cover
Contact Name
Mansur Azis
Contact Email
mansur4215@gmail.com
Phone
+6281224061986
Journal Mail Official
joipad@iainponorogo.ac.id
Editorial Address
Rumah Jurnal FEBI Kampus 2 IAIN Ponorogo, Jl. Puspita Jaya, Pintu, Jenangan, Ponorogo
Location
Kab. ponorogo,
Jawa timur
INDONESIA
Journal of Islamic Philanthropy and Disaster
ISSN : 28078071     EISSN : 28077113     DOI : https://doi.org/10.21154/joipad
JOIPAD is a journal published by the Faculty of Islamic Economics and Business IAIN Ponorogo. JOIPAD accepts original scientific writings that have never published in the field of development of zakat, waqf, and infaq management in Indonesia and the world as well as problems related to philanthropy and non-profit institutions, including conceptual thoughts, research reports, case reports, application of theory, critical studies and literature reviews.
Articles 102 Documents
Pemberdayaan Keluarga Janda Kurang Mampu Melalui Program Emak Yatim Berdikari Di LAZ Persada Jatim Cabang Sidoarjo Umar Farok
Journal of Islamic Philanthropy and Disaster (JOIPAD) Vol. 4 No. 1 (2024): January-June 2024
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/joipad.v4i1.9464

Abstract

Program Emak Yatim Berdikari merupakan salah satu program pendayagunaan zakat produktif oleh LAZ Persada Jatim Cabang Sidoarjo dalam upaya pemberdayaan masyarakat untuk meningkatkan roda perekonomian. Sasaran utama dari program Emak Yatim Berdikari adalah keluarga janda kurang mampu yang memiliki usaha mikro. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis program Emak Yatim Berdikari yang dilaksanakan oleh LAZ Persada Jatim Cabang Sidoarjo dan perannya dalam meningkatkan perekonomian para mustahik, yaitu keluarga janda kurang mampu. Jenis penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan metode pengumpulan data yang dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program Emak Yatim Berdikari dimulai sejak tahun 2022 hingga saat ini terdapat 5 mustahik yang dibina secara berkelanjutan. Program Emak Yatim Berdikari dilaksanakan oleh LAZ Persada Jatim Cabang Sidoarjo mulai dari perencanaan, pelaksanaan dengan memberikan sejumlah dana sebesar Rp 500.000,- sebagai pengembangan usaha tanpa pengembalian, dan pengawasan yang dilakukan dengan kunjungan rutin setiap bulan untuk memberikan pembinaan mengenai usaha yang dijalankan. Dengan adanya program Emak Yatim Berdikari dapat menambah pengetahuan mustahik tentang pemasaran produknya, sehingga dapat meningkatkan kuantitas penjualan produk yang selanjutnya dapat menambah penghasilan dan meningkatkan perekonomian para mustahik, yaitu keluarga janda kurang mampu.
STRATEGI PRAKTIK PENDISTRIBUSIAN ZAKAT DI DESA CAMPAKA MASJID NURUL ANFAL: STRATEGI PRAKTIK PENDISTRIBUSIAN ZAKAT DI DESA CAMPAKA MASJID NURUL ANFAL SAIE, MOH
Journal of Islamic Philanthropy and Disaster (JOIPAD) Vol. 4 No. 2 (2024): July-December 2024
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/joipad.v4i2.9840

Abstract

This Study highlights the importance of distributing zakat through the mosque to enhance the community's welfare in Desa Campaka, Kecamatan Pasongsongan, and Kabupaten Sumenep. The research conducted at Masjid Nurul Anfal aimed to understand the strategy of distributing zakat to transform recipients (mustahik) into contributors (muzakki) through the Sejahtera program and identify obstacles in zakat distribution. The study utilised an institutional zakat management approach with a qualitative method, gathering primary data from the research object and secondary data from relevant documents. The findings indicated that the zakat distribution strategy through the Sejahtera program at Masjid Nurul Anfal effectively transformed mustahik into muzakki, significantly benefiting the welfare of the community in Desa Campaka. The research concluded that zakat distribution through the Sejahtera program at Masjid Nurul Anfal plays a crucial role in the transformation of recipients into contributors. To enhance program effectiveness, regular evaluations and improved coordination among stakeholders are recommended.
Strategi Fundraising Dana Zakat BAZNAS kabupaten Jombang Untuk Meningkatkan kepercayaan Muzakki Yanti nur; Ridho Rokamah
Journal of Islamic Philanthropy and Disaster (JOIPAD) Vol. 4 No. 2 (2024): July-December 2024
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/joipad.v4i2.9846

Abstract

Penghimpunan (fundraising) merupakan suatu proses mempengaruhi masyarakat baik perseorangan sebagai individu atau perwakilan masyarakat maupun lembaga agar menyalurkan dana atau sumber dananya kepada organisasi atau lembaga pengelolaan zakat. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk menganalisis bagaimana strategi fundraising yang diterapkan BAZNAS Kabupaten Jombang dalam meningkatkan kepercayaan muzakki, faktor pendukung dan penghambat strategi fundraising BAZNAS Kabupaten Jombang, serta dampak strategi fundraising dana zakat BAZNAS Kabupaten Jombang terhadap tingkat kepercayaan muzakki. Jenis penelitian yang digunakan oleh peneliti ini adalah field research (penelitian lapangan) dengan menggunakan metode penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi kepada wakil ketua BAZNAS kabupaten jombang serta karyawan divisi penghimpunan.Dalam penelitian ini dapat disimpulkan bahwa strategi fundraising yang dilakukan BAZNAS Kabupaten Jombang dalam meningkatkan kepercayaan muzakki yaitu Identifikasi donatur, Penggunaan metode fundraising, Penggelolaan dan pemantauan donatur, Monitoring dan evaluasi. Faktor penghambat dalam penerapan strategi: kesadaran masyarakat yang masih rendah, kepercayaan. Faktor pendukung BAZNAS kabupaten jombng yaitu letak wilayah yang strategis, dan legalitas hukum yang berlaku. Kemudian dampak yang dialami BAZNAS kabupaten jombang setelah menerapan strategi fundraising secara online dengan mencakup even, transfer langsung, qris. Sedangkan strategi secara offline dengan penggunaan direct email, upz, pemerintah daerah, jemput zakat, dan kampanye media. Dari dua strategi fundraising yang diterapkan BAZNAS Kabupaten Jombang strategi secara online melaui transfer yang lebih efektif dan terbukti selalu meningkatkan penghimpunan setiap tahunnya dan terbukti semakin meningkat kepercayaan muzakki terhadap BAZNAS.
Baznas Microfinance Desa for Microenterprises Empowerment within The SGDs Framework Kasanah, Nur; Setyawan, Agus
Journal of Islamic Philanthropy and Disaster (JOIPAD) Vol. 4 No. 2 (2024): July-December 2024
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/joipad.v4i2.10022

Abstract

Empowering mustahik through assistance or productive philanthropic programs is a strategic step to increase their economic independence and active societal role. This qualitative research with an empirical approach aims to explore the role of Baznas Microfinance Desa in empowering micro businesses to achieve the Sustainable Development Goals (SDGs). Data was obtained from observations, in-depth interviews with partners and managers of Baznas, and performance reports from Baznas Ponorogo Regency. The analytical method used is thematic analysis to identify patterns and themes from the data obtained. The results show that: 1) The Baznas Microfinance Program in Ponorogo Regency aims to empower micro enterprises by providing business capital financing of a maximum of 3 million rupiahs, which can be repaid in installments over a maximum period of one year that is easily accessible is easy to access with a joint responsibility system and follows sharia principles, 2) The Baznas Microfinance Desa program can free from the snares of loan sharks while empowering 349 mustahik in 17 villages in 4 sub-districts in the fields of trade, agriculture, and farm, 3) The Baznas Microfinance Desa program plays a role in increasing the economic capacity of microenterprises in line with the Sustainable Development Goals (SDGs), especially in alleviating poverty (SDG 1), creating decent jobs (SDG 8), and reducing inequality (SDG 10). The Baznas Microfinance Desa program is proven to be a more effective microfinancing model in supporting MSME growth and sustainable development.
Standar Akuntansi dalam Pengelolaan Zakat: Membangun Sistem Keuangan yang Transparan dan Akuntabel di era Digital Febrilyantri, Candra
Journal of Islamic Philanthropy and Disaster (JOIPAD) Vol. 4 No. 2 (2024): July-December 2024
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/joipad.v4i2.10066

Abstract

Muslims are required to pay zakat in order to cleanse riches and aid others. One of the budgetary tools used to combat poverty and economic inequality is zakat. But despite having a majority of Muslims, Indonesia still receives less money from zakat than from taxes. This is due to the fact that, in contrast to necessary taxes, Indonesia follows an obligatory system that is voluntary. Furthermore, because zakat administrators don't report, the low degree of public trust results in less zakat acceptance. This research approach makes use of literature study, a technique for gathering data that involves comprehending and examining hypotheses from relevant literature, including books, journals, and other data sources. The preliminary study's findings show that there are accounting standards in the management of zakat regulated by PSAK 109, including the Statement of Financial Position, Statement of Changes in Funds, and Statement of Cash Flows. Secondly, there is a need for periodic publication of reports by zakat institutions to enhance public trust, and thirdly, BAZNAZ has an application to support financial reports based on an integrated system called the Baznaz Management Information System (SIMBA).
AKTUALISASI FINTECH SYARIAH DALAM PERSEPEKTIF MAQASID SYARIAH PADA ERA DIGITAL (STUDI PADA FINTECH DANA DAN OVO) Sofyan, Dwi Jaya
Journal of Islamic Philanthropy and Disaster (JOIPAD) Vol. 4 No. 2 (2024): July-December 2024
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Teknologi keuangan saat ini berkembang begitu pesat dan menjadi pilihan bagi masyarakat yang menginginkan kecepatan layanan. Di sisi lain, teknologi keuangan syariah juga menjadi pilihan bagi masyarakat muslim, namun belum jeals apakah akan diterapkan sesuai dengan prinsip-prinsip syariah. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan aktualisasi teknologi keuangan syariah yang sesuai dengan maqasid syariah serta hambatan yang dihadapi dalam menerapkan teknologi keuangan syariah. Penelitian ini menggunakan analisis data kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan financial technology syariah pada fintech ovo dan dana sesuai dengan maqasid syariah dalam hal menjaga harta dan kemaslahatan umat. Ini berarti menggunakan dompet elektronik (e-wallet) sebagai alat transaksi, bukan jual beli atau tukar menukar barang ribawi. Hambatan yang dihadapi dengan financial technology syariah adalah implementasi yang tidak dilakukan melalui proses akad secara tatap muka, dan masyarakat belum tidak begitu memahami tentang financial technology syariah.
Analisis Realisasi Program Penyaluran: Ketidakseimbangan antara Pendistribusian dan Pendayagunaan (Studi Kasus Baznas Kabupaten Jombang) Khoirotul Maghfiroh
Journal of Islamic Philanthropy and Disaster (JOIPAD) Vol. 5 No. 1 (2025): January-June 2025
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/joipad.v5i1.10133

Abstract

Introduction: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui mengapa penyaluran pendistribusian (konsumtif) tidak seimbang dengan penyaluran pendayagunaan  (produktif). Penelitian ini menggunakan kualitatitf dan dideskripsikan secara deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Sedangkan untuk analisis datanya menggunakan reduksi data, display data dan verifikasi. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pengelolaan zakat di BAZNAS Kabupaten Jombang didominasi oleh pendistribusian zakat secara konsumtif. Hal ini dipengaruhi oleh dua faktor. Faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal tersebut adalah karena keterbatasan dana yang diberikan serta minimnya sumber data manusia yang memadai dalam bidang tertentu. Sedangkan faktor eksternal antara lain minimnya pengetahuan mustahik dalam manajemen usaha.
Comparative Efficiency Analysis of Zakat Institutions in Indonesia: A Data Envelopment Analysis Approach Nisak, Khoirun
Journal of Islamic Philanthropy and Disaster (JOIPAD) Vol. 5 No. 1 (2025): January-June 2025
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/joipad.v4i2.10191

Abstract

Introduction: Zakat is an important Islamic economic instrument and has an important economic impact for income distribution in society. Therefore, Zakat Institution should manage zakat in an appropriate and efficient way. This study aims to examine the efficiency of Zakat Institution based on its cluster which are government, national scale and local scale. Research Methods The research method employed is quantitative non-parametric analysis using Data Envelopment Analysis (DEA) to measure the efficiency of zakat management across different zakat institutions scales. The input variables used are amil salaries (X1), socialization costs (X2), operational costs (X3), and the number of offices (X4). The output variables are the amount of zakat collected (Y1) and the amount of zakat distributed (Y2). Results: The analysis results show that local-scale zakat institution, particularly LAZ Al-Kahfi Peduli, exhibit the highest efficiency, maintaining a perfect score for four consecutive years, although there was a slight decline in the last observed year. BAZNAS, representing government-owned, ranks second in efficiency, while national-scale zakat institutions rank third. Among the national-level zakat institutions, LAZISNU and Rumah Zakat stand out as the most efficient. Conclusion: Improvement recommendations are proposed for each zakat institutions based on benchmarks that can be used to optimize the input-output relationship in zakat management. The limitations of this study include incomplete financial reports published by zakat institutions. The government may consider stricter regulations requiring zakat institutions to conduct financial audits and publish financial reports on their websites to enhance accountability and public trust in these institutions.
Apa yang mempengaruhi Kepercayaan Muzakki Terhadap Organisasi Pengelola Zakat: Sebuah Kajian Systematic literature review Pasya, Dien Annida Aslamah; Handoko, Luqman Hakim
Journal of Islamic Philanthropy and Disaster (JOIPAD) Vol. 5 No. 1 (2025): January-June 2025
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/joipad.v5i1.10194

Abstract

This study aims to examine the current state of the literature regarding the factors that influence muzakki's trust in Zakat Management Organizations. The type of data used is secondary data taken from Google Scholar using PoP software. The method used is descriptive qualitative with Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-analyses (PRISMA) analysis. The research results show that 2021 is the year with the most articles published, with 7 scientific articles, and BAZNAS is the place where the most case studies were conducted. Muzakki’s trust can be measured in four indicators: integrity, competence, consistency, and benevolence. The factors that determine muzakki's trust include four variables: accountability, transparency, amil literacy, and service quality. Based on these indicators, finally, this research yields a conceptual model of determining muzakki's trust in OPZ.
Accounting Practices of Travelers’ Income based on Local Wisdom Values: An Islamic Ethnomethodology Study Thalib, Mohamad Anwar; Roni Mohamad
Journal of Islamic Philanthropy and Disaster (JOIPAD) Vol. 5 No. 1 (2025): January-June 2025
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/joipad.v5i1.10541

Abstract

Abstract: Introduction/Main Objectives: This study aims to explore the income accounting practices of travelers from Gorontalo to Mecca using bicycles, focusing on the integration of local wisdom values. It seeks to understand how these travelers manage their income in alignment with Islamic teachings. Background Problems: Despite extensive research on accounting practices, there is limited exploration of how travelers apply local wisdom in income management during religious journeys. This study addresses this gap by investigating how travelers generate and document their income. Novelty: This study introduces an Islamic ethnomethodological approach to examining income accounting practices, highlighting the role of gratitude and cultural values in financial management, an aspect not widely explored in previous research. Research Methods: The study adopts a qualitative research method using structured interviews. Data analysis follows five stages: charity, knowledge, faith, revelation information, and courtesy. Findings/Results: The findings reveal various income accounting practices, including revenue sources from selling t-shirts, recording income based on memory, and price differentiation between Indonesia and Singapore to optimize earnings. These practices reflect a deep sense of gratitude toward the Creator. In Gorontalo’s Islamic culture, gratitude is expressed through the proverb "Diila o’onto, bo wolu-woluwo," meaning "what is unseen exists," which signifies the balance between material and spiritual pursuits. Conclusion: The study concludes that travelers' income accounting practices are deeply rooted in Islamic teachings and local wisdom, emphasizing gratitude as a fundamental value in financial management. These insights contribute to the broader understanding of accounting practices within cultural and religious contexts. Keywords: Islamic accounting, income management, local wisdom, ethnomethodology, traveler finance Abstrak:Tujuan/Pendahuluan: Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi praktik akuntansi pendapatan para traveler dari Gorontalo ke Mekah dengan sepeda, yang mengintegrasikan nilai-nilai kearifan lokal dalam pengelolaan pendapatan mereka. Masalah Latar Belakang: Meskipun terdapat banyak penelitian tentang praktik akuntansi, masih sedikit kajian yang membahas bagaimana para traveler menerapkan kearifan lokal dalam manajemen pendapatan selama perjalanan religius. Studi ini mengisi kesenjangan tersebut dengan meneliti bagaimana mereka memperoleh dan mencatat pendapatan. Kebaruan: Penelitian ini memperkenalkan pendekatan etnometodologi Islam dalam mengkaji praktik akuntansi pendapatan, menyoroti peran rasa syukur dan nilai budaya dalam pengelolaan keuangan, aspek yang belum banyak dibahas dalam penelitian sebelumnya. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik wawancara terstruktur. Analisis data dilakukan dalam lima tahapan, yaitu amal, ilmu, iman, informasi wahyu, dan ihsan. Hasil Temuan: Temuan menunjukkan bahwa terdapat berbagai praktik akuntansi pendapatan, seperti sumber pendapatan dari penjualan kaos, pencatatan pendapatan berbasis ingatan, serta perbedaan harga jual antara Indonesia dan Singapura untuk mengoptimalkan pendapatan. Praktik ini mencerminkan rasa syukur yang mendalam kepada Sang Pencipta. Dalam budaya Islam Gorontalo, rasa syukur ini diwujudkan dalam ungkapan "Diila o’onto, bo wolu-woluwo," yang berarti "yang tidak terlihat itu ada," mengajarkan keseimbangan antara aspek material dan spiritual. Kesimpulan: Studi ini menyimpulkan bahwa praktik akuntansi pendapatan para traveler berakar kuat dalam ajaran Islam dan nilai-nilai kearifan lokal, dengan menekankan rasa syukur sebagai prinsip utama dalam praktik akuntansi pendapatan. Temuan ini memberikan kontribusi pada pemahaman yang lebih luas tentang praktik akuntansi dalam konteks budaya dan agama. Kata kunci: Akuntansi Islam, manajemen pendapatan, kearifan lokal, etnometodologi, keuangan traveler

Page 8 of 11 | Total Record : 102