cover
Contact Name
Handoko
Contact Email
handoko.dtm@ugm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jmtp@ugm.ac.id
Editorial Address
Jalan Yacaranda, Sekip, Unit IV, Yogyakarta 55281
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Material Teknologi Proses: Warta Kemajuan Bidang Material Teknik Teknologi Proses
ISSN : 24772135     EISSN : -     DOI : -
Jurnal Material dan Teknologi Proses (ISSN 2477 - 2135) adalah media publikasi ilmiah di bidang ilmu material (material sciences) dan proses manufaktur/proses produksi yang diterbitkan oleh Departemen Teknik Mesin, Sekolah Vokasi, Universitas Gadjah Mada. Materi yang dibahas adalah berbagai teknik rekayasa bahan, seperti logam, komposit, keramik, biomaterial, cara memprosesnya (pemesinan konvensional, non konvensional, fabrikasi, pengecoran hingga rapid prototyping), dan teknik pemodelannya. Isi naskah dapat berupa regular article berupa hasil penelitian dan gagasan ilmiah, technical note berupa laporan singkat yang bersifat teknis, dan review article atas suatu topik. JMTP menerima artikel dengan Bahasa Indonesia atau English.
Articles 19 Documents
Analisis patahan fatigue pada steel bucket pin produk lokal Kevin Riefhano Setya Putra; Handoko - Handoko
Jurnal Material Teknologi Proses: Warta Kemajuan Bidang Material Teknik Teknologi Proses Vol 2, No 1 (2021): Jurnal Material Teknologi Proses Volume 2 Nomor 1 Tahun 2021
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Sekolah Vokasi, Universitas Gadjah Mada.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (444.379 KB) | DOI: 10.22146/jmtp.66318

Abstract

Komponen steel bucket pin produk lokal yang digunakan pada excavator Komatsu seri PC200-7 mengalami patah saat penggunaan 2.000 jam. Sebagai pembanding, umur pakai komponen standar dari produsen excavator bisa tahan hingga pemakaian 10.000 jam. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui penyebab steel pin bucket produk lokal patah pada umur yang pendek. Beberapa kemungkinan penyebab steel pin bucket patah adalah cacat material, kesalahan produksi dan pengoperasian. Metode yang dilakukan adalah menganalisis patahan pin dengan pengamatan visual dan foto makro, pengujian sifat mekanis, analisis material composition, dan pengamatan struktur mikro. Hasil pengamatan visual menunjukkan bahwa pin mengalami patah fatigue akibat overload dan beban impak. Hal ini terjadi karena munculnya konsentrasi tegangan di bagian permukaan yang disebabkan oleh pitting dan korosi. Selain itu, komposisi material pin menunjukkan bahwa bahan yang digunakan adalah baja karbon dengan kadar karbon kurang dari 0,8%. Bahan ini tidak sesuai untuk pin karena ketangguhan dan kekuatan dari material kurang.
Identifikasi material dan perhitungan kembali tegangan tangensial barrel rear suspension dari dump truck kapasitas 347 ton Edgiv Fattahillah; Suryo Darmo
Jurnal Material Teknologi Proses: Warta Kemajuan Bidang Material Teknik Teknologi Proses Vol 2, No 2 (2021): Jurnal Material dan Teknologi Proses Volume 2 Nomor 2 Tahun 2021
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Sekolah Vokasi, Universitas Gadjah Mada.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (291.286 KB) | DOI: 10.22146/jmtp.69098

Abstract

Suspensi dump truck berfungsi sebagai peredam kejutan dari permukaan jalan, penyangga beratunit, memberikan kenyamanan pada operator dan menjaga kestabilan unit (empat roda selalumenyentuh tanah). Barrel adalah komponen penting dalam suspensi dump truck. Komponen tersebut berbentuk tabung dan berfungsi sebagai rumah untuk piston. Produk barrel rekondisi yang bukan dari standar produsen resmi sering mengalami kerusakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai kekerasan dan kekuatan tarik, komposisi kimia dan struktur mikro material barrel suspensi belakang, serta nilai tegangan tangensial pada dinding barrel rekondisi. Penelitian ini dilakukan dengan empat pengujian, yaitu uji kekerasan, uji tarik, uji struktur mikro dan uji komposisi kimia. Pengujian kekerasan menggunakan metode Brinell, pengujian tarik menggunakan universal testing machine, pengujian komposisi kimia dengan  spectrometer dan pengujian struktur mikro menggunakan metallographic microscope. Selanjutnya untuk mencari nilai tegangan pada dinding barrel dilakukan perhitungan nilai tegangan tangensial. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa  material barrel mempunyai kekerasan rata-rata 200,5 HB, kekuatan luluh antara 433 MPa hingga 494 MPa, kekuatan tarik antara 740 MPa hingga 751 MPa serta mengandung unsur yang mengindikasikan bahwa material termasuk kategori baja 27 SiMn. Material ini memiliki fasa ferit dan perlit pada struktur mikronya. Material aman terhadap beban statis dan tegangan tangensial karena nilai tegangan tersebut lebih rendah dari kekuatan luluhnya.  
Analisis kerusakan engine high blow-by pressure pada mesin unit crawler dozer tipe straight tilt dozer Damar Jati Sribantolo; Bambang Suharnadi
Jurnal Material Teknologi Proses: Warta Kemajuan Bidang Material Teknik Teknologi Proses Vol 2, No 2 (2021): Jurnal Material dan Teknologi Proses Volume 2 Nomor 2 Tahun 2021
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Sekolah Vokasi, Universitas Gadjah Mada.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (288.695 KB) | DOI: 10.22146/jmtp.69458

Abstract

Bulldozer merupakan alat berat yang digunakan untuk mendorong material dan untuk pembukaan jalan. Dalam melakukan pekerjaannya, bulldozer banyak menggunakan tenaga mesin sehingga sering terjadi kerusakan pada komponen mesinnya. Kerusakan high blow-by pressure pada mesin bulldozer merupakan hal yang perlu diperhatikan karena dapat menyebabkan kerusakan pada komponen di dalam mesin dan mengakibatkan menurunnya performa mesin. Penelitian ini dilakukan dengan mengidentifikasi data pada technical analysis report, program analisis pelumas, dan hasil overhaul. Technical analysis report dilakukan dengan cara mengukur blow-by pressure dan engine speed untuk mengetahui performa engine. Program analisis pelumas dilakukan dengan mengambil sampel oli pelumas lalu dianalisis di laboratorium untuk mengetahui keausan dan kontaminan pada oli pelumas engine. Dari hasil penelitian, dapat ditarik kesimpulan bahwa penyebab dari kerusakan high blow-by pressure adalah masuknya kontaminan berupa debu kedalam ruang bakar dan menyebabkan gesekan abnormal pada piston, piston ring, dan cylinder liner. Gesekan abnormal ini mengakibatkan celah antara piston, piston ring, dan cylinder liner semakin besar sehingga tekanan hasil pembakaran bocor menuju crankcase melewati celah tersebut. Dampak yang ditimbulkan dari kerusakan high blow-by pressure adalah penurunan tenaga mesin, sehingga unit bulldozer harus dilakukan perbaikan dengan mengganti komponen yang rusak agar unit dapat bekerja dengan optimal.
Desain dan manufaktur tabung gas komposit karbon dengan metode wet bladder compression moulding Aditya Nugraha; Gesang Nugroho
Jurnal Material Teknologi Proses: Warta Kemajuan Bidang Material Teknik Teknologi Proses Vol 2, No 2 (2021): Jurnal Material dan Teknologi Proses Volume 2 Nomor 2 Tahun 2021
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Sekolah Vokasi, Universitas Gadjah Mada.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (391.188 KB) | DOI: 10.22146/jmtp.70004

Abstract

Penggunaan material komposit semakin beragam seiring dengan kemajuan teknologi di berbagai bidang. Serat karbon merupakan material komposit yang banyak digunakan karena memiliki sifat mekanik yang baik, tahan korosi, memiliki rasio kekuatan terhadap berat jenis yang tinggi. Salah satu aplikasi penggunaan material komposit serat karbon yang sangat terbuka peluang pengembangannya adalah untuk tabung gas. Penelitian ini akan menyajikan desain, proses manufaktur, dan pengujian tabung gas komposit. Proses desain meliputi desain tabung gas komposit, desain cetakan, dan desain bladder. Tabung gas komposit terbuat dari serat karbon dan matriks resin epoxy sebanyak 6 lapis pada dinding tabung. Proses manufaktur dilakukan dengan metode wet bladder compression moulding yaitu dengan menggunakan dua buah mould dari material fiberglass bagian atas dan bawah, dan dengan menggunakan bladder atau kantung bertekanan dari latex untuk menekan material komposit. Uji hidrostatis dilakukan menggunakan manual test pump untuk menguji kekuatan tabung. Hasil pengujian menunjukkan tabung gas komposit serat karbon dapat menahan tekanan hidrostatis  hingga 18 bar.
Ekstruksi dan karakterisasi filamen komposit Polylactid Acid (PLA) / Carbon Nano Tube (CNT) Dicky Oktavian; Muslim Mahardika; Budi Arifvianto
Jurnal Material Teknologi Proses: Warta Kemajuan Bidang Material Teknik Teknologi Proses Vol 2, No 2 (2021): Jurnal Material dan Teknologi Proses Volume 2 Nomor 2 Tahun 2021
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Sekolah Vokasi, Universitas Gadjah Mada.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (524.803 KB) | DOI: 10.22146/jmtp.70481

Abstract

Dewasa ini teknologi additive manufacturing (AM) mengalami perkembangan yang pesat. Salah satu metode additive manufacturing yang saat ini populer di berbagai belahan dunia adalah metode fused deposition modelling. Prinsip kerja metode ini adalah dengan cara mengekstrusi material filamen polimer yang meleleh dan sudah melewati temperatur rekristalisasinya melalui sebuah nozzle, kemudian produk akan terbentuk secara lapis demi lapis yang dibentuk melalui gerakan relatif dari meja mesin. Dalam pengaplikasiannya, material filamen dapat dibuat dalam bentuk komposit sehingga diperoleh sifat-sifat unik tertentu sehingga dapat digunakan pada bidang-bidang tertentu. Salah satunya adalah pada bidang kesehatan, sebagai pembuatan implan atau jaringan tubuh dengan memiliki kekuatan yang tinggi dan bersifat biodegradable. Pada penelitian ini, dilakukan pembuatan filamen komposit PLA-CNT dengan metode ekstrusi. Proses ekstrusi dilakukan dengan variasi temperatur 143, 145, dan 147ºC dengan memberi tambahan polyethylene glycol (PEG) sebagai plasticizer untuk meningkatkan fleksibilitas dan workability. Hasil pengamatan dengan scanning electron microscope (SEM) mengindikasikan bahwa proses ekstrusi berjalan kurang stabil karena terdapat tekstur permukaan yang bergelombang. Dari pengujian karakterisasi differential scanning calorimetry (DSC), derajat kristalinitas pada variasi ekstrusi filamen PLA-CNT mengalami peningkatan seiring meningkatnya temperatur ekstrusi. Pada pengujian karakterisasi fourier transform infrared spectroscopy (FTIR) terdapat perubahan komposisi kimia pada filamen yang signifikan, yang juga sejalan dengan degradasi sifat mekanis. Variasi filamen dengan temperatur ekstrusi 147ºC memiliki nilai kekerasan paling tinggi yaitu sebesar 40,50 MPa.
Analisis Existing Jig Assembly Base Stator dengan Metode FEA Yohanes Baptista Wahyu Kuncara Jati Witaka; Benidiktus Tulung Prayoga; Widia Setiawan; Nugroho Santoso; Harjono Harjono
Jurnal Material Teknologi Proses Vol 3, No 1: Mei 2026
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Sekolah Vokasi, Universitas Gadjah Mada.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jmtp.120831

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi existing jig assembly pada proses pemasangan seal Base Stator K3V menggunakan metode Finite Element Analysis (FEA) sebagai dasar evaluasi kinerja struktur sebelum dilakukan pengembangan desain. Analisis dilakukan untuk mengetahui distribusi tegangan, deformasi, dan faktor keamanan (safety factor) pada komponen jig saat menerima beban kerja aktual dari sistem pneumatik. Metodologi penelitian diawali dengan identifikasi spesifikasi dan geometri jig assembly existing, dilanjutkan dengan pembuatan model tiga dimensi menggunakan perangkat lunak CAD. Simulasi numerik dilakukan menggunakan ANSYS Workbench dengan material utama komponen jig berupa baja karbon struktural. Kondisi pembebanan ditentukan berdasarkan gaya yang dihasilkan oleh silinder pneumatik dengan tekanan kerja 4 bar, sedangkan kondisi batas (boundary condition) disesuaikan dengan kondisi aktual pemasangan jig pada mesin assembly. Parameter keluaran yang dianalisis meliputi total deformation, equivalent stress (Von Mises stress), dan safety factor. Hasil simulasi menunjukkan bahwa distribusi tegangan terbesar terjadi pada area yang menerima kontak langsung dengan gaya pembebanan dan pada bagian yang memiliki perubahan geometri. Nilai deformasi yang terjadi masih berada dalam batas yang dapat diterima sehingga tidak memengaruhi fungsi jig selama proses assembly. Selain itu, nilai tegangan maksimum yang diperoleh masih berada di bawah batas luluh material yang digunakan, sehingga menghasilkan nilai safety factor yang memenuhi kriteria desain aman untuk operasi produksi. Berdasarkan hasil analisis FEA, dapat disimpulkan bahwa existing jig assembly Base Stator memiliki kekuatan struktur yang memadai untuk menahan beban kerja selama proses assembly. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai acuan dalam evaluasi dan pengembangan desain jig pada tahap perbaikan berikutnya guna meningkatkan efektivitas dan keandalan proses produksi.
Aplikasi Manajemen Persediaan Spare Parts untuk Periodic Maintenance Alat Berat menggunakan Metode Min-Max Stock di PT Bima Semarang Ahmad Ali Hafiz; Widia - Setiawan; Nugroho Santoso; Braam Delfian
Jurnal Material Teknologi Proses Vol 3, No 1: Mei 2026
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Sekolah Vokasi, Universitas Gadjah Mada.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jmtp.118627

Abstract

Keberhasilan operasional perusahaan sangat bergantung pada efektivitas manajemen persediaan, terutama dalam pengadaan barang dan jasa. PT. BIMA Semarang, sebagai perusahaan yang bergerak di bidang engineering services, menghadapi tantangan dalam menjaga ketersediaan spare parts untuk periodic maintenance reach stacker Kalmar DRU 400-450. Selama periode magang empat bulan, ditemukan adanya ketidakseimbangan antara permintaan dan ketersediaan spare parts, dengan tingkat pemenuhan hanya 95,7%. Kekurangan ini berdampak pada potensi terganggunya operasional dan efisiensi perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan efektivitas manajemen persediaan dengan merancang aplikasi manajemen persediaan dengan menerapkan metode min-max stock guna menentukan titik minimal, safety stock, reorder point, dan titik maksimal persediaan. Penelitian ini menghasilkan aplikasi yang mampu menentukan pengendalian persediaan spare parts dengan menggunakan metode min-max stock, yaitu bisa menentukan nilai maksimum dari sebuah persediaan, nilai reorder point yang berfungsi untuk menentukan kapan dilakukannya pemesanan ulang, dan nilai safety stock yang berfungsi sebagai cadangan spare parts. Dengan adanya aplikasi ini ketersediaan spare parts dapat mencapai 100%, mengurangi risiko stockout, serta meningkatkan efisiensi pemeliharaan dan kepuasan pelanggan.
Perancangan Welding Jig untuk Frame Becak Kayuh Listrik Pariwisata (BEKALISTA) Yogyakarta Wenang Raya Pinasthika; Braam Delfian; Nugroho Santoso; Widia Setiawan
Jurnal Material Teknologi Proses Vol 3, No 1: Mei 2026
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Sekolah Vokasi, Universitas Gadjah Mada.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jmtp.119756

Abstract

Perkembangan teknologi transportasi ramah lingkungan mendorong pengembangan kendaraan listrik ringan untuk sektor pariwisata, salah satunya Becak Kayuh Listrik Pariwisata (BEKALISTA). Proses pengelasan frame kendaraan memerlukan ketepatan posisi dan kestabilan benda kerja agar kualitas sambungan las tetap baik. Penelitian ini bertujuan merancang welding jig untuk frame BEKALISTA menggunakan perangkat lunak CAD serta melakukan analisis kekuatan struktur untuk memastikan keamanan dan kestabilannya selama proses pengelasan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode perancangan dengan tahapan observasi, studi literatur, pengumpulan data dimensi frame, pembuatan model tiga dimensi menggunakan SolidWorks, serta analisis struktur. Analisis dilakukan terhadap parameter tegangan, deformasi, dan safety factor pada jig frame depan, frame belakang, serta frame ornament. Hasil penelitian menunjukkan bahwa desain welding jig berhasil dibuat sesuai geometri frame BEKALISTA dan mampu menahan pembebanan yang diberikan dengan aman. Nilai tegangan masih berada di bawah batas luluh material, deformasi relatif kecil, serta safety factor berada di atas batas aman penggunaan. Welding jig yang dirancang dinyatakan layak digunakan untuk mendukung proses pengelasan agar lebih presisi, stabil, dan konsisten.
Analisis Kerusakan Swing Machinery Excavator Kelas 125 Ton menggunakan Metode Root Cause Analysis Abednego Sumarsono; Widia Setiawan; Nugroho Santoso; Harjono Harjono; Braam Delfian
Jurnal Material Teknologi Proses Vol 3, No 1: Mei 2026
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Sekolah Vokasi, Universitas Gadjah Mada.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jmtp.122593

Abstract

This study investigates the premature failure of swing machinery in a post-rebuild 125-ton excavator using a Root Cause Analysis (RCA) approach. The unit operated for only 3,642 service hours (HM), far below the fleet average of 18,872 HM. Three analytical methods were applied: Ishikawa Diagram, 5 Whys, and Fault Tree Analysis (FTA). Findings reveal that the failure originated from three interacting factors. First, swing bearing clearance was installed at 3.4 mm, exceeding the allowable range of 0.5–2 mm. Second, the excessive clearance caused misalignment between the pinion shaft gear and swing circle, producing edge loading and uneven load distribution across the contact surface. Third, repeated jack swing actions at the same position without component disassembly further concentrated the load. The progressive interaction of these factors triggered concentrated chipping, shaft deflection, and ultimately torsional fatigue fracture. Lubrication and contamination were eliminated as contributing causes, as oil analysis program data confirmed normal conditions throughout the operating period. This study highlights the critical importance of strict adherence to installation standards and proper operational response procedures in preventing premature failure of post-rebuild components.

Page 2 of 2 | Total Record : 19