cover
Contact Name
Sri Maryuni
Contact Email
jurmafis@fisip.untan.ac.id
Phone
+6281352534411
Journal Mail Official
jurmafis@fisip.untan.ac.id
Editorial Address
Jl. Prof. Dr. H. Hadari Nawawi, Pontianak 78124
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Proyeksi: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora
ISSN : 24423424     EISSN : 27757501     DOI : https://dx.doi.org/10.26418%2Fproyeksi
Core Subject : Social,
Proyeksi adalah Jurnal ilmiah di bidang ilmu sosial dan humaniora mencakup ilmu administrasi, sosiologi, sosiatri, ilmu politik, administrasi negara, ilmu pemerintahan, hubungan internasional, ilmu komunikasi, antropologi dalam cakupan yang mendalam.
Articles 129 Documents
Implementasi Kebijakan Pengelolaan Pasar Tradisional Dahlia Kota Pontianak Hardilina -
Proyeksi: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 21, No 1 (2016): PROYEKSI, Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora
Publisher : FISIP Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (384.54 KB) | DOI: 10.26418/proyeksi.v21i01.1400

Abstract

Penelitian yang dilakukan mengenai kebijakan pengelolaan pasar tradisional Dahlia Pontianak. Tujuan penelitian untuk menganalisis implementasi kebijakan pengelolaan pasar Dahlia oleh pemerintah Kota Pontianak. Permasalahan dalam penelitian adalah bagaimana implementasi kebijakan pengelolaan pasar tradisional ditinjau dari segi komunakasi.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan jenis penelitian diskriptif. Instrumen pertamanya adalah peneliti sendiri mengumpulkan, mengelola, menganalisis, menginterpretasikan dan memverifikasi setiap data dan informasi yang diperoleh dari penelitian. Peneliti mengamati implementasi kebijakan pengelolaan pasar tradisional Dahlia yang dilaksanakan oleh Disperidagkop dan UKM selaku pemangku tugas pengelolaan pasar tradisional. Data yang dipergunakan bersumber dari data skunder dan data primer yang berkaitan dengan kondisi empiris implementasi kebijakan pengelolaan pasar tradisional Dahlia, sedangkan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi.Hasil penelitian menujukkan, implementasi kebijakan pengelolaan pasar Dahlia belum terlaksana sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan disebabkan kurang jelasnya aturan pelaksanaan sehingga mengakibatkan terjadinya tumpang tindih dalam pelaksanaan tugas.  Pengelolaan pasar Dahlia yang sifatnya lintas sektoral mengalami kendala yang serius dalam melakukan komunikasi karena masing-masing instansi mempunyai birokrasi tersendiri, akibatnya koordinasi sebagai sarana untuk memperoleh keselarasan dan keharmonisan dalam bertindak tidak dapat berjalan dengan baik.Kata Kunci:  Pengelolaan Pasar Tradisional Dahlia PDF
PELAKSANAAN PEMBERDAYAAN SUMBER DAYA MANUSIA DI KABUPATEN MEMPAWAH PROVINSI KALIMANTAN BARAT Agus Eka
Proyeksi: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 22, No 2 (2017): PROYEKSI, Jurnal Ilmu Ilmu Sosial dan Humaniora
Publisher : FISIP Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (394.664 KB) | DOI: 10.26418/proyeksi.v22i2.2442

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan pemberdayaan sumber daya manusiadi Kabupaten Mempawah. Strategi yang sesuai dalam pengelolaan pegawai untuk mewujudkan pegawai yang berkualitas adalah melalui pemberdayaan pegawai. Pemberdayaan pegawai merupakan suatu proses untuk mengikut sertakan para pegawai pada semua level organisasi dalam pembuatan keputusan dan pemecahan masalah. Pemberdayaan pegawai juga diartikan sebagai pemberian wewenang kepada pegawai untuk merencanakan/mengendalikan dan membuat keputusan tentang pekerjaan yang menjadi tanggung jawabnya, dengan bimbingan dan arahan atasan langsung yang bersangkutan. Pemberdayaan merupakan salah satu bentuk peningkatan potensi Sumber Daya Manusia agar lebih berkualitas yang diterapakan di BKPSDM Kabupaten Mempawah guna meningkatkan kualitas kinerja para pegawai yang lebih bertanggung jawab terhadap pekerjaan mereka, sperti halnya dikutip Khan (1997, dalam Kadarisma, 2012:260) menawarkan sebuah model pemberdayaan yang dapat dikembangkan dalam sebuah organisasi untuk menjamin keberhasilan proses pemberdayaan dalam suatu organisasi model pemberdayaan tersebut yaitu, ( Keinginan, Kepercayaan, Percaya Diri, Kredibilitas, Dapat dipertanggung jawabkan, dan Komunikasi). Dengan adanya Pemberdayaan ASN di BKPSDM Kabupaten Mempawah ini diharapkan mampu menghasilkan ASN yang berkualitas, sanggup beradaptasi dengan kemajuan teknologi yang lebih pesat guna kesejahteraan bagi masyarakat.Kata kunci: Pemberdayaan; Sumber Daya Manusia; Model Abstract This study aims to determine the implementation of human resource empowerment in Mempawah District. The right strategy in managing employees to realize quality employees is through employee empowerment. Employee empowerment is the process of involving employees at all levels of the organization in decision making and problem solving. Employee empowerment is also defined as giving authority to employees to plan / control and make decisions about work that is their responsibility, with guidance and direction from the direct supervisor concerned. Empowerment is one form of increasing the potential for higher quality Human Resources implemented in the District of BKPSDM Mempawah in order to improve the quality of performance of employees who are more responsible for their work, as quoted by Khan (1997, in Kadarisma, 2012): 260) offers a model empowerment that can be developed within an organization to ensure the success of the empowerment process in an organization which is a model of empowerment, (Desire, Trust, Trust, Credibility, Responsibility, and Communication). With the Empowerment of ASN in BKKSDM Mempawah Regency is expected to be able to produce quality ASN, able to adapt to faster technological advances for the welfare of the community..Keywords: Empowerment, Human Resources, Model
FAKTOR-FAKTOR PENGHAMBAT PENGEMBANGAN STRATEGI PEMASARAN BIDAI UNTUK MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN PENGRAJIN BIDAI DI WILAYAH PERBATASAN JAGOI BABANG-SIRIKIN Lina Sunyata
Proyeksi: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 24, No 1 (2019): PROYEKSI, Jurnal Ilmu Ilmu Sosial dan Humaniora
Publisher : FISIP Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (454.218 KB) | DOI: 10.26418/proyeksi.v24i1.2453

Abstract

Abstrak Masalah kemiskinan masyarakat perbatasan perlu diperioritaskan mengingat posisi strategis  wilayah dan masyarakatnya untuk mengawal pertahanan dan keamanan bangsa di beranda terdepan wilayah perbatasan negara. Sebagaimana kondisi yang ditemukan di wilayah perbatasan Jagoi Babang – Sarawak Malaysia yang sebagian besar masyarakatnya tergolong miskin, rata-rata berpendidikan rendah dan sebagian mereka tinggal di daerah yang terisolir dan minimnya berbagai infrastruktur. Karena itu masyarakat di wilayah  perbatasan Jagoi Babang – Sarawak Malaysia  perlu mendapat perhatian baik dari pemerintah dan berbagai pihak. Pada sisi lain terdapat beberapa faktor potensial yang dapat  dikembangkan mengingat daerah ini merupakan wilayah perbatasan yang interaksinya dengan negara tetangga cukup besar, baik dalam hal perdagangan, lintas tenaga kerja serta hubungan sosial dan kekerabatan. Salah satu cara yang dapat digunakan untuk menanggulagi masalah kemiskinan masyarakat perbatasan adalah melalui upaya pemberdayaan masyarakat yang diarahkan untuk mengembangkan potensi yang ada pada masyarakat yang masih dihadapkan atau memiliki kendala. Sektor perdagangan, jasa dan industri yang saat ini masih berskala kecil merupakan sektor yang mempunyai potensi dapat berkembang baik jika ditunjang strategi manajemen yang tepat. Dengan demikian diperlukan suatu penelitian secara kualitatif untuk menemukan model serta strategi  pemasaran berbagai produk unggulan lokal seperti kerajinan seni budaya khas masyarakat perbatasan Jagoi Babang/Bidai yang sangat diminati oleh warga negara tetangga. Pemetaan mengenai permasalahan yang dihadapi para pengrajin Bidai di wilayah perbatasan Jagoi Babang-Sirikin menunjukkan berbagai faktor yang menjadi kendala untuk meningkatkan kesejahteraan pengrajin bidai. Kata kunci :  perbatasan; pemberdayaan masyarakat; manajemen pemasaran; kesejahteraan; kemitraan. Abstract The problem of poverty in border communities needs to be prioritized given the strategic position of the region and its people to guard the nation's defense and security on the front porches of the country's border regions. As is the case found in the border region of Jagoi Babang - Sarawak, Malaysia, where the majority of the population is classified as poor, the average is low-educated and some of them live in isolated areas and lack of various infrastructure. Therefore, people in the border region of Jagoi Babang - Sarawak, Malaysia need attention from both the government and various parties. On the other hand there are several potential factors that can be developed considering this area is a border region whose interactions with neighboring countries are quite large, both in terms of trade, labor and social relations and kinship. One way that can be used to address the problem of poverty in border communities is through community empowerment efforts aimed at developing the potential that exists in communities that are still confronted or have obstacles. The trade, service and industry sectors which are currently small scale are sectors that have the potential to develop well if supported by appropriate management strategies. Thus a qualitative study is needed to find models and marketing strategies for various local superior products such as handicraft arts and culture typical of the Jagoi Babang / Bidai border communities that are in great demand by neighboring citizens. The mapping of the problems faced by Bidai craftsmen in the Jagoi Babang-Sirikin border region shows various factors that are obstacles to improving the welfare of bidai craftsmen.Keywords : border; community development; marketing management; well-being; partnership.
PANDEMI COVID-19, PERUBAHAN SOSIAL DAN KONSEKUENSINYA PADA MASYARAKAT Desca Thea Purnama; Viza Juliansyah; Chainar Chainar
Proyeksi: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 25, No 1 (2020): PROYEKSI, Jurnal Ilmu Ilmu Sosial dan Humaniora
Publisher : FISIP Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (373.034 KB) | DOI: 10.26418/proyeksi.v25i1.2613

Abstract

Pandemi COVID-19 yang saat ini terjadi di seluruh dunia tidak pelak lagi merupakan faktor yang paling berpengaruh terhadap segala aspek kehidupan masyarakat saat ini. Dari sudut pandang ekonomi, bisa dipastikan Pandemi ini berpengaruh secara signifikan terhadap runtuhnya banyak sistem ekonomi Yang telah terbangun. Secara politik Pandemi ini telah mengubah tatanan koalisi dari berbagai negara di dunia. Tentu saja secara sosial banyak aspek yang dipengaruhi oleh hadirnya virus ini ditengah tengah masyarakat. Masyarakat di paksa untuk beradaptasi dengan gaya hidup baru Yang dianggap mampu mengurangi resiko mereka terpapar penyakit ini dan dalam jangka panjang bisa membuat mereka bertahan hidup ditengah wabah tersebut. Hal ini dimulai dari cara bekerja yang berbeda, cara berbelanja yang berbeda, cara berinteraksi yang berbeda serta berbagai perubahan sosial lain yang di design khusus untuk membuat mereka bertahan. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis dan mengeksplorasi bagaimana Pandemi yang terjadi belakangan ini berpengaruh terhadap perubahan sosial yang terjadi di dalam masyarakat serta konsekuensi nya baik dalam jangka pendek dan jangka panjang penelitian ini sendiri dilakukan di wilayah Kalimantan Barat yang terdiri dari beberapa jenis berbeda utamanya Melayu dan Dayak.
Elaborasi Program CSR Untuk Percepatan Pencapaian MDGs di Kabupaten Kubu Raya Provinsi Kalimantan Barat Indonesia Herlan -
Proyeksi: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 20, No 1 (2015): PROYEKSI, Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora
Publisher : FISIP Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (584.359 KB) | DOI: 10.26418/proyeksi.v20i01.910

Abstract

Deklarasi Milenium merupakan kesepakatan para Kepala Negara dan perwakilan dari 189 negara dalam sidang Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York pada bulan September 2000 menegaskan kepedulian utama masyarakat dunia untuk bersinergi dalam mencapai Tujuan Pembangunan Milenium (Millennium Development Goals-MDGs) pada tahun 2015. Menindaklanjuti upaya mempercepat pencapaian MDGs sebagaimana diamanatkan oleh Inpres Nomor 3 Tahun 2010 tentang Program Pembangunan yang Berkeadilan, Pemerintah Kabupaten Kubu Raya sebagai salah satu kabupaten yang ada di Provinsi Kalimantan Barat, bertekad dan berkomitmen untuk mensukseskan program MDGs dengan melakukan model elaborasi program MDGs dengan program CSR (Corporate Social Reponsibility) yang selama ini program CSR masih belum dilakukan secara terkendali dan terkoordinasi dengan baik dalam implementasinya. Oleh karena itu melalui model kemitraan antara pemerintah daerah dengan program CSR yang diselenggarakan oleh pihak perusahaan diharapkan program MDGs dapat tercapai. Kata Kunci : Elaborasi, MDGs, CSR 
Kinerja Organisasi Publik dalam Memberikan Pelayanan Kepada Publik Sri Maryuni
Proyeksi: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 21, No 1 (2016): PROYEKSI, Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora
Publisher : FISIP Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (747.878 KB) | DOI: 10.26418/proyeksi.v21i01.1044

Abstract

Kinerja merupakan suatu hasil kerja yang dapat dicapai oleh seseorang atau  kelompok orang dalam organisasi, sesuai dengan wewenang dan tanggung jawab masing-masing dalam rangka mencapai tujuan organisasi bersangkutan secara legal, tidak Penilaian kinerja organisasi publik tidak cukup hanya dilakukan dengan menggunakan ukuran-ukuran atau indikator-indikator yang melekat pada organisasi itu seperti efisiensi dan efektifitas, tetapi harus dilihat juga dari indikator-indikator yang melekat pada pengguna jasa, seperti kepuasan pengguna jasa, akuntabilitas dan responsivitas. Penilaian kinerja dari pengguna jasa menjadi sangat penting, karena organisasi publik seringkali memiliki kewenangan monopolis sehingga para pengguna jasa tidak memiliki alternatif sumber pelayanan. Dalam pelayanan oleh organisasi publik penggunaan pelayanan oleh publik sering tidak ada hubungannya sama sekali dengan kepuasannya terhadap pelayanan.  melanggar hukum dan sesuai dengan moral dan etika. Dengan mengetahui kinerja akan dapat mengetahui tingkat pencapaian tujuan pelaksanaan suatu kegiatan /program /kebijakan dalam merwujudkan sasaran, tujuan, misi dan visi organisasi.  Ada 2 kategori pelayanan publik yang harus  diberikan  pemerintah,  yaitu  pelayanan kebutuhan dasar dan pelayanan umum. Yang termasuk dalam pelayanan kebutuhan dasar meliputi pelayanan kesehatan, pelayanan pendidikan dasar dan pelayanan bahan kebutuhan pokok masyarakat. Sedangkan yang termasuk dalam pelayanan umum adalah pelayanan  administrasi,  pelayanan  barang  dan  pelayanan jasa. Dalam  memberikan  pelayanan – pelayanan   tersebut,   aparatur    pemerintah    atau yang juga disebut birokrasi publik harus dapat memberikan layanan publik yang profesional, efektif, efisien, sederhana, transparan, terbuka, tepat waktu, responsive dan adaptif.Kata Kunci : Kinerja, Pelayanan, Publik
PERKEMBANGAN EKONOMI GLOBAL TERHADAP KEBIJAKAN POLITIK EKONOMI INDONESIA Jumadi Jumadi
Proyeksi: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 22, No 1 (2017): PROYEKSI, Jurnal Ilmu Ilmu Sosial dan Humaniora
Publisher : FISIP Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (229.256 KB) | DOI: 10.26418/proyeksi.v22i1.2433

Abstract

Globalisasi merupakan konsep yang paling berpengaruh dalam pergumulan bangsa di era modern  sekarang ini. Hampir semua sisi kehidupan masyarakat kita terkena dampak dari globalisasi tersebut. Globalisasi bukan saja sekedar hubungan saling ketergantungan ekonomi, melainkan juga tentang transformasi waktu dan ruang dalam kehidupan manusia. Dalam konteks politik di negara-negara berkembang, globalisasi telah mentransformasi menjadi kekuasaan politik negara modern. Globalisasi membuat berkurangnya peran Negara dalam aktivitas ekonomi dan diganti oleh kekuatan pasar, munculnya struktur dan aktor-aktor baru dalam kehidupan ekonomi dan politik. Namun seiring dengan dengan perkembangan globalisasi tersebut, situasi dunia juga diikuti oleh ketidakpastian, semakin meluasnya ketidakmerataan distribusi pendapatan di antara Negara bangsa. Tulisan ini mencoba menjelaskan tentang jantung persoalan globalisasi dan liberalisasi ekonomi dan dampaknya terhadap Indonesia sebagai bagian dari masyarakat global. Globalisasi juga diyakini sebagai pendorong gelombang demokrasi di berbagai belahan dunia, meskipun di sisi lain ada kecenderungan bahwa imbas ekonomi politik dari globalisasi justru mengancam masa depan demokrasi itu sendiri. Terkait dengan peran negara dan kondisi sosial ekonomi Indonesia ditengah liberalisasi ekonomi, salah satu masalah yang kita hadapi saat ini adalah masih tingginya ketimpangan sosial-ekonomi. Fakta lain menunjukkan bahwa globalisasi sudah tidak lagi berbicara pada level antar negara yang tidak memiliki sekat sama sekali (state borderless) namun sudah bergerak ke level yang lebih kecil yakni suatu wilayah, seperti provinsi, kabupaten atau kota di sebuah negara.
IMPLEMENTASI PROGRAM BANTUAN PANGAN NON TUNAI (BPNT) DI SUNGAI KAKAP, KUBU RAYA, KALBAR Ambaryani Ambar; Sri Maryuni; Pardi Pardi
Proyeksi: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 26, No 2 (2021): PROYEKSI, Jurnal Ilmu Ilmu Sosial dan Humaniora
Publisher : FISIP Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (648.944 KB) | DOI: 10.26418/proyeksi.v26i2.2904

Abstract

Non-Cash Food Assistance (BPNT) is distributed in non-cash through electronic money in combo cards given to each Beneficiary Family (KPM). This assistance is determined based on the Regulation of the metamorphosis of rice assistance for the poor/prosperous rice. This study aims to see Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 63 Tahun 2017, the how public policies are implemented in the field. The research was conducted in Sungai Kakap Village, Sungai Kakap District, Kubu Raya, West Kalimantan. The researcher used a qualitative approach with a descriptive type of research. Data were collected through observation, interviews and documentation. The results showed that the BPNT process in Sungai Kakap Village, Kubu Raya was not carried out optimally. Based on Mazmania and Sabatier in Tahjana (2006), three character problems can be found in the field, namely: 1) The characteristics of the problem to be solved by implementing this assistance are included in the category of problems that are difficult to handle. In addition, the poverty data used by the central government is not updated, causing new problems, the beneficiaries are not suitable; 2) The characteristics of the top down BPNT policy are formulated directly by the elite to solve a problem, even though there is a discrepancy with public conditions. 3) Non-government variables that are less coordinated because the implementor does not understand the general guidelines well. These problems have implications for the implementation of this public policy in the local community.
KEBANGKITAN MAOIST SETELAH DELAPAN TAHUN BERDAMAI Maria Adisti; Michael Agus Triyandi; M. Rajuali Aditya; Nurriza Noviyanti; Nico Renaldi
Proyeksi: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 26, No 2 (2021): PROYEKSI, Jurnal Ilmu Ilmu Sosial dan Humaniora
Publisher : FISIP Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (385.847 KB) | DOI: 10.26418/proyeksi.v26i2.2890

Abstract

This paper aims to explain the indication of the rise of the Maoists in controlling the region in Nepal. Maoists are an armed group that is carrying out movements in Nepal. The movement is considered part of the terrorism movement because it has created instability in the country of Nepal and caused a number of losses to the people of Nepal. In 2005, the Maoists turned into an opposition party through an MoU that had been ratified with the hope that the Maoists would turn into groups that did not carry out armed movements as they had before. However, the movements carried out by the Maoists did not change completely, indicating that the old Maoists had revived. In the following years, there were events that indicated that the Maoists revived with a new identity from the old Maoist fragments. In this study using the Theory of Constructivism to explain the issues raised. Constructivism Theory outlines can explain how social construction can influence the development of Maoist groups in Nepal. This research uses a descriptive method with a qualitative approach. The data collection technique used is the study of literature from books, journals, including data from websites that support the explanation of the phenomena raised.
Kebijakan Counterterrorism Ronald Reagan dan Relasinya dalam Peristiwa Pembajakan Pesawat Trans World Airlines Flight 847 Dionisa Bilqis Gusnisar; Eka Rima Oktaviana; Guntur Mahesa; Mita Anggraini; Muhammad Iqbal
Proyeksi: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 27, No 1 (2022): PROYEKSI, Jurnal Ilmu Ilmu Sosial dan Humaniora
Publisher : FISIP Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (357.758 KB) | DOI: 10.26418/proyeksi.v27i1.2892

Abstract

This article aims to explain Ronald Reagan’s policy to attempt various counterterrorism actions, such as the formation of Research and Development in technology to minimize opportunities for terrorists to carry out acts of terrorism. In the aftermath of World War II, there were countries that switched from the form of empires to modern states. This happens in countries in the Middle East and causes upheaval from people who disagree. One of the countries that experienced it was Lebanon which wanted to switch to a modern state, but many were not approved by the Syiah community of Lebanon. In addition, government support for Israeli and pro-United States independence also added to the domestic upheaval. Israel's intervention in Lebanon and the capture of the Lebanese Syiah community by Israel, supported by the United States, worsened the situation. In 1985 there was an event that Piracy Hijacking Trans World Airlines flight 847 (TWA flight 847) was allegedly carried out by Hezbollah groups consisting of Lebanese Syiah and was a form of resistance against the United States that supported the Lebanese and Israeli governments. The hijacking also aims to fulfil Lebanese Syiah demands to free the Lebanese Syiah community detained by Israel. For this reason, the United States, during Ronald Reagan's leadership, emerged as a counterterrorism state and opposed all forms of terrorism. This paper uses data collection techniques using literature studies from books, and journals, including data from trusted websites that support the explanations in this paper.

Page 9 of 13 | Total Record : 129


Filter by Year

2015 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 30, No 1 (2025): PROYEKSI, Jurnal Ilmu Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 29, No 2 (2024): PROYEKSI, Jurnal Ilmu Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 29, No 1 (2024): PROYEKSI, Jurnal Ilmu Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 28, No 2 (2023): PROYEKSI, Jurnal Ilmu Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 28, No 1 (2023): PROYEKSI, Jurnal Ilmu Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 27, No 2 (2022): PROYEKSI, Jurnal Ilmu Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 27, No 1 (2022): PROYEKSI, Jurnal Ilmu Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 26, No 2 (2021): PROYEKSI, Jurnal Ilmu Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 26, No 1 (2021): PROYEKSI, Jurnal Ilmu Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 25, No 2 (2020): PROYEKSI, Jurnal Ilmu Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 25, No 1 (2020): PROYEKSI, Jurnal Ilmu Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 24, No 2 (2019): PROYEKSI, Jurnal Ilmu Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 24, No 1 (2019): PROYEKSI, Jurnal Ilmu Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 21, No 1 (2016): PROYEKSI, Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 23, No 2 (2018): PROYEKSI, Jurnal Ilmu Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 23, No 1 (2018): PROYEKSI, Jurnal Ilmu Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 22, No 2 (2017): PROYEKSI, Jurnal Ilmu Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 22, No 1 (2017): PROYEKSI, Jurnal Ilmu Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 21, No 2 (2016): PROYEKSI, Jurnal Ilmu Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 20, No 2 (2015): PROYEKSI, Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 20, No 1 (2015): PROYEKSI, Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 19, No 1 (2014): PROYEKSI, Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 19, No 2 (2014): PROYEKSI, Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora More Issue