cover
Contact Name
Reni Suryanti
Contact Email
jpppolbangtanbogor@gmail.com
Phone
+628128822179
Journal Mail Official
renisuryanti@pertanian.go.id
Editorial Address
Bogor Agricultural Develpoment Polytechnic Jln. Aria Surialaga No 1, Pasir Kuda Bogor 16119
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Penyuluhan Pertanian
ISSN : 19075893     EISSN : 25990403     DOI : https://doi.org/10.51852/jpp.v16i1.460
This journal contains the results of research related to developing issues in the field of agricultural extension based on the needs of the community or farmer groups. published articles include research articles and literature studies.
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 5 No 2 (2010)" : 9 Documents clear
PENGARUH INTENSITAS NAUNGAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN KANDUNGAN BIOAKTIF DAUN DUA AKSESI TANAMAN CABE JAWA (Piper retrofractum Vahl.) Dwiwanti Sulistyowati
Jurnal Penyuluhan Pertanian Vol 5 No 2 (2010)
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (85.828 KB) | DOI: 10.51852/jpp.v5i2.287

Abstract

The aims of this research are (1) to study the morphology, physiology and plant growth of two accessions of javanese long pepper some shading intensites, and (2) to analyze the nutrients content and bioactive compounds in the leaves of two accessions of javanese long pepper. The research was conducted in June 2009 to February 2010, in Field Experimental Station, Darmaga, Bogor Agricultural University. Split Plot Design was used with three replications. The main plots were shading intensities: 0, 25 and 55%, while the subplot were plant accessions, namely Lampung and Madura. Increased shading intensity had different effects on plant morphology characteristics, Lampung accession tended to have higher values of morphological characteristics than those of Madura. Shade tended to increase the physiological characteristics of leaves of two accessions, except the density of stomata, content and uptake of Mg in leaves. Qualitative bioactive compound test results showed that the leaves of javanese long pepper contained alkaloid and steroid. Increasing shading intensity significantly increased leaf alkaloid, but tends to reduce leaf steroid. Lampung is shade loving plant and Madura is sun loving plant.
HUBUNGAN KUALITAS PELAYANAN PENYULUH PERTANIAN DENGAN KEPUASAN PETANI DALAM AGRIBISNIS BAWANG MERAH (Alliumcepa L.) DI DESA TORONGREJO KECAMATAN JUNREJO KOTA BATU PROVINSI JAWA TIMUR Elih Juhdi Muslihat; Nurafiat Anwar
Jurnal Penyuluhan Pertanian Vol 5 No 2 (2010)
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (82.824 KB) | DOI: 10.51852/jpp.v5i2.289

Abstract

Efektivitas pelaksanaan penyuluhan pertanian dapat diukur melalui tingkat kepuasan masyarakat petani dalam memperoleh pelayanan dari penyuluh pertanian. Kegiatan pertanian harus didukung dengan lembaga pendukung/penyuluhan yang dapat menyediakan fasilitas informasi terbaru ataupun teknologi tepat guna yang dapat membantu proses pengembangan agribisnis petani khususnya serta membantu upaya pemecahan masalah yang dihadapi petani. Pada hakekatnya, apabila penyelenggaraan penyuluhan tersebut dilaksanakan secara benar, berkualitas, kontinyu, dan konsisten oleh pemerintah kabupaten/kota maka tingkat kepuasan petani juga akan tinggi yang berdampak pada tingkat kualitas hidup petani. Tujuan penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui hubungan antara kualitas pelayanan penyuluhan pertanian dengan kepuasan petani dalam agribisbis bawang merah dan (2) untuk mengetahui faktor yang masih menjadi titik lemah atas pelayanan penyuluh kepada petani melaksanakan agribisnis bawang merah dilihat dari lima subsistem agribisnis. Pelaksanaan penelitian ini dimulai pada Tanggal 09 Maret sampai 09 Mei 2010. Jumlah responden pada kajian ini sebanyak 30 orang yang berasal dari 3 kelompoktani yang merupakan petani bawang merah. metode pengambilan responden adalah purposive sampling. Metode kajian yang digunakan adalah deskriptive dalam bentuk korelasi. Analisis data dengan koefisien rank spearman dengan bantuan software SPSS ver 14. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara kualitas pelayanan penyuluhan dengan kepuasan petani dalam agribisnis bawang merah. Faktor terlemah dari kualitas pelayanan penyuluhan adalah variabel responsiveness dan tangible pada subsistem agroindustri dan agroniaga.
ESTIMASI KERUGIAN EKONOMI AKIBAT KURANG ENERGI PROTEIN DAN PREVENTIFNYA MELALUI PENYULUHAN PERTANIAN PADA KELOMPOK WANITA TANI DI KOTA BOGOR Yoyon Haryanto; Nawangwulan Widyastuti
Jurnal Penyuluhan Pertanian Vol 5 No 2 (2010)
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (117.301 KB) | DOI: 10.51852/jpp.v5i2.291

Abstract

Kurang Energi Protein (KEP) merupakan masalah gizi yang bersifat utama namun seringkali terabaikan karena tidak dirasakan secara langsung oleh penderitanya, karena memerlukan waktu yang cukup lama untuk terlihat gejalanya. Kerugian ekonomi yang ditimbulkannya cukup besar, dari mulai awal infeksi sampai benar-benar terjadinya penyakit. Hampir 6–30 milyar dana pemerintah tersedot untuk membiayai pemulihan sehingga estimasi kerugian ekonomi akibat KEP terhadap PDB Kota Bogor adalah 0,090,4%. Upaya pemberdayaan melalui penyuluhan pertanian kepada kelompok wanita tani di sekitar Kota Bogor dilakukan untuk mengurangi kerugian ekonomi. Melalui 4 metode pemberdayaan secara estimasi berhasil menurunkan kerugian antara 5–8%.
EVALUASI DAN PENENTUAN POLA KEMITRAAN YANG TEPAT DALAM PRODUKSI BERAS BERLABEL DI KABUPATEN CIANJUR Rini Indrayani
Jurnal Penyuluhan Pertanian Vol 5 No 2 (2010)
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (174.651 KB) | DOI: 10.51852/jpp.v5i2.292

Abstract

-
KOMPOSISI KIMIA DAN KARAKTERISTIK ORGANOLEPTIK ABON DAGING DOMBA DENGAN PENAMBAHAN KUNYIT SELAMA PENYIMPANAN Novita Herdiana; Supriyanto Supangat
Jurnal Penyuluhan Pertanian Vol 5 No 2 (2010)
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (60.09 KB) | DOI: 10.51852/jpp.v5i2.293

Abstract

Daging sebagai salah satu sumber protein hewani, juga memiliki zat nutrisi lain yang sangat dibutuhkan oleh tubuh yaitu lemak, karbohidrat, vitamin dan mineral. Pengolahan daging bertujuan untuk mengawetkan, meningkatkan cita rasa dan menambah variasi daging olahan. Salah satu diversifikasi produk olahan daging adalah melalui pembuatan abon. Abon merupakan produk olahan yang berbentuk serat daging yang halus dan kering. Keterbatasan umur simpan dari abon merupakan masalah yang sering dihadapi, sehingga penelitian tentang cara pengawetan abon perlu dilakukan. Penambahan kunyit pada proses pembuatan abon menarik untuk diteliti karena selain digunakan sebagai bumbu dan pewarna, kunyit juga berfungsi sebagai antioksidan alami. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui Komposisi Kimia dan karakteristik organoleptik abon daging domba dengan penambahan kunyit selama penyimpanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa abon daging domba dengan penambahan kunyit 1,5% memiliki komposisi kimia dan kandungan gizi yang lebih baik jika dibandingkan dengan abon tanpa penambahan kunyit, namun kadar airnya lebih tinggi dari SNI (Departemen Perindustrian, 1995). Hasil uji organoleptik terhadap warna, aroma dan tekstur abon daging domba dengan penambahan kunyit 1,5% masih dapat diterima oleh panelis dengan memberikan penilaian antara netral hingga suka.
PENGARUH PEMBERIAN FEED SUPLEMENT UREA MOLASSES BLOCK (UMB) TERHADAP PRODUKSI SUSU SAPI PERAH FH (FRIESIAN HOLSTEIN) DI KECAMATAN CISARUA KABUPATEN BOGOR PROVINSI JAWA BARAT Endang Endrakasih; R. Eddy Sugiharto; Sasmita Miharja
Jurnal Penyuluhan Pertanian Vol 5 No 2 (2010)
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.328 KB) | DOI: 10.51852/jpp.v5i2.296

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian Feed Supplement Urea Molasses Block (UMB) terhadap produksi susu sapi perah jenis FH. Hasil penelitian menunjukkan pemberian UMB pada ternak sapi perah laktasi selama pengkajian 30 hari dapat menghasilkan tambahan produksi susu 1,67 liter/ekor/hari. Pemberian pakan UMB memberikan pengaruh sangat nyata terhadap peningkatan produksi susu sapi perah. Berdasarkan analisis ekonomi dari kedua perlakuan, ternyata perlakuan P1 yang paling menguntungkan adalah pemberian pakan tambahan UMB dengan pendapatan (Output– Input) yaitu sebesar Rp3.123.100,- sedangkan perlakuan P0 yaitu sebesar Rp2.511.700. Titik impas (Break Even Point/BEP) unit produksi antara perlakuan dan kontrol masingmasing P1 Rp1.610/liter dan P0 Rp 1.770,-/liter, sedangkan B/C Ratio perlakuan P1 1,2 dan perlakuan P0 1,0. Selisih pendapatan antara Po dan P1 sebesar Rp611.400.
PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN SIKAP PETANI DALAM PENGELOLAAN TANAMAN TERPADU (PTT) PADI SAWAH (Oryza sativa L.) DI DESA LERAN KECAMATAN KALITIDU KABUPATEN BOJONEGORO PROVINSI JAWA TIMUR Susana Susana; Djaka Sulistya; Tri Ratna Saridewi
Jurnal Penyuluhan Pertanian Vol 5 No 2 (2010)
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (104.115 KB) | DOI: 10.51852/jpp.v5i2.298

Abstract

Pengkajian ini bertujuan untuk mengetahui dan meningkatkan pengetahuan dan sikap petani dalam Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT) padi sawah. Pengkajian dilaksanakan pada bulan Maret sampai dengan Mei 2010 di Desa Leran Kecamatan Kalitidu Kabupaten Bojonegoro. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling sehingga diperoleh 32 orang responden dari 4 kelompoktani. Berdasarkan pengkajian pengetahuan diketahui bahwa sebagian besar petani tahu tentang varietas unggul baru (81,25%), pemberian bahan organik (87,50%), pemupukan berdasarkan kebutuhan tanaman dan status hara tanah (59,38%), pengendalian OPT dengan pendekatan PHT (65,62%), pengolahan tanah sesuai musim dan pola tanam (84,38%), tanam bibit 1-3 batang per rumpun (78,13%), serta panen tepat waktu dan gabah segera dirontok (68,75%). Sebagian besar petani kurang tahu tentang benih bermutu berlabel (62,50%), pengaturan populasi tanaman (65,62%), penggunaan bibit muda (71,88%), serta pengairan secara efektif dan efisien (59,38%). Sebanyak 56,25% petani tidak tahu tentang penyiangan dengan landak atau gasrok. Sedangkan dari hasil pengkajian sikap diketahui bahwa sebagian besar petani setuju terhadap varietas unggul baru (56,25%), pemberian bahan organik (81,25%), pengendalian OPT dengan pendekatan PHT (53,12%), pengolahan tanah sesuai musim dan pola tanam (81,25%), serta panen tepat waktu dan gabah segera dirontok (87,50%). Sebagian besar petani kurang setuju terhadap benih bermutu dan berlabel (62,50%), pengaturan populasi tanaman (71,88%), pemupukan berdasarkan kebutuhan tanaman dan status hara tanah (56,25%), penggunaan bibit muda (65,62%), tanam bibit 1-3 batang per rumpun (62,50%), serta pengairan secara efektif dan efisien (65,62%). 59,38% petani tidak setuju terhadap penyiangan dengan landak atau gasrok. Untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap petani terhadap teknologi PTT maka perlu dilakukan kegiatan penyuluhan.
KINERJA PENYULUH PERTANIAN DALAM MELAKSANAKAN TUGAS POKOK DAN FUNGSINYA MENURUT PERSEPSI PETANI Dedy Kusnadi; Lely Purnamawati
Jurnal Penyuluhan Pertanian Vol 5 No 2 (2010)
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (85.563 KB) | DOI: 10.51852/jpp.v5i2.300

Abstract

Tujuan dari pengkajian ini adalah (1) untuk mengetahui kinerja penyuluh pertanian dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya menurut persepsi petani dan (2) Mengetahui indikator yang lemah dari sembilan indikator penyuluh pertanian dalam dilakukan kegiatan penyuluhan pertanian. Hasil kajian menunjukkan bahwa kinerja penyuluh pertanian menurut persepsi responden di BP3K Kayuara secara umum termasuk kategori sedang. Enam dari sembilan indikator kinerja penyuluh menurut persepsi petani termasuk sedang (memfasilitasi penumbuhan dan pengembangan kelompoktani/gapoktan, bimbingan pemecahan masalah, menginventarisir/mengidentifikasi potensi wilayah, pengembangan swadaya dan swakarsa, membuat catatan/menyusun laporan, memfasilitasi forum penyuluhan). Indikator yang termasuk kedalam kategori baik yaitu memotivasi petani dalam berusaha tani. Dua indikator termasuk kategori rendah yaitu penyebarluasan informasi dan memfasilitasi forum penyuluhan.
PENGARUH PEMBERIAN BIOPLUS TERHADAP PENINGKATAN BOBOT BADAN SAPI PERANAKAN ONGOLE (PO) (Studi kasus di Kecamatan Cikancung Kabupaten Bandung) Rizal Krisna; Iis Soriah Ace
Jurnal Penyuluhan Pertanian Vol 5 No 2 (2010)
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (66.859 KB) | DOI: 10.51852/jpp.v5i2.302

Abstract

Pengembangan penggemukan sapi potong di masa mendatang perlu dilakukan melalui pendekatan agribisnis yang berkelanjutan. Usaha sapi potong dituntut lebih modern dan profesional dengan memanfaatkan inovasi teknologi yang menekankan pada aspek efisiensi usaha. Salah satu alternatif pencapaiannya, adalah dengan pengelolaan pakan. Pemberian Bioplus diharapkan dapat meningkatkan kemampuan ternak dalam mencerna dan memanfaatkan pakan dengan nilai nutrisi yang kurang baik, terutama selama musim kemarau. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian Bioplus terhadap pertambahan bobot badan sapi Peranakan Ongole (PO) dan Analisis Finansial. Sebanyak 8 ekor sapi PO milik para peternak di sekitar Kecamatan Cikancung Kabupaten Bandung Jawa Barat dialokasikan dalam dua perlakuan. Empat ekor sapi PO pada perlakuan pertama sebagai kontrol menggunakan konsentrat Kadila®+rumput lapangan dan empat ekor pada perlakuan kedua melalui modifikasi pakan perlakuan kontrol yakni dengan menambahkan Bioplus. Pengukuran lingkar dada untuk mengetahui bobot badan dilakukan 3 kali selama 42 hari (periode pengukuran setiap 2 minggu sekali) dengan menggunakan metode schrool. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata pertambahan bobot badan harian (PBBH) pada perlakuan Bioplus berbeda sangat nyata (P<0,01) dengan PBBH 670 gr/ekor/hari dibanding dengan perlakuan kontrol pertambahan bobot badan mencapai 190 gr/ekor/hari. Hasil analisis ekonomi, nilai B/C dari perlakuan yang mengalami modifikasi pakan Bioplus meningkat dari 0,96 menjadi 1,03. Jadi penggunaan Bioplus secara tepat sesuai dengan kebutuhan status fisiologis ternak mampu meningkatkan efisiensi usaha penggemukan sapi potong.

Page 1 of 1 | Total Record : 9