cover
Contact Name
Yunardi Kristian Zega
Contact Email
yunardikzega@sttrealbatam.ac.id
Phone
+6281213076611
Journal Mail Official
yunardikzega@sttrealbatam.ac.id
Editorial Address
Gedung House of Glory Lt.3-4, Jl. Ahmad Yani, Eden Park; Kel. Taman Baloi, Kec. Batam Kota, Kotamadaya Batam, Kepulauan Riau.
Location
Kota batam,
Kepulauan riau
INDONESIA
DIEGESIS: Jurnal Teologi Kharismatika
ISSN : 26853515     EISSN : 26853485     DOI : -
DIEGESIS: Jurnal Teologi Kharismatika merupakan wadah publikasi hasil penelitian teologi yang berkaitan dengan pelayanan Kristiani dengan ciri Pentakostal-Kharismatika, dengan nomor ISSN: 2685-3485 (online), ISSN: 2685-3515 (print), dikelola dan diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Teologi REAL, Batam, Kepulauan Riau. Focus dan Scope penelitian DIEGESIS adalah: Teologi Biblikal (Perjanjian Lama dan Baru); Teologi Sistematika; Teologi Pastoral; Misiologi; Isu-isu Pentakostal-Kharismatika. DIEGESIS menerima artikel dari dosen dan para praktisi teologi yang ahli di bidangnya, dari semua institusi teologi yang ada, baik dari dalam maupun luar negeri. Artikel yang telah memenuhi persyaratan akan dinilai kelayakannya oleh reviewer yang ahli di bidangnya melalui proses double blind-review.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 2: Desember 2021" : 5 Documents clear
Konseling dengan Pendekatan Perilaku Kognitif berbasis Alkitab dalam Menghadapi Keputusasaan Anak di River Life Community, Vietnam Hendra Syahputra; Susilo Susanto
DIEGESIS: Jurnal Teologi Kharismatika Vol 4, No 2: Desember 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Real Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (650.968 KB) | DOI: 10.53547/diegesis.v4i2.133

Abstract

The background of this journal is the victim children of marriage disharmony that made their cognitive development not optimal in communication and actualization even can lead to being a false personality. This journal has the purpose to make a model of Cognitive Behavior Therapy based on the Bible and to see the implementation of Cognitive Behavior Therapy based on the Bible to depression children in River Life Community Binh Duong, Vietnam. Use qualitative method by literature study, observation, and interview for data collection and analysis. This journal succeeds to model an approach to Cognitive Behavior Therapy based on Bible and has a proven implementation in the River Life Community to change the lives of many depressed children to be confident and faithful children. AbstrakPenelitian ini dilatarbelakangi oleh kondisi anak yang sering menjadi korban ketidakharmonisan rumah tangga, yang mengakibatkan pertumbuhan kognitif seorang anak tidak optimal dalam berkomunikasi dan mengaktualisasikan permikiran bahkan dapat menjadi pribadi yang putus asa. Penelitian ini bertujuan membentuk model pendekatan konseling perilaku kognitif berbasis Alkitab dan mengetahui implementasi pendekatan konseling perilaku kognitif berbasis Alkitab terhadap anak yang mengalami keputusasaan hidup di River Life Community, Binh Duong, Vietnam. Penelitian dilakukan secara kualitatif berdasarkan kepustakaan, observasi, dan wawancara. Hasil penelitan memberikan bentuk model konseling dengan pendekatan perilaku kognitif berbasis Alkitab dan keberhasilan pemanfaatan konseling dengan pendekatan perilaku kognitif berbasis Alkitab di River Life Community dalam mengubah keputusasaan anak menjadi anak yang berpengharapan dan percaya diri. 
Kontekstualisasi Injil terhadap Suku Boti di Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur Fery Rondonuwu; Yanto Paulus Hermanto
DIEGESIS: Jurnal Teologi Kharismatika Vol 4, No 2: Desember 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Real Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (606.254 KB) | DOI: 10.53547/diegesis.v4i2.136

Abstract

God's love for the world is the basis for the commandment to make every nation a disciple of Christ. This was emphasized by Christ when He said, “Make disciples of all nations.” The Boti tribe in NTT is part of the target of God's love. They must hear the gospel that will save. The formulation of the problem is what must be done by the evangelist to be able to carry out this great command, especially to the Boti tribe in NTT. The method to answer this problem formulation is to use a qualitative approach by collecting several journals, books, and Bible verses related to the formulation of the problem, especially the Apostle Paul's evangelistic approach, then look for similarities that allow answering this research problem. Contextual evangelism by using elements of local culture is the answer to evangelizing the Boti tribe, thus the gospel can be accepted and transform the lives of the Boti tribe. AbstrakKasih Allah kepada dunia menjadi dasar perintah untuk menjadikan setiap bangsa murid Kristus. Hal ini ditegaskan oleh Yesus ketika Ia berkata, “Jadikanlah semua bangsa murid-Ku.” Suku Boti di NTT adalah bagian dari sasaran kasih Allah. Mereka harus mendengar Injil yang akan menyelamatkan. Rumusan masalahnya adalah, apakah yang harus dilakukan oleh pem-berita Injil untuk dapat melaksanakan perintah agung ini, khususnya kepada suku Boti di NTT. Metode untuk menjawab rumusan masalah ini adalah menggunakan pendekatan kualitatif dengan cara mengumpulkan beberapa data literatur melalui jurnal, buku, dan nas Alkitab yang berkaitan dengan rumusan masalah, khususnya pendekatan penginjilan Rasul Paulus, kemudian mencari kesamaannya yang memungkinkan bisa menjawab masalah penelitian ini. Penginjilan kontekstual dengan menggunakan elemen-elemen budaya setempat menjadi jawaban untuk melakukan penginjilan kepada kepada suku Boti, dengan demikian Injil dapat diterima dan mentransformasi kehidupan suku Boti. 
Tinjauan Etika Praktis terhadap Perceraian Kristen Samuel Elia; Ferry Simanjuntak
DIEGESIS: Jurnal Teologi Kharismatika Vol 4, No 2: Desember 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Real Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (652.564 KB) | DOI: 10.53547/diegesis.v4i2.84

Abstract

There has been so much discussion about Divorce among Christians with various theological backgrounds, but for the lay congregation, there is still confusion about the attitude of the Church in general. Of course, this has a less than the optimal effect on the spiritual formation of the church. This may happen because of the lack of understanding Christians about how Christian ethical values can be applied in divorce cases. Moreover, it was added with the uncertainty of some church parties in taking their stand. This paper tries to explain in a simple way about Divorce with all its details, causes, and consequences. This paper also discusses why the church needs to take a stand and show it clearly to the congregation to avoid congregational confusion. This research was made using descriptive qualitative research methods through literature studies. Conclusions are generally drawn based on the inductive method. AbstrakSudah begitu banyak pembahasan mengenai Perceraian di kalangan Kristen dengan berbagai latar Teologi, namun bagi kalangan jemaat awam masih terasa adanya kebingungan mengenai sikap Gereja pada umumya. Tentu saja hal ini memberikan pengaruh kurang optimal dalam pembinaan rohani jemaat. Hal ini mungkin terjadi karena begitu minimnya pemahaman orang-orang Kristen mengenai bagaimana nilai-nilai Etika Kristen dapat diterapkan dalam kasus perceraian. Apalagi ditambah dengan kegamangan beberapa pihak gereja dalam mengambil sikap. Tulisan ini mencoba mengulas secara sederhana mengenai Perceraian dengan segala seluk beluknya, penyebab dan akibat yang ditimbulkan. Tulisan ini juga menbahas mengenai mengapa gereja perlu mengambil sikap dan menunjukkannya secara jelas kepada jemaat agar menghindarkan kebingungan jemaat. Penelitian ini dibuat menggunakan metode penelitian kualitatif desktriptif melalui studi literatur. Kesimpulan secara umum diambil berdasarkan metode induktif.
Larut tapi Tidak Hanyut: Sebuah Refleksi Spiritualitas Gereja dalam Pusaran Teknologi di Masa Pandemi Covid-19 Fredy Simanjuntak
DIEGESIS: Jurnal Teologi Kharismatika Vol 4, No 2: Desember 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Real Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (597.904 KB) | DOI: 10.53547/diegesis.v4i2.93

Abstract

The Covid-19 pandemic has challenged churches to migrate to virtual spaces. This certainly affects the spirituality of the Church in double space. Through this article, we will examine 1) How can the church connect spirituality with technology without getting lost in the vortex of the void of the modern technology itself, 2) How can the church navigate this new landscape without losing focus on its God-given mission? This research is descriptive research, using a qualitative approach. This paper aims to frame a new paradigm for a balanced church in interpreting church spirituality in the vortex of technological progress. The results of this study indicate that the theological system in Christianity is a transformational conceptual framework that is always fresh, flexible, and balanced from various dimensions of life and context. A changing situation requires transformative perspectives and practices so that the church does not lose its spirituality and God's mission in the context of society, nation, and state. Keywords: church; reflection; spirituality; technology; the Covid-19 pandemic AbstrakPandemi Covid-19 telah menantang gereja untuk bermigrasi ke ruang virtual. Hal ini tentu mempengaruhi spiritualitas Gereja dalam ruang ganda. Melalui artikel ini akan dikaji 1) Bagaimana gereja dapat menghubungkan spiritualitas dengan teknologi tanpa tersesat dalam pusaran kehampaan teknologi modern itu sendiri, 2) Bagaimana gereja dapat menavigasi lanskap baru ini tanpa kehi-langan fokus pada misi yang diberikan Tuhan? Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif, dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Tulisan ini bertujuan untuk membingkai paradigma baru bagi gereja yang seimbang dalam memaknai spiritualitas gereja dalam pusaran kemajuan teknologi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sistem teologi dalam agama Kristen merupakan kerangka konseptual transformasional yang selalu segar, fleksibel dan seimbang dari berbagai di-mensi kehidupan dan konteks. Situasi yang berubah membutuhkan perspektif dan praktik trans-formatif agar gereja tidak kehilangan spiritualitas dan misi Tuhan dalam konteks bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Kata kunci: gereja; pandemi Covid-19; refleksi; spiritualitas; teknolog
Relasi Pernikahan Kristen dalam Refleksi Teologis Kidung Agung 8:1-14 Jefrie Walean; Rudi Walean
DIEGESIS: Jurnal Teologi Kharismatika Vol 4, No 2: Desember 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Real Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (622.243 KB) | DOI: 10.53547/diegesis.v4i2.140

Abstract

The phrase “love is strong as death” in the text of the Song of Solomon 8:1-14 gives the impression of sensuality and vulgarism. The impression is a metaphor for the relationship in marriage. The method that will be used is through a descriptive qualitative approach followed by a thematic analysis using a literal perspective that pays attention to hermeneutic rules. This study concludes that chapter 8:1-14 comprehensively states that the power of true love is like a seal that claims ownership and figuratively describes the intimate relationship between God and the Israelites. This sensual narrative becomes a metaphor for the bond of Christian marriage. AbstrakFrasa “cinta kuat seperti maut” dalam teks Kidung Agung 8:1-14 memberikan kesan sensualitas dan vulgarisme. Kesan itu sebagai mentafora relasi dalam penikahan. Tujuan kajian ini adalah untuk menunjukkan makna reflektif secara teologis nas Kidung Agung tersebut dalam konteks relasi pernikahan Kristen. Metode yang digunakan adalah deskriptif interpretatif dengan memperhatikan kaidah hermeneutik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa secara komprehensif pasal 8:1-14 menyatakan kekuatan cinta sejati bagaikan meterai yang mengklaim kepemilikan, serta kiasan keintiman hubungan antara Allah dengan umat Israel. Narasi sensual ini menjadi metafora bagi ikatan pernikahan Kristen. 

Page 1 of 1 | Total Record : 5