cover
Contact Name
Yani Osmawati
Contact Email
jurnaldeviance@budiluhur.ac.id
Phone
+6221-5853753
Journal Mail Official
jurnaldeviance@budiluhur.ac.id
Editorial Address
Jl. Raya Ciledug, Petukangan Utara, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan 12260
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Deviance: Jurnal Kriminologi
ISSN : 25803158     EISSN : 25803166     DOI : -
Core Subject : Social,
Deviance Jurnal Kriminologi (ISSN 2580-3158 for printed version and ISSN 2580-3166 Online version), is a peer-reviewed, open-access journal published by Universitas Budi Luhur. This journal publishes twice a year (June and December). Deviance Jurnal Kriminologi publishes articles on criminological Issue. The journal invites scholar to submit original articles from variety of persperctives (sociological, philosophical, geographical, psychological, jurisprudential, cultural, political, policy standpoints, etc), focusing on crime and society
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 2 (2020)" : 5 Documents clear
Pencegahan Kejahatan melalui Kemitraan Polisi dan Komunitas Suporter Sepak Bola Jeanitha Kharisma Fitriani; Mohammad Kemal Dermawan
Deviance Jurnal kriminologi Vol 4, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Budi Luhur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36080/djk.v4i2.2206

Abstract

Penelitian ini membahas mengenai model kemitraan yang dibentuk antara polisi dan komunitas Viking dalam rangka pencegahan kejahatan di stadion. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dan menggunakan metode wawancara tidak terstruktur yang dilakukan pada komunitas Viking serta pihak polrestabes selaku pihak yang membina dan membimbing. Hasil penelitian menunjukan bahwa bentuk kepedulian masyarakat sekitar stadion Gelora Bandung Lautan Api yaitu dengan membantu memberikan himbauan kepada bobotoh untuk tetap menjaga situasi agar tetap aman dan kondusif serta melapor ke polsek terdekat jika terdapat bobotoh yang bergerombol dan mengganggu warga sekitar. Hasil penelitian juga menunjukan bahwa bentuk partisipasi dari komunitas Viking sudah Nampak secara signifikan dengan membentuk satgas untuk membantu polisi dalam pengamanan di stadion, melakukan pertemuan dengan pihak polrestabes, memberikan himbauan kepada seluruh bobotoh. Peran serta dari komunitas Viking dalam membantu tugas polisi muncul di luar rancangan FKPM. Bentuk kemitraannya tidak formal seperti FKPM, tidak terstruktur hanya untuk pertandingan sepak bola. Pencegahan kejahatan yang dilakukan berdasarkan kemitraan antara polisi dan komunitas Viking sebagai bentuk pelaksanaan pemolisian komunitas berdampak pada penurunan peristiwa kejahatan dan semakin tereduksinya para bobotoh. Penurunan peristiwa kejahatan ini dapat memberikan perubahan pada rasa aman dan terlindungi yang dirasakan oleh para bobotoh, penonton, maupun masyarakat sekitar.
Membaca Statistik Kriminal di Era Informasi: Cara Memaknai yang Salah Theodorus Frederik Nico Agusta; Muhammad Mustofa
Deviance Jurnal kriminologi Vol 4, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Budi Luhur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36080/djk.v4i2.2207

Abstract

Membaca statistik kejahatan bukan merupakan suatu hal yang mudah - tidak hanya harus berpikiran terbuka mengenai kredibilitas, validitas dan reliabilitas data yang terkandung di dalamnya, tetapi juga sebaiknya dapat membebaskan diri dari motivasi politis di balik penggunaan dan interpretasi data tersebut. Studi kasus akan kasus-kasus mancanegara di Amerika Serikat dilakukan untuk memberi gambaran atas beberapa kasus di mana statistik dan data kejahatan digunakan sebagai instrumen politik, sedangkan content analysis dilakukan untuk mendirikan hubungan antara data tindak kejahatan yang dikumpulkan pihak kepolisian dengan informasi hasil survei korban kejahatan. Meskipun reformasi Kepolisian Negara Republik Indonesia telah diprakarsai pada tahun 2002, beserta penggunaan survey korban secara nasional pada beberapa tahun terakhir, hasil pencatatan data tindak kejahatan masih harus diawasi dan diamati dengan seksama sebagai konsekuensi dari ketidakkonsistenan yang tidak hanya ditemukan pada data internal pihak kepolisian sendiri, tetapi juga pada perbandingan silang dengan hasil survey korban kejahatan. Dengan mengingat ketidaksempurnaan statistika kriminal beserta bahaya dari pemanfaatan data statistik sebagai alat politik, diharapkan supaya penyajian dan pemaknaan statistik kejahatan dapat bersifat lebih objektif dan mencerminkan kenyataan sosial yang sesungguhnya.
Pola Pelecehan Seksual pada Anak dalam Situasi Bencana Alam (Studi Kasus Gempa Palu 2018) Annisa Gustiani; Chazizah Gusnita
Deviance Jurnal kriminologi Vol 4, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Budi Luhur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36080/djk.v4i2.2208

Abstract

Pada pasca bencana alam ada kelompok yang paling rentan terdampak salah satunya adalah anak-anak. Secara fisik dan mental anak-anak masih dalam masa pertumbuhan dan masih sangat bergantung pada orang dewasa. Anak-anak yang minim pengetahuan atau pembelajaran menjadi anak rentan. Mengalami kejadian bencana alam seperti gempa dan tsunami membuat anak-anak bahkan orang dewasa mengalami trauma yang sangat mendalam. Pada penelitian ini, peneliti menggunakan teori aktivitas rutin karena dalam teori ini dapat menjelaskan mengenai proses seseorang menjadi korban kejahatan. Teori ini juga mempelajari tentang bagaimana aktivitas rutin dapat menciptakan kesempatan dan juga mempengaruhi seseorang untuk berbuat kejahatan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan mengumpulkan data wawancara dan data literatur berupa jurnal. Faktor penyebab terjadinya pelecehan seksual dalam kondisi pasca bencana adalah kurangnya pengawasan orang tua, adanya gangguan berupa gangguan ekonomi dan gangguan psikis, dan tidaknya adanya pemisahan antara perempuan dan laki-laki di fasilitas yang tersedia di lokasi kejadian. Bentuk pelecehan seksual yang sering terjadi adalah pengintipan di kamar mandi, percobaan pemerkosaan, kekerasan dalam rumah tangga.
Community Policing sebagai Bentuk Pengendalian Sosial Monica Margaret
Deviance Jurnal kriminologi Vol 4, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Budi Luhur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36080/djk.v4i2.2209

Abstract

The Culture of Control aims to describe crime control and cultural practices that give rise to crime. The anchor oif this foirm of soicial conitrol is an institution that handles crime, danger, delinquency ani otheri sociail problems, includiing the criminal jusitice sysitem, health syistem, immigraition and border controls, social welifare systems and urban planniing authoritiies. Controlling crime is one of the main responsibilities of the police. More specifically, fighting crime in society. In other words, the community hopes for a police figure who is suitable or in accordance with his community. This also leads to the griowth of various demands and expectations of thie community towards poilice performance. The poliice anid the commuinity are two strong ministers. Because the police came from the community. While on tihe otiher hanid, the community is needed by the police because it is indeed where the work is done. For all intents and purposes, communitiiy policing in the 1990s reiplaced priofessional police in 1960 as a crime control paradigm. As an idieology and phiilosophy, commiunity policiing is puitting peopie in control of their own environment. Commiunity policiing isi a paradigm based on the assumiption that a collaborative approach betwieen the poliice and the coimmunity wiill faciilitate an informal social control mechanism to mainage risik iand preivent crime. Therefore, crime control is thei responsiibility of a numiber oi sociial actoirsi as citiziens aire enicouraged to be involved in facilitating targieteid actions witih the poilice by idientifiyinig areas where colleictive risk is considered high and by facilitating crime control practices.
Analisis Teori Kontrol Sosial Travis Hirschi terhadap Pornografi dan Pornoaksi di Asrama POLRI X Daniela Kartika; Muhammad Zaky
Deviance Jurnal kriminologi Vol 4, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Budi Luhur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36080/djk.v4i2.2210

Abstract

Kemudahan mengakses video porno membuat para remaja dapat menontonnya dengan leluasa sehingga menimbulkan kecenderungan remaja untuk menonton video porno secara berulang-ulang. Hal ini berdampak negatif pada remaja dan mengarah pada pornografi, yaitu perilaku seksual yang tidak diinginkan seperti seks di luar nikah yang menyebabkan kehamilan tidak sah dan aborsi. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap bagaimana kontrol sosial terhadap pornografi dan pornoaksi yang ada di Asrama POLRI X. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif dengan metode kualitatif. Temuan menunjukkan bahwa Indonesia memiliki bentuk kontrol sosial yang lebih sedikit dan peran serta regulasi pemerintah yang lebih sedikit. Kesimpulan yang didapat yaitu pornografi dan pornoaksi yang terjadi di Asrama POLRI X dianalisis dengan teori kontrol sosial milik Travis Hirschi sudah mencapai pada tahap bertindak. Para remaja ini sudah mengaku telah melakukan hubungan seksual bersama pasangannya. Kesibukan orang tua dalam mencari nafkah menjadi pemicu utama terjadinya pornografi dan pornoaksi pada anak remaja.

Page 1 of 1 | Total Record : 5