cover
Contact Name
Rifky Serva Tuju
Contact Email
servatuyu00@gmail.com
Phone
+6282216985878
Journal Mail Official
sttetmpb@gmail.com
Editorial Address
STT Erikson-Tritt Jalan Trikora Sowi 3 Manokwari, Papua Barat
Location
Kab. manokwari,
Papua barat
INDONESIA
LOGON ZOES: Jurnal Teologi, Sosial, dan Budaya
ISSN : -     EISSN : 27453766     DOI : https://doi.org/10.53827/lz
LOGON ZOES merupakan wadah publikasi hasil penelitian di bidang teologi, sosial dan budaya bagi pengembangan kekristenan di lingkungan Sekolah Tinggi Teologi Erikson Trit, Manokwari dan institusi lain yang ingin berkontribusi dengan bidang kajian yang serupa. LOGON ZOES diterbitkan dan dikelola oleh Sekolah Tinggi Teologi Erikson-Tirtt Manokwari dengan Focus dan Scope pada bidang: Teologi Biblikal, Teologi Sistematika, Teologi Praktikal, Teologi dan Sosial, Budaya dan Kearifan Lokal.
Articles 67 Documents
Implementasi Pelayanan Lintas Budaya dalam Gereja Berdasarkan Kisah Para Rasul 10:34-43 Jamin Tanhidy; Priska Natonis; Sabda Budiman
LOGON ZOES: Jurnal Teologi, Sosial dan Budaya Vol 4, No 2: Agustus 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Erikson-Tritt Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (391.964 KB) | DOI: 10.53827/lz.v4i2.48

Abstract

Cross-cultural evangelism is the duty of all believers without exception. In Acts 10 there is an interesting phenomenon related to cross-cultural service. In the verse it is recorded that the apostle Peter was given the task by God through a vision to go to Cornelius's place, to preach about Jesus. Cornelius was a Greek while the apostle Peter was Jewish. The Apostle Peter was a Jew who held strong Jewish customs. This shows the cross-cultural service that is happening. This article aims to describe the implementation of cross-cultural services based on Acts 10:34-43. The author uses descriptive qualitative research methods by analyzing data such as books and journals. From the results of the analysis, the authors found that the church needs to introduce Christ as a God who loves everyone, preach that everyone deserves salvation, deliver the news of peace through Jesus Christ to all, and deliver the news of peace through Jesus Christ to everyone. The church's awareness of the Great Commission of the Lord Jesus is one of them is to implement cross-cultural ministry, specifically in terms of evangelism.AbstrakPelayanan penginjilan lintas budaya merupakan tugas semua orang percaya tanpa terkecuali. Dalam Kisah Para Rasul 10 terdapat fenomena menarik berkaitan dengan pelayanan lintas budaya. Dalam ayat tersebut tercatat bahwa rasul Petrus diberi tugas oleh Tuhan melalui penglihatan untuk pergi ke tempat Kornelius, supaya memberitakan tentang Yesus. Kornelius adalah seorang Yunani sedangkan rasul Petrus adalah orang Yahudi. Rasul Petrus merupakan seorang Yahudi yang memegang kuat kebiasaan Yahudi. Hal tersebut menunjukkan adanya pelayanan lintas budaya yang terjadi. Artikel ini bertujuan untuk memaparkan implementasi pelayanan lintas budaya berdasarkan Kisah Para Rasul 10:34-43. Penulis menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan menganalisis data-data seperti buku-buku maupun jurnal-jurnal. Dari hasil analisis tersebut penulis menemu-kan bahwa gereja perlu memperkenalkan Kristus sebagai Allah yang mengasihi semua orang, memberitakan bahwa semua orang berhak menerima keselamatan, menyampaikan berita damai melalui Yesus Kristus kepada semua orang, dan menyampaikan berita damai melalui Yesus Kristus kepada semua orang. Kesadaran gereja terhadap Amanat Agung Tuhan Yesus salah satunya ialah dengan mengimplementasikan pelayanan lintas budaya, secara khusus dalam hal penginjilan.
PENTINGNYA PELAYANAN KONSELING PRANIKAH Anderias Mesak Morib
LOGON ZOES: Jurnal Teologi, Sosial dan Budaya Vol 3, No 1 (2020): Agustus 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Erikson-Tritt Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.814 KB) | DOI: 10.53827/lz.v3i1.19

Abstract

Pernikahan merupakan impian semua orang, sebab pernikahan berasal dari Allah melalui Adam dan Hawa. Pernikahan di mata Allah adalah kudus, sehingga setiap orang yang menikah di hadapan Allah adalah kudus. Pernikahan merupakan bahtera rumah tangga yang dikehendaki oleh Allah dan Allah tidak pernah merencanakan adanya perpisahan atau perceraian. Perceraian merupakan produk manusia karena keegoisan manusia itu sendiri. Kenyataannya adalah masih ada banyak rumah tangga Kristen yang hancur sehingga pernikahan mereka harus putus di tengah jalan. Dalam hal inilah konseling pranikah sangat diperlukan oleh pasangan yang akan menikah. Karena pernikahan bukanlah suatu hal yang mudah untuk dipahami, melainkan sesuatu yang sangat penuh rahasia. Tujuan dari pranikah agar setiap pasangan benar-benar memahami dan mengerti arti dari suatu pernikahan yang benar dan sesuai dengan kehendak Allah.
URGENSI PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN DALAM KELUARGA Vonny Ells
LOGON ZOES: Jurnal Teologi, Sosial dan Budaya Vol 2, No 1 (2018): Agustus 2018
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Erikson-Tritt Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (156.655 KB) | DOI: 10.53827/lz.v2i1.10

Abstract

Pendidikan Agama Kristen merupakan satu hal yang sangat penting untuk diajarkan kepada semua orang. Pendidikan Agama Kristen bukan suatu pilihan bagi setiap orang tetapi merupakan suatu hal yang sangat penting karena merupakan mandat yang diberikan oleh Allah kepada manusia dengan tujuan agar manusia dapat mengajarkan mengenai kebenaran Allah secara khusus dalam keluarga. Orang tua bertanggung jawab untuk mengajarkan kebenaran Allah kepada anak-anak yang merupakan anugerah atau karunia yang diberikan oleh Allah dalam keluarga. Namun sebelum kebenaran Allah diajarkan kepada anak-anaknya maka orang tua yang harus lebih dahulu memahami dan mengaplikasikan kebenaran Allah dalam kehidupan orang tua. Orang Tua harus dapat mendidik anak-anaknya melalui kebenaran firman Allah agar anak-anaknya menjadi anak yang baik dan yang terpenting anak-anaknya dapat mengenal dan percaya kepada Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadinya.
Ibadah yang Sejati menurut Deskripsi Yohanes 4:23-24 Alex Stefanus Ginting; Ewin Johan Sembiring; Ernida Marbun; Asa Binsar Siregar
LOGON ZOES: Jurnal Teologi, Sosial dan Budaya Vol 4, No 2: Agustus 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Erikson-Tritt Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (415.895 KB) | DOI: 10.53827/lz.v4i2.34

Abstract

Worship is the function of the church in worshiping God so that understanding worship becomes the basis for our worship practice. This research will explore true worship according to the teachings of Jesus Christ in John 4:23-24. The deepening of this teaching will use the descriptive research method. Researchers will remove the true meaning of worship that Jesus meant in John 4:23-24 and also conduct a literature study to support this understanding more clearly. This study found three results from the exploration of true worship, namely true worship is sought by the Father, true worship is worshiping in spirit and truth and the purpose of true worship is for the glory of the Father.AbstrakIbadah merupakan fungsi gereja dalam menyembah kepada Allah sehingga pemahaman akan ibadah menjadi dasar praktek ibadah kita. Penelitian ini akan mendalami ibadah sejati menurut ajaran Yesus Kristus di dalam Yohanes 4:23-24.  Pendalaman ajaran ini akan mengunakan metode penelitian deskripsi. Peneliti akan mengeluarkan arti ibadah dari sejati yang dimaksudkan Yesus di dalam Yohanes 4:23-24 dan juga mengadakan studi kepustakaan untuk mendukung pengertian ini lebih jelas lagi.  Penelitian ini menemukan tiga hasil dari eksplorasi tentang ibadah yang sejati yaitu Ibadah yang sejati dicari Bapa, Ibadah yang sejati menyembah dalam roh dan kebenaran dan tujuan ibadah sejati untuk kemuliaan Bapa.
PENGEMBANGANAN KURIKULUM SEKOLAH MINGGU Adolf Edwin Ratag
LOGON ZOES: Jurnal Teologi, Sosial dan Budaya Vol 1, No 1 (2017): Agustus 2017
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Erikson-Tritt Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (210.329 KB) | DOI: 10.53827/lz.v1i1.1

Abstract

Anak-anak adalah pribadi yang sangat penting. Siapa mereka di masa depan, dan Gereja di masa depan sangat ditentukan oleh bagaimana kita melayani anak-anak di masa kini; karena itu pelayanan kepada mereka tidak boleh dianggap remeh. Kurikulum merupakan salah satu hal yang sangat penting dalam proses mempersiapkan dan memantapkan kapasitas anak, baik secara mental maupun secara spiritual. Visi dan misi gereja sangat penting menjadi acuan dalam menyusun kurikulum Sekolah Minggu. Namun demikian, ada 5 faktor yang menjadi alasan yang perlu dipertimbangkan, yaitu alasan teologis, paedagogis, keadaan, kebudayaan dan misioner. Kurikulum dikembangkan berdasarkan keyakinan bahwa Alkitab adalah firman Allah, sehingga memuat sebanyak mungkin isi Alkitab; disusun dengan mempertimbangkan perkembangan jiwa anak; dan memikiran metode yang kreatif, bervariasi dan menarik. Penyusunan kurikulum sangat berhubungan dengan dua pertanyaan penting: Siapa? Apa? Para penyusun kurikulum harus bertanya: Untuk siapa? Untuk mereka yang bagaimana?Untuk mereka yang dimana?Kontennya apa?Untuk kapan? Khusus pertanyaan yang terakhir berkaitan erat dengan kalender gerejawi Hal yang terpenting dalam penyusunan kurikulum adalah anak-anak itu sendiri. 
Metode Mengajar Yesus menurut Injil Markus Serva Tuju
LOGON ZOES: Jurnal Teologi, Sosial dan Budaya Vol 4, No 1: Pebruari 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Erikson-Tritt Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (484.517 KB) | DOI: 10.53827/lz.v4i1.26

Abstract

Choosing the right teaching method can have a significant impact on those desiring to teach, and appropriate teaching methods can also provide solutions for students as they apply what they are learning. If we look closely in the Gospel of Mark, Jesus used some very interesting methods in his teaching to reach his listeners. As teachers, we ought to make use of the example of Christ’s teaching in developing our own teaching methods so that what we seek to communicate and how we communicate it can have a significant impact on our students. AbstrakMemilih metode mengajar yang tepat dapat memberikan dampak yang signifikan bagi para guru dalam mengajar. Selain dampak yang signifikan bagi guru, metode mengajar yang tepat juga dapat memberikan solusi bagi para siswa yang mengikuti pengajaran tersebut. Jika dicermati dalam kita Injil Markus Yesus menggunakan beberapa metode yang sangat menarik dalam pengajaran-Nya yang membuat ada banyak sekali orang yang ingin mendengarkan pengajaran dari Yesus. Sebagai pengajar patutlah mencontohi cara dan metode mengajar yang digunakan oleh Tuhan Yesus dalam mengajar sehingga pengajaran yang disampaikan dapat memberikan dampak yang signifikan bagi orang yang diajar. 
SEJARAH PENGGUNAAN NAMA ALLAH DAN TUHAN DALAM ALKITAB George Rumbekwan
LOGON ZOES: Jurnal Teologi, Sosial dan Budaya Vol 3, No 1 (2020): Agustus 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Erikson-Tritt Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (397.64 KB) | DOI: 10.53827/lz.v3i1.15

Abstract

Penelitian Ini berjudul: Sejarah Singkat Bangsa Ibrani dan Bahasa Ibrani dan Perkembangannya, hingga terbentuknya Alkitab Bahasa Indonesia yang menggunakan Nama Allah dan Tuhan. Penelitian ini secara sederhana menelusuri asal-usul Israel atau bangsa Ibrani dengan bahasa Ibrani yang selanjutnya mengalami perkembangan hingga mempengaruhi terbentuk Alkitab Bahasa Indonesia. Menginat perdebatan-perdebatan yang terjadi oleh karena penggunaan nama-nama Allah dan Tuhan dalam Alkitab. Nama Allah dan Alkitab Bahasa Indonesia sudah digunakan 333 tahun sebelum Indonesia terbentuk sebagai suatu bangsa yang merdeka dan berdaulat. 
KEPEMIMPINAN DALAM KEBERAGAMAN INDONESIA MEMAHAMI GLOBALISASI DENGAN ANALOGI THE LEXUS AND OLIVE TREE Fredrik U. Wowor
LOGON ZOES: Jurnal Teologi, Sosial dan Budaya Vol 1, No 1 (2017): Agustus 2017
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Erikson-Tritt Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (210.921 KB) | DOI: 10.53827/lz.v1i1.6

Abstract

Penelitian ini merupakan kajian pustaka untuk mengkaji dampak globalisasi. Kebenaran fundamental mengenai globalisasi adalah bahwa globalisasi itu timbul dari bawah, dari tingkat jalanan, dari dasar jiwa setiap orang, dan dari aspirasi terdalam mereka. Globalisasi adalah produk dari demokratisasi di bidang keuangan, teknologi, dan informasi, tetapi yang mendorong ketiganya adalah keinginan dasar setiap manusia yaitu kehidupan yang lebih baik, kehidupan dengan pilihan yang lebih banyak mengenai apa yang dimakan, apa yang dipakai, dimana bertempat tinggal, kemana bepergian, bagaimana bekerja, apa yang dibaca, apa yang ditulis, dan apa yang dipelajari.  
Peran dan Kerjasama Gereja Bethel Indonesia Torsina dengan Pemerintah dalam Menyejahterakan Masyarakat di daerah Olafuliha’a, Pantai Baru, Rote Ndao: Implementasi Roma 13:1-7 Ivonne Sandra Sumual; Lois Hasudungan; Aldi Abdillah; Ferdinand Edu
LOGON ZOES: Jurnal Teologi, Sosial dan Budaya Vol 4, No 2: Agustus 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Erikson-Tritt Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (440.511 KB) | DOI: 10.53827/lz.v4i2.29

Abstract

Welfare is the main goal that must be achieved in a government system. The government is also said to be successful if there is equitable welfare and is felt by the people under its government. To achieve this goal, of course, the government cannot walk alone. There needs to be a synergy from all parties so that there must be involvement of all parts involved in a government system, one of which is the church. The church is not just a religious institution that carries out a service program for church members. Rather, more than that, the church must take real action in realizing prosperity for all levels of society, both inside and outside the church. Therefore, the church and the government need to work together to become a driving force for the creation of prosperity that is coveted by all people. This study uses a qualitative method with data analysis of the GBI Torsina Case Study in the Olafuliha'a area, Pantai Baru, Rote Ndao. The implementation in this case study departs from understanding the background of Paul's letter to the Romans in Romans 13:1-7. The results showed that GBI Torsina built good relations with the government in the context of the welfare of the wider community in the Olafuliha'a area, Pantai Baru, Rote Ndao. Cooperation is carried out in the form of policies that are harmonized together for the benefit of the wider community.AbstrakKesejahteraan merupakan tujuan utama yang harus dicapai di dalam sebuah sistem pemerintahan. Pemerintahan juga dikatakan berhasil apabila terjadi kesejahteraan yang merata dan dirasakan oleh masyarakat dibawah pemerintahannya. Untuk mencapai tujuan tersebut tentu pemerintah tidak dapat berjalan sendiri. Perlu adanya sinergi dari seluruh pihak sehingga mesti adanya pelibatan seluruh bagian yang terlibat di dalam sebuah sistem pemerintahan salah satunya adalah gereja. Gereja bukan sekedar lembaga keagamaan yang melakukan program pelayanan kepada warga gereja saja. Melainkan, lebih dari itu gereja harus memberikan aksi nyata dalam mewujudkan kesejahteraan bagi seluruh lapisan masyarakat yang ada baik di dalam maupun di luar gereja. Maka dari itu gereja dan pemerintahan perlu berjalan bersama menjadi pendorong untuk terciptanya kesejahteraan yang didambakan oleh semua masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan analisis data Studi Kasus GBI Torsina di daerah Olafuliha’a, Pantai Baru, Rote Ndao. Implementasi dalam studi kasus ini berangkat dari pemahaman latar belakang surat Paulus kepada jemaat di Roma dalam Roma 13:1-7. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa GBI Torsina membangun hubungan baik dengan pemerintahan dalam rangka kesejahteraan masyarakat secara luas di daerah Olafuliha’a, Pantai Baru, Rote Ndao. Kerja sama dilakukan dalam bentuk kebijakan yang diselaraskan bersama untuk kepentingan masyarakat luas
EFEKTIFITAS KONSELING PEMULIHAN BAGI TENAGA PENDIDIK Rifky Serva Tuju
LOGON ZOES: Jurnal Teologi, Sosial dan Budaya Vol 3, No 1 (2020): Agustus 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Erikson-Tritt Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (162.752 KB) | DOI: 10.53827/lz.v3i1.20

Abstract

Penulisan karya tulis ini bertujuan untuk memaparkan efektifitas konseling pemulihan bagi tenaga pendidik dalam proses pelaksanaan konseling di sekolah atau perguruan tinggi yang membutuhkan konseling sebagai alat untuk menolong siswa yang sedang memiliki masalah. Tulisan ini termasuk jenis tulisan yang mengembangkan pola bimbingan pribadi yang berfokus pada pemulihan siswa, dalam proses bimbingan firman Tuhan sebagai bahan yang digunakan untuk membimbing siswa. Proses bimbingan juga memiliki tujuan agar siswa dapat dipulihkan oleh Tuhan secara pribadi. Koseling pemulihan setidaknya dapat menjadi rujukan bagi tenaga pendidik untuk dapat menolong dan membimbing siswa-siswi yang sedang dalam masalah di sekolah. Konseling Kristen yang efektif adalah konseling yang berusaha menolong, membimbing dan mengatasi konseli yang bermasalah. Dalam arti bahwa konselor dapat menolong klien dalam menyelesaikan problematika pribadinya.