cover
Contact Name
Rifky Serva Tuju
Contact Email
servatuyu00@gmail.com
Phone
+6282216985878
Journal Mail Official
sttetmpb@gmail.com
Editorial Address
STT Erikson-Tritt Jalan Trikora Sowi 3 Manokwari, Papua Barat
Location
Kab. manokwari,
Papua barat
INDONESIA
LOGON ZOES: Jurnal Teologi, Sosial, dan Budaya
ISSN : -     EISSN : 27453766     DOI : https://doi.org/10.53827/lz
LOGON ZOES merupakan wadah publikasi hasil penelitian di bidang teologi, sosial dan budaya bagi pengembangan kekristenan di lingkungan Sekolah Tinggi Teologi Erikson Trit, Manokwari dan institusi lain yang ingin berkontribusi dengan bidang kajian yang serupa. LOGON ZOES diterbitkan dan dikelola oleh Sekolah Tinggi Teologi Erikson-Tirtt Manokwari dengan Focus dan Scope pada bidang: Teologi Biblikal, Teologi Sistematika, Teologi Praktikal, Teologi dan Sosial, Budaya dan Kearifan Lokal.
Articles 67 Documents
Tinjauan Historis terhadap Eksistensi dan Perkembangan Efraim Pontas Surya Fernandes
LOGON ZOES: Jurnal Teologi, Sosial dan Budaya Vol 4, No 1: Pebruari 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Erikson-Tritt Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (523.256 KB) | DOI: 10.53827/lz.v4i1.22

Abstract

This article discusses several important matters relating to Ephraim as a representation of the Northern Kingdom. This Northern Kingdom is closely related to the ministry of the prophet Hosea, as the man sent by God to call for the conversion of the king. With a historical descriptive approach, it shows how the historical conditions and position of Ephraim in Israel were, as well as showing the social, political, economic, and religious conditions. Thus the comprehensive development of Efraim was obtained.AbstrakArtikel ini membahas beberapa hal penting yang berkaitan dengan Efraim sebagai representasi Kerajaan Utara. Kerajaan Utara ini sangat terkait dengan pelayanan nabi Hosea, sebagai orang yang diutus Tuhan untuk menyerukan pertobatan raja. Dengan pendekatan deskriptif historis ditunjukkan bagaimana kondisi sejarah dan posisi Efraim di Israel, selain juga memperlihatkan keadaan sosial, politik, ekonomi, dan agama. Dengan demikian diperoleh perkembangan Efraim secara komprehensif.
DILEMA PELAKU PERKAWINAN LEVIRAT Endemina Ivamut
LOGON ZOES: Jurnal Teologi, Sosial dan Budaya Vol 2, No 1 (2018): Agustus 2018
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Erikson-Tritt Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (131.391 KB) | DOI: 10.53827/lz.v2i1.13

Abstract

 Dilema pelaku perkawinan Levirat adalah perkawinan yang di lakukan oleh saudara-saudara atau kerabat yang masih memiliki ikatan hubungan kekeluargaan, yang dilakukan dengan tujuan menegahkan nama orang yang meninggal tanpa memiliki keturunan. Tetapi yang sering terjadi adalah pihak yang diharuskan melakukam perkawinan ipar ini menolak karena tidak ingin merusak hak-haknya. Itulah sebabnya dasar dari perkawinan Levirat ini adalah KASIH. Didalam KASIH tidak ada yang namanya keterpaksaan tetapi kasih itu dilakukan dengan sabar dan sukarela, intinya: dasar dari penebusan adalah kasih.
PERANAN ORANG TUA DALAM MENUMBUHKAN MINAT BELAJAR ANAK Norce L. Salek
LOGON ZOES: Jurnal Teologi, Sosial dan Budaya Vol 1, No 1 (2017): Agustus 2017
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Erikson-Tritt Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (121.817 KB) | DOI: 10.53827/lz.v1i1.4

Abstract

Minat belajar seorang anak bertumbuh di mulai dari orang tua dan keluarga. Karena orang tua dan keluarga adalah lingkungan yang pertama dalam mempengaruhi dan membiasakan anak-anak dalam hal belajar, karena segala pengetahuan dan kecerdasan intelektual manusia diperoleh pertama-tama dari orang tua dan keluarga. Dalam menumbuhkan minat belajar anak, orang tua adalah pendidik utama yang terus menerus dengan berbagi cara untuk merangsang anak agar anak tetap memiliki gairah dalam belajar. Hal itu dilakukan oleh orang tua dengan tetap mempertahankan motivasi belajar anak di mulai sejak anak lahir sampai masa Sekolah Menegah Atas dan sesudahnya. Namun dalam berbagai upaya yang dilakukan untuk membangkitkan minat belajar anak, orang tua sendiri haruslah memberikan contoh dan teladan dalam hal belajar sehingga bisa menjadi model yang bisa ditiru dan dilakukan oleh anak-anak. Beberapa upaya yang dilakukan dalam menumbuhkan minat belajar anak adalah; membangkitkan motivasi belajar dalam diri anak, menciptakan lingkungan fisik yang nyaman, menyediakan fasilitas belajar yang memadai, mendampingi anak dalam belajar, membangun kerjsama dengan guru di sekolah.  
Pentingnya Kualitas Guru dan Keterlibatan Orang tua dalam Meningkatkan Kualitas Siswa Melkius Ayok
LOGON ZOES: Jurnal Teologi, Sosial dan Budaya Vol 4, No 1: Pebruari 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Erikson-Tritt Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (397.77 KB) | DOI: 10.53827/lz.v4i1.27

Abstract

The teacher has a very important role in the success of their students because children cannot succeed without good guidance from the teacher. Teachers must really have good quality in educating their students and also the role of the teacher as a good guide so that children can experience changes in achieving success in the future. The success of students is not only the responsibility and role of the teacher but also how the involvement of parents also has an important role to make their children succeed in the future. In fact, children spend more time with their parents than with teachers, therefore the involvement of parents is expected to be able to provide good education to their children so that their children can achieve success in the future. Abstrak: Guru memiliki suatu peranan yang sangat penting dalam keberhasilan anak didiknya, karena anak tidak dapat berhasil tanpa adanya bimbingan yang baik dari guru. Guru harus benar-benar memiliki kualitas yang baik dalam mendidik anak didiknya dan juga peran guru sebagai pembimbing yang baik agar anak dapat mengalami perubahan dalam mencapai suatu keberhasilan di masa yang akan datang. Keberhasilan anak didik bukan hanya semata-mata adalah tanggung jawab dan peran guru saja, melaikan bagaimana keterlibatan orang tua juga yang memiliki suatu peranan yang penting untuk membuat anaknya dapat berhasilan di masa yang akan datang. Sebenarnya anak lebih banyak waktunya bersama dengan orang tua dibandingkan dengan guru, oleh karena itu keterlibatan orang tua sangat diharapkan untuk dapat memberikan edukasi yang baik kepada anaknya agar anaknya bisa mencapai suatu keberhasilan di masa yang akan datang.
STUDI TEKSTUAL MODEL-MODEL PERTANYAAN ALLAH DALAM KEJADIAN 3:8-13 Donna Crosnoy Sinaga
LOGON ZOES: Jurnal Teologi, Sosial dan Budaya Vol 3, No 1 (2020): Agustus 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Erikson-Tritt Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (454.611 KB) | DOI: 10.53827/lz.v3i1.18

Abstract

Studi tekstual merupakan salah satu bentuk kajian yang penting dilakukan untuk memperdalam pemahaman makna/ kebenaran/ realita suatu teks. Dalam hal ini ialah terkait dengan berbagai bentuk (model) pertanyaan-pertanyaan Allah kepada Adam setelah jatuh ke dalam dosa. Tidak dapat dipungkiri bahwa secara literal memang sulit memahami jika Allah bertanya terkait dengan informasi yang ingin dibutuhkanNya. Namun realitas teks menyajikannya dalam Kejadian 3:8-13. Itulah sebabnya pendekatan tekstual salah satu studi yang dilakukan untuk memahami kebenaran yang dimaksud. Adapun metode yang dilakukan dalam penelitian ini ialah dengan kajian induktif tekstual dan eksegetikal. Induktif tekstual dilakukan dengan studi kata terhadap kata-kata tertentu yang representasi terhadap problema teks. Kajian eksegetikal dilakukan dengan pendekatan gramatikal dan leksikal. Dengan pendekatan studi ini ditemukan fakta teks bahwa bahwa pertanyaan yang diajukan Allah lebih bersifat refleksional daripada informatif, yang umumnya dapat dipahami sebagai pertanyaan retoris.
PENGARUH AJARAN GNOSTIK DALAM KEKRISTENAN DITINJAU DARI PERSPEKTIF SEJARAH GEREJA Jon Mister R. Damanik
LOGON ZOES: Jurnal Teologi, Sosial dan Budaya Vol 2, No 1 (2018): Agustus 2018
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Erikson-Tritt Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (168.505 KB) | DOI: 10.53827/lz.v2i1.9

Abstract

Ajaran gnostik adalah suatu ajaran yang mengajarkan tentang penyangkalan karya Allah di bumi ini, juga menyangkal karya keselamatan dari Tuhan Yesus Kristus. Ajaran gnostik pada yang lahir abad ke 2 berusaha meracuni pemikiran manusia supaya tidak percaya kepada Tuhan dan menyelewengkan kebenaran. Padahal jika ditelusuri bahwa pengajaran gnostik bersumber dari Alkitab tetapi mereka skeptis terhadap kebenaran yang ada dalam Alkitab. Tetapi dalam perjalanannya bahwa ajaran gnostik ini tidaklah bertahan hingga saat ini karena gereja-gereja pada masa itu mengatakan bahwa gnostik itu menyimpang dari ajaran Tuhan. Tidaklah dapat disangkali bahwa jemaat Tuhan berkali-kali mendapatkan tantangan baik dalam fisik seperti penganiayaan maupun dalam pengajaran. Tidaklah menyurutkan kepercayaan mereka kepada Tuhan dapat dikatakan bahwa darah syahid adalah benih gereja itu terbukti bahwa kesetiaan orang-orang Kristen pada masa itu memberikan teladan dan banyak orang menjadi percaya kepada Yesus. Rasul Paulus di hadapan Agripa dalam menyampaikan kesaksiannya dan diakhir kesaksiannya Kisah Para Rasul 26:28 jawab Agripa:”hampir-hampir saja kau yakinkan aku menjadi Kristen! Dan Paulus menjawab: Aku berdoa kepada Allah supaya segera atau lama bukan engkau saja, tetapi semua orang lain yang hadir di sini dan mendengarkan perkataanku menjadi sama seperti aku, kecuali belenggu-belenggu ini. Suatu perkataan yang indah disaat dalam keadaan yang sulit bahwa nama Yesus selalu dikumandangkan.
Upaya Meningkatkan Pertumbuhan Iman menurut 1 Timotius 4:11-16: Studi Deskriptif pada Pemuda Gereja Bethel Indonesia Anugerah, Bandar Lampung Valentino Wariki; Andrea Esther Bangun; Amos Hosea; Hiruniko Siregar; Antonius Sitompul
LOGON ZOES: Jurnal Teologi, Sosial dan Budaya Vol 4, No 2: Agustus 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Erikson-Tritt Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (405.069 KB) | DOI: 10.53827/lz.v4i2.30

Abstract

The Covid-19 pandemic has caused service activities throughout the church to experience both positive and negative impacts. Including the GBI Anugerah Bandar Lampung which has decreased the quantity and quality of youth services. And this is a challenge for GBI Anugerah including all churches to overcome. The purpose of this study is to find out what are the causes of the decline in the quantity and quality of youth servants in the church, especially GBI Anugerah Bandar Lampung, and also to examine what can be done to increase the enthusiasm of youth servants based on the background of the letter 1 Timothy 4:11-16. The method used is descriptive qualitative with data collection techniques are in-depth interviews. After the problem was found, the researchers used the literature study method to collect information and theories related to the role of youth servant and the background of the letter 1 Timothy 4:16. Based on the results of the study, it was found that there were several factors that resulted in a fairly extreme decline in the number of young people, namely: health reasons, studies, and marriage. Youth must take responsibility and persevere during a pandemic for church growth.AbstrakPandemi Covid-19 menyebabkan aktivitas pelayanan di seluruh gereja mengalami dampak yang positif dan negative. Termask GBI Anugerah Bandar Lampung yang mengalami penurunan kuantitas dan kualitas pada pelayanan anak muda. Dan hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi GBI Anugerah termasuk seluruh gereja untuk menanggulanginya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apa saja penyebab dari menurunnya kuantitas dan kualitas pelayan anak muda dalam gereja, khususnya GBI Anugerah Bandar Lampung dan juga meneliti apa saja yang bisa dilakukan untuk meningkatkan keantusiasan pelayan anak muda berdasarkan latar belakang surat 1 Timotius 4:11-16. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data adalah wawancara secara mendalam. Setelah masalah didapat, penelitian menggunakan metode studi literatur untuk mengumpulkan infor-masi-informasi dan teori-teori berkaitan dengan peran pelayan anak muda dan latar belakang surat 1 Timotius 4:16. Berdasarkan hasil penelitian ditemui bahwa ada beberapa faktor yang mengakibatkan penurunan yang cukup ekstrim dalam jumlah anak muda, yaitu: alasan kesehatan, studi dan, menikah. Pemuda mesti mengambil tanggung jawab dan tekun untuk dalam masa pandemic untuk pertumbuhan jemaat.
Eksistensi Yesus Kristus dalam Perjanjian Baru Federans Randa II
LOGON ZOES: Jurnal Teologi, Sosial dan Budaya Vol 4, No 1: Pebruari 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Erikson-Tritt Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (558.727 KB) | DOI: 10.53827/lz.v4i1.25

Abstract

When God created the first humans, namely Adam and Eve, they were both created in the image of God without any sin in humans. But humans eventually fell into sin because of the wrong choices of humans by violating God's commandments by eating the fruit of the knowledge of good and evil which was forbidden by God to be eaten, because when humans eat them, they must die and death is what makes humans sin and lose holiness. God of himself (Rom. 3:23). Sin makes humans separate from God and humans cannot reach God because of the enmity that occurs between humans and God. Sin led man to destruction and the eternal punishment of God. However, it was because of God's great love for humans who were specially created in the image of God, so that God took the initiative to deliver and save mankind from destruction and God's eternal punishment which would be bestowed upon mankind because of man's own sin.AbstrakKetika Allah menciptakan manusia pertama yakni Adam dan Hawa, maka keduanya diciptakan segambar dengan Allah tanpa ada dosa dalam diri manusia. Namun manusia akhirnya jatuh dalam dosa oleh karena pilihan manusia yang salah dengan melanggar perintah Allah dengan memakan buah pengetahuan yang baik dan yang jahat yang dilarang oleh Allah untuk dimakan, sebab ketika manusia memakannya pastilah mati dan kematian itulah yang membuat sehingga manusia menjadi berdosa dan kehilangan kekudusan Allah dari dirinya (Rm. 3:23). Dosa membuat manusia terpisah dengan Allah dan manusia tidak bisa mencapai Allah karena perseteruan yang terjadi antara manusia dengan Allah. Dosa membawa manusia kepada kebinasaan dan hukuman kekal Allah. Namun karena kasih Allah yang sangat besar terhadap manusia yang diciptakan istimewa yakni segambar dengan Allah, sehingga Allah mengambil inisiatif untuk melepaskan dan menyelamatkan manusia dari kebinasaan dan hukuman kekal Allah yang akan ditimpahkan kepada manusia oleh karena dosa manusia itu sendiri.
PRINSIP-PRINSIP MENDIDIK ANAK USIA 0-12 TAHUN BERDASARKAN ULANGAN 6:1-9 Agustina Dowansiba
LOGON ZOES: Jurnal Teologi, Sosial dan Budaya Vol 2, No 1 (2018): Agustus 2018
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Erikson-Tritt Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (188.421 KB) | DOI: 10.53827/lz.v2i1.14

Abstract

Tumbuh kembang anak ditentukan oleh cara mendidik anak yang tepat, yang dilakukan oleh orang tua maupun guru berdasarkan pertumbuhan usia yang sedang dialaminya. Mendidik memiliki arti yang luas diantaranya proses mengajar, membimbing mengarahakan memberi motivasi atau dorongan, menasehati, mendisiplinkan, menuntun dan memberi petunjuk untuk mencapai suatu tujuan yang memiliki niliai-nilai yaitu tercapainya perubahan sikap dari seseorang yang dididik. Prinsip-prinsip anak usia 0-12 tahun menurut Ulangan 6;1-9 dan implementasi bagai orang tua suku Arfak merupakan topik yang sangat penting untuk dibahas berhubungan dengan cara mendidik anak dalam lingkup suku Arfak. Mendidik anak usia 0-12 tahun menurut ulangan 6:1-9 dipandang sebagai pola pendidikan berdasarkan Alkitab. Oleh karena itu pembahasan ini sangat relevan bagi semua suku, bangsa dan bahasa tidak terkecuali suku Arfak. Begitu banyak keluarga yang tidak harmonis, dimana kasih sanyang ditutupi oleh kemarahan dan kejengkelan. Masih banyak keluarga yang dalam keseharian hidupnya selalu diliputih oleh perselisihan, suasana muram, kekecewaan, timbul percocokan, dan rasa dendam di antara anggota keluarga. Sesungguhnya, kebahagiaan paling besar dan kepuasan paling mendalam serta ketenangan batin paling dalam, semunya berasal dari kehidupan keluarga yang penuh kasih sayan dan harmonis.
TINJAUAN TEOLOGIS MENGENAI MESIANIS DALAM PENTATEUKH Luhut P. Lumban Gaol
LOGON ZOES: Jurnal Teologi, Sosial dan Budaya Vol 1, No 1 (2017): Agustus 2017
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Erikson-Tritt Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (351.465 KB) | DOI: 10.53827/lz.v1i1.5

Abstract

Kitab Pentateukh merupakan kitab yang menceritakan mengenai karya Allah mengenai penciptaan dan salah satu karya Allah yang istimewa yakni ketika Allah menciptakan manusia segambar dan serupa dengan Allah. Pada saat Allah menciptakan manusia di mana manusia dalam keadaan kudus dan suci. Dosa tidak ada dalam diri manusia, namun karena manusia ketika dicobai oleh Iblis dan manusia ingin sama dengan Allah, sehingga akhirnya manusia jatuh dalam dosa dan akhirnya manusia kehilangan kemuliaan dan kekudusan Allah. Memang kata Mesias sendiri tidak terdapat dalam Pentateukh (kitab Kejadian sampai Ulangan) berhubungan dengan penjelasan secara langsung, tetapi ada beberapa penjelasan yang dapat membuktikan bahwa gambaran tersebut mengarah kepada Mesias sebagai penyelamat umat manusia. Kata yang dipakai untuk menjelaskan istilah yang berhubungan dengan Mesias adalah dalam kaitan dengan kata yang diterjemahkan dalam bahasa Ibrani dan kata tersebut sebagai makna kata kerja jv^m* (m¹šah). Kata ini dapat diartikan mengurapi, menuangkan cairan; sedang mengurapi.