cover
Contact Name
Rolan Rusli
Contact Email
rolan@farmasi.unmul.ac.id
Phone
+6285222221907
Journal Mail Official
admin@farmasi.unmul.ac.id
Editorial Address
Gedung Administrasi Fakultas Farmasi Jl. Penajam, Kampus Unmul Gunung Kelua, Kota Samarinda, Kalimantan Timur, Indonesia, 75119
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences
Published by Universitas Mulawarman
ISSN : -     EISSN : 26144778     DOI : https://doi.org/10.25026/mpc
Core Subject : Health, Science,
LINGKUP DAN TUJUAN Lingkup naskah mencakup bidang ilmu: Kimia Farmasi Biologi Farmasi Farmakologi Teknologi Farmasi dan Farmasetika Farmasi Klinik dan Komunitas Kedokteran dan Bidang ilmu lain yang terkait Tujuan penerbitan adalah memberikan informasi ilmiah tentang perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi bidang Farmasi dan yang terkait
Articles 34 Documents
Search results for , issue "Vol. 18 (2023): Proc. Mul. Pharm. Conf." : 34 Documents clear
Uji Aktivitas Antioksidan Berdasarkan Perbedaan Tingkat Kematangan Buah Alpukat (Persea americana Mill.) Menggunakan Metode DPPH: Antioxidant Activity Test Based on Differences in Avocado (Persea americana Mill.) Ripeness Levels Using the DPPH Method Tri Ratnasari; Abdul Rahim; Lizma Febrina
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 18 (2023): Proc. Mul. Pharm. Conf.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/mpc.v18i1.724

Abstract

Avocado fruit (Persea americana Mill.) has activity as an antioxidant. This activity is strongly influenced by the metabolites contained in avocados. However, the formation of these active metabolites is greatly influenced by the level of fruit ripening. To the best of our knowledge there have been no scientific reports regarding the antioxidant activity of avocados with different levels of ripeness. So researchers want to know antioxidant activity based on differences in avocado ripeness levels. The avocados observed were unripe, tree-ripened and ripe avocados. Determination of antioxidant activity was carried out using the DPPH (2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl) method with a UV-Vis spectrophotometer at a wavelength of 516 nm. The antioxidant activity results obtained were in the form of an IC50 (inhibition concentration) value for raw avocados of 39.83 ppm, tree ripe avocados of 30.29 ppm, and peram ripe avocados of 28.60 ppm. All three are classified as very strong antioxidants, with the best antioxidant activity in ripe avocados. This shows that differences in fruit ripeness levels affect their antioxidant activity. Keywords: Avocado, Antioxidant, DPPH Abstrak Buah alpukat (Persea americana Mill.) memiliki aktivitas sebagai antioksidan. Aktivitas ini sangat dipengaruhi oleh metabolit yang terkandung pada buah alpukat. Namun demikian pembentukan metabolit-metabolit aktif ini sangat dipengaruhi oleh tingkat pematangan buah. Sepanjang pengetahuan kami belum ada laporan ilmiah mengenai aktivitas antioksidan buah alpukat dengan tingkat kematangan yang berbeda. Sehingga peneliti ingin mengetahui aktivitas antioksidan berdasarkan perbedaan tingkat kematangan buah alpukat. Buah alpukat yang diamati adalah buah alpukat mentah, matang pohon, dan matang peram. Penentuan aktivitas antioksidan dilakukan dengan menggunakan metode DPPH (2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl) dengan spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang 516 nm. Hasil aktivitas antioksidan yang diperoleh berupa nilai IC50 (inhibition concentration) dari buah alpukat mentah sebesar 39,83 ppm, alpukat matang pohon sebesar 30,29 ppm, dan alpukat matang peram sebesar 28,60 ppm. Ketiganya tergolong sebagai antioksidan yang sangat kuat, dengan aktivitas antioksidan terbaik pada alpukat matang peram. Hal ini memperlihatkan bahwa perbedaan tingkat kematangan buah mempengaruhi aktivitas antioksidannya. Kata Kunci: Alpukat, Antioksidan, DPPH
Skrining Fitokimia dan Uji Aktivitas Antibakteri Ektrak Daun Cabai Rawit (Capsiccum frutescens L.) terhadap Staphylococcus epidermidis: Phytochemical Screening and Antibacterial Activity Test of Cayenne Pepper Leaf Extract (Capsiccum frutescens L.) against Staphylococcus epidermidis Annisa Nismaul Husna; Onny Ziasti Fricillia; Rolan Rusli
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 18 (2023): Proc. Mul. Pharm. Conf.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/mpc.v18i1.725

Abstract

Cayenne pepper leaves (Capsiccum frutescens L.) are a plant that has many benefits, one of which is in the health sector. Scientifically, cayenne pepper leaves act as an antioxidant, antibacterial and can prevent diabetes. This activity is caused by the chemical compounds contained in the plant. This research aims to determine the antibacterial activity of cayenne pepper leaf extract. The extraction process was carried out using 70% ethanol solvent using the maceration method. From the extraction results, 221.5 grams of thick extract was obtained so that the yield value was 31.57%. The results of the phytochemical screening test on the 96% ethanol extract of cayenne pepper leaves (Capsiccum frutescens L.) showed that the 96% ethanol extract of cayenne pepper leaves contained alkaloids, saponins, tannins, terpenoids and flavonoids. The results showed that cayenne pepper leaf extract has antibacterial activity against Staphylococcus epidermidis bacteria with inhibitory extract power at concentrations of 5%, namely 1.82 mm, 10%, namely 3.42 mm, and 15%, namely 6.04 mm. Keywords: Cayenne pepper leaves (Capsiccum frutescens L.), phytochemicals, yield value, antibacterial Abstrak Daun cabai rawit (Capsiccum frutescens L.) merupakan tanaman yang memiliki banyak manfaat salah satunya di bidang kesehatan. Secara ilmiah daun cabai rawit berperan sebagai antioksidan, antibakteri dan dapat mencegah diabetes. Aktivitas tersebut disebabkan oleh kandungan senyawa kimia yang terdapat di dalam tanaman tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menetahui aktivitas antibakteri ekstrak daun cabai rawit. Proses ekstraksi dilakukan menggunakan pelarut etanol 70% dengan metode maserasi. Dari hasil ekstrasi didapatkan ekstrak kental sebanyak 221,5 gram sehingga nilai rendemen diperoleh 31,57%. Hasil uji Skrining fitokimia pada ekstrak etanol 96% daun cabai rawit (Capsiccum frutescens L.) menunjukkan bahwa ekstrak etanol 96% daun cabai rawit mengandung alkaloid, saponin, tannin, terpenoid dan flavonoid. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun cabai rawit memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Staphyloccocus epidermidis dengan daya hambat ekstrak pada konsentrasi 5% yaitu 1,82 mm, 10% yaitu 3,42 mm dan 15% yaitu 6,04 mm. Kata Kunci: Daun cabai rawit (Capsiccum frutescens L.), fitokimia, nilai rendemen, antibakteri
Skrining Fitokimia dan Uji Aktivitas Tabir Surya Ekstrak Etanol Daun Rambutan (Nephelium lappaceum L.): Phytochemical Screening and Sunscreen Activity Test of Rambutan (Nephelium lappaceum L.) Leaf Ethanol Extract Ayu Lestari; Rolan Rusli; Fika Aryati
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 18 (2023): Proc. Mul. Pharm. Conf.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/mpc.v18i1.726

Abstract

Rambutan (Nephelium lappaceum L.) is a tropical plant that is widely found in Indonesia and can be used as sunscreen to protect the skin from UV radiation. The purpose of this study was to determine the content of secondary metabolite compounds and the sunscreen activity of rambutan leaf extract. Phytochemical screening results show that rambutan leaf extract contains flavonoids tannins and saponins, Rambutan leaf extract 100 ppm has sunscreen activity in the sunblock category with a %Te value of 0,58 and %Tp 31,28; and an SPF value of 23,09, including the ultra protection category. Keywords: Rambutan leaf, Phytochemical, Sunscreen Abstrak Rambutan (Nephelium lappaceum L.) merupakan tanaman tropis yang banyak terdapat di Indonesia yang dapat dimanfaatkan sebagai tabir surya untuk melindungi kulit dari radiasi sinar UV. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan senyawa metabolit sekunder dan aktivitas tabir surya ekstrak daun rambutan. Hasil skrinning fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak daun rambutan mengandung senyawa flavonoid, tannin, dan saponin. Ekstrak daun rambutan 100 ppm memiliki aktivitas tabir surya kategori sunblock dengan nilai %Te 0,58 dan %Tp 31,28; dan nilai SPF sebesar 23,09 termasuk kategori proteksi ultra. Kata Kunci: Daun Rambutan, Fitokimia, Tabir surya
Laporan Kasus: Epilepsi pada Wanita Muda: Cases Report: Epilepsy in Young Woman Noviyanty Indjar Gama; Dinda Tri Rahayu; Fridya Maulitha; Novia Anggriani; Rizky Mulyaramadhan; Zulianita Zulianita; Falda Gizella Mangnga; Ratna Aprilia Sari; Yuliana Megi Pasudi
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 18 (2023): Proc. Mul. Pharm. Conf.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/mpc.v18i1.728

Abstract

Epilepsy is a chronic disorder of the brain characterized by recurrent seizures caused by excessive electrical discharges in a group of nerve cells. Epilepsy is one of the causes of morbidity that can attack all ages. This disease can reduce the quality of life for sufferers. It estimated that around 50 million people suffer from epilepsy in the world, and 80% of the total sufferers come from developing countries. Seizures occur due to excessive excitation or due to irregular inhibition of neurons. This case report concerns female epileptic patient (14 year old) in outpatient treatment. The patient received anti-epileptic drug therapy (AED), namely Depakote, Folic Acid and Kutoin. The therapy had given can control the patient's seizure condition for three years without any side effects or adverse drug reactions. Keywords: Epilepsy, Management, Anti-Epileptic Drugs (AED) Abstrak Epilepsi adalah kelainan kronis pada otak yang ditandai dengan kejang berulang akibat pelepasan muatan listrik yang berlebihan pada sekelompok sel saraf. Epilepsi menjadi salah satu penyebab morbiditas yang dapat menyerang semua umur. Penyakit ini dapat menurunkan kualitas hidup bagi penderita. Diduga terdapat sekitar 50 juta orang menderita epilepsi didunia, dan 80% dari total penderita berasal dari negara berkembang. Kejang terjadi akibat eksitasi yang berlebihan atau akibat penghambatan neuron yang tidak teratur. Laporan kasus ini mengenai kejadian epilepsi pada pasien wanita berusia 14 tahun di pengobatan rawat jalan. Pasien mendapatkan terapi obat anti epilepsi (OAE) yaitu Depakote, Asam Folat dan Kutoin. Terapi yang diberikan dapat mengendalikan kondisi kejang pasien selama 3 tahun tanpa adanya efek samping atau reaksi obat yang merugikan. Kata Kunci: Epilepsi, Tatalaksana, Obat Anti Epilepsi (OAE)

Page 4 of 4 | Total Record : 34


Filter by Year

2023 2023