cover
Contact Name
Dietriech G. Bengen
Contact Email
dieter@indo.net.id
Phone
+62251-8627323
Journal Mail Official
dieter@indo.net.id
Editorial Address
Departement of Marine Science and Technology Faculty of fisheries and marine science, IPB University Jln. Lingkar Akademik, Kampus IPB Darmaga, Bogor 16680, Indonesia
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis
ISSN : 20879423     EISSN : 2620309X     DOI : https://doi.org/10.29244/jitkt
Core Subject : Science,
Aims and Scope Journal of Tropical Marine Science and Technology (Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis) is a scientific journal in the field of tropical marine science and technology. We have a aims and scope to focus in publishing a good quality scientific articles for dissemination of research results in the field of marine science and technology. Aims As an media of information and dissemination of research results in the field of marine science and technology, especially in the waters of Indonesia and Southeast Asia region, Could actively and continuously disseminate the best research results to various stakeholders, and; This Journal of Tropical Marine Science and Technology can improve the quality of research results and benefit stakeholders. Scope The article, published in this Journal of Tropical Marine Science and Technology covers a wide range of research topics in the field of: marine biology, marine ecology, biological oceanography, chemical oceanography, physical oceanography, dynamical oceanography, coral reef ecology, marine acoustic, marine remote sensing, marine geographical information system, marine microbiology, marine polution, marine aquaculture, post-harvest fisheries technology, integrated coastal management (ICM) marine biotechnology, air-sea interaction, ocean engineering,
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 658 Documents
OPTIMASI WAKTU INKUBASI PRODUKSI PROTEASE DAN AMILASE ISOLAT BAKTERI ASAL TERASI IKAN TERI Stolephorus sp. Yulia Oktavia; Shanti Dwita Lestari; Susi Lestari; . Herpandi; Miftahul Jannah
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 10 No. 3 (2018): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis
Publisher : Department of Marine Science and Technology, Faculty of Fisheries and Marine Science, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (269.479 KB) | DOI: 10.29244/jitkt.v10i3.18840

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menentukan waktu optimum produksi enzim protease dan amilase isolat bakteri asal terasi ikan teri Stolephorus sp. Penelitian ini dilakukan dalam dua tahap yaitu pengukuran pertumbuhan isolat bakteri dan penentuan waktu optimum produksi enzim protease dan amilase. Pengujian yang dilakukan meliputi uji aktivitas enzim protease dan amilase dan  kadar protein dari tiap-tiap enzim tersebut. Data hasil pengujian dianalisis secara deskriptif. Ada 4 isolat bakteri, 2 isolat merupakan bakteri penghasil protease yaitu isolat P2 dan P4, dan 2 isolat yang merupakan bakteri penghasil amilase yaitu A2 dan A4. Aktivitas protease optimum terjadi pada jam ke-36 untuk isolat P2 sebesar 0,073 U/mL dengan aktivitas spesifik sebesar 1,632 U/mg dan isolat P4 yaitu 0,057 U/mL dengan aktivitas spesifik 4,91U/mg. Aktivitas amilase optimum terjadi pada jam ke-36 untuk isolat A2 sebesar 0,360 U/mL dengan aktivitas spesifik sebesar 7,73 U/mg dan aktivitas amilase optimum pada isolat A4 sebesar 0,239 U/mL dengan aktivitas spesifik 5,24 U/mg. ABSTRACTThe purpose of this research was to know the optimization of incubation time in the production of protease and amylase by bacterial isolates of anchovy Stolephorus sp. paste origin. This research was conducted in two stages, namely the growth of bacterial isolates measurement and determination the optimum time production of the enzyme protease and amylase. Testing conducted include the test proteases and amylase enzyme activity and protein levels of each of these enzymes. The data will be analyzed test results are descriptive. There are 4 bacterial isolates, where 2 isolates, which is a protease-producing bacteria isolates that is P2 and P4, and 2 isolates, which is the amylase-producing bacteria that is A2 and A4. The activity of the protease optimum occurs at to-36 hours to isolate P2 of 0.073 U/mL with a specific activity of 1.632 U/mg and isolates P4 that is 0.057 U/mL with a specific activity of 4.91 U/mg. Whereas amylase activity, optimum occurs at to-36ohours for A2 isolates of 0.360 U/mL with a specific activity of 7.73 U/mg and activity of amylase optimum on A4 isolates of 0.239 U/mL with a specific activity of  5.224 U/mg.
SURVEI KEBERADAAN IKAN CAKALANG Katsuwonus pelamis DI TELUK BONE Rini Sahni Putri; Indra Jaya; Sri Pujiyati
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 10 No. 1 (2018): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis
Publisher : Department of Marine Science and Technology, Faculty of Fisheries and Marine Science, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1574.779 KB) | DOI: 10.29244/jitkt.v10i1.18850

Abstract

Keberadaan Cakalang Katsuwonus pelamis selalu berubah-ubah tergantung kondisi perairan sekitarnya yang disenangi oleh ikan tersebut. Penelitian ini memberi prediksi keberadaan Cakalang di Perairan Teluk Bone dengan menggunakan data satelit penginderaan jauh dan gambaran hubungan panjang-berat Cakalang dari hasil survei perikanan. Data satelit penginderaan jauh berupa suhu permukaan laut dan klorofil-a diperoleh dari database NASA dengan resolusi spasial 4 km dan resolusi temporal 8-day composite. Data survei perikanan berupa data posisi, hasil tangkapan ikan, panjang dan berat Cakalang dengan fishing base dari dua lokasi berbeda yaitu Sinjai dan Luwu. Data satelit penginderaan jauh dan data survei perikanan di plotkan dalam grafik untuk mengetahui kondisi lingkungan yang banyak ditemukan Cakalang. Posisi tangkapan dan hasil tangkapan dipetakan untuk menunjukkan keberadaan Cakalang tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Cakalang umumnya ditemukan tertangkap pada kisaran suhu permukaan laut 28,42°C - 30,73°C dan kandungan klorofil-a 0,1335 mg/m³ - 0,2309 mg/m³. Berdasarkan data panjang-berat, pola pertumbuhan Cakalang yang tertangkap di Perairan Teluk Bone bersifat allometrik negatif.
KONDISI NITRAT, NITRIT, AMONIA, FOSFAT DAN BOD DI MUARA SUNGAI BANYUASIN, SUMATERA SELATAN Wike Ayu Eka Putri; Anna Ida Sunaryo Purwiyanto; . Fauziyah; Fitri Agustriani; Yulianto Suteja
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 11 No. 1 (2019): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis
Publisher : Department of Marine Science and Technology, Faculty of Fisheries and Marine Science, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (547.775 KB) | DOI: 10.29244/jitkt.v11i1.18861

Abstract

ABSTRAKPesisir Banyuasin merupakan salah satu sentra perikanan tangkap di Provinsi Sumatera Selatan. Kawasan ini menyimpan potensi sumber daya perikanan yang harus dijaga kelestariannya. Banyak nelayan yang menggantungkan hidupnya di kawasan ini, hanya saja ragam pemanfaatan di sepanjang aliran Sungai Banyuasin seperti pemukiman, industri, pertanian dan transportasi telah mempengaruhi kualitas perairan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana kondisi nitrat, nitrit, amonia, fosfat dan BOD di Pesisir Banyuasin. Pengambilan sampel dilakukan pada bulan September 2017 meliputi 22 stasiun penelitian, analisa sampel dilakukan di Laboratorium Balai Riset dan Standardisasi Industri (Baristand) Palembang merujuk pada SNI. Hasil penelitian menunjukkan konsentrasi nitrat selama penelitian berkisar antara 0,025-3,21 mg/L, nitrit 0,002-0,093 mg/L, amonia 0,002-0,031 mg/L, fosfat 0,011-0,231 mg/L dan BOD 2,14-8,73 mg/L. Konsentrasi nitrat dan fosfat telah melebihi baku mutu yang ditetapkan, adapun untuk parameter nitrit, amonia dan BOD masih dibawah baku mutu. ABSTRACTCoastal of Banyuasin is one of the centers of capture fisheries in South Sumatra Province. This area had the potential of fisheries resources that must be preserved. Many fishermen are depend their lives on this area, but some activity along Banyuasin River such as settlement, industry, agriculture and transportation has affected the quality of water. This study aims to examine the conditions of nitrate, nitrite, ammonia, phosphate and BOD in the Coastal of Banyuasin. Sampling was conducted in September 2017 covering 22 research stations, sample analysis conducted at Palembang Institute for Industrial Research and Standaritation Laboratory refers to SNI. The results showed that the concentration of nitrate during the study ranged from 0.025-3.21 mg.L-1, nitrite 0.002-0.093 mg.L-1, ammonia 0.002-0.031 mg.L-1, phosphate 0.011-0.231 mg.L-1and BOD 2.14-8.73 mg.L-1. The concentration of nitrate and phosphate in Banyuasin River estuary were exceeded quality standards while nitrite, ammonia and BOD were still below specified quality standards.
PERBANDINGAN KELIMPAHAN MAKROZOOBENTOS DI EKOSISTEM LAMUN PADA SAAT BULAN PURNAMA DAN PERBANI DI PULAU PANGGANG KEPULAUAN SERIBU JAKARTA Iswandi Wahab; Hawis Madduppa; Mujizat Kawaroe
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 10 No. 1 (2018): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis
Publisher : Department of Marine Science and Technology, Faculty of Fisheries and Marine Science, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (514.891 KB) | DOI: 10.29244/jitkt.v10i1.18974

Abstract

Makrozoobentos merupakan salah satu organisme yang keberadaannya banyak terdapat di ekosistem lamun. Tujuan penelitian untuk menganalisis perbedaan kelimpahan individu dan spesies makrozoobentos di bulan purnama dan perbani, melihat korelasi kepadatan makrozoobentos dengan penutupan lamun, dan mengetahui kontribusi spesies makrozoobentos pada habitat lamun. Penelitian ini dilakukan di pulau panggang dengan 3 stasiun pengamatan makrozoobentos di ekosistem lamun pada bulan Maret dan April 2016. Pengambilan data makrozoobentos di lamun secara sistematis menggunakan metode transek kuadran 1x1 m dan corer berdiameter 10 cm untuk infauna. Menganalisis nilai kerapatan, tutupan lamun dan kelimpahan makrozoobentos. Analisis data statistik kelimpahan makrozoobentos menggunakan uji ANOVA, korelasi kepadatan makrozoobentos dengan tutupan lamun menggunakan regresi linear sederhana dan kontribusi spesies pada bulan purnama dan perbani menggunakan analisis SIMPER. Hasil penelitian didapatkan tidak adanya perbedaan nyata kelimpahan individu makrozoobentos di bulan purnama dan perbani. Sedangkan spesies didapatkan perbedaan nyata yang signifikan. Korelasi positif antara kepadatan makrozoobentos dengan tutupan lamun dibulan purnama, sedangkan pada bulan perbani berkorelasi negative. Analisis SIMPER menunjukan kontribusi spesies makrozoobentos tertinggi di tiap-tiap stasiun di bulan purnama dan perbani adalah spesies Cerithium salebrosum. Kesimpulan kepadatan spesies makrozoobentos menunjukkan perbedaan nyata di bulan purnama dan perbani, namun tidak pada kelimpahan individu.
INVESTIGASI PENYAKIT PADA PEMBESARAN LOBSTER PASIR Panulirus homarus DI KARAMBA JARING APUNG (LOMBOK, PEGAMETAN DAN PANGANDARAN) . sudewi; Zeny Widiastuti; Bejo Slamet; Ketut Mahardika
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 10 No. 1 (2018): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis
Publisher : Department of Marine Science and Technology, Faculty of Fisheries and Marine Science, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (561.133 KB) | DOI: 10.29244/jitkt.v10i1.18976

Abstract

Lobster pasir, Panulirus homarus adalah salah satu komoditas perikanan yang memiliki nilai ekonomis tinggi, baik di pasar lokal maupun internasional. Akan tetapi, dalam usaha pembesaran lobster terdapat hambatan yaitu tingginya mortalitas yang disebabkan oleh infeksi penyakit. Oleh karena itu, dilakukan penelitian ini dengan tujuan untuk melakukan investigasi penyakit pada pembesaran lobster pasir P. homarus di tiga lokasi karamba jaring apung (KJA). Metode penelitian meliputi pengambilan sampel lobster, pengamatan parasit, isolasi bakteri dan jamur, serta deteksi Milky Hemolymph Disease of Spiny Lobster (MHD-SL) melalui analisis Polymerase Chain Reaction (PCR). Lokasi pengambilan sampel meliputi Lombok (NTB), Pangandaran (Jabar) dan teluk Pegametan (Bali) dengan sampel lobster masing-masing sebanyak 5 ekor. Tiga ekor lobster dari Pangandaran terinfeksi parasit Octolasmis sp. yang menginfeksi terutama pada lamela insang. Satu sampel lobster dari Lombok terinfeksi jamur Fusarium sp. yang merupakan penyebab penyakit black gill disease dengan gejala insang yang menghitam. Dua lobster dari Lombok dan 1 lobster dari Pegametan terinfeksi oleh MHD-SL yang ditandai dengan hemolimfa berwarna putih susu.
STRATEGI PENGELOLAAN LIMBAH DI PELABUHAN ARAR KABUPATEN SORONG YANG BERKELANJUTAN Sehtawarta Br Sitepu; Etty Riani; Syaiful Anwar
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 10 No. 1 (2018): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis
Publisher : Department of Marine Science and Technology, Faculty of Fisheries and Marine Science, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (399.832 KB) | DOI: 10.29244/jitkt.v10i1.18989

Abstract

Pelabuhan Arar merupakan pelabuhan yang sedang berkembang dan terletak di kawasan ekonomi khusus, sehingga menghasilkan limbah dan sampah yang semakin banyak. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasi strategi pengelolaan limbah di Pelabuhan Arar Kabupaten Sorong yang berkelanjutan. Pada penelitian ini dilakukan wawancara terhadap lima pakar ahli yang dipilih secara purposive dengan bantuan kuesioner khusus untuk keperluan analisis AHP. Data yang diperoleh dianalisis dengan analytical hierarchy process (AHP) menggunakan perangkat lunak expert choice 2000. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa ada tiga strategi utama yang perlu dilakukan agar pengelolaan limbah di Pelabuhan Arar Kabupaten Sorong menjadi berkelanjutan, yakni membuat pengolahan limbah dan sampah menjadi satu kebiasaan dan budaya keseharian (habituasi) dari masyarakat, mencari dan menerapkan teknologi zerowaste serta melakukan penegakan hukum.
STRATEGI PENGELOLAAN PENAMBANGAN PASIR LAUT YANG BERKELANJUTAN (STUDI KASUS PULAU TUNDA, PROVINSI BANTEN) Wawan Wahyudi; Etty Riani; Syaiful Anwar
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 10 No. 2 (2018): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis
Publisher : Department of Marine Science and Technology, Faculty of Fisheries and Marine Science, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (291.953 KB) | DOI: 10.29244/jitkt.v10i2.19066

Abstract

Penambangan pasir laut di pulau-pulau kecil, seperti Pulau Tunda, Kepulauan Seribu, Jakarta berpotensi mengakibatkan degradasi lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan strategi pengelolaan penambangan pasir laut di perairan Pulau Tunda yang berkelanjutan. Penelitian ini dilakukan wawancara dengan responden ahli yang dipilih secara purposive, dengan bantuan kuesioner. Data yang diperoleh dianalisis dengan AHP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor dominan yang harus diperhatikan pada pengelolaan penambangan pasir laut agar menjadi berkelanjutan adalah sumberdaya alam, kebijakan pemerintah, dan sosial ekonomi masyarakat. Stakeholders yang harus diperhatikan agar penambangan pasir laut menjadi berkelanjutan adalah pemerintah, pengusaha, masyarakat dan penegak hukum. Adapun tujuan yang harus didahulukan agar penambangan pasir laut berkelanjutan, yakni reduksi degradasi lingkungan, pemulihan ekosistem dan peningkatan daya saing keindahan wilayah perairan pulau kecil yang pasirnya ditambang. Prioritas alternatif strategi yang paling penting dalam pengelolaan penambangan pasir laut agar menjadi berkelanjutan adalah revisi kebijakan penambangan pasir laut, penegakan hukum dan sangsinya, serta teknologi penambangan pasir ramah lingkungan.
PEMANFAATAN CITRA SPOT-7 UNTUK PEMETAAN DISTRIBUSI LAMUN PADA ZONA INTERTIDAL DAN PENDUGAAN KEDALAMAN PERAIRAN PULAU WAWONII Syamsul Bahri Agus; Nunung Noer Aziizah; Tarlan Subarno; Adriani Sunudin
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 10 No. 1 (2018): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis
Publisher : Department of Marine Science and Technology, Faculty of Fisheries and Marine Science, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (728.751 KB) | DOI: 10.29244/jitkt.v10i1.19119

Abstract

Diantara peran penting habitat lamun di lingkungan perairan laut adalah sebagai habitat bagi berbagai jenis biota laut. Ketersediaan informasi spasial padang lamun masih terdapat kekurangan yang besar, sehingga perlu terus dikembangkan metode maupun kegiatan pemetaan ekosistem padang lamun. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi spasial sebaran lamun di Pulau Wawonii, Sulawesi Tenggara, termasuk informasi kedalaman perairan khususnya lokasi dimana lamun ditemukan tumbuh di lokasi ini. Data utama yang digunakan adalah citra multispektral SPOT-7 dengan resolusi spasial 6m. Transformasi citra menjadi data kedalaman dilakukan menggunakan algoritma rasio kanal, adapun untuk sebaran lamun diperoleh melalui klasifikasi terbimbing dengan menerapkan algoritma MLH pada pendekatan berbasis piksel. Kedua metode yang diterapkan menggunakan informasi lapangan dan data sekunder yang diperoleh dari beberapa sumber sebagai acuan dalam melakukan pengolahan citra digital. Kajian difokuskan pada sisi Barat dan Utara Pulau Wawonii, khususnya di perairan Kecamatan Wawonii Barat, Wawonii Utara, dan Wawonii Timur Laut. Hasil klasifikasi citra satelit menghasilkan sebaran lamun di sepanjang sisi Pulau yang menjadi fokus kajian dengan ketebalan yang berbeda. Zona persebaran lamun sangat ditentukan oleh kedalaman perairan, dimana lamun di Pulau ini umumnya ditemukan pada kedalaman kurang dari 2 m.
KARAKTERISTIK BIOLOGI DAN LAJU EKSPLOITASI IKAN PELAGIS KECIL DI PERAIRAN UTARA JAWA Aulia Maghfirotul Khatami; Yonvitner; Isdrajad Setyobudiandi
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 11 No. 3 (2019): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis
Publisher : Department of Marine Science and Technology, Faculty of Fisheries and Marine Science, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (383.975 KB) | DOI: 10.29244/jitkt.v11i3.19159

Abstract

Fishery activities in the North Java sea are dominated by small pelagic fisheries that have an important role in fisheries development in Indonesia. Although the national potential of small pelagic fish has not been optimally utilized, in some areas the water utilization rate has exceeded the sustainable potential. The rate of exploitation is a key parameter in describing the utilization rate of small pelagic fish resources in water. This study aims to know the biological characteristics and rate of exploitation in some species of fish that became the main catch on pelagic fisheries in the waters of North Java. Six species of small pelagic fishes (bigeye scad, rainbow sardine, short mackerel, yellow-striped scad, yellowtail scad, and fringscale sardinella) caught in the waters of Northern Java have been overexploited. In general, the biological characteristics of each fish have shown that most small pelagic fish caught have not reached the size of the first gonad mature. Also, mackerel, tuna, and tembang are categorized as potentially high risk of catching, presumably from the fish size parameter and the number of operated fishing gear.
ANALISIS KESESUAIAN PERAIRAN BAGI KEGIATAN WISATA BAHARI SNORKLING DAN SELAM DI PERAIRAN PULAU NUSALAUT KABUPATEN MALUKU TENGAH Terry Indrabudi; Arif Seno Adji; Widhya Nugroho Satrioajie; Robert Alik
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 11 No. 3 (2019): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis
Publisher : Department of Marine Science and Technology, Faculty of Fisheries and Marine Science, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (466.193 KB) | DOI: 10.29244/jitkt.v11i3.19193

Abstract

Maluku memiliki sumberdaya laut yang sangat besar, baik sumberdaya hayati maupun nir-hayati termasuk potensi wisata bahari yang menjadi prioritas pemerintah untuk dikembangkan. Namun pada kenyataannya, perkembangan wisata bahari di Maluku masih menghadapi berbagai kendala, yaitu menentukan lokasi yang layak untuk dijadikan tujuan wisata. Penelitian ini bermaksud untuk melihat tingkat kesesuaian wisata khususnya wisata snorkling dan selam di perairan Pulau Nusalaut. Pengambilan sampel dilakukan pada tahun 2014 dan 2015 di 6 (enam) lokasi yang berbeda. Pengambilan data karang menggunakan metoda LIT (Line Intecept Trancect) dan dianalisis menggunakan "Life Form Program". Pengamatan ikan karang dilakukan dengan Underwater Visual Census (UVC) dan transek. Parameter lingkungan diambil dengan cara pengukuran langsung dilapangan. Terumbu karang dikategorikan dalam kondisi ”Baik” dan ”Sangat Baik” dengan persentase tutupan karang antara 58,54-77%. Sebanyak 217 jenis karang batu yang termasuk ke dalam 52 genera dari 16 famili menempati rataan terumbu. Keanekaragaman ikan karang berada pada kondisi yang cukup baik dengan indeks keanekaragaman berkisar antara 3,05-4,09. Setidaknya terdapat 2.838 individu ikan karang dari 25 famili dan 170 jenis, terbagi dalam kelompok ikan indikator sebanyak 6%, ikan mayor 67% dan ikan target 27%. Kecerahan perairan berkisar antara 8-12 m dengan kecepatan arus antara 1,6-18,5 m/s. Berdasarkan hasil analisis kesesuaian wisata, seluruh lokasi penelitian dikategorikan “Sangat Sesuai” untuk dijadikan tujuan wisata snorkling maupun selam dengan Indeks Kesesuaian Wisata antara 81,25-95,83%.

Filter by Year

2009 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 17 No. 3 (2025): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 17 No. 2 (2025): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 17 No. 1 (2025): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 16 No. 3 (2024): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 16 No. 2 (2024): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 16 No. 1 (2024): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 15 No. 3 (2023): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 15 No. 2 (2023): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 15 No. 1 (2023): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 14 No. 3 (2022): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 14 No. 2 (2022): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 14 No. 1 (2022): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 13 No. 3 (2021): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 13 No. 2 (2021): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 13 No. 1 (2021): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 12 No. 3 (2020): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 12 No. 2 (2020): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 12 No. 1 (2020): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 11 No. 3 (2019): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 11 No. 2 (2019): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 11 No. 1 (2019): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 10 No. 3 (2018): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 10 No. 2 (2018): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 10 No. 1 (2018): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 9 No. 2 (2017): Elektronik Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 9 No. 1 (2017): Elektronik Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 8 No. 2 (2016): Elektronik Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 8 No. 1 (2016): Elektronik Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 7 No. 2 (2015): Elektronik Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 7 No. 1 (2015): Elektronik Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 6 No. 2 (2014): Electronik Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 6 No. 1 (2014): Electronik Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 5 No. 2 (2013): Elektronik Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 5 No. 1 (2013): Elektronik Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 4 No. 2 (2012): Elektronik Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 4 No. 1 (2012): Elektronik Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 3 No. 2 (2011): Elektronik Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 3 No. 1 (2011): Elektronik Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 2 No. 2 (2010): Elektronik Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 2 No. 1 (2010): Elektronik Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 1 No. 2 (2009): Elektronik Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 1 No. 1 (2009): Elektronik Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis More Issue