cover
Contact Name
Sri Maryuni
Contact Email
jurmafis@fisip.untan.ac.id
Phone
+6281352534411
Journal Mail Official
jurmafis@fisip.untan.ac.id
Editorial Address
Jl. Prof. Dr. H. Hadari Nawawi, Pontianak 78124
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Proyeksi: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora
ISSN : 24423424     EISSN : 27757501     DOI : https://dx.doi.org/10.26418%2Fproyeksi
Core Subject : Social,
Proyeksi adalah Jurnal ilmiah di bidang ilmu sosial dan humaniora mencakup ilmu administrasi, sosiologi, sosiatri, ilmu politik, administrasi negara, ilmu pemerintahan, hubungan internasional, ilmu komunikasi, antropologi dalam cakupan yang mendalam.
Articles 129 Documents
Borneo-Kalimantan: Satu Pulau Dua Nama Tiga Negara Bersama Kaboka Merentas Ke Puncak ilmu Sosial Dan Kemanusiaan ade m kartawinata
Proyeksi: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 19, No 2 (2014): PROYEKSI, Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora
Publisher : FISIP Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (310.461 KB) | DOI: 10.26418/proyeksi.v19i02.462

Abstract

Konferensi Antaruniversiti se Borneo-Kalimantan (KABOKA) yang diprakarsa oleh Institut Pengajian Asia Timur Universiti Malaysia Sarawak, telah dilangsungkan sejak tahun 2005, diikuti oleh pelbagai universiti di Borneo-Kalimantan yang berada di tiga Negara, yakni Brunei Darussalam, Indonesia dan Malaysia. Untuk itu, puluhan makalah serta kertas kerja telah dibentangkan guna membahas isu bersama tentang Borneo-Kalimantan oleh para sarjana ilmu sosial dan kemanusiaan di kawasan ini. Dari penyelenggaraan konferensi yang berterusan ini, acapkali juga semua makalah dan kertas kerja mengupas dengan kritis pelbagai realitas dan fenomena sosial, budaya, politik, ekonomi dan sumber alam serta kebijakan atau policy di masing-masing negara. Lantaran itu, makalah ini akan membincangkan dan menjawab soalan-soalan tentang: (1) apakah KABOKA telah menjadi wadah jalinan kerjasama kesarjanaan se Borneo-Kalimantan di dalam memahami pelbagai realitas dan fenomena tersebut yang tidak tersekat-sekat oleh adanya batas-batas negara sesuai asasi ilmu pengetahuan; dan (2) apakah pula KABOKA dapat dijadikan landasan guna membangkitkan gairah para sarjana di pulau ini bagi penciptaan keilmuan yang bersumber dari bumi Borneo-Kalimantan. Pemahaman atas soalan-soalan itu, berasaskan pada perspektif transnasional, dengan mendekonstruksi kesejarahan, pengaruh dinamika politik dan ekonomi lintas wilayah atau negara di pulau Borneo-Kalimatan.Kata kunci: KABOKA, dinamika politik ekonomi, lintas wilayah
Implementasi Program Nesional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Perkotaan di Kota Pontianak Sri Maryuni
Proyeksi: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 19, No 1 (2014): PROYEKSI, Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora
Publisher : FISIP Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (296.971 KB) | DOI: 10.26418/proyeksi.v19i01.920

Abstract

Kurang berhasilnya implementasi PNPM Mandiri Perkotaan disebabkan banyak faktor, baik faktor internal maupun faktor eksternal. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh pengetahuan, pemahaman dan konsep baru mengenai implementasi kebijakan publik dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Informasi yang didapat menunjukkan bahwa implementasi program melibatkan unsur pelaksana, program yang dilaksanakan, kelompok sasaran dan lingkungan. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa kurang berhasilnya implementasi PNPM Mandiri Perkotaan di Kota Pontianak disebabkan oleh kebijakan (program) yang diidealkan, kelompok sasaran, organisasi pelaksana dan faktor lingkungan. Keempat faktor tersebut merupakan satu kesatuan yang saling berkaitan sehingga membentuk policy cycle. Pendekatan yang digunakan adalah pemberdayaan masyarakat untuk membentuk kemandirian masyarakat dan pemerintah daerah dengan difasilitasi oleh lembaga keswadayaan masyarakat. Kenyataannya sangat sulit untuk mendorong masyarakat miskin berpartisipasi dalam perencanaan dan pelaksanaan program pemberdayaan ini. Untuk itu relawan masyarakat harus bekerja keras memperjuangkan aspirasi masyarakat miskin melalui rembug kesiapan warga dan Musrenbang yang dilaksanakan secara periodik. Kata kunci : Implementasi, Pemberdayaan, Kemandirian, Relawan 
Analisis RPJPD 2005 - 2025 dan RPJMD 2009 - 2014 Kabupaten Sanggau Rusdiono *
Proyeksi: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 21, No 2 (2016): PROYEKSI, Jurnal Ilmu Ilmu Sosial dan Humaniora
Publisher : FISIP Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (301.325 KB) | DOI: 10.26418/proyeksi.v21i2.2425

Abstract

Penyusunan rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) berikut strategi maupun agenda prioritas pembangunan memiliki hubungan yang linear. Untuk itu dihindari penyusunanya hanya sebatas penjabaran janji politik atau slogan kampanye dari calon kepala daerah terpilih dan tidak berpijak dari rencana pembangunan jangka panjang daerah (RPJPD). Hal ini, akan berpengaruh terhadap efektifitas RPJPD. Kemudian strategi dan agenda prioritas dalam RPJMD harus dipahami dengan baik oleh segenap organisasi publik beserta jajarannya. Selain itu, terkait dengan kompleksnya tujuan yang akan dicapai dalam RPJPD maupun RPJMD tentunya membutuhkan pengembangan budaya organisasi publik dalam pelaksanaannya. 
Perbandingan Metode Pembelajaran Pada Program Studi Ilmu Hubungan Internasional dan Ilmu Politik Adityo Darmawan Sudagung; Rizqi Fadhilla; Agustiar Akbar; Rizky Amanda
Proyeksi: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 23, No 1 (2018): PROYEKSI, Jurnal Ilmu Ilmu Sosial dan Humaniora
Publisher : FISIP Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.347 KB) | DOI: 10.26418/proyeksi.v23i1.2445

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk untuk mengetahui metode pembelajaran yang diterapkan kepada mahasiswa Program Studi Ilmu Hubungan Internasional dan Ilmu Politik. Permasalahan dua program studi (prodi) di FISIP UNTAN yang memiliki rumpun ilmu yang sejalan membuat beberapa dosen saling mengajar kedua prodi tersebut. Namun, pada praktiknya terdapat perbedaan dalam kualitas proses belajar mengajar yang terjadi pada kedua prodi tersebut. Kondisi fasilitas dan prose evaluasi dari fakultas yang belum memadai menjadi kendala utama yang ditemui. Penelitian ini berupaya mengulas perbandingan proses belajar mengajar di Program Studi Ilmu Hubungan Internasional dan Ilmu Politik. Kajian dilakukan dengan didukung oleh faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan metode pembelajaran, yang terdiri dari faktor fasilitas, hubungan sosial, dan lingkungan sekitar. Dengan menggunakan metode kualitatif, penelitian ini berupaya menampilkan perbandingan metode pembelajaran yang diterapkan pada Program Studi Ilmu Hubungan Internasional dan Ilmu Politik dengan kajian konsep metode pembelajaran. Temuan penelitian adalah penerapan metode pembelajaran di kedua prodi memiliki kesamaan, tetapi perbedaan yang mencolok pada proses belajar mengajar di kedua prodi tersebut adalah jumlah dan kualitas mahasiswa, referensi belajar dan intensitas dosen mengajar di kelas.
Peran PBB dan NATO dalam Konflik Perpecahan di Yugoslavia Pasca Turunnya Pemerintahan Josip Broz Tito Dwi Rizki Woelandari; Hardi Alunaza
Proyeksi: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 24, No 1 (2019): PROYEKSI, Jurnal Ilmu Ilmu Sosial dan Humaniora
Publisher : FISIP Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (230.589 KB) | DOI: 10.26418/proyeksi.v24i1.2456

Abstract

AbstrakTulisan ini mendeskripsikan efektivitas peacekeeping melalui Perserikatan Bangsa-Bangsa serta efektivitas peacemaking melalui peran North Atlantic Treaty Organization (NATO) terhadap konflik perpecahan yang terjadi di negara Yugoslavia pasca turunnya pemerintahan Josip Broz Tito. Hal ini dikarenakan konflik yang terjadi antara negara-negara bagian di Yugoslavia sudah banyak menelan korban jiwa bahkan dapat dikatakan terdapat tindakan penghapusan etnik yang telah menyebabkan masyarakat takut keberlangsungan kehidupannya. Konflik ini dilatarbelakangi oleh keinginan setiap negara-negara bagian di Yugoslavia untuk menjadi negara merdeka dengan cara keluar dari negara federasi Yugoslavia dan juga perbedaan pendapat dalam hal menjalankan politik atau pemerintahan, perbedaan agama, dan juga etnik, serta terdapat negara yang merasa memiliki super power dibandingkan negara bagian lainnya di Yugoslavia yaitu Serbia yang ingin menjadi pemimpin serta penguasa di negara federasi Yugoslavia dengan melakukan penyerangan terhadap negara-negara bagian lainnya, terutama penyerangan terhadap Bosnia yang memiliki mayoritas umat Islam yang dianggap Serbia sebagai agama yang tidak sejalan dengan agama yang dipercayainya. Tulisan ini disajikan untuk menjawab pertanyaan bagaimana efektivitas peacekeeping melalui peran Perserikatan Bangsa-Bangsa serta efektivitas peacemaking melalui peran NATO terhadap konflik perpecahan yang terjadi di negara-negara bagian Yugoslavia. Penulis menggunakan teori peran, konsep peacekeeping, dan konsep peacemaking dalam menganalisa fenomena ini. Tulisan ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan library research yaitu dengan cara pengambilan data dari pustaka baik berupa buku, jurnal, dan artikel yang tepercaya yang digunakan untuk mendukung data penelitian ini. Hasil tulisan ini terbagi menjadi dua poin penting dalam menjelaskan serta menganalisa terkait efektivitas peacemaking melalui peran NATO dan efektivitas peacekeeping melalui peran Perserikatan Bangsa-Bangsa terhadap konflik perpecahan di Yugoslavia. Pertama, peran NATO dalam penyelesaian konflik perpecahan di Yugoslavia. Kedua, peran PBB dalam penyelesaian konflik perpecahan di Yugoslavia.Kata Kunci: Efektivitas Peacemaking, Efektivitas Peacekeeping, Konflik. AbstractThis research aims to explain the effectiveness of peacekeeping implemented by the United Nations and the effectiveness of peacemaking implemented by the United Nations and North Atlantic Treaty Organization (NATO) against the conflict that occurred in the Yugoslavia country after the fall of the government of Josip Broz Tito. This is because the conflicts that occur between the states in Yugoslavia have claimed many lives and can even be said that there are ethnic abolition measures that have made the community fearful of their survival. This conflict was happen by the desire of every state in Yugoslavia to become an independent state by exiting the Yugoslavia federation and also differences of opinion in terms of running politics or government, different religion, and also different ethnicity, and there are countries feel they have super power compared to another state in Yugoslavia is Serbia, which wants to be leader and  attacking other state in the Yugoslavia federation, Serbia for especially attack Bosnia which has a majority of Muslims whom Serbia considers to be a religion that is not in line with the religion it believes. This research is attempted to answer the questions of how the effectiveness of peacekeeping through United Nationand how the effectiveness of peacemaking through NATO role in the division conflict that occurred in the state of Yugoslavia. The author is using the role theory, concept of peacekeeping, and concept of peacemaking in analyzing this phenomenon. This research uses a descriptive method with a qualitative approach. Data collection techniques are making by library research by taking data from libraries in the form of books, journals, and articles trusted data used to support this research data. The result of this research are divided by two important points to explain and to analyzing the effectiveness of peacemaking through the role of NATO and the effectiveness of peacekeeping through the role of United Nation in the division conflict in Yugoslavia. First, the role of NATO in the resolution of conflict divisions in Yugoslavia. Second, the role of United Nation in the resolution of conflict divisions in Yugoslavia.Keywords: Peacemaking Effectiveness, Peacekeeping Effectiveness, Conflict. 
STRATEGI DIPLOMASI MILITER INDONESIA TERKAIT UPAYA PENYELESAIAN KONFLIK LAUT CHINA SELATAN TAHUN 2014-2019 Arif Arif; Diva Alika Mesha Putri; Muhammad Fachrurrozi; Sheila Jessika
Proyeksi: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 25, No 2 (2020): PROYEKSI, Jurnal Ilmu Ilmu Sosial dan Humaniora
Publisher : FISIP Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (179.392 KB) | DOI: 10.26418/proyeksi.v25i2.2616

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan terjadinya fenomena terkait upaya penyelesaian konflik Laut Tiongkok Selatan Tahun 2014-2019. Pemerintah Indonesia menerapkan strategi diplomasi militer untuk meminimalisir konflik dikawasan tersebut. Peneliti berusaha memperoleh sumber data yang akurat dan valid menggunakan studi literatur dari buku, website dan jurnal online yang menjadi sumber utama dalam rujukannya. Dengan sumber tersebut, peneliti dapat menguatkan teori, argumen dalam penelitian ini. Peneliti menggunakan teori diplomasi pertahanan dengan konsep strategi dan kepentingan nasional. Pembahasan mengenai bentuk strategi diplomasi militer Indonesia terkait upaya penyelesaian konflik Laut Tiongkok Selatan Tahun 2014-2019. Beberapa pokok permasalahan yaitu bagaimana bentuk strategi diplomasi militer Indonesia yang meliputi dua bentuk: Pertama, membangun pertahanan militer negara dikawasan Perairan Natuna. Kedua, penerapan Naval Diplomacy sebagai bentuk strategi diplomasi militer Indonesia. Peneliti menyimpulkan bahwa kedua bentuk diplomasi yang diterapkan Indonesia memiliki keefektifan dalam meminimalisir konflik dikawasan Laut Tiongkok Selatan. Upaya strategi diplomasi militer dalam mengamankan perairan Natuna yakni membangun pertahanan militer negara yang diarahkan untuk memenuhi kekuatan proporsional yang berfokus pada peningkatan kekuatan alutsista dan infrastruktur pendukung pertahanan. Kemudian, bentuk strategi diplomasi militer Indonesia, yaitu Naval Diplomacy berupa Coalition Building yang dilakukan melalui upaya pembuatan, pengembangan dan perdagangan alutsista dengan berbagai negara, terutama negara di kawasan ASEAN dan mancanegara.
Interaksi Sosial Transmigran Madura Dengan Masyarakat Lokal Dalam Proses Perubahan Sosial syarif kamaruzaman
Proyeksi: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 19, No 2 (2014): PROYEKSI, Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora
Publisher : FISIP Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (516.44 KB) | DOI: 10.26418/proyeksi.v19i02.457

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mendapatkan pemahaman tentang interaksi sosial transmigran Madura dengan masyarakat lokal dan sebagai upaya memperoleh konsep baru yang berhubungan dengan interaksi sosial. Penelitian ini menitik beratkan pada data primer yang diperoleh dari penelitian lapangan dan data sekunder dari kepustakaan desain penelitian yang digunakan adalah kualititaf.Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi sosial transmigran Madura dengan masyarakat lokal dalam proses perubahan sosial telah berlangsung cukup baik dan harmonis, yang ditunjukan melalui pola interaksi sosial meliputi akulturasi, dominasi, paternalisme, pluralisme, dan integrasi yang merupakan unsur-unsur penting dalam membangun interaksi sosial.Hasil penelitian menemukan bahwa interaksi sosial transmigran Madura melalui proses adaptasi dan asimilasi serta perkawinan campuran dengan masyarakat lokal mempercepat proses perubahan sosial di Desa Tebang Kacang. Berdasarkan temuan itu, maka upaya menciptakan komunikasi dan hubungan sosial masyarakat yang harmonis melibatkan peran tokoh dan pemuka masyarakat agar tidak membawa dampak negatif bagi proses pembangunan transmigrasi. Kata Kunci : Interaksi, Transmigran, Perubahan Sosial
Dinamika Interaksi Antar Etnik Dalam Mewujudkan Keserasian Sosial di Wilayah Perbatasan Negara Indonesia – Malaysia Agus Sikwan
Proyeksi: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 20, No 1 (2015): PROYEKSI, Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora
Publisher : FISIP Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (587.317 KB) | DOI: 10.26418/proyeksi.v20i01.913

Abstract

Penelitian ini berjudul :” “Dinamika Interaksi Antaretnik Dalam Mewujudkan Keserasian Sosial Di Wilayah Perbatasan Negara Indonesia – Malaysia”. Dengan menggunakan analisis kualitatif, maka hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa dinamika interaksi antar tiga kelompok etnik besar (etnik Dayak, Melayu dan Cina) yang bermukim di Kecamatan Entikong terwujud dalam hubungan sosial, yaitu hubungan sebagai anggota keluarga atau kerabat, sebagai sahabat, sebagai teman atau kenalan. Di antara jenis hubungan tersebut tampak masih kuat kesetiaan primordial di kalangan kelompok-kelompok etnik. Hal itu ditandai oleh kecenderungan untuk memilih individu dari kelompok etnik sendiri untuk dijadikan sebagai kerabat. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa terdapat dua bentuk permukiman kelompok etnik di Kecamatan Entikong, yaitu : (1) Pola membaur, yakni wilayah permukiman yang di dalamnya terdiri dari berbagai kelompok etnik, di dalamnya terjadi kontak sosial antar etnik yang lebih intensif yang dapat mendorong terwujudnya keserasian sosial. Termasuk dalam pola ini adalah komplek perumahan atau kawasan perumahan yang sengaja dibangun oleh pengembang; (2) Pola terpisah, yakni wilayah permukiman yang di dalamnya terdiri dari satu kelompok etnik sejenis. Pola permukiman seperti ini umumnya dihuni oleh kelompok etnik Cina. Terjadinya perubahan pola permukiman penduduk secara tidak langsung disebabkan oleh perluasan kawasan kecamatan serta pertambahan penduduk. Kata kunci: Interaksi dan Keserasian Sosial 
Evaluasi Kebijakan Tambahan Penghasilan Bagi Pegawai Negeri Sipil --- Studi di Kabupaten Kubu Raya Kalimantan Barat 2015 Ngusmanto -
Proyeksi: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 21, No 1 (2016): PROYEKSI, Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora
Publisher : FISIP Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (101.427 KB) | DOI: 10.26418/proyeksi.v21i01.1382

Abstract

Kebijakan TPP di lokasi penelitian lebih berpihak dan baru dinikmati oleh pejabat (elit birokrasi) sebagai perumus maupun implementor kebijakan. Posisi mereka sebagai kelompok status quo semakin kuat dan tidak tergoyahkan, dibarengi dengan  makin mapan status ekonomi dan sosial. Hasil penelitian juga menemukan bahwa dampak kebijakan yang diharapkan juga belum dapat diwujudkan dari perspektif birokrat yang tidak mempunyai jabatan birokrasi. Ada kesenjangan TPP yang besar antara yang diterima oleh pejabat birokrasi (elit birokrasi) yang jumlahnya sedikit, dengan bukan pejabat yang jumlahnya besar. Oleh karena itu,  kebijakan TPP baru dapat meningkatkan kesejahteraan pejabat (elit birokrasi), sedangkan staf (bukan pejabat birokrasi) belum mengalami peningkatan kesejahteraan yang berarti. Mereka dapat memenuhi kebutuhan dasar seperti kendaraan dan rumah tetapi harus kredit melalui bank atau agen penjual kendaraan. Belum lagi kebutuhan akan pendidikan dan kesehatan keluarga, yang makin menyulitkan kehidupan mereka karena gaji telah dipotong kredit, sehingga semangat kerjanya menjadi terpengaruh. Peningkatan disiplin yang dinilai dari atau diukur melalui fingerprint memang terlihat meningkat, tetapi peningkatan tersebut merupakan peningkatan disiplin yang “semu” karena mereka lebih dimotivasi agar tunjangan TPP tidak terpotong.Kata Kunci: Kebijakan, Evaluasi, Tunjangan, Kesejahteraan dan Birokrat. In TPP policy research location is more taking side and recently enjoyed by officials (the elite bureaucracy) as actor and implementor of the policy. Their position as the quo status groups growing stronger and unshakable, coupled with more robust economic and social status. The result of the research also find that the impact of the expected policy also is not yet to be realized from perspective bureaucrats who do not have the kingship bureaucracy. There is a gap between the TPP that is accepted by a few bureaucratic officers (the elite bureaucracy), and without investigate large amount of officials. Therefore, new TPP policy can increase the welfare of the public officials (the elite bureaucracy), while the staff (not bureaucratic officers) has not been experiencing increased prosperity which means. They can meet basic needs such as the vehicle and the house but still have to credit through the bank or vehicle sales agent. Yet the education and health needs of the family, which makes it more difficult for their lives because of the salary has been cut by credit, so that the spirit of their work is affected. The improvement of the discipline which evaluated or measured through the fingerprint indeed seems to be increased, but the increase is an increase of discipline that "apparent" because they are more motivated so the TPP allowance won’t truncated.Keywords: Policy, Evaluation, Welfare and bureaucrats. PDF
Keberagaman Etnis dan Budaya sebagai Pembangunan Bangsa Indonesia Dea Varanida
Proyeksi: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 23, No 1 (2018): PROYEKSI, Jurnal Ilmu Ilmu Sosial dan Humaniora
Publisher : FISIP Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (235.117 KB) | DOI: 10.26418/proyeksi.v23i1.2444

Abstract

Pembangunan negara Republik Indonesia mempunyai tujuan untuk meningkatkan kualitas manusia dan masyarakat yang ada di negara terebut. Bentuk kualitas manusia adalah kualitas hidup yang di keluarkan oleh manusia misalnya berpendidikan akan selalu meningkatkan kualitasnya dan sekaligus membantu kehidupan bermasyarakat. Peningkatan kualitas hidup manusia yang tinggi akan mempengaruhi kualias manusia misalnya penghasilan yang tinggi akan mempengaruhi pendapatan gizi dari seorang manusia yang ada di dalam keluarga tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengambilan sampel/ informan menggunakan Purposive Sampling kemudian dilakukan bersamaan dengan proses pengumpulan data yaitu teknik snowball sampling. Hasil penelitian menunjukkan adanya proses identitas yang menghasilkan akulturasi sehingga menghasilkan budaya yang dilakukan oleh komunikator dan komunikan dalam hal ini adalah Etnis Tionghoa dan etnis Pribumi. Proses komunikasi yang berjalan lancar karena adanya penguasaan bahasa oleh kedua etnis. Pada saat ini kedua etnis tersebut sudah dapat berbahasa dan memahami kedua bahasa dari etnis tersebut sehingga proses akulturasi berjalan dengan baik dan tanpa pemaksaan. Proses akulturasi menghasilkan Perayaan Tatung dengan fenomena budaya khas Kota Singkawang Akulturasi yang terjadi antar kedua etnis ini menciptakan sebuah kebudayaan baru terhadap kedua etnis tersebut. Begitu juga dalam proses komunikasi maka lingkungan sangat mendukung, terbukti dari tempat pemukiman dan tempat ibadah antara etnis pendatang dan pribumi yang berdekatan. Melalui hubungan yang terjalin dengan baik, maka terdapat simbol-simbol yang dibangun bersama seperti Tarian Tidayu, Batik Tidayu.

Page 5 of 13 | Total Record : 129


Filter by Year

2015 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 30, No 1 (2025): PROYEKSI, Jurnal Ilmu Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 29, No 2 (2024): PROYEKSI, Jurnal Ilmu Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 29, No 1 (2024): PROYEKSI, Jurnal Ilmu Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 28, No 2 (2023): PROYEKSI, Jurnal Ilmu Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 28, No 1 (2023): PROYEKSI, Jurnal Ilmu Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 27, No 2 (2022): PROYEKSI, Jurnal Ilmu Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 27, No 1 (2022): PROYEKSI, Jurnal Ilmu Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 26, No 2 (2021): PROYEKSI, Jurnal Ilmu Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 26, No 1 (2021): PROYEKSI, Jurnal Ilmu Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 25, No 2 (2020): PROYEKSI, Jurnal Ilmu Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 25, No 1 (2020): PROYEKSI, Jurnal Ilmu Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 24, No 2 (2019): PROYEKSI, Jurnal Ilmu Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 24, No 1 (2019): PROYEKSI, Jurnal Ilmu Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 21, No 1 (2016): PROYEKSI, Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 23, No 2 (2018): PROYEKSI, Jurnal Ilmu Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 23, No 1 (2018): PROYEKSI, Jurnal Ilmu Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 22, No 2 (2017): PROYEKSI, Jurnal Ilmu Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 22, No 1 (2017): PROYEKSI, Jurnal Ilmu Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 21, No 2 (2016): PROYEKSI, Jurnal Ilmu Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 20, No 2 (2015): PROYEKSI, Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 20, No 1 (2015): PROYEKSI, Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 19, No 1 (2014): PROYEKSI, Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 19, No 2 (2014): PROYEKSI, Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora More Issue