cover
Contact Name
Angga Rahabistara Sumadji
Contact Email
angga.rahabistara@ukwms.ac.id
Phone
+6282143381754
Journal Mail Official
biologi@widyamandala.ac.id
Editorial Address
Jalan Manggis 15-17 Madiun
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Biospektrum Jurnal Biologi
ISSN : -     EISSN : 27752852     DOI : -
Jurnal Ilmiah Biospektrum adalah jurnal ilmiah online Prodi Biologi, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (Kampus Kota Madiun). Jurnal ini merupakan terbitan berkala 6 bulan, dengan jadwal terbit bulan April dan Oktober di setiap tahunnya. Artikel pada jurnal ini ditujukan untuk mewadahi publikasi artikel yang bersumber dari mahasiswa, dosen dan guru. Artikel yang dimuat di jurnal ini adalah artikel hasil penelitian individu ataupun institusi.
Articles 62 Documents
Tingkat Perbedaan Cemaran Mikroba Daging Ayam Broiler di Swalayan dan Pasar Tradisional Madiun Berdasarkan Angka Lempeng Total Bakteri Ginzania, Maria; Purwanto, Agus; Rahabistara Sumadji, Angga
Biospektrum Jurnal Biologi No. 02 Tahun 02 / Oktober 2021
Publisher : Jurnal Ilmiah Online Biospektrum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat perbedaan cemaran mikroba daging ayam broiler di swalayan dan pasar tradisional Madiun berdasarkan angka lempeng total bakteri. Penelitian ini menggunakan sampel daging ayam broiler yang dijual di salah satu swalayan dan pasar tradisional Madiun. Variabel pengamatan yang diamati pada daging ayam broiler adalah Angka Lempeng Total (ALT), wawancara singkat kepada pedagang serta pengamatan visual daging ayam broiler pasar tradisional dan swalayan di kota Madiun. Hasil data penelitian diperoleh dan dianalisis secara deskriptif kuantitatif dengan metode Angka Lempeng Total (ALT). Hasil penelitian melalui perhitungan Angka Lempeng Total (ALT) bakteri pada daging ayam broiler yang diperoleh dari pasar tradisional dan swalayan kota Madiun menunjukkan nilai terendah terdapat pada pasar tradisional sebesar 2,4 x 104 CFU/gr dan hasil tertinggi terdapat pada swalayan 3,8 x 104 CFU/gr.
Menyiasati Rendahnya Harga Dasar Gabah Dikalangan Petani Anto, Yudi
Biospektrum Jurnal Biologi No. 01 Tahun I/Juli 2018
Publisher : Jurnal Ilmiah Online Biospektrum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Akhir-akhir ini beras jadi primadona lagi. Harga padi yang semula membaik, anjlok tanpa sebab yang jelas. Beberapa pendapat menuding beras impor sebagai penyebabnya. Peran Bulog pun ikut dipertanyakan. Sejumlah kebijakan yang dikeluarkan pemerintah masih juga belum bisa mendongkrak harga beras. Apa yang terjadi?Saat orang ramai-ramai mengkambing hitamkan beras impor, sejumlah pemerhati malah membedah kebijakan beras yang berlaku. Mereka yang tergabung dalam Tim Himpunan Alumni IPB mempertanyakan arah kebijakan beras yang dianggap membingungkan.Seperti diketahui Orde Baru membangun sistem perberasan dengan 5 unsur. "Yaitu menetapkan harga dasar gabah, memberikan fasilitas KUT, melakukan pembelian gabah oleh Bulog, mengendalikan impor melalui monopoli impor oleh Bulog, dan melakukan manajemen stok oleh Bulog," jelas Dr. Bayu Krisnamurti.Ironisnya, "Kerangka kebijakan pangan kabinet hari ini masih menggunakan cara lama, baik semangat, karakter, dan platform-nya," ujar Dr. Bustanul Arifin. Padahal banyak hal yang sudah tidak selaras, tetapi masih juga diteruskan.Misalnya, pemerintah terlalu tergantung pada Bulog. "Padahal kita tahu monopoli beras tidak lagi dipegang oleh Bulog," tutur Bustanul. Jika dahulu Bulog mendapat dana dari KLBI sekitar Rp400 milyar Rp600-milyar, kini sudah tak ada lagi. Alhasil gabah menumpuk dan harga gabah masih anjlok.
Keanekaragaman Acarina pada Media Budidaya Tanaman Krokot Gelang (Portulaca oleracea, L.) yang di Tanam dalam Polibag Leo Eladisa Ganjari
Biospektrum Jurnal Biologi Vol 2, No 02 (2021): No. 02 Tahun 02 / Oktober 2021
Publisher : Program Studi Biologi - Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (kampus Kota Madiun)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/bios.v2i02.1058

Abstract

Acarina adalah hewan yang hidup bebas atau sebagai parasit organisme lain. Hewan ini sebagian hidup berasosiasi sebagai hama atau predator hama pada tanaman. Acarina hidup terutama pada bagian permukaan tanah yang banyak terakumulasi bahan-bahan organik/serasah. Acarina  berperan dalam meningkatkan kesuburan tanah. Tanaman hias krokot gelang   (Portulaca oleracea, L.) merupakan tanaman hias yang dapat dimanfaatkan sebagai tanaman hias, obat atau bahan pangan. Polibag adalah habitat buatan manusia yang dimungkinkan sebagai tempat hidup Acarina. Tujuan penelitia ini untuk mengetahui Keanekaragaman Acarina pada polibag yang ditanamani krokot gelang (Portulaca Oleracea, L.).  Penelitian dilakukan dengan menggunakan 15 polibag tanaman hias krokot gelang   (Portulaca Oleracea, L.), pemisahan Acarina dari media tanam dengan menggunakan alat Belese Tulgren. Hasil penelitian keanekaragaman Acarina pada tanaman krokot ditemukan 3 jenis Acarina yaitu Conchogneta traegardhi, Neoseiulus sp dan Pneumolaelaps  sp. Budidaya krokot di media tanam dalam polybag dapat digunakan sebagai upaya konservasi ex situ Acarina.   
Aktivitas Analgetik Ekstrak Herba Krokot (Portulaca grandiflora) pada Mencit Bida Cincin Kirana
Biospektrum Jurnal Biologi Vol 1, No 1 (2022): No. 1 Tahun 1 April 2022
Publisher : Program Studi Biologi - Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (kampus Kota Madiun)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/bios.v1i1.1096

Abstract

Rasa nyeri merupakan respon terhadap kerusakan jaringan pada tubuh. Tanaman krokot (Portulaca grandiflora) varietas bunga magenta memiliki potensi dikembangkan sebagai pereda rasa nyeri atau analgetik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas analgetik ekstrak herba krokot (P. grandiflora) varietas bunga magenta pada mencit. Uji aktivitas analgetik dilakukan menggunakan metode hot plate dengan parameter lompatan. Pengujian dilaksanakan dengan membagi perlakuan menjadi 5 kelompok yaitu kontrol negatif, kontrol positif, ekstrak herba krokot (P. grandiflora) varietas bunga magenta dosis 200. 400, dan 800 mg/kgBB. Hasil uji menunjukkan bahwa ekstrak herba krokot (P. grandiflora) varietas bunga magenta pada semua dosis memiliki jumlah lompatan yang lebih sedikit daripada kontrol negatif pada menit ke-45 dan 60. Jumlah lompatan paling sedikit ditunjukkan oleh ekstrak herba krokot (P. grandiflora) varietas bunga magenta dosis 800 mg/kgBB meskipun perbedaan jumlah lompatan dengan ekstrak herba krokot bunga magenta dosis lain tidak signifikan. Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah ekstrak herba krokot (P. grandiflora) varietas bunga magenta memiliki aktivitas analgetik yang berbeda signifikan dibandingkan dengan kelompok kontrol negatif pada menit ke-45 dan 60.Kata kunci : Analgetik, krokot, magenta, hot plate, mencit
Uji Trigliserida Mencit dengan Perlakuan Sari Buah Murbei (Morus alba) Christianto Adhy Nugroho
Biospektrum Jurnal Biologi Vol 2, No 02 (2021): No. 02 Tahun 02 / Oktober 2021
Publisher : Program Studi Biologi - Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (kampus Kota Madiun)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/bios.v2i02.1059

Abstract

Hiperlipidemia ditandai dengan tingginya kadar trigliserida,  low density liproprotein (LDL), kolesterol, dan juga high density lipoprotein (HDL). Murbei merupakan salah satu tanaman yang digunakan sebagai tanaman obat. Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui potensi sari buah murbei sebagai antitrigliserida. Metode penelitian menggunakan metode eksperimental laboratorium dengan menggunakan hewan uji. Hewan uji dibagi menjadi 4 kelompok, yaitu: kelompok perlakuan I tanpa diberi perlakuan, kelompok perlakuan II diberi perlakuan diberi perlakuan kuning telur 0,25 g/kg bbkelompok perlakuan III dengan perlakuan kuning telur  0,25 g/kg bb   dan sari buah murbei dosis  2  g/kg BB, dan kelompok perlakuan IV dengan perlakuan kuning telur  0,25 g/kg bb dan sari buah murbei dosis 4 g/kg BB. Pengukuran kadar trigliserida dilakukan setelah 14 hari perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian sari buah murbei pada kelompok perlakuan III dan IV, terjadi penurunan kadar  trigliserida. Berdasar hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa sari buah murbei memiliki potensi sebagai antitrigliserida.  
Aktivitas Antibakteri Ekstrak Daun Kemangi terhadap Bakteri yang Diisolasi dari Tombol Elevator Erlien Dwi Cahyani
Biospektrum Jurnal Biologi Vol 1, No 1 (2022): No. 1 Tahun 1 April 2022
Publisher : Program Studi Biologi - Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (kampus Kota Madiun)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/bios.v1i1.1097

Abstract

Bakteri penyebab infeksi dapat menyebar melalui beberapa media dan salah satunya adalah tombol elevator. Tangan yang menyentuh tombol elevator mengandung bakteri berbahaya dapat menyebabkan penularan penyakit infeksius. Salah satu tanaman berkhasiat obat yang memiliki aktivitas sebagai antibakteri dan dapat dimanfaatkan sebagai antiseptik untuk mencegah penyakit infeksius adalah kemangi (Ocimum basilicum L.). Karena hal tersebut maka perlu dilakukan penelitian untuk menguji aktifitas antibakteri ekstrak etanol daun kemangi terhadap bakteri yang diperoleh dari tombol elevator. Penelitian ini menggunakan ekstrak etanol daun kemangi konsentrasi 25, 50, dan 100% dan kultur bakteri diperoleh dari tombol elevator. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa ekstrak daun kemangi memiliki aktivitas antibakteri dengan diameter zona jernih sebesar 7,69 mm untuk konsentrasi 25 dan 50% serta 8,33 mm untuk konsentrasi 100%. Hasil pengujian tersebut menunjukkan bahwa ekstrak daun kemangi memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri yang diisolasi dari tombol elevator.Kata kunci: daun, kemangi (Ocimum basilicum L.), antibakteri, elevator
Uji Antibakteri Fraksi-Fraksi Ekstrak Etanol Bawang Lanang Terhadap Bakteri Staphylococcus aureus Levi Puradewa
Biospektrum Jurnal Biologi Vol 2, No 02 (2021): No. 02 Tahun 02 / Oktober 2021
Publisher : Program Studi Biologi - Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (kampus Kota Madiun)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/bios.v2i02.1060

Abstract

Bawang putih lanang (Allium sativum L) sudah diujikan memiliki aktivitas terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas antibakteri fraksi-fraksi ekstrak bawang putih lanang terhadap Staphylococcus aureus. Bawang putih lanang (Allium sativum L) diekstraksi menggunakan etanol 96% dengan metode maserasi selanjutnya di fraksinasi dengan pelarut n-heksana, etil asetat dan air. Uji antibakteri menggunakan metode difusi cakram. Hasil yang diperoleh memperlihatkan rata-rata daya hambat pada konsentrasi fraksi n-heksana, etil asetat dan air terhadap Staphylococcus aureus sebesar 7,70 mm, 7,74 mm, 6,29 mm. Dari pengujian statistik dapat disimpulkan bahwa fraksi n-heksana dan fraksi etil asetat memiliki efektivitas antibakteri lebih baik terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus.
Keanekaragaman dan Kemelimpahan Collembola di Sekitar Rhizosfer Tanaman Pisang yang diberikan Mulsa Jerami Padi dan Pupuk Anorganik Darea Silva Moningka
Biospektrum Jurnal Biologi Vol 1, No 1 (2022): No. 1 Tahun 1 April 2022
Publisher : Program Studi Biologi - Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (kampus Kota Madiun)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/bios.v1i1.1098

Abstract

Collembola adalah organisme yang berperan sebagai perombak bahan organik dalam tanah, membentuk struktur tanah menjadi lebih baik serta meningkatkan kesuburan tanah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keanekaragaman dan kemelimpahan Collembola di sekitar rhizosfer tanaman pisang yang diberikan mulsa jerami padi dan pupuk anorganik. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan bor tanah pada 3 titik sampling yaitu tanaman pisang yang diberikan mulsa jerami padi, tanaman pisang yang diberikan pupuk anorganik dan tanaman pisang yang tidak diperlakukan sebanyak 3 kali ulangan. Keanekaragaman Collembola yang ditemukan di sekitar rhizosfer tanaman pisang terdiri dari 8 spesies yaitu: Isotomorus sp, Isotoma sp, Harlomillsia sp, Folsomides sp, Oncopodura sp, Metisotoma sp, Proisotoma sp, dan Friesea sp. Indeks keanekaragaman Collembola pada tanaman pisang yang diberikan mulsa jerami padi sebesar 1,991, pada tanaman pisang yang diberikan pupuk anorganik sebesar 1,732 dan pada tanaman pisang yang tidak diperlakukan sebesar 1,564. Nilai kemelimpahan tertinggi pada tanaman pisang yang diberikan mulsa jerami padi dengan jumlah 119.422 individu/m3, pada tanaman pisang yang diberikan pupuk anorganik dengan jumlah 63.690 individu/m3 dan pada tanaman pisang yang tidak diperlakukan dengan jumlah 79.613 individu/m3. Collembola yang terdapat di sekitar rhizosfer tanaman pisang tergolong stabil.Kata kunci —: Keanekaragaman, Collembola, Tanaman Pisang
Tingkat Perbedaan Cemaran Mikroba Daging Ayam Broiler di Swalayan dan Pasar Tradisional Madiun Berdasarkan Angka Lempeng Total Bakteri Maria Ginzania; Agus Purwanto; Angga Rahabistara Sumadji
Biospektrum Jurnal Biologi Vol 2, No 02 (2021): No. 02 Tahun 02 / Oktober 2021
Publisher : Program Studi Biologi - Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (kampus Kota Madiun)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/bios.v2i02.1061

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat perbedaan cemaran mikroba daging ayam broiler di swalayan dan pasar tradisional Madiun berdasarkan angka lempeng total bakteri. Penelitian ini menggunakan sampel daging ayam broiler yang dijual di salah satu swalayan dan pasar tradisional Madiun. Variabel pengamatan yang diamati pada daging ayam broiler adalah Angka Lempeng Total (ALT), wawancara singkat kepada pedagang serta pengamatan visual daging ayam broiler pasar tradisional dan swalayan di kota Madiun. Hasil data penelitian diperoleh dan dianalisis secara deskriptif kuantitatif dengan metode Angka Lempeng Total (ALT). Hasil penelitian melalui perhitungan Angka Lempeng Total (ALT) bakteri pada daging ayam broiler yang diperoleh dari pasar tradisional dan swalayan kota Madiun menunjukkan nilai terendah terdapat pada pasar tradisional sebesar 2,4 x 104 CFU/gr dan hasil tertinggi terdapat pada swalayan 3,8 x 104 CFU/gr.
Penentuan Saat Panen Jahe Merah dan Tantangan-Tantangan Utamanya Dalam Budidaya Sistem TOGA di Kabupaten Sleman Wiryono Priyotamtama
Biospektrum Jurnal Biologi Vol 1, No 1 (2022): No. 1 Tahun 1 April 2022
Publisher : Program Studi Biologi - Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (kampus Kota Madiun)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/bios.v1i1.1099

Abstract

There is an uncertainty in the determination of the harvest time faced by the TOGA red ginger cultivation business actors in Sleman Regency. There is a strong tendency to harvest ginger before it reaches the age of harvestable crops, ie 7 to 12 months. The problem interesting to be investigated is why such thing happened? Analytical descriptive study using the approach of observation, interviews, aroma tests, and statistical analysis of collected data was implemented to respond the above question. It shows that the harvest of ginger before time can still produce a level of aroma of ginger that is worth enjoying. But the number of crops is still below the optimal level. TOGA business actors tend to harvest red ginger before reaching harvest time. There are various causes. However, these two are the main contributing factors: 1) orientation of the ginger cultivation of the TOGA system that is in order to meet not only the nucleus family’s needs but also the extended family’s needs and 2) drastically depleted water availability due to the arrival of the dry season which is too fast. The first contributing factor can be related to the Javanese wisdom applied in the family based farming system.Kata kunci : TOGA, red ginger, Sleman regency