calaccitra: jurnal film dan televisi
Jurnal Calaccitra adalah media publikasi ilmiah di bidang kajian/perancangan serta kajian budaya terhadap media, produksi film, televisi, dan animasi. Jurnal Calaccitra diterbitkan oleh LP2MPP Institut Seni Indonesia Denpasar dan dikelola oleh Program Studi Produksi Film dan Televisi Fakultas Seni Rupa & Desain Institut Seni Indonesia Denpasar, dengan e-ISSN: 2798-4370 dan p-ISSN: 2798-6152 . Jurnal Calaccitra memiliki periode penerbitan dua kali dalam setahun, yaitu pada bulan Juni dan Agustus. Ruang lingkup artikel dalam Jurnal Calaccitra meliputi: (1) produksi film, (2) media, (3) televisi, (4) animasi, (5) videografi, (6) sinematografi, (7) teknologi terapan terbaru di bidang produksi film, televisi, dan animasi, (8) metode pendidikan dalam pengajaran film, media, televisi, dan animasi, (9) budaya dalam ranah media, film, televisi, dan animasi. Ruang lingkup artikel dalam Jurnal Calaccitra meliputi kajian/perancangan serta kajian budaya di bidang media, film, televisi, dan animasi. Ruang lingkup tersebut diantaranya tentang: Produksi film Media Televisi Animasi Videografi Sinematografi Teknologi terapan terbaru di bidang produksi film, televisi, dan animasi Metode pendidikan dalam pengajaran film, media, televisi, dan animasi Budaya dalam ranah media, film, televisi, dan animasi
Articles
132 Documents
DOKUMENTER EKSPOSITORI PADA FILM NAPAK TILAS LEGONG GAYA PELIATAN
Kadek Yooka Desy Damayu;
Kadek Dwiyani;
I Nyoman Payuyasa
CALACCITRA: JURNAL FILM DAN TELEVISI Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Calaccitra November 2023
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.59997/cc.v3i2.2924
Projek Independen adalah salah satu program kerja MBKM (Merdeka Belajar Kampus Merdeka) yang dilaksanakan oleh Kemendikbud untuk melepaskan para Mahasiswa untuk terjun langsung dalam membuat atau menciptakan karya independen yang didukung dengan bantuan mitra. Program Projek Independen ini diharapkan dapat menjalin hubungan baik mahasiswa dengan mitra atas terjalinnya proses kolaborasi dalam produksi karya kreatif. Film merupakan media komunikasi yang bersifat audio dan visual yang berfungsi untuk menyampaikan suatu pesan atau informasi kepada sekelompok orang atau masyarakat luas. Film dibagi menjadi empat jenis yaitu film dokumenter, film cerita pendek, film cerita panjang, dan film-film jenis lainnya seperti company profile, iklan televisi dan program televisi. (Mabruri kn, 2013: 3). Film dokumenter adalah sebuah usaha untuk mencari pola-pola dan keteraturan- keteraturan tentang fenomena yang ada disekitar kita (Tazi L,2010:23). Sebagai sebuah film, keteraturan-keteraturan atau pola-pola itu kemudian dirangkai menjadi sebuah cerita dalam medium audiovisual. Tarian Legong Style Peliatan merupakan salah satu tarian masyarakarat Indonesia, salah satunya di Bali. Menurut (Mishach Yusabiran,2010:26) Film dokumenter adalah suatu dokumentasi yang diolah secara kreatif dan bertujuan untuk memengaruhi penontonnya. Dalam menciptakan sebuah karya membutuhkan metode-metode untuk memperkuat data yang ada , metode yang digunakan dalam penciptaan karya film dokumenter yang berjudul Tari Lengong Gaya Peliatan adalah metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data observasi dan wawancara.
DAMPAK EMOSIONAL PENIKMAT FILM SUPERHERO TERHADAP FILM SUPERHERO PRODUKSI MARVEL CINEMATIC UNIVERSE (MCU)
Maghfiroh Citra Widoarum;
Joko Lulut Amboro
CALACCITRA: JURNAL FILM DAN TELEVISI Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Calaccitra November 2023
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.59997/cc.v3i2.2925
Film superhero produksi Marvel Cinematic Universe (MCU) selalu memiliki popularitas yang tinggi. Cerita superhero di MCU sendiri diambil dari komik yang diproduksi sendiri, kemudian diadaptasi dalam bentuk film. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan analisis isi (content analysis). Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pesan yang di dapatkan oleh penikmat film superhero melalui film superhero produksi MCU hingga menyebabkan adanya bonding antara penikmat film superhero dengan film-film produksi MCU. Pesan pada film MCU yang begitu meninggikan nilai kemanusiaan, kekeluargaan serta persahabatan yang membuat penikmat film superhero merasakan suatu hal yang sama
PENULISAN NASKAH PADA FILM DOKUMENTER GAYA EKSPOSITORI PADA PROGRAM ACARA BALI SHANTI DI INEWS BALI
Mohammad Royan Fauzi Sugiarto;
I Dewa Made Darmawan;
IB. Hari Kayana Putra
CALACCITRA: JURNAL FILM DAN TELEVISI Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Calaccitra November 2023
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.59997/cc.v3i2.2927
Penyampaian sebuah informasi atau sebuah edukasi kepada masyarakat terdapat berbagai macam cara dalam pelaksanaanya, baik melalui media sosial, media cetak maupun sebuah karya audio dan visual. Film merupakan sebuah media sarana informasi yang dapat mencapai khalayak banyak. Melalui penyampaian Audio dan Visual yang dikemas secara menarik dan membuat penonton/masyarakat tidak bosan dan dapat memahami informasi yang ingin disampaikan oleh pembuat film, serta dapat memperkenalkan sebuah budaya atau ilmu baru kepada masyarakat. Terkait dengan permasalahan tersebut melalui Penulisan Naskah Film Dokumenter gaya Ekspositori pada program Acara Bali Shanti. Penulisan naskah Film dokumenter televisi (Feature) ini dilaksanakan memalui berbagai macam riset secara Eksternal Maupun Internal. Gaya Ekspositori Dokumenter Ekspositori adalah salah satu jenis film dokumenter yang pembawaan dan penyampaian informasi didalam film, lebih didominasi dengan penggunaan suara atau voice over (VO). Tujuan penulisan naskah film dokumenter ini adalah Demi mendapatkannya kesinambungan antara audio dan visual dalam penulisan naskah film dokumenter menggunakan gaya Ekspositori, untuk penyampaian informasi melalui Voice Over dan wawancara yang diiringi oleh gambar detail yang sesuai dengan penyampaian voice over dan wawancara tersebut. Penulisan Naskah Film Dokumenter pada program Acara Bali Shanti Dapat menciptakan 3 episode program acara Bali Shanti dengan masing- masing episode berdurasi 24 menit dengan sebuah output media yang berupa film dokumenter televisi (Feature). Dalam setiap episode ini mengangkat sebuah tema yang menajadi acuan utama penulisan naskah 3 episode tersebut, yaitu budaya
PENERAPAN KONSEP SEMIOTIKA PADA PENATAAN ARTISTIK DI FILM EKSPERIMENTAL “HIDDEN DANDELION”
Ni Putu Cempaka Pariharta;
Ni Kadek Dwiyani;
I Kadek Puriartha
CALACCITRA: JURNAL FILM DAN TELEVISI Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Calaccitra November 2023
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.59997/cc.v3i2.2928
Program Studi Produksi Film dan Televisi menerapkan program Kampus Merdeka atau MBKM yang dicanangkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Dalam program MBKM Tugas Akhir, mahasiswa memilih proyek independen sebagai kegiatan. Proyek independen ini mewujudkan karya terkait isu kesehatan mental yaitu pengalaman skizofrenia. Film dipilih sebagai media komunikasi massa untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya kesehatan mental dan menghilangkan stigma terkait dengan penyakit mental agar lebih banyak orang yang mencari pengobatan. Dalam penciptaan karya film eksperimental, peranan tata artistik memiliki andil untuk mendukung aspek-aspek dalam film (aspek mise-en-scene) baik dari segi setting (latar), kostum, tata rias, pencahayaan, dan properti yang ada dalam sebuah latar maupun yang digunakan oleh pemeran film. Untuk membangun penggambaran pengalaman skizofrenia, penerapan konsep semiotika sebagai ilmu untuk menganalisis makna tanda dan simbol dapat digunakan dalam perancangan artistik sebuah film. Film ini akan menyajikan ke dalam tanda-tanda visual seperti warna, bentuk dengan diikuti makna yang terkandung di dalamnya, seperti misalnya, penggunaan warna yang kontras dan gelap dapat menggambarkan suasana yang menakutkan dan cemas yang sering dirasakan oleh penderita skizofrenia
PENERAPAN TEKNIK HANDHELD CAMERA PADA PEMBUATAN FILM EKSPERIMENTAL HIDDEN DANDELION
Muhammad Riza Ahsana Taqwim Issandy;
I Kadek Puriartha;
IB. Hari Kayana Putra
CALACCITRA: JURNAL FILM DAN TELEVISI Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Calaccitra November 2023
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.59997/cc.v3i2.2929
Projek Independen adalah salah satu program kerja MBKM (Merdeka Belajar Kampus Merdeka) yang dilaksanakan oleh Kemendikbud untuk melepaskan para Mahasiswa untuk terjun langsung dalam membuat atau menciptakan karya independen yang didukung dengan bantuan mitra. Program Projek Independen ini diharapkan dapat menjalin hubungan baik mahasiswa dengan mitra atas terjalinnya proses kolaborasi dalam produksi karya kreatif. Film adalah satu dari sekian media komunikasi massa audio visual yang berfungsi sebagai mesin waktu, dengan film hiburan dan informasi akan tersampaikan secara jelas. Karakter protagonis yang selalu dihantui oleh delusi dan halusinasinya akibat pengaruh gangguan mental skizofrenia. Analisis yang akan dilaksankan adalah bagaimana penerapan teknik handheld camera pada pembuatan film eksperimental Hidden Dandelion serta tahapan penciptaan selama produksi sebagai penata kamera. Metode yang digunakan adalah penciptaan ide, praproduksi, produksi dan pascaproduksi, keempat metode tersebut akan menuntun jalannya jawaban daripada rumusan masalah pertama dan kedua. Pelaksanaan proses produksi berjalan selama 5 bulan dan akhirnya dapat di bedah setiap scene yang menjawab sekaligus memperkuat jawaban daripada rumusan masalah pertama dan kedua. Penerapan teknik Handheld Camera sangat berperan penting dalam menghidupkan serta memperkuat jalan cerita dan karakter dalam cerita, emosi yang dibangun sesuai dengan keinginan sutradara dan berhasil mendapatkan pengalaman baru selaku pemimpin di divisi penata kamera. Dampak daripada penggunaan teknik ini ialah sutradara mendapatkan tutur bahasa dalam menciptakan karya
GAYA EKSPOSITORI DALAM PENYUTRADARAAN FILM DOKUMENTER THE STORY OF LEGENDARY ASINAN BETAWI H. ASYUMUNI TAHUN 78
Samuel Kristian Irianto
CALACCITRA: JURNAL FILM DAN TELEVISI Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Calaccitra November 2023
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.59997/cc.v3i2.2931
Asinan Betawi adalah hidangan khas dari Jakarta yang terkenal dengan kombinasi uniknya antara manis, asam, gurih, dan pedas. Hidangan ini terdiri dari sayuran segar seperti kol, tauge, kacang panjang, dan taoge yang dicampur dengan saus kacang, saus gula merah, dan saus asam yang lezat. Disajikan dengan tambahan kerupuk dan kacang goreng, Asinan Betawi adalah cemilan legendaris yang telah ada sejak tahun 1978 di toko Asinan Betawi 78 H. Asymuni di daerah Pisangan Baru, Jakarta. Hidangan ini tidak hanya memikat lidah tetapi juga menggambarkan kekayaan kuliner dan budaya Betawi. Dalam film dokumenter ini, kami menjelajahi sejarah, rasa, dan warisan dari Asinan Betawi, serta bagaimana toko ini tetap relevan dan menarik pelanggan dari berbagai lapisan masyarakat. Metode penelitian ekspositori menjadi pilihan dalam perancangan karya dokumenter ini, merupakan salah satu pendekatan dalam penelitian yang bertujuan untuk menggambarkan, menjelaskan, atau menguraikan suatu fenomena atau topik secara detail dan sistematis. Film ini bertujuan untuk memperkenalkan keunikan kuliner tradisional ini kepada penonton dan menggugah rasa ingin tahu mereka tentang budaya kuliner Indonesia yang kaya dan beragam.
PENERAPAN ARTISTIK PADA INTERAKSI KARAKTER TERHADAP RUANG MENGGUNAKAN SHOT TOP DOWN DALAM MUSIC VIDEO BIN IDRIS DI EPI PRODUCTION
Putu Kenta Menggala Ruspa;
I Nyoman Payuyasa;
I Made Denny Chrisna Putra
CALACCITRA: JURNAL FILM DAN TELEVISI Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Calaccitra November 2023
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.59997/cc.v3i2.2932
Produksi karya musik video Bin Idris “Inside A Room” diciptakan dengan tujuan mengembangkan lagi dunia kreatif terutama pada bidang audio visual salah satunya adalah musik video. . Dampak era digital munculnya media sosial dan teknologi yang semakin berkembang membuat lingkungan dengan kreativitas, penggunaan teknologi yang cerdas, dan bahasa visual yang kaya. Musik video merupakan media yang secara unik untuk memberi tahu kita tentang perubahan bentuk budaya popular arus utama. Dalam pembuatan sebuah musik video tentunya banyak elemen penting yang dirancang sebelum proses produksi, salah satu elemen penting tersebut adalah artistik. Artistik atau perancang set membuat sketsa desain mereka atau menyusun desain dan kreasi seperti, diorama, kolase, dan papan desain dengan berbagai elemen seperti tekstur, kain, objek, dll. Set desain atau artistik merupakan bahasa visual untuk menyampaikan makna atau emosi tertentu sesuai dengan konsep awal yang dibuat. Semua hal yang muncul di visual selain karakter disebut properti , atu alat peraga. Alat peraga set seperti furnitur, dan dekorasi adalah jenis barang yang melengkapi set danharus menjadi bagian dari desain set.
PENERAPAN AUDIO DESCRIPTION PADA KARYA DOKUMENTER PENDEK SEJAUH MATA MEMANDANG
Sukron Madani Dwi Prasetyo;
I Nyoman Payuyasa;
I Nyoman Suardina
CALACCITRA: JURNAL FILM DAN TELEVISI Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Calaccitra November 2023
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.59997/cc.v3i2.2934
Produksi karya film dokumenter pendek “Sejauh Mata Memandang” diciptakan dengan tujuan untuk dapat memotivasi disabilitas terutama tuna netra dan teman tuli untuk dapat memberi ruang dan akses agar dapat menikmati film secara umum. Produksi ini juga akan dilengkapi dengan audio description sebagai fitur yang membantu disabilitas agar dapat menikmati film beserta isi pesan yang ada di dalamnya. Produksi karya ini berdasarkan hasil riset dan isu diskriminasi disabilitas di Bali. Tuna netra dalam kesetaraan dan kepemilikan hak untuk dapat hidup berdampingan dengan masyarakat umum. Tuna netra memiliki hak untuk saling mencintai antar sesama tanpa adanya diskriminasi. Riset dilakukan dengan pendekatan observasional pada disabilitas tuna netra. Metode yang digunakan berupa kuantitatif dan kualitatif dengan blended learning sehingga mampu menciptakan optional isu yang dapat dipakai untuk penciptaan karya film dokumenter. Hasil riset yang dilakukan menunjukkan bahwa tuna netra kurang mendapatkan akses untuk kenyamanan menonton film. Disabilitas perlu bantuan dari pihak lain atau menggunakan audio description dalam menikmati karya film. Karya ini diupayakan dapat memberi dampak secara luas bagi tuna netra dan teman tuli serta mampu memberi kesadaran pada setiap filmmaker untuk mulai memperhitungkan fasilitas fitur audio description pada setiap karya film yang diciptakan
PENGGAMBARAN KENANGAN DAN KESEDIHAN MELALUI KOMPOSISI SINEMATOGRAFI PADA VIDEO MUSIK PESAN TERAKHIR
William Sanjaya
CALACCITRA: JURNAL FILM DAN TELEVISI Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Calaccitra November 2023
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.59997/cc.v3i2.2935
Sinematografi merupakan salah satu aspek penting dalam pembuatan sebuah film. Sinematografi memiliki berbagai unsur, salah satunya adalah komposisi. Beberapa prinsip komposisi sinematografi yang seringkali diterapkan dalam produksi video musik adalah rule of thirds dan keseimbangan visual. Video musik “Pesan Terakhir” menceritakan tentang seorang wanita yang meninggalkan orang yang dicintainya. Video musik tersebut menarik untuk diangkat karena memiliki komposisi visual yang mendukung cerita dari awal, pertengahan dan akhir. Tujuan dari penelitian ini adalah menunjukkan peran komposisi visual dalam mendukung dramatisasi cerita dalam video musik “Pesan Terakhir”. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan pusposive sampling. Hasil dari penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa komposisi visual berperan penting dalam menunjukkan situasi, emosi dan kondisi psikologi pada karakter. Situasi aman ditunjukkan pada awal cerita. Sedangkan situasi buruk dan ketegangan terjadi pada pertengahan dan akhir dari cerita. Dengan demikian, komposisi tidak hanya memberikan estetika visual semata, namun juga menunjukkan makna pada visual yang ditampilkan pada sebuah film, termasuk video musik.
PENERAPAN EDITING DIMENSI RITMIS DAN WARNA SEPIA DALAM MUSIK VIDEO BIN IDRIS
Satyo Kartika Virgantara;
Nyoman Lia Susanthi;
IB. Hari Kayana Putra
CALACCITRA: JURNAL FILM DAN TELEVISI Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Calaccitra November 2023
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.59997/cc.v3i2.2941
Musik adalah perangkat penting untuk mengusung keselarasan visual ketika suara dari visual tersebut hampa dan memiliki kekuatan untuk menghibur, menginspirasi, dan meningkatkan mood. Dimensi ritmis editing merupakan salah satu cara yang cukup efektif untuk mengontrol waktu atau tempo dari durasi setiap pengambilan gambar. Menyusun setiap bidikan gambar secara merata yang secara melekat dapat memberikan harapan kepada penonton yang digabungkan dengan alunan musik yang memiliki tempo yang tinggi untuk melakukan perpotongan dari masing-masing pengambilan gambar yang telah di sinkronisasi. Mengontrol ritme dari setiap pengambilan gambar dapat mempengaruhi momen, seperti memotong dengan pengambilan gambar lebih singkat akan mempengaruhi tingkat instensitas pemandangan dan sebaliknya memotong lebih lama akan menciptakan momen yang lebih rileks dan ketenangan. Grading warna dapat digunakan untuk mendukung narasi film dengan menciptakan suasana atau mood yang melengkapi jalan cerita. Bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan color grading sebagai mood builder yang diterapkan pada tiga Musik Video Bin Idris. Hasil color grading ini menemukan bahwa gradasi warna pada beberapa adegan pada setiap setting waktu di Musik Video Bin Idris digunakan untuk membangun mood atau suasana dalam cerita. Warna yang banyak digunakan antara lain biru dan coklat dengan campuran warna lain yaitu : merah, abu-abu dan hitam dengan tambahan warna Sepia pada beberapa shot di setiap Music Video-nya. Biru muda digunakan untuk membangun suasana pemandangan yang terkesan dingin dan melankolis, cokelat digunakan untuk membangun suasana pemandangan yang terkesan hangat, dan coklat tua dan coklat kemerahan cenderung membangun gelap suasana dan konflik kemarahan. Penggunaan warna abu-abu memberikan kesan muram dan sedih.