara mendalam dengan narasumber. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa usaha Batik Berkah Mojo tersebut merespon diketahui setelah menggunakan kekuatan dengan peluang dan strategi SO, maka diperoleh untuk meningkatkan mutu produk dan meningkatkan promosi. Dan pada strategi ST diperoleh hasil meningkatkan minat wirausaha batik dan meningkatkan meningkatkan kesadaran dan kecintaan masyarakat akan produk batik. Begitu pula dengan strategi WO diperoleh hasil untuk meningkatkan skala usaha serta perlu diadakan usaha-usaha untuk mengembangkan kualitas SDM. dan terakhir yaitu strategi WT dapat diperoleh hasil untuk meningkatkan kerjasama antar pengusaha/ pengrajin batik serta meciptakan dan meningkatkan inovasi-inovasi baru motif batik serta dapat menciptakan branding
Sistem Kerja Sama Permodalan Di Usaha Barbershop Donjoe Dalam Akad Mudharabah
Wahyu, agungwahyu wahyu
Journal of Islamic Philanthropy and Disaster (JOIPAD) Vol. 3 No. 2 (2023): July-December 2023
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Ponorogo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21154/joipad.v3i2.6317
Abstrak: Dalam sebuah usaha kepercayaan merupakan hal penting yang harus diperhatikan, usaha Barbershop Donjoe terdapat dua pihak yang melakukan kerja sama. Pihak pertama sebagai pemodal dan pihak kedua sebagai pengelola, dalam perjalanannya pihak kedua sebagai pengelola diberikan kepercayaan penuh dari pihak pertama. Pembagian hasil pada usaha Barbershop Donjoe adalah 50:50 sehingga kedua pihak sama – sama di untungkan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui sistem kerja sama permodalan di usaha Barbershop Donjoe dalam akad mudharabah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan analisis Deskriptif objek usaha Barbershop Donjoe. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dan observasi. Dengan menggunakan teknik analisis data secara induktif, dimana peneliti melakukan pengamatan terkait sistem kerja sama permodalan di usaha Barbershop Donjoe dalam akad mudharabah secara keseluruhan, sehingga peneliti dapat menarik kesimpulan secara keseluruhan. Hasil dari penelitian ini adalah Pelaksanaan kerjasama sudah sesuai dengan teori, dilihat dari Modal usaha Barbershop Donjoe itu dimiliki oleh Edy sebagai (shohibul mal). Dimana pemilik modal memberikan modal awal sebesar Rp. 60.000.000 untuk semua kebutuhan usaha Barbershop kepada pengelola (mudarib) yaitu Reza. Pemilik usaha dengan pengelola melakukan kesepakatan kerja sama yaitu 50:50, dimana laba yang didapatkan setelah omset dikurangi dengan biaya operasional. Dalam pelaksanaan kerja sama pada usaha Barbershop Donjoe pemilik modal mendapatkan keuntungan yang dibagi dua dengan pengelola, keuntungan yang di dapat dari omset perbulan dikurangi biaya operasional kemudian keuntungan bersih dibagi dua antara pemilik modal dan pengelola. Kerja sama bagi hasil 50:50 dengan ketentuan omset rata-rata perbulan sebesar Rp. 14.000.000 dikurangi biaya operasional perbulan seperti pembelian silet, bedak, minyak rambut, listrik, beban karyawan dan biaya tambahan lainnya sebesar Rp. 7.000.000, kemudian sisa omset bersih sebesar Rp. 7.000.000 dibagi dua. Pendapatan bersih sebesar Rp. 7.000.000 dibagi dua, jadi pemilik modal mendapat keuntungan sebesar Rp. 3.500.000 perbulannya, kemudian pengelola mendapat keuntungan sebesar Rp. 3.500.000 perbulannya.
MODEL KINERJA MANAJAMEN SUMBER DAYA MANUSIA PADA LEMBAGA AMIL ZAKAT YDSF MALANG DI ERA DISRUPSI DIGITAL
Wijaya, Buana Handa
Journal of Islamic Philanthropy and Disaster (JOIPAD) Vol. 3 No. 2 (2023): July-December 2023
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Ponorogo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21154/joipad.v3i2.6410
Keberhasilan YDSF Malang dalam pengelolaan dan penyaluan dana ZIS tidak terlepas dari peran para karyawan yang saling bersinergi dalam mendukung kesuksesan tujuan lembaga. Pada era disrupsi digital, dalam menunjang peningkatan kinerja karyawan/ prestasi kerja karyawan dibutuhkan beberapa aspek penunjang, salah satunya dengan menggunakan teknologi. Penelitian ini merupaka jenis penelitian lapangan yang disusun menggunakan analisis deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Pemaparan pada jurnal ini diharapkan mampu menunjukkan eksistensi dan kapabilitas lembaga amil zakat dalam mengahadapi transformasi perubahan zaman di era disrupsi digital. Pada jurnal ini akan diketahui implikasi penggunaan teknologi terhadap perubahan pelaksanaan MSDM di YDSF Malang, pada kegiatan perekrutan, dan seleksi, pelatihan karyawan, hingga pemberian kompensasi. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa teknologi memiliki implikasi positif terhadap efisiensi pelaksanaan MSDM di YDSF Malang. Teknologi baru yang diterapkan dalam pengelolaan MSDM YDSF Malang merupakan upaya membentuk budaya kerja baru dalam organisasi di era disrupsi digital. Optimalisasi penggunaan teknologi dalam mendukung efisiensi pelaksanaan MSDM dapat berjalan baik apabila dilaksanakan sesuai dengan SOP, dan disertai pengawasan/pengontrolan dari jajaran manajemen
How Zakat Responds to the Global Recession? An Implementation From Indonesia’s National Zakat Regency (BAZNAS)
Fitriani, Aprilya
Journal of Islamic Philanthropy and Disaster (JOIPAD) Vol. 3 No. 2 (2023): July-December 2023
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Ponorogo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21154/joipad.v3i2.7287
The global recession is an economic phenomenon that can have a significant negative impact on various sectors of life, especially for more vulnerable people. In this context, this study aims to examine the role of Zakat in overcoming the impact of the global recession. Research Methods: This study uses a literature review approach by analyzing related documents. The data obtained is analyzed thematically to identify various mechanisms and strategies that can be used by Zakat in overcoming the impact of the global recession. Finding/Results: The results of the study show that zakat has great potential in making a significant contribution to overcoming the impact of the global recession. The role of zakat can be seen from several aspects, including Redistribution of Wealth, Economic Empowerment, and Improved Social Welfare. Conclusion: The findings of this study indicate that zakat can play a role in minimizing the impact of the global recession. This study is limited to the portrait of zakat management by the government, which is reflected in innovative zakat utilization programs but has not looked specifically at the direct benefits of zakat in improving the standard of living of the economy, one of which is through saving activities. In line with this, further research is needed on the integration of zakat in increasing economic activity and investment.
PENGARUH PENDAPATAN, EDUKASI DAN RELIGIUSITAS TERHADAP MINAT MUZAKKI DALAM MEMBAYAR ZAKAT PROFESI DI BAZNAS KOTA TANGERANG
Ikhwannusofa, Muhammad;
Ichsan, Nurul
Journal of Islamic Philanthropy and Disaster (JOIPAD) Vol. 3 No. 2 (2023): July-December 2023
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Ponorogo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21154/joipad.v3i2.7289
This study aims to analyze the factors that influence the interest of muzakki in paying professional zakat at BAZNAS Tangerang City. The independent variables in this study are income, education and religiosity and the dependent variable is the interest of muzakki in paying zakat. The population in this study is the muzakki of BAZNAS Tangerang City, with a total sample of 100 respondents. The sampling technique used was non-probability sampling with accidental sampling or convenience sampling. The data used was obtained by distributing questionnaires through google form. The results showed that there was a positive and significant influence between each variable, namely income (X1) with a value of 0.315, education (X2) with a value of 0.168 and religiosity (X3) with a value of 0.219 on muzakki's interest in paying zakat (Y).
Strategi Fundraising Program Koin NU di LAZISNU Desa Mrican Jenangan Ponorogo
Alvan Yahya Kusuma;
Muhtadin Amri
Journal of Islamic Philanthropy and Disaster (JOIPAD) Vol. 4 No. 1 (2024): January-June 2024
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Ponorogo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21154/joipad.v4i1.9196
The zakat infaq alms collection program is an effort to fulfill religious obligations and support various social activities. One of the popular programs is the infaq box program. This research analyzes the collection strategy for the donation box program at LAZISNU Mrican. This research uses a qualitative approach with data analysis methods involving thematic analysis. The research results show that the fundraising strategies for the NU coin program at LAZISNU Mrican used were dialogue fundraising strategies, corporate fundraising strategies, multichannel fundraising strategies, and strategies for maintaining donor loyalty. Low levels of awareness, economic limitations, lack of knowledge, and field factors are inhibiting factors. Meanwhile, the supporting factors in the donation box program are community support, the majority of NU residents, and transparency. Raising ZIS funds through the NU coin program at LAZISNU in Mrican village can have a broad positive impact on the community, increasing social welfare and the independence of the people.
Analisis Swot Terhadap Pengetahuan Wakaf Uang Masyarakat Desa Banaran Kecamatan Geger
Ayatusyifaq, Annafi;
Muhtadin Amri
Journal of Islamic Philanthropy and Disaster (JOIPAD) Vol. 4 No. 1 (2024): January-June 2024
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Ponorogo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21154/joipad.v4i1.9326
The people of Banaran Village, Geger District, Madiun Regency have long been familiar with the practice of cash waqf. Instead of following waqf innovation to advance villages to become more productive. The people of Banaran Village, Geger District, Madiun Regency prefer to use waqf funds for the construction or renovation of buildings around the village. This is motivated by the lack of public knowledge regarding cash waqf innovation. This research aims to determine the strengths, weaknesses, opportunities and threats that exist in Banaran Village, Geger District, Madiun Regency. And SWOT analysis in Banaran Village. This research uses field research with a descriptive qualitative approach. The research results show that the knowledge of the people of Banaran Village, Geger Madiun District is still limited to the concept of cash waqf. Most people understand that cash waqf is used only for development. Even though this village has large potential for waqf funds, productive waqf innovations for the welfare of the people have not been implemented. The results of the SWOT analysis show the results of quadrant 4. This has positive value to be utilized by Banaran Village for the progress of the village
Konsepsi Zakat Untuk Papan Perspektif Fukaha Kontemporer
Waluya, Atep Hendang;
Sofyan, Syaakir;
Matondang, M. Reza Prima;
Mulauddin, Aforisma
Journal of Islamic Philanthropy and Disaster (JOIPAD) Vol. 4 No. 1 (2024): January-June 2024
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Ponorogo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21154/joipad.v4i1.9417
Islam views that clothing, food and shelter are ḍarūriyyat matters in order to safeguard the human soul. This study aims to analyze the various opinions of contemporary scholars about the utilization of zakat for housing for the poor. The method used in this research is a qualitative method with a literature study pattern. The results of this study indicate that the jurists agree that zakat may be distributed for the needs of the poor because it includes their basic needs, but in terms of the mechanism they have different opinions and are divided into two opinions. First, zakat may be utilized to rent houses for the poor, but may not build or buy houses for them. Second, zakat may be used to build, buy or rent houses for the poor. The reason for the first group not allowing zakat funds to build houses for the poor is because the construction of houses requires large funds, and can result in other poor people not receiving zakat funds and may not give zakat funds for more than one year's needs for the poor. As for those who allow zakat funds to be used to build houses or buy houses for the poor, they reason that there is no argument forbidding or ordering it and may provide zakat funds continuously to the poor.
Implementasi Pengelolaan Filantropi Islam di MA Miftahul Ulum: Filantropi Islam
Mas Rukhin, Mas Rukhin Lubabul Huda;
Mas Rukhin
Journal of Islamic Philanthropy and Disaster (JOIPAD) Vol. 4 No. 1 (2024): January-June 2024
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Ponorogo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21154/joipad.v4i1.9419
Permasalahan dari masa kamasa bangsa negara indonesia kian kompleks. Tantangan menghadapi bonus demografi. Inflasi ekonomi, bencana alam dan masih banyak. Pendidikan menjadi sebagai upaya untuk menangulangi persoalan teserbut. Sehingga pendidikan menjadi tanggung jawab secara bersama-sama. Lembaga pendidikan menjadi salah satu bagian dari proses pendidikan yang ada sekarang. Lembaga pendidikan masih perlu dipedulikan karena sebagai wahana dalam mencari pengetahuan bagi masyarakat. Filantropi islam dalam lembaga pendidikan menjadikan upaya strategi lembaga pendidikan agar mampu mempersiapkan serta menjawab tantangan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengelolaan, hambatan serta dukungan filantropi islam di MA Miftahul ulum. Penenilitian ini dengan mengunakan metode Kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data penelitian dengan cara Observasi, Dokumentasi, dan wawancara. Pengelolaan filantropi islam di MA Midftahul ulum terdapat pengelolaan Infaq Bulanan maupun harian serta menerima dan memebrikan Shodaqoh. Keberlangsungan filantropi islam di MA Mifitahul ulum didukung oleh berbagai pihak internal lembaga dan eksternal madrasah atau Masyarakat. terdapat sedikit kurang memahami konsep filantropi islam sebagai salah satu hambatan dalam penerapan filantropi islam.