cover
Contact Name
Angga Rahabistara Sumadji
Contact Email
angga.rahabistara@ukwms.ac.id
Phone
+6282143381754
Journal Mail Official
biologi@widyamandala.ac.id
Editorial Address
Jalan Manggis 15-17 Madiun
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Biospektrum Jurnal Biologi
ISSN : -     EISSN : 27752852     DOI : -
Jurnal Ilmiah Biospektrum adalah jurnal ilmiah online Prodi Biologi, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (Kampus Kota Madiun). Jurnal ini merupakan terbitan berkala 6 bulan, dengan jadwal terbit bulan April dan Oktober di setiap tahunnya. Artikel pada jurnal ini ditujukan untuk mewadahi publikasi artikel yang bersumber dari mahasiswa, dosen dan guru. Artikel yang dimuat di jurnal ini adalah artikel hasil penelitian individu ataupun institusi.
Articles 62 Documents
Artikel Review: Pengembangan Tanaman Sukun (Artocarpus altilis (Park.) Fosberg) di Indonesia Studi Kasus di Solok, Kampar dan Jawa Timur Angga Rahabistara Sumadji
Biospektrum Jurnal Biologi Vol 2, No 02 (2021): No. 02 Tahun 02 / Oktober 2021
Publisher : Program Studi Biologi - Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (kampus Kota Madiun)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/bios.v2i02.1057

Abstract

Tanaman sukun mempunyai arti penting dalam menopang kebutuhan sumber pangan karena sumber kalorinya dan kandungan gizi yang tinggi. Sukun masuk dalam lampiran International Treaty on Genetic Resource for Food and Agriculture sehingga penangan jenis ini akan berkontribusi terhadap upaya global dalam menjamin ketahanan pangan. Didaerah Solok dan Kampar terdapat dua kelompok sukun yaitu sukun lokal dan sukun introduksi yang memiliki cirinya masing-masing. Untuk sukun di daerah Jawa Timur buah sukun yang ada yaitu jenis buah yang tidak berduri pada waktu tua/matang dengan bentuk buah bulat lonjong sedangkan buah sukun di Madura umumnya jenis buah berduri sampai tua/matang dengan bentuk bulat dan lonjong.    
Potensi Tumbuhan Obat Unggul Indonesia Agus Purwanto
Biospektrum Jurnal Biologi Vol 1, No 1 (2022): No. 1 Tahun 1 April 2022
Publisher : Program Studi Biologi - Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (kampus Kota Madiun)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/bios.v1i1.1095

Abstract

Hasil studi fitokimia dan uji klinis berbagai literatur dari berbagai jurnal ilmiah nasional, jurnal internasional dan buku referensi online menunjukkan bahwa sembilan tanaman obat unggul Indonesia sambiloto (Andrographis paniculata Ness) sebagai antikanker, jambu biji (Psidium guajava L) sebagai antivirus demam berdarah, jati belanda (Guazuma ulmifolia Lmk var. tomentosa K. Schum) sebagai antihiperlipidemia, cabe jawa (Piper retrofractum Vahl.) sebagai androgenik, temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) sebagai antihiperlipidemia, jahe merah (Zingiberis officinale Rosc. Var Rubrum) sebagai antikanker, kunyit (Curcuma domestica Val.) sebagai antihiperlipidemia, mengkudu (Morinda citrifolia L.) sebagai antidiabetes dan salam (Syzygium polyanthum) sebagai antidiabetes.Kata kunci: tumbuhan obat unggul, Indonesia, fitokimia, uji klinis
Uji Efek Antikolesterol Ekstrak Daun Kemuning (Murraya paniculata Jacq.) Terhadap Mencit Jantan (Mus musculus) Rafika Rose Aviani
Biospektrum Jurnal Biologi Vol 1, No 1 (2022): No. 1 Tahun 1 April 2022
Publisher : Program Studi Biologi - Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (kampus Kota Madiun)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/bios.v1i1.1100

Abstract

Hiperlipidemia merupakan kondisi ketika kadar lemak (lipid) dalam darah tinggi. Daun kemuning (Murraya paniculata Jacq.) merupakan salah satu tanaman yang dapat menurunkan kadar kolesterol darah karena mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, dan tanin. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan efek antikolesterol ekstrak maserasi daun kemuning (Murraya paniculata Jacq.) pada mencit (Mus musculus). Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian eksperimental menggunakan hewan uji mencit kolesterol yang dibagi menjadi 4 kelompok. Kelompok 1 untuk kontrol negatif dengan pemberian aquadest, kelompok 2 untuk kontrol positif dengan pemberian simvastatin 1,3 mg/kgBB, kelompok 3 untuk dosis I dengan perlakuan ekstrak daun kemuning 140 mg/kgBB, dan kelompok 4 untuk dosis II dengan perlakuan ekstrak daun kemuning 280 mg/kgBB. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan ekstrak daun kemuning dengan dosis 140 mg/kgBB dan 280 mg/kgBB dapat menurunkan kadar kolesterol darah pada hewan uji mencit sebesar 45,8 mg/dL dan 57,5 mg/dL.Kata kunci : ekstrak, daun, kemuning (Murraya paniculata Jacq.), antikolesterol, mencit.
KEANEKARAGAMAN DAN KELIMPAHAN COLLEMBOLA DI SEKITAR RHIZOSFER TANAMAN PISANG DI KOTA MADIUN Plapiana Yanti; Leo Eladisa Ganjari; Agus Purwanto
Biospektrum Jurnal Biologi No. 03 Tahun 02 / Oktober 2020
Publisher : Program Studi Biologi - Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (kampus Kota Madiun)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/bios.v2i02.886

Abstract

Pentingnya peranan Collembola dalam rhizosfer berkorelasi lurus dengan ketersediaan nutrisi bagi tanah yang artinya juga berkorelasi lurus terhadap tingkat kesuburan tanah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui keanekaragaman dan kelimpahan Collembola di sekitar rhizosfer tanaman pisang di kota Madiun. Pengambilan sampel dilakukan pada 3 lokasi yaitu Kecamatan Taman, Kecamatan Kartoharjo dan Kecamatan Manguharjo. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan alat bor tanah sebanyak 3 kali ulangan. Hasil penelitian menunjukan collembola sebanyak 8 spesies. Indeks keanekaragaman collembola yang terdapat pada Kecamatan Taman yaitu 0,889, pada Kecamatan Kartoharjo. 0,887 dan pada Kecamatan Manguharjo 0,823. Nilai kemelimpahan tertinggi pada Kecamatan Taman sebesar 249.778 individu/m3, di Kecamatan Kartoharjo 161.891 individu/m3 dan pada Kecamatan Manguharjo sebesar 129.512 individu/m3. Collembola yang terdapat di sekitar rhizosfer tanaman pisang termasuk pada golongan assesori (jarang).
Menyiasati Rendahnya Harga Dasar Gabah Dikalangan Petani Yudi Anto
Biospektrum Jurnal Biologi No. 01 Tahun I/Juli 2018
Publisher : Program Studi Biologi - Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (kampus Kota Madiun)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/bios.v1i01.1062

Abstract

Akhir-akhir ini beras jadi primadona lagi. Harga padi yang semula membaik, anjlok tanpa sebab yang jelas. Beberapa pendapat menuding beras impor sebagai penyebabnya. Peran Bulog pun ikut dipertanyakan. Sejumlah kebijakan yang dikeluarkan pemerintah masih juga belum bisa mendongkrak harga beras. Apa yang terjadi?Saat orang ramai-ramai mengkambing hitamkan beras impor, sejumlah pemerhati malah membedah kebijakan beras yang berlaku. Mereka yang tergabung dalam Tim Himpunan Alumni IPB mempertanyakan arah kebijakan beras yang dianggap membingungkan.Seperti diketahui Orde Baru membangun sistem perberasan dengan 5 unsur. "Yaitu menetapkan harga dasar gabah, memberikan fasilitas KUT, melakukan pembelian gabah oleh Bulog, mengendalikan impor melalui monopoli impor oleh Bulog, dan melakukan manajemen stok oleh Bulog," jelas Dr. Bayu Krisnamurti.Ironisnya, "Kerangka kebijakan pangan kabinet hari ini masih menggunakan cara lama, baik semangat, karakter, dan platform-nya," ujar Dr. Bustanul Arifin. Padahal banyak hal yang sudah tidak selaras, tetapi masih juga diteruskan.Misalnya, pemerintah terlalu tergantung pada Bulog. "Padahal kita tahu monopoli beras tidak lagi dipegang oleh Bulog," tutur Bustanul. Jika dahulu Bulog mendapat dana dari KLBI sekitar Rp400 milyar Rp600-milyar, kini sudah tak ada lagi. Alhasil gabah menumpuk dan harga gabah masih anjlok.
Mesofauna pada Tanah di sekitar Tanaman Kunyit Mangga Leo Eladisa Ganjari
Biospektrum Jurnal Biologi No. 01 Tahun 02 / April 2021
Publisher : Program Studi Biologi - Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (kampus Kota Madiun)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/bios.v1i02.982

Abstract

Temu mangga adalah tanaman yang berkasiat obat, oleh karena tanaman ini banyak di budidaya oleh masarakat. Kualitas tanah budidaya sangat dipengaruhi oleh interaksi organism tanah dan lingkunganya. Salah satu kelompok organisme tesebut adalah mesofauna. Hasil penelitian yang telah dilakukan ditemukan 5 jenis mesofauna pada tanah disekitas tanaman temu mangga. Mesofauna tersebut yaitu 3 jenis collembola   (Friesea sp, Pseudosinella sp, dan Sminthurus sp), 1 jenis kutu/mite (Pneumolaelaps sp) dan 1 jenis isopoda (Armadillidium sp). Mesofauna tersebut hidup bersama pada tanah di sekitar tanaman temu mangga,  membentuk simbiosis ekologi
JUMLAH STOMATA DAUN SAWI SENDOK (Brassica rapa L.) DENGAN PEMBERIAN AIR SIRAMAN YANG BERBEDA Shinta Novianti Dewi; Ch. Endang Purwaningsih
Biospektrum Jurnal Biologi No. 01 Tahun I/Juli 2018
Publisher : Program Studi Biologi - Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (kampus Kota Madiun)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/bios.v1i01.650

Abstract

Daun merupakan salah satu organ yang penting bagi tanaman sawisendok (Brassica rapa L.). Stomata merupakan derivat epidermis daun. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jumlah dan distribusi stomata daun sawi sendok dengan pemberian air siraman yang berbeda. Penelitian dilakukan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan, masingmasing 4 ulangan, meliputi P1: disiram air 100 ml, P2: disiram air 150 ml, P3: disiram air 200 ml, P4: disiram air 250 ml, P5: disiram air 300 ml. Parameter yang diamati meliputi parameter pertumbuhan berupa tinggi tanaman, jumlah daun, dan berat segar tanaman, serta parameter anatomi berupa indeks stomata dan distribusi stomata. Data dianalisis dengan Analysis of Varians (ANOVA) dan bila berbeda nyata dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) pada α =0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin banyak volume air siraman sampai volume 250 ml/tanaman yang diberikan pada tanaman sawi sendok dapat meningkatkan jumlah stomata, yang berpengaruh meningkatkan tinggi dan berat segar tanaman. Selain itu, distribusi stomata tersebar pada epidermis atas (1904.8/cm2) dan epidermis bawah (1985.2/cm2), dengan pola penyebaran bagian tengah terbanyak, diikuti bagian pangkal, dan ujung daun.
KAJIAN ETNOBOTANI TUMBUHAN OBAT YANG TUMBUH DIGUNAKAN DI MASYARAKAT DAYAK DI KAMPUNG ARA BAGET DAN BINGARO KABUPATEN LANDAK Ester Ester; Endang Purwaningsih; Leo Eladisa Ganjari
Biospektrum Jurnal Biologi No. 03 Tahun 02 / Oktober 2020
Publisher : Program Studi Biologi - Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (kampus Kota Madiun)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/bios.v2i02.887

Abstract

Masyarakat suku Dayak masih mempertahankan adat dan tradisi dalam pengobatan dan memanfaatkan sumber daya alam, khususnya tumbuhan sebagai bahan obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis tumbuhan yang tumbuh dan digunakan sebagai bahan obat oleh Masyarakat Dayak di Kampung Ara Baget dan Bingaro, Kabupaten Landak dan bagaimana penerapan etnobotani pada masyarakat Dayak di kampung Ara Baget dan Bingaro Kabupaten Landak dalam memanfaatkan tumbuhan obat yang tumbuh di kampungnya sebagai obat tradisional. Penelitian dilakukan pada bulan Agustus sampai September 2018 di Kampung Ara Baget dan Bingaro. Pengambilan data dilakukan dengan metode survei eksploratif dan wawancara kepada 50 responden, masing-masing 25 orang di Kampung Ara Baget dan 25 orang di Kampung Bingaro. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif dengan pendekatan antropologi medikal dan pendekatan etnobotani medikal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di Kampung Ara Baget dan Bingaro terdapat 91 jenis termasuk dalam 86 marga dan 49 suku. Bagian tumbuhan yang digunakan sebagai obat adalah daun (55 jenis), buah (17 jenis), akar (7 jenis), batang (5 jenis), getah (5 jenis), seluruh bagian (4 jenis), rimpang (3 jenis), bunga (3 jenis), umbi (2 Jenis), dan biji (2 jenis). Cara pengolahan tumbuhan berkhasiat obat yaitu dengan cara direbus, diseduh, ditumbuk, diremas, digusuk, dibakar, disayur, dimakan langsung, diparut, diperas, dibuat kalung, dioles, diteteskan, dibuat ramuan, dan dipukul tiga kali di area lutut.
Uji Hedonik Sirup Jahe (Zingiber officinale Rosc.) Berdasarkan Perbedaan Varietas dan Jenis Bahan Baku Yuan Mega; Agus Purwanto; Angga Rahabistara Sumadji
Biospektrum Jurnal Biologi No. 01 Tahun 02 / April 2021
Publisher : Program Studi Biologi - Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (kampus Kota Madiun)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/bios.v1i02.983

Abstract

Indonesia merupakan negara dengan keanekaragaman hayati berupa tanaman obat yang tinggi. Jahe (Zingiber officinale Rosc.) merupakan salah satu tanaman obat dengan komoditas terbesar di Indonesia. Kandungan metabolit sekunder pada jahe yang terdiri dari minyak atsiri dan oleoresin memiliki khasiat sebagai obat. Varietas jahe terdiri dari jahe gajah, jahe emprit, dan jahe merah yang masing-masing memiliki kadar kandungan zat aktif yang berbeda. Selain itu, jenis bahan baku berupa bahan segar dan kering juga mempengaruhi kandungan zat aktif yang terdapat dalam jahe. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kesukaan masyarakat terhadap jenis varietas dan bahan baku dari jahe yang diolah menjadi minuman herbal dalam bentuk sirup. Penelitian dilakukan dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) 2 faktorial, dengan faktor pertama adalah varietas jahe yang meliputi jahe gajah, jahe emprit, dan jahe merah, serta faktor kedua adalah jenis bahan baku, yaitu jahe segar dan kering. Sampel dibuat dalam bentuk sirup melalui proses ekstraksi kemudian dilakukan penambahan sukrosa, kayu manis, dan CMC. Hasil penelitian yang dinilai melalui uji hedonik oleh panelis konsumen, dengan parameter rasa, aroma, warna, dan keseluruhan menunjukkan nilai rerata akhir bahwa hasil uji hedonik tertinggi adalah sirup dari jahe gajah segar dengan nilai uji hedonik sebesar 5,373 dan hasil terendah adalah sirup dari jahe merah kering dengan nilai uji hedonik sebesar 4,163.
RESPON PERTUMBUHAN KECAMBAH EMPAT VARIETAS TANAMAN PADI (Oryza sativa L.) DENGAN PEMBERIAN POLYETHYLENE GLYCOL 6000 TERHADAP CEKAMAN KEKERINGAN Antonia Tameon; Angga Rahabistara Sumadji
Biospektrum Jurnal Biologi No. 01 Tahun I/Juli 2018
Publisher : Program Studi Biologi - Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (kampus Kota Madiun)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/bios.v1i01.651

Abstract

Polyethylene Glycol (PEG) 6000 sebagai salah satu senyawa osmoconditioning dapat digunakan untuk menguji toleransi tanaman paditerhadap kekeringan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui respon pertumbuhan empat varietas tanaman padi (Oryza sativa L.) yaitu pandan wangi, IR-64, ciherang, dan ketan putih dengan pemberian PEG 6000 terhadap cekaman kekeringan pada tingkat perkecambahan. Penelitian ini menggunakan PEG 6000 dan benih padi yang diperoleh dari Balai Benih padi milik kelompok tani Madiun. Penelitian dilakukan dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial 2 faktor. Faktor 1 varietas padi dengan 4 aras, yaitu pandan wangi, IR-64, ciherang, dan ketan putih. Faktor 2 konsentrasi PEG 6000 dengan 2 aras, yaitu 0% dan 20%,sehingga didapat 8 kombinasi perlakuan, masing-masing dengan 4 ulangan. Parameter yang diamati adalah daya berkecambah, panjang akar, panjang plumula, dan rasio panjang akar : plumula. Data dianalisis dengan analisis varians (ANAVA) dan bila berbeda nyata dilanjutkan dengan Uji Duncan Multiple Range Test (DMRT) pada α= 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian PEG 6000 20% terhadap empat varietas padi berpengaruh meningkatkan daya berkecambah, panjang akar, panjang plumula, dan rasio panjang akar : plumula.