cover
Contact Name
Gede Pasek Putra Adnyana Yasa
Contact Email
calaccitra@isi-dps.ac.id
Phone
+6285792402926
Journal Mail Official
calaccitra@isi-dps.ac.id
Editorial Address
Jl. Nusa Indah, Sumerta, Kec. Denpasar Timur, Kota Denpasar, Bali 80235
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
calaccitra: jurnal film dan televisi
ISSN : 27986152     EISSN : 27984370     DOI : -
Core Subject : Art,
Jurnal Calaccitra adalah media publikasi ilmiah di bidang kajian/perancangan serta kajian budaya terhadap media, produksi film, televisi, dan animasi. Jurnal Calaccitra diterbitkan oleh LP2MPP Institut Seni Indonesia Denpasar dan dikelola oleh Program Studi Produksi Film dan Televisi Fakultas Seni Rupa & Desain Institut Seni Indonesia Denpasar, dengan e-ISSN: 2798-4370 dan p-ISSN: 2798-6152 . Jurnal Calaccitra memiliki periode penerbitan dua kali dalam setahun, yaitu pada bulan Juni dan Agustus. Ruang lingkup artikel dalam Jurnal Calaccitra meliputi: (1) produksi film, (2) media, (3) televisi, (4) animasi, (5) videografi, (6) sinematografi, (7) teknologi terapan terbaru di bidang produksi film, televisi, dan animasi, (8) metode pendidikan dalam pengajaran film, media, televisi, dan animasi, (9) budaya dalam ranah media, film, televisi, dan animasi. Ruang lingkup artikel dalam Jurnal Calaccitra meliputi kajian/perancangan serta kajian budaya di bidang media, film, televisi, dan animasi. Ruang lingkup tersebut diantaranya tentang: Produksi film Media Televisi Animasi Videografi Sinematografi Teknologi terapan terbaru di bidang produksi film, televisi, dan animasi Metode pendidikan dalam pengajaran film, media, televisi, dan animasi Budaya dalam ranah media, film, televisi, dan animasi
Articles 132 Documents
KEMBARA SIMULASI MASA DEPAN DALAM FILM CERITA BERBINGKAI Pandet, Putu Radiya; Arimbawa, I Made Gede; Darmawan, I Dewa Made
CALACCITRA: JURNAL FILM DAN TELEVISI Vol. 4 No. 1 (2024): Junal Calaccitra Maret 2024
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masa depan merupakan suatu keadaan yang belum dapat dipastikan. Sehingga apapun yang diperkirakan akan terjadi hanyalah sebuah prediksi. Penyebaran virus Covid-19 pada masa kini (tahun 2020) menghasilkan banyak prediksi tentang apa yang akan terjadi di masa depan. Penyebaran virus ini juga menghasilkan banyak pemikiran tentang konspirasi tentang adanya senjata biologis pemusnah masal yang diciptakan untuk menyiapkan terjadinya perang dunia ketiga. Virus ini juga diduga akan menimbulkan permasalahan sosial seperti kerusuhan masal yang bisa menjadi pemicu terjadinya perang saudara maupun kudeta terhadap pihak penguasa. Berdasarkan hal tersebut, pencipta ingin mengangkat fenomena prediksi masa depan dalam sebuah karya film. Karya film ini bukan hanya ditujukan sebagai media hiburan, namun juga sebagai bentuk pemikiran atas apa yang mungkin terjadi di masa depan. Karya film ini mengambil bentuk film fiksi dengan teknik bertutur cerita berbingkai dengan judul Kembara. Film Kembara mengambil genre post apocalypse sebagai konsep utama penggarapannya dengan teori utama menggunakan teori Simulakra oleh Jean Baudrillard dan beberapa teori pendukung yaitu teori film fiksi, teori cerita berbingkai, teori konflik dan anarkisme. Metode penciptaan yang digunakan adalah metode penciptaan film yang terdiri atas Praproduksi, Produksi, Pasca Produksi dan Distribusi. Penciptaan film Kembara dilakukan dengan mencoba mengerjakan tujuh mayor dalam film secara tunggal. Sehingga produksi film Kembara bisa dilakukan dengan konsep low budget production. Wujud karya film Kembara berupa film dengan format digital standar sinema 2K (2048x858) dengan aspek rasio 1:2,39. Format film digital ini sesuai dengan standar yang ditetapkan untuk penayangan di bioskop. Bentuk simulasi dalam film Kembara memasukkan fakta-fakta di lapangan sebagai dasar cerita imaji yang disampaikan. Sehingga simulasi ini mempu memengaruhi pola pikir penontonnya untuk memprediksi keadaan di masa depan.
PENERAPAN MISE EN SCENE DALAM FILM DOKUMENTER PENDEK NARI – Gandrung Portrait Wardana, Ali; Puriartha, Kadek; Payuyasa, I Nyoman
CALACCITRA: JURNAL FILM DAN TELEVISI Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Calaccitra November 2024
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembuatan Iklan Layanan Masyarakat lingkungan hidup bertujuan untuk menghasilkan sebuah karya visual yang menarik dan dapat memberikan informasi bagi masyarakat luas. Iklan layanan masyarakat bertujuan untuk mengevaluasi stigma masyarakat dalam meningkatkan kesadaran dan mengubah perilaku masyarakat terhadap isu-isu lingkungan hidup. Iklan layanan masyarakat merupakan salah satu alat komunikasi yang digunakan untuk menyampaikan pesan-pesan penting mengenai pelestarian lingkungan kepada khalayak luas. Karya ini didasari oleh riset dan observasi pada keadaan lingkungan sekitar yang terkadang perlu diperhatikan dan dijaga kelestariannya. Dengan penerapan teknik cinematography pada iklan layanan masyarakat dapat membantu penulis dalam membangun cerita dan menciptakan visual yang menarik dan informatif sehingga tercipta karya yang tak hanya memiliki visual yang apik, tetapi juga memiliki makna didalamnya. Karya ini akan menjadi sangat berdampak secara luas bagi lapisan masyarakat yang bermacam-macam dalam menikmati dan menilai hasil karya yang diciptakan dengan harapan pesan alam dalam iklan layanan masyarakat memiliki karakter yang kuat sehingga tercapai sebuah makna yang ingin disampaikan.
PENERAPAN ASPEK KOMPOSISI GAMBAR SEBAGAI PENDUKUNG UNSUR DRAMATIK DALAM FILM WONG SAMAR Manik Darmaputra , Ida Bagus; Denny Chrisna Putra, I Made; Hari Kayana, Ida Bagus
CALACCITRA: JURNAL FILM DAN TELEVISI Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Calaccitra November 2024
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sinematografi memainkan peran penting dalam dunia perfilman, terutama untuk memperkuat pesan yang ingin disampaikan kepada penonton. Unsur dramatik dalam sebuah film mencakup konflik, klimaks, resolusi, dan pengembangan karakter yang semuanya bertujuan untuk memicu respons emosional dari penonton. Dalam film "Wong Samar" penulis menggunakan berbagai teknik komposisi gambar untuk mendukung unsur dramatik. Dalam pembuatan film horor, pembuat film biasanya menekankan unsur dramatik melalui suasana mencekam, kejutan tak terduga, dan alur cerita yang intens. Dalam penerapan sinematografi penulis memanfaatkan komposisi gambar, pencahayaan, warna, dan pergerakan kamera untuk memperkuat efek dramatik. Beberapa inspirasi dalam pembuatan film "Wong Samar" adalah "The Shining" karya Stanley Kubrick, yang menerapkan penggunaan komposisi simetris serta pergerakan kamera lambat, serta "Hereditary" oleh Ari Aster, dimana dalam film itu memanfaatkan pencahayaan dan komposisi gambar untuk menciptakan suasana yang suram. Serta film "Losmen Melati" yang juga memberikan inspirasi melalui set yang detail dan penataan ruang untuk mendukung suasana horor. Dengan penerapan teknik komposisi, film "Wong Samar" diharapkan mampu menyajikan unsur dramatik yang kuat, serta memberikan pengalaman horor yang tak terlupakan bagi penonton, dan dapat memberikan pengalaman sinematik yang mencekam.
PENGGUNAAN EFEK “CALL-OUT” PADA PENCIPTAAN IKLAN LAYANAN MASYARAKAT DENGAN TEMA PENIPUAN BERBASIS DARING Widi Putra, Ida Bagus Gede; Payuyasa, I Nyoman; Rai Budaya Bumiarta, Made
CALACCITRA: JURNAL FILM DAN TELEVISI Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Calaccitra November 2024
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penerapan efek call-out dalam menciptakan iklan layanan masyarakat yang mengangkat tema penipuan berbasis daring. Penelitian ini mengeksplorasi bagaimana efek call-out dapat menarik perhatian, meningkatkan estetika, memudahkan pemahaman, dan memperpendek durasi iklan. Tujuan utama kampanye ini adalah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang maraknya penipuan online. Dengan menggunakan efek call-out secara strategis, iklan ini bertujuan mendorong pemirsa agar lebih berhati-hati dalam interaksi online mereka. Kombinasi daya tarik visual dan pesan yang ringkas diharapkan tidak hanya dapat menarik perhatian tetapi juga menyampaikan pesan secara efisien. Melalui kampanye ini, tujuannya adalah membentuk masyarakat online yang lebih waspada dan selektif, sehingga ikut berkontribusi dalam menciptakan lingkungan digital yang lebih aman.
PENERAPAN KONSEP EDITING DIMENSI RITMIS PADA FILM EKSPERIMENTAL “HIDDEN DANDELION” Tri Murti, Raditya; Dwiyani, Ni Kadek; Hari Kayana Putra, Ida Bagus
CALACCITRA: JURNAL FILM DAN TELEVISI Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Calaccitra November 2024
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

MBKM atau Merdeka Belajar Kampus Merdeka merupakan sebuah program yang memberikan kebebasan kepada setiap mahasiswa dalam mengambil mata kuliah berdasarkan tingkatan semester. Kali ini, dalam pelaksanaan MBKM semester 7 terdapat alternatif paket pembelajaran, salah satunya yaitu program projek independen. Program ini merupakan kegiatan pembelajaran mahasiswa untuk mewujudkan karya atau ide yang inovatif yang mereka miliki. Penulisan laporan akhir MBKM projek independen ini dilatarbelakangi oleh pembuatan karya film pendek fiksi bergenre eksperimental berjudul “Hidden Dandelion”. Film ini mengangkat cerita mengenai perspektif dan pengalaman penyitas skizofrenia terhadap delusi yang ia hadapi. Selama proses penulisan, penulis menggunakan pengambilan data dengan metode observasi dan kepustakaan. Adapun capaian hasil pada laporan di akhir menunjukan bagaimana hasil dari penerapan teknik editing ritmis pada film Hidden Dandelion.
PENERAPAN KONSEP PSIKOLOGI HOROR DALAM FILM PANJANG WONG SAMAR Spencer Gunawan, I Putu; Dwiyani, Ni Kadek; Hari Kayana Putra, Ida Bagus
CALACCITRA: JURNAL FILM DAN TELEVISI Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Calaccitra November 2024
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembuatan film Panjang “Wong Samar” bertujuan untuk menghasilkan sebuah karya audio visual yang menarik dan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat luas. Bali, sebagai salah satu destinasi wisata terkemuka di dunia, memiliki kekayaan budaya yang mendalam serta isu-isu lingkungan dan sosial yang kompleks. Isu-isu ini mencakup polusi, perubahan iklim, urbanisasi, dan tekanan pada tradisi lokal. Dalam konteks ini, film panjang dapat menjadi media yang efektif untuk menyampaikan pesan-pesan penting. Penelitian ini berfokus pada pembuatan film yang mengintegrasikan adat budaya Bali, isu lingkungan dan sosial, serta nilai-nilai keluarga dan persahabatan. Karya ini didasari oleh riset dan observasi pada mitolgi Wong Samar yang ada didalam masyarakat Bali dan dalam adat dan budaya yang diyakini masyarakat. Dengan penerapan konsep psikologi horor membantu penulis dalam membangun cerita dan menciptakan visual yang menarik dan relevan dengan tetap memperhatikan unsur semiotika, estetika, dan nirmana didalamnya sehingga tercipta karya yang tak hanya memiliki visual yang apik, tetapi juga memiliki makna didalamnya. Karya ini akan menjadi sangat berdampak secara luas bagi lapisan masyarakat yang bermacam-macam dalam menikmati dan menilai hasil karya yang diciptakan dengan harapan banyak isu didalam film ini yang dapat membuka ruang diskusi bagi masyarakat.
PENCIPTAAN FILM DOKUMENTER NAUR PENEMPUH DENGAN PENDEKATAN GAYA EKSPOSITORI Widhi Asih, Made; Payuyasa, I Nyoman; Denny Chrisna Putra, I Made
CALACCITRA: JURNAL FILM DAN TELEVISI Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Calaccitra November 2024
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Film dokumenter memiliki potensi besar untuk menyampaikan warisan budaya, sejarah, dan nilai-nilai melalui visualisasi gambar dan suara, sehingga lebih banyak menjangkau masyarakat. Film dokumenter juga memiliki beberapa gaya pengimplementasiannya, salah satunya adalah pendekatan gaya ekspository, penerapannya pada film dokumenter yaitu berisi sebuah narasi sebagai pengantar penonton menuju materi pada film dokumenter yang ingin di sampaikan atau dengan kata lain sebagai benang merah pada cerita. Materi film yang di sampaikan melalui film dokumenter ini adalah tradisi yang berasal dari sebuah daerah, tepatnya di Desa Suwug, Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng, Provinsi Bali. Tradisi yang diangkat bernama tradisi Naur Penempuh, merupakan tradisi pembayaran hutang yang hanya dilakukan apabila seorang perempuan asli Desa Suwug melakukan pernikahan dengan laki laki dari luar dari Desa. Tradisi Naur Penempuh, merupakan salah satu tradisi yang belum mempunyai publikasi mengenai pemaknaannya secara lengkap dan jelas, maka dari itu penulis akan memvisualisasikan sejarah, pemaknaan serta bagaimana pelaksanaan dari tradisi Naur Penempuh ini melalui sebuah film dokumenter dengan metode observasional dan wawancara untuk penggalian sumber informasinya, serta melakuakn pengkonsepan film baik secara materi, narasi, serta visualisasinya.
KERETA MOLEK DI DESA LEBONG TANDAI DALAM FILM DOKUMENTER EXPOSITORY Sanjaya, Hadi; Pradono, Choiru; Rahman, Abdul
CALACCITRA: JURNAL FILM DAN TELEVISI Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Calaccitra November 2024
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Lebong Tandai terletak di Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu, dan memiliki ikon transportasi unik yaitu Kereta Molek, singkatan dari Motor Lori Ekspres. Kereta Molek dengan rel yang menjadi bukti sejarah, menunjukkan bahwa Desa Lebong Tandai pernah menjadi salah satu penyumbang emas di Monumen Nasional (Monas). Kereta Molek tidak hanya befungsi sebagai alat transportasi tetapi juga menjadi sumber mata pencaharian utama masyarakat Desa Lebong Tandai melalui kemandirian dan inovasi warga lokal. Penelitian ini menggunakan media film dokumenter dengan pendekatan expository, di mana narasi digunakan sebagai penutur tunggal. Hasil pembuatan film dokumenter ini bertujuan untuk memberikan informasi kepada penonton, mengedukasi mengenai sejarah desa, dan menjadi media pembelajaran. Film ini penting karena berfungsi sebagau arsip informasi yang dikumpukan oleh peneliti.
ANALISIS UNSUR ARTISTIK SEBAGAI PENDUKUNG DRAMATISASI DALAM FILM PENGABDI SETAN 2 Alliyya Safitri, Nazula
CALACCITRA: JURNAL FILM DAN TELEVISI Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Calaccitra November 2024
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas dua teori yang digunakan dalam film Pengabdi Setan 2, yaitu unsur artistik dan teori dramatisasi ketegangan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menemukan jawaban dalam dramatisasi ketegangan yang didukung oleh ketiga variabel, yaitu lingkungan, fitur, dan warna. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif, dimana seluruh film dianalisis dan dicari ketegangan yang diciptakan oleh unsur-unsur artistiknya. Warna-warna tetap yang sering muncul dalam film ini adalah warna-warna hangat dan putih, yaitu warna-warna yang memberikan kesan tegang dalam film ini. Menurut gaya interior yang digunakan, yaitu indies dipadukan dengan gaya vintage, banyak corak pastel yang digunakan warna film Pengabdi Setan 2 yang terkesan pudar, dan warna tersebut menambah kesan kuno di sekeliling film Pengabdi Setan 2. Kesimpulan dari penelitian ini adalah unsur artistik menjadi unsur yang mendukung ketegangan cerita film ini. Adegan film Pengabdi Setan 2 tidak hanya dapat menciptakan suasana tahun 1980-an, tetapi juga mengandung makna budaya dan suasana zaman dahulu yang dapat dikaitkan dengan ketegangan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa unsur artistik dari film Pengabdi Setan 2 mendukung dramatisasi tersebut. Fakta objektif ditemukan dalam adegan yang berbeda dari setiap adegan menggunakan pengaturan yang dipadukan dengan warna dominan, vintage dan pastel yang dapat memberikan efek dramatis kepada penonton.
ANALISIS TEKNIK PENGAMBILAN GAMBAR DALAM FILM THE NEIGHBORS’ WINDOW: MENGGALI EMOSI MELALUI SINEMATOGRAFI Mujahid, Safier
CALACCITRA: JURNAL FILM DAN TELEVISI Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Calaccitra November 2024
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menganalisis teknik pengambilan gambar dalam film The Neighbors' Window menggunakan metode penelitian kualitatif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memahami bagaimana elemen visual digunakan untuk menyampaikan pesan dan emosi dalam narasi film. Dengan fokus pada komposisi gambar, sudut pandang, dan penggunaan kamera, penelitian ini mengkaji bagaimana teknik-teknik ini membantu menciptakan kedalaman emosional dan keterlibatan penonton. Data dikumpulkan melalui observasi mendalam terhadap film, yang kemudian dianalisis secara deskriptif untuk mengidentifikasi pola dan teknik visual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan sudut pandang subjektif dan close up berperan penting dalam menekankan emosi karakter dan membangun empati penonton. Kesimpulannya, teknik pengambilan gambar dalam The Neighbors' Window tidak hanya berfungsi sebagai alat penceritaan visual, tetapi juga sebagai medium untuk mengeksplorasi dinamika emosi dan perspektif karakter. Artikel ini menegaskan pentingnya pemahaman yang mendalam tentang sinematografi dalam analisis film.

Page 9 of 14 | Total Record : 132